P. 1
Peranan Clopidogrel Dalam Penatalaksanaan Penyakit Jantung Koroner [Compatibility Mode]

Peranan Clopidogrel Dalam Penatalaksanaan Penyakit Jantung Koroner [Compatibility Mode]

|Views: 6,097|Likes:
Dipublikasikan oleh Rickky Kurniawan,MD
Clopidogrel merupakan antagonis reseptor ADP yang baru selain ticlopidin. Clopidogrel dikatakan lebih efektif dibandingkan aspirin dan obat lain pada kasus myocardial infark, ischaemic stroke, dan vascular desease,
Clopidogrel merupakan antagonis reseptor ADP yang baru selain ticlopidin. Clopidogrel dikatakan lebih efektif dibandingkan aspirin dan obat lain pada kasus myocardial infark, ischaemic stroke, dan vascular desease,

More info:

Published by: Rickky Kurniawan,MD on Sep 05, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/26/2013

pdf

text

original

PERANAN CLOPIDOGREL DALAM PENATALAKSANAAN PENYAKIT JANTUNG KORONER

Oleh : Rickky Kurniawan,S.Ked )

Sunday, September 05, 2010

*Ri-Q*

Next

1

I. PENDAHULUAN
• EPIDEMIOLOGI

• Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan pembunuh nomor satu di banyak negara maju, bahkan di negara berkembang, seperti Indonesia • Prevalensi penyakit ini meningkat sesuai dengan usia, berkisar dari <1% pada usia <50 tahun hingga 5% pada usia 50-70 tahun dan 10% pada usia >70 tahun. • Faktor risiko PJK antara lain dislipidemia, diit atherogenik, merokok, hipertensi, sindrom metabolik, resistensi insulin, diabetes, inaktivitas, obesitas, stres mental, dan depresi
Sunday, September 05, 2010 *Ri-Q* 2

PERKEMBANGAN TERAPI
• Di antara kemajuan tersebut adalah penggunaan stent koroner (1994), obat antiplatelet seperti tiklopidin, klopidogrel, dan GP IIb/IIIa inhibitor • Dengan adanya penemuan ini maka Intervensi Koroner Perkutan (IKP) menjadi lebih aman dan komplikasi yang timbul menjadi lebih sedikit.

Sunday, September 05, 2010

*Ri-Q*

3

PERANAN ANTIPLATELET AGENT
• Anti platelet adalah obat-obat yang menurunkan agregasi platelet dan menghambat pembentukan thrombus di sirkulasi arteri. • Reseptor ADP( Adenosin diphosphat) terutama P2Y12 merupakan peran sentral dalam aktivasi dan agregasi platelet sehingga obat yang dapat menghambat/antagonis reseptor ADP merupakan harapan baru dari obat-obat antiplatelet
Sunday, September 05, 2010 *Ri-Q* 4

II. PEMBAHASAN
• DEFINISI
• Clopidogrel/ plavix/ CPG® adalah obat golongan antiagregasi trombosit atau antiplatelet yang bekerja secara selektif menghambat ikatan Adenosine DiPhosphate (ADP) pada reseptor ADP di platelet, yang sekaligus dapat menghambat aktivasi kompleks glikoprotein GPIIb/IIIa yang dimediasi oleh ADP.

Sunday, September 05, 2010

*Ri-Q*

5

FARMAKOKINETIK
• Di dalam hati, Clopidogrel dimetabolisme menjadi 2-oxo-clopidogrel yang merupakan metabolit yang aktif. Metabolit aktif 2-oxo clopidogrel akan mengalami hidrolisis menjadi asam karboksilat y g j yang merupakan metabolit yang tidak aktif. • Metabolit aktif atau bentuk 2-oxoclopidogrel akan berikatan secara kuat pada reseptor ADP di trombosit, sehingga metabolit ini mencegah terjadinya aggregasi dari trombosit.
Sunday, September 05, 2010 *Ri-Q* 6

