Anda di halaman 1dari 2

PENDAFTARAN MAHASISWA PROGRAM PENDIDIKAN DOSEN PENGAJAR PROGRAM PROFESI JURUSAN FARMASI

PROFESI APOTEKER JURUSAN FARMASI UNUD APOTEKER FMIPA UNIVERSITAS


Peserta pendidikan mendaftar menjelang setiap awal semester secara UDAYANA
tertulis pada Sekretariat Program Pendidikan Profesi Apoteker Univer- Dr.rer.nat. IMA Gelgel Wirasuta, Apt, M.Si.
sitas Udayana. Drs. INK Widjaja, Apt., M.Si.
Adapun syarat pendaftaran adalah sebagai berikut : Sagung Chandra Yowani, S.Si., Apt., M.Si.
A. 1 EXP. FOTO COPY IJAZAH SARJANA FARMASI, ATAU Rini Noviyani, S.Si., Apt., M.Si.
B. 1 EXP SURAT KETERANGAN LULUS ASLI DARI PIMPINAN
JURUSAN FARMASI
IGN Agung Dewantara P., S.Farm., Apt., M.Sc.
Ni Putu Eka Leliqia, S.Farm., Apt., M.Si.
PROGRAM
C. PEMBAYARAN BIAYA SELEKSI Ni Putu Ariantari, S.Farm., M.Farm., Apt PENDIDIKAN
D. 5 LEMBAR PAS PHOTO TERBARU : 3 X 4 BERWARNA
E. TELAH MENYELESAIKAN PENDIDIKAN SARJANA (S1)
Cokorda Istri Sri Arisanti, S.Farm., Apt., M.Farm
Ni Made Pitri Susanti, S.Farm., Apt., M.Farm PROFESI
DENGAN IPK MINIMAL 2,50
F. LAMA STUDI SARJANA (S1) TIDAK LEBIH DARI 7 TAHUN.
Dra. I.A. Alit Widhiartini,Apt.M.Si
Desak Ketut Ernawati, S.Si, Apt, M.Pham.
APOTEKER
G. LULUS SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA P3A
MELIPUTI: Drs., I.N. Toya Wiartha, Apt. (Praktisi/APA)
H. TEST POTENSI AKADEMIK (TPA) Drs., Muhammad Rayyan, Apt. (Praktisi/ Manajer
I. NILAI TOEFL MINIMAL 450. Distribusi Kimia Farma Bali)
I Gusti Ayu Rai Widowati, S.Si., Apt. (Praktisi APA
BIAYA PENDIDIKAN Kimia Farma)
Drs. IGM Adioka, Apt., M.Kes., (Praktisi/APA Apotek
NO JENIS BIAYA JUMLAH (Rp) Gunung Agung)
SUMBANGAN PEMBINAAN PENDIDI-
Desak Gede Diah Dharma Santhi, S.Si., Apt., M.Kes.
1
KAN (SPP)
1000.000,-/SEMESTER (Praktisi/ APA Apotek Aswin Farma)
Drs. I Gusti Bagus Gubta Widotana, Apt., Sp. FRS.
SUMBANGAN OPERASIONAL PEN-
2 3000.000,-/SEMESTER (Praktisi Farmasi RS Sanglah)
DIDIKAN (SOP)
Drs. I Gusti Ngurah Warsika, Apt., (Praktisi Farmasi
3
SUMBANGAN PENGEMBANGAN
5000.000,- (SEKALI)
RS Sanglah)
INSTITUSI (SPI) Drs., Raka Karsana, Apt. (Praktisi/ Ketua Instalasi
Farmasi RS Sanglah)

WAKTU PENDAFTARAN DAN UJIAN SELEKSI

PENGU- PENDAFTARAN
GEL PENDAFTARAN TEST MUMAN ULANG DAN
HASIL PENGISIAN KRS

GEL I
12 SD 16 JULI
2010
19 JULI
2010
26 JULI
2010
27-30 JULI 2010 INFO SEKRETARIAT
2 SD 6 AGUS- 9 AGUS- 16 AGUS-
GEL II 18 -23 AGUSTUS
TUS 2010 TUS 2010 TUS 2010
Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi :

