Anda di halaman 1dari 21

A.

Penggolongan Mineral
Berdasarkan kegunaannya dalam aktivitas kehidupan, mineral (logam) dibagi
menjadi dua golongan, yaitu mineral logam esensial dan nonesensial. Logam esensial
diperlukan dalam proses fisiologis hewan, sehingga logam golongan ini merupakan unsur
nutrisi penting yang jika kekurangan dapat menyebabkan kelainan proses fisiologis atau
disebut penyakit defisiensi mineral. Mineral ini biasanya terikat dengan protein, termasuk
enzim untuk proses metabolisme tubuh, yaitu kalsium (Ca), fosforus (P), kalium (K),
natrium (Na), klorin (Cl), sulfur (S), magnesium (Mg), besi (Fe), tembaga (Cu), seng (Zn),
mangan (Mn), kobalt (Co), iodin (I), dan selenium (Se). Logam nonesensial adalah
golongan logam yang tidak berguna, atau belum diketahui kegunaannya dalam tubuh
hewan, sehingga hadirnya unsur tersebut lebih dari normal dapat menyebabkan keracunan.
Logam tersebut bahkan sangat berbahaya bagi makhluk hidup, seperti timbal (Pb), merkuri
(Hg), arsenik (As), kadmium (Cd), dan aluminium (Al).
Berdasarkan banyaknya, mineral dibagi menjadi dua kelompok, yaitu mineral makro
dan mineral mikro. Mineral makro diperlukan atau terdapat dalam jumlah relatif besar,
meliputi Ca, P, K, Na, Cl, S, dan Mg. Mineral mikro ialah mineral yang diperlukan dalam
jumlah sangat sedikit dan umumnya terdapat dalam jaringan dengan konsentrasi sangat
kecil, yaitu Fe, Mo, Cu, Zn, Mn, Co, I, dan Se.
Mineral makro

g/kg

Mineral mikro

g/kg

Kalsium (Ca)

15

Besi (Fe)

2080

Fosforus (P)

10

Seng (Zn)

1050

Kalium (K)

Tembaga (Cu)

15

Natrium (Na)

1,60

Molibdenum (Mo)

14

Klorin (Cl)

1,10

Selenium (Se)

12

Sulfur (S)

1,50

Iodin (I)

0,300,60

Magnesium

0,40

Mangan (Mn)

0,200,60

Kobalt(Co)

0,020,10

(Mg)

B. Macam Mineral berdasarkan Jumlah Kebutuhan dalam Tubuh


Berdasarkan jumlah kebutuhan dalam tubuh, mineral dapat dibedakan menjadi dua,
yaitu makroelemen dan mikroelemen.
a.

Makroelemen adalah mineral yang diperlukan tubuh dalam jumlah besar.


Makroelemen meliputi kalium (K), kalsium (Ca), natrium (Na), fosfor (P),
magnesium (Mg), belerang (S), dan klor (Cl).

b.

Mikroelemen yaitu mineral yang diperlukan tubuh dalam jumlah sedikit.


Misalnya besi (Fe), mangan (Mn), kobalt (Co), molibdenum (Mo), dan
selenium (Se).

Mineral terdapat dalam berbagai bahan makanan dari hewan dan tumbuhan. Fungsi
mineral bagi tubuh dan akibatnya jika kekurangan salah satu mineral yaitu:
1. Kalsium (Ca)
Kalsium merupakan jenis mineral yang paling berlimpah dalam tubuh
manusia. Total rata-rata banyaknya kalsium pada tubuh manusia dewasa kurang
lebih mencapai 1 kg, dimana 99% terdapat pada tulang dan gigi, lalu 1% sisanya
ada pada cairan tubuh dan aliran darah. Walaupun terkesan sangat sedikit, sisa 1%
ini sebenarnya berperan penting dalam transmisi sistem saraf, konstraksi otot,
pengaturan tekanan darah, dan pelepasan hormon.
Sumber : Susu, telur dan buah-buahan.
Fungsi : Pembentukan tulang dan gigi

