Anda di halaman 1dari 47

ANATOMI VETERINER

Anatomi, secara harfiah berasal dari kata Yunani ANATEM yang mempunyai arti sebagai
membuka dengan jalan mengiris, atau menguraikan
ilmu pengetahuan bentuk dan susunan dalam dari tubuhArtian ilmiah : ilmu urai
KEDUDUKAN ILMU ANATOMI
PEMBAGIAN ANATOMI
Pembagian anatomi seiring dengan perkembangan mikroskop :
Makroskopi anatomi
Mikroskopi anatomi
PEMBAGIAN ANATOMI
Menurut jenis makhluk yang menjadi obyek studi :
Anatomi khusus mempelajari terbatas pada satu jenis makhluk saja. (kinotomy,hippotomy)
mempelajari sekaligus dengan titik berat membandingkan antara makhluk hidup satu dg
lainnyaAnatomi perbandingan
PEMBAGIAN ANATOMI
Pendekatan pembelajaran anatomi , dg 3 cara :
kumpulan alat tubuh dgn asal,bentuk,susunan, nAnatomi sistematik fungsi yg sama, ex :
osteologi, syndesmologi, myologi, angiologi, neurologi, splanchnologi
PEMBAGIAN ANATOMI
Lanjutan ..
mempelajari daerah atau kawasan tertentu (letak suatu organ terhadap organ tubuh yang
lain)Anatomi topografik
dikaitkan dengan kebutuhan praktis.Anatomi gunalaksana
KEPENTINGAN BELAJAR ANATOMI VETERINER
Beberapa fungsi dasar belajar anatomi beserta gambar:
- radiografi/membaca hasil foto rontgen
- Menentukan diagnosa penyakit
- Menentukan model penyembuhan kasus tulang, khususny fraktur,dll.
PERISTILAHAN ANATOMI
Berdasarkan Nomina Anatomica Veterinaria thn 1972
Beberapa istilah latin anatomi yang biasa digunakan :
- Ventral = menuju arah perut, bawah (venter=perut)
- Dorsal = menuju arah punggung, atas (dorsum=punggung)
- Anal = menuju ke arah anus, belakang (anus = dubur)
- Median = bidang tengah tubuh,memisahkan tubuh menjadi dua bagian yang simetris
PERISTILAHAN ANATOMI
- Medial = mendekati bidang median tubuh (dalam, tengah)

- Lateral = menjauhi bidang median tubuh (luar)


- Sagittal = sejajar dengan median, tetapi di luar bidang median
- Cranial = menuju arah kepala (cranium = tengkorak)
- Caudal = menuju arah ekor (cauda = ekor)
PERISTILAHAN ANATOMI
- Aboral = menjauhi arah mulut
- Nuchal = menuju tengkuk
- Longitudinal = memanjang, sejajar dengan bidang median
- Horizontal = tegak lurus bidang median, sejajar poros tubuh
- Transversal = tegak lurus bidang median, memotong poros tubuh
- Oblique = miring, menyilang
GAMBARAN BERBAGAI ISTILAH ANATOMI
PERISTILAHAN ANATOMI
- Rostral = menuju ke arah hidung atau rostrum
- Proximal = menuju arah mulut (utk anggota gerak)
- Distal = menjauhi tubuh, ke bawah (anggota gerak)
- Plantar = Sisi belakang kaki belakang
- Palmar = sisi belakang kaki depan
- Ulnar = sisi luar kaki depan
- Radial = sisi dalam kaki depan
GAMBARAN BERBAGAI ISTILAH ANATOMI
PERISTILAHAN ANATOMI
- Fibular = sisi luar kaki belakang
- Tibial = sisi dalam kaki belakang
- Superficial = permukaan
- Profunda = lebih ke dalam
- Dexter = kanan
- Sinister = kiri
PERISTILAHAN ANATOMI
PERISTILAHAN ANATOMI
- Dia = pemisah
- Hypo = di bawah
- Hiper = di atas
- Epi = di atas (tutup)
PERISTILAHAN ANATOMI
Penyebutan sifat :
- Magnus = besar

- Brevis = kecil
- Supra = atas, lebih atas
- Infra = bawah, lebih bawah
- Dorum = keras
- Molle = lunak
PERISTILAHAN ANATOMI
- Grisea = abu-abu
- Lutea = kuning
- Alba = putih
- Nigra = hitam
- Flava = kuning
- Rubra = merah
PERISTILAHAN ANATOMI
Sebutan Bentukan / bangunan :
- Incissura = irisan
- Foramen = lubang
- Processus = taju
- Tuber = benjolan
- Facies = muka, permukaan, wajah
- Fovea = lekuk yang bulat
- Fascia = lembaran, balut, selaput otot
OSSA LONGA (istilah anatomi)
PERISTILAHAN ANATOMI
- Sulcus = lekuk, alur
- Canalis = saluran, pipa
- Cavum = rongga
- Caverna = rongga (jamak)
- Caput = kepala
- Collum = leher
- Spina = duri
- Crista = bingkai / tepian tajam
- Sinus = lengkung, rongga kecil, serambi
- Fissura = celah, robekan
- Foramina = lubang (jamak)
- Spatium = celah, jarak antara dua bagian
- Inter = di antara
- Intra = di dalam

- Arcus = seperti busur


- Linea = garis
Gambaran radiologi
Terima kasih

Gambaran anatomis dari otot manusia.


Anatomi (berasal dari bahasa Yunani anatomia, dari anatemnein, yang
berarti memotong) adalah cabang dari biologi yang berhubungan dengan struktur dan organisasi
dari makhluk hidup. Terdapat juga anatomi hewan atau zootomi dan anatomi tumbuhan atau
fitotomi. Beberapa cabang ilmu anatomi adalah anatomi perbandingan, histologi, dan anatomi
manusia.

Anatomi hewan
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Anatomi hewan

Anatomi hewan juga disebut sebagai anatomi perbandingan atau morfologi hewan jika
mempelajari struktur berbagai hewan, dan disebut anatomi khusus jika hanya mempelajari satu
jenis hewan saja.

Anatomi manusia
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Anatomi manusia

Gambaran anatomi dari tahun 1728

Dilihat dari sudut kegunaan, bagian paling penting dari anatomi khusus adalah yang mempelajari
tentang manusia dengan berbagai macam pendekatan yang berbeda. Dari sudut medis, anatomi
terdiri dari berbagai pengetahuan tentang bentuk, letak, ukuran, dan hubungan berbagai struktur
dari tubuh manusia sehat sehingga sering disebut sebagai anatomi deskriptif atau topografis.
Kerumitan tubuh manusia menyebabkan hanya ada sedikit ahli anatomi manusia profesional
yang benar-benar menguasai bidang ilmu ini; sebagian besar memiliki spesialisasi di bagian
tertentu seperti otak atau bagian dalam.
Anatomi topografi harus dipelajari dengan pembedahan dan pemeriksaan berulang kali pada
tubuh manusia yang telah meninggal (kadaver) Anatomi bukan sekedar ilmu biasa, namun harus
benar-benar mempunyai keakuratan yang tinggi karena dapat digunakan dalam situasi yang
darurat. Patologi anatomi adalah ilmu mengenai organ yang memiliki kelainan dan dalam
keadaan sakit. Ilmu ini diterapkan untuk berbagai tujuan seperti bedah dan ginekologi.

Pengertian Anatomi Fisiologi

Anatomi adalah Ilmu yang mempelajari susunan / struktur dari tubuh manusia dan hubungan

antara bagian yang satu dengan bagian yang lainnya , anatomi juga mempunyai pengertian urai
dari tubuh manusia,
ana = bagian
tomi = memotong
Fisiologi adalah ilmu yang mempelajari fungsi dari tubuh manusia dalam keadaan normal,
keterangan fungsi dari tubuh manusia dijabarkan dalam fungsi setiap organ dari fungsi masing
masing sistem dalam tubuh manusia dalam keadaan normal.
Anatomi dan fisiologi ini hubungannya sangat erat sekali, tidak bisa dipisah pisahkan ,
ex : ada kelainan di dari susunan / struktur suatu organ maka fungsi dari organ tadi akan
terganggu.
ex : organ paru paru ( pulmo ) organ paru paru yang terkena penyakit TBC akan mengalami
kerusakan baik sel selnya,
jaringan jaringannya sehingga fungsi dari paru paru dalam proses pernafasan mengalami
gangguan , sehingga kita bisa mendeteksi / mengetahui pasien tersebut mengalami sesak nafas,
nyeri waktu bernafas, batuk batuk mengeluarkan darah.

Pengertian Anatomi
Pada artikel biologi kali ini kita akan membahas mengenai pengertian anatomi atau definisinya.
Menurut wikipedia, anatomi berasal dari kata bahasa yunani yaitu anatomia, dari kata
anatemnein

anatomi tubuh manusia

Kata anatemnein sendiri gabungan dari dua kata yaitu ana yang berarti atas dan tomien
yang berarti memotong. jadi bisa diartikan bahwa Anatomi berarti memotong dan
mengangkat tubuh bagian makhluk hidup ke atas untuk mengetahui dan menyelidiki
bagian yang ada di dalamnya. Anatomi adalah ilmu yang mempelajari tentang nama
bagian tubuh dan susunan bagian tubuh itu dari bagian yang satu dengan yang lain.
Ilmu anatomi dapat dibagi menjadi beberapa cabang, yaitu ilmu urai, morphologi,
Zootomi, dan phytotomi. Berikut ini penjelasannya masing-masing :

Ilmu urai adalah ilmu yang memisahkan bagian tubuh makhluk hidup.
Morphologi adalah ilmu yang mempelajari bagian bentuk bangunan makhluk hidup.
Zootomi adalah anatomi hewan dan
Phytotomi adalah anatomi tumbuh-tumbuhan.

Cara mempelajari ilmu anatomi :

Untuk mempelajari anatomi kita bisa menggunakan dua metode yaitu : dengan cara makroskopis
atau dengan mata telanjang, dan secara mikroskopis yaitu dengan bantuan alat mikroskop.
dengan bantuan mikroskop kita bisa mengetahui mulai dari jaringan sampai tingkat sel.
Berdasarkan titik berat untuk mempelajari anatomi, maka anatomi dibagi menjadi 7 cabang ilmu,
yaitu ertologie, hystologie, osteologie, arthrologie, myologie, neurologie, antropologie. berikut
ini akan dijelaskan satu persatu.
1. ertologie merupakan ilmu yang mempelajari tentang sel
2. hystologie merupakan ilmu yang mempelajari tentang jaringan
3. osteologie merupakan ilmu yang mempelajari tentang tulang
4. arthrologie merupakan ilmu yang mempelajari tentang persendian
5. myologie merupakan ilmu yang mempelajari tentang otot
6. neurologie merupakan ilmu yang mempelajari tentang syaraf
7. antropologie merupakan ilmu yang mempelajari tentang ukuran organ tubuh
dari tujuh cabang ilmu di atas, osteologi, arthrologie, dan myologie termasuk dalam kinesiologi
(ilmu gerak). Hal ini akan menyangkut tulang (pasif), otot (aktif), gerakan (persendian), sylema
neuro moscullar (syaraf otot).
Anatomi dalam tinjauannya terdiri atas dua unsur pokok, yaitu alat penggerak aktif dan alat
penggerak pasif.
1. Alat penggerak aktif
a. alat dalam : COR (jantung), Pulmo (Paru-paru)
b. otot (muscullus), urat (tendon), jaringan pengikat (ligamen)

2. Alat penggerak pasif


Tulang (os), tulang-tulang (ossa)
Itulah sekilas penjelasan mengenai apa itu pengertian anatomi, semoga dapat menambah ilmu
pengetahuan kamu.
PENGERTIAN ANATOMI
Anatomi (berasal dari bahasa Yunani anatomia, dari
anatemnein, yang berarti memotong) adalah cabang dari biologi yang berhubungan
dengan struktur dan organisasi dari makhluk hidup. Terdapat juga anatomi hewan
atau zootomi dan anatomi tumbuhan atau fitotomi. Beberapa cabang ilmu anatomi
adalah anatomi perbandingan, histologi, dan anatomi manusia.
Daftar isi
[sembunyikan]
*
*
*
*
*

1
2
3
4
5

Anatomi hewan
Anatomi manusia
Anatomi modern
Lihat juga
Pranala luar

[sunting] Anatomi hewan


Anatomi hewan juga disebut sebagai anatomi perbandingan atau morfologi hewan
jika mempelajari struktur berbagai hewan, dan disebut anatomi khusus jika hanya
mempelajari satu jenis hewan saja.
[sunting] Anatomi manusia
Dilihat dari sudut kegunaan, bagian paling penting dari anatomi khusus adalah yang
mempelajari tentang manusia dengan berbagai macam pendekatan yang berbeda.
Dari sudut medis, anatomi terdiri dari berbagai pengetahuan tentang bentuk, letak,
ukuran, dan hubungan berbagai struktur dari tubuh manusia sehat sehingga sering
disebut sebagai anatomi deskriptif atau topografis.
Kerumitan tubuh manusia menyebabkan hanya ada sedikit ahli anatomi manusia
profesional yang benar-benar menguasai bidang ilmu ini; sebagian besar memiliki
spesialisasi di bagian tertentu seperti otak atau bagian dalam.
Anatomi topografi harus dipelajari dengan pembedahan dan pemeriksaan berulang
kali pada tubuh manusia yang telah meninggal (kadaver).