Sekretariat
PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI
APOTEKER
UNIVERSITAS UDAYANA

Gedung AF Jurusan Farmasi Fakultas MIPA Kampus Bukit Jimbaran, Kuta Selatan
Kampus Bukit Jimbaran, Kuta Selatan Badung Bali Badung Bali
Phone: (0361) 7831630
E-mail: apoteker_unud@eyahoo.co.id Telp. (0361) 7831630
E-mail: apoteker_unud@yahoo.co.id
TENTANG PROGRAM PROFESI Kurikulum Fasilitas Tempat Praktek Kerja Profesi Apoteker
Program Profesi Apoteker Jurusan Farmasi Udayana mensyaratkan untuk Untuk melaksanakan PKPA dapat dilakukan di Apotek, Rumah
APOTEKER memperoleh gelar apoteker mahasiswa harus telah lulus minimal 31 SKS Sakit, dan Instansi Pemerintahan yang telah memiliki surat perjanjian
yang terdiri dari mata kuliah wajib 25 SKS dan mata kuliah pilihan wajib kerjasama.
UNIVERSITAS UDAYANA 6 SKS sesuai dengan bidang minat mahasiswa. Mahasiswa baru dapat Kerja Praktek di Apotek :
mengikuti Praktek Kerja Profesi Apoteker setelah lulus semua mata kuliah Tujuan PKP di Apotek
yang diambil pada semester sebelumnya. Meningkatkan pemahaman calon apoteker tentang peran, fungsi,
posisi dan tanggung jawab apoteker dalam pelayanan kefarmasian di
Kurikulum Inti apotek
Membekali calon apoteker agar memiliki wawasan, pengetahuan,
LATAR BELAKANG ketrampilan dan pengalaman praktis untuk melakukan pekerjaan
Tuntutan akan kualitas kefarmasian di apotek
pelayanan kefarmasian NO MATA KULIAH SKS
Tempat pelaksanaan : Apotek Kimia Farma di Bali
semakin lama semakin 1 Farmakoterapi Terapan 2
meningkat seiring dengan 2 Pelayanan Kefarmasian 2
Kerja Praktek di Rumah Sakit:
sema kin men ingkatn ya 3 Compounding and Dispensing 2 Tujuan PKP di Rumah Sakit :
pendidikan masyarakatnya. 4 Manajemen Farmasi 2 Meningkatkan pemahaman calon apoteker tentang peran, fungsi,
Tuntutan tersebut dapat 5 PKP Apotek 7 posisi dan
diantisipasi melalui 6 PKP Rumah Sakit 6 tanggung jawab apoteker dalam pelayanan kefarmasian di rumah
peningkatan potensi sumber sakit
PKP Pemerintahan :
daya manusianya baik Membekali calon apoteker agar memiliki wawasan, pengetahuan,
A. BPOM 2
kualitas maupun kuantitas. 7 ketrampilan, dan pengalaman praktis untuk melakukan pekerjaan
B. Gudang Farmasi/Dinkes 1
Pelayanan asuhan kefarma- kefarmasian di rumah sakit
C. Puskesmas 1
sian (Parmaceutical Care) Memberi kesempatan kepada calon apoteker untuk melihat dan
adalah bentuk pelayanan dan 8 Mata Kuliah Pilihan 6
mempelajari strategi dan kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan
tanggungjawab langsung dalam rangka pengembangan praktek farmasi komunitas di rumah
apoteker dibidang obat- Kurikulum Institusional sakit
obatan untuk mencapai terapi Tempat pelaksanaan :
yang tepat dan dapat mening- RS Sanglah
katkan kualitas hidup pasien. NO MATA KULIAH SKS
RS Wangaya
Kebutuhan akan tenaga apoteker di provinsi Bali dan Wilayah Indone- 1 Komunikasi dan Konseling 2
RS Kapal
sia Timur diprediksi dalam lima tahun ke depan lebih banyak pada kompe- 2 Farmasi Rumah Sakit 2
RS AD Denpasar
tensi farmasi komunitas yang sangat dibutuhkan oleh Apotek, Rumah 3 Pengobatan Sendiri 2 RS Puri Raharja