2. Fosfor (P)
Fosfor sebagai fosfat memainkan peranan penting dalam struktur dan fungsi
semua sel hidup. Sumber Fosfor adalah Susu, kacang-kacangan, telur, daging, dan
sayuran. Fosfor berfungsi dalam Pembentukan tulang dan gigi, Metabolisme,
Kontraksi otot, Aktivitas saraf, Komponen enzim, DNA, RNA, dan ATP,
Membentuk fosfatid, bagian dari plasma, Menjaga keseimbangan asam basa,
Pengaturan aktivitas hormone, Efektivitas beberapa vitamin. Adapun akibat
Kekurangan Fosfor adalah kerapuhan tulang dan gigi, Sakit pada tulang, Pada
anak anak : Rakhitis, Pada orang Dewasa : Osteomalasia.
3. Besi (Fe)
Besi ( Fe) adalah suatu unsur metalik dan menyusun sekitar 5% tentang itu
EarthS kulit keras. Ketika murni ini merupakan suatu gelap, silvery-gray metal.
Ini merupakan suatu unsur yang sangat reaktif dan mengoxidasi karat dengan
mudah. Yang merah, jeruk dan menguning dilihat dalam beberapa lahan dan pada
atas batu karang mungkin besi oksida. Bagian dalam dari Bumi dipercaya untuk
menjadi iron-nickel campuran logam padat. Iron-Nickel batu bintang dipercaya
untuk menghadirkan material yang paling awal membentuk pada awal alam
semesta itu. Sumber mineral bagi tubuh adalah Susu, hati, kuning telur dan sayursayuran yang berwarna hijau. Mineral befungsi dalam Pembentukan hemoglobin
dalam darah.
4. Fluorin (F)
Sumber Fluorin Kuning telur, susu, otak, dan air minum. Adapun fungsi
Fluorin yaitu Memelihara gigi, Mencegah kekurangan Mg, osteoporosis, dan
penyakit periodontal. Apabila kekurangan Fluorin dapat mengakibatkan
Kerusakan karang gigi (caries dentis)
5. Iodin (I)

Sumber Yodium Makanan hasil laut, telur, susu, garam beryodium, tiram,
dan rumput laut. fungsi Yodium yaitu aktivitas kelenjar tiroid (tiroglobin),
Komponen hormon tiroksin, Komponen hormon triyodotironin. Apabila
kekurangan Yodium dapat mengakibatkan Gondok, Pendengaran berkurang
6. Natrium (Na)
Natrium yang dibutuhkan oleh tubuh setiap hari sebesar 15-20 g. Sumber
Natrium Daging, garam, mentega, dan produk peternakan. Adapun fungsi Natrium
adalah Transmisi saraf, Kontraksi otot, Menjaga tekanan osmotik darah, Sebagai
buffer (dalam bentuk Nakarbonat), Mempertahankan iritabilitas sel otot,
Komponen anorganik cairan ekstra sel. Adapun akibat kekurangan Natrium yaitu
Dehidrasi, Shock, Gangguan pada jantung, Kejang otot, Kelelahan, Suhu tubuh
meningkat. Jika kelebihan natrium akan mengakibatkan gejala hipertensi.
7. Klorin (Cl)
Klorin merupakan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh dalam setiap hari
dengan jumlah 15-20 g. Sumber Klor yang dibutuhkan oleh tubuh berasal Garam,
susu, daging, dan telur. Adapun fungsi Klor yaitu Pembentukan HCl dalam
lambung yang berperan dalam penyerapan Fe dan emulsi lemak, Aktivator enzim,
Bahan ion klorit yang penting untuk transfer CO2 dari darah ke paru-paru,
Memelihara keseimbangan asam basa, elektrolit, dan tekanan osmosis. Apabila
kekurangan klor maka akan mengakibatkan Kontraksi otot abnormal, Hilangnya
rambut dan gigi, Pencernaan terganggu.
8. Kalium (K)
Kalium merupakan mineral yang bersumber dari sayuran, buah-buahan, dan
kecap.

Kaium

berfungsi

untuk

Mengatur

detak

jantung,

Memelihara

keseimbangan air, Transmisi saraf, Memelihara keseimbangan asam basa,


Katalisator, Kontraksi otot, Mengatur sekresi insulin dari pancreas, Memelihara
permeabilitas

membran

sel.

