Anda di halaman 1dari 8

Manfaat Jejaring Dan Cara Membangunnya - Presentation

Transcript
1. Manfaat Jejaring dan Cara membangunnya Betti Alisjahbana http://qbheadlines.com/
2. Para pemimpin yang sukses bisa melihat peluang dan tau siapa yang perlu diajak kerja
sama untuk merealisasikannya. Kemampuan ini timbul dari ketrampilan membangun
jejaring strategis.
3. Untuk mengerjakan tugas : Atasan, bawahan, kolega kerja, suplier, klien. Pengembangan
diri dan profesi : Asosiasi profesi, Ikatan Alumni, klub. Kekuatan untuk mencapai tujuan
pribadi dan organisasi dg mengkombinasikan berbagai jejaring.
4. Memulai Membangun Jejaring
o Cara pandang yang positif

 Jangan sinis dengan “whom you know” vs “what you know”


o Dari luar ke dalam :

 Mulai dari “Special Interest”


o Alokasi ulang waktu anda

o Mulai segera :

 Mulai dari sekarang


 Pelihara jejaring. Makan waktu sampai jejaring bisa memberikan manfaat.
 Ambil setiap kesempatan untuk memberi dan menerima dari jejaring yang
sudah dibangun.
 Bukan hanya jumlah jejaring yang penting, tetapi qualitas dari hubungan
sangat menentukan.
5. Apa yang mempengaruhi kualitas jejaring ?
o Pertemuan yang cukup teratur

o Kedua pihak mendapat manfaat

o Ada tantangan yang dihadapi bersama

o Saling percaya

o Hubungan pribadi

o Kenangan masa lalu bersama


o Adanya musuh bersama

6. Penutup
 Ada tiga kategori jejaring yang perlu dibangun : Operasional, Personal dan
Strategis. Disana kita berkolaborasi secara aktif dan berbagi pengetahuan
dan pengalaman.
 Membangun jejaring adalah ketrampilan yang perlu dilatih.
 Mereka yang meluangkan waktu dan tenaga untuk membangun jejaring
bukan hanya lebih pandai membangun jejaring tetapi juga menikmatinya.
Mereka biasanya lebih sukses dalam karirnya dibanding mereka yang
gagal memanfaatkan jejaring eksternal atau ngotot mendefinisikan lingkup
kerjanya secara sempit.
7. Selamat Membangun Jejaring. http://QBheadlines.com

6 Cara Mencari Kerja Lebih Cerdas

SHUTTERSTOCK
Sukses adalah hasil akhir dari kreativitas dan segala kerja keras yang dibangun di sekitarnya.

• GramediaShop : Buku Bergambar Rahasia Alam 40 - Rahasia Jamur


• GramediaShop : Suara Apa Itu?
Senin, 3/5/2010 | 19:32 WIB
KOMPAS.com - Tak butuh gelar tinggi untuk sukses dalam mencari pekerjaan. Menggapai gol
karier Anda hanya butuh strategi yang matang dan disiplin. Berikut 6 tips untuk membantu Anda
mencari pekerjaan lebih cerdas, bukan lebih keras.

Jual nilai
Apa yang membuat Anda unik? Bagaimana kekuatan, kemampuan, dan prestasi Anda bisa
mengurangi permasalahan yang dihadapi perusahaan yang Anda lamar tersebut? Tentukan
"tawaran nilai unik" Anda dan buat hal tersebut menjadi rencana integral pada garis besar
marketing personal Anda. Perhitungkan setiap dokumen (resume, biografi, kartu nama) atau
pertemuan langsung (networking, atau wawancara) sebagai kesempatan untuk menyampaikan
nilai dan mengemukakan kebutuhan strategis Anda.

Lebih bersemangat
Mencari pekerjaan bisa jadi sangat melelahkan jika Anda tak memiliki rencana untuk mengisi
ulang tenaga Anda. Tetap termotivasi dan selalu siap akan memudahkan Anda membangun
rencana praktis dan tetap menjalaninya. Aturlah jadwal harian Anda, lalu putuskan seberapa
sering atau berapa jam dalam seminggu bisa Anda siapkan untuk mencari dan menyusun kembali
dokumen-dokumen untuk menghitung kembali perkembangan Anda.

Mengaktifkan dan membangun jejaring


Jejaring yang kuat bisa memberikan info dan akses ke lowongan pekerjaan yang tak begitu
terekspos ke pasaran. Riset menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen dari semua pekerjaan yang
terpenuhi disebarkan lewat jejaring. Setiap orang yang Anda kenal adalah kesempatan untuk
membangun jejaring Anda. Jangan lupa, anggota keluarga, teman sosial, atau rekan kerja adalah
anggota potensial dalam jejaring Anda.

