Anda di halaman 1dari 10

INFRARED DIATHERMY

A. Pengertian Infrared Diathermy

Diathermi adalah efek penghangatan jaringan di dalam sehingga dapat melancarkan aliran darah. Infrared diathermy adalah salah satu modalitas fisioterapi yang menggunakan inframerah sebagai bentuk terapinya.

Inframerah adalah radiasi elektromagnetik dari panjang gelombang lebih panjang dari cahaya tampak, tetapi lebih pendek dari radiasi gelombang radio. Infra merah adalah gelombang elektromagnetik dan merupakan cahaya monokromatis (pada level frekuensi tertentu) oleh karena itu gelombang ini merambat lurus. Frekuensi infra merah di bawah level frek cahaya tampak. Oleh karena itu infra merah tidak terlihat oleh mata dan sebaliknya.

Panjang gelombang infra merah lebih panjang daripada laser sehingga pancarannya lebih jauh daripada laser tetapi dengan syarat jika intensitas keduanya sama. Radiasi inframerah memiliki panjang gelombang antara 700 nm dan 1 mm. Inframerah memiliki berapa karakteristik yakni antara :

tidak dapat dilihat oleh manusia

tidak dapat menembus materi yang tidak tembus pandang

dapat ditimbulkan oleh komponen yang menghasilkan panas

Panjang gelombang pada inframerah memiliki hubungan yang

berlawanan atau berbanding terbalik dengan suhu. Ketika suhu mengalami kenaikan, maka panjang gelombang mengalami penurunan.

Inframerah memiliki ragam berdasarkan panjang gelombangnya berikut adalah jenis- jenis inframerah berdasarkan panjang gelombangnya, antara lain:

Inframerah jarak dekat dengan panjang gelombang 0.75 – 1.5 µm

Inframerah jarak menengah dengan panjang gelombang 1.50 – 10 µm

Inframerah jarak jauh atau sering disebut FIR (Far Infra Red) dengan panjang gelombang 10 – 100 µm

∑ Inframerah jarak jauh atau sering disebut FIR ( Far Infra Red ) dengan panjang gelombang

Gambar 1. FIR (Far Infra Red)

Salah satu infrared yang paling banyak diaplikasikan adalah menggunakan FIR (Inframerah jarak jauh). Tubuh manusia 70% nya terdiri dari air dan mengandung tinggi protein. Energi FIR dapat masuk ke dalam tubuh melalui kulit, menembus kulit sedalam 2-4 inci.

Panas yang dihasilkan dari FIR ini akan merangsang getaran mikro di dalam molekul tubuh, menggetarkan satu dengan yang lainnya dengan cepat. FIR mengionisasi dan mengakitfkan molekul air di dalam darah dan sel tubuh manusia, membantu meningkatkan sirkulasi darah.

B . Indikasi Infrared Diathermy

Infrared memberikan pemanasan topikal yang bertujuan sementara untuk meninggikan suhu jaringan lokal. Melalui sirkulasi lokal dapat meningkatkan proses pengerusakan sel lemak. Cara terapi pemanasan infrared diathermy dengan menggunakan lampu pemanas yang mengeluarkan gelombang infrared seperti pada gambar.

Untuk mendapatkan inframerah digunakan lampu pijar 250 – 1.000 watt yang

diberi filter merah.

Gelombang yang digunakan 8.000 – 40.000 nm (1 nm = 10 -9 ),

Penetrasi energi/gelombang pada kulit + 3 mm dan metode radiasi dengan infra merah secara umum sama dengan metode konduksi panas tapi lebih efektif karena penetrasinya lebih dalam.

Penetrasi energi/gelombang pada kulit + 3 mm dan metode radiasi dengan infra merah secara umum sama

Gambar 2 . Gelombang infrared dari lampu pemanas

Seperti halnya gelombang mikro, radiasi inframerah digunakan juga untuk diathermy. Terapi ini memanfaatkan kekuatan panas yang biasanya digunakan pada kelainan kulit, otot, maupun jaringan tubuh bagian dalam lainnya. Penggunaannya tentu saja disesuaikan dengan tingkat keluhan.

Infra Red Radiation (IRR) atau radiasi infra merah digunakan untuk keluhan yang hanya sampai di bagian kulit. Sebagian besar radiasi inframerah yang datang pada kulit akan diserap lapisan kulit bagian luar. Bagian dalam kulit akan mengalami pemanasan dari aliran darah. Infrared Diathermi digunakan pada terapi medis dengan indikasi :

  • a) Peradangan

  • b) Gangguan sirkulasi darah

  • c) Tumor aktif

  • d) Ulkus (dapat disembuhkan oleh terapi infrared diathermi karena adanya efek peningkatan vaskularisasi).

