Anda di halaman 1dari 13

Step 1 1. 2. 3. 4.

Soft skill : kemampuan berinteraksi Generic transferable skill : kemampuan yang dapat disalurkan Disciplinary content : kedisiplinan dalam belajar Continuing Professional Education : pendidikan tingkat profesional 5. Adult learning :metode / cara pembelajaran bagi orang dewasa 6. Collaborative learning : belajar kelompok 7. Self directed learning : 8. Self reflection : keinginan belajar dari diri sendiri 9. Independent learning : belajar sendiri, belajar secara terbuka 10. Lifelong learning skills : pembelajaran sepanjang hayat dengan selalu memperbarui ilmu 11. Deep learning : belajar dengan memahami secara lebih mendalam 12. Contectual studies : belajar dengan merujuk pada 1 referensi, belajar dengan merujuk pada berbagai referensi 13. Self assessmen : penilaian atas kerja sendiri 14. Peer assessment : penilaian bersama-sama

Step 2 1. Mengapa inti dari pendidikan di PT menggunakan soft skill / generic transferable skill? 2. Mengapa konsep pembelajaran di PT berubah dari teacher centered menjadi student centered ? 3. Apa perbedaan antara teacher centered dengan student centered ? 4. Bagaimana cara mahasiswa melakukan konsep pembelajaran GTS ?

5. Apa definisi dari andragogy dan pedagogy dan juga perbedaannya? 6. Apa manfaat dari andragogy ? 7. Bagaimana karakteristik sistem pembelajaran andragogy ? 8. Apa keuntungan dari student centered ? 9. Bagaimana langkah dari kita untuk mengembangkan independent learning dan self directed learning ? 10. Bagaimana cara kita menerapkan lifelong learning skill dalam kehidupan ? 11. Bagaimana cara menyetarakan antara student centered dengan teacher centered ? Step 3 1. Mengapa inti dari pendidikan di PT menggunakan soft skill / generic transferable skill? Karena untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa agar lebih aktif dan mengetahui pembaharuan informasi tentang masalah yang akan dihadapi 2. Mengapa konsep pembelajaran di PT berubah dari teacher centered menjadi student centered ? untuk mendorong peserta didik supaya lebih aktif dan kreatif dan dapat menyerap ilmu secara mandiri sehingga materi yang didapatkan dapat terserap secara maksimal. Ditemukan kekurangan dari metode pembelajaran teacher centered. 3. Apa perbedaan antara teacher centered dengan student centered ? Teacher centered guru yang lebih aktif dan siswa cenderung pasif dan monoton dan siswa hanya terpaku hanya dengan 1

4.

5.

6.

7.

8.

sumber tapi kalau student centered mahasiswa yang lebih aktif,kreatif, kooperatif, etis, kritis Bagaimana cara mahasiswa melakukan konsep pembelajaran GTS ? Dengan cara berdiskusi sehingga mahasiswa dituntut aktif untuk mengeluarkan pendapatnya Apa definisi dari andragogy dan pedagogy dan juga perbedaannya? Dalam andragogy, pembelajar sudah tahu jurnal / referensi yang pantas dijadikan acuan, sedangkan pedagogy pembelajar belum dapat memilih jurnal mana yang pantas dijadikan sebagai acuan sehingga butuh tuntunan dari pengajarnya. Apa manfaat dari andragogy ? Ilmu yang didapat lebih meluas dan update, pembelajar lebih mandiri untuk mencari bahan pembelajaran Pembelajar lebih menikmati belajarnya Mahasiswa lebih menjadi lebih kritis Sebutkan dan terangkan karakteristik sistem pembelajaran andragogy ? Deep learning Collaborative learning Self assessmen Peer assessmen Self reflection Apa keuntungan dari student centered ? Mahasiswa dapat mengembangkan pola pikir dan lebih dapat mengetahui informasi yang terbaru Mahasiswa dapat berpikir lebih kritis dalam menanggapai suatu masalah karena mahassiwa lebih aktif dalam pembelajaran Mengurangi ketergantungan mahasiswa dengan dosen

