Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN PRAKTIKUM DASAR-DASAR AGRONOMI PENANAMAN JAGUNG

NAMA NPM DOSEN

:Hendra pangaribuan :E1J012075 :Ir.Merakati handajaningsih,M.Sc.

Pogram Studi Agroekoteknologi Jurusan Budidaya pertanian Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu 2013

I.PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang Semua bentuk pemanfaatan sumberdaya alam dan manusia dalam pemanfaatanya untuk budidaya tanaman guna mendapat hasil yanng sebanyak-banyaknya secara berkelajutan. Pola tanam atau (cropping patten) merupakan suatu urutan pertanaman pada sebidang tanah selama satu periode. Lahan yang dimaksud,yaitu bisa berupa lahan yang kosong atau lahan yang sudah terdapat tanaman yang mampu dilakukan untuk membudidayakan suatu tanaman. Banyak usaha yang dilakukan untuk melaksanakan penanaman pada sebidang lahan dengan mengatur susunan tata letak dari tanaman dan tata urutan tanaman selama periode waktu tertentu, termasuk masa pengolahan tanah dan masa tidak ditanami selama periode tertentu. Produktivitas merupakan suatu hal yang sangat berpengaruh dalam usaha pertanian, dimana pada masa sekarang ini semakin ditantang untuk mengimbangi tuntutan sosial ekonomi masyarakat suatu bangsa. Meningkatan jumlah penduduk menyebabkan permintaan akan kebutuhan hasil-hasil pertanian baik jenis, jumlah maupun kualitasnya. Disisi lain lahan untuk pertanian semakin terbatas karena alih fungsi lahan menjadi tempat pemukiman, industri, sarana jalan serta sarana fisik lainnya, Untuk itu, bagaimana merancang suatu model penanaman, agar lahan yang semakin terbatas itu dapat menghasilkan produksi yang tinggi secara berkelanjutan. Jagung sebagai tanaman pangan, menduduki urutan kedua setelah padi. Disamping itu juga mempunyai peranan yang tidak kalah pentingnya dengan padi, karena jagung merupakan salah satu jenis bahan makanan yang banyak mengandung karbohidrat sehingga dapat dijadikan sebagai pengganti beras. Di Indonesia sangat mendukung dikembangkannya komoditi jagung, Sebab jagung memiliki potensi yang cukup baik untuk dibudidayakan dan mudah diusahakan. Konsumsi jagung di Indonesia terus meningkat, karena itu peluang pemasaran jagung masih terbuka lebar (Arif Ardiawan, 2008).Selain komoditi jagung sebagai bahan makanan, masih dibutuhkan komoditi lain seperti kacang hijau. Kacang hijau merupakan salah satu jenis komoditi dari jenis tanaman leguminosa yang mempunyai arti

penting. Posisinya menduduki urutan ketiga setelah kedelai dan kacang tanah. Manfaat kacang hijau sebagai penghasil bahan makanan merupakan hal yang sangat penting, karena jenis kacang ini banyak mengandung vitamin terutama vitamin B1 yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan gizi masyarakat yang relatif kurang vita min.Beberapa pola tanam yang biasa diterapkan antara lain tumpang sari, tumpang gilir, tanaman bersisispan, dan tanamana campuran.Tumpang sari (intercropping), adalahmelakukan penanaman lebih dari satu tanaman yang memiliki umur sama atau berbeda contoh tumpang sari sama umur seperti jagung dan kedelai; tumpang sari beda umur seperti jagung, ketela pohon, padi gogo.Tumpang gilir (Multiple Cropping) yaitu penanaman yang dilakukan secara beruntun sepanjang tahun dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain untuk mendapat keuntungan maksimum (Syaifuddin, 2008). 1.2 Tujuan Praktikum Adapun tujuan dari pelaksanaan Praktek Lapang Dasar-Dasar Agronomi adalah untuk mengamati pertumbuhan suatu tanaman yang dibudidayakan,untuk menghasilkan tanaman yang berkualitas. Selain itu,tujuan lainnya adalah untuk mengetahui teknik budidaya tanaman pada lahan pengolahan pertama.

