Anda di halaman 1dari 42

Radiasi :

emisi energi yang dilepas dari bahan atau


alat radiasi yang dipergunakan pada kegiatan
kesehatan

kedokteran/

industri

militer,

pertanian ,pertambangan dan lain lain.

Radiasi buatan :
Foto rontgen(sinar X)
Terapi diagnosa penyakit (radiasi gamma &
beta)
Radiasi untuk penerangan (lampu halogen, dan
sinar laser)
Radiasi yang dihasilkan dari jaringan listrik
Radiasi dari peralatan rumah tangga, setrika
listrik, pengering rambut, dll.

Sumber radiasi :
Radiasi alam :
sinar kosmik dari luar angkasa
sinar matahari ( UV, infra red)
radiasi yang berasal dari bahan radioktif dari
kerak / perut bumi.
pancaran dari gas radon dari tanah, air,
pancaran sinar gamma.

Radiasi terbagi atas :


A. Radiasi pengion (ionizing radiation)
jenis radiasi ini mempunyai kemampuan untuk
melepas elektron .
yang termasuk dalam radiasi pengion sinar alfa,
sinar beta, sinar x, sinar gamma.
B. Radiasi non pengion
Radiasi dengan energi yang cukup untuk
mengeluarkan elektron atau molekul tetapi energi
tersebut tidak cukup untuk membentuk ion baru.
mis: gelombang radio, gel mikro,sinar infra merah,
sinar laser.

Curie = 3,7 x10 atom terdesintegrasi.


Dosis = jlh radiasi terserap/massa
Waktu paruh = waktu untuk desintegrasi ------

/2 massa.
Rad =dampak biologis alfa rongen sinar x
Rontgen =sinarx atau gamma dr 0,001293
udara.

Dampak sinar radiasi


(mengionkan) terhadap
kesehatan
Sumber eksternal:
peralatan sinar x
Radio isotop ------sinar x, alfa, beta, gamma,

dsb
Kerusakan jaringan.
Sumber internal :
radio isotop masuk kedalam tubuh jar teradiasi
sel jaringan rusak / mati (jangka pendek)

Dampak jangka panjang kerusakan DNA, cel

genetik, leukimia, katarak,dsb.


Dosis tinggi : kerusakan jar otak, kerusakan
sistem pencernaan, kerusakan sistem produksi
darah.

I.Peralatan pemantau &


pengukuran radioaktif
1. Kartu film:
dipakai selama 1 minggu- 1 bln peka tehadap
sinar gamma,sinar beta, alfa cuci bandingkan
dng standar.
2.Tabung ionisasi saku:
untuk pemantau tak rutin, bila level bervariasi.

3. Dosimeter:
tabung ionisasi + elektron + peralatan pengisi
baterai

Evaluasi bahaya
radioaktif
1 . Mendeteksi kontaminasi udara & permukaan
2 .Mengukur paparan yang dialami personil
3 .Mengevaluasi prosedur& teknik penanganan
radioaktif.

4. Penghitung Geiger:
merupakan alat pemntau permanen.
5. Penghitung pijar:
merupakan alat pemantau permanen =Geiger

terdapat film pijar dr kristal atau larutan bahan


pijar organik yang berpijar bila terpapar radio
aktif.
sensitif thd radiasi alfa, beta, gamma .

6. Portable Air Samplers:


Identik dng vacuum cleaner dilengkapi
dengan kertas saring.
Dosis radiasi diamati pd kertas saring dng
peralatan standar

II. PROSEDUR SURVEY

Survey
1 untuk mengevaluasi bahaya radiasi yang
mencakup produksi .penggunaan ,pelepasan,
pembuangan ,atau adanya bahan radioaktif
atau sumber radiasi lainnya.
2 survey berdasarkan ancaman bahaya yang
paling besar ,kecermatan dan ketelitian alat
yang telah dikalibrasi.

3 setiap lokasi harus disurvey secara terpisah.


4 sasaran pertama : mengevaluasi adanya
bahan radioaktif ,kemudian kontaminasi dari
lokasi berdekatan.
5 sampel udara diambil pada lokasi/stasion
pekerja. Ventilasi dan saluran udara.
6 .kebocoran pada shielding & wadah harus
diperiksa ulang.

7. peralatan sumber radiasi selalu diperhatikan


apakah bekerja sesuai standar.
8 . Intensif cermat- serius teliti.

III. PROSEDUR
PEMANTAUAN
1. Kemungkinan kontaminasi udara pada level
berbahaya.
2. adanya sinar alfa & beta dipantau dari
kertas saring pada saluran udara.
3. sampel udara diambil dengan peralatan
yang memadai

Pemantauan permukaan :
Sampel
diambil
dengan
menghapus
menggunakan kertas saring
Jenis radiasi diamati menggunakan filter radiasi
alfa diserap dengan film kertas dsb.