Anatomi bukan sekedar ilmu biasa, namun harus benar-benar mempunyai


keakuratan yang tinggi karena dapat digunakan dalam situasi yang darurat.
Patologi anatomi adalah ilmu mengenai organ yang memiliki kelainan dan dalam
keadaan sakit. Ilmu ini diterapkan untuk berbagai tujuan seperti bedah dan
ginekologi.
[sunting] Anatomi modern
Kini anatomi dikenal sebagai ilmu yang disusun sistematis. Setiap bagian anatomis
(seperti saraf, arteri, dan lainnya) dikelompokkan sesuai dengan sistem organnya.
Hal ini bertujuan untuk memudahkan pemahaman bagian tersebut pada ilmu
lainnya seperti fisiologi, bedah, dan patologi.
[sunting] Lihat juga
*
*
*
*
*
*

Istilah lokasi anatomi


Istilah gerakan anatomi
Sejarah anatomi
Istilah bagian anatomi yang berasal dari nama orang
Anatomi manusia
Organ (anatomi)

Cabang-cabang biologi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Cabang-cabang biologi adalah ilmu-ilmu yang dikembangkan dari bidang biologi. Biologi
sendiri adalah ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk makhluk hidup.[1]
Cabang-cabang biologi:
Nama cabang
Anatomi
Agronomi
Andrologi
Algologi
Botani
Bakteriologi

Keterangan
Ilmu yang mempelajari tentang bagian-bagian struktur tubuh dalam makhluk
hidup
Ilmu yang mempelajari tentang tanaman budidaya
Ilmu yang mempelajari tentang macam hormon dan kelainan reproduksi pria
Ilmu yang mempelajari tentang alga/ganggang
ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan
Ilmu yang mempelajari tentang bakteri

Biologi
molekuler

Ilmu yang mempelajari tentang kajian biologi pada tingkat molekul

Ilmu yang mempelajari tentang penggunaan penerapan proses biologi secara


terpadu yang meliputi proses biokimia, mikrobiologi, rekayasa kimia untuk
bahan pangan dan peningkatan kesejahteraan manusia.
Bryologi
ilmu yang mempelajari tentang lumut
ilmu yang mempelajari tentang pohon maupun tumbuhan berkayu lainnya,
Dendrologi
seperti liana
Ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup
Ekologi
dengan lingkungan
Embriologi
Ilmu yang mempelajari tentang perkembangan embrio
Entomologi
Ilmu yang mempelajari tentang serangga
Enzimologi
ilmu yang mempelajari tentang enzim
Ilmu yang mempelajari tentang perubahan struktur tubuh makhluk hidup secara
Evolusi
perlahan-lahan dalam waktu yang lama
Epidemiologi Ilmu yang mempelajari tentang penularan penyakit
Eugenetika
Ilmu yang mempelajari tentang hukum pewarisan sifat
Endokrinologi Ilmu yang mempelajari tentang hormone
Fisiologi
Ilmu yang mempelajari tentang faal/fungsi kerja tubuh
Ilmu yang mempelajari tentang pengobatan terhadap penderita yang mengalami
Fisioterapi
kelumpuhan atau gangguan otot
Farmakologi
Ilmu yang mempelajari tentang obat-obatan
Genetika
ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat
Histologi
Ilmu yang mempelajari tentang jaringan
Hematologi
Ilmu yang mempelajari tentang darah
Higiene
Ilmu yang mempelajari tentang pemeliharaan kesehatan makhluk hidup
Harpetologi
ilmu yang mempelajari reptilia/ular
Imunologi
Ilmu yang mempelajari tentang sistem kekebalan (imun) tubuh
Ichtiologi
Ilmu yang mempelajari tentang ikan
Kardiologi
ilmu yang mempelajari tentang jantung dan pembuluh darah
Karsinologi
Ilmu yang mempelajari tentang crustacean
Klimatologi
Ilmu yang mempelajari tentang iklim
Limnologi
Ilmu yang mempelajari tentang perairan mengalir
Mamologi
ilmu yang mempelajari tentang mammalian
Mikologi
ilmu yang mempelajari tentang jamur
Mikrobiologi Ilmu yang mempelajari tentang mikroorganisme
Malakologi
Ilmu yang mempelajari tentang moluska
Morfologi
Ilmu yang mempelajari tentang bentuk atau ciri luarorganisme
Neurologi
Ilmu yang menangani penyimpangan pada sistem saraf
Nematologi
ilmu yang mempelajari tentang nematode
Organologi
Ilmu yang mempelajari tentang organ
Onkologi
ilmu yang mempelajari tentang kanker dan cara pencegahannya
Onthogeni
Ilmu yang mempelajari tentang perkembangan makhluk hidup dari zigot
Bioteknologi

Ornitologi
Phylogeni
Patologi
Palaentologi
Paleobotani
Paleozoologi
Parasitologi
Protozoologi
Primatologi
Pulmonologi
Radiologi
Rekayasa
Genetika
Sanitasi
Sitologi
Taksonomi
Teratologi
Virologi
zoologi

menjadi dewasa
Ilmu yang mempelajari tentang burung
Ilmu yang mempelajari tentang perkembangan makhluk hidup
Ilmu yang mempelajari tentang penyakit dan pengaruhnya bagi manusia
Ilmu yang mempelajari tentang fosil
ilmu yang mempelajari tumbuhan masa lampau
ilmu yang mempelajari tentang hewan purba
Ilmu yang mempelajari tentang makhluk parasit
Ilmu yang mempelajari tentang Protozoa
ilmu yang mempelajari tentang primate
ilmu yang mempelajari tentang paru-paru
ilmu untuk melihat bagian dalam tubuh manusia menggunakan pancaran atau
radiasi gelombang, baik gelombang elektromagnetik maupun gelombang
mekanik
ilmu yang mempelajari tentang manipulasi sifat genetic
Ilmu yang mempelajari tentang kesehatan lingkungan
Ilmu yang mempelajari tentang sel
Ilmu yang mempelajari tentang penggolongan makhluk hidup
Ilmu yang mempelajari tentang cacat janin dalam kandungan
Ilmu yang mempelajari tentang virus
Ilmu yang mempelajari tentang hewan

Manusia Berdasarkan Cabang Ilmu Anatomi, Fisiologi yang Dikaitkan dengan


Cabang Ilmu Biologi, Biokimia, Fisika dan Mikrobiologi

Bab I Pendahuluan

latar Belakang

Bab II Pembahasan

Pengertian cabang ilmu Biologi


o

anatomi

Fisiologi

Biokmia

Fisika kesehatan

Mikrobiologi

Biologi Reproduksi

Teori sel

Teori Asal Usul kehidupan .

Bab III Penutup

Kesimpulan

Saran .

Daftar Pustaka.
BAB I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Kata Biologi berasal dari bahasa yunani, yaitu bio yang berarti hidup dan logos yang berarti ilmu
pengetahuan.Sehingga dapat diartikan bahwa biologi merupakan ilmu pengetahuan yang
mempelajari dan mengkaji tentang kehidupan.Objek kajian biologi berupa benda-benda yang
dapat ditangkap oleh alat indra manusia dan oleh alat bantu (contohnya mikroskop).
Biologi bukanlah ilmu yang berdiri sendiri, karena biologi juga merupakan cabang dari Ilmu
Pengetahuan Alam (IPA). Layaknya manusia yang saling membantu agar tetap hidup, ilmu
biologi dan ilmu lainnya dapat saling menolong agar menghasilkan pengetahuan yang
bermanfaat bagi kehidupan.
Bukti nyata dari hal ini adalah mikroskop yang menjadi jiwa dari biologi ditemukan berdasarkan
prinsip fisika(cabang ilmu biologi lainnya).Oleh karena itu biologi bukanlah ilmu yang dapat
berdiri sendiri.
.Biologi yang berkembang sesuai ilmu teknologi, menghasilkan ribuan penumuan dalam proses
penelitiannya. Dengan bantuan teknologi ruang lingkup biologi menjadi semakin luas dan
melahirkan banyak cabang untuk memudahkan kita membedakan objek kajian biologi. Beberapa
cabang biologi tersebut adalah anatomi, fisiologi, biologi reproduksi, biokimia, fisika kesehatan,
mikrobiologi dan lain-lain.
Bab II

Pembahasan
2.1 Pengertian cabang ilmu Biologi
2.1.1 Anatomi
Kata anatemnein gabungan dari dua kata yaitu anayang berarti atas dan tomien yang berarti
memotong. jadi bisa diartikan bahwa Anatomi berarti memotong dan mengangkat tubuh bagian
makhluk hidup ke atas untuk mengetahui dan menyelidiki bagian yang ada di dalamnya.
Anatomi adalah ilmu yang mempelajari tentang nama bagian tubuh dan susunan bagian tubuh itu
dari bagian yang satu dengan yang lain.
Ilmu anatomi dapat dibagi menjadi beberapa cabang, yaitu ilmu urai, morphologi,
Zootomi, dan phytotomi. Berikut ini penjelasannya masing-masing :
1. Ilmu urai adalah ilmu yang memisahkan bagian tubuh makhluk hidup
2. Morphologi adalah ilmu yang mempelajari bagian bentuk bangunan
makhluk hidup.
3. Zootomi adalah anatomi hewan dan
4. Phytotomi adalah anatomi tumbuh-tumbuhan.
1. Cara mempelajari ilmu anatomi :

Untuk mempelajari anatomi dapat menggunakan dua metode, yaitu: dengan cara makroskopis
atau dengan mata telanjang, dan secara mikroskopis yaitu dengan bantuan alat mikroskop.
dengan bantuan mikroskop kita bisa mengetahui mulai dari jaringan sampai tingkat sel.
Berdasarkan titik berat untuk mempelajari anatomi, maka anatomi dibagi menjadi 7 cabang ilmu,
yaitu :.
1. ertologie merupakan ilmu yang mempelajari tentang sel
2. hystologie merupakan ilmu yang mempelajari tentang jaringan
3. osteologie merupakan ilmu yang mempelajari tentang tulang
4. arthrologie merupakan ilmu yang mempelajari tentang persendian
5. myologie merupakan ilmu yang mempelajari tentang otot
6. neurologie merupakan ilmu yang mempelajari tentang syaraf

7. antropologie merupakan ilmu yang mempelajari tentang ukuran organ tubuh

Dari tujuh cabang ilmu di atas, osteologi, arthrologie, dan myologie termasuk dalam kinesiologi
(ilmu gerak). Hal ini akan menyangkut tulang (pasif), otot (aktif), gerakan (persendian), sylema
neuro moscullar (syaraf otot).
Anatomi dalam tinjauannya terdiri atas dua unsur pokok, yaitu alat penggerak aktif dan alat
penggerak pasif.
1. Alat penggerak aktif
2. alat dalam : COR (jantung), Pulmo (Paru-paru)
3. otot (muscullus), urat (tendon), jaringan pengikat (ligamen)
4. Alat penggerak pasif
5. Tulang (os), tulang-tulang (ossa)

2.1.2 Fisiologi
Fisiologi, dari kata Yunani physis = alam dan logos = cerita, adalah ilmu yang mempelajari
fungsi mekanik, fisik, dan biokimia dari makhluk hidup.
Fisiologi dibagi menjadi fisiologi tumbuhan dan fisiologi hewan tetapi prinsip dari fisiologi
bersifat universal, tidak bergantung pada jenis organisme yang dipelajari. Misalnya, apa yang
dipelajari pada fisiologi sel khamir dapat pula diterapkan pada sel manusia.
Fisiologi hewan bermula dari metode dan peralatan yang digunakan dalam pembelajaran
fisiologi manusia yang kemudian meluas pada spesies hewan selain manusia. Fisiologi tumbuhan
banyak menggunakan teknik dari kedua bidang ini.
Cakupan subjek dari fisiologi hewan adalah semua makhluk hidup. Banyaknya subjek
menyebabkan penelitian di bidang fisiologi hewan lebih terkonsentrasi pada pemahaman
bagaimana ciri fisiologis berubah sepanjang sejarah evolusi hewan.
Cabang ilmu lain yang berkembang dari fisiologi adalah biokimia, biofisika, biomekanika, dan
farmakologi.
2.1.3 Biokmia
Biokimia merupakan salah satu cabang ilmu kimia yang mempelajari tentang makhluk hidup.
Secara tidak langsung biokimia merupakan salah satu disiplin ilmu dari kimia organik dan sains

biologi. Biokimia mempelajari seluruh proses kimia yang berhubungan dengan makhluk hidup.
Lebih dari 40 tahun biokimia berhasil menjelaskan proses hidup yang merupakan bahasan
khusus dalam bidang ilmu botani sampai kedokteran.
Saat ini fokus utama biokimia adalah mempelajari proses biologi yang terjadi dalam sel.
Biokimia erat kaitannya dengan biologi molekuler. Biologi molekuler yaitu studi mekanisme
molekuler dengan adanya informasi genetik yang terkode dalam DNA.
Biokimia diusulkan pertama kali oleh Corl Neuberg pada tahun 1903. Biokimia adalah sains
yang menjelaskan struktur dan fungsional makhluk hidup dalam lingkup kimia. Biokimia
mengarahkan bidang penelitiannya pada struktur, fungsi, dan interaksi biologi pada
makromolekul seperti karbohidrat, lipida (lemak), protein, asam nukleat yang berperan dalam
kehidupan.
A.

