Anda di halaman 1dari 5

Larutan Na2S2O3 0,025 N yang telah dibuat bukanlah larutan standar sekunder sehingga sebelum digunakan untuk menganalisis

kadar iodat dalam garam beriodium, larutan Na2S2O3 tersebut distandarisasi terlebih dahulu dengan larutan standar primer yaitu larutan K2Cr2O7 0,1 N. Reaksi yang terjadi dapat dituliskan sebagai berikut: IO3-(aq) + 5I-(aq) + 6H+(aq) 3I2(aq) + 3H2O(aq) Selanjutnya, larutan tersebut ditambahkan dengan beberapa tetes larutan amilum sebagai indikator. Setelah ditambahkan larutan amilum, larutan tersebut berubah warna dari kuning bening menjadi berwarna biru pekat. Reaksi yang terjadi dapat dituliskan sebagai berikut: I2(aq) + 2S2O3-2(aq) S4O6-2(aq) + 2I-(aq) Larutan yang berwarna biru tersebut selanjutnya dititrasi dengan larutan Na2S2O3. Dalam titrasi ini seharusnya digunakan buret mikro tetapi karena buret tersebut tidak tersedia di laboratorium maka digunakan buret biasa dengan ketelitian 0,01 mL. Titrasi larutan yang mengandung K2Cr2O7 dengan menggunakan larutan Na2S2O3 bertujuan untuk menentukan konsentrasi larutan Na2S2O3 , dimana dalam hal ini larutan Na2S2O3 disebut sebagai titran dan larutan K2Cr2O7 disebut sebagai titrat. Dari titrasi yang dilakukan didapatkan data sebagai berikut: No Titrasi keVolume K2Cr2O7 1 2 3 Total Rata-rata I II III aaa mL bbb mL ccc mL xxx mL xxx mL Volume titran

Dari tabel di atas, didapatkan volume rata-rata titran adalah xxx mL. Dengan volume rata-rata ini dapat dihitung konsentrasi larutan Na2S2O3 sebagai berikut: Ekivalen titran = ekivalen titrat Ekivalen S2O3-2 = ekivalen IO3N1 x V1 = N2 x V2 N1 =
N 2 x V2 V1

N1 =

0,025 N x 10 mL xxx mL

N1 = 0,02 N Normalitas larutan Na2S2O3 setelah distandarisasi ternyata 0,02 N. Selanjutnya larutan Na2S2O3 yang telah distandarisasi tersebut diencerkan sebanyak empat kali sehingga didapat larutan yang normalitasnya adalah 0,005 N. larutan ini akan dipergunakan untuk proses titrasi iodometri. a) Analisis Iodat pada Garam Beriodium: Garam beriodium yang digunakan dalam percobaan ini adalah garam beriodium dengan merek KERAPAN SAPI seperti gambar berikut:

Garam beriodium ini adalah garam beriodium yang banyak beredar di pasaran dengan kadar KIO3 minimal 30 ppm (tercantum dalam kemasan). Kadar KIO3 sebesar 30 ppm dapat dituliskan menjadi: 30 ppm KIO3 =
30 gram KIO 3 30 x 10 -6 gram KIO 3 = 1 gram garam 10 6 gram garam

Untuk menguji kandungan iodat dalam garam beriodium ini maka dilakukan titrasi iodometri. Langkah awal yang dilakukan yaitu menimbang garam beriodium sebanyak 3 gram. Garam tersebut selanjutnya dilarutkan ke dalam 250 mL aquades dan diaduk sampai seluruh garam terlarut. Larutan yang terbentuk adalah larutan bening tidak berwarna. Sebanyak 10 mL larutan garam ini selanjutnya dimasukkan ke dalam labu erlenmeyer. Masing-masing labu erlenmeyer yang telah diisi larutan garam diberikan perlakuan yang sama dan dititrasi. Larutan garam tersebut terlebih dahulu ditambahkan 1 mL HCl 35%. Setelah ditambahkan HCl 35% larutan garam masih tetap bening tidak berwarna. Larutan garam tersebut kemudian ditambahkan 0,1021 gram KI. KI merupakan serbuk berwarna putih, setelah larutan garam

ditambahkan KI maka larutan garam berubah warna menjadi kuning. Warna kuning ini menandakan bahwa dalam larutan tersebut telah terbentuk I2. Berikutnya larutan yang berwarna kuning ini ditambahkan larutan indikator yaitu larutan amilum sebanyak 3 tetes. Larutan yang semula berwarna kuning tersebut berubah warna menjadi biru pekat. Warna biru pekat terbentuk karena adanya reaksi anatara I2 dengan amilum. Larutan yang berwarna biru pekat ini selanjutnya dititrasi dengan larutan Na2S2O3 yang telah distandarisasi. Titrasi dengan larutan Na2S2O3 dihentikan bila warna biru pekat tersebut sudah hilang. Dari titrasi yang dilakukan didapatkan data sebagai berikut: No 1 2 3 Total Rata-rata Eqiv IO3Titrasi keI II III Volume titran 0,72 mL 0,82 mL 0,85 mL 2,39 mL 0,79 mL = Eqiv I- = Eqiv S2O32-

