Anda di halaman 1dari 24

DAFTAR ISI

BAB I

PENDAHULUAN 2 1.1 Latar belakang teori.2 1.2 Permasalahan ..5 1.3 Tujuan .6

BAB II

TATA KERJA PRAKTIKUM ..7 2.1 Alat dan Bahan Praktikum ..7 2.2 Tata Kerja Praktikum...7

BAB III

HASIL PRAKTIKUM ..12 3.1 Metabolisme Basal...12 3.2 Metabolisme Kerja ..14

BAB IV BAB V

PEMBAHASAN19 KESIMPULAN .23

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG TEORI Pengertian metabolisme adalah semua perubahan kimia dan fisika yang berlangsung untuk hidup yang terjadi dalam tubuh sehingga terjadi keseimbangan yaitu homeostatis. Metabolisme terdiri dari dua macam, yaitu : 1. Anabolisme Energi yang disimpan di dalam tubuh dalam bentuk senyawa senyawa fosfat, protein, lemak, karbohidrat. Dalam proses ini terjadi pembentukan molekul besar dari molekul kecil. Pembentukan zat zat ini membutuhkan energi. 2. Katabolisme Suatu proses yang terjadi secara bertahap dsan melepaskan sejumlah energi yakni menguraikan molekul besar menjadi molekul kecil. Kecepatan metabolisme adalah jumlah energi yang dibebaskan persatuan waktu. Satuan yang biasa digunakan adalah kalori/jam. Metode pengukuran kecepatan metabolisme ada 2 macam, yaitu: 1. Kalorimetri Tak Langsung Merupakan pengukuran O2 yang dipakai, dimana jumlah O2 yang digunakan sebanding dengan jumlah enegi yang dilepaskan, ada 2 cara yaitu : a. Secara Tertutup Dengan cara iniO2 disediakan di ruang tertutup, sehingga diketahui berapa besar yang dipakai. Alat yang digunakan adalah spirometer. b. Secara Terbuka Alat yang digunakan adalah kantung Douglas yang menampung udara ekspirasi, dimana oksigen untuk bernafas didapat dari udara luar. 2. Kalorimetri Langsung Pengukuran secara langsung ini lebih akurat dan bila diulang perbandingan hasilnya 1%, namun mempunyai beberapa kelemahan yaitu: dibutuhkan

ruangan yang besar, pelaksanaannya lebih susah, tidak praktis, dan dibutuhkan banyak biaya. Pengukuran ini menggunakan kalorimeter ruangan (room calorimeter). Room Calorimeter adalah suatu ruangan dengan dinding tebal agar tidak keluar dan tidak dipengaruhi panas dari luar. Faktor faktor yang mempengaruhi kecepatan metabolisme : 1. Kerja otot 2. Kebutuhan energi untuk aktivitas sehari hari 3. SDA protein 4. Usia 5. Jenis kelamin 6. Keadaan emosi 7. Suhu lingkungan 8. Hormon (TH, GH) 9. Tidur 10. Status gizi 11. Tinggi badan, berat badan, dan luas permukaan tubuh TABEL PEMAKAIAN ENERGI SELAMA BERBAGAI JENIS KEGIATAN YANG BERBEDA PADA PRIA DENGAN BERAT BADAN 70 KG No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. Bentuk Kegiatan Tidur Bangun, tetap berbaring Duduk diam Berdiri santai Menanggalkan pakaian dan berpakaian Menjahit Mengetik cepat Latihan ringan Berjalan perlahan (2.6 mil/jam) Pekerjaan tukang kayu, logam, pengecatan industri Latihan aktif Latihan berat Menggergaji 3 Kalori/Jam 65 77 100 105 118 135 140 170 200 240 290 450 480

14. 15. 16. 17. 18.