9. Bagaimana langkah dari kita untuk mengembangkan independent learning dan self directed learning ? Kita harus menanamkan prinsip dalam diri bahwa ilmu sangat luas dan setiap detik harus kita perbarui terus Kita harus mengenali pola belajar kita agar kita bisa beradaptasi Kesadaran diri terhadap tuntutan dalam pembelajaran 10. Bagaimana cara kita menerapkan lifelong learning skill dalam kehidupan ? Kita dapat berdiskusi / menanyakannya pada yang lebih ahli Selalu mengupdate ilmu kapan saja dan di mana saja seperti melanjutkan perguruan tinggi 11. Bagaimana cara menyetarakan antara student centered dengan teacher centered ? Diadakan ujian kompetensi Step 4
Subjek Mahasiswa FK Input Andragogy Ouput Lifelong learning skill

Self diricted learning Independent learning

Step 5 1. Mengapa inti dari pendidikan di PT menggunakan soft skill / generic transferable skill? 2. Mengapa konsep pembelajaran di PT berubah dari teacher centered menjadi student centered ? 3. Apa perbedaan antara teacher centered dengan student centered ? 4. Bagaimana cara mahasiswa melakukan konsep pembelajaran GTS ? 5. Apa definisi dari andragogy dan pedagogy dan juga perbedaannya? 6. Apa manfaat dari andragogy ? 7. Sebutkan dan terangkan karakteristik sistem pembelajaran andragogy ? 8. Apa keuntungan dari student centered ? 9. Bagaimana langkah dari kita untuk mengembangkan independent learning dan self directed learning ? 10. Bagaimana cara kita menerapkan lifelong learning skill dalam kehidupan ? 11. Bagaimana cara menyetarakan antara student centered dengan teacher centered ? 12. Self directed learning ?

Step 6 1. Mengapa inti dari pendidikan di PT menggunakan soft skill / generic transferable skill? Inti dari pendidikan di PT menggunakan soft skill adalah bahwa yang tadi sudah disebutkan bahwa soft skill adalah kemampuan untuk dapat berkomukasi / berinteraksi dengan baik sehingga

hal ini sangat diperlukan karena sistem pembelaajran di PT mengharuskan para mahasiswa untuk bisa aktif dan mandiri untuk mencari bahan materi perkuliahan karena sistem pembelajaran di PT sekarang menggunakan student centered sehingga jika mahasiswa tidak aktif maka mahasiswa tersebut akan ketinggalan dari yang lainnya. Selain itu di dalam sistem sekarang juga ada sistem PBL yang dilakukan dengan cara SGD sehingga mahasiswa harus memiliki kemampuan soft skill yang baik untuk dapat melakukan kegiatan SGD tersebut. Kemampuan soft skill bisa didapatkan dengan mengikuti organisasi-organisasi yang ada karena dengan mengikuti kemampuan soft skill kita berkembang sehingga hal ini bisa membantu dalam menerapkan sistem pembelajaran student centered Sumber = http://kampus.okezone.com/read/2011/05/21/367/459456/soft-skillmempengaruhi-kualitas-mahasiswa

2. Mengapa konsep pembelajaran di PT berubah dari teacher centered menjadi student centered ? Karena pada sistem teacher centered banyak ditemukan kelemahan seperti mahasiswa cenderung menjadi pasif sehingga sistem pembelajaranpun berubah menjadi student centered karena pada sistem student centered mahasiswa dituntut untuk mandiri sehingga mahasiswa akan menjadi aktif untuk mencari bahan materi kuliah dan juga akan lebih aktif untuk melakukan diskusi mengenai suatu masalah yang ada Sumber : http://insaniaku.files.wordpress.com/2009/03/9-dari-teacher-centeredlearning-student-centereded-learning-rahmini-hadi.pdf

