Anda di halaman 1dari 5

8.

1 Kecenderungan Golongan Karbon Tiga unsur pertama golongan 14, C, Si, dan Ge, mempunyai titik leleh yang sangat tinggi, suatu karakteristik jaringan ikatan kovalen unsur non logam dan semi logam, sedangkan dua unsur berikutnya, Sn dan Pb, mempunyai titik leleh yang lebih rendah, bersifat lebih dekat logam dengan rentangan fase cair yang cukup panjang (Tabel 8.1). Unsur-unsur golongan 14 ini mampu membentuk senyawa katenasi, yaitu membentuk rantai dari atom-atomnya sendiri, kemampuan sifat katenasi ini menurun dengan naiknya nomor atom. Jadi, karbon mampu membentuk rantai yang tak terbatas panjangnya, silikon membentuk rantai hingga enam belas atom, germanium enam atom, dan timah dua atom. Golongan karbon, dengan karakteristik konfigurasi elektronik terluar ...ns2 np2, mempunyai bilangan oksidasi +4. Sifat non logam mendominasi hingga pertengahan golongan yang bersifat semi logam, dan tingkat oksidasi -4 dapat ditemui bagi tiga unsur pertama ini jika bersenyawa dengan unsur elektropositif. Tingkat oksidasi ganda, +2 dan +4, menjadi karakteristik bagi unsur-unsur selanjutnya, Sn dan Pb, tingkat oksidasi ini melibatkan ikatan kovalen, dan ikatan ionik khususnya dengan tingkat oksidasi +2. Kecenderungan kestabilan tingkat oksidasinya adalah bahwa bagi karbon dan germanium tingkat oksidasi +4 lebih stabil daripada tingkat oksidasi +2, tetapi bagi Sn dan Pb, tingkat oksidasi +2 lebih stabil daripada tingkat oksidasi +4. Tabel 8.1 Titik leleh dan titik didih golongan karbon Unsur Konfigurasi Elektronik Titik Leleh (oC) [2He] 2s2 2p2 Menyublim pada 6C Si [10Ne] 3s2 3p2 1420 14 10 2 2 [18Ar] 3d 4s 4p 945 32Ge [36Kr] 4d10 5s2 5p2 232 50Sn Pb [54Xe] 4f14 5d10 6s2 6p2 327 82 8.2 Karbon Unsur karbon membentuk sangat banyak senyawa organik, dan dewasa ini berkembang pula senyawa organometalik dengan atom karbon terikat secara koordinasi pada ion logam, selain itu secara tradisi dikenal pula dalam senyawa anorganik. Karbon dalam keadaan dasar (ground state) mempunyai konfigurasi elektronik 1s2 2s2 2p2. Kemampuannya membentuk empat ikatan kovalen tunggal menyarankan bahwa atom C mengalami hibridisasi sp3 (sesuai bangun tetrahedron) dengan konfigurasi elektronik tereksitasi 1s22s12px 12py 12pz 1. Sifat unik atom karbon adalah kemampuannya membentuk ikatan antara dirinya sendiri, baik secara kovalen tunggal maupun ganda rangkap dua maupun tiga, menghasilkan rantai yang tak terbatas baik terbuka maupun tertutup dan dengan atau tanpa cabang. Ikatan kovalen tunggal C-C cukup kuat yaitu ~356 kJ mol-1 sedangkan untuk Si-Si hanya ~226 kJ mol-1, C-O ~335kJ mol-1 dan Si-O ~368 kJ mol-1. Kation C4+ tidak pernah dijumpai, tetapi karbon dapat berbentuk anion C2-2 atau kadang-kadang C4hanya dalam senyawa dengan logam yang sangat elektropositif. Dalam senyawa-senyawa anorganik, karbon mempunyai bilangan oksidasi -4 (C4-), -2 (C22-), +2 (CO), atau +4 (CO2, CCl4). Unsur karbon tidak sangat reaktif, dan reaksinya memerlukan temperatur tinggi. Dibanding dengan atom-atom nitrogen, oksigen, flourin, klorin, dan bromin, karbon mempunyai skala elektronegatif lebih rendah 2,5.

