Anda di halaman 1dari 2

Kelompok 3 : Ageng Supriyanto Ananda Anggun Ayuningtyas Aozoralita Gita Herawati Citra Widuri Nur F.

Kelas : 4A Pendidikan Biologi

NEURULASI PADA MANUSIA Neurolasi ialah proses pembentukan bumbung neural yang merupakan bakal sisitem saraf pusat. Embrio yang sedang mengalami proses neurulasi disebut neurula. Proses neurulasi diawali dengan adanya induksi yaitu bakal notocorda, sebagai inductor, terhadap ectoderm yang terletak tepat di atasnya yaitu ectoderm neural, yang berperan sebagai jaringan. induksi memperlihatkan adanya hierarki. Induksi paling awal oleh induksi dan disebut sebagai induksi primer, innduksi berikutnya ( induksi-induksi sekunder ) didahului oleh induksi sebelumnya. Tanpa adanya induksi neural, innduksi-induksi selanjutnya, terutama yang terjadi pada tahap organogenesis, tidak dapat berlangsung dan embrio tidak akan berkembang lanjut secara sempurna. Cara neurulasi dapat dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu dua kelompok utama dan satu kelompok khusus 1. Neurulasi primer , bumbung neural dibentuk dengan cara pelipatan keping neural dan bertemunya kedua lipatan itu. Cara ini paling umum ditemukan di antara berbagai kelompok hewan yaitu amfibia, reptilian, unggas, dan mamlia termasuk juga pada manusia 2. Neurulasi sekunder , bumbung neural atau salurannya terbentuk oleh adanya kavitasi (pembentukan rongga) di dalam kelompok sel ectoderm neural yang memadat misalnya pada ikan. Selain pada hewan yang khusus, kedua cara neurulasi ini dapat ditemui juga dalam satu embrio. Neurulasi primer berlangsung dibagian anterior (kepala dan tubuh), sedangkan neurolasi sekunder terdapat di bagian posterior tubuh dan di ekor. 3. Pembentukan bumbung dengan adanya pemisahan (peninggian) epidermis yang membatasi keping neural. Cara ini terdapat pada amfioksus. Peninggian epidermis disebut juga sebagai lipatan neural temporer. Yang akan bertemu dibagian mediodorsal dan menjadi atap di atas keping neural yang sudah melipat dan melekuk, membentuk lipatan neural dan lekuk neural biasa, yang sama dengan kejadian pada neurolasi primer . kedua lipatan neural ini akan bertemu satu sama lain membentuk bumbung neural. Selanjutnya atap epidermis akan terpisah dari bumbung neural. Sejak tahap lipatan neural, bahkan mungkin sejak keping neural, sudah tampak bahwa bagian neural anterior lebih melebar dan akan membentuk otok, sedangkan bagian posterior lebih sempit yaitu bakal medulla spinalis atau sumsum tulang belakang, atap arkenteron pada awalnya adalah notocorda, tetapi kemudian menjadi endoderm sebagai hasil proliferasi endoderm faring kea rah posterior. Kemudian menjadi bumbung neural berlansung, mula-mula sekali di perbatasan antara bakal otak dan baal sumsum tulang belakang, kemudian beranja ke arah anterior dan posterior. Akhir-akhir ini diketahui bahwa penutupan bumbung nural pada manusia memperlihatkan pola yang berbeda dengan hewan lain, karena awal penutupannya berlangsung pada tempat-tempat yang berbeda sepanjang sumbu anterior-posterior. Pada ujung anterior dan ujung posterior untuk sementara tampak bagian yang masih terbuka

Kelompok 3 : Ageng Supriyanto Ananda Anggun Ayuningtyas Aozoralita Gita Herawati Citra Widuri Nur F.U

Kelas : 4A Pendidikan Biologi

berupa lubang atau poros dan masing-masing disebut neuroporus anterior dan neuroporus posterior. Bumbung neurol anterior akan berdifferensiasi menjadi beberapa wilayah otak Mula-mula terdapat tiga wilayah otak yaitu prosensefalon (otak depan), mesensefalon (otak tengah), dan rombensefalon (otak belakang). Kemudian prosensefalon dan rombensefalon masing-masing terbagi lagi menjadi dua wilayah sehingga terdapat 5 wilayah otak yaitu telensefalon, dan diensefalon (dari prosensefalon, mesensefalon, serta metensefalon dan mielensefalon (dari rombensefalon). Bumbung neural yang terletak posterior dari otak berdiferensiasi menjadi medula spinalis. Perkembangan pada satu embrio berlangsung sefalokaudal yang berarti tahap perkembangan di wilayah kepala (sefal) atau anterior sudah lebih lanjut daripada di bagian ekor (kauda) atau posterior. Pembagian wilayah pada mesoderm pada mamalia, termasuk adanya bagian ekstraembrio dan bagian intraembrio, serta notokorda yang sejak awal tidak menyatu dengan mesoderm paraksial , serupa dengan pada unggas. Keping embrio manusia terletak di dalam suatu bola dengan trofoblas sebagai permukaannya. Selain itu mesoderm paraksial juga tidak segmental pada awalnya, setelah menjadi somit tampak adanya segmentasi.

http://catatankuliah-heri.blogspot.com/2011/03/neurulasi.html