Berenang Berlari (5.3 mil/jam) Laihan sangat berat Berjalan sangat cepat (5.3 mil/jam) Menaiki tangga

500 570 600 650 1100

Dikutip dari data yang dikumpulkan oleh Prof. M.S.Rose

METABOLISME BASAL Metabolisme basal merupakan metabolisme yang diukur pada kondisi basal, dimana merupakan kondisi standart yang didapat dibandingkan, kecepatan metabolisme basal mengukur sifat kecepatan metabolisme jaringan yang tidak bergantung pada kerja dan faktor luar lainnya yang tidak memungkinkan untuk membandingkan kecepatan metabolisme seseorang dengan kecepatan metabolisme orang lain. Untuk mengukur kecepatan metabolisme basal ini seseorang harus dalam keadaan basal. Keadaan basal adalah suatu keadaan jaga, tidak tidur tetapi istirahat fisik dam mental. Kecepatan Metabolisme Basal (BMR) adalah jumlah panas yang diproduksi oleh tubuh dalam kondisi basal per satuan luas tubuh per satuan waktu. Besarnya BMR dinyatakan dalam kalori/m2/jam. Pada penelitian, dianatara orang normal, BMR bervariasi kira kira sebanding dengan luas permukaan tubuh yang ditentukan dari tinggi badan dan berat badan. Untuk kepentingan klinik, besarnya BMR orang yang diberikan dibandingkan dengan BMR standar kelompoknya disebut sebagai Nilai Relatif. Nilai kecepatan metabolisme basal berkisar antara 60 kalori/jam pada laki laki dewasa muda dan sekitar 53 kalori/jam pada perempuan dewasa muda.

Syarat pada pemeriksaan Metabolisme Basal adalah sebagai berikut : 1. Terbaik pada pagi hari sewaktu baru bangun tidur dan belum melakukan aktivitas. Bila kondisi ini tidak memungkinkan, maka sebelum melakukan pemeriksaan, aktivitas dibatasi dan istirahat minimal jam sebelumnya. 2. Seseorang tidak boleh makan paling sedikit 12 jam terakhir. Diperbolehkan minum air tawar.

3. Kecepatan metabolisme basal ditentukan setelah tidur penuh dan nyenyak di malam hari. 4. Tidak melakukan pekerjaan berat selama beberapa jam sebelumnya dan lebih. 5. Semua faktor fisik dan psikis yang menimbulkan rangsangan harus dihindarkan. 6. Waktu pemeriksaan bebas dari pengaruh obat obatan. 7. Tidak banyak makan protein pada 48 jam terakhir. 8. Pemeriksaan dalam kondisi berbaring pada suasana tenang, suhu kamar harus menyenangkan dan nyaman berkisar antara 68 dan 80 F. METABOLISME KERJA Energi juga diperlukan dalam melakukan kerja atau aktivitas. Besarnya energi saat kerja tergantung pada berat ringannya kerja yang dilakukan oleh seseorang. 1.2. PERMASALAHAN 1. Bagaimana kesimpulan hasil pemeriksaan metabolisme basal dan metabolisme kerja pada orang coba? 2. Adakah cara lain untuk menentukan besarnya metabolisme basal seseorang selain dengan spirometer? 3. Apakah perbedaan calorimeter terbuka dan tertutup? 4. Hitunglah BMR dengan rumus REED : BMR = 0.75 {(Frek. Nadi) + 0.74 (Tekanan Nadi)} 72 Bagaimana komentar saudara dengan rumus REED ini? 5. Faktor faktor fisiologi apa sajakah yang bisa mempengaruhi BMR? 6. Mengapa perlu juga dihitung Nilai Relatif dan bukan hanya Metabolisme Rate saja?

1.3. TUJUAN 1. Mengetahui kecepatan metabolisme seseorang dalam keadaan basal dan kerja. 2. Membandingkan hasil praktikum menggunakan spirometer dengan hasil perhitungan REED.

Mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi BMR.

BAB II METODE KERJA 2.1. ALAT DAN BAHAN PRAKTIKUM Spirometer Tabung oksigen

Barometer Termometer Stopwatch Kertas pencatat, drum pencatat, tinta penulis Cermin kecil Penjepit hidung Pipa mulut (mouth piece) Sphygmomanometer (tensimeter) Beban 1 kg (2 buah) Metronom Soda Lime

