Anda di halaman 1dari 39

URINALISA

dr.Dewi Yanti Handayani,M.Ked,SpPK

Jumlah urine dewasa normal : 1000-2500 ml/24 jam


Dipengaruhi :

Suhu tubuh
Iklim
Makanan
Olah raga
Pekerjaan
Usia
Luas permukaan tubuh
Lain lain

Poliuria : urine 24 jam >3 liter


Oligouri : urine 24 jam < 400ml
Anuria : urine 24 jam (-) atau <100ml
Nokturia : berkemih malam hari >1x
berkemih malam hari > 500ml
Polidipsi : rasa haus yg meningkat

Sampel urine
Urine ad random
sewaktu, cukup untuk pemeriksaan rutin
Urine pagi
urine pertama setelah bangun pagi, sebelum
tidur urine dibuang dahulu
lebih pekat, untuk pemeriksaan sedimen urine,
proteinuria, tes kehamilan
Urine post prandial
urine setelah 2 jam makan. Untuk mengukur
kadar glukosa

Urine 24 jam
urine pertama bangun pagi jam 7 dibuang,
berikutnya sampai jam 7 esoknya urine
dikumpulkan dengan menggunakan pengawet
Urine siang 12 jam
dikumpulkan dari jam 7 pagi hingga jam 7
malam, dengan pengawet
Urine malam 12 jam
dikumpulkan dari jam 7 malam jam 7 pagi

CARA PENGAMBILAN SAMPEL URINE


Urine porsi tengah
urine aliran pertama dan dibuang, tampung
pertengahan & berhenti sebelum selesai
berkemih. Sebelumnya gland penis atau meatus
uretral dibersihkan dulu.
Kateterisasi
urine diambil menggunakan kateter sterile
dimasukkan ke uretra
Aspirasi supra pubic
pengambilan urine langsung ke kandung kemih
melalui dinding abdomen menggunakan jarum
steril.

Color

Pengawet urine
Pengawet umum
Toluene : 2-5 ml/L.
Tymol : 2 butir/L

Pengawet khusus
HCl pekat
Asam asetat Glasial 10 ml/L dan 25 ml/L
Formaldehida
As. Sulfat pekat
dll

Pemeriksaan dilakukan secara


Maksroskopis
Mikroskopis
Tes kimia

WARNA
Warna

Konstituent

Penjelasan

Bening, kuning pucat

Dilute urine

Kuning jernih

Normal urine

Kuning pekat

Urine pekat
urobilin

Dehidrasi, demam
Buih kuning (-)

Kuning gelap, teh

Bilirubin
biliverdin

Buih kuning (+)


Warna kehijauan

orange

Bilirubin
Urobilin
Obat-obatan

Buih kuning (+)


Buih kuning (-)

merah

Hemoglobin, eritrosit
Myoglobin

pink

Hemoglobin
Porphyrins

coklat

Hemoglobin
Myoglobin
Methemoglobin

Hijau, biru

Infeksi pseudomonas
Obat-obatan

polyuri

Cedera otot

Cedera otot
pH asam

KEJERNIHAN

pH
Ginjal memegang peranan penting dalam
pengaturan keseimbangan asam basa
pH urine normal : 4,5-8,0
Pemeriksaaan pH urine menggunakan :
Kertas Nitrasin dengan skala warna utk
pembacaan
Carik celup

Penyebab urine asam dan basa

Berat Jenis

Nilai noormal : 1,005- 1,030


Berhubungan dgn diuresis
Makin >> diuresis BJ makin <<
Pemeriksaan menggunakan refraktometer
dan carik celup

Protein
Urine normal mengandung protein <
150mg/24 jam atau 1-14 mg/dL
Nilai protein >150 mg akan memberikan
hasil (+) pada pemeriksaaan urine rutin
Proteinuria dpt terjadi akibat kelainan
permeabilitas glomerulus dan gangguan
reabsorbsi tubuli ginjal

Pemeriksaan protein dalam urine :


Semi kwantitatif
Pemanasan dgn asam asetat (+1- +4)
Asam sulfosalisilat
Carik celup

