Anda di halaman 1dari 16

REFLEKSI KASUS

Closed Fracture Clavicula Dextra


Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat
Kepaniteraan Klinik Bagian Ilmu Bedah
Di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta

Diajukan Kepada Yth :


Dr. Muhammad Ariffudin, Sp. OT

Disusun Oleh :
Luqman Hakim
3101104012013

BAGIAN ILMU BEDAH


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2016

BAB I
LAPORAN KASUS
A. Identitas Pasien
No RM

: 63-68-78

Jenis Kelamin

: Laki-laki

Nama

: Ericho Bima Ramandan

Pendidikan

: SMA

Status Perkawinan : Belum kawin


Umur

: 19 tahun

Tempat/ Tgl Lahir : Sleman/ 20-04-1958


Pekerjaan

: Pelajar

Alamat

: Somodaran No 141 RT 05/10, Banyuraden, Gamping,

Sleman
Status Jaminan

: Jasa raharja/ BPJS

Tgl Masuk

: 26-03-2016

Dokter

: dr. Kuncahyo Kamal Arifin, Sp. OT

B. Keluhan Utama
Nyeri pada bahu sebelah kanan
C. Riwayat Penyakit Sekarang
Sekitar 1 jam SMRS, pasien mengalami kecelakaan lalu lintas terjatuh dari sepeda
motornya. Pasien datang ke IGD sekitar pukul 3.30 pagi dengan keluhan nyeri
bahu sebelah kanan. Nyeri dirasakan terus menerus. Nyeri dirasa bertambah bila
bahu digerakkan. Pasien mengatakan kemungkinan bahu kanannya terbentur
bagian sepeda motor saat terjatuh. Pasien tidak mengeluh mual, muntah, maupun
pusing. Pasien tidak mengalami gangguan BAK maupun gangguan BAB.
D. Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat trauma sebelumnya disangkal. Riwayat alergi, penyakit jantung,
hipertensi, asma, diabetes mellitus dan konsumsi obat rutin disangkal.

E. Riwayat Penyakit Keluarga


Riwayat alergi, penyakit jantung, hipertensi, asma, diabetes mellitus dan konsumsi
obat rutin disangkal.
F. Pemeriksaan Fisik
Status Generalis
Keadaan umum : baik, kooperatif
Kesadaran

: composmentis, GCS E4V5M6

Tanda Vital

: Tek. Darah : 120/80 mmHg


Nadi

: 87x/menit, reguler

Pernapasan : 19x/menit
Suhu

: 36,7 C

Kepala

: mesosefal

Mata

: conjungtiva anemik (-/-), sklera ikterik (-/-), pupil isokor 3mm

Hidung

: nafas cuping (-), sekret (-), septum deviasi (-), rhinorrea(-)

Telinga: discharge (-/-), ottorhea(-),


Mulut

: bibir sianosis (-), parese (-/-)

Tenggorokan : T1-T1, faring hiperemis (-).


Leher

: simetris, trakhea ditengah, pembesaran limfonodi (-)

Thorax
Pulmo

Cor

: simetris statis dan dinamis

Pa

: stem fremitus kanan = kiri

Pe

: sonor seluruh lapangan paru

Au

: Suara dasar vesikuler, ronki -/-, wheezing -/-

: ictus cordis tak tampak

Pa

: ictus cordis teraba pada SIC V 2 cm medial Linea


Midclavikularis Sinistra

Pe
Au
Abdomen

: konfigurasi jantung dalam batas normal


: Suara jantung I-II murni, bising (-), gallop (-).
: datar

Au : bising usus (+) normal


2

Pe

: timpani, pekak sisi (+) normal, pekak alih (-)

Pa : supel, hepar dan lien tidak teraba, nyeri tekan (-), defans
muskuler (-)
Ekstremitas

Superior

Inferior

Akral dingin

-/-

-/-

Sianosis

-/-

-/-

Edema

-/-

-/-

Sensibilitas

+/+

+/+

Motorik:
Gerak

+/+

+/+

Kekuatan

5/5

5/5

Status lokalis

Regio Clavicula Dextra


Look

: tampak jejas luka, terdapat penonjolan abnormal, oedem (+), tidak


tampak pemendekan dibanding klavikula sinistra, angulasi (-).