Titik Didih (oC) 4100 3280 2850 2623 1751

Kenampakannya, karbon termasuk semi logam karena sifat fifiknya, seperti menghantar listrik, meskipun kurang efektif daripada logam, tetapi sifat-sifat kimiawinya karbon termasuk non logam. Karbon bersifat sebagai semikonduktor mirip silikon dan germanium, mempunyai struktur kristal yang stabil yang tersusun oleh jaringan ikatan kovalen C-C, berbeda dengan unsur-unsur non logam lainnya yang tiap molekulnya tersusun oleh atom-atom dengan jumlah tertentu (diskret) seperti F2, Cl2, Br2, I2, H2, O2, P4, S8, dan sebagainya. Karbon secara ilmiah terdapat dalam dua bentuk kristalin alotropi yaitu intan (diamond) dan grafit, tetapi dewasa ini satu keluarga baru yaitu fulurena (fullerene), telah berhasil diidentifikasi. Pada kedua bentuk, intan dan grafit, atom karbon saling berikatan secara kovalen membentuk suatu jaringan molekul raksasa yang mengakibatkan tingginya titik leleh, karena untuk mengatasi kekakkuan struktur jaringan diperlukan banyak energi pemutusan ikatan C-C. 8.2.1 Intan Dalam intan, tiap atom karbon dihubungkan secara tetrahedral (jadi dengan hibridisi sp3) terhadap empat atom karbon lain dengan panjang ikatan C-C 1,54 , dan membentuk jaringan kovalen berkelanjutan sebagaimana ditunjukkan oleh Gambar 8.1. Bentuk jaringan demikian inbi tidak memungkinkan atom karbon secara individual bergerak bebas, dan oleh karena itu energi panas yang diterimanaya akan diteruskan ke seluruh jaringan. Akibatnya, intan bersifat konduktor panas yang sangat baik, kira-kira lima kali lebih baik daripada tembaga. Untuk memutuskan ikatan kovalen dalam jaringan tetrahedron demikian ini dibutuhkan energi panas yang sangat tinggi, sehingga intan mempunyai titik leleh ~4100oC. Intan berupa padatan tak berwarna, jernih, paling keras dengan indeks kekerasan tertinggi, sangat mudah patah menjadi berkeping-keping, dan tidak menghantar listrik. Jika terdapat kotoran di dalamnya, intan dapat berwarna misalnya biru (hope diamond). Intan banyak didapat tertanam dalam kanal-kanal batu vulkanik. Pada proses penambangan, batu-batu ini dipecah-pecah kemudian dialirkan dengan air melalui sabuk berjalan yang diberi vaselin agar bijih intan dapat melekat untuk dipisahkan. Intan mempunyai densitas ~ 3,5 g cm-1, jauh lebih besar daripada grafit (~ 2,2 g cm-1). Pemanfaatan intan yang utama berdasarkan sifat kekerasannya, misalnya sebagai pelapis alat-alat pemotong gelas dan baja, intan mempunyai indeks kekerasan tertinggi yaitu 10 menurut skala Mohs, sedangkan talk mempunyai skala nol. Sebagai batu permata, karena sifat refleksinya, intan sangat mahal. Batu permata buatan yang mirip intan misalnya zirkonia kubus (ZrO2), titanium dioksida (TiO2), stronsium titanat (SrTiO3), dan Yatrium Aluminium Garnet, YAG (Y3Al5O12) yang agak cemerlang dan keras. TiO2 dan SrTiO3 lebih cemerlang tetapi lunak, dan ZrO2 mempunyai sifat yang sangat dekat dengan intan. Dewasa ini sedang dikembangkan pembuatan film-intan untuk melapisi microprocessor chips komputer agar tahan panas sebagai akibat tahanan listrik dalam sirkuit listrik komputer. Hingga abad ke sembilan belas, diduga bahwa intan dan grafit merupakan dua senyawa yang berbeda. Humphry Davy, dengan meminjam salah satu perhiasan intan isterinya yang cukup kaya untuk dibakar, berhasil menunjukkan bahwa karbon dioksida merupakan satu-satunya hasil pembakaran intan: C (s) + O2 (g) CO2 (g)