Riset pilihan
Internet adalah tempat yang tepat untuk memulai riset Anda. Selain situs-situs khusus untuk
karier, seperti Kompaskarier.com, situs perusahaan yang Anda tuju pun bisa jadi sumber
informasi berharga. Dari sana Anda bisa mempelajari mengenai produk-produk, jasa, siapa yang
berwenang, dan banyak hal lainnya.

Mengkhususkan strategi pencarian kerja


Anda akan meningkatkan kemungkinan untuk sukses jika Anda berfokus pada pilihan khusus
personal. Pilih dua atau tiga strategi yang sesuai dengan kepribadian dan gaya hidup Anda, lalu
bangun pencarian profesi di sekitar wilayah tersebut. Jika Anda ingin bertemu dengan banyak
orang baru, cobalah untuk mencari kerja sebagai relawan di sebuah organisasi atau melamar
sebagai pemagang sementara di suatu organisasi. Jika Anda adalah tipe pemalu atau introvert,
cobalah untuk menghubungi teman-teman lama melalui situs jejaring sosial atau asosiasi alumni.
Saluran lain yang bisa Anda coba adalah dengan rajin melirik halaman lowongan pekerjaan di
harian ibukota, grup jejaring, atau acara job fair.

Manfaatkan kreativitas Anda


"Jual" diri Anda dengan imajinasi. Lima tahun lalu, pelamar pekerjaan harus mencetak resume
mereka di atas kertas berwarna untuk menarik perhatian personalia. Saat ini, perusahaan ingin
mencari karyawan yang kualifikasinya mencukupi kebutuhan perusahaan dan tahu bagaimana
mempresentasikan nilai mereka. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan
menciptakan resume video berisi portfolio Anda. dan lainnya.
Apapun metode yang Anda pilih, lakukan pencarian lowongan dengan cara yang terorganisir,
bertarget, dan kreatif. Sukses adalah hasil akhir dari kreativitas dan segala kerja keras yang
dibangun di sekitarnya.

Sumber 3

MEMBANGUN JEJARING DALAM DUNIA PENDIDIKAN


LATAR BELAKANG:
Perubahan merupakan hal yang tak bisa dihindari. Ini sebenarnya sudah diramalkan
jauh-jauh hari sebelum millennium ini berganti. Tahun 70-an Alfvin Tofler
mengingatkan kita semua bahwa akan terjadi perubahan-perubahan besar yang
akan mempengaruhi dan mewarnai perobahan pola dan tata cara kehidupan
manusia akibat kemajuan teknologi. Tahun 80-an John Naisbitt dan istrinya Patricia
Aburdene mengingatkan bahwa dunia sedang berubah dari “masyarakat industri”
ke “masyarakat informasi”. Oleh karenanya keduanya menganjurkan agar kita
melakukan pembentukan kembali perusahaan agar dapat hidup sesuai dengan
lingkungan dan zaman informasi.

Perubahan di atas memberikan sejumlah besar peluang dan juga bersamaan


dengan itu ancaman persaingan yang lebih tajam. Dalam situasi ini, menurut Alvin
Tofler, hanya perusahaan atau organisasi yang mampu beradaptasi (adaptive
organization) saja yang akan “survive”. Ciri khas pola persaingan saat ini adalah: 1)
Cepat dan tepat dalam mengambil keputusan dan kebijakan, 2) Perang kualitas
(war of quality).
Oleh karenanya strategi manajemen pun harus diarahkan agar mampu
menciptakan hasil yang mempunyai “competitive advantages” (nilai atau manfaat
lebih dalam persaingan)

PEMBENTUKAN NETWORK ORGANIZATION


Pembentukan network organization merupakan salah satu jawaban dari kebutuhan
organisasi untuk berubah sesuai tuntutan jaman. Secara mendasar network
organization meliputi network internal dan network eksternal.

Network eksternal memiliki beberapa bentuk kerja sama, seperti network proyek,
perjanjian lisensi dan royalty, franchising, kerja sama dengan supplier, vendor,
maupun konsultan, dan bentuk-bentuk joint venture lainnya. Sedangankan Network
internal bercirikan “flat” dan mengijinkan adanya keterbukaan. Network internal
dapat dibentuk dalam organisasi yang tidak terlalu terpaku pada hirarki. Selain itu,
strategi yang mendasari terbentuknya struktur tersebut haruslah fleksibel dan
memiliki suatu contigency plans tersendiri untuk mengantisipasi ketidakpastian
masa depan.

