Anda di halaman 1dari 19

1. 1.

Menurut pandangan saya, mutu profesi seorang guru ditempuh melalui pendidikan
yang menjadi dasar untuk mendidik, mengajar, dan membimbing murid-muridnya agar
seorang guru dapat mencadi panutan atau teladan bagi murid. Pelatihan, seminar sangat
berguna untuk seorang guru untuk lebih kreatif dalam mengajar murid-murid dalam
sekolah maupun diluar sekolah. Guru mengikuti studi lanjut untuk menambah ilmu dan
pengetahuan-pengetahuan lebih dalam lagi dalam dunia pendidikan.
2. Lankah-langkah konkret seorang guru professional :
1. Menguasai bahan pengajaran
2. Merencanakan program belajar-mengajar
3. Melaksanakan, memimpin dan mengelola proses belajar-mengajar serta,
4. Menilai dan mengevaluasi kegiatan belajar-mengajar
3. Faktor eksternal dan internal terjadinya pelanggaran
Faktor internal yaitu faktor-faktor yang terdapat di dalam diri para pelaku pelanggaran
hukum dan HAM.
a. Keadaan psikologis para anggota profesi,
b. Sifat egois yang ada dalam diri,
c. Tidak tolerans pada orang lain, dan
d. Tingkat kesadaran pelaku pelanggaran HAM.
Faktor eksternal yaitu faktor-faktor di luar diri manusia yang mendorong seseorang
atau sekelompok orang melakukan pelanggaran hukum dan HAM.
a. Perangkat hukum yang tidak tegas dan jelas sehingga menimbulkan ketidakpastian
hukum.
b. Struktur sosial dan politik yang memungkinkan terjadinya pelanggaran hukum dan
HAM.
c. Struktur ekonomi yang menimbulkan kesenjangan ekonomi dan kemiskinan
memungkinkan seseorang melakukan pelanggaran hukum dan HAM.
d. Teknologi yang digunakan secara salah dapat menimbulkan kejahatan kerah putih
(white crimes).
4. Penegakan yang dilakukan oleh pemerintah :
Pengakuan Pemerintah terhadap pekerjaan guru sebagai profesi, menimbulkan
konsekuensi bahwa guru dituntut memiliki kualifikasi akademik (S1 atau D-IV),
kompetensi (pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional) dan sertifikat pendidik
sebagaimana ditegaskan Undang- Undang Guru dan Dosen (UUGD). Guru juga wajib
membentuk organisasi profesi yang berfungsi untuk memajukan profesi, meningkatkan
kompetensi, karier, wawasan kependidik-an, perlindungan profesi, kesejahteraan dan
pengabdian kepada masyarakat. Untuk menjaga dan meningkatkan kehormatan dan
martabat guru dalam pelaksanaan tugas keprofesionalan, organisasi profesi guru
membentuk kode etik yang berisi norma dan etika yang mengikat perilaku guru dalam
pelaksanaan tugas keprofesionalan.
Penegakan yang disepakati PGRI :

Dalam rumusan kode etik guru yang disempurnakan, terdapat sejumlah kewajiban yang
harus dilakukan guru
Indonesia. Kewajiban itu meliputi
(1) kewajiban umum ;
(2) kewajiban terhadap peserta didik/ siswa;
(3) kewajiban terhadap orang tua/wali peserta didik;
(4) kewajiban terhadap masyarakat;
(5) kewajiban terhadap teman sejawat;
(6) kewajiban terhadap profesi;
(7) kewajiban terhadap organisasi profesi; dan
(8) kewajiban terhadap Pemerintah.
5. Visi
Terus belajar untuk menjadi seorang guru yang berintegritas
Belajar dari pengalamandiri sendiri dan pengalaman orang-orang sekitar
Misi
Menjadi seorang guru yang berkompeten, berintegritas dan panutan bagi murid
disekolah maupun di lingkungan masyarakat
Reply

2.

Diana Rotua Silabansays:


July 8, 2014 at 7:28 am
Jawaban:
1. Menurut saya pendidikan, pelatihan, seminar, dan studi lanjut merupakan cakupan
yang lengkap untuk menjadikan guru profsional. Merupakan orang tua wali yang harus
membimbing dan mencerdaskan perserta didik karena mereka adalah tunas-tunas bangsa
yang harus memiliki kecerdasan dalam membangun Indonesia lebih baik lagi. Untuk
mencerdaskan kehidupan bangsa tersebut, guru harus benar-benar memiliki kemampuan
dan keahlian dalam melaksanakan proses pembelajaran, karena proses pembelajaran itu
pelaksanaannya tidak mudah. Banyak hal yang harus diperhatikan, seperti
keanekaragaman sifat, kecerdasan dan perilaku peserta didik, demikian juga dalam
menyampaikan materi pelajaran harus hati-hati, jangan sampai salah, karena salah sedikit
saja menjadi fatal bagi peserta didik. Guru selalu dijaga dan ditemui, maka dari itu guru
harus professional. Guru profesional melakukan berbagai macam kegiatan yang menjadi
pedoman untuk mereka mengajar atau mempersiapkan diri menjadi guru yang dapat
diteladani. Seperti yang terdapat di atas guru harus mengikuti pelatihan-pelatiha, dsb
2. Guru adalah seorang yang dewasa yang secara sadar bertanggung jawab dalam
mendidik, mengajar, dan membimbing peserta didik. Dalam hal mendidik guru
memerlukan usaha-usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan
proses pembelajaran. Guru tidak lepas dan tidak harus menjadi orang uang kuper,
melainkan harus mengikuti perkembangan zaman yang ada, termasuk kedalam teknologi
dan informasi dan komunikasi, di mana segala sesuatu yang dikaitkan dengan

penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu
kelainnya.
Media pembelajaran adalah segala sesuatu, benda, atau bahkan lingkungan sekolah yang
membangun kondisi yang dapat membuat pelajar meningkatkan proses, situasi, dan
efektifitas belajar mengajar.
Peran TIK dalam mengajar ialah:
Kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik
Kegiatan belajar jadi lebih Interaktif
Kualitas belajar dapat ditingkatkan
Pembelajaran dapat disajikan di mana saja
Memberikan nilai positif bagi pengajar
Macam-macam media pembelajaran, yaitu:
Media teknologi cetak
Media teknologi audio-visual
Media teknologi berdasarkan kompetensi
Media gabungan teknologi
3. Kode etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang
bersangkutan. Maksudnya bahwa etika profesi dapat memberitahukan suatu pengetahuan
kepada masyarakat agar dapat memahami arti pentingnya suatu profesi, srhingga
memungkinkan pengontrolan terhadap para pelaksana di lapangan kerja.
Adapun fungsi dari kode etik profesi adalah :
1. Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang
digariskan
2. Sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan
3. Mencegah campur tangan pihak diluar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam
keanggotaan profesi.
Jadi pelanggaran kode etik profesi berarti pelanggaran atau penyelewengan terhadap
system norma, nilai dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa
yang benar dan baik bagi suatu profesi dalam masyarakat.
Pelanggaran kode etik profesi merupakan pelanggaran yang dilakukan oleh sekelompok
profesi yang tidak mencerminkan atau memberi petunjuk kepada anggotanya bagaimana
seharusnya berbuat dan sekaligus menjamin mutu profesi itu dimata masyarakat.
Tujuan Kode Etik Profesi adalah :
1. Untuk menjunjung tinggi martabat profesi
2. Untuk menjaga dan memelihara kesejakteraan para anggota
3. Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi
4. Untuk meningkatkan mutu profesi
5. Meningkatkan layanan diatas keuntungan pribadi
6. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat
4. Usaha yang dilakukan oleh pemerintah dalam menegakkan kode etik profesionalnya
ialah menuliskan atau membuat peraturan untuk siap profesi yang jalani oleh setiap
orang, seperti pelanggaran-pelanggaran yang dibuat dalam bentuk kesengajaan.
5. -Visinya: Menjadi guru yang profesional dan berintegritas, serta dicintai oleh siswasiswi dan masyarakat luas. Misinya: menjalankan tugas dengan sepenuh hati, mengajar
dengan hati gembira, serta memiliki tujaun yang membangun.

Reply

methasamosirsays:

July 18, 2014 at 3:33 pm


Terima kasih Diana sudah menjawab pertanyaan yang diberikan.
Reply

3.

ujian profesi keguruansays:


July 8, 2014 at 7:35 am
Jawaban Ujian akhir semester genap 2013/2014 profesi keguruan
DI BUAT OLEH:
NAMA : Magdalena Merchel Betty
NIM : 1217150026
PRODI : pendidikan Agama Kristen (PAK)
MATA KULIAH : Profesi Keguruan
DOSEN : Christina Metallica
UNIVERSITAS KRISTEN INDONESia
JAKARTA
1. Dalam meningkatkan mutu profesi guru dapat ditempuh melalui pendidikan, pelatihan,
seminar, serta mengikuti studi lanjut. Bagaimana pendapat saudara tentang hal tersebut.
JAWAB:
Dalam meningkatkan mutu profesi guru bukan hanya sekedar pendidikan, pelatihan,
seminar dan lain-lainya melainkan kita sebagai guru harus menjadi teladan yang baik
kepada anak didik kita. Misalnya dalam tingkah laku, dan cara penampilan apabila
tingkah laku dan penampilan kita tidak baik itu sama saja kita bukan sebagai guru yang
profesional dan tidak menjadi teladan yang baik bagi anak didik kita.
2. Dalam era perkembangan kemajuan teknologi informasi saat ini guru sebagai tenaga
profesional hendaknya mampu mengimbanginya dengan barbagai langkah konkret.
Tuliskan langkah-langkah konkret tersebut.
JAWAB:
Guru merupakan orang yang harus ditiru, dalam artian orang yang memiliki kharisma dan
wibawa hingga perlu untuk ditiru dan diteladani. guru adalah orang dewasa yang secara
sadar bertanggung jawab dalam mendidik, mengajar, dan membimbing peserta didik. dan
Menjadi seorang guru yang profesional harus memiliki keterampilan dan kemampuan
dalam mengelola media hasil dari perkembangan TIK, Jangan menolak, Menggunakan

media TIK dengan benar, Mengajar dan meberikan arahan tentang penggunaan media
TIK terhadap peserta didik. Dan Semua media yang ada dapat digunakan dalam proses
belajar PAK, akan tetapi ada batasannya. Sehingga dalam penggunaan media baik
didalam kelas maupun diluar tidak disalahgunakan.
Peran TIK dalam proses pembelajaran
Kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik
Kegiatan belajar dapat menjadi lebih interaktif
Kualitas belajar dapat ditingkatkan
Pembelajaran dapat disajikan dimana dan kapan saja sesuai dengan yang diinginkan
Memberikan nilai positif bagi pengajar
Macam macam media pembelajaran
Media teknologi cetak
Media teknologi audio-visual
Media teknologi yang berdasarkan computer
Media gabungan tenologi cetak dan teknologi computer.
3. Tuliskan faktor eksternal dan internal penyebab terjadinya pelanggaran terhadap kode
etik profesi keguruan yang dilakukan oleh oknum anggota profesi.
JAWAB:
Profesi adalah suatu hal yang harus dibarengi dengan keahlian dan etika. Meskipun sudah
ada aturan yang mengatur tentang kode etik profesi, namun bisa kita lihat saat ini masih
sangat banyak terjadi pelanggaran-pelanggaran ataupun penyalahgunaan profesi. Dan
Beberapa penyebab pelanggaran kode etik profesi yaitu:
Idealisme dalam kode etik tidak sejalan dengan fakta yang terjadi di sekitar para
profesional sehingga harapan terkadang sangat jauh dari kenyataan yang kita inginkan.
Memungkinkan para profesional untuk berpaling kepada kenyataan dan mengabaikan
idealisme kode etik profesi.
Kode etik profesi merupakan himpunan norma moral yang tidak dilengkapi dengan
senksi keras karan keberlakuaanya semata-mata berdasarkan keadaran profesional
Memberi peluang kepada profesional untuk berbuat menyimpang dari kode etik
profesinya
4. Tuliskan usaha yang dilakukan oleh pemerintah dan anggota profesi untuk
menegakkan kepatuhan terhadap kode etik.
JAWAB:
Dan sanksi pelanggaran kode etik yaitu senksi moral dan sanksi dikeluarkan dari
organisasi.
Dengan demikian kode etik profesi adalah sistem norma atau aturan yang tertulis secara
jelas dan tegas serta terperinci tentang apa yang baik dan yang tidak baik, apa yang benar
dan apa ayang salah dan perbuatan apa yanag dilakukan dan tidak boleh dilakukan oleh
seorang profesional. Dan kode etik profesi berfungsi sebagai pelindung dan
pengembangan profesi dengan telah adanyan kode etik profesi, masih banyak kita temuai
pelanggaran-pelanggaran ataupun peyalagunaan profesi. Apabila jika kode etik profesi
tidak adan, maka semakin banyak terjadi pelanggaran. Akan semakin banyak terjadi
penyalah gunaan profesi.