8.2.2 Grafit Berbeda dari struktur intan (Gambar 8.1), dalam grafit tiap atom karbon dihubungkan secara (bidang) trigonal terhadap tiga atom karbon lain dan membentuk lingkar enam dengan panjang ikatan C-C 1,42 , lebih pendek daripada ikatan C-C dalam intan dan sangat mirip dengan ikatan C-C dalam benzena C6H6 (1,40 ). Dengan demikian terbentuk jaringan bidang berlapis, yang satu terhadap yang lain berjarak ~ 3,35 . Jadi dalam grafit, atom karbon mengalami hibridisasi sp2 untuk menghasilkan tiga ikatan kovalen tunggal, sedangkan orbital p yang lain membentuk ikatan (cara samping) yang terlokalisasi. Elektron yang terlokalisasi membentuk ikatan inilah yang dianggap bertanggung jawab atas sifat hantaran listrik grafit. Grafit berwarna hitam, lunak, dan mempunyai rapatan 2,2 g cm-1, lebih rendah daripada rapatan intan. Grafit juga mempunyai titik leleh sangat tinggi, teraba halus, dan licin hingga dapat dipakai sebgai pelumas. Energi ikat grafit sangat kuat, kira-kira 477 kJ mol-1, tetapi antar lapisan energi ikatnya sangat lemah yaitu hanya sekitar 17 kJ mol-1. Jarak antar lapisan yang cukup panjang tersebut, lebih dari dua kali jari-jari van der Walls atom karbon, mengakibatkan mudah terjadinya pergeseran antar lapisan yang berarti bersifat licin dan mudah terjadi slip. Kemudahan grafit sebgai pelumas atau permukaan lapisan sehingga lapisan dapat bergeser. Campuran grafit dengan lempung jika dipanggang menghasilkan pensil-lead. Semakin banyak porsi kandungan lempung semakin keras sifat pensil yang bersangkutan. Pensil umumnya ditandai dengan kode HB, semakin banyak kandungan lempungnya semakin keras dan dinytakan dengan variasi nomor H, misalnya 2H, dan semakin banyak porsi kandungan grafitnya semakin lunak dan dinyatakn dengan variasi nomor B, jadi sesungguhnya tidak ada lead-tombel di dalam pensil. Perbedaan yang sangat mencolok antara intan dan grafit tersebut terutama disebabkan oleh perbedaan struktur kristalnya, namun pada dasarnya kedua struktur tersebut agak mirip. Andaikan pada grafit tiap selang atom karbon pada lapisan dapat diangkat ke atas bidang lapisan, dan atom karbon yang lain ditekan ke bawah serta lapisan-lapisan dapat didesak mendekat satu sama lain, maka struktur intan akan diperoleh. Menurut diagram fase, hal ini harus mungkin terjadi pada temperatur dan tekanan sangat tinggi, sehingga intan mungkin dapat terbentuk dari grafit atas dasar aplikasi prinsip Le Chatelier. Kesulitan disadari oleh ahli fisika Percy Bridgeman yang mengatakan bahwa grafit secara alamiah adalah per yang terkuat atau oleh para ilmuwan lain sangat mudah untuk meremas atom-atom karbon secara bersamaan tetapi sangat sukar untuk memampatkan. Intan sintetik dibuat pertama kali pada tahun 1955 oleh Laboratorium General Electric Company. Prosesnya memerlukan ruangan yang dapat menjaga tekanan minimum 50 kbar (=50.000 atm) dan temperatur 1500 K untuk selama periode waktu yang cukup panjang. Intan yang dihasilkan ternyata hanya sedikit sekali, tidak berkualitas sebgai perhiasan, namun cukup ideal untuk peralatan pengeboran atau gerenda. Selain intan dan garfit, karbon dapat berada dalam berbagai bentuk, baik secra alamiah maupun buatan, yaitu bentuk serbuk seperti kokas, karbon hitam, arang binatang, dan karbon aktif. Kokas, merupakan karbon amorf yang dibuat dari pemanasan batubara pada temperatur tinggi untuk menghilangkan atau mengusir senyawa-senyawa anorganik dan organik yang mudah menguap. Pemanasan kayu tanpa udara akan menghasilkan arang. Arang serbuk halus juga dibuat dengan cara yang sama, tetapi dengan bahan dasar misalnya tulang-tulang hewan, kulit kelapa, atau gula. Serbuk halus arang karbon yang diaktifkan melalui pemanasan dengan uap untuk