Sejarah Biokimia

a.

Louis Pasteur

Louis Pasteur merupakan saintis terkenal Perancis yang berperan besar pada penemuan
fermentasi dan pentingnya enzim dalam proses tersebut. Louis Pasteur memberikan penjelasan
tentang organisme aerob dan anaerob serta hubungannya dengan fermentasi.
1. Emil Fischer

Emil Fischer menemukan bahwa sistem pengikatan enzim dan substrat harus mempunyai bentuk
yang sesuai. Dengan demikian, enzim dan substrat bisa saling mengunci. Pada tahun 1981,
Fischer mengelusidasi konfigurasi D-glukosa yang sampai sekarang dipakai dalam bahasan
kimia organik. Fischer juga menemukan cara pemisahan asam amino dari hidrolisat protein dan
struktur primer protein.
c.

Hans Adolf Krebs

Pada tahun 1932 Hans Krebs dab Kurt Heneleit mengusulkan siklus urea yang merupakan jalur
siklus metabolik pertama yang ditemukan. Pada tahun 1937, Hans Krebs kembali menemukan
siklus asam sitrat.
d.

Embden, Meyerhof dan Parnas

Jalur glikolitik yang lengkap diusulkan oleh Gustav Embden, Otto Meyerhof, Carl Neuberg,
Jacob Parnas, Otto Wrburg, Gerty Cori, dan Carl Cori. Glikolisis juga sering disebut sebagai
jalur Embden-Meyerhof.

e.

James Watson dan Francis Crick

Watson dan Crick mengusulkan model tiga dimensi DNA dan selanjutnya mengusulkan replikasi
DNA. Penemuan ini dinilai sebagai yang terpenting dalam sejarah bioligi karena mengarahkan
pada pengertian fungsi gen dalam konteks molekuler.
f.

Har Gobind Khorana

Pada tahun 1964 Khorana berhasil mensintesis poliribonukleotida. Polimer tersebut digunakan
sebagai template pada sintesis protein tanpa tanpa sel. PAda tahun 1966 Khoranaand Nirenberg
mengelusidasi kode dan fungsi genetik yang lengkap dari kodon individual untuk
masing0masing asam amino pada sintesis protein.
g.

Anthoin Lavoisier

Penelitian klasiknya tentang oksidasi dan peranannya oleh oksigen mengarahkannya pada proses
pembakaran dalam tubuh dan menyimpulkan oksigen digunakan dalam reaksi, karbondioksida
terleminiasi dan panas dihasilkan. Lavoisier juga dikenal sebagai bapak biokimia modern.
B.

Sasaran Biokimia

Sasaran studi biokimia adalah sebagai berikut:

Mempelajari struktur dan sifat zat pada konteks sel dan jaringan.

Mempelajari struktur dan sifat zat ketika memasuki sel sebagai sumber
energi dan zat yang dilepaskan oleh sel sebagai hasil samping.

Mempelajari aktivitas katalitik enzim

Mempelajari proses perubahan makanan menjadi senyawa yang berguna


pada tubuh.

Mempelajari bermacam-macam energi yang diperlukan untuk sel hidup.

2.1.4 Fisika kesehatan


Fisika kesehatan merupakan cabang dari ilmu kedokteran dan merupakan salah satu bidang
dalam biofisika. Ada 2 (dua) bidang yang termasuk dalam fisika kedokteran yaitu: bidang
kedokteran dan bidang fisika. Karenanya fisika kedokteran /kesehatan berperan dalam 2 hal
meliputi:
1. Penggunaan ilmu fisika untuk menentukan fungsi tubuh meliputi kesehatan
dan penyakit yang dikenal dengan faal fisika/Fisiologi fisika
2. Penggunaan Fisika dalam praktek kedokteran meliputi pengetahuan tentang
benda/alat yang dipergunakan dalam bidang kedokteran yaitu alat ultrasonik,
laser, radiasi dan sebagainya.

Pada perkembangan selanjutnya fisika kedokteran/kesehatan bekerja pada bidang fisika


radiologi, meliputi proteksi radiasi, penggunaan radiasi dalam diagnostik dan pengobatan
penderita dengan radiasi.
Fisika kedokteran dibagi dalam beberapa sub divisi yaitu:
1. Fisika Kesehatan
2. Kedokteran enginerin

Ilmu fisika kesehatan untuk kebidanan merupakan terapan dari Fisika kesehatan terutama dalam
bidang:
1. Gaya pada tubuh dan di dalam tubuh (mekanika/gaya)
2. Energi yang berubah karena pengaliran panas dan usaha yang di ,lakukan
(panas/termodinamika)
3. Gelombang arus listrik yang berkaitan erat dengan penggunaan arus listrik
untuk merangsang syaraf sensoris dan alat-alat: EMG, ENG,
ERG,EOG,EGG,EEG,ECG,MCG,MEG dan lain-lain
4. Ultrasonik dalam bidang kesehatan untuk diagnostik (dalam kebidanan) dan
pengobatan misalnya diatermi, kanker, perkinson dan lain-lain (bunyi /
Ultrasonik)
5. Tekanan pada zat cair meliputi Hydrodinamika dan fluida

2.1.5 Mikrobiologi
Mikrobiologi adalah sebuah cabang dari ilmu biologi yang mempelajari mikroorganisme. Objek
kajiannya biasanya adalah semua makhluk (hidup) yang perlu dilihat dengan mikroskop,
khususnya bakteri, fungi, alga mikroskopik, protozoa, dan Archaea. Virus sering juga
dimasukkan walaupun sebenarnya tidak sepenuhnya dapat dianggap sebagai makhluk hidup.
Mikrobiologi dimulai sejak ditemukannya mikroskop dan menjadi bidang yang sangat penting
dalam biologi setelah Louis Pasteur dapat menjelaskan proses fermentasi anggur (wine) dan
membuat serum rabies. Perkembangan biologi yang pesat pada abad ke-19 terutama dialami
pada bidang ini dan memberikan landasan bagi terbukanya bidang penting lain: biokimia.
Penerapan mikrobiologi pada masa kini masuk berbagai bidang dan tidak dapat dipisahkan dari
cabang lain karena diperlukan juga dalam bidang farmasi, kedokteran, pertanian, ilmu gizi,
teknik kimia, bahkan hingga astrobiologi dan arkeologi.

2.1.6 BiologiReproduksi
Biologi Reproduksi membahas tentang perkembangan organ-organ reproduksi manusia, baik
laki-laki maupun wanita, mulai dari sel, kehamilan, hingga persalinan. Selain itu, juga membahas
mengenai kehidupan neonatus sejak dalam kandungan.
2.2 Teori sel
Robert Hooke( Inggris ,1635-1703 ) merupakan orang yang pertama kali
memperkenalkanistilahseldalambukunya , Micrographia(1665).
Iamengamatisayatantutupbotoldaribatangtumbuhangabus ,Qoercussuber,
denganmenggunakanmikroskophasilrancangannya .
Dalamsayatangabustersebuttampakruanganataukamar-kamarkecil yang
dipisahkanolehdindingtebalmenyerupaisaranglebah .Kamar-kamarkeciltersebutiaberinamasel .
Padaakhirtahun1678 ,Antony Van Leeuwenhoek (Belanda, 1632-1723) menjadi orang pertama
yang melihatbendahidup yang sangatkecil di dalam air
rendamanjeramidenganmenggunakanmikroskopsederhana .
Padatahun1809 ,Jean Baptiste de Lamarck (Prancis , 1744-1829)
menyatakanbahwasetiapmakhlukhidupmerupakankumpulanseldandidalamsetiapselbergerakcaira
n yang kompleks .
Teoritentangseldibangunolehbanyakahlisains ,antara lain sebagaiberikut :
1.Schleiden (1804-1881) danT.Schwann (1810-1882). Schleidenadalahahlianatomitumbuhan
,sedangkan Schwann adlahahlianatomihewan. Schleidendan Schwann
berpendapatbahwasetiaptubuhtumbuhandanjugahewantersusundarisel .
2. Felix Durjadin (1835),
menyatakanbahwabagianterpentingdariselhidupadalahcairan yang
selaluterdapatdidalamsetiapselhidup( protoplasma).
3. Johannes Purkinje dan Hugo van Mohl (1840),
memperkenalkanistilahprotoplasma.
4. Max Schulte (1825-1874),
berpendaptbahwaprotoplasmamerupakanstrukturdasarmakhlukhidup yang
melangsungkanseluruh proses hidup .
5. Rudolf Virchow (1858),
berpendapatbahwasetiapselberasaldariselsebelumnya( omnisceellula e
celulla).

6. Robert Brown ,R.Strasburger , dan C. Bernardberhasilmenemukanintisel


(nucleus).Strasburgermenyatakanbahwasetiapintiselberasldariintiselsebelum
nya yang terbentuklewatpembelahan. Sementaraitu , Bernard
menyatakanbahwaintiselmengaturpekerjaanseldanmerupakanstrukturselterp
enting .
7. Struktur sel dan struktur organisasi pada makhluk hidup

Tingkatan / Level Struktur Organisasi Pada Mahluk Hidup

1. Organisme atau individu adalah suatu unit kehidupan. Meliputi Manusia,


hewan dan tumbuhan . Organisme tersusun atas berbagai sistem organ yang
membentuk satu kesatuan di antaranya sistem integumen, pencernaan,
sirkulasi, respirasi, ekskresi, muskuloskeletal, endokrin, reproduksi dan
lainnya.
1. Sistem organ adalah gabungan sejumlah organ dengan fungsi tertentu.
Sistem organ tersusun oleh beberapa organ, misalnya sistem reproduksi
wanita tersusun atas organ ovarium, tuba uterina fallopii, uterus, vagina,
vulva dan lainnya. Sistem reproduksi pria tersusun atas penis, testis, prostat,
vesikula seminalis dan lainnya.
1. Organ adalah gabungan sejumlah jaringan yg memiliki fungsi khusus. Organ
tersusun atas jaringan-jaringan, misalnya uterus memiliki jaringan otot
bernama miometrium, jaringan endotel bernama endometrium, jaringan
saraf, jaringan ikat berupa ligamen-ligamen yang menopang uterus. Penis
tersusun atas jaringan kulit, mukosa, jaringan otot, jaringan saraf dan lainlain.
1. Jaringan adalah sekumpulan sel-sel dengan struktur dan fungsi yang sama.
Misalnya jaringan kulit merupakan sekumpulan sel-sel berstruktur pipih dan
memiliki fungsi pokok yang sama yaitu sebagai penutup tubuh. Jaringan saraf
tersusun atas sekumpulan sel-sel panjang bernama neuron dan berfungsi
sebagai penyalur impuls saraf.
1. Sel adalah unit terkecil dari kehidupan. Tubuh manusia dewasa memiliki kirakira 100 triliun sel. Namun di alam ini ada organisme yang hanya memiliki
beberapa sel saja, bahkan ada pula yang hanya memiliki satu sel saja,
misalnya bakteri.
1. Organel adalah komponen komponen penyusun sel dan bersifat hidup, salah
satu dari beberapa struktur dengan fungsi khusus yang terapung-apung
dalam sitoplasma sel eukariot.
2. Molekul/ senyawa adalah gabungan dua atom atau lebih baik dari unsur yang
sama maupun dari unsur yang berbeda, jika atomnya berasal dari unsur yang
sama disebut molekul unsur, sedang jika atomnya berasal dari unsur yang
berbeda disebut molekul senyawa. contoh molekul unsur molekul oksigen O2.

