Anda di halaman 1dari 22

Makalah Vitamin dan Mineral

VITAMIN, MINERAL DAN AIR


I.PENDAHULUAN
Zat makanan merupakan satuan komponen yang menyusun bahan makanan. Namun,
haruslah dapat dibedakan antara zat makan dan bahan makanan tersebut. Bahan makanan
dapat juga disebut komoditas pangan dalam perdagangan, ialah apa yang kita beli, kita masak,
dan kita susun sebagai hidangan. Sedangkan zat makanan bahan dasar menurut ilmu gizi adalah
mencakup komponen penyusun bahan makanan, antara lain adalah : karbohidrat, protein,
lemak, vitamin, mineral dan air.
Dalam makalah ini kelompok III akan membahas mengenai vitamin, mineral, dan air.
Ketiga komponen penyusun bahan makanan tersebut memiliki jenis, fungsi, dan sumber yang
berbeda. Vitamin dan mineral tidak dapat disintesa oleh tubuh. Oleh karena itu, unsur- unsur
tersebut harus disediakan lewat makanan.
II. VITAMIN
Vitamin merupakan suatu molekul organic yang sangat diperlukan oleh tubuh untuk
proses metabolisme dan pertumbuhan yang normal. Vitamin-itamin tidak dapat dibuat oleh
tubuh manusia dalam jumlah yang sangat cukup, oleh karena itu harus diperoleh dari bahan
panganan yang dikonsumsi.
1. Jenis dan Sumber Vitamin

Berdasarkan kelarutannya dalam air, maka vitamin dibagi dalam kelompok vitamin yang larut
air dan vitamin yang tidak larut air (tetapi dapat larut dalam lemak).
1. Vitamin yang larut dalam air:
1. Vitamin C
Vitamin C adalah derivate heksana dan cocok digolongkan sebagai suatu karbohidrat
asam askorbat mudah teroksidasi menjadi dehidroaskorbat yang mudah pula tereduksi menjadi
asm askorbat.
Sumber vitamin C sebagian besar berasal dari sayuran dan buah-buahan, terutama buahbuahan segar. Vitamin C mudah larut dalam air dan mudah rusak oleh oksdasi, panas dan
alkali.karena itu agar vitamin C tidak banyak hilang, sebaiknya pengirisan dan penghancuran
yang berlebihan dihindari.
1. Vitamin B Kompleks
Dipandang dari segi gizi, kelompok vitamin B termasuk dalam kelompok vitamin yang
disebut vitamin B kompleks yang meliput tiamin (vitamin
B ), riboflavin (vitamin
B ), niasin
1
2
(asam nikotinat, niasinamida), piridoksin (vitamin6 B ), asam pantotenat, biotin, folasin (asam
folat dan turunan aktifnya), serta vitamin
B
12 (sianokobalamin.).
Tiamin adalah zat berupa Kristal tersusun dari unsur-unsur karbon hydrogen-oksigen dan
belerang, mudah larut dalam air, dan sedikit larut dalam alcohol. Vitamin ini tidak mudah

mengalami oksidasi, tetapi dapat rusak karena pemanasan didalam larutan. Sumber Tiamin
kebanyakan berasal dari biji-bijian seperti beras pecah kulit atau bekatulnya.
Riboflavin dalam bentuk murni diperoleh dari isolasi ragi, hati, putih telur dan susu.
Vitamin ini dinamakan Riboflavin karena terjadi dari persenyawaan ribose ( 1 gula 5 karbon)
dengan suatu zat berwarna kuning orange yang memberikan fluoresensi kuning kehijauan pada
larutan. Sumber riboflavin terutama berasal dari hasil ternak.
Asam pantotenat adalah hasil penyatuan dua macam zat organic suatu derivate butirat
dengan asam amino alanin. Sumber asam pantoneat paling banyak terdapat dalam royal jelly.
Sianokobalamin merupakan bentuk utama vitamin
B
suatu grup sianida,
12, mengandung
terikat pada kobalat pusat. Beberapa bahan dan produk nabati yang mengandung
vitamin B
12
adalah sayuran dari daun komprey, oncom dari bungkil kacang tanah, tempe, tauco dan kecap.
Asam Folat banyak terdapat didalam bahan makanan yang baik dalam bentuk bebas
maupun dalam bentuk konjugasi. Bahan makanan yang paling banyak mengandung asam folat
adalah hati, ginjal, khamir, dan sayuran hijau gelap.
Niasin termasuk zat organic yang sederhana, merupakan asam mengandung nitrogen dan
niacinamit adalah garam dari asam ini.
Piridoksin terdapat pada sistem enzimatik yang berperan dalam metabolism asam amino,
oleh karena itu diperlukan pada proses metabolism protein. Piridoksol bersifat larut dalam air