Feel

: nyeri tekan setempat (+), krepitasi (+), cekungan pada 1/3 mid
klavikula (+), sensibilitas (+), suhu rabaan hangat (+).

Move

: gerakan aktif dan pasif terhambat, gerakkan abduksi lengan kanan


terhambat, gerakkan adduksi lengan kanan tidak terhambat, nyeri
bila digerakan (+), tampak gerakan terbatas (+).

G. Diagnosa Kerja
Close fraktur clavicula dextra
H. Penatalaksanaan
-

Pasang inj. plug

Analgetik (inj. ketorolac 3x30 mg)

Antibiotik (inj. cetriaxon 2gr extra)

Pasang arm sling

Foto rontgen clavicula dextra AP superior, lab darah lengkap

Konsultasi ke dokter spesialis orthopedi untuk penanganan selanjutnya

Edukasi pasien
3

I. Pemeriksaan Penunjang
Hematologi (26-3-2016)
-

Hemoglobin

: 15,9 mg/dl (12,0 16,0)

Leukosit

: 14,4 rb/ uL (4-10)

HCT

: 45 % (35 47)

MCV

: 87,9 fl (80 100)

MCH

: 30,9 pg (22 34)

Trombosit

: 296.000 /L

Gol. Darah

:O

PPT

:13,3 detik (11,0 17,0)

Kontrol PPT : 13,6

APTT

Kontrol APTT : 28,2

HBSAg

: 26,2 detik (23 45)


: non reactive (non reactive)

Hasil foto rontgen

J. Prognosis
Ad vitam

: dubia ad bonam

Ad sanationam

: dubia ad bonam

Ad fungsionam

: dubia ad bonam

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Definisi Fraktur
Fraktur atau patah tulang adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang,
tulang rawan sendi, tulang rawan epifisis baik bersifat total ataupun parsial yang
umumnya disebabkan oleh tekanan yang berlebihan. Kekuatan dan sudut pandang dari
tenaga tersebut, keadaan tulang dan jaringan lunak disekitar tulang akan menentukan
apakah fraktur yang terjadi itu lengkap atau tidak lengkap. Fraktur lengkap terjadi
apabila seluruh tulang patah, sedangkan pada fraktur tidak lengkap melibatkan seluruh
ketebalan tulang.
B. Anatomi Relevant
Dalam anatomi manusia, tulang selangka atau clavicula adalah tulang yang
membentuk bahu dan menghubungkan lengan atas pada batang tubuh. Clavicula
berbentuk kurva-ganda dan memanjang. Ini adalah satu-satunya tulang yang
memanjang horizontal dalam tubuh. Terletak di atas tulang rusuk pertama. Pada ujung
medial, clavicula bersendi pada manubrium dari sternum (tulang dada) pada sendi
sternoclavicularis. Pada bagian ujung lateral bersendi dengan acromion dari scapula
(tulang belikat) dengan sendi acromioclavicularis. Pada wanita, clavicula lebih
pendek, tipis, kurang melengkung, dan permukaannya lebih halus.

Fungsi clavicula berguna untuk:

Sebagai pengganjal untuk menjauhkan anggota gerak atas dari bagian dada
supaya lengan dapat bergerak leluasa.

Meneruskan goncangan dari anggota gerak atas ke kerangka tubuh (aksial).