  • e) Cacar

  • C. Penggunaan Infrared Diathermy

Infrared

diathermy

merupakan

fisioterapi

yang

memiliki

banyak

manfaat

didunia medis, antara lain yakni:

C. Penggunaan Infrared Diathermy Infrared diathermy merupakan fisioterapi yang memiliki banyak manfaat didunia medis, antara lain
  • 1. Mengaktifkan molekul air dalam tubuh. Hal ini disebabkan karena inframerah mempunyai getaran yang sama dengan molekul air. Sehingga, ketika molekul tersebut pecah maka akan terbentuk molekul tunggal yang dapat meningkatkan cairan tubuh.

  • 2. Meningkatkan sirkulasi mikro. Bergetarnya molekul air dan pengaruh inframerah akan menghasilkan panas yang menyebabkan pembuluh kapiler membesar, dan meningkatkan temperatur kulit, memperbaiki sirkulasi darah dan mengurani tekanan jantung.

  • 3. Meningkatkan metabolisme tubuh. jika sirkulasi mikro dalam tubuh meningkat, racun dapat dibuang dari tubuh kita melalui metabolisme. Hal ini dapat mengurangi beban liver dan ginjal.

  • 4. Mengembangkan Ph dalam tubuh. Sinar inframerah dapat membersihkan darah, memperbaiki tekstur kulit dan mencegah rematik karena asam urat yang tinggi.

dijadikan sebagai informasi kondisi kesehatan organ tersebut. Hal ini sangat bermanfaat bagi dokter dalam diagnosis kondisi pasien sehingga ia dapat membuat keputusan tindakan yang sesuai dengan kondisi pasien tersebut. Selain itu, pancaran panas dalam intensitas tertentu dipercaya dapat digunakan untuk proses penyembuhan penyakit seperti cacar. Contoh penggunaan inframerah yang menjadi trend saat ini adalah adanya gelang kesehatan Bio Fir. Dengan memanfaatkan inframerah jarak jauh, gelang tersebut dapat berperang dalam pembersihan dalam tubuh dan pembasmian kuman atau bakteri

  • D. Kontradiksi Infrared Diathermy Dalam

penerapan

infrared

diathemy

ada

beberapa

kelainan

yang

akan

ditimbulkan oleh infrared diathermy antara lain yakni:

  • 1. Luka Terbuka Tidak sedikit penderita kanker yang menderita luka-luka karena berbagai sebab: bekas operasi, efek radiasi , terlalu lama berbaring, terjatuh, atau pertumbuhan sel-sel kanker sampai ke luar kulit. Sebagian di antaranya merupakan luka kronis yang tidak sembuh dalam waktu 14 hari. Supaya tidak menimbulkan infeksi dan menjadi semakin parah, luka memerlukan perawatan khusus. Efek panas dari diatermi menyebabkan jenis luka terbuka sulit mengering sehingga memerlukan proses penyembuhan dari waktu normal.

  • 2. Insufisiensi Peredaran Darah Penyebab insufisiensi (contohnya pada vena kronis sekunder) disebabkan oleh keadaan patologik yang didapat (acquired), yaitu akibat adanya penyumbatan trombosis vena dalam yang menimbulkan gangguan kronis pada katup vena dalam.Terdapat penyumbatan yang terjadi akibat patologi sehingga akan berdampak negatif apabila terpapar radiasi efek panas dari infrared. Dikhawatirkan penyakit dapat berkembang lebih parah dari kondisi awal.

3.

Alergi Dingin

Alergi udara dingin atau bahasa kerennya Allergic Rhinitis sebenarnya adalah peradangan yang timbul pada saluran hidung(mukosa) yang disebabkan oleh adanya bahan-bahan yang mengakibatkan alergi (alergen) dalam hal ini alergennya adalah udara dingin. Orang yang peka terhadap dingin, jika terkena cuaca dingin bisa mengalami karingatan, pembengkakan kulit, asma atau hidung meler dan hidung tersumbat.Diagnosis biasanya ditegakkan berdasarkan pemeriksaan fisik dan gejala-gejalanya.Untuk mengetahui penyebabnya, bisa dilakukan tes kulit dan pemeriksaan terhadap fotosensitivitas.