dan alcohol dan stabil terhadap panas dalam larutan asam dan relative stabil dalam basa yang
kurang larut.
Asam fosfat adalah suatu senyawa yang termasuk komplek, terdiri dari suatu inti pteridin,
asam p-amino benzoate, dan asam glutamate sehingga diberi nama pteroilgutamat.
Biotin merupakan salah salah satu anggota kelompok vitamin B kompleks yang terdapat
dalam berbagai bahan makanan.
1. Vitamin tak larut dalam air (larut lemak)
1. Vitamin A
Vitamin A ditemukan dalam bahan-bahan makanan yang berlemak. Provitamin A adalah
pigmen berwarna kuning. Vitamin A pada umumnya stabil terhadap panas, asam dan alkali.
Sayangnya mempunyai sifat yang sangat mudah teroksidasi oleh udara dan akan rusak bila
dipanaskan pada suhu tunggi bersama udara, sinar dan lemak yang sudah tengik. Sayuran dan
buah-buahan yang berwarna hijau atau kuning biasanya banyk mengandung karoten. Wortel,
ubi jalar dan waluh kaya akan karoten.
1. Vitamin D
Laju vitamin D dalam kulit tergantung jumlah sinar matahari yang diterima serta
konsentrasi pigmen di kulit. Vitamin tersebut kemudian diterima kemudian diatifkan oleh sinar
matahari dan diangkut ke berbagai alat tubuh untuk dimanfaatkan atau disimpan di dalam hati.
Sumber vitamin D yaitu : minyak ikan, mentega, susu, kuning telur, ragi dan sedikit buah pisang.

1. Vitamin E
Vitamin E terdapat dalam empat bentuk, alfa, beta, gamma dan delta tokoferol, semua
telah dapat disentesis. Zat-zat inilah merupakan antioksida yang utama dalam lemak dan
minyak yang dapat mencegah ketengikan.
Vitamin E merupaka salah satu factor yang larut dalam lemak. Sumber vitamin E yaitu:
minyak gandum/jagung, sayuran, hati, telur, mentega, susu, daging dan terutama tauge.
1. Vitamin K
Merupakan salah satu vitamin yang larut dalam lemak, vitamin K disintesis dan diisolasi
dari hati ikan dibusukkan, dimana vitamin ini dihasilkan olek kerja bakteri-bakteri. Sumber
vitamin K terdapat pada: hati, bayam, kubis, kol, susu, kuning telur dan minyak kedelai.
1. Fungsi Vitamin
Vitamin mempunyaifungsi yangspesifiksesuai dengan fugsi spesifiksebagai
biokatalisator atau sebagai koenzim. Sebagai contoh adalah sebagai koenzim metabolism
karbohidrat, lemak, protein, dan lain-lain. Oleh karena itu, kekurangan itamin yang dikenal
dengan avitaminos akan berdampak buruk pada kesehatan dan gangguan fungsi biologis organ
atau sistem.
1. Kelebihan vitamin