Walaupun dikelompokkan dalam tulang panjang, clavicula adalah tulang satu-

satunya yang tidak memiliki rongga sumsum tulang seperti pada tulang panjang
lainnya. Clavicula tersusun dari tulang spons.
Otot-otot dan ligamentum yang berlekatan pada clavicula:
Permukaan superior:

Otot deltoideus pada bagian tuberculum deltoideus

Otot trapezius
Permukaan inferior

Ligamentum conoideum (bagian medial dari ligamentum coracoclaviculare)


pada tuberculum conoideum

Ligamentum trapzoideum (bagian lateral dari ligamentum coracoclaviculare


pada linea trapezoidea
Batas anterior:

Otot pectoralis mayor

Otot deltoideus

Otot sternocleidomastoid

Otot sternohyoideus

Otot trapezius

Clavicula adalah tulang pertama yang mengalami proses pengerasan osifikasi


selama perkembangan embrio minggu ke-5 dan 6. Clavicula juga yang merupakan
tulang terakhir yang menyelesaikan proses pengerasan yakni pada usia 21 tahun.
C. Fraktur Clavicula
Fraktur clavicula dapat terjadi sebagai akibat trauma langsung atau gaya tak
langsung yang dihantarkan melalui bahu. Kebanyakan fraktur klavikula dijumpai pada
separuh bagian distal, biasanya pada pertemuan 1/3 tengah dan 1/3 distal. Kira-kira
2/3 fraktur clavicula terjadi pada anak-anak. Fraktur clavicula pada waktu lahir
berkisar di antara greenstick sampai perpindahan komplet dan harus dibedakan dengan
dari pseudoartrosis kongenital.
Karena fiksasi relatif dari fragmen medial dan beratnya ekstremitas superior,
frakmen distal pindah ke bawah, kedepan dan ke arah garis tengah. Foto rentgen
anteroposterior harus selalu dibuat, tetapi proyeksi oblik kadang-kadang lebih
berguna. Meskipun cedera pada pleksus brakhialis atau arteri subklavia tidak sering
terjadi, komplikasi seperti itu biasanya dapat diperlihatkan pada pemeriksaan fisik.
D. Klasifikasi Fraktur Clavicula
a) Fraktur mid clavicula ( Fraktur 1/3 tengah clavicula)
paling banyak ditemui
terjadi medial ligament korako-clavicula ( antara medial dan 1/3 lateral)
mekanisme trauma berupa trauma langsung atau tak langsung ( dari lateral bahu)
b) Fraktur lateral clavicula ( Fraktur 1/3 lateral clavicula)
fraktur clavicula lateral dan ligament korako-clavicula, yang dapat dibagi:
type 1: undisplaced jika ligament intak
type 2 displaced jika ligamen korako-clavicula rupture.
type 3 : fraktur yang mengenai sendi akromioclavicularis.
Mekanisme trauma pada type 3 biasanya karena kompresi dari bahu.
c) Fraktur medial clavicula ( Fraktur 1/3 medial klavikula )
Insiden jarang, hanya 5% dan seluruh fraktur clavicula. Mekanisme trauma
dapat berupa trauma langsung dan trauma tak langsung pada bagian lateral bahu
8

yang dapat menekan klavikula ke sternum . Jatuh dengan tangan terkadang dalam
posisi abduksi.
o Type 1

: Minimal displacement

o Type 2

: displaced

o Type 3

: Intraarticular

o Type 4

: Epiphyseal separation

o Type 5

: cominutif

E. Patofisiologi Fraktur Clavicula


Pada fraktur sepertiga tengah klavikula otot stemokleidomastoideus akan
menarik fragmen medial keatas sedangkan beban lengannya akan menarik fragmen
lateral ke bawah. Jika fraktur terdapat pada ligament korako-klavikula maka ujung
medial klavikula sedikit bergeser karena ditahan ligament ini.
Fraktur yang terjadi kearah medial terhadap fragment maka ujung luar
mungkin tampak bergeser kearah belakang dan atas, sehingga membentuk benjolan
dibawah kulit.