Adapun

akibat

kekurangan

kalium

dapat

mengakibatkan Gangguan jantung, Kontraksi otot terganggu, Pernapasan


terganggu. Apabila kelebihan mneral akan mengakibatkan kelemahan otot dan
terganggunya denyut jantung
9. Tembaga (Cu)
Tembaga merupakan mneral yang berasal dari Padi-padian, polongpolongan, kerang, ginjal, dan hati. Adapun fungsi Tembaga ( Cu ) yaitu
Pembentukan eritrosit dan hemoglobin, Komponen enzim dan protein, Aktivitas
saraf, Sintesis substansi seperti hormone. Akibat Kekurangan Tembaga ( Cu )
adalah Anemia, Gangguan saraf dan tulang.
C. Sifat-Sifat Fisik Mineral
Semua mineral mempunyai susunan kimiawi tertentu dan penyusun atom-atom
yang beraturan, maka setiap jenis mineral mempunyai sifat-sifat fisik/kimia
tersendiri. Dengan mengenal sifat-sifat tersebut maka setiap jenis mineral dapat
dikenal, sekaligus kita mengetahui susunan kimiawinya dalam batas-batas tertentu
(Graha,1987)
Sifat-sifat fisik yang dimaksudkan adalah:
1.

Kilap (luster)

2.

Warna (colour)

3.

Kekerasan (hardness)

4.

Cerat (streak)

5.

Belahan (cleavage)

6.

Pecahan (fracture)

7.

Bentuk (form)

8.

Berat Jenis (specific gravity)

9.

Sifat Dalam

10. Kemagnetan
11. Kelistrikan
12. Daya Lebur Mineral
Kilap
Merupakan kenampakan atau cahaya yang dipantulkan oleh permukaan mineral saat
terkena cahaya .
Kilap ini secara garis besar dapat dibedakan menjadi jenis:
a.

Kilap Logam (metallic luster): bila mineral tersebut mempunyai kilap atau
kilapan seperti logam. Contoh mineral yang mempunyai kilap logam:
o
o
o
o
o
o

b.

Gelena
Pirit
Magnetit
Kalkopirit
Grafit
Hematit

Kilap Bukan Logam (non metallic luster), terbagi atas:

Kilap Intan (adamantin luster), cemerlang seperti intan.


Kilap kaca (viteorus luster), misalnya pada kuarsa dan kalsit.
Kilap Sutera (silky luster), kilat yang menyeruai sutera pada umumnya
terdapat pada mineral yang mempunyai struktur serat, misalnya pada

asbes, alkanolit, dan gips.


Kilap Damar (resinous luster), memberi kesan seperti damar misalnya
pada spharelit.

Kilap mutiara (pearly luster), kilat seperti lemak atau sabun, misalnya
pada serpentin,opal dan nepelin.

Kilap tanah, kilat suram seperti tanah lempung misalnya pada kaolin,
bouxit dan limonit.

Kilap mineral sangat penting untuk diketahui, karena sifat fisiknya ini dapat dipakai
dalam menentukan mineral secara megaskopis. Untuk itu perlu dibiasakan
membedakan kilap mineral satu dengan yang lainnya, walaupun kadang-kadang akan
dijumpai kesulitan karena batas kilap yang satu dengan yang lainnya tidak begitu
tegas.
Warna
Warna mineral merupakan kenampakan langsung yang dapat dilihat, akan
tetapi tidak dapat diandalkan dalam pemerian mineral karena suatu mineral dapat
berwarna lebih dari satu warna, tergantung keanekaragaman komposisi kimia dan
pengotoran padanya. Sebagai contoh, kuarsa dapat berwarna putih susu, ungu, coklat
kehitaman atau tidak berwarna. Walau demikian ada beberapa mineral yang
mempunyai warna khas, seperti:

Putih

: Kaolin (Al2O3.2SiO2.2H2O), Gypsum (CaSO4.H2O), Milky

Kwartz (Kuarsa Susu) (SiO2)

Kuning

: Belerang (S)

Emas

: Pirit (FeS2), Kalkopirit (CuFeS2), Ema (Au)

Hijau

Klorit ((Mg.Fe)5 Al(AlSiO3O10) (OH)), Malasit (Cu

CO3Cu(OH)2)