2.2. TATA KERJA PRAKTIKUM 2.2.1. TATA KERJA PEMERIKSAAN METABOLISME BASAL 1. Pada pemeriksaan ini dilakukan dengan cara tidak langsung menggunakan spirometer yang meupakan calorimeter tertutup dengan soda lime sebagai CO2 absorber. Pemakaian oksigen ditunjukkan dengan penurunan sungkup tabung. 2. Persiapan orang coba : a. Catat : nama, umur, jenis kelamin, suku bangsa, pekerjaan. b. Ukur tinggi badan dan berat badan. Untuk mencari luas permukaan tubuh dengan menggunakan Normogram Aub du Bois.(lihat tabel). c. Suruh orang coba untuk berbaring istirahat tenang minimal jam. 3. Persiapan alat alat : a. Catat suhu ruangan dan barometer ruangan. b. Persiapan spirometer : Isi tabung dengan oksigen : sambungkan pipa oksigen pada kran udara dengan rapat. Kemudian bukalah kran udara perlahan

lahan sehingga oksigen masuk ke dalam tabung. Setelah penuh, tutuplah kran udara dengan rapat dan lepaskan pipa oksigennya. Tempelkan kertas pencatat pada drum pencatat dan isi tinta pnulis. Pasang pipa mulut (mouth piece) steril. Hubungkan arus listrik dan periksalah jalannya tromol. Kecepatan tromol diatur pada 25 mm/detik. 4. Jalannya pemeriksaan : a. Setelah istirahat, menjelang pemeriksaan ukurlah suhu ubuh, frekuensi nadi, tekanan darah serta frekuensi pernafasan. Pastikan orang tersebut dalam kondisi tenang. b. Pasanglah pipa mulut pada orang coba, kemudian jepitlah hidunglah dengan penjepit hidung. Putar kran pengatur ke arah atmosfer dan biarkan orang coba membiasakan bernafas melalui alat dengan udara luar. c. Setelah pernafasan diatur, jalankan tromol pencatat, kemudian pada akhir ekspirasi bukalah kran pengatur aliran udara sehingga orang coba bernafas melalui spirometer. d. Periksakah jangan sampai ada kebocoran melalui mulut atau hidung dengan menggunakan cermin kecil. e. Hitunglah frekuensi nadi dan frekuensi pernafasan pada pertengahan dan akhir percobaan. f. Catat suhu spirometer. g. Percobaan dilakukan sampai didapat grafik teratur minimal 6 menit. h. Untuk menghtung pemakaian oksigen ditarik garis lurus yang berimpit titik akhir ekspirasi dari grafik yang didapat. 2.2.2. PERHITUNGAN BMR a. Ubahlah hasil yang diperoleh dari Volume ATPS ke Volume STPD dengan memakai Rumus Boyle Guy Lussac : P1 V1 P2 V2

T1

T2

P1 : P barometer ruangan P uap air pada suhu ruangan V1 : Volume oksigen yang didapat selama 6 menit T1 : 273 + suhu spirometer (K) P2 : P standar = 760 mmHg V2 : Volume STPD yang dicari T2 : T standar = 273 b. Hitung pemakaian oksigen dalam 1 jam c. Hitunglah besarnya produksi panas dengan menggunakan RQ post absorptive 0.82 dimana 1 liter setara dengan 4.825 kalori. Hitunglah BMR dengan membagi besar metabolisme dengan luas permukaan tubuh. Sehingga satuannya kalori/m2/jam.

Gambar : Pengukuran konsumsi O2 dengan Spirometer

2.2.3. PERHITUNGAN NILAI RELATIF BMR a. Carilah Nilai BMR standart yang sesuai untuk orang coba pada Normogram Aub du Bois yang didasarkan pada umur dan jenis kelamin.

b. Nilai Relativ BMR = BMR Pemeriksaan BMR Standart x 100% BMR Standart c. Interpretasikanlah hasilnya.

TABEL METABOLISME BASAL STANDART UMUR 16-18 18-20 20-30 30-40 40-50 METABOLISME BAKU (Kalori / M2 / Jam) AUB du BOIS FLEISCH Laki - laki Perempuan Laki - laki Perempuan 43.0 40.0 40.0 36.3 41.0 39.2 39.2 35.5 39.5 37 37.5 35.2 39.5 36.5 36.5 35.0 38.5 36 36.2 34.5