Internal network yang berkualitas membutuhkan komunikasi, baik vertical,


horizontal, dan lateral, yang efektif dan efisien. Selain itu, untuk menjawab
tantangan masa depan, organisasi harus memiliki visi yang jelas. Dalam hal ini
kepemimpinan sangat diperlukan, terutama dalam mendistribusikan visi organisasi,
menjalankan fungsi sebagai agen perubahan, dan sebagai service provider.

DUNIA PENDIDIKAN DALAM TANTANGAN


Apa yang dihadapi oleh dunia bisnis berlaku juga di dunia pendidikan melalui
lembaga pendidikan. Pendidikan juga dituntut sanggup bersaing di arena yang tidak
ramah, penuh tantangan dan tuntutan.
Ada 3 tuntutan dunia pendidikan:
1) Kualitas,
2) Harga,
3) Pelayanan ramah, cepat, dan akurat.
Dalam dunia yang semakin mengglobal, muncul fenomena persaingan yang
semakin global. Bersamaan dengan itu muncul juga kerja sama atau aliansi
strategis yang mengglobal juga. Kerja sama bertujuan untuk memperkecil resiko
kegagalan.

Hammel dan Prabalad (1994)berkata, “Dampak terpenting dari terciptanya


perdagangan bebas dunia (baca over-competitive) adalah semakin globalnya pasar
barang dan jasa. Dalam pasar global, tidak hanya persaingan menjadi semakin
ketat, tetapi juga ketidakpastian dan kompleksitas semakin meningkat. Dengan
demikian resiko kegagalan perusahaan di pasar global pun akan meningkat pula”.
Penilaian ini juga ditujukan kepada organisasi/institusi pendidikan.

PENGERTIAN “NETWORK” ATAU “NETWORKING”


Definisi “network” dalam sosiologi menurut Subandono, dalam tulisannya “Network
Organization: Kajian Aspek Sumber Daya Manusia” (1995:34), adalah kaitan
(linkage) antara individu dengan individu, atau individu dengan kelompok yang
berkomunikasi (communicate), berinteraksi (interact), berbicara satu sama lain
(speak), berbagi satu sama lain tentang ide-ide (sharing ideals), informasi
(informations) atau sumber daya (resources). Sedangkan pengertian
mengembangkan jejaring (networking) menurut Dianne Darling dalam bukunya
“Networking for Career Success” (seperti dikutip Human Capital, 2006:46), adalah
seni membangun dan mempertahankan hubungan yang saling menguntungkan.

Yang paling penting adalah bahwa dalam proses menuju dan menciptakan
“network” tersebut hendaknya ada komunikasi yang menciptakan saling
keterkaitan (linkage) antara satu dengan yang lainnya atau dengan kelompoknya
(cluster) atau antar kelompok. Jadi, yang paling menentukan dalam “networking
environment” adalah “communication”. Dengan kata lain, berkomunikasi
(communicating) atau lebih luasnya lagi berinteraksi (inter-acting) adalah kunci
keberhasilan dan lancarnya networking tersebut.

Reputasi dan kepercayaan sangat penting dalam jejaring. Reputasi dibangun


melalui sikap efektif, bekerja baik, ketulusan, dan tahu menghormati orang lain.
Eksekutif (pimpinan) harus sadar akan pentingnya komunikasi dan interaksi. Sadar
bahwa, komunikasi dan interaksi tersebut tidaklah tumbuh dan langsung berjalan
begitu saja. Merekalah yang bertanggung jawab untuk merancang (design) struktur
organisasi sedemikian rupa agar memberikan jalan dan kesmpatan untuk
berkomunikasi (way and opportunity to communicate).

NETWORK DALAM DUNIA PENDIDIKAN


Network dalam dunia pendidikan juga dapat dikaji dari segi internal dan eksternal.
Dari segi internal misalnya hubungan
(a) antar yayasan dalam suatu majelis,
(b) antar sekolah dalam satu yayasan,
(c) antar warga dalam satu sekolah.

Sedangkan network eksternal misalnya:


(a) sekolah/yayasan swasta dengan Pemerintah/Dinas Pendidikan,
(b) sekolah/yayasan swasta dengan sekolah negeri/swasta lainnya,
(c) sekolah/yayasan swasta dengan perguruan tinggi, baik negeri atau swasta,
(d) sekolah/yayasan swasta dengan media massa/cetak,
(e) sekolah/yayasan dengan rumah sakit/klinik, dengan kepolisian, dengan
komunitas RT, dengan alumni, dengan penerbit, dsb.

