Anda di halaman 1dari 74

The

Audit
Market

Kelompok 2
Irine Audya (13063878823)
Hesti Setianingsih (1306379265)
Khusnul Khotimah (1306395312)

Introduction

Introduction
Munculnya auditor saat ini terjadi
selama Revolusi Industri yang dimulai
di
Inggris
sekitar
tahun
1780.
Revolusi ini menyebabkan munculnya
perusahaan
industri
besar
dengan
struktur birokrasi yang kompleks dan,
secara
bertahap,
membutuhkan
dana
eksternal untuk membiayai ekspansi :
pemisahan antara penyediaan modal dan
manajemen.
Kedua
perkembangan
ini
mengakibatkan permintaan untuk layanan
spesialis
di
pembukuan
dan
dalam
mengaudit
representasi
keuangan
internal dan eksternal.

Theories on the Demand and


Supply of Audit Services

The Policeman Theory


Policeman Theory menjelaskan bahwa
auditor
bertanggung
jawab
untuk
mencari,
menemukan
dan
mencegah
kecurangan. Pada awal abad ke 20,
teori
inilah
yang
menjadi
dasar
permintaan akan jasa audit. Namun
seiring pertumbuhan ekonomi, fokus
utama
auditor
adalah
memberikan
keyakinan memadai dan memverifikasi
kebenaran
serta
kewajaran
laporan
keuangan.

The Lending Credibility Theory


Lending Credibility Theory menjelaskan
bahwa fungsi utama dari audit adalah
untuk menambah kredibilitas laporan
keuangan.
Laporan keuangan yang telah diaudit
digunakan
oleh
manajemen
untuk
meningkatkan kepercayaan stakeholders
kepada pekerjaan yang telah dilakukan
oleh manajemen.

The Theory of Inspired Confidence


Teori ini dikembangkan pada akhir
tahun 1920-an oleh profesor Belanda,
Theodore
Limperg.
Berbeda
dengan
teori-teori sebelumnya, teori Limperg
tidak hanya menjelaskan permintaan
jasa
audit
saja,
tetapi
juga
menjelaskan penawaran jasa audit.
Permintaan untuk jasa audit adalah
konsekuensi langsung dari partisipasi
pihak ketiga dalam perusahaan.

..... continued
Karena informasi yang diberikan oleh
manajemen
mungkin
bias,
karena
perbedaan antara kepentingan manajemen
dan pihak ketiga, audit informasi ini
sangat diperlukan.
Sehubungan
dengan
penawaran
audit,
Limperg
menjelaskan
auditor harus selalu berusaha
memenuhi harapan publik.

jasa
bahwa
untuk

Agency Theory
Agency Theory menjelaskan
bahwa auditor ditunjuk untuk
kepentingan pihak ketiga dan
kepentingan manajemen.

Audit Regulation

Audit Regulation
Di sebagian besar negara, audit,
secara
hukum
diperlukan
untuk
perusahaan. Sebagai contoh, di Amerika
Serikat dan Uni Eropa, diwajibkan oleh
hukum
untuk
memberikan
laporan
keuangan yang telah diaudit.
Penawaran jasa audit saat ini juga
diatur di banyak negara. Di Uni Eropa,
audit hanya dapat dilakukan oleh
auditor
yang
telah
memenuhi
persyaratan
teknis
tertentu
yang
berkaitan
dengan
pendidikan
dan
pengalaman.

Public Oversight Board


Saat ini, terdapat perkembangan dalam
dewan
pengawasan
akuntansi

pemerintah atau komite profesional


untuk meninjau pekerjaan auditor dan
mengambil peran aktif dalam mengatur
dan menegakkan standar.
Sebagai contoh,
USA (the Public
Company Accounting Oversight Board),
Australia
(Financial
Reporting
Council), dan UK (The Review Board).