5. Setelah mempelajari mata kuliah profesi keguruan selama 1 (satu) semester, tuliskan
apa yang menjadi visi dan misi saudara sebagai guru yang profesional
JAWAB:
visi saya sebagai guru ialah
menjadi guru PAK yang profesional, betanggung jawab serta membangun dan
pengembangan karakter anak didik dalam proses belajar mengajar.
misi saya ialah
Mengembangakan potensi anak didik sesuai dengan sikap dan karakter anak didik
mendidik dan melatih anak didik dengan sifat dan sikap yang bijaksana
melayani dan membentuk kepribadian perserta didik
Reply

4.

Magdalenasays:
July 8, 2014 at 8:11 am
Jawaban Ujian akhir semester genap 2013/2014 profesi keguruan
DI BUAT OLEH:
NAMA : Magdalena Merchel Betty
NIM : 1217150026
PRODI : pendidikan Agama Kristen (PAK)
MATA KULIAH : Profesi Keguruan
DOSEN : Christina Metallica
UNIVERSITAS KRISTEN INDONESia
JAKARTA
1. Dalam meningkatkan mutu profesi guru dapat ditempuh melalui pendidikan, pelatihan,
seminar, serta mengikuti studi lanjut. Bagaimana pendapat saudara tentang hal tersebut.
JAWAB:
Dalam meningkatkan mutu profesi guru bukan hanya sekedar pendidikan, pelatihan,
seminar dan lain-lainya melainkan kita sebagai guru harus menjadi teladan yang baik
kepada anak didik kita. Misalnya dalam tingkah laku, dan cara penampilan apabila
tingkah laku dan penampilan kita tidak baik itu sama saja kita bukan sebagai guru yang
profesional dan tidak menjadi teladan yang baik bagi anak didik kita.
2. Dalam era perkembangan kemajuan teknologi informasi saat ini guru sebagai tenaga
profesional hendaknya mampu mengimbanginya dengan barbagai langkah konkret.
Tuliskan langkah-langkah konkret tersebut.
JAWAB:
Guru merupakan orang yang harus ditiru, dalam artian orang yang memiliki kharisma dan
wibawa hingga perlu untuk ditiru dan diteladani. guru adalah orang dewasa yang secara
sadar bertanggung jawab dalam mendidik, mengajar, dan membimbing peserta didik. dan
Menjadi seorang guru yang profesional harus memiliki keterampilan dan kemampuan

dalam mengelola media hasil dari perkembangan TIK, Jangan menolak, Menggunakan
media TIK dengan benar, Mengajar dan meberikan arahan tentang penggunaan media
TIK terhadap peserta didik. Dan Semua media yang ada dapat digunakan dalam proses
belajar PAK, akan tetapi ada batasannya. Sehingga dalam penggunaan media baik
didalam kelas maupun diluar tidak disalahgunakan.
Peran TIK dalam proses pembelajaran
Kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik
Kegiatan belajar dapat menjadi lebih interaktif
Kualitas belajar dapat ditingkatkan
Pembelajaran dapat disajikan dimana dan kapan saja sesuai dengan yang diinginkan
Memberikan nilai positif bagi pengajar
Macam macam media pembelajaran
Media teknologi cetak
Media teknologi audio-visual
Media teknologi yang berdasarkan computer
Media gabungan tenologi cetak dan teknologi computer.
3. Tuliskan faktor eksternal dan internal penyebab terjadinya pelanggaran terhadap kode
etik profesi keguruan yang dilakukan oleh oknum anggota profesi.
JAWAB:
Profesi adalah suatu hal yang harus dibarengi dengan keahlian dan etika. Meskipun sudah
ada aturan yang mengatur tentang kode etik profesi, namun bisa kita lihat saat ini masih
sangat banyak terjadi pelanggaran-pelanggaran ataupun penyalahgunaan profesi. Dan
Beberapa penyebab pelanggaran kode etik profesi yaitu:
Idealisme dalam kode etik tidak sejalan dengan fakta yang terjadi di sekitar para
profesional sehingga harapan terkadang sangat jauh dari kenyataan yang kita inginkan.
Memungkinkan para profesional untuk berpaling kepada kenyataan dan mengabaikan
idealisme kode etik profesi.
Kode etik profesi merupakan himpunan norma moral yang tidak dilengkapi dengan
senksi keras karan keberlakuaanya semata-mata berdasarkan keadaran profesional
Memberi peluang kepada profesional untuk berbuat menyimpang dari kode etik
profesinya
4. Tuliskan usaha yang dilakukan oleh pemerintah dan anggota profesi untuk
menegakkan kepatuhan terhadap kode etik.
JAWAB:
Dan sanksi pelanggaran kode etik yaitu senksi moral dan sanksi dikeluarkan dari
organisasi.
Dengan demikian kode etik profesi adalah sistem norma atau aturan yang tertulis secara
jelas dan tegas serta terperinci tentang apa yang baik dan yang tidak baik, apa yang benar
dan apa ayang salah dan perbuatan apa yanag dilakukan dan tidak boleh dilakukan oleh
seorang profesional. Dan kode etik profesi berfungsi sebagai pelindung dan
pengembangan profesi dengan telah adanyan kode etik profesi, masih banyak kita temuai
pelanggaran-pelanggaran ataupun peyalagunaan profesi. Apabila jika kode etik profesi
tidak adan, maka semakin banyak terjadi pelanggaran. Akan semakin banyak terjadi
penyalah gunaan profesi.