Sering terjadi pada vit ADEK (lipofil) dan tidak pada vit B kompleks dan C (hidrofil, yang
jika kelebihan mudah di buang melalui urin)
Hipervitaminosis
A: sakit kepala, muntah-muntah,
kelaianankulit, sakit tulang,
penghambatan pertumbuhan.
Hipervitaminosis C: agressor kuat lambung HCl lambuang meningkat radang usus,
maag, dll.
III. MINERAL
Mineral merupakan unsure isensial bagi fungsi normal sebagian enzim dan sangat penting
dalam pengendalian komposisi cairan tubuh 65% adalah air dalam bobot tubuh. Komponenkomponen anorganik tubuh manusia terutama adalah Natrium, Kalium, Kalsium, Magnesium,
Besi, Fosfor, Klorida dan Sulfur. Sebagian dari unsur-unsur tersebut adalah mineral-mineral
tulang dan ion-ion dapat sebagai cairan tubuh. Mineral-mineral tersebut adalah bagian-bagian
mustahak dari makanan. Unsur-unsur lain yang terdapat dalam jumlah sangat kecil disebut
unsur-unsur runut (trace elements) yang juga adalah komponen-komponen makanan yang
mustahak. Ini termasuk tembaga, moblibzenum, kobalt, mangan, zink, kromium, setenium,
iodium dan fluor.
Yodium (i) merupakan mineral yang diperlukan tubuh dalam jumlah yang relatif sangat
kecil, tetapi mempunyai peranan yang sangat penting untuk pembentukan hormon tiroksin.
Hormon tiroksin ini sangat berperan dalam metabolisme sehingga dalam keadaan konsumsi
yodium yangrendah, kelenjar gondok
akan berupaya membuat konpensasi dengan
membesrakan kelenjarnya. Kebutuhan yodium per hari sekitar 1-2 g per kg berat badan.

Perkiraan kecukupan yang dianjurkan sekitar 40-120 g per hari untuk anak samapi umur 10
tahun, dan 150 g per hari untuk orang dewasa. Untuk wanita dan menyusui dianjurkan
tambahan masaing-masing 25 g dan 50 g per hari.
1. Sumber dan Fungsi Mineral
1. Kalsium dan fosfor.
Tubuh manusia mengandung sekitar 22 gram kalsium per kg berat badan tanpa lemak.
Kira-kira 99% kalsium terdapat dalam tulang dan gigi. Komposisi belum diketahui secara jelas,
namun diperkirakan menyerupai suatu hidroksiapatit
(OH)2 .Peranan kalsium tidak
10 (PO4 )
6Ca
saja pada pembentukan tulang dan gigi tersebut di atas, namun juga memegang peranan
penting pada berbagai
prosesfisiologikdan biokhemik didalam tubuh, seperti pada
pembekuan darah, eksitabilitas saraf otot, kerekatan seluler, memelihara dan meningkatkan
fungsi membran sel, mengaktifkan reaksi enzim dan sekresi hormon.
Bahan makanan yang kaya akan kalsium : susu, keju dan es krim, brokoli, kacangkacangan dan buah-buahan. Aneka macam makanan mengandung kalsium dan fosfor. Kalsium
dan fosfor dalam bentuk hidrosiapati adalah komponen terpenting pada struktur keras dari
tulang dan gigi. Kalsium berperan dalam perangsangan saraf dan otot, penggumpalan darah,
perantara dalam tanggap hormonal dan beberapa aktivitas enzim.
Tubuh manusia mengandung sekitar 12 gram fosfor per kilogram jaringan tanpa lemak.
Dari jumlah ini kira-kira 85% terkandung dalam kerangka tulang. Di dalam plasma terdapat
fosfor sekitar 3.5 mg/100 ml plasma. Bila butir darah termasuk maka total fosfor dalam darah

antra 30-45 mg/100ml darah. Fosfor adalah bagian dari senyawa tinggi energi ATP yang
diperlukan dalam suplai energi untuk kegiatan seluler. Karena peranannya yang sangat penting
dalam metabolisme pada jaringan hewan dan tanaman maka mineral ini umumnya terdapat
dalam setiap bahan makanan. Fosfor dari makanan diabsorpsi dalam bentuk bebas. Kira-kira
60-70% fosfor dari makanan dapat diserap.
1. Magnesium
Sumber dari magnesium di antaranya adalah : sayur-sayuran hijau, kedelai, dan kecipir.
Sedangkan fungsi dari magnesium adalah :
1.
1. Sebagai aktifator enzim peptidase dan enzim lain yang memecah gugus
2. Phospat
3. Sebagai obat pencuci perut
4. Meningkatkan tekanan osmotic
5. Membantu mengurangi getaran otot
Orang dewasa pria membutuhkan magnesium sebanyak 350mg/hari dan untuk dewasa
wanita membutuhkan magnesium sebanyak 300mg/hari. Jika terjadi defisiensi, maka akan
menimbulkan gangguan metabolic, insomania, kejang kaki serta telapak kaki dan tangan
gemetar.
1. Fe (Besi)

