Anda di halaman 1dari 19

I.

KASUS PASIEN KELUARGA BINAAN Data Kasus Pasien dalam keluarga Binaan Tanggal 19 September 2011 Nama fasilitas Pelayanan Kesehatan : Puskesmas Narmada Pasien An. Miandriana 1 tahun 4 bulan Perempuan Batu kuta Indra sasa Islam Kunjungan pertama Belum Keterangan

Nama Umur Jenis kelamin Alamat Nama ibu Agama Pendidikan Pekerjaan Kunjungan Pengobatan sebelumnya Alergi obat System pembayaran II.

Umum

IDENTITAS KELUARGA BINAAN Keluarga yang akan dibina dalam kasus ini adalah keluarga dari An.Miandriana. An. Miandriana merupakan anak pertama dari Ny. Indra sasa dan Tn. Akmaludin, mereka tiggal bersama orang tua dari Ny. Indra sasa. Keluarga tersebut tinggal di wilayah dusun Paroa, Desa Batu Kuta, Kecamatan Narmada, dalam satu rumah terdapat 8 orang yang tinggal disana. Dalam keluarga tersebut terdapat satu keluarga inti dan satu keluarga tambahan. Berikut ini merupakan identitas anggota keluarga tersebut.

Anggota keluarga Nama Parwisah

Keterangan Keluarga pasien) inti ( kakek

Umur Alamat Agama Pendidikan Pekerjaan Status

60 thn Batu kuta Islam SD Buruh bangunan Menikah Anggota keluarga Keterangan Istri Tn.Parwisah ( nenek pasien)

Nama

Iq. Darme

Umur Alamat Agama Pendidikan Pekerjaan Status

50 thn Batu kuta Islam SD Ibu rumah tangga Menikah Anggota keluarga Keterangan Bapak pasien

Nama Umur Alamat Agama Pendidikan Pekerjaan Status

Akmaludin 28 tahun Batu kuta Islam SD Buruh Menikah Anggota keluarga

Keterangan Ibu pasien

Nama Umur Alamat

Indra sasa 19 tahun Batu kuta

Agama Pendidikan Pekerjaan Status

Islam SD Buruh Menikah Anggota keluarga Keterangan Paman pasien

Nama Umur Alamat Agama Pendidikan Pekerjaan Status

Junaedi 15 tahun Batu kuta Islam SD Buruh Belum menikah Anggota keluarga

Keterangan Paman pasien

Nama Umur Alamat Agama Pendidikan Status

Zulkifli 11 tahun Batu kuta Islam SD Belum menikah Anggota keluarga

Keterangan Paman pasien

Nama Umur Alamat Agama Pendidikan Pekerjaan Status

Isa 10 tahun Batu kuta Islam Tidak sekolah Anggota keluarga

Keterangan Paman

Nama Umur

Ardiansyah 5 tahun

Alamat Agama Pendidikan Status

Batu kuta Islam Tidak sekolah

Anggota keluarga Nama Umur Alamat Agama Pendidikan Pekerjaan Status Karisa 3,5 tahun Batu kuta Islam Anggota keluarga Nama Umur Alamat Agama Pendidikan Pekerjaan Status Miandriana 1 tahun , 4 bulan Batu kuta Islam -

Keterangan Bibi pasien

Keterangan Pasien

Skema keluarga An. Miandriana dapat digambarkan dalam skema pohon keluarga berikut

Aq.Parwisah

iq. Darme

Akmaludin

Indra sasa

Junaedi

Zulkifli

Ardiansyah

Isa

Karisa

An. Miandriana 4

Ket : : keluarga yang tidak di intervensi : pasien yang di intervensi

III.

DATA STATUS KESEHATAN Data kesehatan awal saat kunjungan ke rumah pasien : Usia BB Keluhan

Status gizi

Ket

Tn. Parwisah

60 th

Tidak pernah pulang.