Pemantauan personil:
1. Setiap personil yang kontak dengan radiasi
harus dilengkapi dengan kartu film, geiger
kantong atau dosimeter (setiap saat)
2. Untuk operasi khusus yang berbahaya perlu
pemantauan khusus.
3. Alat pemantau setiap saat dipakai pada/
dekat bagian tubuh yang sensitif(kepala,
sistem pencernaan, sistem produksi darah)

Mencegah bahaya
Dengan cara usaha terpadu
radiasi
I. Tingkat pemaparan maximum

yang

diizinkan.
Pemaparan external
Pemaparan pada seluruh tubuh : kepala, paha,
organ pembentuk darah, mata dengan dosis
/triwulan (rem) =1,25 rem
Pemaparan tangan dan lengan bawah kaki dan
sendi matakaki dosis/triwulan(rem)= 18,75 rem.
Pemaparan kulit seluruh tubuh dosis/ triwulan (rem)
=7,50 rem.

Pemaparan radiasi internal


1 Maximum isotop masuk ke organ kritis 0,3
rem /minggu , untuk 7 hari kerja berturut
turut selama 40 jam kerja.
2 jam kerja /minggu < 40 jam batas ambang
meningkat
jam kerja/minggu> 40 jam batas ambang
menurun.

MENCEGAH BAHAYA
RADIOAKTIF
Program pelatihan
Prosedur kerja aman
Perancangan fasilitas
Peralatan pelindung
Pemesanan, transportasi ,pembuangan

II. Program pelatihan


keselamatan kerja
Group 1 : pekerja penunjang yang tidak
berhubungan dengan bahan /alat radioaktif------beri penjelasan bahaya radio aktif.
Group 2 : pekerja yang terlibat langsung dengan
alat/ bahan radioaktif ------pelatihan lebih
intensif/ lebih mendalam
Group 3 : personal yang berhubungan dengan
penanganan keadaan darurat (pemadam api
,departemen keselamatan kerja,
kesehatan,dll)-----pelatihan penanggulangan.

1.Pelatihan pendahuluan : pengenalan ,


Identifikasi evaluasi awal bahan radioaktif,
dampak dan bahaya dasar dasar penyelamatan
2
Pelatihan
untuk
pekerja
menangani
langsung bahan radioaktif.
pekerja ahli & teknisi peralatan (telah
mengetahui
detail
radioaktif.
Pelatihan
mencakup:
pembelian,
penerimaan,
pendaftaran,dan pembuangan, aspek dampak &
bahaya pencegahan & pengendalian dampak.

Teknisi junior ( non profesional)


Pelatihan mulai dari pemahaman :
dasar radioaktif ,sifat dasar radioaktif, prinsip
keselamatan kerja dengan radioaktif.
Dilanjutkan dengan materi group1

Pelatihan untuk grup khusus :


Penanganan keadaan darurat : dept pemadam

kebakaran, keselamatan kerja, higiene industri,


dll)
Setelah pelatihan dasar dan lanjutan pemantauan
(identifikasi & evaluasi) bahaya radioaktif reguler
(triwulan) untuk masing masing departemen.
Pemantauan berkala peralatan & perlengkapan
penanggulangan
&
pencegahan
bahaya
&penanganan kcelakaan /keadaan darurat.

III Prosedur kerja


yang
aman
Manipulasi
dilakukan dalam wadah ganda
untuk mencegah pecah dan tumpah.
Pilih isotop yang tidak/ kurang toksik dalam
jumlah sedikit mungkin dengan proses basah
daripada proses kering.
Hindari kontaminasi ,absorpsi pada kulit,
sistem pencernaan.
Alat gelas yang digunakan diatas absorben ,
pencucian dengan cara khusus untuk
mencegah kontaminasi.

Sumber radiasi yang tidak digunakan

disimpan dalam tempat yang aman yang


tertutup logam pb(shielded)
Pekerja yang kontak dengan bahan radio aktif
segera membersihkan diri dengan cermat
setelah keluar dari daerah radiasi.
Pakaian & perlengkapan pelindung dipantau
setiap hari
Tidak makan , minum merokok dalam ruang
kerja

Perancangan fasilitas
Ruang bersih ( kantor, ruang seminar, lobi,

perpustakaan )terpisah dari ruang radioaktif


atau gedung tersendiri.
Daerah aktif diatur dengan tingkat radiasi
yang meningkat dengan monitor pada tiap
pintu pemisah , keluar daerah aktif melalui
kamar ganti/cuci.
Sistem ventilasi memungkinan penggantian
udara 10 -20 kali/menit dengan penyaring
udara masuk & keluar.