Jumlah seluruh besi di dalam tubuh orang dewasa terdapat sekitar 3.5 g, di mana 70
persennya terdapat dalam hemoglobin, 25 persennya merupakan besi cadangan (iron storage)
yang terdiri dari feritin edan homossiderin terdapat dalam hati, limfa dan sum-sum tulang. Besi
simpanan berfungsi sebagai cadangan untuk memproduksi homoglobin dan ikatan-ikatan besi
lainnya yang mempunyai fungsi fisiologis.
Sumber besi di antaranya adalah: telur, daging, ikan, tepung, gandum,roti sayuran hijau,
hati, bayam, kacang-kacangan, kentang, jagung dan otot.
Fungsi besi di antaranya adalah :
1.
1. Untuk pembentukan hemoglobin baru.
2. Untuk mengembalikan hemoglobin kepada nilai normalnya setelah terjadi
pendarahan.
3. Untuk mengimbangi sejumlah kecil zat besi yang secara konstan dikeluarkan
tubuh, terutama lewat urine, feses dan keringat.
4. Untuk menggantikan kehilangan zat besi lewat darah tubug.
5. Pada laktasi untuk sekresi air susu.
Kebutuhan akan zat besi untuk berbgai jenis kelamin dan golongan usia adalah sebagai berikut:
1. Untuk laki-laki dewasa : 10 mg/hari
2. Wanita yang mengalami haid : 12 mg/hari
3. Anak-anak umur 7-10 tahun : 2,3-3,8 mg/hari

4. Orang dewasa : 10-15 mg/hari


Zat besi yang tidak mencukupi bagi pembentukan sel darah, akan mengakibatkan anemia,
menurunkan kekebalan individu, sehingga sangat peka terhadap serangan bibit penyakit
1. Natrium
Tubuh manusia mengandung 1.8 gram natrium 1.8 gram natrium (Na) perkilo gram berat badan
bebas lemak, dimana sebagian besar terdapat dalam cairan ekstraseluler. Kandungan natrium
dalam plasma sekitar 300-355 mg/100 ml. Karena natrium merupakan kation utama dari cairan
ekstraseluler, pengontrolan osmolaritas dan volume cairan tubuh sangat tergantung pada ion
natrium dan risio natrium terhadap ion lainnya.
Natrium mampu membuat membran sel menjadi permeabel, sementara itu transmisi syaraf
dan kontraksi otot melibatkan pertukaran natrium ekstraseluler dan kalium ekstraseluler.
Hanya sejumlah kecil natrium berada dalam intraseluler. Dalam tulang, natrium dalam tulang
kira-kira sebanyak 30-45% dari total natrium tubuh. Metabolisme natrium terutama diatur oleh
aldosteron suatu hormon kortteks adrenal yang meningkatkan reabsorbsi natrium dari ginjal.
Bila hormon tersebut tidak ada maka ekskresi natrium demikian jarang sekali dijumpai keadaan
defisiensi pada nmanusia, sebab mineral ini terdapat di dalam hampir semua bahan makanan.
Pangan nabati mengandung natrium lebih sedikit di bandingkan dengan pangan hewani.
Kehilangan natrium yang berlebihan karena muntah-muntah, diare dan berkeringat. Akibat dari
deplesi natrium sangat erat berhubungan dengan status keseimbangan air. Bila kehilangan air,