1. Atom adalah bagian dari unsur terdiri dari partikel-partikel terkecil yang tak
dapat dibagi-bagi lagi, tidak dapat dirusak, dimusnahkan, dan diciptakan.
Semua atom dari unsur yang sama mempunyai ukuran dan massa yang
sama, atom -atom dari unsur yang berbeda memiliki ukran dan massa yang
berbeda pula, dengan demikian banyaknya macam atom sama dengan
banyaknya macam unsur
1. Ion adalah zat yang tersusun oleh partikel partikel bermuatan, ukuran dari
partikel ini seukuran dengan atom maupun molekul.I Bagian utama dari sel
adalah 3 komponen utama :
2. INTI/NUKLEUS
3. MEMBRAN SEL / Plasmolema
4. SYTOPLASMA, meliputi;
1. Organella/Organoid/Metaplasma
2. Paraplasma/Inclution

Struktur Sel
1. Membran Sel (Membran Plasma)

Membran sel merupakan bagian terluar dari sel. Fungsinya antara lain sebagai berikut.
1. Mengontrol atau mengendalikan pertukaran zat antara sitoplasma dengan
lingkungannya.
2. Menjadi tempat reaksi, seperti reaksi terhadap cahaya matahari dan reaksi
oksida dalam respirasi.
3. Sebagai reseptor atau penerima rangsang dari luar, seperti hormon dan
bahan kimia lainnya, baik zat tersebut berasal dari lingkungan luar sel
ataupun bagian lain dari dalam sel itu sendiri.
4. Sebagai pelindung sel agar isi sel tidak keluar meninggalkan sel.
5. Mengontrol zat-zat yang akan masuk maupun yang akan keluar
meninggalkan sitoplasma.

Membran sel tersusun atas lipid, protein, dan karbohidrat. Lipidnya terutama berupa fospolipid
yang merupakan molekul-molekul amfifilik artinya setiap molekul mengandung kepala
hidrofilik dan ekor hidrofobik. Membran sel dapat berfungsi sebagai pelindung sel dengan
membentuk lapisan ganda fosfolipid dimana kepala hidrpfilik menghadap ke arah air pada setiap
sisi, sedangkan ekor hidrofobik terlindung dari sentuhan air.

Membran memiliki dua jenis protein, yaitu protein integral dan periferal. Protein integral yang
menembus di antara lapisan fosfolipid, berfungsi sebagai transpor yang membawa zat-zat terlarut
yang dibutuhkan sel. Sementara, protein poriferal menempel di lapisan fosfolipid.
Pada bagian sel yang menghadap keluar sel, terdapat karbohidrat yang melekat pada protein atau
bagian kepala fosfolipid. Karbohidrat yang berikatan dengan protein disebut glikoprotein,
sedangkan yang berikatan dengan fosfolipid disebut glikopid. Membran sel secara aktif
menentukan zat-zat mana yang dapat dilaluinya dan sekaligus menahan zat mana yang tidak
dapat dilaluinya. Berdasarkan kenyataan ini, para ilmuwan menyebutnya sebagai membran yang
bersifat diferensial semipermeabel atau selektif permeable. Dengan cara inilah membran sel
berusaha mempertahankan bentuk dan reaksi-reaksi kimia dalam sel agar dapat berjalan terus.
1. Sitoplasma

Sitoplasma adalah cairan beserta zat-zat terlarut yang mengisi ruangan di dalam sel dan dibatasi
oleh membran sel. Sitoplasma merupakan sistem koloid yang amat dinamis dan senantiasa
bergerak. Cairan yang mengisi organel dikenal dengan sitosol.
Di dalam sitoplasma maupun sitosol terlalu senyawa organik yang utama untuk kehidupan, ionion gas, molekul-molekul kecil seperti garam, asam lemak, asam amino, gula nukleotida,
vitamin, serta protein dan RNA yang membetuk larutan koloid. Larutan koloid tersebut
mengakibatkan sitoplasma senantiasa bergerak secara acak, yang dikenal dengan Gerak Brown.
Gerak acak ini dipengaruhi oleh muatan listrik ion-ion (elektroforesis).
Larutan koloid dapat mengalami perubahan dari fase sol ke fase gel dan sebaliknya. Sitosol juga
merupakan tempat berlangsungnya metabolisme tertentu, seperti glikolisis atau pemecahan
glukosa, sintesis protein, sintesis asam lemak, dan lain-lain. Berbagi proses tersebut dilakukan
oleh berbagai organel yang membentuk suspensi di dalam sitoplasma.
1. Organel

Untuk melaksanakan berbagai fungsi hidup, sel dilengkapi berbagai organel, seperti nukleus,
mitokondria, ribosom, lisosom, plastida, retikulum endoplasma, badan golgi, dan badan mikro.
1. Nukleus

Nukleus merupakan organel sel terbesar yang mengandung informasi genetik berupa DNA,
dan berbentuk bulat hingga oval bergantung jenis selnya. Nukles adalah organel yang amat vital
bagi kehidupan, yaitu mengendalikan seluruh kegiatan sel. Beberapa bagian penting dari
nukleus, yaitu:

Membran Inti, membran inti terdiri atas dua lapis yang berfungsi sebagai
pembungkus sekaligus sebagai pelindung inti. Membran luarnya mempunyai
hubungan langsung dengan Retikulum Endoplasma. Pada membran inti
terdapat pori-pori yang memungkinkan terjadinya pertukaran zat antara
membran inti dengan sitoplasma. Pada organisme eukariotik, kecuali sel
darah merah mamalia dewasa dan sel floem, nukleusnya terlindung oleh
membran inti.

Nukleoplasma, nukleoplasma merupakan cairan inti berbentuk gel yang kaya


akan ion-ion, protein, enzim, nukleotida, dan benang-benang kromatin.
Benang-benang kromatin yang memendek, menebal, dan mudah menyerap
zat warna disebut Di dalam kromosom tersimpan untaian DNA yang terikat
pada protein dasar yang dikenal dengan histon.

Nukleolus, bagian ini tersusun atas kumpulan gen-gen yang memberikan


kode RNA ribosom. Sebagai penkode RNA ribosom, struktur ini berfungsi
untuk merangkai subunit-subunit penyusun ribosom.

1. Retikulum Endoplasma

Retikulum endoplasma merupakan sistem membran kompleks yang tersusun tidak beraturan
membentuk jaring-jaring kerja (retikulum), yang terdapat dalam sitoplasma sel eukariotik.
Organel ini bertindak sebagi saluran dalam sitoplasma yang menghubungkan nukleus.
Retikulum endoplasma dibedakan menjadi dua, yakni RE kasar dan RE halus. RE kasar
memiliki ribosom pada permukaannya sehingga berfungsi sebagai tempat sintesis protein.
Sementara, RE halus berfungsi sebagai tempat sintesis lipid. Selain itu, keduanya juga berperan
dalam transportasi senyawa kimia yang diperlukan untuk metabolisme sel.
1. Ribosom

Ribosom merupakan organel kecil di dalam sel dengan diameter lebih kurang 20nm. Ribosom
terdapat bebas di dalam sitoplasma maupun melekat pada membran RE ketika proses sintesis
protein sedang berlangsung. Jika proses sintesis protein tidak sedang berlangsung ribosom dalam
bentuk subunit kecil dan besar.
1. Sentriol

Organel ini terdiri atas sepasang badan berbentuk tabung (silinder) dan merupakan suatu
kesatuan yang disebut sentrosom. Sentriol mengandung mikrotubul yang terdiri atas sembilan
triplet, terletak di dekat nukleus. Sentriol ini berperan dalam proses pembelahan sel dengan
membentu benang spindel.
1. Badan Golgi

Organel ini membentuk struktur seperti jala yang kompleks. Jumlahnya menonjol pada sel
kelenjar. Badan Golgi berfungsi untuk:

Mengangkat dan mengubah secara kimia materi-materi yang terdapat di


dalamnya.

Menghasilkan lendir, lilin pada tanaman perca, dan sekresi yang bersifat
lengket.

Kadang-kadang untuk transpor lemak.

Sekresi protein, glikoprotein, karbohidrat, dan lemak.

Membentuk Lisosom.

Membentuk enzim-enzim pencernaan yang belum aktif (zimogen, koenzim,


dan lain-lain).

Di dalam badan golgi, protein dari RE diikatkan dengan karbohidrat rantai pendek membentuk
glikoprotein. Struktur badan golgi bervariasi, yaitu mulai dari yang bentuknya tidak jelas hingga
berbentuk jaring-jaring atau jala. Pada sel tumbuhan, badan golgi sering disebut diktiosom.
1. Lisosom

Lisosom adalah organel sel berbentuk kantong agak bulat dan dibatasi oleh sistem membran
tunggal. Organel ini terdapat pada hampir semua sel eukariotik, terutama pada sel-sel hewan
yang memiliki kegiatan fagositik. Lisosom mengandung banyak enzim pencerna hidrolitik,
seperti protease, nuklease, Lipase, dan fosfatase yang dibentuk oleh RE kasar. Selanjutnya
enzim-enzim tersebut dikirim ke dalam badan golgi. Lisosom berfungsi untuk:

mencerna materi yang diambil secara endositosis.

autofagi, yaitu penghancuran struktur-struktur yang tidak dikehendaki dalam


sel.

eksositosis, yaitu pembebasan enzim ke luar sel.

autolisis, yaitu penghancuran diri sel dengan cara membebaskan semua isi
lisosom dalam sel.

1. Mitokondria

Mitokondria merupakan organel sel yang berbentu seperti sosis dan strukturnya sangat
kompleks, terdapat pada semua sel eukariotik aerobik. Organel ini merupakan tempat

berlangsungnya respirasi aerobik dalam sel. Mitokondria terlindung oleh membran ganda.
Membran dalamnya berlekuk-lekuk disebut krista, berfungsi untuk memperluas permukaan.
1. Kloroplas

Kloroplas adalah plastida yang mengandung pigmen hijau, kuning, atau merah. Fungsinya
sebagai penyelenggara fotosintesis. Di dalam kloroplas terdapat pigmen-pigmen fotosintetik
yang terletak pada sistem membran dan bertebaran pada seluruh bahan dasar yang disebut
stroma. Peran pigmen fotosintetik pada tumbuhan tinggi adalah untuk menyerap energi cahaya
dan kemudian mengubahnya menjadi energi kimia.
Badan Mikro (Peroksisom dan Glioksisom)
Badan mikro diselubungi oleh membran tunggal yang berisi enzim katalase dan oksidase.
Organel ini berukuran sebesar lisosom dan memiliki dua tipe, yaitu peroksisom dan glioksisom.

Peroksisom senantiasa berasosiasi dengan organel lain serta banyak


mengandung enzim katalase dan oksidase. Pada hewan, peroksisom
terkurung di dalam sel-sel hati dan ginjal. Sementara pada tumbuhan
terdapat dalam berbagai tipe sel. Peroksisom berperan dalam oksidasi
substrat, metabolisme lemak menjadi karbohidrat, dan perubahan purin
dalam sel.

Glioksisom terdapat pada sel tumbuhan. Fungsinya adalah untuk


mengoksidasi asam lemak menjadi gula yang berguna untuk pertumbuhan
tanaman.

2.3 Teori asal usul kehidupan


A.

Teori Abiogenesis

Teori yang dikemukakan Aristoteles ini menyatakan bahwa makhluk hidup tercipta dari benda
tak hidup yang berlangsung secara spontan (generatio spontanea). Misalnya cacing dari tanah,
ikan dari lumpur, dan sebagainya. Teori ini dianut oleh banyak orang selama beberapa abad.
Aristoteles (384-322 SM), adalah seorang filsuf dan tokoh ilmu pengetahuan Yunani Kuno.
Sebenarnya dia mengetahui bahwa telur-telur ikan yang menetas akan menjadi ikan yang
sifatnya sama seperti induknya. Telur-telur tersebut merupakan hasil perkawinan dari indukinduk ikan. Walau demikian, Aristoteles berkeyakinan bahwa ada ikan yang berasal dari Lumpur.
Menurut penganut paham abiogenesis, makhluk hidup tersebut terjadi begitu saja secara spontan.
Itu sebabnya, teori abiogenesis ini disebut juga generation spontanea. Bila pengertian
abiogenesis dan generation spontanea digabung, maka konsepnya menjadi: makhluk hidup yang
pertama kali di bumi berasal dari benda mati / tak hidup yang terjadinya secara spontan
(sebenarnya ini adalah dua teori yang berbeda, tetapi orang sudah kadung salah kaprah).