Biru

: Azurit (2CuCO3Cu(OH)2), Beril (Be3Al2 (Si6O18))

Merah

: Jasper, Hematit (Fe2O3)

Coklat

: Garnet, Limonite (Fe2O3)

Abu-abu

: Galena (PbS)

Hitam

: Biotit (K2(MgFe)2(OH)2(AlSi3O10)), Grafit (C), Augit

Kekerasan
Adalah ketahanan mineral terhadap suatu goresan. Kekerasan nisbi suatu
mineral dapat membandingkan suatu mineral terentu yang dipakai sebagai kekerasan
yang standard. Mineral yang mempunyai kekerasan yang lebih kecil akan
mempunyai bekas dan badan mineral tersebut. Standar kekerasan yang biasa dipakai
adalah skala kekerasan yang dibuat oleh Friedrich Mohs dari Jeman dan dikenal
sebagai skala Mohs. Skala Mohs mempunyai 10 skala, dimulai dari skala 1 untuk
mineral terlunak sampai skala 10 untuk mineral terkeras .
Skala Kekerasan Mohs

Skala Kekerasan

Mineral

Rumus Kimia

Talc

H2Mg3 (SiO3)4

Gypsum

CaSO4. 2H2O

Calcite

CaCO3

Fluorite

CaF2

Apatite

CaF2Ca3 (PO4)2

Orthoklase

K Al Si3 O8

Quartz

SiO2

Topaz

Al2SiO3O8

Corundum

Al2O3

10

Diamond

Sebagai perbandingan dari skala tersebut di atas maka di bawah ini diberikan
kekerasan dari alat penguji standar :

Alat Penguji

Derajat

Kekerasan

Mohs
Kuku manusia

2,5

Kawat Tembaga

Paku

5,5

Pecahan Kaca

5,5 6

Pisau Baja

5,5 6

Kikir Baja

6,5 7

Kuarsa

Cerat
Cerat adalah warna mineral dalam bentuk hancuran (serbuk). Hal ini dapat
dapat diperoleh apabila mineral digoreskan pada bagian kasar suatu keping porselin
atau membubuk suatu mineral kemudian dilihat warna dari bubukan tersebut. Cerat
dapat sama dengan warna asli mineral, dapat pula berbeda. Warna cerat untuk
mineral tertentu umumnya tetap walaupun warna mineralnya berubah-ubah.
Contohnya :

Pirit : Berwarna keemasan namun jika digoreskan pada plat porselin akan
meninggalkan jejak berwarna hitam.

Hematit : Berwarna merah namun bila digoreskan pada plat porselin akan
meninggalkan jejak berwarna merah kecoklatan.

Augite : Ceratnya abu-abu kehijauan

Biotite : Ceratnya tidak berwarna

Orthoklase : Ceratnya putih


Warna serbuk, lebih khas dibandingkan dengan warna mineral secara

keseluruhan, sehingga dapat dipergunakan untuk mengidentifikasi mineral (Sapiie,


2006).
Belahan
Balahan merupakan kecenderungan mineral untuk membelah diri pada satu
atau lebih arah tertentu. Belahan merupakan salah satu sifat fisik mineral yang
mampu membelah yang oleh sini adalah bila mineral kita pukul dan tidak hancur,
tetapi terbelah-belah menjadi bidang belahan yang licin. Tidak semua mineral
mempunyai sifa ini, sehingga dapat dipakai istilah seperti mudah terbakar dan sukar
dibelah atau tidak dapa dibelah. Tenaga pengikat atom di dalam di dalam sruktur
kritsal tidak seragam ke segala arah, oleh sebab itu bila terdapat ikatan yang lemah
melalui suatu bidang, maka mineral akan cenderung membelah melalui suatu bidang,
maka mineral akan cenderung membelah melalui bidang-bidang tersebut. Karena
keteraturan sifat dalam mineral, maka belahan akan nampak berjajar dan teratur
(Danisworo, 1994).
Contoh mineral yang mudah membelah adalah kalsit yang mempunyai tiga arah
belahan sedang kuarsa tidak mempunyai belahan. Berikut contoh mineralnya:
a. Belahan satu arah, contoh : muscovite.
b. Belahan dua arah, contoh : feldspar.

c. Belahan tiga arah, contoh

: halit dan kalsit.