II
2.1 Klasifikasi

TINJAUAN PUSTAKA

Tanaman jagung (Zea mays L) dapat diklasifikasikan ke dalam Kingdom Plantae (Tumbuhan), Subkingdom Tracheobionta (berpembuluh), Super Divisi Spermatophyta (Menghasilkan biji), Divisi Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Liliopsida

(berkeping satu / monokotil) Sub Kelas: Commelinidae Ordo: Poales Famili: Poaceae(suku rumput-rumputan) Genus ZeaSpesies: Zea mays L. (Arif Ardiawan, 2008 ). Syarat tumbuh : 1. Curah hujan ideal sekitar 85-200 mm/bulan dan harus merata. Pada fase pembungaan dan pengisian biji perlu mendapatkan cukup air. Sebaiknya ditanam awal musim hujan atau menjelang musim kemarau. Membutuhkan sinar matahari, tanaman yang ternaungi, pertumbuhannya akan terhambat dan memberikan hasil biji yang tidak optimal. 2. Suhu optimum antara 230 C - 300 C. Jagung tidak memerlukan persyaratan tanah khusus, namun tanah yang gembur, subur dan kaya humus akan berproduksi optimal. pH tanah antara 5,6-7,5. Aerasi dan ketersediaan air baik, kemiringan tanah kurang dari 8 %. Daerah dengan tingkat kemiringan lebih dari 8 %, sebaiknya dilakukan pembentukan teras dahulu. Ketinggian antara 1000-1800 m dpl dengan ketinggian optimum antara 50-600 m dpl. Waktu tanam sebaiknya musim penghujan

2.2

Teknik Budidaya 2.2.1 Penyipan lahan Pengolahan tanah dikerjakan saat lahan sudah di bersikan dari tanaman-tanaman liar,sehingga mahasiswa lebih mudah untuk mengelolanya. Saat praktikum keadaan cuaca terkadang kurang jelas,sehingga untuk melakukan penyiraman,praktikan harus pergi menyiran tiap sore harinya. Tujuan dari pengolahan tanah adalah agar tanah menjadi gembur. Selain membuat tanah menjadi gembur, pengolahan tanah akan dapat menghilangkan gulma. Pengolahan tanah dilakukan dengan dicangkul sedalam 10-15 cm, kemudian dicacah sambil membuang gulma yang ada dan yang terakhir dibuat guludan,tujuan dari pembuatan guludan

ini agar saat hujan tanah tetap dalam keadaan atus sehingga akar tanaman jagung maupun kacang tanah tidak tergenang (Warsana, 2009). 2.2.2 Penyiapan benih Dengan pemilihan tanaman yang tepat, sistem ini dapat memberikan beberapa keuntungan, antara lain mengurangi serangan OPT (pemantauan populasi hama), karena tanaman yang satu dapat mengurangi serangan OPT lainnya. Misalnya bawang daun dapat mengusir hama aphids dan ulat pada tanaman kubis karena mengeluarkan bau allicin, menambah kesuburan tanah. Dengan menanam kacang-kacangan- kandungan unsur N dalam tanah bertambah karena adanya bakteri Rhizobium yang terdapat dalam bintil akar. Dengan menanam yang mempunyai perakaran berbeda, misalnya tanaman berakar dangkal ditanam berdampingan dengan tanaman berakardalam, tanah disekitarnya akan lebih gembur. Keuntungan yang lain yaitu siklus hidup hama atau penyakit dapat terputus, karena sistem ini dibarengi dengan rotasi tanaman dapat memutus siklus OPT serta memperoleh hasil panen yang beragam. Penanaman lebih dari satu jenis tanaman akan menghasilkan panen yang beragam. Ini menguntungkan karena bila harga salah satu komoditas rendah, dapat ditutup oleh harga komoditas lainnya (Warsana, 2009). 2.2.3 Tehnik penanaman Benih jagung yang akan ditanam adalah manis yang diberikan ole lAB. Lubang tanam dibuat dengan tugal sedalam 2-3 cm, dengan jarak antar barisan tanaman 4cm, sedangkan jarak dalam barisan adalah 5 cm. Jumlah benih jagung setiap petakan adalah 2 benih tiap lubang tanam, sehingga populasi tanaman jagung dalam 1 petakan lahan adalah 40 batang. (Warsana, 2009). Jagung manis tumbuh baik pada berbagai jenis tanah. Tanah liat lebih di sukai karena mampu menahan lengas yang tinggi. Tanaman ini peka terhadap tah masam dan tumbuhb baik pada kisaran pH antara 6,0 6,8 dan agak toleran terhadap- kondisi basa. Hampir selalu di tanamn dengan kedalaman 3-5 cm. Jarak tanam rata-rata jagung manis umumnya 20-25 cm dalam barisan dan 70- 90 cm antar barisan (Sumoprastowo, 2000) 2.2.4 Pemeliharaan