Paham abiogenesis bertahan cukup lama, yaitu semenjak zaman Yunani Kuno (ratusan tahun
sebelum Masehi) hingga pertengahan abad ke-17, dimana Antonie Van Leeuwenhoek
menemukan mikroskop sederhana yang dapat digunakan untuk mengamati makhluk-makhluk
aneh yang amat kecil yang terdapat pada setetes air rendaman jerami. Oleh para pendukung
paham abiogenesis, hasil pengamatan Antonie Van Leeuwenhoek ini seolah-olah memperkuat
pendapat mereka tentang abiogenesis. Hasil pengamatan Anthoni ditulisnya dalam sebuah
catatan ilmiah yang diberi judul Living in a drop of water. Tokoh lain pendukung teori ini
adalah John Needham.
B.

Teori Biogenesis

Teori ini bertentangan dengan teori abiogenesis, karena menganggap bahwa makhluk hidup
berasal dari makhluk hidup yang sudah ada sebelumnya. Tiga tokoh terkenal pendukung teori ini
adalah Francesco Redi, Lazzaro Spallanzani, dan Louis Pasteur.
1. Francesco Redi

Redi merupakan orang pertama yang melakukan eksperimen untuk membantah teori abiogenesis.
Dia melakukan percobaan dengan menggunakan bahan daging segar yang ditempatkan dalam
labu dan diberi perlakuan tertentu.

Labu I

: diisi daging segar dan dibiarkan terbuka

Labu II : diisi daging segar dan ditutup dengan kain kasa

Labu III : diisi daging segar dan ditutup rapat

Ketiga labu diletakkan di tempat yang sama selama beberapa hari. Hasilnya adalah sebagai
berikut:

Labu I

: dagingnya busuk, banyak terdapat belatung

Labu II : dagingnya busuk, terdapat sedikit belatung

Labu III : dagingnya tidak busuk, tidak terdapat belatung

Menurut Redi belatung yang terdapat pada daging berasal dari telur lalat. Labu ke III tidak
terdapat belatung karena tertutup rapat sehingga lalat tidak bisa masuk. Sayangnya, meskipun
tertutup rapat ternyata pada labu tersebut bisa muncul belatung. Ini disebabkan karena Redi tidak
melakukan sterilisasi daging pada disain percobaannya.
2. Lazzaro Spallanzani

Spallanzani juga melakukan percobaan untuk membantah teori abiogenesis, tetapi menggunakan
bahan kaldu. Disainnya sebagai berikut:

Labu I : diisi kaldu lalu dipanaskan dan dibiarkan terbuka

Labu II : diisi kaldu, lalu ditutup dengan gabus yang disegel dengan lilin,
kemudian dipanaskan

Setelah dingin kedua labu diletakkan di tempat yang sama. Beberapa hari kemudian hasilnya
sebagai berikut.

Labu I : berubah busuk dan keruh, banyak mengandung mikroba (bakteri)

Labu II : tetap jernih, tidak mengandung mikroba

Menurut Spallanzani mikroba yang tumbuh dan menyebabkan busuknya kaldu berasal dari
mikroba yang beraada di udara. Pendukung paham abiogenesis keberatan dengan disain
Spallanzani karena menurut anggapan mereka, labu yang tertutup menyebabkan gaya hidup
(elan vital) dari udara tidak dapat masuk, sehingga tidak memungkinkan munculnya makhluk
hidup (mikroba).
3. Louise Pasteur

percobaan Redi dan Spallanzani. Ia menggunakan kaldu dalam labu yang disumbat dengan
gabus. Selanjutnya gabus tersebut ditembus dengan pipa berbentuk leher angsa (huruf S),
kemudian dipanaskan. Setelah dingin dibiarkan beberapa hari kemudian diamati. Ternyata air
kaldu tetap jernih dan tidak ditemukan mikroba.
Disain pipa yang berbentuk leher angsa tersebut memungkinkan masuknya gaya hidup dari
udara, tetapi ternyata tidak didapati makhluk hidup dalam kaldu. Menurut Pasteur,
mikroorganisme yang tumbuh dalam kaldu berasal dari udara. Mereka tidak bisa masuk karena
terhambat oleh bentuk pipa. Hal ini bisa dibuktikan bila labu dimiringkan sedemikian rupa
sehingga kaldu mengalir melalui pipa dan menyentuh ujung pipa, ternyata beberapa hari
kemudian menyebabkan busuknya kaldu.
Dengan demikian Pasteur telah membuktikan bahwa teori biogenesislah yang benar. Muncullah
ungkapan :
omne vivum ex ovo, omne ovum ex vivo, omne vivum ex vivo
yang artinya: makhluk hidup berasal dari telur, telur berasal dari makhluk hidup, makhluk hidup
berasal dari makhluk hidup.
2.4 Homeostatis

Homeostasis adalah suatu kondisi keseimbangan internal yang ideal, di mana semua sistem
tubuh bekerja dan berinteraksi dalam cara yang tepat untuk memenuhi semua kebutuhan dari
tubuh. Semua organisme hidup berusaha untuk homeostasis. Ketika homeostasis terganggu
(misalnya sebagai respon terhadap stressor), tubuh mencoba untuk mengembalikannya dengan
menyesuaikan satu atau lebih proses fisiologis dari mulai pelepasan hormon-hormon sampai
reaksi fisik seperti berkeringat atau terengah-engah. Sebagai contoh sederhana dari homeostasis,
tubuh manusia menggunakan beberapa proses untuk mengatur suhu agar tetap dalam rentang
yang optimal untuk kesehatan. Kenaikan atau penurunan suhu tubuh mencerminkan
ketidakmampuan untuk mempertahankan homeostasis, dan masalah terkait.
Stres berat atau lama dapat menyebabkan ketidakseimbangan parah kondisi keseimbangan ini.
Hal ini dapat menyebabkan tidak hanya tekanan psikologis tetapi juga gangguan psikosomatis.
BAB III
Penutup
3.1 Kesimpulan
Dari uraian di atas, maka dapat diambil kesimpulan yakni Biologi memiliki berbagai macam
cabang ilmu yang saling terkait satu sama lain.
3.2 Saran
Tiada gading yang tak retak, itulah kalimat yang dapat kami ucapkan. Karena itu kami dengan
lapang dada menerima segala kritik ataupun saran untuk menyempurnakan makalah ini. Semoga
materi ini dapat menambah wawasan kita mengenai Biologi dasar dan biologi perkembangan.
Daftar Pustaka
http://softilmu.blogspot.com/2013/03/pengertian-dan-penjelasan-biologi.html
http://fpk.unair.ac.id
http://ochinokurosaki.blogspot.com/2011/05/cabang-cabang-ilmu-biologi.html
http://riendfauzi.blogspot.com
https://sites.google.com/site/fisikakesehatan akbid/classroom-news/fisikakesehatanilmukebidananhttp://www.ilmukimia.org/2013/04/biokimia.htmlhttp://biologi12.wordpress.com/
2012/02/24/homeostasis/n.html

CABANG-CABANG BIOLOGI
Akhirnya bisa mengumpulkan lebih dari 100 cabang biologi. Berdasarkan
permintaan-permintaan dan doa dari pengunjung, ochan akhirnya mengumpulkan
semuanya. Tapi sekali lagi, mungkin saja masih ada cabang-cabang biologi lagi
yang belum terdata di sini. jika ada yang mengetahuinya, bisa usul sehingga bisa
menambah daftar cabang biologi di sini.
Biologi merupakan pohon ilmu yang sangat besar. Karena luasnya bahan kajian
biologi, biologi dibagi lagi menjadi cabang-cabang ilmu. Beberapa cabangcabang ilmu biologi antara lain :
1. Acarologi, ilmu yang mempelajari tentang acarina (tungau)
1. Agronomi, ilmu yang mempelajari tentang tanaman budidaya
2. Algologi, ilmu yang mempelajari tentang alga
3. Anatomi atau ilmu urai tubuh, ilmu yang mempelajari tentang bagian-bagian
tubuh
4. Anatomi Perbandingan, ilmu mengenai persamaan dan perbedaan anatomi
dari makhluk hidup.
5. Anestesiologi, disiplin ilmu yang mempelajari penggunaan anestesi.
6. Apiari, ilmu yang mempelajari tentang lebah termasuk ternak lebah
7. Arachnologi, ilmu yang mempelajari tentang laba-laba.
8. Artrologi, ilmu yang mempelajari tentang sendi (penyakit sendi)
9. Bakteriologi, ilmu yang mempelajari tentang bakteri
10. Bioinformatika, ilmu yang mempelajari penerapan teknik komputasional untuk
mengelola dan menganalisis informasi biologis
11. Biologi Molekuler, kajian biologi pada tingkat molekul
12. Biologi Reproduksi, cabang biologi yang mendalami tentang
perkembangbiakan
13. Biokimia, kajian biologi yang mempelajari kimia makhluk hidup
14. Biofisika. cabang ilmu biologi yang mengkaji aplikasi aneka perangkat dan
hukum fisika untuk menjelaskan aneka fenomena hayati atau biologi
15. Biogeografi, cabang dari biologi yang mempelajari tentang keaneka ragaman
hayati berdasarkan ruang dan waktu
16. Biostatistika, (gabungan dari kata biologi dengan statistika; kadang-kadang
dirujuk sebagai biometri atau biometrika) adalah penerapan ilmu statistika ke dalam
ilmu biologi
17. Bioteknologi, cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup
(bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim,
alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa.
18. Botani, Ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan
19. Bryologi, ilmu yang mempelajari tentang lumut
20. Dendrologi, ilmu yang mempelajari tentang pohon maupun tumbuhan berkayu
lainnya, seperti liana dan semak
21. Dermatologi, ilmu yang mempelajari kulit dan penyakitnya

22. Ekologi, ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbale balik antara
makhluk hidup dan lingkungannya
23. Epidemiologi, ilmu yang mempelajari tentang penularan penyakit
24. Embriologi, ilmu yang mempelajari tentang perkembangan embrio
25. Endokrinologi, ilmu yang mempelajari tentang hormone
26. Entomologi, Ilmu yang mempelajari tentang serangga
27. Etnobotani, ilmu yang mempelajari hubungan manusia dan tumbuhan
28. Etnozoologi, ilmu yang mempelajari hubungan manusia dan hewan
29. Etologi, cabang ilmu zoologi yang mempelajari perilaku atau tingkah laku
hewan, mekanisme serta faktor-faktor penyebabnya
30. Eugenetika, ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat
31. Evolusi, ilmu yang mempelajari perubahan makhluk hidup dalam jangka
panjang
32. Enzimologi, ilmu yang mempelajari tentang enzim
33. Farmakologi,ilmu yang mempelajari obat-obatan, interaksi dan efeknya
terhadap tubuh manusia
34. Fikologi, Ilmu yang mempelajari tentang alga.
35. filogeni, kajian mengenai hubungan di antara kelompok-kelompok organisme
yang dikaitkan dengan proses evolusi yang dianggap mendasarinya
36. Fisiologi, Ilmu yang mempelajari tentang faal/fungsi kerja tubuh
37. Fisioterapi, Ilmu yang mempelajari tentang pengobatan terhadappenderita
yang mengalami kelumpuhan atau gangguan otot
38. Fitopatologi, cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari penyakit tumbuhan
akibat serangan patogen ataupun gangguan ketersediaan hara
39. Gastrologi, ilmu yang mempelajari tentang salurang pencernaan, terutama
lambung dan usus
40. Genetika, ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat
41. Genetika kuantitatif, Cabang genetika yang membahas pewarisan sifat-sifat
terukur (kuantitatif atau metrik), yang tidak bisa dijelaskan secara langsung melalui
hukum pewarisan Mendel
42. Genetika molukuler, cabang genetika yang mengkaji bahan genetik dan
ekspresi genetik di tingkat subselular (di dalam sel)
43. Genetika , cabang genetika yang membahas transmisi bahan genetik pada
ranah populasi
44. Ginekologi, ilmu yang khusus mempelajari penyakit-penyakit sistem reproduksi
wanita (rahim, vagina dan ovarium)
45. Genomika, ilmu yang mempelajari tentang bahan genetik dari suatu organisme
atau virus
46. Harpetologi, ilmu yang mempelajari reptilia dan ampibia (ular dan kadal)
47. Hematologi, ilmu yang mempelajari darah, organ pembentuk darah dan
penyakitnya
48. Histologi, ilmu yang mempelajari tentang jaringan
49. Higiene, ilmu yang mempelajari tentang kesehatan makhluk hidup
50. Ikhtiologi, Ilmu yang mempelajari tentang ikan

