Anda di halaman 1dari 11

DASAR TRIGONOMETRI

Jika kita membahas masalah trigonometri pastilah tidak akan terlepas dari yang namanya
Sudut. Untuk itu alangkah baiknya sebelum belajar lebih dalam mengenai trigonometri, kita
terlebih dahulu mengetahui apa itu sudut.
Sudut didefinisikan sebagai rotasi sinar garis misalkan OB yang diputar dengan pusat O
sampai pada suatu kedudukan tertentu sehingga terbentuk sebuah sinar garis OB yaitu OC.
Dengan ilustrasi sebagai berikut.
C

α
O B
Gambar.1 Sinar Garis OB
Sudut seringkali dinamakan dengan berbagai cara seperti
1. Dinamakan dari proses terbentuknya sinar garis seperti pada gambar 1, sudutnya
diberi nama sudut AOB atau BOA
2. Bisa juga hanya menggunakan titik sudutnya. Misalnya Sudut O, Sudut A dan
sebagainya
3. Sering juga dipakai menggunakan abjad yunani seperti α, β, 
Berdasarkan pengetahuan tentang sudut diatas maka munculah konsep segitiga didalam
perbandingan trigonometri. Kenapa segitiga?
Perhatikan kembali gambar 1. Dapat kita lihat beberapa hal sebagai berikut
1. Garis AB merupakan hasil proyeksi atau bayangan dari garis AC
2. Proyeksi titik A adalah titik A dan Proyeksi titik C adalah titik B
3. Apabila masing masing titik proyeksi dihubungkan maka akan terbentuk sebuah
bangun segitiga siku - siku.
Atas dasar itulah pada sejarah trigonometri penemu dan pengembangnya banyak sekali
menggunakan prinsip segitiga siku-siku pada trigonometri.

Contoh untuk mengetahui sudut pandang pengelihatan seseorang terhadap puncak sebuah
bangunan.menggunakan segitiga

Dasar Trigonometri Hal. 1


PERBANDINGAN TRIGONOMETRI SUATU SEGITIGA SIKU - SIKU
B

C A

Gambar 1.1 Segitiga siku-siku ABC

Diketahui segitiga ABC di atas merupakan segtiga siku siku dimana garis AC tegak lurus
terhadap garis CB. Dengan definisi sebagai berikut :

∠ = ∠ = ∠ dimisalkan sebagai sudut 

AC = b = sisi samping sudut 

CB = a = sisi depan sidut 

Sedangkan AB = c = sisi miring atau disebut Hipotenusa

Nah setelah anda mengetahui beberapa definisi tersebut maka dapat saya tuliskan secara
ringkas perbandingan trigonometri


Sin  =   = 

 
  
Cos  = = 
 


  
Tan  = 
  =  =  

Untuk sudut kebalikannya adalah sebagai berikut :


 
Cosec  =  ∝ =


   
Sec  =  ∝ = Cotan  =  ∝ = 


Dasar Trigonometri Hal. 2


PERBANDINGAN SUDUT SUDUT ISTIMEWA 00, 300, 450, 600, 900

Gambar 2. Segitiga sama sisi dan persegi

Untuk mengetahui perbandingan dari sudut istimewa 300, 450, 600. Perhatikanlah gambar 2.

Mengapa harus gambar 2 ? hal ini dilakukan untuk mempermudah proses penemuan sudut
istimewa tersebut. menggunakan pengetahuan kita yang telah ada mengenai bangun datar
khususnya bangun datar pada gambar 2.