Perawatan atau pemeliharaan tanaman meliputi beberapa kegiatan antara lain penyulaman, penyiangan dan pembumbunan. Penyulaman sebaiknya dilakukan agar tidak ada spot-spot kosong yang akan diisi oleh gulma bila tidak dilakukan penyulaman. Penyulaman untuk tanaman jagung dilakukan antara 4-7 hari setelah tanam. Penyiangan dan

pembumbunan dilakukan paling tidak sebanyak dua kali atau menyesuaikan dengan kondisi gulma, bila memang gulma tumbuh dominan dapat dilakukan penyiangan lagi. Penyiangan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur 15 hari, sedangkan penyiangan yang kedua

dilakukan setelah tanaman berumur 30 hari sebelum dilakukan pemupukan susulan. Pada penyiangan kedua ini sekaligus dilakukan pembumbunan yaitu dengan menggemburkan tanah dan menikkan tanah ke sekitar batang. Untuk kacang tanah sebaiknya dilakukan pembumbunan sekali lagi yaitu pada saat tanaman selesai berbunga sekitar 40 hari setelah tanam (Warsana, 2009). Pemupukan dilakukan dua kali yaitu pada saat tanam dan pada saat tanaman telah berumur 1 bulan. Dosis pupuk untuk jagung adalah 100 g Urea, 100 g kg SP-36 dan 100 g KCL. Cara pemupukan yaitu semua pupuk yang akan diberikan dicampur jadi satu, kemudian dibuat larikan dekat barisan tanaman (sekitar 5 cm dari barisan tanaman dengan kedalaman antara 5-7 cm), pupuk ditabur sepanjang larikan kemudian ditutup kembali dengan tanah.Pemupukan kedua untuk tanaman jagung larikan disesuaikan dengan tajuk tanaman, sedangkan untuk kacang tanah larikan dibuat di tengah jarak antara dua barisan tanaman kacang tanah (Warsana, 2009). 2.2.5 Pengendalian hama dan penyakit Pengendalian hama penyakit dimaksukkan agar kesehatan tanaman dapat terjaga sehingga tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Pengendalian hama maupun penyakit dengan menggunakan pestisida sebaiknya dilakukan dengan bijaksana, karena bahan kimia ini selain membunuhhama tetapi juga sekaligus membunuh predatornya

juga. Jadikanlah pestisida sebagai pilihan yang mempunyai spektrum sempit. Pada jagung yang sering dijumpai adalah penyakit bulai untuk hamanya adalah penggerek daun penghisap daun (Warsana,2009) .