51. Imunologi, Ilmu yang mempelajari tentang sistem kekebalan (imun) tubuh
52. Kardiologi, ilmu yang mempelajari tentang jantung dan pembuluh darah
53. Karsinologi, ilmu yang mempelajari tentang crustacean
54. Limnologi, ilmu yang mempelajari tentang rawa
55. Malakologi, ilmu yang mempelajari tentang molusk
56. Mamologi, ilmu yang mempelajari tentang mammalia
57. Metabolomika, kajian dalam biologi molekular yang memusatkan perhatian
pada keseluruhan produk proses enzimatik yang terjadi di dalam sel
58. Mikobiologi, ilmu yang mempelajari tentang jamur
59. Mikrobiologi, ilmu yang mempelajari tentang organism
60. Miologi, ilmu yang mempelajari tentang otot
61. Mirmekologi, ilmu yang mempelajari tentang rayap
62. Morfologi, ilmu yang mempelajari tentang bentuk atau ciri luar organisme
63. Nematologi, ilmu yang mempelajari tentang nematod
64. Nefrologi, cabang medis internal yang mempelajari fungsi dan penyakit ginjal
65. Neurologi, Ilmu yang menangani penyimpangan pada sistem sara
66. Organologi, ilmu yang mempelajari tentang organ
67. Onkologi, ilmu yang mempelajari tentang kanker dan cara pencegahannya
68. Ontogeni, Ilmu yang mempelajari tentang perkembangan makhluk hidup dari
zigot menjadi dewasa
69. Ornitologi, ilmu yang mempelajari tentang burung
70. Osteologi, ilmu yang mempelajari tentang tulang
71. Oftalmologi, ilmu yang mempelajari tentang mata ( penyakit mata )
72. Palaentologi, Ilmu yang mempelajari tentang fosil
73. Paleobotani, ilmu yang mempelajari tumbuhan masa lampau
74. Paleozoologi, ilmu yang mempelajari tentang hewan purba
75. Palinologi, ilmu yang mempelajari polinomorf yang ada saat ini dan fosilnya,
diantaranya serbuk sari, sepura, dinoflagelata, kista, acritarchs, chitinozoa, dan
scolecodont, bersama dengan partikel material organik dan kerogen yang terdapat
pada sedimen dan batuan sedimen
76. Parasitologi, ilmu yang mempelajari tentang parasit
77. Patologi, ilmu yang mempelajari tentang penyakit
78. Patologi anatomi, ilmu yang mempelajari kelainan struktur mikroskopik dan
makroskopik berbagai organ dan jaringan yang disebabkan penyakit atau proses
lainnya
79. Patologi Klinik, ilmu yang mempelajari kelainan yang terjadi pada berbagai
fungsi organ atau sistem organ
80. Pediatri, ilmu yang mempelajari masalah penyakit pada bayi dan anak
81. Philogeni, Ilmu yang mempelajari tentang perkembangan makhlukhidup
82. Primatologi, ilmu yang mempelajari tentang primata
83. Proteomika, kajian secara molekular terhadap keseluruhan protein yang
dihasilkan dari ekspresi gen di dalam sel.
84. Protozoologi, ilmu yang mempelajari tentang protozoa
85. Psikiatri, ilmu kedokteran jiwa

86. Pteridologi, ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan pak


87. Pulmonologi, ilmu yang mempelajari tentang paru-par
88. Radiologi, ilmu untuk melihat bagian dalam tubuh manusia menggunakan
pancaran atau radiasi geombang, baik gelombang elektromagnetik maupun
gelombang mekanik
89. Reumatologi, ilmu yang ditujukan untuk diagnosis dan terapi kondisi dan
penyakit yang mempengaruhi sendi, otot, dan tulang
90. Rekayasa Genetika, ilmu yang mempelajari tentang manipulasi sifat genetis
91. Rodentiologi, ilmu yang mempelajari tentang rodentia
92. Sitologi, ilmu yang mempelajari tentang sel
93. Sanitasi, ilmu yang mempelajari tentang lingkungan
94. Taksonomi, ilmu yang mempelajari tentang sistematika makhluk hidup
95. Teknik Biokimia, cabang ilmu dari teknik kimia yang berhubungan dengan
perancangan dan konstruksi proses produksi yang melibatkan agen biologi
96. Teratologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perubahan formasi dari sel,
jaringan, dan organ yang dihasilkan dari perubahan fisiologi dan biokimia.
97. Toksikologi adalah pemahaman mengenai pengaruh-pengaruh bahan kimia
yang merugikan bagi organisme hidup.
98. Transkriptomika, bagian dari biologi molekular yang mengkaji tentang produk
transkripsi secara keseluruhan (transkriptom)
99. Urologi, cabang ilmu kedokteran yang mencakup ginjal dan saluran kemih pada
pria dan wan ita baik dewasa dan anak serta organ reproduksi pada pria
100. Virologi, ilmu yang mempelajari tentang virus
101. Zoologi, ilmu yang mempelajari tentang hewan
CABANG CABANG ILMU BIOLOGI SERTA DEFINISINYA
-Cabang-cabang BiologI
Biologi memiliki cabang ilmu yang spesifik dan objek kajian yang semakin khusus
untuk memudahkan cara pembelajarannya, mengingat pada umumnya seseorang
hanya mampu mendalami salah satu cabang ilmu. Cabang cabang Biologi tersebut
antara lain:
1. Anatomi : Ilmu yang mempelajari tentang bagian-bagian struktur tubuh dalam
makhluk hidup
2. Agronomi : Ilmu yang mempelajari tentang tanaman budidaya
3. Andrologi : Ilmu yang mempelajari tentang macam hormon dan kelainan
reproduksi pria
4. Algologi : Ilmu yang mempelajari tentang alga/ganggang
5. Botani : ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan
6. Bakteriologi : Ilmu yang mempelajari tentang bakteri
7. Biologi molekuler : Ilmu yang mempelajari tentang kajian biologi pada tingkat
molekul
8. Bioteknologi : Ilmu yang mempelajari tentang penggunaan penerapan proses
biologi secara terpadu yang meliputi prosesbiokimia, mikrobiologi, rekayasa kimia
untuk bahan pangan dan peningkatan kesejahteraan manusia.

9. Bryologi, ilmu yang mempelajari tentang lumut


10. Kardiologi, ilmu yang mempelajari tentang jantung dan pembuluh darah
11. Dendrologi, ilmu yang mempelajari tentang pohon maupun tumbuhan berkayu
lainnya, seperti liana
12. Ekologi : Ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbal balik antara makhluk
hidup dengan lingkungan
13. Embriologi : Ilmu yang mempelajari tentang perkembangan embrio
14. Entomologi : Ilmu yang mempelajari tentang serangga
15. Enzimologi : ilmu yang mempelajari tentang enzim
16. Evolusi : Ilmu yang mempelajari tentang perubahan struktur tubuhmakhluk
hidup secara perlahan-lahan dalam waktu yang lama
17. Epidemiologi : Ilmu yang mempelajari tentang penularan penyakit
18. Eugenetika : Ilmu yang mempelajari tentang hukum pewarisan sifat
19. Endokrinologi : Ilmu yang mempelajari tentang hormon
20. Enzimologi : Ilmu yang mempelajari tentang enzimFisiologi : Ilmu yang
mempelajari tentang faal (fungsi kerja) organ tubuh
21. Fisiologi, Ilmu yang mempelajari tentang faal/fungsi kerja tubuh
22. Fisioterapi : Ilmu yang mempelajari tentang pengobatan terhadappenderita
yang mengalami kelumpuhan atau gangguan otot
23. Farmakologi : Ilmu yang mempelajari tentang obat-obatanGenetika : Ilmu yang
mempelajari tentang pewarisan sifat
24. Genetika, ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat
25. Histologi : Ilmu yang mempelajari tentang jaringan
26. Higiene : Ilmu yang mempelajari tentang pemeliharaan kesehatan makhluk
hidup
27. Harpetologi, ilmu yang mempelajari reptilia/ular
28. Imunologi : Ilmu yang mempelajari tentang sistem kekebalan (imun) tubuh
29. Ichtiologi : Ilmu yang mempelajari tentang ikan
30. Karsinologi : Ilmu yang mempelajari tentang crustacea
31. Klimatologi : Ilmu yang mempelajari tentang iklim
32. Limnologi : Ilmu yang mempelajari tentang perairan mengalir
33. Mamologi, ilmu yang mempelajari tentang mammalia
34. Mikologi, ilmu yang mempelajari tentang jamur
35. Mikrobiologi : Ilmu yang mempelajari tentang mikroorganisme
36. Malakologi : Ilmu yang mempelajari tentang moluska
37. Morfologi : Ilmu yang mempelajari tentang bentuk atau ciri luarorganisme
38. Mikologi : Ilmu yang mempelajari tentang jamur
39. Neurologi, Ilmu yang menangani penyimpangan pada sistem saraf
40. Nematologi, ilmu yang mempelajari tentang nematoda
41. Organologi : Ilmu yang mempelajari tentang organ
42. Onkologi, ilmu yang mempelajari tentang kanker dan cara pencegahannya
43. Onthogeni : Ilmu yang mempelajari tentang perkembangan makhluk hidup dari
zigot menjadi dewasa
44. Ornitologi : Ilmu yang mempelajari tentang burung

45. Phylogeni : Ilmu yang mempelajari tentang perkembangan makhlukhidup


46. Patologi : Ilmu yang mempelajari tentang penyakit dan pengaruh-nya bagi
manusia
47. Palaentologi : Ilmu yang mempelajari tentang fosil
48. Paleobotani, ilmu yang mempelajari tumbuhan masa lampau
49. Paleozoologi, ilmu yang mempelajari tentang hewan purba
50. Parasitologi : Ilmu yang mempelajari tentang makhluk parasit
51. Protozoologi : Ilmu yang mempelajari tentang Protozoa
52. Primatologi, ilmu yang mempelajari tentang primata
53. Pulmonologi, ilmu yang mempelajari tentang paru-paru
54. Radiologi, ilmu untuk melihat bagian dalam tubuh manusia menggunakan
pancaran atau radiasi gelombang, baik gelombang elektromagnetik maupun
gelombang mekanik
55. Rekayasa Genetika, ilmu yang mempelajari tentang manipulasi sifat genetic
56. Sanitasi : Ilmu yang mempelajari tentang kesehatan lingkungan
57. Sitologi : Ilmu yang mempelajari tentang sel
58. Taksonomi : Ilmu yang mempelajari tentang penggolongan makhluk hidup
59. Teratologi : Ilmu yang mempelajari tentang cacat janin dalam kandungan
60. Virologi : Ilmu yang mempelajari tentang virus

-Daftar cabang biologi II


Cabang dari biologi berjumlah ratusan, yang berkembang pesat terutama sejak
abad ke-20. Biologi sendiri semula merupakan bagian dari ilmu pengetahuan alam
(natural sciences) yang dipelajari oleh para naturalis (ahli ilmu-ilmu alamiah).
Biologi sebagai ilmu yang mandiri, dalam arti memiliki perangkat analisis dan
konsep-konsep ilmiah yang kokoh, baru terbentuk pada abad ke-18, setelah
penemuan mikroskop dan tumbangnya dogma generatio spontanea oleh konsep
omne vivum ex vivo. Konsep evolusi, pewarisan sifat (hereditas), dan penemuan
DNA sebagai bahan genetik memacu perkembangan biologi secara pesat dan
menghasilkan cabang-cabang yang dikenal sekarang ini.
Pembagian biologi di bawah ini tidak bersifat mutlak karena beberapa cabang yang
sekarang dianggap mandiri masih memiliki keterkaitan dengan bidang induknya,
misalnya genetika dengan fisiologi, biologi molekular dengan genetika, dan
sebagainya. Selain itu, karena dinamisnya perkembangan ilmu-ilmu ini, seringkali
ilmu-ilmu ini saling bertemu dan menghasilkan kajian antardisiplin yang sukar
dipisahkan.
CABANG-CABANG BIOLOGI

Biologi merupakan pohon ilmu yang sangat besar. Karena luasnya bahan kajian
biologi, biologi dibagi lagi menjadi cabang-cabang ilmu. Beberapa cabang-cabang
ilmu biologi antara lain :
1. Zoologi, ilmu yang mempelajari tentang hewan
2. Botani, Ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan
3. Fisiologi, Ilmu yang mempelajari tentang faal/fungsi kerja tubuh
4. Anatomi atau ilmu urai tubuh, ilmu yang mempelajari tentang bagian-bagian
tubuh
5. Genetika, ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat
6. Mikrobiologi, ilmu yang mempelajari tentang organism
7. Bakteriologi, ilmu yang mempelajari tentang bakteri
8. Mikobiologi, ilmu yang mempelajari tentang jamur
9. Evolusi, ilmu yang mempelajari perubahan makhluk hidup dalam jangka panjang.
10. Biologi Molekuler, kajian biologi pada tingkat molekul
11. Rekayasa Genetika, ilmu yang mempelajari tentang manipulasi sifat genetic
12. Ekologi, ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbale balik antara makhluk
hidup dan lingkungannya
13. Taksonomi, ilmu yang mempelajari tentang sistematika makhluk hidup
14. Ikhtiologi, Ilmu yang mempelajari tentang ikan
15. Malakologi, ilmu yang mempelajari tentang moluska
16. Karsinologi, ilmu yang mempelajari tentang crustacean
17. Ornitologi, ilmu yang mempelajari tentang burung
18. Entomologi, Ilmu yang mempelajari tentang serangga
19. Protozoologi, ilmu yang mempelajari tentang protozoa
20. Algologi, ilmu yang mempelajari tentang alga
21. Limnologi, ilmu yang mempelajari tentang rawa
22. Embriologi, ilmu yang mempelajari tentang perkembangan embrio
23. Patologi, ilmu yang mempelajari tentang penyakit
24. Endokrinologi, ilmu yang mempelajari tentang hormone
25. Sitologi, ilmu yang mempelajari tentang sel
26. Histologi, ilmu yang mempelajari tentang jaringan
27. Organologi, ilmu yang mempelajari tentang organ
28. Morfologi, ilmu yang mempelajari tentang bentuk atau ciri luar organism
29. Enzimologi, ilmu yang mempelajari tentang enzim
30. Virologi, ilmu yang mempelajari tentang virus
Anatomi
Anatomi (berasal dari bahasa Yunani anatomia, dari
anatemnein, yang berarti memotong) adalah cabang dari biologi yang berhubungan
dengan struktur dan organisasi dari makhluk hidup. Terdapat juga anatomi hewan
atau zootomi dan anatomi tumbuhan atau fitotomi. Beberapa cabang ilmu anatomi
adalah anatomi perbandingan, histologi, dan anatomi manusia
Anatomi manusia
Dilihat dari sudut kegunaan, bagian paling penting dari anatomi khusus adalah yang
mempelajari tentang manusia dengan berbagai macam pendekatan yang berbeda.