maka akan tampak gejala-gejala deplesi cairan ekstraselular: volume darah tinggi, tinggi
hematokrit, tekanan darah rendah dan otot kram.
1. Iodium
Sumber iodium di antaranya adalah : sayur-sayuran, ikan laut, dan rumput laut. Sedangkan
funsi dari iodium di antaranya dalah sebagai komponen esensial tiroksin dan kelenjar tiroid.
1. Floor
Sumber floor di antaranya adalah air, makanan laut, tanaman, ikan dan makanan hasil ternak.
Sedangkan fungsi floor di antaranya adalah :
1.
1. Untuk pertumbuhan dan pembentukkan struktur gigi
2. Untuk mencegah karies gigi
Kebutuhan floor antara dari panas dan daerah kurang panas berbeda.
1. Khlor
Sumber dari khlor di antaranya adalah garam, keju, ikan, udang, bayam dan seledri. Sedangkan
fungsi dari khlor diantaranya adalah :
1.
1. Activator amylase dan pembentukan HCl lambung
2. Mengaktifkan enzim amylase dalam mulut untuk memecah pati.

3. Membantu menjaga tekanan osmotic


2. Zinc
Sumber utama Zinc adalah daging, unggas, telur, ikan, susu, keju, hati, lembaga gandum, ragi,
selada, roti dan kacang-kacangan. Sedangkan fungsi Zinc di antaranya adalah :
1.
1. Meningkatkan keaktifan enzim
2. Meningkatkan pertumbuhan
Jika terjadi defisiensi maka menyebabkan kegagalan pertumbuhan dan gangguan kesembuhan
luka
1. Tembaga
Sumber utama dari tembaga adalah susu dan sereal. Sedangkan fungsi dari tembaga adalah
berperan dalam kegiatan enzim pernafasan
sebagaikofaktor bagi enzim tironase dan
sitokromokdiase.
1. Kobalt
Merupakan koostifuen vitamin
B diperlukan bagi perkembangan normal sel-sel darah
12 yang
merah. Sumber utamanya adalah vitamin
B dan sayuran berdaun hijau. Kobalt
12, B1,
mempunyai fungsi untuk keseimbangan tubuh ruminansia.
1. Jenis Mineral

Berdasarkan jenisnya, mineral dibagi 2 macam yaitu, sebagau berikut:


1. Makromineral (terdiri dari: kalsium, Al, Mg, P, sodium (Na), dan sulfur)
2. Mikromineral (terdiri dari:2,Fe,
Flour,
I Mn, Zinc, cuprum, cobalalt dan kromium).
Table 1. Kecukupan n mineral yang dianjurkan di Indonesia

Golongan
(tahun)

0.5t 1.0
Pria:
10 t 12
13 t 15
16 t 19
20 t 59
> 60
Wanita:
10 t 12

Kecukupan per orang per hari


umurBerat badan
Kalsium Fosfor Besi Seng
(kg)
(mg)
(mg)
(mg) (mg)

Jodium
(mg)

13 t 15
16 t 19
20 t 59
> 60
Tambahan untuk:
Wanita hamil
Wanita menyusui

Sumber: Karyadi dan Muhilal (1986).


1. Macam dan Fungsi Mineral
Semua jaringan tubuh hewan atau manusia, pangan dan pakan mengandung zat inorganik
yan di sebut unsur hara atau mineral dengan jumlah yang berbeda-beda. Zat inorganik tersebut
dalam pakn atau jaringan dapat diperoleh pada saat pengabuan dalam rangka analisa
proeksimat. Dalam abu zat inorganik tersebut dalam bentuk oksida, carbonat dan sulfat. Mulamula dalam ilmu nutrisi, zat-zat yang sering mengalami kekurangan adalah protein dan energi.
Setelah kedua hal tersebut diketahui maka banyak penemuan-penemuan perihal kekurangan
mineral sebagai zat micro nutrien bersama vitamin, pada hewan ruminansia mineral lebih kritis
daripada vitamin, karenma ruminansia dapat membentuk beberapa vitamin dalam tubuhnya.