5. Setelah mempelajari mata kuliah profesi keguruan selama 1 (satu) semester, tuliskan
apa yang menjadi visi dan misi saudara sebagai guru yang profesional
JAWAB:
visi saya sebagai guru ialah
menjadi guru PAK yang profesional, betanggung jawab serta membangun dan
pengembangan karakter anak didik dalam proses belajar mengajar.
misi saya ialah
Mengembangakan potensi anak didik sesuai dengan sikap dan karakter anak didik
mendidik dan melatih anak didik dengan sifat dan sikap yang bijaksana
melayani dan membentuk kepribadian perserta didik
1. . Dalam meningkatkan mutu profesi guru dapat ditempuh melalui pendidikan, pelatihan,
seminar, serta mengikuti studi lanjut. Bagaimana pandangan saudara tentang hal tersebut?
2. Dalam era perkembangan kemajuan teknologi informasi saat ini guru sebagai tenaga
profesional hendaknya mampu mengimbangi dengan berbagai langkah-langkah konkret.
Tuliskan langkah-langkah konkret tersebut!
3. Tuliskan faktor eksternal dan internal penyebab terjadinya pelanggaran terhadap kode
etik profesi keguruan yang dilakukan oleh oknum anggota profesi!
4. Tuliskan nama usaha yang dilakukan oleh pemerintah dan anggota profesi untuk
menegakkan kepatuhan terhadap kode etik!
5. Setelah mempelajari mata kuliah Profesi Keguruan selama 1(satu) semester, tuliskan
apa saja yang menjadi visi dan misi saudara sebagai guru yang profesional!
JAWAB
1. Saya setuju dengan pernyataan tersebut, karena tugas sebagai pengajar atau seorang
guru adalah mengabdi dan mengajar karena itu guru haruslah memiliki informasi yang
luas dan serba tahu segala hal dan terutama perkembangan yang maju seperti yang kita
ketahui sekarang ini. Karena itu untuk dapat meningkatkan mutu guru di Indonesia
haruslah diperhatikan dengan serius, dengan melalui jalur pendidikan, pelatihan, seminarseminar, serta melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lebih efektif dan bermanfaat
untuk seorang pengajar/pendidik dalam mensejahterahkan anak-anak didik masa depan
Indonesia.
2. a. Dalam melakukan proses belajar mengajar guru memanfaatkan teknologi seperti
laptop, lcd sebagai alat dalam mempersentasikan materi kepada siswanya.
b. Guru memberikan informasi pengajaran kepada siswa tidak hanya melalui buku mata
pelajaran saja tetapi juga melalui informasi media social yang ada.
3. Faktor Eksternal
1. Tugas mengajar guru yang tidak sesuai dengan bidang kompetensi yang dikuasai oleh
guru tersebut.
2. Tidak adanya kesempatan pelatihan pada guru baru dengan baik sehingga guru
kebingungan dan menjadi asal-asalan dalam mengerjakan kewajibannya sebagai seorang
guru.
3. Tidak adanya ikatan kekeluargaan di sekolah sebagai sesama pendidik.
Faktor Internal

1. Tidak adanya kedisiplinan dari dalam diri seorang guru.


2. Tidak mencintai profesinya sebagai seorang pendidik.
3. Visi misi yang tidak kuat dalam pelayanannya menjadi seorang pendidik
4. Memiliki sifat masa bodo yang penting mendapat gaji.
5. Tidak memiliki motivasi untuk keberhasilan siswanya.
6. Tidak memiliki komitmen sebagai seorang pendidik.
4. 1. Memberikan sanksi kepada guru yang melanggar kode etik tersebut.
2. Meningkatkan kualitas guru, sebagai syarat menjadi guru yang professional.
3. Memperhatikan kinerja guru-guru dan mengadakan evaluasi sebagai perbaikan.
5. Visi misi sebagai guru yang professional
1. Menjadi seorang guru yang memiliki kualitas dan menjadi teladan untuk dapat ditiru
dan sekaligus menghasilkan peserta didik yang memiliki etika yang lebih baik dimanapun
nantinya mereka berada.
2. Memiliki integritas serta wibawa sebagai seorang pengajar.
3. Memiliki mutu serta komitmen untuk menjadi guru yang lebih baik dan melayani
dengan sepenuh hati.
4. Mengabdi dengan setia tanpa memperhitungkan segala pengorbanan yang telah kita
berikan.
Reply

2.

AGUSTINA MARIANA TARIHORAN (1217150013)says:


July 8, 2014 at 9:40 am
1. Pandangan saya tentang hal tersebut, benar bahwa untuk meningkatkan mutu profesi
guru dapat ditempuh melalui pendidikan, pelatihan, seminar, serta mengikuti study lanjut,
karena dengan demikian setiap guru yang melakukan hal-hal seperti itu dapat
meningkatkan mutu profesinya sebagai guru. Karena dalam pendidikan, Pelatihan,
seminar, dan study lanjut dapat menambah wawasan guru sehingga dalam pengajarannya
pun berdampak kepada peserta didik yang diajar dan terhadap mutu pendidikan bangsa.
2. Langkah konkret guru dalam mengimbangi perkembangan kemajuan teknologi
informasi saat ini:
Menjadi seorang guru yang profesional harus memiliki keterampilan dan kemampuan
dalam mengelola media hasil dari perkembangan TIK.
Jangan menolak perkembangan teknologi tersebut.
Menggunakan media TIK dengan benar sesuai dengan kegunaannya.
Mengajar dan meberikan arahan tentang penggunaan media TIK terhadap peserta didik,
sehingga mereka juga menggunakan TIK dengan baik dan benar.
3. Faktor eksternal:
Terintimidasi oleh masyarakat sekitar

Keluarga yang tidak mendukung


Rekan sekerja (guru lain) tidak mematuhi kode etik
Sekolah tempat mengajar tidak terlalu mementingkan kode etik
Factor internal:
Belum siap menjadi guru
Tidak menguasai materi yang akan diajarkan
Tidak mengerti kode etik guru (arti dan makna)
Menganggap enteng kode etik tersebut, sehingga ketika mendidik peserta didik menjadi
tidak maksimal
4. Usaha yang dilakukan pemerintah dan anggota profesi untuk menegakkan kepatuhan
terhadap kode etik:
Memberikan sanksi terhadap pelanggar
Mengadakan penataran bagi guru-guru
Mengikuti pelatihan guru
Mengaplikasikan kode etik tersebut dalam lingkungan sekolah dan masyarakat
5. Visi: menjadi guru yang profesional, mengajar dengan penuh kasih dan tanggung
jawab.
Misi:
Belajar dengan sungguh-sungguh sebagai bekal mengajar
Mengerti arti dan makna kode etik guru
Mengerti materi yang akan diajarkan kepada peserta didik
Mengasihi semua peserta didik.
Berlaku adil kepada peserta didik
Menjadikan Yesus sebagai teladan dalam mengajar dan dsalam kehidupan sehari-hari
Reply

3.

jenni rotua sarisays:


July 8, 2014 at 9:59 am
Nama : Jenni Rotua Sari Panggabean
Nim :1217150028
1. Dalam meningkatkan mutu profesi guru dapat ditempuh melalui pendidikan, pelatihan,
seminar, serta mengikuti studi lanjut. Bagaimana pandangan saudara tentang hal tersebut.
Jawab :
pandangan saya tentang hal ini, untuk menempuh pendidikan memang sangat di perlukan
untuk mengikuti pelatihan, seminar dan lain-lainnya karena melalui itu semua kita dapat
tau bagaimana cara menjadi guru yang profesional serta bagaimana melakukan proses
balajar mengajar. Biasanya dalam pelatihan atau seminar sangat banyak pengetahuan
yang diberikan kepada kita oleh sesbab itu sangat baik jika kita mengikuti pelatihan dan
seminar agar kita dapat menjadi guru yang baik kepada peserta didik kita nantinya.