..... continued
Sarbanes-Oxley
Securities and
untuk membuat
Oversight Board

Act of 2002 diperlukan US


Exchange Commission (SEC)
Public Company Accounting
(PCAOB).

Dewan mengawasi dan menyelidiki audit dan


auditor
perusahaan
publik,
dan
sanksi
terhadap perusahaan dan individu untuk
pelanggaran hukum, peraturan, dan aturan.
PCAOB ini diberi wewenang untuk memeriksa
operasi perusahaan akuntansi yang telah
terdaftar dan akan menyelidiki kemungkinan
pelanggaran
hukum
sekuritas,
standar,

..... continued
Di Australia, Corporate Law Economic
Reform Program Act 1999 mendirikan sebuah
badan baru, Financial Reporting Council
(FRC),
dengan
tanggung
jawab
untuk
pengawasan
proses
penetapan
standar
akuntansi untuk private, public dan nonprofit sectors.
Review Board di Inggris didanai oleh the
Accountancy Foundation Limited. Tugas
Review
Board
adalah
untuk
memantau
pengoperasian
sistem
peraturan
untuk
mengkonfirmasi bahwa itu sepenuhnya untuk
memenuhi kepentingan publik.

Peranan Pemerintah

PPAJP (Pusat Pembinaan Akuntan dan


Jasa Penilai)
Suatu unit dibawah naungan Sekretariat
Jenderal
Kementerian
Keuangan,
yang
melaksanakan
tugas
selaku
pembina
dan
pengawas profesi Akuntan Publik dan Penilai
Publik.
Dalam melaksanakan tugas, Pusat Pembinaan
Akuntan dan Jasa Penilai menyelenggarakan
fungsi:

PPAJP (Pusat Pembinaan Akuntan dan


Jasa Penilai)
1. Penyiapan bahan perumusan kebijakan
pembinaan profesi akuntan publik
dan penilai publik publik, register
akuntan,
perizinan,
dan
pengembangan jasa akuntan dan jasa
penilai;
2. Penyiapan dan pelaksanaan program
pemantauan
kegiatan
serta
pemeriksaan
akuntan
publik
dan
penilai publik;
3. Penyajian informasi akuntan dan
penilai publik.

PPAJP (Pusat Pembinaan Akuntan dan


Jasa Penilai)
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2011
tentang Akuntan Publik Pasal 6 (1)
Untuk mendapatkan izin menjadi Akuntan
Publik sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 5 ayat (1) seseorang harus
memenuhi syarat sebagai berikut:
a. Memiliki sertifikat tanda lulus
ujian profesi akuntan publik yang
sah;
b. Berpengalaman praktik memberikan
jasa sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 3;
c. Berdomisili di wilayah Negara
Kesatuan Republik Indonesia;

PPAJP (Pusat Pembinaan Akuntan dan


Jasa Penilai)
e. Tidak pernah dikenai sanksi
administratif berupa pencabutan
izin Akuntan Publik;
f. Tidak pernah dipidana yang telah
mempunyai kekuatan hukum tetap
karena melakukan tindak pidana
kejahatan yang diancam dengan
pidana penjara 5 (lima) tahun atau
lebih;
g. Menjadi anggota Asosiasi Profesi
Akuntan Publik yang ditetapkan oleh
Menteri; dan
h. Tidak berada dalam pengampuan.

PPAJP (Pusat Pembinaan Akuntan dan


Jasa Penilai)
(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai
persyaratan dan tata cara perizinan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
diatur dalam Peraturan Menteri.

OJK (Otoritas Jasa Keuangan)


Visi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah
menjadi lembaga pengawas industri jasa
keuangan
yang
terpercaya,
melindungi
kepentingan konsumen dan masyarakat, dan
mampu mewujudkan industri jasa keuangan
menjadi pilar perekonomian nasional yang
berdaya
saing
global
serta
dapat
memajukan kesejahteraan umum.