Sakit, Balai Besar POM, Dinas Kesehatan, PBF, Gudang Farmasi dan RS UD Giayar
4 Penyalah Gunaan Obati 2
Puskesmas. RS UD Tabanan
5 Manajemen Pemasaran dan SDM 2
Dalam penyelenggaraan pendidikannya, Jurusan Farmasi bekerjasama RS UD Negara
dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI ), Ikatan 6 Herbal Medicine for Tourism 2
RS UD Singaraja
Apoteker Seluruh Indonesia (IASI), Rumah Sakit Provinsi Bali, Apotek 7 Farmasi Veteriner 2
RS UD Karangasem
Kimia Farma, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan, dan Dinas 8 Interaksi Obat 2
RS UD Klungkung
Kesehatan Provinsi Bali. RS UD Bangli
KETENTUAN
1. VISI 1 Diselenggarakan Minimal 2 Semester
Diakhiri dengan evaluasi komprehensif oleh penguji yang
Kerja Praktek di Pemerintahan
Menjadi Program Pendidikan Profesi Apoteker yang unggul dengan 2 Tujuan PKP di Pemerintahan :
dibentuk oleh PTF.
menerapkan standar pendidikan profesi, menghasilkan lulusan yang Meningkatkan pemahaman apoteker tentang peran, fungsi, posisi dan
1 SKS mata kuliah setara dengan 50 menit tatap muka, 60
kompeten dan professional dalam pekerjaan kefarmasian serta menjunjung 3 tanggung jawab apoteker dalam lembaga pemerintahan
menit kegiatan terstruktur dan 60 menit kegiatan mandiri
tinggi nilai kemanusiaan, berpegang teguh terhadap etika dan falsafah 1 SKS PKPA setara dengan 8 jam praktek selama 1 Membekali calon apoteker agar memiliki wawasan, pengetahuan,
keprofesian. 4
minggu (5 hari kerja) atau 40 jam perminggu. ketrampilan, dan pengalaman praktis untuk melakukan pekerjaan
kefarmasiaan di lembaga pemerintahan
II. MISI Tempat Pelaksanaan :
Untuk mencapai visi, dibuat misi sebagai berikut: BBPOM Provinsi Bali
A. Menyelenggarakan pendidikan profesi Apoteker yang memenuhi Dinas Kesehatan Provinsi Bali
standar kompetensi apoteker (persyaratan nasional dan global) Gudang Obat Dinas Kesehatan Kabupaten Kota Denpasar
B. Menghasilkan sarjana apoteker yang memiliki kompetensi mengenai Gudang Obat Dinas Kesehatan Kabupaten Badung
obat, makanan, kosmetik, keracunan, dan layanan umum termasuk Gudang Obat Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan
pendidikan tentang swamedikasi, bahaya penyalahgunaan dan Gudang Obat Dinas Kesehatan Kabupaten Negara
penggunaan salah obat. Gudang Obat Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng
C. Membangun kerjasama dengan organisasi profesi tingkat nasional/ Gudang Obat Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem
internasional, pendidikan tinggi farmasi dan stakeholder dalam Gudang Obat Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung
pendidikan berbasis ekperiental Gudang Obat Dinas Kesehatan Kabupaten Giayar
D. Melaksanakan program komprehensip yang akan melengkapi farmasi Gudang Obat Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli
dengan pengetahuan dan pengalaman kerja untuk menjadi terampil di
bidang pekerjaan kefarmasian, termasuk makanan dan kosmetik.
E. Membina Apoteker/Farmasis agar senantiasa menjaga sikap profesional
di bidang pekerjaannya, memiliki idealisme dan moral yang tinggi,
kreatif, inovatif, berjiwa entrepreneurship, dan peka terhadap
permasalahan kesehatan di masyarakat.