Ny. Darme Indra sasa Akmaludin Junaedi

50 th 19 th 28 th 15 th

68 kg 56 kg 52 kg -

Tidak ada Tidak ada Tidak ada -

Baik Baik Baik Tidak pernah pulang

Zulkifli Isa

11 th 10 th

34 kg 30 kg

Tidak ada Perut buncit, nafsu makan kurang

Baik Baik

Ardiansyah

5 th

25 kg

Perut buncit + sering lemas dan muntah

Baik

Karisa An. Miandriana

3,5 th 1,4 th

20 kg 8 kg

Perut buncit Diare + muntah dan Perut tampak semakin buncit

Baik Gizi kurang

IV.

DATA PELAYANAN PASIEN a. Anamnesis Alasan kedatangan/keluhan utama Pasien dikeluhkan mencret oleh ibunya. Pasien dibawa ke Puskesmas untuk berobat karena sejak satu hari mencret disertai muntah. Keluhan lain /tambahan Pasien juga dikeluhkan perut semakin membuncit sejak beberapa hari sebelum ke Puskesmas, dua minggu yang lalu pasien dikeluhkan keluar cacing saat buang air besar. Riwayat perjalanan penyakit sekarang Pasien datang dikeluhkan mencret, mencret dikatakan sejak satu hari sebelum ke Puskesmas. Mencret dikatakan sebanyak 5x sehari, konsistensi cair, lendir (-),darah (-). Pasien juga dikeluhkan muntah beberapa jam sebelum ke Puskesmas, muntah berisi makanan, riwayat trauma disangkal. Riwayat penyakit keluarga Tidak ditemukan adanya anggota keluarga yang mengalami penyakit yang serupa saat ini. Riwayat kehamilan dan persalinan Pasien merupakan kehamilan pertama dari ibu pasien, selama hamil ibu pasien mengaku tidak ada keluhan, ibu pasien menyangkal prnah sakit saat hamil, riwayat konsumsi obatobatan disangkal,riwayat mnum jamu-jamuan juga disangkal. Ibu pasien mengaku memeriksakan kehamilan setiap posyandu. Pasien lahir pada usia kehamilan Sembilan bulan, lahir secara normal lewat bawah dibantu bidan di Puskesmas narmada. Pasien lahir langsung menangis, biru (-), kuning (-), berat lahir 3100 gram. Riwayat Nutrisi Sejak lahir pasien tidak mendapat ASI eksklusif. Sejak lahir hingga saat ini pasien mengkonsumsi susu formula,sejak umur 4 bulan pasien sudah diberi makan nasi oleh ibunya. Riwayat Imunisasi Ibu pasien mengaku imunisasi lengkap sesuai buku merah.

b. Pemeriksaan Fisik Keadaan umum & tanda-tanda vital : Keadaan Umum Kesadaran Vital sign Nadi RR Tax Status gizi : Berat Badan Panjang Badan Z score : 10 kg : 72 : -2 SD (gizi kurang) : 102 x/mnt : 28 x/menit : 37,90 C : Sedang : Compos Mentis (E4V5M6)

Status Generalis Kepala :kesan normal, bentuk dan ukuran normal, deformitas (-) UUB datar. Mata :konjungtiva palpebrae :anemis (-/-), sclera ikterus (-/-), reflex pupil (+/+) isokor, regular Telinga Hidung Leher : kesan normal, bentuk dan fungsi normal,serumen (-) : kesan normal, bentuk dan fungsi normal,sekret (-) : pembesaran KGB (-)

Thoraks-Cardiovasculer Paru: Inspeksi Palpasi : pergerakan dinding dada simetris, retraksi dinding dada (-) :pergerakan dinding dada simetris, fremitus raba dan fremitus vocal simetris, nyeri tekan (-) Perkusi Auskultasi Jantung Inspeksi Palpasi : iktus cordis tampak pada ICS 5 midclavicula line sinistra : iktus cordis teraba pada ICS 5 midclavicula line sinistra 7 : sonor pada kedua lapang paru : vesikuler (+/+), wheezing (-/-), rhonkii(-/-)

Perkusi Batas atas Batas kanan Batas bawah Batas kiri Auskultasi

: : ICS 2 midclavicula linea sinistra : linea parasternal dextra : ICS 4 midclavicula sinistra, : ICS 5 midclavicula sinistra : S1, S2 tunggal, regular, murmur (-), gallop (-)

Abdomen-Pelvic-Inguinal Inspeksi Auskultasi Palpasi Perkusi :distensi (+), kulit hiperemis (-) : BU (+) normal :supel (+), defans muscular (-) turgor normal. :timpani (+)

Ekstremitas superior dan inferior: Akral hangat (+/+), CRT < 2 detik, kulit kering, edema (-/-), sianosis (-/-)

V.