OJK (Otoritas Jasa Keuangan)


Misi Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
adalah:
1. Mewujudkan terselenggaranya seluruh
kegiatan
di
dalam
sektor
jasa
keuangan
secara
teratur,
adil,
transparan, dan akuntabel;
2. Mewujudkan sistem keuangan yang
tumbuh secara berkelanjutan dan
stabil;
3. Melindungi kepentingan konsumen dan
masyarakat.

OJK (Otoritas Jasa Keuangan)


Tujuan agar keseluruhan kegiatan di dalam
sektor jasa keuangan:
1) Terselenggara
secara
teratur,
adil,
transparan, dan akuntabel,
2) Mampu mewujudkan sistem keuangan yang
tumbuh secara berkelanjutan dan stabil,
dan
3) Mampu melindungi kepentingan konsumen
dan masyarakat.
Fungsi menyelenggarakan sistem pengaturan
dan pengawasan yang terintegrasi terhadap
keseluruhan
kegiatan
di
sektor
jasa
keuangan.
) tugas
melakukan
pengaturan
dan
pengawasan
terhadap
kegiatan
jasa

Nilai strategis
Integritas
Integritas adalah bertindak objektif,
adil, dan konsisten sesuai dengan kode
etik dan kebijakan organisasi dengan
menjunjung tinggi kejujuran dan
komitmen.
Profesionalisme
Profesionalisme adalah Bekerja dengan
penuh tanggung jawab berdasarkan
kompetensi yang tinggi untuk mencapai
kinerja terbaik.

Nilai strategis
Sinergi
Sinergi adalah berkolaborasi dengan
seluruh pemangku kepentingan baik
internal maupun eksternal secara
produktif dan berkualitas.
Inklusif
Inklusif adalah terbuka dan menerima
keberagaman pemangku kepentingan serta
memperluas kesempatan dan akses
masyarakat terhadap industri keuangan.

Nilai strategis
Visioner
Visioner adalah memiliki wawasan yang
luas dan mampu melihat kedepan
(Forward Looking) serta dapat berpikir
di luar kebiasaan (Out of The Box
Thinking).

Perusahaan yang Wajib di Audit


Bapepam mewajibkan perusahaan yang go
public atau perusahaan terbuka (Tbk)
diaudit oleh KAP (Kantor Akuntan Publik).
Hal ini disebutkan juga pada UU NOMOR 40
TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS Pasal
68 ayat (1) Direksi wajib menyerahkan
laporan keuangan Perseroan kepada akuntan
publik untuk diaudit apabila:

Perusahaan yang Wajib di Audit


a. Kegiatan usaha Perseroan adalah
menghimpun dan/atau mengelola dana
masyarakat;
b. Perseroan menerbitkan surat pengakuan
utang
kepada masyarakat;
c. Perseroan merupakan Perseroan Terbuka;
d. Perseroan merupakan persero;
e. Perseroan mempunyai aset dan/atau
jumlah
peredaran usaha dengan jumlah nilai
paling
sedikit Rp50.000.000.000,00 (lima
puluh miliar

Audit Firm

Audit Firm

The Big
Four
Firms

The NonBig Four


Firms

The Big Four Firms

Deloitte

Ernst &
Young

KPMG

Pricewate
rhouseCoo
pers

The Non-Big Four Firms

Grant
Thornton

RSM AAJ

BDO

Crowe
Horwath

CBIZ

Jenis Kantor dan Auditor


di Indonesia

Kantor Akuntan Publik


Kantor Akuntan Publik bertanggung jawab
mengaudit laporan keuangan historis yang
dipublikasikan
oleh
semua
perusahaan
terbuka, kebanyakan perusahaan lain yang
cukup besar, dan banyak perusahaan serta
organisasi nonkomersial yang lebih kecil.
Sebutan Kantor Akuntan Publik mencerminkan
fakta
bahwa
auditor
yang
menyatakan
pendapat audit atas laporan keuangan harus
memiliki lisensi sebagai akuntan publik.