Pada saat ini diketemukan 22-23 mineral yang dipandang merupakan unsur esensial
untuk ternak. Dari kemampuan 22-23 mineral yang dipandang merupakan unsur esensial untuk
ternak. Dari kemampuan 22-23 unsur tadi 7 unsur disebut macro mineral dan 15-16 unsur
disebut micro mineral. Ketujuh unsur macro mineral tersebut adalah: calcium, phosporus,
magnesium, sodium, sulphur, potasium dan chlorine. Sedangkan yang trace mineral adalah
:iron, iodine, zinc, copper, manganesa, cobalt, molybdenum (MO), selenium, chromium, tin
(Sn), vanadium (V), flourine, silicon, nickel, cadmium,dan arsenic (As). Kedelapan disebutkan
alZ] ] ^v a u]vao_U avP avavva aoau Z val ua]Z ]a]
informasinya. Terdapat saling interaksi antara beberapa mineral misalnya antara copper,
molybdenum dan sulphur. Bila MO dan S terlalu tinggi dalam pakan maka dapat terjadi
defiseensi copper. Antara Ca, P dan vitamin Dengan juga ada hubungan fungsi. Antara vitanin E,
SE, Methionin dan sekolah luar biasa inorganik juga ada saling keterkaitan.
Ada tiga fungsi utama mineral yaitu:
Sebagai
1.
kompenen utama tubuh (structural element) atau penyusun kerangka tulang,
gigi dan otot-otot. Ca, P, Mg, Fl dan Si untuk pembentukan dan pertumbuhan gigi
sedang P dan sekolah luar biasa untuk penyusunan protein jaringan.
2.
Merupakan unsur dalam cairan tubuh atau jaringan, sebagai elektrolit yang mengatur
tekanan osmuse (Fluid balance), menegatur keseimbangan basa asam dan permeabilitas
membran. Contoh adalah Na, K, Cl, Ca dan Mg
3. Sebagai aktifator atau terkait dalam peranan enzyme dan hormon.

IV. AIR
Air dalam tubuh merupakan unsure esensial. Jaringan yang metabolismenya paling aktif
mengandung air yang terbanyak, misalnya otot. Air dalam tubuh orang dewasa terdapat sekitar
%60
dari berat badannya ( 47 liter).tubuh memperoleh air secara eksogen dan endogen. Air
eksogen yaitu air yang berasal dari luar, diperoleh dari air yang diminum dan ir bersama dengan
makanan. Air endogen berarti air yang diperoleh dari dalam tubuh sendiri berasal dari hasil
oksidasi berbagai nutrient dalam tubuh
1. Jenis dan Sumber Air
Air merupakan bahan yang sangat penting bagi kehidupan umat manusia dan fungsinya tidak
dapat digantikan oleh senyawa lain. Berdasarkan sumbernya air dapat dibagi menjadi beberapa
macam, yaitu :
1. Air yang diperoleh secara eksogen yang meliputi:
a. Air Minum yang meliputi:
Air 1.bebas, merupakan air yang tidak terikat oleh komponen lain, seperti aquades atau air
putih yang komponen terbesarnya adalah
2 H O atau juga air yang terdapat dalam ruang-ruang
antar sel dan inter granulardan pori-pori yang terdapat dalam bahan air yang terdapat dalam
bentuk bebas.

1. Air yangterikat secaralemah karenaterserap(terabsorbsi)


pada
permukaan koloid makro molekul seperti protein, pek-tin, pati, selluosa.
Ikatan antara air dengan koloid tersebut merupakan ikatan hydrogen.
2. Air dalam keadaan terikat kuat yaitu membentuk hidrat, ikatannya
bersifat tonik sehingga relative sukar dihilangkan. Air ini tidak membeku
o

meskipunpada suhu 0 F.
3.Air dalam es yaitu merupakan suatu senyawa yang terdiri dari molekul
H 2O (HoH) yang tersusun sedemikian rupa sehingga 1 atom H disatu sisi
antara sepasang atom oksigen molekul-molekul air lainnya, membentuk
suatu pasangan simetrik, Dimana satu molekul (HoH) dapat mengikat 4
molekul HoH yang berdekatan dan jarak atom 0-0 yang berdampingan
o

sebesar 2,76 A .
4.Air dalam kompleks minuman : peran air dalam kompleks minuman yaitu
sebagai pelarut. Air dapat melarutkan bahan seperti garam, vitamin,
mineral, gula, dan senyawa-senyawa seperti yang terkandung dalam the
dan kopi.
1. Air dalam bahan makanan
Air yang terdapat dalam bahan makanan dinamakan sebagai air terikat yaitu suatu sistem yang
mencakup air yang mempunyai derajat keterikatan yang berbeda dalam bahan. Menurut
derajat keterikatan air dapat dibedakan 4 tipe, yaitu :