3. Apa perbedaan antara teacher centered dengan student centered ?

-Dalamsistem teacher centered mahasiswa menjadi pasif karena mereka hanya mendapatkan materi dari dosen saja dan tidak dari sumber-sumber yang lain, tapi dalam sistem student centered mahasiswa menjadi lebih mandiri dan aktif karena mereka sendirilah yang mencari sumber belajar tersebut. -dalam sistem TC mahasiswa hanya mendapatkan buku referensi / buku pegangan dari dosen saja / buku yang hanya digunakan oleh dosen saja, tapi dalam sistem SC mahasiswa bisa mendapatkan referensi dari berbagai sumber yang ada tidak hanya dari satu sumber saja. - dalam sistem TC dosen berperan sebagai sumber pengajar yang utama sedangkan dalam sistem SC peran dosen hanya sebagai fasilitator bagi mahasiswa. -dalam sistem TC materi yang didapatkan sudah dapat dipastikan keakuratannya karena materi tersebut langsung diberikan oleh dosen tapi dalam sistem SC materi yang didapatkan mahasiswa dapat beraneka ragam karena mahassiwa tersebut mencari materi tersebut sendiri sehingga pemahaman yang dimiliki oleh mahasiswa dapat beraneka ragam pula. Sumber : http://insaniaku.files.wordpress.com/2009/03/9-dari-teacher-centeredlearning-student-centereded-learning-rahmini-hadi.pdf

4. Bagaimana cara mahasiswa melakukan konsep pembelajaran GTS ? Generic transferable skill bisa dikatakan sebaagi kemampuan untuk menularkan pemikiran yang dimiliki, dalam hal ini untuk bisa menerapkan kemampuan generic transferable skill mahasiswa bisa melakukannya dengan proses diskusi karena dalam diskusi mahasiswa bisa saling bertukar pikiran mengenai masalah yang dibahas dan dengan diskusi tersebut seorang

mahasiswa dapat mengeluarkan pendapat yang dimilikinya untuk mempengaruhi orang lain / hanya sekedar memberikan informasi pada orang tersebut sehingga jika seorang mahasiswa terbiasa melakukan diskusi maka mereka akan dapat menerapkan konsep generic trabsferable skill dengan baik Sumber : http://widhiarso.staff.ugm.ac.id/files/wahyu_widhiarso__validasi_model_kompetensi_dosen_dalam_scl.pdf

5. Apa definisi dari andragogy dan pedagogy dan juga perbedaannya? Andragogy adalah metode pembelajaran bagi orang dewasa sedangkan pedagogy adalah metode pembelajaran bagi anak-anak Perbedaan Andragogy dan pedagogy Asumsi Andragogy Pedagogy
Kosep tentang diri peserta didik Adalah suatu hal yang wajar apabila dalam suatu proses pendewasaan, seseorang akan berubah dari bersifat tergantung menuju ke arah memiliki kemampuan mengarahkan diri sendiri, namun setiap individu memiliki irama yang berbeda-beda dan juga dalam dimensi kehidupan yang berbeda-beda pula. Dan para guru bertanggungjawab untuk menggalakkan dan memelihara kelangsungan perubahan tersebut. Pada umumnya orang dewasa secara psikologis lebih memerlukan penga- rahan diri, walaupun dalam keadaan tertentu mereka bersifat tergantung. Di sini ada anggapan bahwa dalam perkembangannya seseorang membuat semacam alat penampungan (reservoair) pengalaman yang kemudian akan merupakan sumber belajar yang sangat bermanfaat bagi diri sendiri mau pun bagi orang lain. Peserta didik digambarkan sebagai seseorang yang bersifat tergantung. Masyarakat mengharapkan para guru bertanggung jawab sepenuhnya untuk menentukan apa yang harus dipelajari, kapan, bagaimana cara mempelajarinya, dan apa hasil yang diharapkan setelah selesai

Fungsi Pengalaman peserta didik

Di sini pengalaman yang dimiliki oleh peserta didik tidak besar nilainya, mungkin hanya berguna untuk titik awal. Sedangkan penglaman yang sangat besar manfaatnya adalah pengalaman-pengalaman yang diperoleh dari gurunya, para penulis, produsen alat-