2. Dalam era perkembangan kemajuan teknologi informasi saa tini guru sebagai tenaga
profesional hendaknya mampu mengimbanginya dengan berbagai langkah konkret.
Tuliskan langkah-langkah konkret tesebut.
Jawab :
mengadakan proses belajar mengajar yang baik
Kemampuan penguasaan materi/bahan pelajaran
Kemampuanperencanaan program proses belajar-mengajar
Kemampuan pengelolaan proram belajar-mengajar
Kemampuan penggunaan media dan sumber pembelajaran
Kemampuan pelakasaan evaluasi dan penilaan prestasi siswa
Kemampuan pelakasaan administrasi kurikulum
Memiliki nilai-nilai yang seyogianya
Memiliki penampilan yang sopan dan rapi
Menjadi teladan, membangkitkan semagat dan kreativitas serta memberi motivasi
3. Tuliskan factor eksternal dan internal penyebab terjadiny apelanggaran terhadap kode
etik profesi keguruan yang dilakukan oleh oknum anggota profesi!
Jawab :
Faktor eksternal dan internal penyebab terjadinya pelanggaran terhadap kode etik
Tidak berjalannya control dan pengawasan dari masyarakat
Kurangnya iman dan individu
Rendahnya pengetahuan masyarakat menenai substansi kode etik pada setiap bidang
Belum terbentuknya kultur dan kesadaran dari diri sendiri
Tidak ada pedoman hidup dari individu
Perilaku dan kebiasaan individu yang buruk sehingga menjadi kebiasaan
Lingkungan tidak etis mempengaruhi individu tesebut melakukan sebuah pelanggaran
4. Tuliskan usaha yang dilakukan oleh pemerintah dan anggota profesi untuk
menegakkan kepatuhan terhadap kode etik.
Jawab :
usaha yang dilakukan pemerintah dalam menegakkan kepatuhan kode etik Keguruan
adalah, pemerintah mewajibkan seorang Guru harus lulusan (S-1 atau D-III), memiliki
kompetensi dalam mengajar, memiliki kepribadian seorang Guru, dan mampu
berkomunikasi yang baik, serta memiliki sertifikat pendidik sebagaimana yang sudah
ditegaskan dalam Undang-Undang Guru dan Dosen.
Dan usaha yang dilakukan oleh guru adalah, membentuk organisasi profesi yang
berfungsi untuk memajukan profesi, meningkatkan kompetensi, karier, dan wawasan
pendidikan, kesejahteraan dan pengabdian kepada masyarakat.
Usaha pemerintah menegakkan kepatuhan terhadap kode etik
5. Setelah mempelajari matakuliah Profesi Keguruan selama 1(satu) semester, tuliskan
apa yang menjadi visi dan misi saudara sebagai guru yang profesional.
Jawab :
Visi dan misi saya untuk menjadi guru profesional adalah mengajari peserta didik dengan
penuh cinta kasih dan penuh kesabaran agar apa yang saya dapat selama mempelajari

profesi keguruan ini tidak sia-sia nantinya. Untuk menjadi seorang guru yang profesional
memang tidak semudah yang kita bayangkan banyak yang harus dilalui dan dipelajari
maka dari itu menjadi seorang guru tidaklah mudah kitaharus banyak belajar lagi agar
nantinya kepada peserta didik kita tidak salah menyampaikan apa yang telah kita ketahui.
1. SOAL :
1. Dalam meningkatkan mutu profesi guru dapat ditempuh melalui pendidikan, pelatihan,
seminar, serta mengikuti studi lanjut. Bagaimana pandangan saudara tentang hal tersebut?
2. Dalam era perkembangan kemajuan teknologi informasi saat ini guru sebagai tenaga
profesional hendaknya mampu mengimbangi dengan berbagai langkah-langkah konkret.
Tuliskan langkah-langkah konkret tersebut!
3. Tuliskan faktor eksternal dan internal penyebab terjadinya pelanggaran terhadap kode
etik profesi keguruan yang dilakukan oleh oknum anggota profesi!
4. Tuliskan nama usaha yang dilakukan oleh pemerintah dan anggota profesi untuk
menegakkan kepatuhan terhadap kode etik!
5. Setelah mempelajari mata kuliah Profesi Keguruan selama 1(satu) semester, tuliskan
apa saja yang menjadi visi dan misi saudara sebagai guru yang profesional!
Jawaban :
1. Saya setuju dengan pernyataan di atas karena memang sebagai guru dan untuk
meningkatkan profesi guru kita harus menempuh pendidikan, pelatihan, seminar, serta
mengikuti studi lanut. Karena agar mutu guru semakin baik dan berkulitas dan juga agar
menghasilkan para murid yang semakin baik. Karena tentunya jika seorang guru atau
pengajar itu punya kualitas yang tinggi itu sangat berperngaruh dalam proses
perkembangan pendidikan. Sehingga pendidikan di Indonesia mampu bersaing dengan
pendidikan Negara lain untuk memperbaiki kualitas Negara.
2. -Guru mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan tekonologi yang ada, itu
memudahkan pengajar/guru untuk bisa menjadi tenaga professional yang bermutu.
-Memanfaatkan perkembangan kemajuan teknologi informasi untuk meningkatkan
kualitas dan membuat cara belajar dan mengajar lebih modern sehingga murid bisa
mengikuti dengan ketertarikan yang penuh.
3. Eksternal :
-Tekanan dari berbagai pihak tentang kualitasnya.
-Bidang yang diajarkan tidak sesuai dan tidak dipahami betul oleh guru sehingga tidak
bisa mengajar dengan baik.
-Tidak ada dukungan dari pihak keluarga dan lingkungannya.
-Tidak terjalin hubungan baik antar guru dan lingkungan yang berkaitan dengan anak
didiknya.
Internal :
-Tidak adanya kesiapan mental dan fisik dalam melakukan profesinya.
-Masa bodoh dan tidka tertarik dengan profesinya.
-Tidak mau memperbaiki mutunya dan melakukan banyak kesalahan tanpa mau ada
perbaikan untuk lenih baik.

-Tidak peduli dengan apa yang dia kerjakan.