Metabolisme

2-oxo-clopidogrel berikatan

Sunday, September 05, 2010

*Ri-Q*

7

FARMAKODINAMIK
• Clopidogrel adalah suatu inhibitor dari agregrasi platelet secara irreversible. Berperan untuk memodifikasi reseptor platelet ADP secara irreversible, dan secara selektif menghambat p g g pengikatan dari adenosine difosfat (ADP) dengan reseptor plateletnya dan pada akhirnya akan mengaktivasi komplek glikoprotein GP IIb/ IIIa, sehingga dengan begitu clopidogrel akan dapat menghambat agregasi platelet.
Sunday, September 05, 2010 *Ri-Q* 8

FARMAKODINAMIK

Sunday, September 05, 2010

*Ri-Q*

9

FARMAKOGENETIK
• SITOKROM P-450 ( CYP2C19 ) Merupakan enzim metabolit penting yang terdapat di hepar. • Fungsinya untuk mengkatalisasi proses biotransformasi dari berbagai jenis obat. • Clopidogrel adalah salah satu obat yang dimetabolisme oleh enzim tersebut. • FDA (Maret 2010), memberikan peringatan pada pengguna obat clopidogrel yang memiliki metabolisme CYP2C19 yang buruk akan memiliki resiko kegagalan pengobatan yang lebih tinggi.

Sunday, September 05, 2010

*Ri-Q*

10

FARMAKOGENETIK

CYP2C19
Sunday, September 05, 2010 *Ri-Q* 11

PERANAN CLOPIDOGREL DALAM PENATALAKSANAAN IMA
• Dari uji in vitro dijelaskan bahwa pada pemberian Clopidogrel 75 mg/hari akan menyebabkan penghambatan agregasi trombosit yang mulai terlihat sejak hari pertama terapi. • Pada hari ketiga sampai hari ketujuh terapi, penghambatan agregasi trombosit sudah mencapai 40% hingga 60%. • Bioavailabilitas Clopidogrel tidak dipengaruhi oleh makanan, jadi praktis karena dapat diminum pada saat makan atau sebelum makan.
Sunday, September 05, 2010 *Ri-Q* 12

• Clopidogrel/ plavix/ CPG® diindikasikan untuk menurunkan kejadian aterotrombosis yang menyertai beberapa keadaan seperti serangan Infark Miokard, Stroke Iskemik atau pada pasien dengan Penyakit Pembuluh Darah Perifer. Selain itu CPG® juga diindikasikan untuk pasien Sindroma Koroner Akut (SKA). • Khusus pada pasien SKA masih tetap membutuhkan kombinasi dengan Aspirin, agar efek antiagregasinya kuat. • Clopidogrel telah di “approved” juga oleh FDA (Food and Drug Administration) untuk kasus Infark Miokard Akut dengan Elevasi segmen ST yang tidak bisa menjalani proses angioplasti atau perbaikan arteri koroner
Sunday, September 05, 2010 *Ri-Q* 13

• Dosis Clopidogrel cukup praktis, yaitu diberikan dosis tunggal 75 mg dengan atau tanpa makanan. • Khusus pada pasien SKA dengan elevasi segmen non ST (unstable angina atau Infark miokard non Q-wave) pemberian dimulai degan 300 mg tunggal loading dosis dan kemudian dilanjutkan dengan pemberian dosis 75 mg satu kali sehari (dengan pemberian ASA 75 mg – 325 mg sehari) sehari), !!.Note : sejak diketahui kadar ASA/ Aspirin yang tinggi menimbulkan resiko perdarahan yang tinggi maka pemberian ASA tidak boleh melebihi 100 mg /hari

Sunday, September 05, 2010

*Ri-Q*

14

Evidence Based of Medicine
• CAPRIE Study, Inggris 2007.(Clopidogrel vs Aspirin in Patients at Risk of Ischemic Events), yang membandingan antara Clopidogrel dengan Aspirin Pada Pasien yang mempunyai riwayat iskemik pada pembuluh darahnya yaitu pada kasus Infark Miokard, Stroke atau Pasien Dengan Penyakit Pembuluh Darah Perifer. • Hasil penelitiannya membuktikan bahwa pemakaian Clopidogrel jangka panjang lebih efektif dalam menurunkan kejadian stroke iskemik, infark miokard dan kematian akibat penyakit vaskuler jika dibandingkan dengan pemakaian Aspirin pada pasien dengan riwayat aterosklerosis. Secara umum efek samping dari Clopidogrel sedikit banyak sama baiknya antara Clopidogrel dan Aspirin.
Sunday, September 05, 2010 *Ri-Q* 15