2.2.6 Panen dan pasca panen Ciri jagung yang siap dipanen adalah Umur panen adalah 86-96 hari setelah tanam. Jagung siap dipanen dengan tongkol atau kelobot mulai mengering yang ditandai dengan adanya lapisan hitam pada biji bagian lembaga. Biji kering, keras, dan mengkilat, apabila ditekan tidak membekas. Jagung untuk sayur (jagung muda), dipanen sebelum bijinya terisi penuh. Saat itu diameter tongkol baru mencapai 1-2 cm. Jagung untuk direbus dan dibakar, dipanen ketika matang susu. Tanda-tandanya kelobot masih berwarna hijau, dan bila biji dipijit tidak terlalu keras serta akan mengeluarkan cairan putih. Jagung untuk makanan pokok (beras jagung), pakan ternak, benih, tepung dan berbagai keperluan lainnya dipanen jika sudah matang fisiologis. Tanda-tandanya: sebagian besar daun dan kelobot telah menguning. Apabila bijinya dilepaskan akan ada warna coklat kehitaman pada tangkainya (tempat menempelnya biji pada tongkol). Bila biji dipijit dengan kuku, tidak meninggalkan bekas. Jagung dikupas pada saat masih menempel pada batang atau setelah pemetikan selesai. Pengupasan ini dilakukan untuk menjaga agar kadar air di dalam tongkol dapat diturunkan dan kelembaban di sekitar biji tidak menimbulkan kerusakan biji atau mengakibatkan tumbuhnya cendawan. Pengupasan dapat memudahkan atau memperingan pengangkutan selama proses pengeringan. Pengeringan jagung dapat dilakukan secara alami atau buatan. Secara tradisional jagung dijemur di bawah sinar matahari sehingga kadar air berkisar 911 %. Biasanya penjemuran memakan waktu sekitar 7-8 hari. Penjemuran dapat dilakukan di lantai, dengan alas anyaman bambu atau dengan cara diikat dan digantung. Secara buatan dapat dilakukan dengan mesin pengering untuk menghemat tenaga manusia, terutama pada musim hujan. Terdapat berbagai cara pengeringan buatan, tetapi prinsipnya sama yaitu untuk mengurangi kadar air di dalam biji dengan panas pengeringan sekitar 38-430 C, sehingga kadar air turun menjadi 12-13 %. Mesin pengering dapat digunakan setiap saat dan dapat dilakukan pengaturan suhu sesuai dengan kadar air biji jagung yang diinginkan 2009 ). ( Kasryno

III METODOLOGI
3.1 Tempat dan Waktu Praktikum Lapang Dasar Dasar Agronomi yaitu bertempat dilahan belakang lab.peternakan,tepatnya berada di dalam kampus, dan dilaksanakan pada setiap hari kamis,sesuai dengan jadwal praktikum masing-masing. 3.2 Alat dan Bahan Adapun alat yang digunakan dalam Praktikum Lapang Dasar Dasar Agronomi yaitu cangkul, parang, ember, mistar, meteran gulung, alat tulis menulis. Adapun bahan yang digunakan dalam Praktikum Lapang Dasar Dasar Agronomi yaitu benih jagung manis, pupuk SP-36, dan pupuk urea 3.3 Cara Kerja Pertama tama yang dilakukan adalah melakukan penyiapan lahan yang tujuannya untuk membersihkan lahan pertanaman dari akar akar tanaman yang besar dan batu. serta mengolah tanah dan membuat saluran air di pinggir bedengan. Tanah yang berada di atas bedengan yang berukuran 2m 3m dicampur dengan pupuk hasil pembakaran daun-daunan yang kering dan menentukan jarak tanaman (untuk tanaman jagung jarak tanam yakni 4cm5cm dengan jumlah benih dua biji. Penanaman benih dilakukan dengan cara menggali lubang dengan menggunakan tangan atau alat lain untuk bisa menggali tanah. Selanjutnya melakukan pemeliharaan dengan cara penyiraman, penyiangan, pemupukan susulan, dan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dan setiap hari kamis melakukan pengamatan dengan cara mengukur jumlah daun, tinggi tanaman, dan jumlah daun. Setelah tanaman berumur 30 hari dan tanaman telah kelihatan tanda-tanda ke kurangan unsur hara maka di lakukan pemberian pupuk NPK dengan dosis 100 gram untuk petakan tanaman dengan menggali tanah seperti membuat saluran irigasi di depan tanaman jagung tersebut,setelah itu tanah yang sudah digali tadi di taburkan pupuk kemudian di tutup kembali tanah yang digali, setelah itu tanaman di siram agar pupuk yang di berikan cepat larut di dalam tanah dengan begitu tanaman dengan mudah untuk menyerap pupuk yang di berikan.