Auditor Internal Pemerintah


Auditor Internal Pemerintah adalah auditor
yang
bekerja
untuk
Badan
Pengawasan
Keuangan dan Pembangunan (BPKP), guna
melayani kebutuhan pemerintah. Porsi utama
upaya audit BPKP adalah dikerahkan untuk
mengevaluasi efisiensi dan efektivitas
operasional berbagai program pemerintah

Auditor Badan Pemeriksa Keuangan


Auditor Badan Pemeriksa Keuangan adalah
auditor yang bekerja untuk Badan Pemeriksa
Keuangan (BPK) Republik Indonesia, badan
yang
didirikan
berdasarkan
konsitusi
Indonesia. Dipimpin oleh seorang kepala,
BPK
melapor
dan
bertanggung
jawab
sepenuhnya kepada DPR.
Tanggung jawab utama BPK adalah
melaksanakan fungsi audit DPR, dan
mempunyai
banyak
tanggung
jawab
seperti KAP. BPK mengaudit sebagian
informasi
keuangan
yang
dibuat
berbagai macam badan pemerintah baik

untuk
juga
audit
besar
oleh
pusat

Auditor Pajak
Direktorat
Jenderal
(Ditjen)
Pajak
bertanggung
jawab
untuk
memberlakukan
peraturan pajak. Salah satu tanggung
jawab utama Ditjen Pajak adalah mengaudit
SPT wajib pajak untuk menentukan apakah
SPT itu sudah mematuhi peraturan pajak
yang berlaku. Audit ini murni bersifat
audit ketaatan. Auditor yang melakukan
pemeriksaan ini disebut auditor pajak.

Audit Quality and Audit


Fee Determination

Audit Quality

Technical Audit Quality


Technical
Audit
Quality
merupakan
kualitas dari hasil proses audit
tentang seberapa baik auditor dalam
mencari error dalam laporan keuangan
atau dalam mendeteksi fraud.

Functional Audit Quality


Functional Audit Quality didefinisikan
sebagai sejauh apa proses pelaksanakan
audit dan penyampaian hasil audit
memenuhi harapan konsumen.

Quality and Length of Tenure


Kualitas audit juga dapat dilihat dari
lamanya audit tenure antara auditor
dengan klien (perusahaan).
Audit tenure merupakan jangka waktu
perikatan yang terjalin antara auditor
dari kantor akuntan publik dengan
auditee yang sama.
Hubungan yang terjalin antara klien
dengan Kantor Akuntan Publik selama
bertahun-tahun secara potensial dapat
mengurangi independensi auditor yang
bekerja
di
suatu
kantor
akuntan

Quality and Length of Tenure


Menurut E Yuvisa I,dkk (2008) yaitu ketika
hubungan klien dengan suatu kantor akuntan
publik berlangsung selama bertahun-tahun,
klien
dapat
dipandang
sebagai
sumber
pendapatan yang bagi kantor akuntan publik
secara terus menerus. Namun, hubungan yang
terjalin antara klien dengan kantor akuntan
publik
selama
bertahun-tahun
secara
potensial
dapat
mengurangi
independensi
auditor
yang
bekerja
di
suatu
kantor
akuntan
publik.
Oleh
karena
itu,
diberlakukan adanya rotasi yang bersifat
mandatory kantor akuntan publik supaya
mengurangi hubungan spesial yang terjalin

Quality and Length of Tenure


Di Indonesia, rotasi bersifat mandatory
dengan
ditetapkannya
Keputusan
Menteri
Keuangan nomor: 17/KMK.01/2008 tentang Jasa
Akuntan Publik pasal 3. Peraturan tersebut
mengatur bahwa pemberian jasa audit umum
atas laporan keuangan dari suatu entitas
dilakukan oleh KAP paling lama untuk 6
(enam) tahun buku berturut-turut dan oleh
seorang Akuntan Publik paling lama 3 (tiga)
tahun buku berturut-turut. Sehingga pada
tahun buku 2008 diperkirakan akan terdapat
jumlah yang cukup signifikan perusahaan yang
merotasi
KAPnya
karena
harus
memenuhi
kewajiban rotasi yang bersifat mandatory