Evidence Based of Medicine
• CURE Study di Inggris 2007 (Clopidogrel in Unstable Angina to Prevent Recurrent Events), yang juga dilakukan secara multicenter di berbagai negara mencoba meneliti penggunaan Clopidogrel untuk kasus SKA. Sebagai pembanding dalam p penelitian tersebut adalah p plasebo, akan tetapi , p setiap kelompoknya pasien tetap diberikan Aspirin. • Dari hasil penelitian CURE menunjukkan bahwa Clopidogrel dapat menurunkan angka kematian pasien dan kejadian ulangan dari kejadian Sindrom Koroner Akut (SKA) dengan elevasi segmen ST.

Sunday, September 05, 2010

*Ri-Q*

16

Evidence Based of Medicine
• COMMIT Study di Kanada 2008 (Clopidogrel and Metoprolol Myocardial Infarction Trial), meneliti perbandingan Clopidogrel plus Aspirin dibandingkan dengan Aspirin plus plasebo, pada pasien infark miokard. • Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan Clopidogrel 75 mg pada pasien infark miokard akut yang menggunakan Aspirin dan standard terapi lainnya (seperti terapi fibrinolitik) aman dalam menurunkan kejadian vaskular infark miokard dan kematian di RS dan dapat digunakan secara rutin

Sunday, September 05, 2010

*Ri-Q*

17

Evidence Based of Medicine
• CHARISMA (The Clopidogrel for High Atherothrombotic Risk and Ischemic Stabilization, Management and Avoidance), meneliti mengenai penggunaan Clopidogrel yang ditambah dengan Aspirin dibandingkan dengan pemberian Aspirin tunggal saja pada pasien yang berisiko tinggi untuk terkena serangan penyakit kardiovaskuler. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasien yang mempunyai aterotrombosis dan mempunyai resiko tinggi untuk terkena ternyata tidak berbeda bermakna dalam menurunkan kejadian vaskular (infark miokard, stroke atau kematian akibat penyakit jantung) setelah pemberian kombinasi Clopidogrel plus Aspirin atau pemberian Aspirin saja. Pemakaian Aspirin tunggal tetap lebih baik pada pasien dengan penyakit kardiovaskuler yang stabil dan pasien yang mempunyai faktor resiko.
*Ri-Q* 18

Sunday, September 05, 2010

Evidence Based of Medicine
• Clopidogrel lebih banyak digunakan, karena pada beberapa kasus ticlopidine dapat menyebabkan tromsitopeni purpura dan neutropenia. Inhibisi maksimal oleh ADP-yang di induksi oleh agregasi platelet timbul 3-5 hari setelah pemberian dosis standard ( (75mg p hari) dalam kurun waktu 4-6 g per ) jam setelah pemberian dosis yang lebih besar (300-600mg) pada pasien dengan akut koroner syndrome. • Pemberian aspirin dan clopidogrel selama hampir 9 bulan dirasa lebih efektif dibandingkan dengan pemberian aspirin saja dalam meurunkan insidensi kematian yang disebabkan oleh penyakit kardiovaskular, infark miokard atau stroke.
Sunday, September 05, 2010 *Ri-Q* 19

Evidence Based of Medicine
• Akan tetapi, pasien yang menerima kedua obat tersebut mempunyai peningkatan risiko untuk perdarahan. Fakta bahwa mereka yang menerima aspirin dan clopidogrel selama 5 hari sebelum coronary-artery bypass grafting akan lebih cenderung untuk mengalami p g g perdarahan hebat sehingga membutuhkan transfusi, operasi ulang, atau kedua-duanya dibandingkan dengan mereka yang menerima aspirin saja. • Jika clopidogrel di berikan sebelum coronary angiografi dan bypass grafting, dan menjadi pilihan strategi terapi, maka pemberian obat harus dihentikan 5-7 hari sebelum operasi