KONDISI FAKTOR RESIKO LINGKUNGAN, SOSIAL, EKONOMI, DAN BUDAYA KELUARGA V.1 Keadaan Lingkungan Keluarga Tn. P tinggal di Dusun Paroa, desa Batu Kuta, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Tempat tinggalnya tersebut merupakan tempat tinggal sendiri yang dibangun. Luas rumah Tn.P kira-kira 40 m2, dimana panjangnya 8 m dan lebarnya 4 m, dan menghadap ke arah barat. Rumah Tn.P berlantai semen, beratap genteng dan terdiri dari 3 kamar yang dijadikan kamar tidur. Dapur berada di luar rumah, berdinding pagar dan beratap genteng berlantai tanah, dapur menggunakann tungku yang terbuat dari tanah liat sebanyak 3 buah. Kamar mandi berada disebelah barat dapur berukuran 1x1,5 dengan dinding terpal tanpa atap dan tanpa jamban. Rumah Tn.P mempunyai halaman yang cukup luas ditanami pohon mangga dan pohon pisang, depan rumahnya merupakan belakang rumah tetangga, dengan jarak 1 m. Batas sebelah timur rumahnya adalah rumah tetangga dengan jarak 1,5 m. Dinding rumah Tn.P terbuat dari batu bata yang terlihat belum diplester dan dicat. Cara

pengaturan perabot rumah tangga tidak rapi, Pakaian dan handuk bergelantungan di ruang 8

tamu. Kamar tidur masing-masing menggunakan kasur yang tergeletak diantai. Masingmasing ruangan terdiri dari satu jendela dan sebuah lemari kecil tempat menyimpan baju. Kondisi di dalam rumah Tn.P agak gelap pada siang hari karena sinar matahari lebih banyak terhalang oleh bangunan rumah tetangganya. Sedangkan jika malam hari, keluarga Tn.P menggunakan penerangan yang agak redup (lampu dengan daya 10 watt dengan cahaya kuning) yang membuat mata cepat lelah. Batas sebelah utara rumah Tn.P adalah sebuah sungai kecil yang sehari-hari digunakan oleh keluarga Tn. P sebagai tempat untuk BAB. Kondisi sungai tersebut sangat kotor dan sungai tersebut hanya mempunyai lebar kurang lebih 0,5 m dengan kondisi air yang tidak terlalu deras. Sungai tersebut membatasi rumah Tn. P dengan area persawahan. Sedangkan batas sebelah selatan atau samping rumah Tn.P adalah halaman depan rumah tetangganya. Kebutuhan air bersih sehari-hari, menggunakan air yang berasal dari air PDAM. Keluarga Tn. P sehari-hari mengaku jarang memasak air sebelum dikonsumsi karena menurut pendapat mereka air tersebut sudah bersih dan tidak perlu dimasak. Sehari-hari keluarga besar Tn.P makan menggunakan tangan, kebiasaan mencuci tangan sebelum makan jarang dilakukan oleh anak-anak Tn.P. kebanyakan anak-anak Tn. P pun bermain dihalaman rumah yang penuh debu dan bermain tanah. setiap hari mereka mandi hanya sekali pada pagi hari karena pada sore hari air kadang macet.
Ny. D, hanya seorang ibu rumah tangga yang mengurus anak-anak di rumah, kegiatan sehari-sehari seperti halnya ibu rumah tangga biasa. Denah rumah Tn. P.
A