Fee Determination
Informasi laporan keuangan haruslah memiliki
kualitas yang dapat diandalkan karena sangat
berguna dalam proses pengambilan keputusan
untuk
mencapai
kualitas
informasi
yang
diharapkan, maka diperlukan pemeriksaan yang
berkualitas pula. Besaran fee audit dapat
mempengaruhi kualitas hasil audit, dimana
ketika pemilik perusahaan memilih auditor
yang berkualitas tinggi maka akan dikenakan
fee audit yang tinggi pula dengan hasil audit
yang
dapat
memberikan
informasi
privat
pemilik yang berguna bagi investor dalam
pengambilan keputusan.

Perizinan Kantor
Akuntan Publik

Izin Usaha
Pasal 18
(1)Izin usaha KAP diberikan oleh Menteri.
(2)Syarat
untuk
mendapatkan
izin
usaha
sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai
berikut:
a. mempunyai
kantor
atau
tempat
untuk
menjalankan usaha yang berdomisili di
wilayah
Negara
Kesatuan
Republik
Indonesia;
b. memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak Badan
untuk
KAP
yang
berbentuk
usaha

c. mempunyai paling sedikit 2 (dua) orang


tenaga kerja profesional pemeriksa di
bidang akuntansi;
d. memiliki rancangan sistem pengendalian
mutu;
e. membuat
surat
pernyataan
dengan
bermeterai cukup bagi bentuk usaha
perseorangan dengan mencantumkan paling
sedikit:
. alamat Akuntan Publik;
. nama dan domisili kantor; dan
. maksud dan tujuan pendirian kantor;

f. memiliki akta pendirian yang dibuat oleh


dan dihadapan notaris bagi bentuk usaha
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat
(1) huruf b, huruf c, atau huruf d, yang
paling sedikit mencantumkan:
. nama Rekan;
. alamat Rekan;
. bentuk usaha;
. nama dan domisili usaha;
. maksud dan tujuan pendirian kantor;
. hak dan kewajiban sebagai Rekan; dan
. penyelesaian sengketa dalam hal terjadi
perselisihan di antara Rekan.

(3)Ketentuan
lebih
lanjut
mengenai
persyaratan
dan
tata
cara
perizinan
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur
dalam Peraturan Menteri.

Izin Pendirian Cabang Kantor Akuntan


Publik
Pasal 20
(1)Izin pendirian cabang KAP diberikan oleh
Menteri.
(2)Syarat untuk mendapatkan izin pendirian
cabang
KAP sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
adalah
sebagai berikut:
mempunyai
kantor
atau
tempat
untuk
menjalankan
usaha cabang, yang berdomisili di
wilayah
Negara
Kesatuan
Republik

mempunyai paling sedikit 2 (dua) orang


tenaga
kerja profesional pemeriksa di bidang
akuntansi;
membuat kesepakatan tertulis dari
seluruh Rekan
mengenai pendirian cabang yang disahkan
oleh
notaris.
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai
persyaratan dan tata cara perizinan
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur
dalam Peraturan Menteri.

Legal Liability

Liability under Common Law


Common Law
hukum yang tidak tertulis
berdasarkan atas keputusan pengadilan
berasal dari prinsip-prinsip yang
berdasarkan keadilan, alasan, dan halhal yang masuk akal
ditentukan oleh kebutuhan sosial
masyarakat
Perubahan padacommon lawmerupakan
tanggapan atas kebutuhan masyarakat.