Drainase terpisah dari drainase umum yang

langsung ke unit pengolahan limbah .


Dinding dengan cat glossy ( berkilat) ,lantai
diberi lilin dengan sudut sudut terampil
untuk memudahan pembersihan,

V.Peralatan pelindung

Pakaian & perlengkapan pribadi

Alat pernapasan
Pakaian pelindung
Pelindung mata dan wajah
Jaket dengan pasokan udara.

Alat pernapasan
Pakaian pelindung
Pelindung mata dan wajah
Jaket dengan pasokan udara.

Penghisap udara (hoods)


Kabinet tertutup dengan sarung tangan lengkap
Dinding pelindung

Sinar beta------plastik, kaca


Sinar x dan sinar gamma ------- pelindung beton
Netron -----------parafin.

Pemesanan ,transportasi
pembuangan

1 .Pembelian
Disertai dengan izin pakai dari suplier
Catatan pembelian diberikan ke setiap
departemen ( keamanan, higiene industri,
kesehatan) yang terkait
2.Transporasi
Kemasan ( disertai lisensi) harus cukup kuat &
aman dalam kontainer terpisah yang diberi
label lengkap sesuai dengan kriteria bahaya.

3. Pembuangan:
dept hygiene industri lebih dahulu mengidentifikasi
& evaluasi bahaya & dampak radioaktif.
Encerkan dengan isotop stabil atau disimpan
( tunggu) sampai tak aktif ( waktu paruh kecil)
Limbah padat: (tingkat tinggi/ rendah) , kubur
dalam kontainer beton atau insinerasi (tingkat
rendah)
Limbah cair : encerkan dengan isotop stabil (yg
larut air)---------buang
Total buangan /tahun 1 curie.

Pengendalian
1. Peralatan radiasi ditempatkan pada ruang
Isolasi
2. Operator harus dilindungi dari pajanan
3. Penggantian operator sinar x bila film

badge telah mencapai NAB


4. Pemakaian alat pelindung diri (apron pb)

Pengendalian
Pengendalian secara tehnis : (Engineering
control)
1. Pesawat ditempatkan pada ruang isolasi.
2. operator harus dilindungi dari pemajanan /
pajanan.
3. penggantian operator x ray bila film badge
telah melampaui NAB.
4. Pemakaian APD Apron

Radiasi elektromagnetik
(TAK MENGIONKAN)
RADIASI ULTRA VIOLET:
Lingkungan kerja
Pengelasan logam
Sterilisasi makanan
Industri farmasi
Rumah sakit.
Pengerjaan laser
DAMPAK PADA KESEHATAN
- Kerusakan mata
- Radang kornea mata

Kerusakan pada kulit dapat menyebabka

erythema (bercak merah)


Evaluasi bahaya ultra violet
Detektor termal
Foto listrik
Film fotografi
Pengamanan
Gunakan pelindung mata

Gelombang mikro
Layar tv
Gelombangh radio
Gelombang radar
Alat mikrothermal( microwave)
Dampak
- Kerusakan kulit
- Gelombang pendek ----- panas pada permukaan
- Gelombang panjang ----- pemanasan dalam
jaringan

Kerusakan pada mata


Gangguan pada jaringan tubuh
Tindakan pengaman

1 Perlengkapan pengaman
Pakaian dari bahan termetalasi
Pelindung mata dari kaca tembaga
2 Rancangan tehnik yang baik
Peralatan sumber gel mikro dibumikan kekontruksi
Logam yang kontak tanah.
Pemagaran lokasi sumber dengan kasa logam
Arahkan transmiter sumber dengan tepat

3. lingkungan dan cara kerja yang aman


Lokasi peralatan sumber bebas debu,cukup
ventilasi
Hanya pekerja terlatih yang diizinkan
mengoperasikan peralatan
Sumber radiasi bebas kontak dengan yang lain.
4 .prosedur perbaikan lebih cermat.

pengendalian
1. penempatan sumber radiasi secara benar,
penentuan daerah terlarang hanya
diperbolehkan untuk petugas.
2. isolasi sumber
3. radiasi ultraviolet pakai kaca mata
(sunglasses dan sunblock) untuk perlindungan
kulit.

Radiasi Sinar
laser
Adalah emisi energi tinggi
Digunakan pengelasan , pemotongan,

pelapisan logam, pembuatan mesin ukuran


mikro dan operasi bedah kedokteran.
Efek paparan : mata dan kulit
Pengaman : pakai kacamata pelindung