Dapur Kamar Mandi

Ket : A,B,C : kamar tidur

: pintu

Dokumentasi rumah Tn.P

Kondisi halaman rumah

Dapur

kamar mandi

10

Kondisi kamar tidur

Kondisi sungai tempat BAB V.2. Sosial Ekonomi

halaman rumah

Tn.P adalah kepala keluarga sekaligus sebagai tulang punggung keluarga. Tn.P bekerja sebagai buruh penambangan pasir di sekotong dantidak memiliki pekerjaan lain selain sebagai buruh penambangan tersebut. Tn. P bermukim di Sekotong bersama anak laki-lakinya yang bernama junaedi. Penghasila Tn P perbulan tidak tentu, Tn. P hanya pulang sekali dalam sebulan untuk memberi uang pada istri dan anaknya. Penghasilan Tn P berkisar antara Rp. 250.000- Rp.300.000 per bulan. Penghasilan tersebut dikatakan cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

11

V.3. Budaya
Budaya dan adat istiadat setempat masih mengikuti daerah-daerah di Lombok pada umumnya. Tn. P dan Ny. D mengatakan bahwa di lingkungan tempat tinggal mereka masih terdapat beberapa budaya yang dianut oleh masyarakat sekitar, antara lain, kepercayaan bahwa penyakit cacingan disebabkan karena sering mengkonsumsi kelapa. Selain itu ada kepercayaan bahwa bila terdapat anak-anak yang sakit atau menderita gatal-gatal, adalah karena telah ketemuq atau diganggu oleh makhluk halus.

VI.

MASALAH KESEHATAN No. Anggota Keluarga Masalah Kesehatan Kemungkinan Penyebab Masalah Kesehatan Keterangan

1.

Tn.P

Selama kunjungan tidak pernah pulang

2.

Ny. D

Tidak ada keluhan

Kebiasaan mengkonsumsi air yang tidak di masak Diet tidak teratur dan tidak seimbang Kebiasaan mandi sekali dalam sehari Jarang mencuci tangan dengan sabun sebelum memasak BAB dikali yang kotor Melahirkan anak terakhir pada usia 47 tahun, tidak menggunakan alat

12

kontrasepsi apapun. No. Anggota Keluarga 3 Anak I (indra sasa) Masalah Kesehatan Tidak ada keluhan Kemungkinan Penyebab Masalah Kesehatan Hygine personal yang kurang Saat kunjungan rumah tidak ada masalah kesehatan 4. Anak III (Zulkifli) Tidak ada keluhan Lingkungan fisik rumah yang tidak mendukung. Higiene personal (mandi tanpa sabun). Kebiasaan menggantung pakaian yang telah terpakai dan lembab di dalam rumah. Kebiasaan BAB di sungai Kebiasaan makan tidak mencuci tangan 5. Anak III (ardiansah) Perut buncit Lingkungan fisik rumah yang tidak mendukung. Higiene personal (mandi tanpa sabun). Kebiasaan menggantung pakaian yang telah terpakai dan lembab di 13 Keterangan

dalam rumah. Kebiasaan BAB di sungai Kebiasaan makan tidak mencuci tangan No. Anggota Keluarga 6. Anak IV (isa) Masalah Kesehatan Perut buncit + lemas Lingkungan fisik rumah yang tidak mendukung. Higiene personal (mandi tanpa sabun). Kebiasaan BAB di sungai Kebiasaan makan tidak mencuci tangan Kebiasaan bermain di tanah dan jarang mencuci tangan dengan sabun 6. Anak V (karisa) Perut buncit + sering diare Lingkungan fisik rumah yang tidak mendukung. Higiene personal (mandi tanpa sabun). Kebiasaan menggantung pakaian yang telah terpakai dan lembab di dalam rumah. Masalah diketahui saat kunjungan pertama Pembina ke rumah pasien. Saat kunjungan rumah, tidak ada masalah kesehatan. Keterangan

14

Kebiasaan BAB di sungai Kebiasaan makan tidak mencuci tangan 7. An.Miandriana (pasien) Diare Lingkungan fisik rumah yang tidak mendukung. Higiene personal (mandi tanpa sabun). Kebiasaan menggantung pakaian yang telah terpakai dan lembab di dalam rumah. Kebiasaan BAB di sungai Kebiasaan makan tidak Masalah diketahui saat ke