2.3. METABOLISMR KERJA Pada saat kerja, energi dibutuhkan selain untuk keperluan basal tetapi juga untuk melakukan aktivitas. Besarnya energi saat kerja ini tergantumg berat ringannya kerja yang dilakukan oleh seseorang. Pada percobaan ini akan dihitung besarnya metabolisme kerja. 2.3.1. PEMERIKSAAN METABOLISME KERJA a. Persiapan sama dengan metabolisme basal b. Orang coba menggenggam beban1 Kg di tangan kanan dan kiri dan melakukan gerakan fleksi lengan bawah sampai membentuk sudut 90 dengan frekuensi 20X/menit selama 2 menit awal. c. Pengukuran oksigen dilakukan sampai 6 menit d. Penghitungan laju metabolisme kerja sama dengan perhitungan BMR. Tidak perlu dihitung Nilai Relatif. 1.4. PERMASALAHAN

10

7. Bagaimana kesimpulan hasil pemeriksaan metabolisme basal dan metabolisme kerja pada orang coba? 8. Adakah cara lain untuk menentukan besarnya metabolisme basal seseorang selain dengan spirometer? 9. Apakah perbedaan calorimeter terbuka dan tertutup? 10. Hitunglah BMR dengan rumus REED : BMR = 0.75 {(Frek. Nadi) + 0.74 (Tekanan Nadi)} 72 Bagaimana komentar saudara dengan rumus REED ini? 11. Faktor faktor fisiologi apa sajakah yang bisa mempengaruhi BMR? 12. Mengapa perlu juga dihitung Nilai Relatif dan bukan hanya Metabolisme Rate saja?

1.5. TUJUAN 3. Mengetahui kecepatan metabolisme seseorang dalam keadaan basal dan kerja. 4. Membandingkan hasil praktikum menggunakan spirometer dengan hasil perhitungan REED. Mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi BMR.

BAB III HASIL PRAKTIKUM ORANG COBA PRIA 3.1 Metabolisme Basal

11

Nama orang coba Umur Jenis kelamin Suku bangsa Pekerjaan Tekanan darah Tinggi badan Berat badan Luas badan Suhu spirometer P barometer P uap jenuh

: Shaundy W. Joenso : 20 tahun : Laki-laki : Indonesia ( papua ) : Mahasiswa : 120/80 mmHg : 159 cm : 59 kg :1.6 m2 : 300 C : 764 mmHg : 31.5 mmHg

Pemeriksaan Laju Metabolisme Istirahat Frekuensi nadi Awal Tengah Akhir Awal Tengah Akhir Frekuensi nafas : 23 x/menit : 14 x/menit : 13 x/menit : 66 x/menit : 66 x/menit : 66 x/menit

Banyaknya pemakaian O2 selama 1 jam 60 mm x 30 ml/mm Hitungan Diketahui: P1 = P barometr ruangan- P uap air pada suhu ruangan = 764 mmHg- 31.5 mmHg = 732 mmHg =1800 ml O2/ 6 menit =18 L O2/ jam (ATPS)

12

V1 T1

= Volume oksigen selama 1 jam = 18 L O2/ jam = 2730+ suhu spirometer = 2730+ 300 = 3030 K

P2 T2

= P standart = 760 mmHg = T standart = 2730 K

Ditanya: V2 dalam STPD Selama 1 Jam P1V 1 T1 V2 = = P 2V 2 T2

P1V 1T 2 T 1V 1 732,5.18.273 V2 = 760.303 V 2 = 15,63L / jam( STPD ) Karena1literO 2 ~ 4,825kal 4,825 x15,63 = 75,41kal / jam 75,41kal / jam BMR = 1,6m2 BMR = 47,13kal / m2 / jam BMRPemeriksaan BMRStrd Nilai Re latifBMR = x100% BMRStrd 47,13 41,0 Nilai Re latifBMR = x100% 41,0 Nilai Re latifBMR = 14,96% Normal = 15% 3.2 Metabolisme Kerja Frekuensi nadi Awal Tengah Akhir : 72 x/menit : 72 x/menit : 72 x/menit 13

Frekuensi nafas Awal Tengah Akhir 2 menit kerja : 24 x/menit : 24 x/menit : 24 x/menit

Y=26m mm

V1

= 26mmx30ml/mm = 780ml/2menit = 23,4L/jam (ATPS)

Diketahui: P1 V1 T1 P2 T2 V2 Jawab: P1V 1T 2 P 2T 2 732,5.23,4.273 V2 = 760.303 V 2 = 20,32 L / jam( STPD ) V2 = Karena 1 L ~ 4,825 kal4,825x20,32=98,04 kal/jam =732,5 mmHg =23,4 L/jam =3030 K =760 mmHg =2730 K =?