Pecahan
Pecahan adalah kecenderungan mineral untuk terpisah-pisah dalam arah yang
tidak teratur apabila mineral dikenai gaya. Perbedaan pecahan dengan belahan dapat
dilihat dari sifat permukaan mineral apabila memantulkan sinar. Permukaan bidang
belah akan nampak halus dan dapat memantulkan sinar seperti cermin datar, sedang
bidang pecahan memantulkan sinar ke segala arah dengan tidak teratur (Danisworo,
1994).
Pecahan mineral ada beberapa macam, yaitu:

Concoidal: bila memperhatikan gelombang yang melengkung di permukaan


pecahan, seperti kenampakan kulit kerang atau pecahan botol. Contoh Kuarsa.

Splintery/fibrous: Bila menunjukkan gejala seperti serat, misalnya asbestos, augit,


hipersten

Even: Bila pecahan tersebut menunjukkan permukaan bidang pecahan halus,


contoh pada kelompok mineral lempung. Contoh Limonit.

Uneven: Bila pecahan tersebut menunjukkan permukaan bidang pecahan yang


kasar, contoh: magnetit, hematite, kalkopirite, garnet.

Hackly: Bila pecahan tersebut menunjukkan permukaan kasar tidak teratur dan
runcing-runcing. Contoh pada native elemen emas dan perak.

Bentuk
Mineral ada yang berbentuk kristal, mempunyai bentuk teratur yang
dikendalikan oleh system kristalnya, dan ada pula yang tidak. Mineral yang
membentuk kristal disebut mineral kristalin. Mineral kristalin sering mempunyai
bangun yang khas disebut amorf (Danisworo, 1994).

Mineral kristalin sering mempunyai bangun yang khas, misalnya:


a.

Bangun kubus

: galena, pirit.

b.

Bangun pimatik

: piroksen, ampibole.

c.

Bangun doecahedon

Mineral amorf misalnya

: garnet
: chert, flint.

Kristal dengan bentuk panjang dijumpai. Karena pertumbuhan kristal sering


mengalami gangguan. Kebiasaan mengkristal suatu mineral yang disesuaikan dengan
kondisi sekelilingnya mengakibatkan terjadinya bentuk-bentuk kristal yang khas,
baik yang berdiri sendiri maupun di dalam kelompok-kelompok. Kelompok tersebut
disebut agregasi mineral dan dapat dibedakan dalam struktur sebagai berikut:

Struktur granular atau struktur butiran yang terdiri dari butiran-butiran mineral
yang mempunyai dimensi sama, isometrik. Dalam hal ini berdasarkan ukuran
butirnya dapat dibedakan menjadi kriptokristalin/penerokristalin (mineral dapat
dilihat dengan mata biasa). Bila kelompok kristal berukuran butir sebesar gula
pasir, disebut mempunyai sakaroidal.

Struktur kolom: terdiri dari prisma panjang-panjang dan ramping. Bila prisma
tersebut begitu memanjang, dan halus dikatakan mempunyai struktur fibrous atau
struktur berserat. Selanjutnya struktur kolom dapat dibedakan lagi menjadi:
struktur jarring-jaring (retikuler), struktur bintang (stelated) dan radier.

Struktur Lembaran atau lameler, terdiri dari lembaran-lembaran. Bila individuindividu mineral pipih disebut struktur tabuler,contoh mika. Struktur lembaran
dibedakan menjadi struktur konsentris, foliasi.

Sturktur imitasi : kelompok mineral mempunyai kemiripan bentuk dengan benda


lain. Mineral-mineral ini dapat berdiri sendiri atau berkelompok.

Bentuk kristal mencerminkan struktur dalam sehingga dapat dipergunakan untuk


pemerian atau pengidentifikasian mineral (Sapiie, 2006).
Berat Jenis
Adalah perbandingan antara berat mineral dengan volume mineral. Cara yang
umum untuk menentukan berat jenis yaitu dengan menimbang mineral tersebut
terlebih dahulu, misalnya beratnya x gram. Kemudian mineral ditimbang lagi dalam
keadaan di dalam air, misalnya beratnya y gram. Berat terhitung dalam keadaan di
dalam air adalah berat miberal dikurangi dengan berat air yang volumenya sama
dengan volume butir mineral tersebut.