Dari sudut medis, anatomi terdiri dari berbagai pengetahuan tentang bentuk, letak,
ukuran, dan hubungan berbagai struktur dari tubuh manusia sehat sehingga sering
disebut sebagai anatomi deskriptif atau topografis. Kerumitan tubuh manusia
menyebabkan hanya ada sedikit ahli anatomi manusia profesional yang benar-benar
menguasai bidang ilmu ini; sebagian besar memiliki spesialisasi di bagian tertentu
seperti otak atau bagian dalam.
Anatomi topografi harus dipelajari dengan pembedahan dan pemeriksaan berulang
kali pada tubuh manusia yang telah meninggal ([[kadaver]) Anatomi bukan sekedar
ilmu biasa, namun harus benar-benar mempunyai keakuratan yang tinggi karena
dapat digunakan dalam situasi yang darurat. Patologi anatomi adalah ilmu
mengenai organ yang memiliki kelainan dan dalam keadaan sakit. Ilmu ini
diterapkan untuk berbagai tujuan seperti bedah dan ginekologi.
Ekologi
Ekologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme dengan
lingkungannya dan yang lainnya. Berasal dari kata Yunani oikos (habitat) dan
logos (ilmu). Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar
makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. Dalam
ekologi, kita mempelajari makhluk hidup sebagai kesatuan atau sistem dengan
lingkungannya.
Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai
komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik. Faktor biotik antara lain
suhu, air, kelembapan, cahaya, dan topografi, sedangkan faktor biotik adalah
makhluk hidup yang terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroba. Ekologi
juga berhubungan erat dengan tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup, yaitu
populasi, komunitas, dan ekosistem yang saling mempengaruhi dan merupakan
suatu sistem yang menunjukkan kesatuan.
Ekologi, biologi dan ilmu kehidupan lainnya saling melengkapi dengan zoologi dan
botani yang menggambarkan hal bahwa ekologi mencoba memperkirakan, dan
ekonomi energi yang menggambarkan kebanyakan rantai makanan manusia dan
tingkat tropik.
Ekowilayah bumi dan riset perubahan iklim ialah dua wilayah di mana ekolog (orang
yang mempelajari ekologi) kini berfokus.
Taksonomi
Kata taksonomi diambil dari bahasa Yunani tassein yang berarti untuk
mengklasifikasi dan nomos yang berarti aturan. Taksonomi dapat diartikan sebagai
klasifikasi berhirarki dari sesuatu, atau prinsip yang mendasari klasifikasi. Hampir
semua benda bergerak, benda diam, tempat, dan kejadian dapat
diklasifikasikan menurut beberapa skema taksonomi.
Taksonomi dalam biologi
Dalam biologi, taksonomi merupakan cabang ilmu tersendiri, yang disebut juga
klasifikasi atau sistematika. Sistem yang dipakai adalah penamaan dengan dua
sebutan, yang dikenal sebagai tatanama binomial atau binomial nomenclature,
yang diusulkan oleh Carl von Linne (Latin: Carolus Linnaeus), seorang naturalis
berkebangsaan Swedia.

Ia memperkenalkan enam hierarki (pemeringkatan) untuk mengelompokkan semua


organisme hidup. Keenam hierarki (yang disebut takson) itu berturut-turut (dari
tertinggi hingga terendah, istilah dalam kurung adalah usulan untuk penggunaan
dalam bahasa Indonesia):
Filum (hewan), Divisio/Divisi (tumbuhan)
Kelas,
Bangsa/Ordo,
Keluarga/Familia/Famili/Suku (Suku),
Genus/Marga, dan
Spesies (Jenis).
Bagi tumbuh-tumbuhan, istilah Divisio sering dipakai untuk menggantikan Filum.
Dalam tatanama binomial, penamaan suatu jenis cukup hanya menyebutkan nama
marga (selalu diawali dengan huruf besar) dan nama jenis (selalu diawali dengan
huruf kecil) yang dicetak miring (dicetak tegak jika naskah utama dicetak miring)
atau ditulis dengan garis bawah. Aturan ini seharusnya tidak akan membingungkan
karena nama marga tidak boleh sama untuk tingkatan takson lain yang lebih tinggi.
Perkembangan pengetahuan lebih lanjut memaksa dibuatnya takson baru di antara
keenam takson yang sudah ada (memakai awalan super- dan sub-) dan juga
takson di bawah tingkat jenis (infraspesies) (varietas dan forma). Dibuat pula satu
takson di atas Phylum (disebut Regnum (secara harafiah berarti Kerajaan) untuk
membedakan Prokariota (regnum Archaea dan Bacteria) dan Eukariota (regnum
Mycota, Plantae atau Tumbuhan, dan Animalia Hewan).
Fisiologi
Fisiologi, dari kata Yunani physis = alam dan logos = cerita, adalah ilmu yang
mempelajari fungsi mekanik, fisik, dan biokimia dari makhluk hidup.
Fisiologi dibagi menjadi fisiologi tumbuhan dan fisiologi hewan tetapi prinsip dari
fisiologi bersifat universal, tidak bergantung pada jenis organisme yang dipelajari.
Misalnya, apa yang dipelajari pada fisiologi sel khamir dapat pula diterapkan pada
sel manusia.
Fisiologi hewan bermula dari metode dan peralatan yang digunakan dalam
pembelajaran fisiologi manusia yang kemudian meluas pada spesies hewan selain
manusia. Fisiologi tumbuhan banyak menggunakan teknik dari kedua bidang ini.
Cakupan subjek dari fisiologi hewan adalah semua makhluk hidup. Banyaknya
subjek menyebabkan penelitian di bidang fisiologi hewan lebih terkonsentrasi pada
pemahaman bagaimana ciri fisiologis berubah sepanjang sejarah evolusi hewan.
Cabang ilmu lain yang berkembang dari fisiologi adalah biokimia, biofisika,
biomekanika, dan farmakologi
Bidang fisiologi
Fisiologi memiliki beberapa subbidang. Elektrofisiologi berkaitan dengan cara kerja
saraf dan otot; neurofisiologi mempelajari fisiologi otak; fisiologi sel menunjuk pada
fungsi sel secara individual.
Banyak bidang yang berkaitan dengan fisiologi, diantaranya adalah Ekofisiologi
yang mempelajari efek ekologis dari ciri fisiologi suatu hewan atau tumbuhan dan
sebaliknya. Genetika bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi fisiologi

hewan dan tumbuhan. Tekanan lingkungan juga sering menyebabkan kerusakan


pada organisme eukariotik. Organisme yang tidak hidup di habitat akuatik harus
menyimpan air dalam lingkungan seluler. Pada organisme demikian, dehidrasi dapat
menjadi masalah besar.
Dehidrasi pada manusia dapat terjadi ketika terdapat peningkatan aktivitas fisik.
Dalam bidang exercise physiology, telah dilakukan berbagai penelitian mengenai
efek dehidrasi terhadap homeostasis.
Mikrobiologi
Mikrobiologi adalah sebuah cabang dari ilmu biologi yang mempelajari
mikroorganisme. Objek kajiannya biasanya adalah semua makhluk (hidup) yang
perlu dilihat dengan mikroskop, khususnya bakteri, fungi, alga mikroskopik,
protozoa, dan Archaea. Virus sering juga dimasukkan walaupun sebenarnya ia tidak
sepenuhnya dapat dianggap sebagai makhluk hidup.
Mikrobiologi dimulai sejak ditemukannya mikroskop dan menjadi bidang yang
sangat penting dalam biologi setelah Louis Pasteur dapat menjelaskan proses
fermentasi anggur (wine) dan membuat serum rabies. Perkembangan biologi yang
pesat pada abad ke-19 terutama dialami pada bidang ini dan memberikan landasan
bagi terbukanya bidang penting lain: biokimia.
Penerapan mikrobiologi pada masa kini masuk berbagai bidang dan tidak dapat
dipisahkan dari cabang lain. Mikrobiologi diperlukan dalam bidang farmasi,
kedokteran, higiene, pertanian, ilmu gizi, teknik kimia, bahkan hingga astrobiologi
dan arkeologi
.Mekanisme kerja dari zat anti mikroorganisme
1.Perusakan DNA
2.Denaturasi protein
3.Gangguan pada gugus Sulfhidirl
4.Antagonisme kimiawi
5.perusakan pada dinding sel bakteri
Faktor faktor yang mempengaruhi resistensi mikroorganisme terhadap Zat zat
Antimikroorganisme
1.Unsur unsur Fisik, yang meliputi :
a)Panas
b)Penyinaran oleh sinar uv
c)pendinginan pada suhu yang standar
2.Unsur unsur kimia, yang meliputi :
a)Alkohol
b)Ion logam berat
c)Detergen
d)Oksidator
Virologi Virologi ialah cabang biologi yang mempelajari makhluk suborganisme,
terutama virus. Dalam perkembangannya, selain virus ditemukan pula viroid dan
prion. Kedua kelompok ini saat ini juga masih menjadi bidang kajian virologi.
Virologi memiliki posisi strategis dalam kehidupan dan banyak dipelajari karena
bermanfaat bagi industri farmasi dan pestisida. Virologi juga menjadi perhatian

pada bidang kedokteran, kedokteran hewan, peternakan, perikanan dan pertanian


karena kerugian yang ditimbulkan virus dapat bernilai besar secara ekonomi.
Patologi Patologi merupakan cabang bidang kedokteran yang berkaitan dengan ciriciri dan perkembangan penyakit melalui analisis perubahan fungsi atau keadaan
bagian tubuh.
Bidang patologi terdiri atas patologi anatomi dan patologi klinik. Ahli patologi
anatomi membuat kajian dengan mengkaji organ sedangkan ahli patologi klinik
mengkaji perubahan pada fungsi yang nyata pada fisiologi tubuh.
Mikologi Mikologi merupakan cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang
jamur (fungi) banyak orang juga menyebut cendawan.
Kajian dalam mikologi antara lain meliputi taksonomi jamur, fisiologi jamur,
bioteknologi jamur, budidaya jamur (mushroom culture). Mikologi sangat besar
pengaruhnya terhadap fitopatologi karena banyak penyakit tumbuhan yang
disebabkan oleh jamur; sehingga pernah fitopatologi disebut sebagai mikologi
terapan (applied mycology).
Fitopatologi Fitopatologi adalah cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari
penyakit tumbuhan. Berasal dari gabungan kata bahasa Yunani: phyton berarti
tumbuhan; pathos berarti sakit atau menderita; logos berati ilmu atau
pengetahuan. Secara biologis tumbuhan dikatakan sakit bila tidak mampu
melakukan kegiatan fisiologis secara normal, yang meliputi respirasi, fotosintesis,
penyerapan gizi yang diperlukan dan lain-lain. Selain itu tanaman sakit juga tidak
dapat menunjukkan kapasitas genetiknya, seperti berdaya hasil tinggi, morfologi
yang normal dan lain-lain.
Studi ilmu penyakit tumbuhan meliputi studi tentang penyebab penyakit, studi
tentang interaksi antara penyebab penyakit tumbuhan inang dan lingkungan,
studi tentang fisiologi tanaman sakit. Studi penyakit tumbuhan dalam populasi
tumbuhana disebut epidemiologi.
Berdasarkan penyebabnya penyakit tumbuhan dikelompokkan dalam:
penyakit yang disebabkan oleh penyebab non hidup (abiotik), penyakit demikian
bersifat tidak menular (noninfectious), dan
penyakit tumbuhan yang disebabkan oleh jasad hidup (biotik), yang bersifat
menular.
Penyebab penyakit abiotik antara lain adalah kekurang unsur hara, suhu yang
sangat rendah ataupun sangat tinggi, pencemaran (polusi). Penyekait tumbuhan
biotik antara lain adalah jamur (fungi), bakteri, fitoplasma, virus, viroid, nematoda
dan tumbuhan parasitik.