Sunday, September 05, 2010

*Ri-Q*

20

• Pada pasien yang mengalami Intervensi Koroner Perkutan (IKP), pemberian aspirin dan clopidogrel akan menurunkan risiko vessel thrombosis dibandingkan dengan pemberian aspirin saja. • Baru-baru ini, clopidogrel dilanjutkan setelah intervensi perkutan hanya sampai integritas endotel dari segmen asteri yang terluka telah membaik (4minggu setelah angioplasty). Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pemberian aspirin dan clopidogrel 9-12 bulan setelah operasi akan menurunkan insidensi dari efek samping kardiovaskular seperti kematian karena miokard infark atau stroke, tanpa meningkatkan risiko untuk perdarahan,
Sunday, September 05, 2010 *Ri-Q* 21

• Dibandingkan dengan pemberian aspirin saja. Kombinasi aspirin dan clopidogrel hanya akan efektif bila 300mg clopidogrel diberikan paling tidak 6 jam sebelum operasi. • S Semua pasien yang akan menjalani i k j l i intervensi koroner perkutan harus diberikan clopidogel loading dose (300600mg) paling tidak 4-6jam sebelum prosedur operasi, kemudian diberikan dosis maintenance (75 mg perhari) selama 9-12 bulan.
Sunday, September 05, 2010 *Ri-Q* 22

Kegagalan pengobatan
• kegagalan terapi pada pasien yang mendapat aspirin dan clopidogrel telah di kaitkan dengan beberapa penyebab termasuk dosis obat yang tidak adekuat, dan adanya penyakit lain yang mendasari. Pasien yang tidak berespon terhadap terapi sebanyak 5-45%. Dan j g dapat dilihat p y juga p bahwa faktor keturunan mempunyai peran penting dalam menentukan fungsi platelet endogen dan bahwa respon aktivasi platelet berbeda antar pasien. • Varian genetik yang bertanggung jawab atas respon pengobatan dan efektifitas obat adalah enzim yang berfungsi untuk metabolisme obat yaitu sitokrom P-450 di hepar.
Sunday, September 05, 2010 *Ri-Q* 23

• Konsisten dengan penelitan akan pentingnya enzim hepar dimana pemberian omeprazole, yang dimetabolisme oleh CYP2C19, dapat menurunkan efek inhibisi platelet dari clopidogrel. • Penelitian yang dilakukan oleh Simon et al,(2007) yang meneliti hubungan mengeani variasi genetik yang relevan dengan fungsi platelet dan hasil klinis melaporkan bahwa dari 2200 pasien dengan akut miokard infark yang diterapi dengan clopidogrel selama 1 tahun, • Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa pasien yang memiliki dua alel CYP2C19 yang tidak berfungsi maka mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk tidak berespon terhadap efek fungsi platelet.
Sunday, September 05, 2010 *Ri-Q* 24

KESIMPULAN
• • Penyakit jantung koroner disebabkan akibat terbentuknya plak atherosklerosis pada arteri koroner. Proses pembentukan atherosklerosis adalah deposit kolesterol pada dinding arteri sehingga terjadi respon inflamasi kronik yang mengakibatkan di f kib tk disfungsi endotel, melalui b b i d t l l l i bebagai i mekanisme terbentuk plak atherosklerosis. Clopidogrel merupakan derivat thienopyridine, mempunyai potensi antiagregasi trombosit melalui efek matabolit aktifnya yang secara spesifik dan ireversibel akan berikatan dengan reseptor ADPP2Yac atau P2Y12 melalui penghambatan aktivasi kompleks glikoprotein IIb/IIIa sehingga mencegah terjadinya agregasi trombosit.
*Ri-Q* 25

Sunday, September 05, 2010

SARAN
• Dokter perlu mengevaluasi kembali perlunya memulai atau melanjutkan terapi dengan obat golongan Proton Pump Inhibitor ( Omeprazole ) pada pasien yang diterapi dengan clopidogrel. p g p g

Sunday, September 05, 2010

*Ri-Q*

26

T E R I M A

K A S I H
SEMOGA BERMANFAAT

Sunday, September 05, 2010

*Ri-Q*

27

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->