IV HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil Dari data pengamatan yang telah dilakukan terhadap jagung di lahan percobaan, maka didapatkan hasil sebagai berikut: Tabel 1. Tinggi Tanaman Jagung Minggu Pengamatan (Cm) 1 1 2 3 4 5 Jumlah Rata-Rata 11 10 10 7 7 45 9 2 21 17,5 17 18,5 22,5 96,5 19,3 3 37,5 25 33 33 44 172,5 34,5 4 60 45 60 68,5 83 316,5 63,3 5 140 59 100 120 170 589 117,8 269,5 156,5 220 247 326,5 53,9 31,3 44 49,4 65,3 Jumlah RataRata

Sampel

Grafik 1.
180 160 140 120 100 80 60 40 20 0

Tinggi Tanaman Jagung

Sampel 1 Sampel 2 Sampel 3 Sampel 4 Sampel 5 ke 1 ke 2 ke 3 Minggu pengamatan ke 4 ke 5

Tabel

2.

Jumlah Daun Minggu Pengamatan (Cm) 1 2 4 3 3 3 3 16 3.2 3 6 4 5 5 6 26 5,2 4 8 5 7 7 9 36 7,2 5 10 7 12 12 12 53 10,6 29 21 29 29 31 5,8 42 5,8 5,8 6,2 Jumlah RataRata

Sampel

1 2 3 4 5 Jumlah Rata-Rata

2 2 2 2 1 9 1,9

Grafik 2.
14 12 10 8 6 4 2 0

Jumlah Daun Tanaman Jagung

sampel 1 sampel 2 sampel 3 sampel 4 sampel 5

ke 1

ke 2

ke 3 Minggu pengamatan

ke 4

ke 5

Tabel 3.Berat basah tanaman jagung Sampel 1 2 3 4 5 Batang 150 gr 50 gr 100 gr 250 gr 100 gr akar 100 gr 30 gr 70 gr 150 gr 50 gr Daun 200 gr 50 gr 90 gr 150 gr 100 gr

Tabel 4.Berat kering angin tanaman jagung Sampel 1 2 3 4 5 Batang 105,6 gr 8,5 gr 79,7 gr 172,4 gr 55,7 gr akar 18,0 gr 3,0 gr 8,6 gr 25,8 gr 6,7 gr Daun 39,7 gr 5,9 gr 70,6 gr 46,9 gr 44,8 gr

4.2

Pembahasan Pada pengamatan tinggi tanaman jagung,memiliki tinggi yang berbeda tiap minggunya ,yaitu pada tanaman satu minggu pertama 11 cm, kedua 10 cm, ketiga 10 cm, keempat 7cm, dan kelima 7 cm, pada tanaman dua minggu pertama 21 cm, kedua 17,5 cm, ketiga 17 cm, keempat 18,5 cm, dan kelima 22,5 cm,pada tanaman tiga minggu pertama 37,5 cm, kedua 25 cm, ketiga 33 cm, keempat 33 cm, dan kelima 44 cm, pada tanaman empat minggu pertama 60 cm, kedua 45 cm, ketiga 60 cm, keempat 68,5 cm, dan kelima 83 cm, serta pada tanaman lima minggu pertama 140cm, kedua 59 cm, ketiga 100 cm, keempat 120 cm, dan kelima 170 cm. Pada pengamatan tinggi tanaman jagung, tampak terlihat adanya perbandingan tinggi secara bertahap dengan baik yaitu pada tanaman satu peningkatan tinggi setiap hari tergolong