1. Untuk segitiga sama sisi, pada pokok bahasan bangun datar kita telah mengetahui
bahwa sudut-sudut segitiga sama sisi adalah sama yaitu 600 karena jumlah sudut
sebuah segitiga adalah 1800.
2. Sehingga apabila kita perhatikan segitiga CAD atau segitiga CBD. Dapat kita urai
seperti gambar 3 dibawah ini.
C

300

600

D B
Gambar 2.1

"
3. Diperoleh ∠ = 60 ∠ = 90 ∠ = = 30
#
4. Panjang DB = a , BC = 2a , panjang CD dengan mengunakan teorema phytagoras
kita peroleh CD = √ # −  # = '(2*)# − *# = √3*# = *√3
5. Sesuai dengan yang kita pelajari sebelumnya maka

Dasar Trigonometri Hal. 3


 √,   
Sin 600 = = = √3 Sin 300 = = =
 # #  # #

   √, 
Cos 600=  = # = # Cos 300=  = #
= # √3

 √,  
Tan 600= = = √3 Tan 600= = = √3
  √, ,

6. Untuk sudut 450 perhatikanlah persegi pada gambar 2. Kita ketahui bahwa jumlah
sudut dalam sebuah persegi adalah 3600.
7. Maka masing masing sudut nya adalah 900.
8. Apabila kita tarik garis diagonal pada persegi tersebut maka akan terbentuk dua buah
segitiga siku siku yang masing masung sudutnya adalah seperti pada gambar berikut
ini.
R

P Q
Gambar 2.2

01
9. Dengan rincian ∠- = 90 , ∠/ = = 45 , ∠4 = 45
#
10. PQ = 2a, QR = 2a, dengan phytagoras kita peroleh /4 = '/- # + -4 # =
'(2*)# + (2*)# = 2*√2

11. Maka diperoleh


67 86 # 
Sin 450 = 87 = 87 = # √# = # √2
86 67 # 
Cos 450= 87 = 87
= # √# = # √2
67 86 #
Tan 450= 86 = 67 = # = 1

Untuk sudut 00 dan 900 kita akan menggunakan konsep dasar/ Konsep pengertian sudut.
Seperti yang kita ketahui bahwa sudut merupakan berkas sinar yang terbentuk dari suatu
rotasi garis. Perhatikan kembali gambar 1, gambar tersebut berkas sinarnya membentuk sudut
α. Nah, sekarang kita akan merotasi suatu garis AB hingga membentuk beras sinar dengan
sudut 00 dan 900.

Dasar Trigonometri Hal. 4


Untuk lebih memahami perhatikan ilustrasi dibawah ini.

B1

α
A B
Gambar 3.
Gambar 3 diatas, adalah suatu rotasi garis AB dengan sudut  dengan hasil rotasi atau
proyektum adalah AB1 (A di proyeksikan ke A, B diproyeksikan ke B1). Terbentuk segitiga
siku – siku ABB1.
Dengan ilustrasi yang sama dapat kita gunakan untuk sudutnya 00 dan 900.

Gambar 3.1 ilustrasi untuk sudut 900

Dari gambar 3.1 diketahui bahwa AB = p, BB1 = p , AB1 = 0 sehingga diperoleh

:

Sin 900 = 
=
=1
: 
Cos 90 = 0
=
=0


:

Tan 900= : = 


=~

Sudut 00

Gambar 3.2 ilustrasi untuk sudut 00

Dari gambar 3.2 diketahui bahwa AB = p, ABI = p, BBI = 0 sehingga diperoleh

Dasar Trigonometri Hal. 5


: 
Sin 00 = = =0


:

Cos 00= = =1


: 
Tan 00= = =0
:

Sehingga dari perolehan di atas dapat kita ringkas Perbandingan sudut – sudut istimewa
seperti berikut ini :

No Sudut SIN COS TAN


1 00 0 1 0
1
√3 1
2 300 ½ 2 √3
3
1 1
0 √2 √2
3 45 2 2 1

1
0 √3
4 60 2 ½ √3

5 900 1 0 ~

SUDUT PADA KUADRAN ( SUDUT PADA AREA Cartesius 2 Dimensi)

Kuadran sebuah sudut adalah Area atau posisi suatu sudut pada diagram Cartesius 2 Dimensi.
Untuk lebih jelas perhatikan gambar 4 dibawah ini :

Gambar 4. Kuadran Suatu Sudut

Dasar Trigonometri Hal. 6


Dari gambar 4. Dapat kita jabarkan posisi suatu sudut secara rinci. Perhatikan gambar 4.1

Gambar 4.1 rincian kuadran

Dari gambar 4.1 diperoleh bahwa :

Dengan menggunakan konsep perbandingan trigonometri segitiga siku – siku yang telah kita
pelajari sebelumnya, diperoleh,

Pada Kuadran II, Pada Kuadran I


<
= <
=
Sin  0 =   = 
Sin  0 =   = 

 
  >?  
  ?
Cos  0= = Cos  0= =
     

<
= <
=
Tan  0=  
  = >? Tan  0=  
  = ?