Posterior
Posterior adalah istilah anatomi yang berarti struktur bagian belakang sebagai lawan anterior,
bagian depan.
Istilah yang mungkin terkait dengan Posterior :

Anterior

Kapsulotomi YAG Posterior

LOA

ROA

Pandangan Anteroposterior

Anatomi memiliki pembendaharaan kata internasional. Istilah anatomis mempunyai arti yang
tepat dan digunakan dalam kedokteran dan biologi. Selain istilah anatomis, biasanya digunakan
pula istilah sehari-hari atau istilah lainnya seperti tulang belikat (scapula) dan circulus Willis
(Circulus arteriosus cerebri).

Daftar isi

1 Istilah lokasi anatomi


o

1.1 Posisi anatomi

1.2 Bidang anatomi

1.3 Istilah untuk perbandingan

1.4 Gerakan anatomi

2 Istilah gerakan anatomi


o

2.1 Fleksi dan ekstensi

2.2 Adduksi dan abduksi

2.3 Elevasi dan depresi

2.4 Inversi dan eversi

2.5 Supinasi dan pronasi

2.6 Endorotasi dan eksorotasi

2.7 Lihat pula

Istilah lokasi anatomi

Posisi anatomi

Gambaran posisi anatomi pada manusia

Semua deskripsi anatomis disesuaikan dengan standar posisi anatomi. hal ini
dibuat agar tidak terjadi kesalahpahaman arti dari masing-masing pendapat.

Syarat posisi anatomi:

Berdiri dengan tegak, dengan kepala, kedua mata, dan jari kaki menghadap
ke depan.

Kedua tangan di sisi tubuh dengan telapak tangan terbuka ke depan.

Kedua kaki merapat dan mengarah ke depan.

Bidang anatomi
Bidang anatomi adalah bidang yang melalui tubuh dalam posisi anatomi:

Bidang median: bidang yang membagi tepat tubuh menjadi bagian kanan
dan kiri.

Bidang sagital: bidang yang membagi tubuh menjadi dua bagian dari titik
tertentu (tidak membagi tepat dua bagian). Bidang ini sejajar dengan bidang
median.

Bidang horizontal: bidang yang terletak melintang melalui tubuh (bidang XY). Bidang ini membagi tubuh menjadi bagian atas (superior) dan bawah
(inferior).

Bidang koronal: bidang vertikal yang melalui tubuh, letaknya tegak lurus
terhadap bidang median atau sagital. membagi tubuh menjadi bagian depan
(frontal) dan belakang (dorsal).

Istilah untuk perbandingan

Arah dan bidang anatomi pada seekor kanguru

Superior(=atas) atau kranial: lebih dekat pada kepala.

Contoh: Mulut terletak superior terhadap dagu.

Inferior(=bawah) atau kaudal: lebih dekat pada kaki.

Contoh: Pusar terletak inferior terhadap payudara.

Anterior(=depan): lebih dekat ke depan.

Contoh: Lambung terletak anterior terhadap limpa.

Posterior(=belakang): lebih dekat ke belakang.

Contoh: Jatung terletak posterior terhadap tulang rusuk.

Superfisial: lebih dekat ke/di permukaan.

Contoh: Otot kaki terletak superfisial dari tulangnya.

Profunda: lebih jauh dari permukaan.

Contoh: Tulang hasta dan pengumpil terletak lebih profunda dari otot lengan bawah.

Medial(=dalam)): lebih dekat ke bidang median.

Contoh: Jari manis terletak medial terhadap jari jempol.

Lateral(=luar): menjauhi bidang median.

Contoh: Telinga terletak lateral terhadap mata.

Proksimal(=atas): lebih dekat dengan batang tubuh atau pangkal.

Contoh: Siku terletak proksimal terhadap telapak tangan.

Distal(=bawah): lebih jauh dari batang tubuh atau pangkal.

Contoh: Pergelangan tangan terletak distal terhadap siku


ANATOMI UMUM
Anatomi adalah ilmu yang mempelajari struktur tubuh manusia.

Sikap anatomi --> Mata memandang lurus kedepan dalam bidang jerman, yaitu
bidang yang melalui pinggir bawah lekuk mata dan pinggir atas liang pendengaran
luar, mendatar, kedua lengan tergantung di samping badan dengan tapak tangan
menghadap ke depan, badan tegak dan kedua kaki berdampingan dengan jari-jari
kaki mengarah ke depan

Sisi Tubuh Manusia

Superior : bagian atas

Inferior : bagian bawah

Anterior : bagian depan

Posterior : bagian belakang

Dekstra : bagian kanan

Sinistra : bagian kiri

Medial : bagian tengah

Lateral : bagian samping

Sentral : bagian pusat

Perifer : bagian tepi

Superficial : lapisan atas

Profunda : lapisan dalam/dasar

Ventral : tampak depan

Dorsal : tampak belakang

Proksimal : mendekati sumbu tubuh

Distal : menjauhi sumbu tubuh

Istilah yang Berhubungan dengan Posisi


Bidang midsagital adalah bidang vertikal yang melalui pertengahan tubuh, dan
membagi tubuh menjadi bagian kanan dan kiri yang sama. bidang-bidang yang
terletak disamping dan sejajar bidang midsagital disebut bidang paramedian.

gambar 1. Bidang Midsagital

Sebuah stuktur yang terletak lebih dekat pada bidang midsagital dibandingkan
struktur lainnya disebut terletak medial terhadap struktur tersebut.

Bidang horizontal (transversal) adalah bidang tegak lurus dengan bidang midsagital
dan koronal,dan membagi tubuh bagian atas dan bagian bawah.

gambar 2. Bidang Horizontal

Bidang koronal (frontal) adalah bidang vertikal imajiner yang tegak lurus midsagital
dan membagi sisi tubuh anterior dan posterior.

gambar 3. Bidang Koronal

Istilah anterior dan posterior digunakan untuk menunjukkan bagian depan dan
belakang tubuh dan menggambarkan hubungan antara dua struktur. Suatu struktur
dikatakan terletak anterior atau posterior dibandingkan struktur lainny tergantung
pada apakah letak stuktur trsebut lebih dekat dengan permukaan tubuh bagian
anterior atau posterior.

Untuk mendeskipsikan tangan, istilah permukaan palmar dan dorsal digunakan


sebagai pengganti istilah anterior dan posterior. Sedangkan sebagai pengganti
istilah permukaan palantar dan dorsal digunakan permukaan bawah dan atas untuk
mendeskripsikan kaki. Istilah proksimal dan distal menunjukkan jarak relatif dari
pangkal ekstrimitas, misalnya lengan atas terletak diproksimal lengan bawah dan
tangan terletak di distal lengan bawah. Istilah superfisialis dan profunda
menyatakan jarak relatif struktrur terhadap permukaan tubuh, dan istilah superior
dan inferior menyatakan posisi relatif tinggi atau rendah terhadap ujung dan bawah
tubuh.

Istilah internal dan eksterna digunakan untuk menyatakan jarak relatif struktur dari
pusat organ atau rongga, misalnya arteri carotis interna terletak dalam rongga
tengkorak dan arteri carotis externa terletak di luar rongga tengkorak.

Istilah ipsilateral menunjukkan sisi tubuh yang sama, misalnya tangan kiri dan kaki
kiri adalah ipsilateral. Kontralateral menujukkan sisi tubuh yang berlawanan;
misalnya musculus biceps brachii sinistra dan musculus rectus femoralis dextra
adalah kontralateral.
Posisi supinatio adalah posisi tubuh terlentang. Posisi pronatio adalah posisi
tengkurap.

Istilah Dalam Anatomi


Istilah Istilah letak dalam Anatomi.
1. Medial >< Lateral
Medial adalah bagian tubuh dikatakan terletak lebih medial dari yang lain bilamana bagian tubuh
tersebut letaknya lebih dekat dengan bidang median dari yang lain.

Sebaliknya bagian tubuh yang lebih jauh dari bidang median dikatakan terletak lebih lateral.
2. Anterior >< Posterior
Istilah ini timbul karena adanya bantuan bidang khayal ( imaginer ) yang membelah tubuh
menjadi dua bagian yaitu muka dan belakang.
Pengertian bagian tubuh dikatakan terletak lebih anterior dari bagian yang lain bilamana bagian
tubuh tadi terletak dekat / lebih didepan terhadap bidang koronal.
Usus pada istilah anatomi, istilah anterior (depan) sama dengan ventral yang artinya lebih dekat
dengan
dinding perut.
Posterior (dorsal) yang artinya letaknya mendekati punggung (coronal) bidang yang memebelah
depan dan
belakang.
3. Ventral >< DOrsal
4. Superior (atas) >< Inferior (bawah)
Istilah letak ini timbul karena bantuan bidang khayal yang membagi tubuh menjadi dua
bagian atas dan bawah
yaitu di sebut bidang horizontal.
Contoh :Pada posisi anatomi.
5. Superfisial >< Profunda
(Permukaan )
(Lebih dalam dari permukaan)
Bagian tubuh dikatakan terletak lebih superfisial dari bagian tubuh yang lain bilamana bagian
tubuh tadi
letaknya lebih dekat dengan permukaan tubuh sedangkan bagian tubuh yang letaknya lebih jauh
dari permukaan tubuh / kedalam letaknya lebih profunda.
Contoh : kulit pada tubuh letaknya juga paling superfisial
6. Interna >< Externa
Kedua istilah ini Hanya digunakan untuk membandingkan letak dua bagian tubuh yang ada
dalam satu rongga Bagian tubuh dikatakan terletak lebih Interna daripada daripada yang lain
bilamana bagian tubuh yang tadi
letaknya lebih dekat dengan titik pusat dengan rongga dibanding dengan bagian bagian yang lain
pada rongga
yang sama.
Contoh : Cor (Jantung) letaknya lebih interna dari paru-paru , sedangkan pada bagian yang lain ,
yang lain
lebih jauh dari pusat rongga dikatakan terletak lebih externa.
7.Proksimal (Mendekati pangkal tubuh) >< Distal (menjauhi pangkal tubuh)

Bagian tubuh dikatakan lebih proksimal dari yang lain bilamana letaknya lebih dekat dari
pangkal dari bagian tubuh tadi.
Sebaliknya : bagian tubuh yang letaknya lebih jauh dari pangkalnya disebut distal.
Contoh : pada extremitas superior / tangan mempunyai pangkal (sendi peluru) sehingga lengan
atas adalah bagian yang paling proksimal.
Sedangkan jari-jari tangan adalah terletak paling distal.
Sehingga lengan atas lebih proksimal dari pergelangan tangan , pergelangan tangan lebih
proksimal dari
jari jari tangan, jari-jari tangan distal.
8. Palmar ( Telapak tangan ) >< Dorsum manus (Punggung tangan)
9. Plantar (Telapak Kaki) >< Dorsum pedis (Punggung kaki)
10. Dextra (kanan) >< Sinistra (Kiri)
11. IPsilateral >< Kontra lateral
IPsilateral adalah 2 bagian tubuh yang letaknya pada sisi yang sama (kanan /kiri)
contoh : Tangan kanan dan kaki kanan.
Sedangkan dua bagian tubuh yang letaknya pada sisi yang berlawanan disebut kontra lateral.
Contoh : Tangan kanan dan kaki kiri, kaki kanan dan kaki kiri.
12. Cranial (kepala) >< Caudal (ekor)
Bagian tubuh dikatakan lebih cranial dengan yang lain bilamana bagian tubuh tadi letaknya lebih
dekat
dengan kepala sedangkan bagian tubuh yang lebih dekat dengan bagian ekor dikatakan lebih
caudal, istilah
ini digunakan lebih baik pada satu saluran misalnya saluran pencernaan makanan.
Cranial Mulut - farink - usopagus - gaster - duodenum - yeyunum - ileum - colon ascenden colon tranfersum - colon descenden -colon sigmoid - rectum - anus.