Eqiv S2O32- = N S2O32- x V S2O32= 0,005 x 0,79 x 10-3 L = 3,95 x 10-6 Eqiv Eqiv IO3- = Eqiv S2O32= 3,95 x 10-6 Eqiv Dalam reaksi antara ion iodat dan ion iodida terlibat 5 elektron, oleh karena itu berat ekivalen dari iodat adalah seperlima dari berat molekulnya. Namun pada proses titrasi ini terjadi reaksi antara iodium dan tiosulfat. Berdasarkan reaksi di atas, 1 mol iodat akan menghasilkan 3 mol atau 6 eqiv I2, maka berat eqivalen untuk iodat adalah seperenam dari berat molekulnya. Berat eqiv IO3- = BM I2 / 6 = 254/6 = 42,33. Massa IO3- dalam larutan = BE x Eqiv

= 42,33 x 3,95 x 10-6 Eqiv = 1,672 x 10-4 gram Volume larutan sampel adalah 250 mL, maka konsentrasi iodat (IO3-) dapat dihitung sebagai berikut : [IO3-] = = = 3,824 x 10-6 M Kadar IO3- dalam 3 gram garam beriodium dapat dihitung sebagai berikut: Kadar IO3- = 1,672 x 10-4 gram / 3 gram garam beriodium = 5,573 x 10-5 gram IO3-/gram garam beriodium 1 ppm IO3- = 1 gram IO3- dalam 106 gram garam beriodium, oleh karena itu kadar ppm IO3dalam sampel garam ini adalah : Ppm IO3- = 5,573 x 10-5 x 106 = 55,73 ppm

Dari tabel di atas, didapatkan bahwa voleme rata-rata titran adalah 0,79 mL. Dari data ini dapat dihitung kandungan iodat dalam garam dengan cara sebagai berikut: Ekivalen titran = ekivalen titrat Ekivalen S2O3-2 = ekivalen IO3NxV=
massa IO3 BE IO3

Massa IO3- = N x V x BE IO3BE IO3- ditentukan dipengaruhi oleh nilai n dan nilai n ditentukan dari reaksi berikut ini: IO3- + 5I- + 6H+ 3I2 + 3 H2O

Dari reaksi di atas, dapat dilihat bahwa 1 mol ion IO3- memerlukan berikut: BE IO3- = BE IO3- =
BM KIO 3 n IO 3

6 mol H+ untuk

membentuk 3 mol I2 sehingga nilai n = 6 ekiv/mol, maka nilai BE dapat dihitung sebagai

213,9 gram/mol 6 ekiv/mol

BE IO3- = 35,65 gram /ekiv Dari nilai BE IO3- ini maka dapat dihitung massa dari IO3- sebagai berikut: Massa IO3- = N x V x BE IO3Massa IO3- = 0,005 N x 0,79 mL x 35,65 gram/ekiv Massa IO3- = 0,03 ekiv/L x 0,79 x 10-3 L x 35,65 gram/ekiv Massa IO3- = 1,408 x 10-4 gram Massa IO3- yang diperoleh adalah 1,408 x 10-4 gram. Massa iodat ini merupakan massa iodat dalam 3 gram garam beriodium, sehingga kadar iodium (dalam persen iodat) dapat ditentukan sebagai berikut: % IO3- =
massa IO 3 100% massa garam

1,408 10 -4 gram 100% %IO3 = 3 gram

%IO3- = 0,00469% Kandungan iodat dalam garam dapat juga dinyatakan dalam bentuk ppm, sehingga diperoleh: Kadar IO3- =
1,408 10 -4 gram IO 3 3 gram garam

Kadar IO3- = 4,693 x 10-5 gram IO3-/ gram garam Dengan 1 ppm IO3- = 1 gram IO3-, maka: ppm IO3- = 4,693 x 10-5 x 106 ppm IO3- = 46,93 ppm ppm yang diperoleh setelah titrasi adalah 46,93 ppm sedangkan ppm yang tercantum dalam kemasan adalah minimal 30 ppm. Ini berarti garam tersebut memang benar mengandung KIO3 dengan kadar melebihi 30 ppm.