Kesiapan belajar

Orientasi belajar

Lagi pula seseorang akan menangkap arti dengan lebih baik tentang apa yang dialami daripada apabila mereka memperoleh secara pasif, oleh karena itu teknik penyampaian yang utama adalah eksperimen, percobaan-percobaan di laboratorium, diskusi, pemecahan masalah, latihan simulasi, dan praktek lapangan. Seseorang akan siap mempelajari sesuatu apabila ia merasakan perlunya melakukan hal tersebut, karena dengan mempelajari sesuatu itu ia dapat memecahkan masalahnya atau dapat menyelesaikan tugasnya sehari-hari dengan baik. Fungsi pendidik di sini adalah menciptakan kondisi, menyiapkan alat serta prosedur untuk membantu mereka menemukan apa yang perlu mereka ketahui. Dengan demikian program belajar harus disusun sesuai dengan kebutuhan kehidupan mereka yang sebenarnya dan urutanurutan penyajian harus disesuaikan dengan kesiapan peserta didik. Peserta didik menyadari bahwa pendidikan merupakan suatu proses peningkatan pengembangan kemampuan diri untuk mengembangkan potensi yang maksimal dalam hidupnya. Mereka ingin mampu menerapkan ilmu dan keterampilan yang diperolehnya hari ini untuk mencapai kehidupan yang lebih baik atau lebih efektif untuk hari esok. Berdasarkan hal tersebut di atas, belajar harus disusun ke arah pengelompokan pengembangan kemampuan. Dengan demikian orientasi belajar terpusat kepada

alat peraga atau alat-alat audio visual dan pengalaman para ahli lainnya. Oleh karenanya, teknik utama dalam pendidikan adalah teknik penyampaian yang berupa: ceramah, tugas baca, dan penyajian melalui alat pandang dengar.

Seseorang harus siap mempelajari apapun yang dikatakan oleh masyarakat, dan hal ini menimbulkan tekanan yang cukup besar bagi mereka karena adanya perasaan takut gagal, anakanak yang sebaya diaggap siap untuk mempelajari hal yang sama pula, oleh karena itu kegiatan belajar harus diorganisasikan dalam suatu kurikulum yang baku, dan langkah-langkah penyajian harus sama bagi semua orang.

Peserta didik menyadari bahwa pendidikan adalah suatu proses penyampaian ilmu pengetahuan, dan mereka memahami bahwa ilmu-ilmu tersebut baru akan bermanfaat di kemudian hari. Oleh karena itu, kurikulum harus disusun sesuai dengan unit-unit mata pelajaran dan mengikuti urutan-urutan logis ilmu tersebut , misalnya dari kuno ke modern atau dari yang mudah ke sulit. Dengan demikian, orientasi belajar ke arah mata pelajaran. Artinya jadwal disusun berdasarkan keterselesaian nya mata-mata pelajaran yang telah ditetapkan.

kegiatannya. Dengan kata lain, cara menyusun pelajaran berdasarkan kemampuan-kemampuan apa atau penampilan yang bagaimana yang diharap kan ada pada peserta didik.

Sumber : http://www.oocities.org/teknologipembelajaran/andragogi.ht ml 6. Apa manfaat dari andragogy ? Manfaat dari andragogy adalah : Mahasiswa bisa menjadi lebih aktif,kreatif dan mandiri karena dalam sistem ini mahasiswa belajar karena ia merasa butuh dalam belajar bukan karena orang lain yang menyuruhnya Dapat meningkatkan kemampuan soft skill mahasiswa serta dapat meningkatkan prestasi akademik mahasiswa Sumber : http://www.oocities.org/teknologipembelajaran/andragogi.ht ml 7. Sebutkan dan terangkan karakteristik sistem pembelajaran andragogy ? Karakteristik andragogy : Deep learning yaitu proses pembelajaran dengan memahami apa yang terkandung secara mendetail dan tidak hanya menghafal saja tapi berusaha membuat kesimpulan tentang apa yang ada di dalam buku tersebut Collaborative learning adalah proses pembelajaran bersama / bisa disebut dengan diskusi, di dalam collaborative learning akan terjadi tukar pikiran / pendapat antara pelajar satu dengan yang lainnya sehingga bisa didapatkan hasil yang optimal