  • 4. Anestesi Kulit Anestesi local (anestesi regional) adalah hilangnya rasa sakit pada bagian tubuh tertentu tanpa disertai dengan hilangnya kesadaran. Anestesi local merupakan aplikasi atau injeksi obat anestesi pada daerah spesifik tubuh, kebalikan dari anestesi umum yang meliputi seluruh tubuh dan otak. Local anestesi menghentikan secara reversible pada system konduksi saraf pada daerah tertentu sehingga terjadi kehilangan sensasi dan aktivitas motorik. Anestesi lokal adalah obat yang menghambat hantaran saraf bila dikenakan secara lokal pada jaringan saraf dengan kadar cukup obat ini bekerja pada tiap bagian susunan saraf. Sebagai contoh, bila anestesi lokal dikenakan pada korteks motoris, impuls yang dialirkan dari daerah tersebut terhenti, dan bila disuntikkan ke dalam kulit, maka transmisi impuls sensorik dihambat. Anestesi kulit dimaksudkan untuk menghambat kerja saraf pada bagina yag diinginkan utnuk tujuan pengobatan tertentu.Apabila terkena efek panas diatermi maka akan menyebabkan anestesi pada permukaan kulit akan hilang dan berdampak negatif pada pasien. Untuk menghasilkan konduksi anestesi, anestesi local diinjeksikan pada permukaan tubuh. Anestesi lokal akan berdifusi masuk ke dalam syaraf dan menghambat serta memperlambat sinyal terhadap rasa nyeri, kontraksi otot, regulasi dari sirkulasi darah dan fungsi tubuh lainnya.

Biasanya obat dengan dosis atau konsentrasi yang tinggi akan menghambat semua sensasi (nyeri, sentuhan, suhu, dan lain-lain) serta kontrol otot. Dosis atau konsentrasi akan menghambat sensasi nyeri dengan efek yang minimal pada kekuatan otot

  • 5. Diabetes Tingkat Lanjut Diabetes mellitus atau biasa kita kenal kencing manis digolongkan sebagai gangguan metabolisme yang mengacu pada bagaiman cara tubuh kita mencerna makanan untuk energi dan pertumbuhan. Ketika makanan kita dicerna glukosa membuat jalan ke dalam aliran darah. Sel-sel kita menggunakan glukosa untuk energi dan pertumbuhan. Namun, glukosa tidak bisa masuk ke sel tanpa hormone insulin. Insulin adalah hormon yang dihasilkan oleh pankreas. Setelah makan, pankreas otomatis melepaskan insulin untuk memindahkan glukosa dalam darah kita ke dalam sel, dan menurunkan tingkat gula darah. Seseorang dengan diabetes mellitus memiliki kondisi dimana jumlah glukosa dalam darah terlalu tinggi (hiperglikemia). Hal ini karena tubuh tidak memproduksi cukup insulin atau bisa juga pankreas memang tidak memproduksi insulin (salah satunya karena kerusakan pankreas). Hal ini menyebabkan terlalu banyak glukosa dalam darah. kelebihan glukosa darah akhirnya menyebabkan glukosa lolos keluar dari tubuh dalam urin. Jika terpapar panas oleh infrared maka akan bereaksi dengan hormon insulin sehingga dikhawatirkan mengganggu kesehatan pengidap penyakit diabetes.

  • 6. Fenomena Raynaud Penyakit Raynaud dan Fenomena Raynaud adalah suatu keadaan dimana arteri-arteri kecil (arteriola), biasanya di jari tangan dan jari kaki, mengalami kejang, menyebabkan kulit menjadi pucat atau timbul bercak berwarna merah

sampai biru. Istilah penyakit Raynaud digunakan jika tidak ditemukan penyebab yang pasti dan istilah fenomena Raynaud digunakan jika penyebabnya diketahui. Kadang pada mulanya penyebabnya tidak dapat didiagnosis, tetapi kemudian diketahui setalah sekitar 2 tahun. Sekitar 60-90% penyakit Raynaud terjadi pada wanita muda. Maka dari itu terapi diatermi sebaiknya dihindari karena dikhawatirkan akan membuat penyakit lebih parah.

KESIMPULAN

  • 1. Infrared diathermy adalah salah satu modalitas fisioterapi yang menggunakan

inframerah sebagai bentuk terapinya.

  • 2. Infrared Diathermi digunakan pada terapi medis dengan indikasi : peradangan,

gangguan sirkulasi darah, tumor aktif, ulkus, cacar.

  • 3. Manfaat dari infrared diathermy antara lain mengaktifkan molekul air dalam

tubuh, meningkatkan sirkulasi mikro, meningkatkan metabolisme tubuh, mengembangkan ph dalam tubuh.

  • 4. Kontradiksi infrared diathermy antara lain yakni luka terbuka, insufisiensi

peredaran darah, alergi dingin, anestesi kulit, diabetes tingkat lanjut dan fenomena raynaud.

DAFTAR PUSTAKA

Rizal, Syamsul.2002. Makalah Infra merah. http://kutipanbuku.blogspot.com/2011/02/ makalah-infra-merah.html. Diakses pada tanggal 10 Juni 2011.

Mengenal Infrared dan kegunaanya. http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8793652. Diakses pada tanggal 5 Juni 2011.

Tim Penyusun. (1982). Ensiklopedia Indonesia . Chapter31. Jakarta: Ichtiar Baru - Van Hoeve Turkle, Sherry (1995). Life on The Screen: Identity in the Age of the Internet. New York: Touchstone.