-Tidak mau punya hubungan yang baik terhadap lingkungan keprofesiannya.
-Timbul rasa minder yang berlebihan sehingga tidak bisa memperbaiki dirinya.
4. -Memperbaiki kualitas guru dengan mengadakan sosialisasi dan pelatihan guru untuk
menunjang kualitas guru.
-Profesional guru dinilai dari berbagai aspek.
-Meningkatkan kinerja guru dan memberikan sangsi bagi pelaku profesi yang melanggar
kode etik guru.
-Memberikan tunjuangan bagi guru.
5. VISI : Menjadi guru Profesional yang bermutu dan berkualitas.
MISI :
-Melakukan kode etik guru dengan baik.
-Memiliki wibawa sebagai seorang guru yang bukan hanya sekedar tahu tentang apa yang
dia ajarkan.
-Membuat mutu dan kualitas lebih baik agar menjadi guru yang berwawasan tinggi.
-Mengabdi sebagai guru dengan sepenuh hati dan mementingkan kepentingan profesi
serta anak didiknya dengan pengorbanan tanpa mengeluh dan putus asa.
1. 1. Dalam meningkatkan mutu profesi guru dapat ditempuh melalui pendidikan, pelatihan,
seminar, serta mengikuti studi lanjut. Bagaimana pandangan saudara tentang hal tersebut.
Jawab :
Saya sangat setuju dengan pendapat diatas. Seorang guru harus berpengetahuan luas
tentang bidang yang di gelutinya supaya dapat memberikan yang terbaik bagi
pesertadidiknya. Namun, dalam meningkatkan mutu profesi guru alangkah baiknya jika
guru tidak hanya memperlengkapi diri dengan pengetahuan tetapi juga kemampuan
rohaninya juga sangat pendidik karakter juga harus dimiliki oleh seorang guru. Guru juga
harus mengembangkan bakat-bakat yang ia miliki dan tidak lupa seorang guru harus
menghidupi apa yang akan ia ajarakan kepad anak didiknya.
2. Dalam era perkembangan kemajuan teknologi informasi saat ini guru sebagai tenaga
profesional hendaknya mampu mengimbanginya dengan berbagai langkah konkret.
Tuliskan langkah-langkah konkret tesebut.
Jawab :
Guru sebagai tenaga profesional harus mampu mengimbanginya kemajuan teknologi
informasi saat ini. menurut saya berikut langkah-langkah konkret yang dapat kita lakukan
: 1. Guru dapat memberikan tugas melalui email, blog, atau sebagainya. 2. Dalam kelas
guru menyajikan materi menggunakan power point. 3. Anak didik dituntut untuk bisa
persentasi menggunakan computer dan proyekor sebagai alat persentasi di kelas. 4.
Tugas-tugas harus diketik dan di print out, ini bertujuan supaya mereka dalam
mengerjakan tugaspun menggunakan teknologi. 5. Selain itu pengumpulan tugas-tugas
juga bisa melalui email atau blog. Namun, langkah-langkah ini tidak sepenuhnya efektif
karena dengan langkah-langkah berikut dapat membuat anak didik menjadi pemalas dan
sangat besar kemungkin untuk mereka melakukan plagiat.
3. Tuliskan faktor eksternal dan internal penyebab terjadinya pelanggaran terhadap kode

etik profesi keguruan yang dilakukan oleh oknum anggota profesi!


Jawab :
A. factor internal.
1. Kurangnya kepedulian dari individu tersebut terhadap kode etik guru.
2. Belum terbentuknya kultur dan kesadaran dari orang tersebut.
3. Tidak adanya kesadaran etis dan moralitas dari orang tersebut.
4. Kebutuhan individu.
5. Tidak ada pedoman hidup dari individu tersebut.Perilaku dan kebiasaan individu yang
buruk sehingga menjadi sebuah kebiasaan.
B. Factor internal.
1. tidak adanya control dan pengawasan dari masyarakat
2. Kurangnya sanksi yang keras atau tegas di Negara kita tentang pelanggaran kode etik.
3. Lingkungan tidak baik mempengaruhi individu tersebut melakukan sebuah
pelanggaran.
4. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai kode etik pada setiap bidang, karena
buruknya pelayanan sosialisasi dari pihak prepesi sendiri
4. Tuliskan usaha yang dilakukan oleh pemerintah dan anggota profesi untuk
menegakkan kepatuhan terhadap kode etik.
Jawab :
Hal yang dilakukan pemerintah jika ada yang melanggar kode etik guru adalah meberikan
sangsi sesuai dengan UU berikut :
Pasal 7
(1) Guru dan organisasi profesi guru bertanggungjawab atas pelaksanaan Kude Etik Guru
Indonesia.
(2) Guru dan organisasi guru berkewajiban mensosialisasikan Kode Etik Guru Indonesia
kepada rekan sejawat Penyelenggara pendidikan, masyarakat dan pemerintah.
Pasal 8
(1) Pelanggaran adalah perilaku menyimpang dan atau tidak melaksanakan Kode Etik
Guru Indonesia dan ketentuan perundangan yang berlaku yang berkaitan dengan protes
guru.
(2) Guru yang melanggar Kode Etik Guru Indonesia dikenakan sanksi sesuai dengan
ketentuan peraturan yang berlaku.
(3) Jenis pelanggaran meliputi pelanggaran ringan sedang dan berat.
Pasal 9
(1) Pemberian rekomendasi sanksi terhadap guru yang melakukan pelanggaran terhadap
Kode Etik Guru Indonesia merupakan wewenang Dewan Kehormatan Guru Indonesia.
(2) Pemberian sanksi oleh Dewan Kehormatan Guru Indonesia sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) harus objektif