baik yaitu tanpa adanya pengurangan maupun pertumbuhan yang tergolong lambat dan pada tanaman selanjutnya juga dapat digolongkan dalam pertumbuhan yang baik. Tanaman jagung tergolong baik mempunyai peningkatan tinggi yang baik. Yaitu dengan bertambah tingginya jagung pada setiap minggunya. Namun tinggi tanaman jagung juga dapat berkurang sesuai dengan keadaan umurnya, dimana ujung tanaman (daun)telah menguning. Ada pula pengurangan tinggi tanaman disebabkan oleh OPT (Bahri, S. 2007). Pada pengamatan jumlah daun tanaman jagung seperti yang terlihat pada tabel 2, terlihat perbandingan yaitu pada tanaman satu minggu pertama 2 cm, kedua 2 cm, ketiga 2 cm, keempat 2 cm, dan kelima 1 cm, pada tanaman dua minggu pertama 4 cm, kedua 3 cm, ketiga3 cm, keempat 3 cm, dan kelima 3 cm, pada tanaman tiga minggu pertama 6 cm, kedua 4 cm, ketiga 5 cm, keempat 5 cm,dan kelima 6 cm, pada tanaman empat minggu pertama 8 cm, kedua 5 cm, ketiga 7 cm, keempat 7 cm, dan kelima 9cm, serta pada tanaman lima minggu pertama 10 cm, kedua 7 cm, ketiga 12 cm, keempat 12 cm, dan kelima 12 cm. Pada pengamatan jumlah daun pada tanaman jagung pada tumpang sari, terlihat bertambahnya jumlah daun yang cukup baik. Yaitu dari awal minggu pertama sampai minggu kelima jumlah daun terus meningkat Daun jagung adalah daun sempurna dan berbentuk memanjang. Daun jagung dapat pula gugur atu berkurang akibat adanya usia maupun faktorfaktor lainya (Bahri, S. 2007). Dari data diatas dapat dilihat bahwasannya setiap tanaman sampel itu,memiliki tinggi dan jumlah daun yang berbeda,padahal penanamannya sama.Hal itu bisa terjadi kemungkinan karena pada saat praktikum ada serangan hama,yaitu sapi yang memakan jagung yang baru tumbuh,sehingga sebagian tanaman harus di sulam lagi.Jadi pertumbuhannya akan sedikit terlambat dari yang tidak dimakan tadi. Sampel di ambil pada bagian tengah tanaman,atau didalam petakan.Mengapa harus didalam,alasannya adalah,jika sampel di ambil dari pinggir,maka akan banyak gangguan yang mudah datang terhadap tanaman,karena tidak ada penghalang jika serangan hama datang. Akan tetapi pertumbuhan tanaman antara bagian pinggir dan dalam petakan sangat berbeda,yaitu pada tanaman pinggir lebih tinggi dari tanaman yang di dalam.Hal itu disebabkan karena tanaman pinggir tidak memiliki saingan untuk mengambil unsure hara,dan

tanaman pinggir lebih untung karena unsure hara yang diberikan pada tanaman bagian dalam akan tercuci ke pinggir,sehingga unsur hara tanaman yang di dalam berkurang. Pada pola tanama jagung ini, kami melakukan penanaman dengan jarak jagung 4 X 5 cm s. Hal ini bertujuan agar tanaman jagung tidak mengalami perebutan unsur hara antara jagung yangsatu dengan tanaman jagung lainnya serta kekurangan asupan cahaya maahari. Lubang tanam dibuat dengan tugal sedalam 2-3 cm, dengan jarak antar barisan tanaman 4 cm, sedangkan jarak dalam barisan adalah5 cm. Kebutuhan benih jagung setiap petakan lahan dengan pola adalah 2 benih tiap lubang tanam, sehingga populasi tanaman jagung dalam 1 petakan lahan adalah 40 batang . Pada tahap pemupukan kami menggunakan pupuk NPK pada minggu ketiga dengan jarak 20 cm pertanaman. Hal ini ditujukan agar tanaman dapat menyerap pupuk yang diberikan dengan baik. Pemupukan dilakukan dua kali yaitu pada saat tanam dan pada saat tanaman telah berumur 1 bulan. Dosis pupuk untuk jagung adalah 100g Urea, 100 g SP- 36 dan 100 kg KCL. Cara pemupukan yaitu semua pupuk yang akan diberikan dicampur jadi satu, kemudian dibuat larikan dekat barisan tanaman (sekitar 5 cm dari barisan tanaman dengan kedalaman antara 57 cm), pupuk ditabur sepanjang larikan kemudian ditutup kembali dengan tanah (Novizan, A. 2003).

