Anda di halaman 1dari 7

Laporan Limnologi

PENGUKURAN PARAMETER KUALITAS AIR DI PERAIRAN WADUK KEULILING


DI SUSUN OLEH:

GIAN RIEZA PRATAMA 1011102020033 BUDIDAYA PERAIRAN

KOORDINATORAT KELAUTAN DAN PERIKANAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA DARUSSALAM, BANDA ACEH 2011

BAB I PENDAHULUAN

Limnologi merupakan salah satu cabang ilmu perikanan kelautan yang mempelajari tentang sistem peraiaran,jenis-jenis perairan yang mencakup perairan kolam,sungai,rawa serta aliran atau cucuran air. Di dalam Limnologi juga membahas tentang kualitas air itu sendiri apakah air tersebut sudah tercemar atau belum. Untuk mengetahui suatu perairan tersebut tercemar atau tidak dapat diukur dan dihitung dengan menggunakan parameter Fisika dan Kimia serta faktor bilogisnya juga. Limnologi berasal dari bahasa Yunani Limne artinya genangan air,yang bisa diartikan sebagai kolam atau danau. Limnologi mempelajari tentang sistem danau dan kolam air asin,rawa,sungai (rivers) dan aliran atau cucuran air (stream). Limnologi merupakan kajian menyeluruh mengenai kehidupan perairan darat,sehingga digolongkan sebagai bagian dari ekologi.Dalam bidang perikanan limnologi dipelajari dasar bagi budidaya perairan (akuakultur) darat. Waduk pertama di provinsi NAD, dilaksanakan murni oleh putra/putri Indonesia mulai dari investigasi, desain maupun konstruksi. Pembangunan waduk keuliling telah dapat penghargaan karya konstruksi tahun 2008 katagori teknologi konstruksi dan karya ilmiah internal PU. Pembangunan waduk keliling dimulai pada tahun 2000 dan selesai keseluruhannya pada tahun 2008 yang di biayai oleh APBN murni. WADUK keliling yang terletak di Desa Bak Sukon, kemukiman Waduk keuliling merupakan Lam Leuot, Kecamatan Kuta Cot Gle, Kabupaten Aceh Besar ini merupakan bendungan buatan pertama di Aceh yang didanai dengan APBN sebesar 258 miliar. Waduk keuliling merupakan salah satu sub-basin DPS Krueng Aceh yang mempunyai potensi yang besar untuk meningkatkan penyediaan air baku dalam rangka memenuhi kebutuhan air untuk kota Banda Aceh dan Aceh Besar yang mempunyai areal potensial seluas 4.790 Ha. Jaringan irigasi untuk mengairi persawahan saat ini sedang dalam penyelesaian. Irigasi di Aceh yang sudah dikembangkan kurang lebih 420.000 Ha. Irigasi terbagi 3 status, yaitu: Irigasi Teknis, yaitu air yang masuk dapat diukur dan dapat diatur. Irigasi Semi teknis,yaitu air yang masuk hanya dapat diatur,tetapi tidak dapat diukur. Irigasi Sederhana, yaitu air yang masuk tidak dapat diukur dan tidak dapat

diatur.

Pembangunan jaringan irigasi ini ditujukan untuk mengalirkan air dari waduk agar dapat digunakan oleh masyarakat sekitar waduk. Lokasi pembangunannya terletak lebih kurang 35 km dari kawasan kota Banda Aceh. Tepatnya di desa Riteng, kecamatan Indrapuri, kabupaten Aceh besar, provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Daerah waduk keuliling mempunyai areal persawahan seluas 575,20 Ha yang berada di kecamatan Cot Glee, Indrapuri, Simpang Tiga.

BAB II PEMBAHASAN

Para ahli mencoba menyederhanakan pengertian Limnologi ini dengan Ilmu yang mempelajari proses interaksi faktor fisika,kimia dan biologi dalam sistem perairan darat (inland waters),dimulai dari garis pantai kearah darat. Yang dimaksud perairan tergenang dan mengalir yang berada diratan. Ilmu Limnologi selain mendeskripsikan sifat morfologis,tipe habitat,keanekaragaman hayati,dan proses-proses dasar yang terjadi didalamnya. Lebih jauh lagi karena perairan darat itu sangat terkait dengan daerah atau kawasan yang berfungsi sebagi pensuplai airnya (DAS: daerah aliran sungai),maka pengaruh aktivitas antropagenik di DAS masing-masing perairan darat itupun termasuk dalam kajian cabang ilmu yang disebut Limnologi.