(3) Rekomendasi Dewan Kehormatan Guru Indonesia sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) wajib dilaksanakan oleh organisasi profesi guru.
(4) Sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan upaya pembinaan kepada
guru yang melakukan pelanggaran dan untuk menjaga harkat dan martabat profesi guru.
(5) Siapapun yang mengetahui telah terjadi pelanggaran Kode Etik Guru Indonesia wajib
melapor kepada Dewan Kehormatan Guru Indonesia, organisasi profesi guru, atau
pejabat yang berwenang.
(6) Setiap pelanggaran dapat melakukan pembelaan diri dengan/atau tanpa bantuan
organisasi profesi guru dan/atau penasehat hukum sesuai dengan jenis pelanggaran yang
dilakukan dihadapan Dewan Kehormatan Guru Indonesia.
Itu adalah pelanggaran dan sanksi yang akan diberikan jika ada guru yang melanggar
kode etik guru indonesia.
5. Setelah mempelajari mata kuliah Profesi Keguruan selama 1(satu) semester, tuliskan
apa yang menjadi visi dan misi saudara sebagai guru yang profesional.
Jawab :
Visi.
Mendidik setiap anak didik dengan penuh kasih dan disiplin yang tinggi, dan menjadikan
anak didik bukan hanya berkemampuan tinggi namun memiliki karakter Kristus.
Misi.
Sebagai seorang guru professional saya akan memperdalam ilmu saya terkhusus bidang
yang berkaitan dengan profesi saya sebagai guru, bukan hanya itu saja saya juga akan
mengembangkan setiap bakat dan kemampuan saya yang bermanfaat bagi profesi saya
misalnya dengan mengikuti seminar-seminar dan pelatihan-pelatihan yang ada. Dimulai
dari diri sendiri saya akan belajar untuk disiplin dalam berpakaian dan disiplin dalam
waktu. Saya juga akan melakukan hal-hal dibawah ini sebagai pendisiplianan diri :
1. Datang tepat waktu.
2. Berpakaian rapi dan sopan.
3. Ramah terhadap peserta didik.
4. Mengasihi peserta didik.
5. Tegas, dan baik hati.
6. Adil , tidak pilih kasih terhadap peserta didik. dll
1. Dalam meningkatkan mutu profesi guru dapat ditempuh melalui pendidikan, pelatihan,
seminar, serta mengikuti studi lanjut. Bagaimana pandangan saudara tentang hal tersebut.
Jawab : menurutsaya, untuk lebih mematangkan akeahliandanprofesiseorang Guru
memanglahmerekaharusdibekalidenganpengarahan-pengarahan yang
mendukungkinerjaseorang Guru misalnyadenganmerekadiadakan seminar, danpelatihanpelatihansertapendidikan. Karenasepertikitaketahuiseorang Guru
tidakhanyamenonjolkankepribadianataupenampilan yang menarik, tetapiseorang Guru
dituntutuntukmemilikiwawasandanilmupengetahuan yang baik, karenatugasseorang Guru
yang paling utamaituadalahmendidik, melatih,

danmembimbingkemampuandaripesertadidiknya. Bagaimanamungkinseorang Guru


dapatmendidikdanmengajarkalaudiatidakmempunyaiilmuintelektual yang cukupbaik,
makapelatihan, seminar,
danpendidikanmemanglahsangatberfungsidansangatmendukungkinerjaseorang Guru.
2. Dalam era perkembangankemajuanteknologiinformasisaatinguru
sebagaitenagaprofesionalhendaknyamampumengimbanginyadenganberbagailangkahkonk
ret. Tuliskanlangkah-langkahkonkrettesebut.
Jawab :mengadakan proses belajar mengajar yang baik
Kemampuan penguasaan materi/bahan pelajaran
Kemampuanperencanaan program proses belajar-mengajar
Kemampuan pengelolaan proram belajar-mengajar
Kemampuan penggunaan media dan sumber pembelajaran
Kemampuan pelakasaan evaluasi dan penilaan prestasi siswa
Kemampuan pelakasaan administrasi kurikulum
Memiliki nilai-nilai yang seyogianya
Memiliki penampilan yang sopan dan rapi
Menjadi teladan, membangkitkan semagat dan kreativitas serta memberi motivasi
3. Tuliskanfaktoreksternaldan internal
penyebabterjadinyapelanggaranterhadapkodeetikprofesikeguruan yang
dilakukanolehoknumanggotaprofesi!
Jawab : yang menjadifaktor internal adalah, kurangnyakesadaran yang adadalamdiri Guru
tersebut, dankebiasaanhidupseorang Guru yang tidakmenaatiperaturan yang ada,
makafaktor internal
inisangatmempengaruhiterjadinyapelanggaranterhadapkodeetikprofesikeguruan yang ada.
Faktoreksternaladalah, lalainyapemerintahdalammenegakkanperaturan yang
adapadakodeetikprofesikeguruantersebut,
pemerintahmenganggapsepeleakankodeetikkeguruankarenapemerintahmenganggapbahw
akodeetikprofesikeguruanitubukanlahhal yang utamadalamduniapendidikan.
4. Tuliskanusaha yang
dilakukanolehpemerintahdananggotaprofesiuntukmenegakkankepatuhanterhadapkodeetik
.
Jawab: usaha yang
dilakukanpemerintahdalammenegakkankepatuhankodeetikKeguruanadalah,
pemerintahmewajibkanseorang Guru haruslulusan (S-1 atau D-III),
memilikikompetensidalammengajar, memilikikepribadianseorang Guru,
danmampuberkomunikasi yang baik, sertamemilikisertifikatpendidiksebagaimana yang
sudahditegaskandalamUndang-Undang Guru danDosen.
Dan usaha yang dilakukanoleh guru adalah, membentukorganisasiprofesi yang
berfungsiuntukmemajukanprofesi, meningkatkankompetensi, karier,
danwawasanpendidikan, kesejahteraandanpengabdiankepadamasyarakat.

5. SetelahmempelajarimatakuliahProfesiKeguruanselama 1(satu) semester, tuliskanapa


yang menjadivisidanmisisaudarasebagai guru yang profesional.
Jawab: visisayasebagai Guru yang profesionaladalah,
setelahsayamempelajarimatakuliahProfesiKeguruan yang menjadipelajaran yang
dapatsayaambilsebagaivisisayauntukmenjadi Guru professional adalahmenjadi Guru yang
mendidikdengantakutakanTuhandansertamempertanggungjawabkanapa yang
sudahsayaajarkanterhadappesertadidik.
Sayamegambilvisidemikiankarenasayabarumenyadaribahwatugasdariseorang Guru
bukanlahhanyauntukmengisipesertadidikdenganilmupengetahuantetapilebihdariitumakata
nggungjawabseorang Guru adalahmenjadikanpesertadidikberilmudanberakhlak yang
baik.
Dan yang menjadiMisisayaadalahuntukmemenuhidanmewujudkanvisisayatersebutadalah,
denganmemulaidaridalamdirisaya, seperti:
memulaidirisayauntukberdisplindalamsegalahalbaikitudisiplinakanwaktudandisiplindala
mmenaatiperaturan,
makasetelahsayabelajaruntukmendisiplinkandirisayamakasayadapatmengajarkandanmem
berikancontohdisplin yang baikpadapesertadidiksayakelak.
1. . Dalam meningkatakan mutu profesi guru dapat di tempuh melalui pendidikan, pelatihan,
seminar, serta mengikuti studi lanjut. Bagaimana pandangan saudara tentang hal tersebut!
Jawab :
Hal-hal tersebut sangat perlu dilakukan oleh seorang guru dalam rangka meningkatkan
profesional guru, karena seorang guru dituntut untuk dapat memiliki tingkat profesional
yang tinggi. Khususnya profesi keguruan yang tugas utamanya adalah melayani peserta
didik dan mayarakat dalam dunia pendidikan, sehubungan dengan hal-hal diatas,
profesionalisasi dalam bidang keguruan mengandung arti peningkatan segala daya dan
usaha dalam rangka pencampaian secara optimal layanan yang akan diberikan kepada
peserta didik dan masyarakat itu berjalan dengan baik serta berkualitas.
2. Dalam era perkembangan kemajuan teknologi informasi saat ini guru sebagai tenaga
professional hendaknya mampu mengimbanginnya dengan berbagai langkah kongkrit.
Tuliskan langkah-langkah kongkret tersebut.
Jawab :
Guru harus bias menggunakan media elektronik dalam mengajar
Proses pembelajaran, tidak lagi terpaku di ruangan kelas, tetapi bias dilakukan di mana
dan kapan saja dengan menggunakan media apa saja khususnya teknologi informasi
Guru harus mampu menerapkan pembelajaran yang lebih kontekstual
Menurut Cece Wijaya:
Guru harus mengenal, memilih, dan menggunakan media dalam mengajar
Mampu membuat alat-alat bantu pelajaran yang sederhana dalam mengajar
3. Tuliskan faktor eksternal dan internal penyebab terjadinya pelanggaran terhadap kode
etik profesi keguruan yang dilakukan oleh oknum anggota profesi.