Puskesmas

mencuci tangan

Jika dilihat dari tabel diatas, beberapa anggota keluarga memiliki masalah serupa yaitu perut buncit dan lemas disertai diare. Hal tersebut juga didukung oleh kebiasaan yang sama dalam keluarga tersebut dalam kehidupan sehari-hari seperti kebiasaan tidak mencucui tangan sebelum makan, hygine personal yang kurang, kebiasaan BAB di sungai yang kotor. Selain hal tersebut, Ny. D merupakan seorng wanita berumur 50 tahun yang melahirkan terakhir pada usia mencapai 47 tahun, saat ini beliau tidak menggunakan alat kontrasepsi apapun. Rencana Upaya intervensi yang akan dilakukan Untuk penatalaksanaan awal pada seluruh anggota keluarga Tn. P akan dilakukan pemeriksaan laboratium berupa pemeriksaan feses lengkap karena ada kecurigaan cacingan pada seluruh keluarga, dimana pada pasien An. Miandriana hasil pemeriksaan feses lengkap didapatkan telur cacing gelang. 15

Setelah dilakukan pemeriksaan feses lengkap, kemudian dilaksanakan intervensi baik berupa terapi maupun tindakan promotif dan preventif terhadap penyakit diare terutama masalah PHBS yang begitu rendah pada keluarga Tn. P. Memberikan edukasi pada Ny. Darme untuk menggunakan alat kontrasepsi. Upaya kesehatan yang dilakukan Setelah dilakukan pemeriksaan feses lengkap, didapatkan hasil bahwa seluruh anggota keluarga terdapat telur cacing gelang. Kemudian dilakukan pemberian obat cacing pada seluruh anggota keluarga berupa pirantel pamoat. Intervensi berikutnya berupa edukasi terhadap keluarga Tn. P mengenai cacingan dan PHBS yang baik agar terhindar dari penyakit-penyakit yang berhubungan dengan lingkungan tidak bersih terutama diare dan cacingan. VII. PENGKAJIAN MASALAH KESEHATAN PASIEN

BIOLOGIS/PERSONAL MELITUS PERILAKU


Life style Kebiasaan tidak mencuci tangan sebelum makan sengan sabun Kebiasaan minum air yang tidak dimasak Kebiasaan bermain tanah Kebiasaan BAB disungai yang kotor Pengetahuan mengenai PHBS yang sangat kurang

LINGKUNGAN
Kondisi lingkungan yang tidak sesuai Ketidaktersediaan jamban keluarga