Pada Kuadran III, Pada Kuadran IV


<
>= <
>=
Sin  0 =   = 
Sin  0 =   =


 
  >?  
  ?
Cos  0= = Cos  0= =
    

<
>= <
>=
Tan  0=  
  = >? Tan  0=  
  = ?

Dasar Trigonometri Hal. 7


Oleh karena itu didapat suatu fakta bahwa

1. Pada kuadran I, nilai sudut semuanya positif


2. Pada kuadran ke II nilai sudut yang positif hanya Sin
3. Pada kuadran ke III nilai sudut yang positif hanya Tan
4. Pada kuadran ke IV nilai sudut yang positif hanya Cos

PERBANDINGAN TRIGONOMETRI SUDUT BERELASI

Sudut berelasi adalah hubungan yang


terdapat pada dua buah sudut. Contohnya, dua buah
sudut yang saling berpelurus atau saling
berpenyiku. Apa itu saling berpelurus atau saling
berpenyiku. Perhatikan gambar dan penjelasan
dibawah ini.

Gambar 5. Ilustrasi dua buah sudut saling berpelurus


Gambar 5. Disamping merupakan ilustrasi dua buah

sudut yang dikatakan saling berpelurus. Dimana sudut  dan @ dikatakan saling berpelurus
apabila  + @ = 180
Bagaimana pula dengan dua buah sudut yang dikatakan sudut yang saling berpenyiku? Utnuk
lebih jelas mari kita perhatikan ilustrasi dibawah ini.

Gambar 6. Ilustrasi dua buah sudut saling berpenyiku

Gambar 6. Diatas merupakan ilustrasi dua buah sudut yang dikatakan saling berpenyiku.
Dimana sudut B dan  dikatakan saling berpelurus apabila B +  = 90

Secara umum dapat diilustrasikan sebagai berikut :

Dasar Trigonometri Hal. 8


Hubungan atau relasi dua buah sudut pada Kuadrannya

Perhatikan kembali gambar 4.1, jika kita lukiskan kembali mengaitkannya dengan relasi 2
buah sudut akan kita dapatkan ilustrasi masing – masing sebagai berikut :

1.

Pada gambar di atas perhatikan dua buah segitiga POA dan POB. Pada
segitiga masing masing memiliki dua buah sudut yang saling berpenyiku yakni
∠/C dan ∠/C. Menggunakan perbandingan trigonometri pada segitiga siku siku
kita peroleh bahwa :

A. Pada segitiga POB diperoleh


<
=
Sin  0 =   = 
 
  ?
Cos  =
0
=
  
<
=
Tan  =  
  = ?
0

B. Pada segitiga POA diperoleh


<
8 ?
Sin (90 −   ) =   = 8D = 
 
  D =
Cos (90 −   )=  
= 8D = 
<
8 ?
Tan (90 −   )=  
  = D = =

C. Dari A dan B diperoleh hubungan sudut  dengan 90 −  adalah sebagai


berikut :

Dasar Trigonometri Hal. 9


2. Dengan cara yang yang sama untuk kuadran II, III dan IV akan kita peroleh hubungan
sebagai berikut.
A. Kuadran II

Dengan hubungan sudutnya sebagai berikut

B. Kuadran III

Dasar Trigonometri Hal. 10


Dengan hubungan sudutnya sebagai berikut

C. Kuadran IV

Dengan hubungan kedua sudutnya sebagai berikut :

Dasar Trigonometri Hal. 11