Sifat Dalam
Adalah sifat mineral apabila kita berusaha untuk mematahkan, memotong,
menghancurkan, membengkokkan atau mengiris. Yang termasuk sifat ini
adalah

Rapuh (brittle): mudah hancur tapi bias dipotong-potong, contoh kwarsa,


orthoklas, kalsit, pirit.

Mudah ditempa (malleable): dapat ditempa menjadi lapisan tipis, seperti emas,
tembaga.

Dapat diiris (secitile): dapat diiris dengan pisau, hasil irisan rapuh, contoh
gypsum.

Fleksible: mineral berupa lapisan tipis, dapat dibengkokkan tanpa patah dan
sesudah bengkok tidak dapat kembali seperti semula. Contoh mineral talk,
selenit.

Blastik: mineral berupa lapisan tipis dapat dibengkokkan tanpa menjadi patah dan
dapat kembali seperti semula bila kita henikan tekanannya, contoh: muskovit.
Kemagnitan
Adalah sifat mineral terhadap gaya magnet. Diatakan sebagai feromagnetic bila
mineral dengan mudah tertarik gaya magnet seperti magnetik, phirhotit. Mineralmineral yang menolak gaya magnet disebut diamagnetic, dan yang tertarik lemah
yaitu paramagnetic. Untuk melihat apakah mineral mempunyai sifat magnetik atau
tidak kita gantungkan pada seutas tali/benang sebuah magnet, dengan sedikit demi
sedikit mineral kita dekatkan pada magnet tersebut. Bila benang bergerak mendekati
berarti mineral tersebut magnetik. Kuat tidaknya bias kita lihat dari besar kecilnya
sudut yang dibuat dengan benang tersebut dengan garis vertical.
Kelistrikan
Adalah sifat listrik mineral dapat dipisahkan menjadi dua, yaitu pengantar arus
atau londuktor dan idak menghantarkan arus disebut non konduktor. Dan ada lagi
istilah semikonduktor yaitu mineral yang bersifat sebagai konduktor dalam batasbatas tertentu.

Daya lebur mineral


Yaitu meleburnya mineral apabila dipanaskan, penyelidikannya dilakukan
dengan membakar bubuk mineral dalam api. Daya leburnya dinyatakan dalam derajat
keleburan.

D. Peranan Kalsium bagi Tubuh


1. Perjalanan Kalsium di Dalam Tubuh
Untuk bisa diserap oleh tubuh, kalsium harus berbentuk cair. Namun, jangan
khawatir jika Anda biasa mengkonsumsi kalsium dalam bentuk padat. Adanya asam
pada lambung akan mengubah bentuk kalsium padat menjadi cair. Setelah itu,
barulah perjalanan kalsium di tubuh dimulai.
Dari lambung, kalsium akan diserap oleh usus. Setelah itu, apabila kalsium
tersedia di dalam jumlah yang banyak, kalsium akan langsung diedarkan ke
pembuluh darah melalui proses difusi. Namun, apabila jumlah kalsium yang tersedia
hanya sedikit maka metabolisme kalsium akan dilakukan melalui proses transport
aktif. Di dalam proses transport aktif, kalsium harus dibantu oleh vitamin D. Itulah
mengapa kita memerlukan vitamin D untuk kesehatan tulang.
Nah, melalui aliran cairan tubuh termasuk aliran darah, kalsium akan dibawa
untuk disimpan di tulang. Tetapi, perjalanan ini belum berakhir karena kalsium masih
dapat terlepas lagi dari tulang. Proses ini sebenarnya terjadi secara alami, namun
proses ini juga perlu diantisipasi agar kalsium yang tersusun harus seimbang dengan
kalsium yang terlepas dari tulang. Mengapa? Karena bila yang tersusun lebih sedikit
dari yang terlepas, maka tulang akan dapat mengalami kerapuhan, mudah patah, dan
tingkat

yang

lebih

parah

lagi

yakni

osteoporosis.