Kwantitatif
Test Esbah atau asam sulfosalisilat dengan
refraktometer

Pemeriksaan urin dengan


Asam Asetat
1. Masukkan urin kedalam tabung reaksi sampai 2/3
penuh
2. Lapisan atas urin dipanasi sampai mendidih selama 30
detik
3. Perhatikan terjadinya kekeruhan
4. Teteskan kedalam urin panas itu 3-5 tetes larutan asam
asetat 6%. Jika kekeruhan masih tetap ada atau
kembali keruh > + protein. Jika kekeruhan menghilang
bisa jg disebabkan oleh calciumkarbonat, tetapi disertai
pembentukan gas
5. Panasi sekali lagi sampai mendidih. Baca hasil.

Pembacaan hasil
Negatif (-) : tidak ada kekeruhan
Positif
(+)/ 1+ : ada kekeruhan ringan tanpa butir-butir ( protein
0,01-0,05 %)
(++)/2+ : kekeruhan mudah dilihat & tampak butir2
dalam kekeruhan (0,05-0,2 %)
(+++)/3+ : jelas keruh dan berkeping2 (0,2-0,5 %)
(++++)/4+ : sangat keruh, berkeping2 besar, bergumpal
atau memadat (>0.5%)
Jika >3% akan terjadi bekuan

Protein

GLUKOSA
Adanya glukosa dalam urine : Glukosuria
Dalam keadaan normal, glukosa yg melewati
filtrasi glomerulus akan di reabsorbsi di tubulus
proksimal ginjal
Reabsorbsi tubular ginjal terhadap glukosa
memiliki ambang batas dengan kemampuan
reabsorbsi 350 mg/mnt
Bila kadar glukosa dlm darah melebihi batas tadi
( 160- 180 mg/dL) maka di jumpai glukosuria

Pemeriksaan glukosa dalam urine :


Kwantitatif
Semikwantitatif
Cara benedict
Fehling
Carik celup

Pemeriksaan glukosa secara semi


kwantitatif menggunakan prinsip reduksi
Digunakan glukosa sebagai zat pereduksi
Menggunakan zat dalam reagen yang
akan berubah sifat dan warna jika
direduksi oleh glukosa

Tes Benedict
1. Masukkan 5 ml reagen benedict dalam
tabung reaksi
2. Teteskan 5-8 tetes urin
3. Masukkan tabung dalam air mendidih 5
menit
4. Angkat tabung, kocok isinya,baca hasil
reduksinya

Menilai hasil tes Benedict


Negatif (-)
Positif
(+)/1+
(++)/2+
(+++)/3+
(++++)/4+

: tetap biru jernih atau kehijauan


dan agak keruh
: hijau kekuningan dan keruh
(0,5-1% glukosa)
: kuning keruh (1-1,5% glukosa)
: jingga atau warna lumpur keruh
(2-3,5% glukosa)
: merah keruh (>3,5% glukosa)

Penyebab glukosuria

urobilinogen
Derivat dari bilirubin
Diproduksi di sal cerna oleh kerja bakteri
Sebagian urobilinogen akan mengalami
reabsorbsi
Sebagian besar urobilinogen yg direabsorbsi
akan mengalami proses ulang di hati dan di
reeksresi di empedu
Sisanya akan di eksresikan si urine
Urobilinogen yg tidak di reabsorbsi akan ter
oksidasi di usus besar hingga memberikan
warna khas untuk feses
Pemeriksaan menggunakan cara EHRLICH

Bilirubin
Pigmen berwarna kuning-oranye dari hasil
katabolisme heme.
Dalam jumlah tertentu memberikan warna
khas dalam plasma dan urine
85% berasal dari pemecahan eritrosit
harian dalam RES

Pemeriksaan :
Percobaan busa
Percobaan harison dengan reagensia
Fouchet
Cara carik celup

Penyebab2 peningkatan bilirubin dan urobilinogen dalam urin

Sedimen urine
Unsur organik
Leukosit : normal <6
Eritrosit : normal <3
Sel epitel :

Unsur non-organik
Kristal

RBC

Yeast & Candida

WBC

Cast

Cast

Granular

Cellular

Erythrocyte

Kristal

Oxalat

Cystine

Kristal

Obat

Uric Acid