Ditanya:

14

98,04kal / jam 1,6m2 BMR = 61,27 kal / m2 / jam BMR = Metabolisme Kerja 4 menit pemulihan

Z=20m mm

V1 = 20 mm x 30 ml/mm V1 = 600 ml O2 V1 = 9 L/jam (ATPS): Diketahui: P1 V1 T1 P2 T2 V2 Jawab:


P1V 1T 2 P 2T 2 732 ,5.9.273 V2 = 760 .303 V 2 = 7,815 L / jam ( STPD ) V2 =

=732,5 mmHg =9 L/jam =3030 K =760 mmHg =2730 K =?

Ditanya:

Karena 1 L ~ 4,825 kal4,825x7,815=37,709 kal/jam 37,709kal / jam 1,6m2 BMR = 23,56kal / m2 / jam BMR =

15

16

17

BAB IV PEMBAHASAN

Diskusi Hasil Praktikum Metabolisme Basal BMR Pemeriksaan Nilai Relatif BMR : 47,13 kal/m2/jam. : 14,96 %

18

Metabolisme kerja Metabolisme kerja selama 2 menit kerja Metabolisme kerja selama 4 menit pemulihan : 61,27 kal/m2/jam : 23,56 kal/m2/jam

Hasil praktikum yang tertera pada BMR pemeriksaan menunjukkan bahwa nilainya melebihi dari pedoman Metabolisme Baku, dimana seharusnya orang coba yang berusia 20 tahun ke atas, hasilnya adalah 39,5 kal/m2/jam (pada standart Aub du Bois) dan 37,5 kal/m2/jam (pada standart Fleisch).

Hal ini diduga karena pengaruh : 1. Percobaan dilakukan pada siang hari, dimana sudah sebagian besar telah dilepaskan kalor dan penggunaan O2 yang besar karena aktivitasnya. 2. Orang coba sudah menkonsumsi makanan < 12 jam terakhir sebelum percobaan, hal ini disebabkan karena proses mencerna makanan membutuhkan energi tambahan sebesar 200 kalori atau lebih, tergantung asupan makanan yang telah dikonsumsi. 3. Orang coba mengkonsumi protein dalam jumlah banyak pada 48 jam terakhir sebelum percobaan dilakukan. Pengaruh dari protein adalah meningkatkan Metabolisme Basal, dimana terjadi peningkatan reaksi-reaksi kimia pencernaan makanan (proses kimia seluler) oleh asam amino yang berasal dari protein makanan yang dicerna. Protein meningkatkan Metabolisme Basal sebesar 30% lebih besar dari normal selama 3-12 jam. Pengaruh dari protein ini dinamakan SPECIFIC DYNAMIC ACTION PROTEIN. 4. Kurang Tidur Karena selama tidur metabolisme tubuh menurun 10-15% dibawah normal. 1. Penurunan tonus otot rangka selama tidur 2. Penurunan aktivitas system saraf simpatis

19

Jika kurang tidur maka terjadi peningkatan sistem saraf pusat yang menyebabkan pengaruh langsung terhadap otot dan sel hati yang menimbulkan Glikogenolisis yang meningkatkan aktivitas seluler.

5. Suasana praktikum yang kurang tenang. Hal ini menyebabkan kondisi basal yang tidak sempurna sehingga fisik dan mental orang coba masih beraktivitas. 6. Hormon kelamin pria meningkatkan Metabolisme Basal 10-15% lebih besar daripada wanita. Pada Metabolisme Kerja selama kerja dan pemulihan terjadi hal yang signifikan dan sesuai dengan teori. Dimana selama beraktivitas O2 yang dipakai untuk melakukan kerja lebih besar daripada saat pemulihan.