Grosvenor, M.B and Smolin, L.A. 2002. Nutrition: From Science to Life. Harcourt
College Publishers.
2. Tidak Hanya Buat Tulang
Proses penyusunan dan pelepasan kalsium dari tulang ternyata tidak
berlangsung sesederhana yang kita bayangkan. Layaknya lalu lintas dengan polisi
yang mengatur lalu lalangnya kendaraan, demikian pula dengan lalu lintas dari
kalsium di peredaran darah kita. Yang bertindak sebagai polisi dalam mengatur
kalsium adalah dua macam hormon pengatur kadar kalsium dalam darah, yaitu
hormon PTH (Parathyroid Hormone) dan Calcitonin.

Apabila tingkat kadar kalsium dalam darah terlalu rendah, hormon PTH akan
dilepaskan. Hormon PTH ini akan memicu pelepasan kalsium dari tulang ke aliran
darah. Sebaliknya, apabila tingkat kadar kalsium dalam darah terlalu tinggi, kerja
hormon PTH akan dihentikan dan digantikan dengan calcitonin. Hormon calcitonin
bekerja berlawanan dengan PTH, yakni menghambat terjadinya pelepasan kalsium
dari tulang ke darah.
Kadar kalsium di dalam darah itu penting karena kalsium juga memiliki
peranan penting dalam pengaturan tekanan darah dengan cara membantu kontraksi
otot-otot pada dinding pembuluh darah serta memberi sinyal untuk pelepasan
hormon-hormon yang berperan dalam pengaturan tekanan darah.
3. Kondisi Fisiologi Mempengaruhi
Seiring dengan proses penuaan, tingkat penyerapan kalsium pada tubuh
manusia akan menurun. Hal ini disebabkan karena produksi asam lambung untuk
melarutkan kalsium ikut berkurang. Padahal, asam lambung ini sangat berperan
untuk melarutkan kalsium agar bisa diserap. Pada wanita, peredaran kalsium dapat
terjadi lebih ekstrim pada saat kehamilan dan menyusui. Bayi manusia yang baru
lahir mengandung 25 gr kalsium, dan selama 6 bulan masa menyusui sebanyak 50
gram kalsium disalurkan dari sang Ibu ke bayi.
Selain itu, wanita yang mencapai masa menopause cenderung mengalami
pengurangan penyerapan kalsium sebanyak 20-25%, yang tak lain disebabkan
pengurangan hormon estrogen pada tubuh mereka secara alami. Hormon khusus pada
kaum wanita ini secara langsung menstimulasi penyerapan kalsium oleh usus dan
pencernaan.
4. Berapa Banyak Sebaiknya?
Bagi Anda yang berusia di bawah 50 tahun, tubuh Anda tidak dapat menyerap
lebih dari 500 mg kalsium pada satu kali konsumsi. Jadi, apabila Anda hendak
mengkonsumsi 1000 mg kalsium untuk 1 hari, konsumsilah secara terpisah sebanyak

2 kali di waktu yang berbeda pada hari tersebut. Lalu bagaimana bila kita
mengkonsumsi kalsium melebihi batas tersebut? Kalsium tersebut akan dilepaskan
keluar dari tubuh kita lewat air urine, feces, dan keringat. Dibandingkan dengan
makhluk hidup lain, kadar kalsium yang terkandung pada urine manusia merupakan
yang paling tinggi.
Beberapa klaim penyakit akibat kelebihan kalsium memang sering disebutkan,
seperti kalsifikasi (pengapuran), hypercalcemia (kadar kalsium yang berlebihan pada
darah), kerusakan ginjal, penurunan penyerapan mineral yang lain selain kalsium,
dan kanker prostat.
Namun, jangan terlalu khawatir mengenai hal ini karena yang sering terjadi di
masyarakat kita justru sebaliknya. Batas maksimal dari asupan kalsium per hari bagi
manusia dari usia 1 tahun ke atas adalah dari 2500 mg per hari. Batas ini jauh dari
rata-rata

konsumsi

kalsium

masyarakat

Indonesia,

yang

rata-rata

hanya

mengkonsumsi 254 mg kalsium tiap harinya.