DIABETES MELITUS

Cacingan/ DIABETES Askariasis

MELITUS

Kondisi rumah yang berantakan Kondisi dapur yang tidak memenuhi syarat

DIABETES PELAYANAN MELITUS KESEHATAN DIABETES

Kebersihan rumah yang tidak di jaga

Kurangnya informasi mengenai penyakit diare MELITUS dan cacingan

16

Masalah kesehatan yang muncul pada keluarga binaan kali ini merupakan suatu comunicable disease-biological agent atau penyakit menular dengan agent biologis. Penyakit menular sendiri merupakan penyakit yang disebabkan bibit pehnyakit tertentu yang diperoleh melalui penularan penyakit oleh orang yang terinfeksi baik melalui tumbuhan atau hewan penjamu, vektor atau melalui lingkungan. Sedangkan agen penular dapat berupa agen biologis sedangkan agen non biologis tidak berperan dalam penularan penyakit, agent biologis disini berupa virus, bakteri, helmint, fungi dll sedangkan agen non biologis disini berupa agen fisik atau kimia seperti racun, trauma, luka bakar. Pada keluarga binaan ini, masalah kesehatan yang dihadapi berupa askariasis yang merupakan comunicable disease biological agent, dimana penyakit tersebut menular yang disebabkan oleh helmint atau cacing. Penularan penyakit ini berupa fecal oral, namun penyakit tersebut dapat dicegah dengan memutus rantai penularan antara host-agent-lingkungan. Adapun bentuk pencegahan dari segi host dapat berupa perubahan pola hidup menjadi prilaku hidup bersih dan sehat, dalam hal ini kebiasaan yang dilakukan oleh keluarga Tn. P berupa minum air yang tidak dimasak, tidak mencuci tangan sebelum makan, kebiasaan BAB disungai dan kebiasaan anak-anak bermain tanah harus dirubah agar rantai penularan penyakit dapat terputus. Selain itu agent penyebab penyakit pun perlu dimusnhkan, adapun bentuknya berupa pengobatan terhadap penyakit tersebut untuk membunuh cacing yang ada didalam tubuh pasien. Dalam hal ini pemberian pirantel pamoat pada seluruh anggota keluarga Tn.P dengan dosisi 10 mg/KgBB merupakan bentuk pemutusan rantai penularan dari segi agent. Sedangkan dari segi lingkungan, menjaga kebersihan lingkungan, memperbaiki kondisi lingkungan yang tidak sesuai merupakan salah satu langkah pencegahan. Selain itu, perlu dilakukan edukasi terhadap keluarga Tn.P akan pentingnya jamban keluarga sehingga anggota keluarga tidak BAB di sungai dan diharapkan dapat memutus rantai penularan dari askariasis tersebut.

17

Diagnostik Holistik Aspek personal Pasien datang ke Puskesmas dengan keluhan mencret disertai muntah sejak 1 hari yang lalu.selain itu, pasien juga dikeluhkan perut semakin membuncit disertai keluarnya cacing saat BAB. Pasien baru pertama kali berobat ke Puskesmas. Harapan orang tua pasien, pasien dapat sembuh dan kembali sehat seperti semual. Aspek Klinik Diare dengan dehidrasi ringan sedang + askarasis Aspek Risiko Internal Pasien merupakan anak yang berumur 1 tahun 4 bulan, dimana pada usia tersebut anak-anak rentan terhadap berbagai macam infeksi termasuk infestasi cacing jika kebersihan lingkungan dan kegiatan sehari-hari tidak di jaga kebersihannya. Pola hidup bersih dan sehat yang tidak diterapkan akan membuat anak-anak gampang terinfeksi terutama pada saluran percernaan hingga muncul diare. Aspek Psikososial keluarga Kurangnya pengetahuan keluarga terhadap pola hidup bersih dan sehat. Kebiasaan melakukan kegiatan sehari-hari di sungai, tidak menjaga kesehatan personal dan tidak menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal merupakan factor pemicu adanya diare dan cacingan pada pasien tersebut. Derajat fungsional : 1 , 2 , 3, 4, 5

18

Hasil follow up kunjungan pasien Kunju ngan 1 Kegiatan Sasaran Keterangan Melakukan wawancara terhadap keluarga pasien An.Miandriana, melihat kondisi rumah secara langsug

Identifikasi anggota Seluruh keluarga anggota Mencoba menggali keluarga masalah keluarga yang ada Mengetahui kondisi lingkungan sekitar rumah Mencoba menggali kebiasaan keluarga yang memungkinkan penyebab masalah Melakukan pemeriksaan penunjang berupa feses lengkap Seluruh anggota keluarga

Seluruh anggota keluarga

Melakukan intervensi berupa pemberian terapi dan edukasi pasien mengenai PHBS Edukasi tentang kebiasaan buruk pasien Monitoring hasil terapi Monitoring kebiasaan pasien Evaluasi maslah kesehatan setelah terapi Evaluasi PHBS

Seluruh anggota keluarga

Seluruh anggota keluarga Seluruh anggota keluarga

Mengamati kebiasaan pasien saat dirumah disertai wawancara mengenai kebiasaan yang berhubungan dengan penyebab masalah kesehatan Melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap bahan yang memungkinkan untuk menegakkan diagnosis penyakit berdasarkan keluhan yang mereka rasakan Memberi contoh cara-cara mencuci tangan yang benar dengan menggunakan sabun Member pegetahuan tentang pentingnya jamban keluarga Member terapi terhadap kaluhan pasien Melakuakan pemeriksaan fisik terhadap hasil terrapin Mengamati kebiasaan pasien

19