Anda di halaman 1dari 15

Asam Hidroksi Benzoat

Kelompok 8 VI A

Asam Salisilat

Paraben

Asam Hidroksi Benzoat


Metil Salisilat

Asetosal

Asam Salisilat (C7H6O3)


Pemerian : hablur ringan tidak berwarna atau serbuk berwarna putih, hampir tidak berbau, rasa agak manis dan tajam Kelarutan : larut dalam 550 bagian air, 4 bagian etanol (95%) p. Mudah larut dalam kloroform p, eter p. Larut dalam larutan amonium asetat p, dinatrium hidrogenfosfat p, kalium sitrat p dan natrium sitrat p. Khasiat : anti fungi, keratolitikum.

Penetapan Kadar (FI III)


Timbang seksama 3 g
Larutkan dalam 15 ml etOH (95%) p hangat yg telah dinetralkan thp lar. Merah fenol p, titrasi dg NaOH, ind : merah fenol

I ml NaOH 0,5 N setara dg 69,06 mg asam salisilat (C7H6O3)

Penetapan Kadar Lain


Spektrofotometri UV (Clarke, 1969, p. 539) E1%1cm (0,5 N H2SO4) l 302 nm = 259 E1%1cm (0,5 N NaOH) l 300 nm = 260 Spektrofotometri Visibel Asam salisilat ditambah pereaksi Fe3+ (biasanya Fe(NO3)3 atau FeCl3) Dalam pH larutan 5-6 dan panjang gelombang pembacaan (l) 525 nm (Larutan berwarna ungu)

Bromometri Prinsip: Brominasi pada senyawa fenol Brom mensubstitusi & mengoksidasi asam salisilat. Sisa Brom ditetapkan dengan pereaksi KI kemudian baku tiosulfat Brom yang digunakan gas atau hasil reaksi KBrO3 + 5KBr + 6HCl 3Br2 + 6KCl + 3H2O Br2 sisa + KI I2 + KBr I2 + Na2S2O3 2NaI + Na2S4O6 Dalam suasana asam, iod tidak bereaksi dengan salisilat. Tapi dalam suasana basa bereaksi membentuk endapan merah dari tetraiodoenkuinon. pH harus terkontrol: kebasaannya pada pH < 9

Asetosal (C9H8O4)
Pemerian : hablur tidak berwarna atau serbuk hablur putih, tidak berbau atau hampir tidak berbau, rasa asam Kelarutan : agak sukar larut dalam air, mudah larut dalam etanol (95%) p, larut dalam kloroform p dan eter p. Khasiat : analgetik, antipiretik

Penetapan Kadar (FI III)


Timbang seksama 500 mg sampel

Larutkan dalam 10 ml etanol (95%) p

Titrasi dg NaOH 0,1 N dg indikator PP

1 ml NaOH 0,1 N setara dg 18,02 mg C9H8O4

Metil Salisilat (C8H8O3)


Pemerian : cairan, tidak berwarna atau kuning pucat, bau khas aromatik, rasa manis, panas dan aromatik Kelarutan : sukar larut dalam air, larut dalam etanol (95%) p dan dalam asam asetat glasial p. Khasiat : antiiritan, zat tambahan

Penetapan Kadar (FI III)


Timbang seksama 2 g, masukkan dalam labu 1 ml NaOH 1 N setara dg 152,2 mg C8H8O3

+ 40,0 ml NaOH 1N, refluks 2 jam

Lakukan penetapan blangko

Dinginkan, bilas pendingin & dinding labu dg beberapa ml air

Titrasi dg asam sulfat 1 N dg indikator larutan PP

Metil Paraben/Nipagin (C8H8O3)


Pemerian : serbuk hablur halus, putih, hampir tidak berbau, tidak mempunyai rasa, kemudian agak membakar diikuti rasa tebal Kelarutan : larut dalam 500 bagian air, dalam 20 bagian air mendidih, dalam 3,5 bagian etanol (95%) p, 3 bagian aseton p, mudah larut dalam eter p, dan dalam larutan alkali hidroksida, larut dalam 60 bagian gliserol p panas, dan dalam 40 bagian minyak lemak nabati panas. Jika didinginkan larutan tetap jernih. Khasiat : zat tambahan, zat pengawet

Penetapan Kadar (FI III)


timbang seksama 100 mg Didihkan dg 50 ml NaOH 1 N 30 menit Dinginkan, pindah ke labu bersumbat kaca

+ 30 ml larutan KI p

Biarkan selama 15 menit

Kocok berulang selama 15 menit

Titrasi dg Na2SO3 0,1 N

Lakukan penetapan blangko

1 ml Br 0,1N setara dg 2,536 mg nipagin

Propil Paraben/Nipasol (C10H12O3)


Pemerian : serbuk hablur halus, tidak berbau, tidak berasa Kelarutan : sangat sukar larut dalam air, larut dalam 3,5 bagian etanol (95%) p, 3 bagian aseton p, 140 bagian gliserol p, 40 bagian minyak lemak, mudah larut dalam larutan alkali hidroksida Khasiat : zat pengawet

Penetapan Kadar (FI III)

Dilakukan spt penetapan kadar metil paraben

1 ml Br 0,1N setara dg 3,003 mg C10H12O3