V
5.1 Kesimpulan

KESIMPULAN DAN SARAN

Dari pembahasan diatas maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Tanaman jagung akan mengalami pertumbuhan yang baik,jika diberikan perlakuan yang baik,yaitu mulai pengolahan lahannya,kita harus menggemburkan agar nantinya akar tanaman jagung dapat berkembang dengan baik.Selain pengolahan lahan kita juga harus memperhatikan pengaturan pola jarak tanaman,agar tidak ada persaingan dalam mengambil unsure hara dari tanah,selain itu juga agar mendapat penyinaran yang baik,untuk melakukan fotosintesis.Yang terakhir adalah kita harus rajin mengamati tanaman yang kita tanam,agar kita dapat mengetahui bagaimana pertumbuhan tanaman kita,apakah tumbuh dengan baik atau terserang oleh hama atau gulma,dan jika terserang maka kita akan bisa untuk mengendalikannya. 5.2 Saran Adapun saran kami adalah agar jalannya setiap praktek harus mempunyai laporan ditempat masing-masing individu, agar saat pembuatan laporan lengkap tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan serta perlunya alat-alat atau vasilitas pendukung agar praktikan tidak mengalami kesulitan dalam pengolahan lahan.

LAMPIRAN

Gambar 1. Sampel 1 Tanaman Jagung pada Pengamatan minggu ke 4

Gambar 2.

Sampel

Tanaman

Jagung

pada

Pengamatan

minggu

ke

Sampel 2 lebih keci dari sampel lainnya karena sampel 2 adalah tanaman sulaman

Gambar 3.

Sampel 3 jagung pada Pengamatan minggu ke 3

Gambar 4.

Sampel 4 Tanaman jagung pada Pengamatan minggu ke 3

Gambar 5.

Sampel 5 Tanaman jagung pada Pengamatan minggu ke 3

DAFTAR PUSTAKA
Atman. 2007. Teknologi Budidaya Kacang Hijau (Vigna radiata L.) di Lahan Sawah. From : http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=budidaya kacang hijau. Arif Ardiawan, 2008. Budidaya Kacang Hijau. http://bp4kkabsukabumi. net/index.php/. Bahri, S. 2007. Petunjuk teknis Budidaya Jagung. P4 Sulawesi Tengah TA. Pdf. Jarwani, 2007. Menanam Jagung. http://migroplus.com/brosur/Budidaya%20 jagung.pdf. Kasno, A. 2007. Kacang Hijau Alternatif yang Menguntungkan ditanam di Lahan Kering. Pdf file, Balit Kabi. Makmur, A. 2003. Pemuliaan Tanaman bagi Lingkungan Spesifik. IPB Press, Bogor. Novizan, A. 2003. Pemupukan Tanaman. Kanisius, Jakarta. Sumoprastowo, DJ. 2006. Jagung. http://www.warintekjogja.com/warintek/ warintekjogja/ warintek_v3/datadigital/bk/jagung%20bantul.pdf. Warsana,2009. Jagung. http://pfi3pdata.litbang.deptan.go.id/dokumen/one/ 29/file/07-juknisjagung.pdf.