membersihkan permukaannya, menghasilkan arang aktif sebagai bahan penyerap yang sangat baik. Karbon aktif ini mempunyai luas permukaan yang tinggi, 600-2000 m2 g-1, bermanfaat untuk mengusir bau tidak sedap, uap yang berbahaya dalam udara, dan juga warna dan rasa yang tidak diinginkan dari suatu cairan atau larutan tertentu. Pabrik-pabrik pengolah air sering mengalirkan air melalui karbon aktif, juga pada pabrik pemurnian air minum, buah-buahan juice, madu, dan vodka. Karbon hitam, biasanya dibuat dengan cara dekomposisi termal senyawa hidrokarbon pada pembakaran terbuka, hasilnya berupa serbuk halus dan sangat murni. Mata manusia dapat membedakan kira-kira 260 macam bayangan warna hitam, dan partikel karbon hitam dengan ukuran 10 nm memberikan warna yang paling hitam. Karbon hitam banyak dipakai untuk tinta, pigmen cat, penguatan dan pewarnaan karet, ban kendaraan bermotor mengandung karbon hitam kira-kira 25%. 8.2.3 Fulerena Kimia penuh hal-hal yang menakjubkan termasuk penemuan alotrop karbon yang baru. Fulurena merupakan keluarga suatu struktur dengan atom-atom karbon tersusun dalam struktur bola atau elip. Untuk itu, atom-atom karbon membentuk lingkar lima anggota (pentagon) dan enam anggota (heksagon), mirip pola bola sepak (soccer ball), nama asal untuk C60 adalah soccerane. Permukaan bola C60 terdiri atas dua belas pentagon dan duapuluh heksagon, masing-masing pentagon dikelilingi oleh lima heksagon, dan masing-masing heksagon dikelilingi oleh tiga pentagon dan tiga heksagon (Gambar 8.2). Susunan demikian ini menghasilkan tiga ikatan, yaitu satu ikatan rangkap dua dan dua ikatan tunggal, pada setiap atom karbon dan terletak pada posisi sudut persekutuan antara satu pentagon dan dua heksagon. Analisis sinar-X menunjukkan bahwa panjang ikatan rangkap adalah 1,39 dan merupakan fusi antara dua sisi heksagon, dengan panjang ikatan tunggal adalah 1,43 dan merupakan fusi antara sisi heksagon dengan sisi pentagon. Dengan demikian, atom karbon dalam fulerena dipertimbangkan mengalami hibridisasi sp2. Karbon bola 60 anggota, C60 (buckminsterfullerene), merupakan salah satu anggota fulerena yang paling mudah dipreparasi. Berikutnya yaitu C70 mempunyai bangun sedikit lonjong (elip) seperti rugby ball. Nama alotrop ini diambilkan dari nama R. Buckminster Fuller seorang jenius pada abad ke duapuluh yang mengembangkan desain bangun arsitektur yang kokoh. Salah satu metode pembuatan fulerena adalah dengan menggunakan sinar laser yang berintensitas tinggi untuk memanaskan grafit hingga temperatur di atas 10.000oC. Pada pemanasan ini bagian-bagian dari bidang-bidang heksagon atom-atom karbon mengelupas permukaan dan membungkus dirinya menjadi bangun bola. Dengan cara seperti ini fulerena dengan atom karbon genap yang lain dapat pula dibuat, demikian pula dengan bentuk lingkaran tabung, buckytube. Jelaga biasa ternyata juga mengandung berbagai fulerena, dan telah diketahui terdapat secara alamiah dalam deposit grafit. Intan dan grafit tidak larut dalam semua pelarut karena memiliki struktur jaringan kovalen. Fulerena memiliki ikatan-ikatan kovalen dalam unit, tetapi hanya gaya-gaya dispersi saja yang mengikat antar unit dalam fase padatnya. Akibatnya, fulerena mudah larut dalam pelarut nonpolar seperti benzena dan toluena. Fulerena berwarna hitam dalam fase padat, tetapi beraneka warna dalam larutannya, misalnya C60 berwarna magenta-ungu, C70 berwarna merah anggur, dan C76 berwarna hijau-kuning cemerlang. Semua fulerena menyublim jika dipanaskan, suatu bukti adanya gaya-gaya intermolekuler yang lemah.

Molekul-molekul C60 terkemas seperti halnya atom- atom logam, membentuk tataan bangun kubus pusat muka (fcc = face centered cube), mempunyai rapatan rendah ~ 1,5 g cm-1, dan bukan penghantar listrik. Molekul-molekul C60 (dan juga fulerena yang lain) menyerap cahaya visibel membentuk molekul tereksitasi *C60 yang bahkan mempunyai daya serap yang lebih efektif. Oleh karena itu, fulerena ini dapat dimanfaatkan untuk bahan pelapis kacamata sebgai pelindung sinar laser. Fulerena mudah direduksi menjadi anion, bereaksi dengan logam-logam golongan 1 dan 2, misalnya membentuk Rb 3C60. Senyawa ini ternyata bersifat superkonduktor pada temperatur di bawah 28 K, karena sesungguhnya mempunyai struktur [Rb+]3[C603-]. Elektron ekstra yang berasosiasi dengan fulerena ini bebas bergerak sepanjang kristalnya seperti halnya dalam logam.