1. Molekul-molekul air membentuk ikatan hydrogen dengan molekul air


lain.
2. Molekul air yang terikat pada molekul-molekul lain melalui suatu ikatan
hidogen yang benergi besar.
3. Molekul yang secara fisik terikat dalam jaringan
matrik. Dalam
membrane, kapiler, serat dan lain-lainnya.
4. Molekul yang tidal terikat dalam suatu bahan.
Berdasarkan ke-4 tipe di atas dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:
1. Air imbibisi
Air yang masuk ke dalam bahan pangan menyebabkan pengembangan volume. Misalnya air
yang tercampur dengan beras menjadi nasi.
1. Air Kristal
Air yang terikat dalam semua bahan baik pangan maupun non pangan yang membentuk Kristal.
Misalnya gul, garam, Cu
4 SO , dan lain-lain.
2. Air yang diperoleh secara endogen
Yaitu air yng diperoleh dari hasil oksidasi berbagai nutrient dalam tubuh misalnya karbohidrat
dihidrolisis menjadi2 Co dan
H O.
2
Kebutuhan air sangat dipengaruhi oleh beberapa factor :

1.
1. Temperature
Makin tinggi temperature lingkungan, maka makin banyak kebutuhan air.
1.
1. Macam jenis makanan
Makanan dalam bentuk cair/semisolid hanya memerlukan air lebih sedikit daripada berasal dari
bentuk padat.
1.
1. Fungsi Air
Fungsi air di antaranya adalah sebagai baerikut:
Sebagai
1.
bahan yang dapat mendispersikan berbagai senyawa polar ada dalambahan
makanan
2. Sebagai pelarut senyawa polar
3. Berperanpada proses metabolism bahan
gizi (misalnya pada Glikolisis
dan
Glikogenolisis)
4. Sebagai alat transportasi zat gizi (misalnya, darah mengandung 90%-95% air)
5. Sebagai pelumas persendian
6. Menjaga stabilitas suhu tubuh
Fungsi air juga dijelaskan dalam QS. An Naml: 20 yang artinya :

^Atau siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air
untukmu
dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan
indah,
yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya? Apakah disamping
Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) mereka adalah orang-orang yang
ueviuavg ~dai kebevaavX_
Regulasi konsumsi Air
Stimulasi pada rongga mulut
Jika seseorang menderita kekurangan saliva, maka rongga mulut dan oesophagus kering dan
menyebabkan turunnya volume saliva akibatnya nafsu minum meningkat dan terangsangnya
osmotic reseptor pada lidah dan rongga mulut menstimulasi nafsu makan.
Stimulasi pada otak
Jika temperature lingkungan meningkat, maka berakibat terhadap peningkatan produksi
keringat menyebabkan konsentrasi garam darah meningkat menyebabkan permintaan air
meningkat.
Tekanan osmose darah meningkat
Mempengaruhi Hipotalamus
ADH Cell kidney
(anti deuretik hormon) mengeluarkan renin

Retensi air pada ginjal Angiostensin Angiotensinogen


meningkat
GI. Adrenalin adisteron meningkat
Reabsorbsi sodium dan air meningkat

DAFTAR PUSTAKA
Anonymous. 1987. Ilmu Pangan. Penerbit Universitas Indonesia. Jakarta.
Anonymous. 1993. Metabolisme Zat Gizi 1. Pustaka Sinar Harapan.Jakarta.
Budiyanto, Agus Krisno. 2001 . Dasar-Dasar Ilmu Gizi. Penerbit Universitas Muhammadiyah
Malang. Malang.
Anonymous. 1995. Biokimia. Binarupa Aksara. Universitas Indonesia. Jakarta.
Prawirokusumo, S. 1994. Ilmu Gizi dan Komperatif. UGM. Yogyakarta.
Sediaotama, Achmad Djaeni. 2000. ILMU GIZI. Penerbit PT DIAN RAKYAT.Jakarta
Winarno, F, G. 1992. Kimia Pangan dan Gizi. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.