Anda di halaman 1dari 5

Prognosis

Prognosis adalah memprediksi atau meramalkan kemungkinan terjadinya


penyakit, lamanya, dan akibat yang ditimbulkan berdasarkan pada patogenisis
penyakit dan adanya faktor resiko untuk penyakit. ini ditentukan setelah didiagnosis
dan sebelum rencana perawatan ditetapkan. Prognosis berdasarkan informasi spesifik
mengenai dan cara melakukan terapi, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh pengalaman
para klinisi sebelumnya (Carranza, 2006).
Prognosis adalah suatu prediksi dari lama, perjalanan, penghentian dari
penyakit dan responnya terhadap perawatan. Prognosis diegakkan setelah diagnosis
dibuat dan sebelum rencana perawatan ditegakkan. Untuk penentuan prognosis
penyakit periodontal secara keseluruhan, faktor-faktor yang perlu dipakai sebagai
bahan pertimbangan antara lain: usia serta latar belakang penyakit sistemik yang
diderita, adanya maloklusi, status periodontal yang dihubungkan dengan pembuatan
protesa, merokok, dan kooperasi dari pasien. Faktor-faktor ini merupakan faktor
penting untuk dipertimbangkan dalam penentuan prognosis (Prayitno, 2003)

Faktor-faktor yang harus diperhatikan saat menentukan prognosis


A. Faktor klinis :
1. Umur pasien
2. Keparahan penyakit periodontal sebelumnya
Hal yang harus diperhatikan adalah kedalaman poket, tingkat perlekatan,
tingkat kehilangan tulang, dan tipe defek tulang.
3. Kerjasama pasien

Prognosis pasien dengan penyakit gingival dan periodontal bergantung dari


sikap pasien, keinginan untuk mempertahankan gigi asli, kemauan dan
kemampuan untuk merawat OH yang baik.

1.

B. Faktor sistemik dan lingkungan


Merokok
Merokok mempengaruhi keparahan destruksi periodontal dan potensial
penyembuhan jaringan periodontal. Akibatnya pasien perokok tidak
merespon terapi periodontal konvensional sebaik pasien yang tidak
merokok. Oleh karena itu prognosis pasien perokok dengan periodontitis
ringan sampai sedang adalah sedang sampai buruk dan pasien dengan
periodontitis parah prognosisnya buruk sampai tidak ada harapan.

2.

Keadaan penyakit sistemik


Penyakit/kondisi sistemik misalnya diabetes tipe 1 dan 2, kondisi yang
membatasi pasien untuk menerima prosedur oral.
3. Faktor genetik
4. Stress
C. Faktor lokal
1. Plak / Kalkulus
Kontrol plak, plak merupakan faktor etiologi utama dari penyakit
periodontal.
2. Restorasi sub gingiva
3. Faktor anatomi
Faktor anatomik seperti akar yang pendek dan runcing, Cervical enamel
projections,

enamel

pearls,

bifurcation

ridges,

kecekungan

akar,

developmental grroves, kedekatan akar, keterlibatan furkasi, mobilitas gigi

4. Kegoyanagan gigi
5. Faktor restorasi prosteti
6. Karies gigi non vital dan resorbsi akar
Gigi dengan karies ekstensif harus direstorasi dan dirawat endodontik
dahulu sebelum dilakukan perawatan periodontal. Sedangkan, gigi vital
dan non-vital memiliki prognosis periodontal yang sama karena perlekatan
baru dapat muncul pada sementum baik di gigi vital maupun non- vital.
Klasifikasi dari prognosis
1. Prognosis sangat bagus (exellent)
Tidak ada kehilangan tulang, kondisi gingiva sangat bagus, kerja ama pasien
bagus, tidak ada faktor sistemik / lingkungan.
2. Prognosis bagus
Bila ada satu atau lebih keadaan berikut: sisa tulang penyangga cukup,
kemungkinan untuk mengontrol faktor etiologi dan gigi geligi dapat dipelihara,
kerjasama pasien cukup, tidak ada faktor sistemik/ingkungan, atau bila ada faktor
sistemik dapat dikontrol.
3. Prognosis sedang (fair prognosis)
Bila ada satu atau lebih keadaan berikut : sisa tulang penyangga kurang cukup,
sebagian gigi goyang, F1 derajat I, dapat dilakukan pemeliharaan, kerjasama
pasien dapat diterima, ada faktor sistemik/lingkungan ringan.
4. Prognosis jelek

Bila ada satu atau lebih keadaan berikut : kehilangan tulang sedang sampai
lanjut, F1 derajat II dan III, gigi goyang, sulit melakukan pemeliharaan daerah
dan atau kerjasama pasien diragukan.
5. Prognosis diragukan
Bila ada satu atau lebih keadaan berikut : kehilangan tulang lanjut, F1 derajat II
dan III, gigi goyang, daerah sulit dicapai, ada faktor sistemik/lingkungan.
6. Prognosis tanpa harapan
Bila ada satu atau lebih keadaan berikut : kehilangn tulang lanjut, daerah yang
tidak dapat dipelihara, indikasi ekstraksi, adanya faktor sistemik/lingkungan
tidak terkontrol (Carranza, 2006)

Pada kasus yang terdapat pada skenario didapatkan prognosis dari pasien
tersebutu buruk ( poor ), dikarenakan pasien mengalami penyakit
periodontitis kronis dengan penyakit DM, pasien sudah berusia 45 tahun
yang sudah mengarah ke usia tua. Pada kondisi rongga mulutnya
didapatkan OHI-S yang buruk, periodontitisnya parah, dan kondisi tulang
yang tersisa dari panjang akar. Sehingga, dapat ditarik kesimpulan
pasien tersebut mempunyai prognmosis yang buruk.
YUS YANG INI TOLONG DI KOREKSI YA KESIMPULANNYA
aku lupa kesimpulannya kemaren apa aja.

Carranza FA, 2006. Newman MG, Takei HH, &Klokkevold PR: Clinical
Periodontology, 101" ed., W.B. Saunders Company, Philadelphia.
Bakar, Abu. 2013. Kedokteran Gigi Klinis Edisi 2. Yogyakarta: Quantum.