Self assessment menurut Boud (1991) adalah keterlibatan pelajar dalam mengidentifikasi kriteria atau standar untuk diterapkan dalam belajar dan membuat keputusan mengenai pencapaian kriteria dan standar tesebut. Dengan kata lain Self assessment adalah sebuah proses dimana pelajar memiliki tanggung jawab untuk menilai hasil belajarnya sendiri sehingga dalam hal ini pelajar sudah mampu menilai hasil kerjanya sendiri apakah hasil kerjanya sudah optimal atau belum. Peer assessmen adalah sebuah proses di mana seorang pelajar menilai hasil belajar teman atau pelajar lainnya yang berada selevel. Maksud dari se-level adalah jika dua orang atau lebih berada dalam level kelas yang sama atau subjek pelajaran yang sama sehingga di sini pelajar mampu menilai hasil kerja dari temannya yang seangkatan Self reflection bisa diartikan sebagai hasil evaluasi kerja terhadap apa yang kita lakukan Sumber : http://pustaka1987.wordpress.com/konsep-pembelajaran-mobile-learningaplikasi-model-pendidikan-andragogy-di-perpustakaan/

8. Apa keuntungan dari student centered ? Keuntungan dari student centered adalah : -mahasiswa menjadi lebih kreatif,aktif dan inovatif karena mahasiswa sudah terbiasa mencari bahan-bahan materi perkuliahan sehingga hal ini dapat meningkatkan prestasi mahasiswa -mahasiswa bisa mendapatkan referensi dari berbagai sumber tidak hanya dari satu sumber saja -dapat meningkatkan kemampuan soft skil mahasiswa karena dalam sistem SC ini mahasiswa akan sering melakukan diskusi untuk menyelesaikan masalah baik diskusi dengan teman / dosen .

Sumber : http://educhocolate.blogspot.com/2009/06/tujuan-dan-manfaat-studentcentered.html

9. Bagaimana langkah dari kita untuk mengembangkan independent learning dan self directed learning ? Independent learning dan self directed learning bisa dikatakan sebagai belajar mandiri yang merupakan ciri dari andragogy jadi mahasiswa yang merupakan pembelajar dewasa harus dapat mengembangkan independent learning dan self directed learning dengan cara :
(1) mempunyai inisiatif, kemandirian, dan persistensi dalam belajar; (2) menerima tanggung jawab terhadap belajarnya sendiri dan memandang masalah sebagai tantangan, bukan hambatan; (3) mempunyai disiplin dan mempunyai rasa ingin tahu yang besar; (4) mempunyai keinginan yang kuat untuk belajar atau mengadakan perubahan serta mempunyai rasa percaya diri; (5) mampu mengorganisasi waktu, mengatur kecepatan belajar yang tepat, dan mengembangkan rencana untuk penyelesaian tugas; (6) senang belajar dan mempunyai kecenderungan untuk memenuhi target yang telah direncanakan Sumber : http://lppm.ut.ac.id/htmpublikasi/41kristanti.htm

10. Bagaimana cara kita menerapkan lifelong learning skill dalam kehidupan ? Life long learning skill dimulai dengan menerapkan sistem andragogy dan jika mahasiswa sudah terbiasa dengan andragogy maka akan terbentuk lifelong learning skill dan untuk menerapkan lifelong learning skill / kemampuan untuk belajar sepanjang hayat memang harus ada kesadaran dari orang tersebut bahwa ilmu yang ada di dunia ini sangat banyak

dan luas sehingga kita harus terus mencari dan mengupdate informasi yang ada dan juga dalam diri kita harus ada kesadaran bahwa kita membutuhkan ilmu tersebut sehingga akan membuat kita untuk terus menerapkan lifelong learnig skill dalam kehidupan kita Sumber : http://samsuljoker.blogspot.com/2011/02/lifelong-learning-danprofesionalisme.html

11. Bagaimana cara menyetarakan antara student centered dengan teacher centered ? 12. Self directed learning ? Self directed learning dapat diartikan sebagai kemapuan untuk belajar mandiri,tapi bukan hanya sekadar belajar mandiri tapi juga di dalam belajar tersebut mahasiswa sudah tahu mana yang menjadi kebutuhannya dalam belajar dan apa-apa saja yang dibutuhkannya untuk mendukung proses belajarnya.

Sumber : http://yayanajus.blogspot.com/2010/05/pembelajaran-directedlearning.html=