5. Kapan Sebaiknya Mengkonsumsi Kalsium?
Masih ingat pesan Ibu untuk minum susu tiap pagi sebelum berangkat sekolah
dan satu kali lagi di malam sebelum tidur? Beberapa pendapat memang mengatakan
bahwa penyerapan kalsium terjadi lebih bagus di malam hari, dan sebaliknya di pagi
hari. Tetapi sebenarnya tidak masalah kapan sebaiknya Anda minum susu atau
mengkonsumsi kalsium, baik itu pagi atau malam. Suatu penelitian di Finlandia
membuktikan hal ini.
Dalam penelitian tersebut, dilakukan pemberian suplemen kalsium dengan
dosis yang sama pada 30 orang subyek wanita sebanyak satu kali di pagi hari pukul
09:00 dan di periode berikutnya sebanyak satu kali di malam hari pukul 21.00. Setiap
2 jam selama 10 jam jumlah hormon PTH dalam darah dan kadar kalsium pada urine
tiap subyek dianalisa jumlahnya setelah pengkonsumsian kalsium pada kedua waktu
tersebut. Dan hasilnya kadar kalsium pada urine yang dikeluarkan di kedua waktu
jumlahnya tidak berbeda nyata alias sama, begitu pula dengan jumlah hormon PTH

dalam darah. Dengan kata lain, tidak masalah kapanpun Anda mengkonsumsi
kalsium.

E. Efek Kelebihan dan Kekurangan Mineral


Kelebihan satu mineral dalam tubuh juga dapat berpengaruh pada metabolisme tubuh
yaitu sebagai berikut :
1. Ca : mengkonsumsi kalsium dosis tinggi dapat menyebabkan nyeri lambung dan
diare
2. Mg : dapat mengakibatkan diare
3. Na : meningkatkan tekanan darah tinggi dan beresiko terhadap stroke dan
serangan jantung
4. P : nyeri lambung dan jika konsumsi dosis tinggi dalam waktu lama dapat
menurunkan jumlah kalsium dalam tubuh sehingga tulang lebih beresiko terhadapa fraktur.
5. Kalium : menyebabkan nyeri lambung, mual dan diare
6. Fe : konstipasi, mual dan nyeri lambung.
7. Boron : mengurangi fertilitas pada pria dan boron banyak terdapat pada sayuran
dan kacang-kacangan
8. Cobalt : berpengaruh pada jantung dan berpengaruh menurunkan fertilitas pada
pria
9. Tembaga : menyebabkan nyeri lambung dan diare. Jika dikonsumsi lebih lama
akan mengakibatkan kerusakan hati dan ginjal.
Kekurangan mineral ini jarang terjadi jika kita mengkonsumsi makanan yang
bervariasi.
Akibat Kekurangan Mineral :
Kekurangan natrium : gangguan jantung dan ginjal, lelah, kejang otot.

Kekurangan kalium : lemah otot, gangguan pernapasan &denyut jantung


Kekurangan kalsium : pembekuan darah lambat, tulang dan gigi rapuh,pertumbuhan lambat,
kejang otot
Kekurangan fosfor : tulang dan gigi rapuh, hilang napsu makan, rakhitis,lesu, sakit tulang
Kekurangan magnesium : gangguan mental, emosi dan otot, hilang kontrolotot, kerusakan
jantung dan ginjal
Kekurangan klor : rambut dan gigi hilang, gangguan pencernaan, lesu.
Kekurangan zat besi : anemia, lesu, pusing, pucat pada kulit
Kekurangan yodium : penyakit gondok, pada anak terjadi kemunduranfisik dan mental
Kekurangan seng : pertumbuhan terhambat, penyembuhan luka lambat,kurang tajam terhadap
bau dan rasa, kerdil, anemia
Kekurangan fluor : kerusakan gigi yang berlebihan
Kekurangan tembaga : anemia, gangguan saraf dan tulang, luka-luka pada kulit

Peningkatan peluang pilek dan flu

Pertumbuhan terhambat dan tulang rapuh

Tekanan darah tinggi

Depresi dan kecemasan

Anemia

Sakit otot dan osteoporosis

Masalah pencernaan (seperti sakit maag, sembelit, mual atau diare)

https://ptbudie.wordpress.com/2010/12/23/sifat-sifat-fisikmineral/