Liability under Common Law


Menurut common law, kewajiban hukum auditor
berkaitan luas dengan dua pihak, yaitu para
klien dan pihak ketiga.
Liability to Clients
- Audit
akan
dilakukan
dengan
standar
profesional yaitu, standar auditing yang
berlaku umum (GAAS)
- Seorang akuntan bertanggung jawab kepada
klien sesuai dengan hukum kontrak atautort
law(hukum yang mengatur tentang tuntutan
ganti rugi).

Liability under Common Law


a.Contract Law(Hukum Kontrak)
Seorang auditor bertanggung jawab kepada
klien atas pelanggaran kontrak, apabila
ia:
(1)menerbitkan laporan audit standar tanpa
melakukan audit sesuai dengan GAAS;
(2)tidak mengirimkan laporan audit sesuai
dengan
batas
waktu
yang
telah
disepakati;
(3)melanggar hubungan kerahasiaan klien.

Liability under Common Law


b.Tort Law(Hukum Kerugian)
Tindakan merugikan adalah tindakan salah
yang merugikan milik, badan, atau reputasi
seseorang.
Tindakan
merugikan
dapat
dilakukan berdasarkan salah satu penyebab
berikut ini:
(1) kelalaian biasa
(2) kelalaian kotor
(3) kecurangan

Liability under Common Law


Liability to Third Parties
a. Pihak ketiga dapat didefinisikan
sebagai seseorang yang tidak mengetahui
tentang pihak-pihak yang ada di dalam
kontrak.
b. Auditor bertanggung jawab kepada semua
pihak ketiga atas semua kelalaian kotor
dan kecurangan menurut hukum kerugian.
c. Sebaliknya kewajiban auditor atas
kelalaian biasa pada umumnya berbeda
antara kedua kelompok pihak ketiga.

Liability under Common Law


Menurut sudut pandang hukum, terdapat dua
kelompok pihak ketiga, yaitu:
a.Liability to Primary Beneficiaries
Seseorang yang namanya telah diketahui oleh
seorang auditor sebelum audit dilaksanakan
sebagai penerima utama laporan auditor.
b.Liability to Other Beneficiaries
Pihak ketiga yang namanya tidak disebutkan,
seperti para kreditor, pemegang saham, dan
investor potensial.

Civil Liability under Statutory Law


Liability Under Statutory/Securities
Lawatau Kewajiban Menurut Undang-Undang
Sekuritas
Hukum yang ditetapkan oleh lembaga legislatif
pada
tingkat
negara
bagian
atau
tingkat
federal. Sebagian besar negara bagian memiliki
undang-undang pengamanan surat berharga yang
dimaksudkan
untuk
mengatur
penerbitan
dan
perdagangan
sekuritas
dalam
suatu
negara
bagian. Biasanya undang-undang ini mewajibkan
pengarsipan laporan keuangan yang telah diaudit
oleh suatu badan pengatur yang ditunjuk.

Civil Liability under Statutory Law


Securities Act of 1993
a. Dirancang untuk mengatur penawaran
sekuritas kepada publik melalui pos
atau melaluiinterstate commerce.
b. Gugatan melawan auditor, pasal 11
tentang Kewajiban Perdata atas Akun
pada Laporan Pendaftaran yang Tidak
Benar yang mencantumkan dua istilah
kunci, yaitumaterial factdan
misleading financial statement.

Criminal Liability under Statutory Law


Tanggung jawab pidana adalah tanggung
jawab pribadi, setiap orang yang melakukan
tindakan melawan hukum, harus menanggung
hukuman seperti denda atau penjara atau
keduanya.

Criminal Liability under Statutory Law


Tindak pidana, seperti:
a. Bukti pernyataan palsu dalam news release
stocks and bonds
b. Ratifikasi dividen atau bunga
c. Sengaja menempatkan laporan palsu pada
hasil review

Criminal Liability under Statutory Law


e. Penipuan dalam catatan perusahaan atau
bukti fakta yang tidak benar
f. Menyiapkan laporan yang berisi pernyataan
palsu yang akan digunakan untuk
mempengaruhi keputusan Majelis
g. Kesepakatan dengan pemodal atau fasilitas
pada penggelapan pajak yang diatur dalam
hukum pajak secara keseluruhan atau
sebagian.