Jawab :
Factor internal penyebab terjadinya pelanggaran terhadap kode etik :
Kualitas pribadi atau kepribadia guru, mencakup sikap, tingkah laku dan pola pikir yang
kurang baik
Kualitas pendidikan guru, mencakup kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik
yang kurang baik.
Factor eksternalnya :
Sarana dan prasarana pendidikan yang kurang
System pendidikan yang kurang jelas
Kedudukan, karier dan kesejahtraan guru kurang menjamin
Kebijakan pemerintah yang tidak sesuai dengan kebutuhan guru
4. Tuliskan usaha yang dilakukan oleh pemerintah dan anggota profesi untuk
menegakkan kepatuhan terhadap kode etik.
Jawab :
Usaha yang dilakukan oleh pemerintah untuk menegakkan kepatuhan kode etik ialah
dengan mengeluarkan Undang-Undang no. 8/1974, tentang pokok-pokok kepegawaian,
kode etik pegawai negeri sipil adalah mengenai pedoman sikap, tingkah laku, dan
perbuatan di dalam dan di luar dinas.
Usaha yang dilakukan anggota profesi, dan anggota profesi guru ialah sesuai dengan
kode etik guru Indonesia menurut PGRI tahun 1973 adalah ladasan moral dan pedoman
tingkah laku guru dalam melakukan panggilan pengabdiannya berkerja sebagai guru.
Dengan memberikan sanksi terhada pelanggarah kode etik diberlakukan bagi anggota
dengan menggunakan sanksi organisasi profesi, seperti misalnya: dilarang mengajar, atau
melakukan aktivitas di dunia pendidikan atau bahkan diberi tindakan pidana atau perdata
jika secara lebih jauh melanggar undang-undang tertentu.
5. Setelah mempelajari mata kuliah Profesi Keguruan selama satu semester, tuliskan apa
yang menjadi visi dan misi saudara sebagai guru yang professional.
Jawab :
Visi saya
ingin menjadi lulusan sarjana Pendidikan Agama Kristen dan menjadi guru yang
professional yang dicintai oleh murid, dan menjadi guru yang mampu bersaing dibidang
pendidikan, pengajaran, konseling dan mampu menggunakan teknologi informasi yang
semakin berkembang.
Misi saya untuk mencapai Visi tersebut ialah:
berkomitmen tinggi dan konsisten, belajar selalu disiplin dalam menjalankan tugas dan
panggilan, berusaha menjadi guru yang inovatif, kreatif dan membuat metode mengajar
yang menarik yang sesuai dengan materi dan menjadi guru yang selalu mengikuti
perkembangan zaman dengan bijaksana khususnya perkembangan teknologi informasi.
Dalam meningkatkan mutu profesi guru dapat ditempuh melalui pendidikan,
pelatihan, seminar, serta mengikuti studi lanjut. Bagaimana pandangan saudara

tentang hal tersebut.


Jawab: menurut pandangan saya ini sangat penting sekali dalam meningkatkan
mutu profesi guru untuk meningkatkan profesional guru dalam proses mengajar.
2. Dalam era perkembangan kemajuan teknologi informasi saat ini guru sebagai
tenaga profesional hendaknya mampu mengimbanginya dengan berbagai langkah
konkret. Tuliskan langkah-langkah konkret tesebut.
Jawab:
A. Diawali dengan sosialisasi dan pengenalan yang mendasar tentang pentingnya
masyarakat informasi agar dapat bersaing dengan dunia global.
B. Perlunya pelatihan dan pembelajaran secara bertahap sesuai dengan
kemampuan sumber daya dan prasarana yang dimiliki masyarakat.
C. Menanamkan pola pikir masyarakat akan pentingnya media informasi untuk
meningkatkan produktivitas kerja di berbagai aspek kehidupan.
3. Tuliskan faktor eksternal dan internal penyebab terjadinya pelanggaran terhadap
kode etik profesi keguruan yang dilakukan oleh oknum anggota profesi!
Faktor eksternal:
1. Mengambil Jalan Pintas Dalam Pembelajaran
2. Menunggu Peserta Didik Berperilaku Negative
3. Menggunakan Destructive Disclipline
4. Mengabaikan Perbedaan Peserta Didik
5. Merasa Paling Pandai
6. Diskriminatif
7. Memaksa hak peserta didik
Faktor internal:
1. Penguatan nilai kesatuan dan pembinaan moral bangsa
2. Pengembangan nilai-nilai demokrasi
3. Fenomena rendahnya mutu pendidikan
4. Tuliskan usaha yang dilakukan oleh pemerintah dan anggota profesi untuk
menegakkan kepatuhan terhadap kode etik.
Jawab: memberi aturan, jika meyalahgunakan pemerintah hendaknya
menyelesaikam nya dengan tuntas dan memberi hukuman yang setimpal dengan
yang melangar kode etik, pemerintah harus tegas.
5. Setelah mempelajari mata kuliah Profesi Keguruan selama 1(satu) semester,
tuliskan apa yang menjadi visi dan misi saudara sebagai guru yang profesional.
Jawab:
Visi: mencerdaskan peserta didik, meningkatkan kemauan peserta didik untuk
belajar, mengali potensi yang dimiliki oleh peserta didik
Misi: Mengajar peserta didik dengan profesional, memberikan semangat dan
motivasi kepada peserta didik dalam belajar, melatih peserta didik dengan
kemampuan yang ia miliki