F. Pemeriksaan Klinis
Fraktur klavikula sering terjadi pada anak-anak. Biasanya penderita datang
dengan keluhan jatuh dan tempat tidur atau trauma lain dan menangis saat
menggerakkan lengan. Kadangkala penderita datang dengan pembengkakan pada
daerah klavikula yang terjadi beberapa hari setelah trauma dan kadang-kadang
fragmen yang tajam mengancam kulit. Ditemukan adanya nyeri tekan pada daerah
klavikula.
G. Pemeriksaan Radiologis
Pemeriksaan rontgen anteroposterior dan klavikula biasanya dapat
membantu menegakkan diagnosis dan fraktur. Fraktur biasanya terjadi pada 1/3 tengah
dan fragmen luar terletak dibawah fragmen dalam. Fraktur pada 1/3 lateral klavikula
dapat terlewat atau tingkat pergeseran salah dikira kecil, kecuali kalau diperoleh foto
tambahan pada bahu.
H. Indikasi Operasi
Meskipun hasil perawatan nonoperative sangat efektif untuk fraktur
klavikula, namun operasi dapat diindikasikan dalam keadaan tertentu. Dalam situasi
tertentu, operasi diperkirakan menghasilkan hasil klinis terbaik dalam hal keselarasan,
penyembuhan, dan mobilisasi dini. Indikasi utama untuk fiksasi internal fraktur
clavicular adalah perpindahan dan / atau perpendekan lebih dari 15 sampai 20 mm,
umur muda, sehat, individu yang aktif. Meskipun klavikula memiliki penyembuhan
yang baik dan kemampuan renovasi, patah tulang secara signifikan telah terbukti
dapat menyebabkan rasa sakit dan penurunan kepuasan pasien karena deformitas,
kosmetik dan keterbatasan fungsional. Indikasi relatif untuk fiksasi internal fraktur
clavicular meliputi:
fraktur terbuka;
terkait cedera vaskular;
defisit neurologis progresif;
kontaminasi

kotoran

dengan

jaringan

kulit

yang

kemungkinan

akan

menyebabkan kerusakan kulit;


medialization signifikan dari sendi bahu;
robeknya ligamen coracoclavicular dengan fraktur distal;
fraktur ipsilateral dari klavikula dan skapula (bahu mengambang);
10

pasien cedera;
fraktur clavicular bilateral, dan kompleks, ipsilateral, ekstremitas atas fraktur.
I. Management Terapi Konservatif dan Operasi
Penatalaksanaan Fraktur Klavikula:
1. Fraktur 1/3 tengah
Undisplaced fraktur dan minimal displaced fraktur diterapi dengan
menggunakan sling, yang dapat mengurangi nyeri.

Displaced

fraktur

dengan

gangguan

kosmetik

diterapi

dengan

menggunakan commersial strap yang berbentuk angka 8 (Verband figure of


eight) sekitar sendi bahu, untuk menarik bahu sehingga dapat mempertahankan
alignment dan fraktur. Strap harus dijaga supaya tidak terlalu ketat karena dapat
mengganggu sirkulasi dan persyarafan. Suatu bantal dapat diletakkan di antara
scapula untuk menjaga tarikan dan kenyamanan. Jika commersial strap tidak dapat
digunakan balutan dapat dibuat dari tubular stockinet, ini biasanya digunakan
untuk anak yang berusia <10 tahun.

11

Pemakaian strap yang baik:


1. menarik kedua bahu, melawan tekanan dipusat, dan daerah interscapula
selama penarikan fraktur.
2. tidak menutupi aksila, untuk kenyamanan dan hygiene.
3. menggunakan bantalan yang bagus.
4. tidak mengganggu sirkulasi dan persyarafan kedua lengan.
Plating Clavikula
Gunakan insisi sesuai garis Langer untuk mengekspos permukaan superior
clavikula. Hindari flap kulit undermining dan kerusakan saraf supraklavikula.
Hindari juga diseksi subperiosteal pada fracture site.
Lakukan reduksi fragmen fraktur jika memungkinkan pasang lag screw
melintasi fraktur. Plate diletakkan di sisi superior clavikula dengan 3 screw pada
masing-masing sisi fraktur untuk mencapai fiksasi yang solid.
Jika diperlukan diletakan subkutaneus drain, luka operasi ditutup dengan jahitan
subcuticular.
2. Fraktur lateral
Undisplaced fraktur dapat diterapi dengan sling. Displaced fraktur dapat
diterapi dengan sling atau dengan open reduction dan internal fiksasi.
Jika pergeseran lebih dari setengah diameter klavikula harus direduksi dan
internal fiksasi. Bila dibiarkan tanpa terapi akan terjadi deformitas dan dalam
beberapa kasus rasa tidak enak dan kelemahan pada bahu karena itu terapi
diindikasikan melalui insisi supraklavikular, fragmen diaposisi dan dipertahankan
12

dengan pen yang halus, yang menembus kearah lateral melalui fragmen sebelah
luar dan akromion dan kemudian kembali ke batang klavikula. Lengan ditahan
dengan kain gendongan selama 6 minggu dan sesudah itu dianjurkan melakukan
pergerakan penuh.
3. Fraktur Medial
Fraktur medial klavikula merupakan fraktur yang paling stabil karena
adanya ligamen sekitar dan bisa diobati dengan sling untuk kenyamanan dan
mengembalikan ke fungsi normal. Tindakan Bedah pada fraktur medial klavikula
jarang diindikasikan dan terbatas pada kasus-kasus di mana ada dislokasi berbagai
macam fragmen fraktur atau terjadi kerusakan pada struktur neurovaskular penting.
Ketika dilakukan tindakan bedah, fraktur dapat diperbaiki dengan menggunakan
jahitan berat melewati lubang bor di tulang atau sebaliknya, dengan small lowprofile plate. Pin fiksasi harus dihindari karena ada kemungkinan perangkat keras
ini migrasi ke dalam organ vital yg terletak di bawah.
J. Komplikasi Operasi
1. Komplikasi dini
kerusakan pada pembuluh darah atau saraf ( jarang terjadi)
2. Komplikasi lanjut
non-union : jarang terjadi dapat diterapi dengan fiksasi interna dan
pencangkokan tulang yang aman.
mal-union :
1. meninggalkan suatu benjolan, yang biasanya hilang pada waktunya.
2. untuk memperoleh basil kosmetik yang baik dan cepat dapat menjalani
terapi yang lebih drastis yaitu fraktur direduksi dibawah anastesi dan
dipertahankan reduksinya dengan menggunakan gips yang mengelilingi
dada ( wirass)
kekakuan bahu sering ditemukan, hanya sementara, akibat rasa takut untuk
menggerakkan fraktur. Jari juga akan kaku dan membutuhkan waktu
berbulan-bulan untuk memperoleh kembali gerakan, kecuali kalau dilatih.
K. Perawatan Pasca Operasi
Rehabilitasi
13

Commersial strap yang berbentuk angka 8, harus di follow up apakah sudah


cukup kencang. Strap ini harus dikencangkan secara teratur. Anak anak <10 tahun
menggunakan strap atau splint selama 3-4 minggu sampai bebas nyeri, sedangkan
orang dewasa biasanya membutuhkan waktu 4-6 minggu. Pasien dianjurkan untuk
melakukan pergerakan seperti biasa begitu nyeri berkurang (strap/splint/sling sudah
dilepas).

14

DAFTAR PUSTAKA

schrock, theodore. Ilmu Bedah ( handbook of surgery ) edisi 7. Penerbit buku kedokteran
EGC : jakarta.1995.
Price, Sylvia and Wilson, Lorraine. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit
6th Edition. EGC: Jakarta.2005
Koval, kenneth.J. Handbook of Fracture, 3rd Edition. Lippincoot williams and wilkins :
California.2010.
Netter FH. Atlas of Human Anatomy. 4th ed. US: Saunders; 2006.

15