Pertimbangan dasar atau motivasi seseorang atau organisasi membangun jejaring


adalah: kesadaran akan kebutuhan kerja sama atau dengan kata lain kesadaran
akan kekurangan pribadi dalam pencapaian tujuan sendiri atau bersama. Apabila
proses pengembangan baik, maka akan menghasilkan sinergitas organisasi.

BAGAIMANA MEMBANGUN JEJARING


Untuk memulainya:
1. Mulailah membuat daftar teman, kolega kerja, anggota keluarga.
2. Mulailah membangun komunikasi
3. Yang paling penting: bangunlah kepercayaan.
4. Kartu nama, nomor telpon/HP, website, dll. adalah sarananya
5. Jejaring dapat juga dibangun dengan orang yang sama sekali tidak dikenal atau
tidak dikenal, misalnya ketika bertemu di pesawat, bis, bandara, dst. Ketika anda
berkomunikasi, anda telah menyelesaikan salah satu langkah penting dalam
membangun jejaring.

Berikut cara membangun jejaring menurut Human Capital (2006:46-47):


1. Tetapkan tujuan.
a. Tetapkan tujuan penting untuk mengetahui apa yang ingin diraih
b. Buatlah tujuan dengan SMART (Specific, Measurable, Achievable, Realistic,
Timed)
c. Terbuka terhadap peluang yang muncul tiba-tiba yang bukan merupakan fokus
rencana atau tujuan. Yang penting bangunlah jejaring dengan strategi yang
disengaja atau tidak

2. Pengelompokan yang spesifik: mulailah mengelompokkan mereka secara


spesifik, misalnya jejaring tetangga, alumni, jejaring bisnis, dst. Gali informasi lebih
jauh melalui mereka. Dalam menyusun data jejaring perhatikan 3 hal berikut:
a. Bersikap bijak dalam 3 hal: politik, agama, dan gender. Berhati-hati, dan hindari
sikap mengasingkan orang.
b. Fokus pada kualitas.
c. Peliharalah informasi jejaring agar tetap terorganisasi dengan baik, khususnya
yang paling mutakhir.
3. Evaluasi kontak anda. Berikut adalah beberapa kriteria penialain kontak anda:
a. Seberapa mudah orang tersebut dihubungi?
b. Akankah ia menelpon balik dengan segera (dalam tempo 48 jam)?
c. Apakah saya diperlakukan dengan hormat, sopan; apakah saya merasa nyaman?
d. Apakah yang saya peroleh darinya: umpan balik yang sangat berharga atau
kritikan?
e. Apakah pengetahuan dan keahliannya berguna untuk saya?
f. Apakah ia mempunyai akses terhadap orang lain yang bisa membantu saya?
g. Apakah yang dapat saya berikan kembali? Adakah seseorang yang bisa saya
kenalkan dengannya?

4. Ada 3 cara mengelola orang dalam jejaring yang tidak sesuai dengan kebutuhan
dan nilai Anda:
a. Berpikir realistis tentang kualitas kontak anda: fokus kepedulian terhadap
hubungan strategik dan terbatas pada yang bagus saja lebih baik daripada orang
dalam basis data yang besar namun tidak memberikan kontribusi positif.
b. Lepaskan hubungan satu arah: kita mengetahui siapa saja orang yang
menghubungi kita, kapan merasa perlu saja. Tetapkan batas toleransi Anda
terhadap orang-orang ini dan berapa lama orang ini perlu dipertahankan.
c. Tangani hubungan tidak sehat dengan hati-hati. Berkomunikasilah secara positif
dan produktif dengan mereka, dan batasi pengaruh negatifnya, atau hanya pada
saat benar-benar dibutuhkan.

Keberhasilan suatu organisasi menurut Wibowo S.S. dalam tulisannya “Tiga Pilihan
Orientasi Menuju Efektivitas Komunikasi Organisasi” (1996:30), akan menciptakan
peristiwa komunikasi yang efektif, termasuk di sini peran besar jejaring, akan
membawa dampak pada kinerja dan performa organisasi itu secara keseluruhan
dalam memberikan manfaat dan kepuasan baik menyangkut publik internal
(shareholder) maupun publik eksternal (stakeholder). Bila ditanya: Untuk
kepentingan siapa sekolah membangun jejaring? Jawaban yang tepat dan spesifik
untuk itu adalah untuk kemajuan murid kita.

Pekanbaru, 23 April 2010


Disarikan dari Tulisan dengan judul yang sama oleh Patrice, Pemandu Program
Pelatihan & Pengembangan SDM pada Yayasan Pendidikan Kalimantan (Yayasan
Kongregasi Murid-Murid Tuhan) Pontianak.
Sumber: Educare, Nomor 3/IV/Juni 2007