Criminal Liability under Statutory Law


Securities Exchange Act of 1934
Mewajibkan perusahaan-perusahaan yang termasuk
dalam lingkup undang-undang ini untuk
(1)mengarsipkan laporan pendaftaran apabila
sekuritas tersebut
diperdagangkan secara
terbuka kepada masyarakat melalui pasar
bursa efek atau pasar di luar bursa efek dan
(2)menjaga
agar
arsip
laporan
pendaftaran
tersebut
tetap
mutakhir
dengan
cara
mengarsipkan
laporan
tahunan,
laporan
kuartalan, dan informasi-informasi lain yang
berkaitan dengan SEC.
Kewajiban utama dalam undang-undang tahun 1934
ini disajikan dalam pasal 18, 10, dan 32.

Liabilities as Members of
Professional Accounting
Organisations
Terdapat pengadilan disiplin untuk
mengajukan
keluhan terhadap auditor
Pengadilan disiplin biasanya terdiri dari
wakil
dari audit dan profesi hukum, dan kadangkadang
wakil dari masyarakat umum.
Setelah mendengar argumen dari penggugat
dan
tergugat, pengadilan membuat keputusan dan
menentukan sanksi-jika ada-terhadap

Liabilities as Members of
Professional Accounting Organisations
Sanksinya dapat berupa:
-denda
-teguran (lisan atau tulis)
-suspensi/penangguhan untuk waktu yang
terbatas
-larangan seumur hidup dari profesi

Suggested Solutions to Auditor Liability

In order to reduce the risks several


measures are considered:
A limit or cap on claims
Proportionate liability
Make insurance of liability risks
Exclude high risk activities
Limited liability partnership

Tanggung Jawab Hukum

Berdasarkan UU No 5 Tahun 2011 tentang


Akuntan Publik, Akuntan publik memberikan
jasa asurans, yang meliputi:
a. jasa
audit
atas
informasi
keuangan
historis
b. jasa
reviu
atas
informasi
keuangan
historis
c. jasa asurans lainnya.
Berkaitan dengan jasa audit yang diberikan
oleh auditor, Standar Profesional Akuntan
Publik (SPAP) SA Seksi 110 menyatakan
bahwa tujuan audit umum atas laporan
keuangan oleh auditor independen adalah
untuk menyatakan pendapat atas kewajaran,
dalam semua hal yang material, posisi
keuangan, hasil usaha, serta arus kas

Akuntan
publik
berperan
dalam
peningkatan kualitas dan kredibilitas
informasi keuangan dan laporan keuangan
yang
dipublikasikan
oleh
sebuah
entitas.
Akuntan publik juga merupakan penunjang
terwujudnya stabilitas sistem keuangan
yang
merupakan
salah
satu
syarat
terselenggaranya pasar yang efisien.
Hal-hal inilah yang merupakan alasan
perlunya dibentuk UU No 5 Tahun 2011
tentang Akuntan Publik.

Dalam hal terjadinya pelangaran yang


dilakukan oleh seorang akuntan publik
dalam
memberikan
jasanya,
baik
atas
temuan-temuan bukti pelanggaran apapun
yang bersifat pelanggaran ringan hingga
yang
bersifatpelanggaran
berat,
berdasarkan PMK No. 17/PMK.01/2008 hanya
dikenakan sanksi administratif,berupa:
sanksi peringatan, sanksi pembekuan ijin,
dan sanksi pencabutan ijin seperti yang
diatur antara lain dalam pasal 62, pasal
63, pasal 64, dan pasal 65.

Thanks!

Any questions?