Anda di halaman 1dari 21

Laporan Kasus

GAMBARAN RADIOLOGI PPOK


(PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF
KRONIK)
Oleh:
Indri A.P. Lombogia
Simone P.M. Sumampouw
Maria Y. Lihawa
Patricia Tatukude
Novitasari Mangayun
Quincy Rompas

Pendahuluan
Kemajuan teknologi Perkembangan Ilmu

kedokteran
Radiologi penemuan sinar-X oleh William
Congrat Roentgen
Pemanfaatan radiasi tindakan

radiodiagnostik, radioterapi dan kedokteran


nuklir

Tinjauan Pustaka
A. Gambaran Radiologi Paru-Paru Normal

Gambar 1. Radioanatomy of the Lungs

Gambar 2. proyeksi lateral Paru-paru

Gambar 3. perbandingan Foto thorax PA saat Inspirasi dan Ekspirasi

Saat inspirasi udara masuk ke dalam paru

paru gambaran diafragma yang


mendatar/rendah (ketinggiannya adalah
sebesar/ sejajar costae 10)

Saat ekspirasi adalah saat dimana udara keluar

dari paru paru gambaran diafragma yang


melengkung (ketinggiannya kurang dari
costae 10).

B. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)

Definisi
PPOK adalah penyakit paru kronik yang
ditandai oleh hambatan aliran udara di saluran
napas yang bersifat progressif nonreversibel atau
reversibel parsial. PPOK terdiri dari bronkitis
kronik dan emfisema atau gabungan keduanya.

Faktor resiko :
- kebiasaan merokok
- Riwayat terpajan polusi udara di lingkungan
dan tempat kerja
- Hipereaktivitas bronkus
- Riwayat infeksi saluran napas bawah
berulang
- Defisiensi antitripsin alfa - 1, umumnya
jarang terdapat di Indonesia

Patogenesis

Diagnosis
Diagnosis PPOK di tegakkan berdasarkan :
a. Gambaran klinis
1. Anamnesis:
- Keluhan
- Riwayat penyakit
Faktor predisposisi
b. Pemeriksaan fisik
c. Pemeriksaan penunjang:
1. Pemeriksaan rutin ( spirometri)
2. Pemeriksaan khusus (X- foto thorax, CT-Scan)

Diagnosis Banding
Asma
Pneumotoraks
Gagal Jantung Kronik
Penyakit paru dengan obstruksi saluran

napas lain misal : bronkiektasis, destroyed


lung.

C. Gambaran Radiologis Pada Emfisema

Gambar 4. Gambaran Radiologis Emfisema ( X Foto Toraks Proyeksi AP )

Foto toraks proyeksi AP emfisema gambaran


pembesaran paru paru dan inflasi yang meningkat
( hyperinflated ).
Tanda- tanda hiperinflasi:
Diafragma yang datar dan rendah (flattened
hemidiaphragms)
Diafragma yang rendah paling baik ditentukan oleh
proyeksi lateral dada
Gambaran hiperlusen pada lapangan paru.
Peningkatan diameter Antero Posterior (AP )
Peningkatan jumlah udara retrosternal
Vertical heart

Gambar 7. Perbandingan skematik gambaran radiologis (PA)


paru normal dan emfisema

Gambar 5. Gambaran Hiperinflasi Paru

Gambar 6. Proyeksi PA ( Gambaran Bleb Wall)

D. Gambaran Radiologis pada Bronkitis


Kronik

Gambar 8.Penebalan dinding bronkial di daerah perihilar

Gambaran radiologi bronchitis kronik dapat

tidak spesifik:
penebalan dinding bronkial & pembuluh
membesar.

E. Gambaran CT Scan Pada Penyakit Paru


Obstruktif Kronik (PPOK)

Gambar 9. CT Scan Paru paru menggambarkan densitas yang tidak homogen pada
penderita PPOK

Bronkitis kronik penebalan dinding


bronkial dan pelebaran arteri di paru.
Inflamasi berulang jaringan parut dengan
bronkovaskuler yang irreguler + fibrosis.
Emfisema dekstruksi septum alveolar dan
pembesaran airspace.