PERMASALAHAN 1.Bagaimana kesimpulan hasil pemeriksaan metabolisme basal dan metabolisme kerja pada orang coba? o Metabolisme basal BMR Pemeriksaan =47,13 kal/m2/jam Nilai BMR ini lebih besar dari Metabolisme Baku Nilai Relatif BMR=14,96% o Metabolisme Kerja Metabolisme Kerja 2 menit kerja=61,27 kal/m2/jam Metabolisme Kerja 4 menit pemulihan23,56 kal/m2/jam Nilai ini sesuai dengan teori yaitu Metabolisme Kerja saat bekerja >Metabolisme Kerja saat pemulihan. 2.Adakah cara lain untuk menentukan besarnya metabolisme basal seseorang selain dengan spirometer?

20

Ada,yakni dengan memakai Kalorimetri Langsung (mengukur jumlah panas total yang dibebaskan tubuh pada suatu waktu) pada ruang isolasi yang berisi udara. Kantung Douglas merupakan pengukuran metabolisme basal secara tidak langsung dengan cara terbuka. 3. Apakah perbedaan kalorimetri terbuka dan tertutup? Kalorimetri terbuka Alat yang dipakai adalah Kantung Douglas (alat untuk mengukur volume dan Gassometer untuk mengukur gas), O2 yang dipakai diperoleh dari luar dan udara yang ditampung dalam tabung udara adalah udara ekspirasi yang akan diukur untuk menentukan metabolisme basal . Kalorimetri tertutup Alat yang dipakai adalah Spirometer (tabung dua dinding berisi air dan soda lime sebagai CO2 absorber), O2 yang dipakai diperoleh dari tabung tertutup yang akan diukur untuk menentukan besar metabolisme basal. 4. Hitunglah BMR dengan rumusReed: BMR = {0,75(frekuensi nadi)+0,74(tekanan nadi)}-72 = {0,75(66)+0,74(40)}-72 = (49,5+29,6)-72 = 7,1kal/m2/jam Bagaimana komentar saudara dengan rumus Reed ini? Pemakaian rumus Reed ini kurang akurat hasilnya, karena hanya didasarkan pada besarnya frekuensi dan tekanan nadi. Karena frekuensi dan tekanan nadi besarnya relatif pada setiap orang tergantung dari aktifitas yang dilakukan atau energi yang dipakai. Rumus Reed ini juga tidak memperhitungkan factor umur,jenis kelamin,tinggi badan dan luas permukaan tubuh sehingga hasilnya kurang akurat. 5. Faktor-faktor fisiologis apa sajakah yang bisa mempengaruhi BMR? Kerja otot Jenis kelamin

21

Usia Hormon Tiroid Rangsangan Simpatis Hormon pertumbuhan Hormon kelamin pria Demam Iklim Malnutrisi 1. Mengapa perlu juga dihitung Nilai Relatif dan bukan hanya Metabolisme Rate saja? Karena perubahan kecepatan Metabolisme Basal pada usia yang berbeda sehingga harus dibandingkan kecepatan sesungguhnya dengan kecepatan normal (Metabolisme Baku). Dinyatakan tambah 25 bila 25% terlalu tinggi. Dinyatakan kurang 15 bila 15% terlalu rendah.

BAB V KESIMPULAN o Metabolisme adalah suatu perubahan kimia baikanabolisme maupun

katabolisme yang menghasilkan energi dan terjadi di dalam tubuh.

22

o Metabolisme dipengaruhi oleh aktivitas kerja dari orang yang bersangkutan. o Hasil percobaan menunjukkan hasil metabolisme yang diharapkan karena orang coba memenuhi criteria pengukuran BMR. o Berat badan sangat mempengaruhi metabolisme rate. Jika seseorang dengan berat badan berlebih, maka energi yang digunakan untuk melakukan aktivitas kerja lebih besar dan dia cenderung sulit melakukan aktivitas karena di dalam tubuhnya ada hambatan berupa lemak. o Energi yang dihasilkan untuk 2 tujuan utama yaitu melakukan kerja dan pengukuran panas tubuh. o Suhu blinakungan ikut mempengaruhi metabolisme.

DAFTAR PUSTAKA 1. Ganong William F. 2003. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 20. Jakarta : EGC.

23

2. Guyton. 1995. Fisiologi Manusia dan Mekanisme Penyakit Edisi Revisi. Jakarta : EGC 3. Guyton and Hall. 1997. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 9. Jakarta : EGC.

24