Parameter fisika kimia air 2.1 pH PH adalah derajat keasaman suatu perairan. Sebagian besar biota akuatik sensitif terhadap perubahan pH dan menyukai nilai pH sekitar 78,5. Nilai pH sangat mempengaruhi proses biokimiawi perairan, misalnya proses nitrifikasi akan berakhir jika pH rendah. Selain itu toksisitas logam-logam memperlihatkan peningkatan pada pH rendah. Derajat keasaman (pH) dipengaruhi oleh konsentrasi karbondioksida serta ionion bersifat asam atau basa. Fitoplankton dan tanaman air akan mengambil karbondioksida selama proses fotosintesis berlangsung, sehingga mengakibatkan pH perairan menjadi meningkat pada siang hari dan menurun pada malam hari. Berdasarkan hasil pengukuran dengan menggunakan pHmeter , diketahui bahwa pH di perairan waduk Keuliling berkisar antara 8,o-8,1 pada ulangan 1,2 dan 3,

sedangkan dengan menggunakan kertas indikator di peroleh nilainya yaitu 7 pada ulangan 1,2 dan 3. Dapat menunjukkan bahwa pH meter lebih akurat di bandingkan dengan kertas indikator. Sehingga sesuai dengan keterangan di atas maka pH di perairan ini masih dapat mendukung bagi kehidupan organisme akuatik yang ada di dalamnya. Setiap organisme mempunyai pH yang optimum bagi kehidupannya.Organisme air dapat hidup dalam suatu perairan yang mempunyai nilai pH netral dengan kisaran toleransi antara asam lemah sampai basa lemah. Nilai pH yang sangat rendah akan menyebabkan terjadinya gangguan metabolisme dan respirasi. Disamping itu pH yang sangat rendah akan menyebabkan mobilitas berbagai senyawa logam yang bersifat toksik semakin tinggi yang tentunya akan mengancam kelangsungan hidup organisme tersebut. Sementara pH yang tinggi akan menyebabkan keseimbangan antara ammonium dan ammoniak dalam air akan tergangu, dimana kenaikan pH di atas netral akan meningkatkan konsentrasi amoniak yang juga bersifat sangat toksik bagi organisme.

2.2 Temperatur Pengukuran suhu air merupakan mutlak dilakukan. Hal ini disebabkan karena kelarutan berbagai jenis gas di air serta semua aktifitas biologis fisiologis di dalam ekosistem akuatik sangat dipengaruhi oleh temperatur. Kenaikan temperatur sebesar 10 oC (hanya pada kisaran yang masih dapat ditolerir) akan meningkatkan aktivitas fisiologis (misalnya respirasi) dari organisme sebesar 2-3 kali lipat. Cahaya matahari yang masuk ke perairan akan mengalami penyerapan dan perubahan menjadi energi panas. Proses penyerapan cahaya ini berlangsung secara lebih intensif pada lapisan atas sehingga lapisan atas perairan memiliki suhu yang lebih tinggi dan densitas yang lebih kecil dari pada lapisan bawah. Kondisi ini pada perairan tergenang akan menyebabkan terjadinya stratifikasi thermal pada kolom air. Suhu berpengaruh terhadap proses metabolisme sel organisme air. peningkatan suhu akan menyebabkan peningkatan kecepatan proses metabolisme sel dan respirasi organisme air, dan selanjutnya mengakibatkan peningkatan dekomposisi bahan organik mikroba. Kisaran suhu yang optimum bagi pertumbuhan fitoplankton adalah antara 20 30 C. Suhu di Waduk Keuliling berdasarkan hasil pengukurannya berkisar antara 29,4 -29,6 pada ulangan 1,2 dan 3,sehingga berdasarkan keterangan di atas maka dapat dikatakan bahwa suhu di perairan waduk Keuliling masih optimum untuk pertumbuhan fitoplankton dan dapat di lakukan budidaya di perairan tersebut serta suhu di perairan tersebut berada dalam keadaan stabil. 2.3 Oksigen Terlarut/ Dissolved Oxygen (DO) Oksigen merupakan parameter yang penting di suatu perairan. Oksigen terlarut penting bagi organisme perairan yang bersifat aerobik, disamping menentukan kecepatan metabolisme dan respirasi dari keseluruhan ekosistem perairan, juga sangat penting bagi kelangsungan hidup dan pertumbuhan biota air. Keberadaan oksigen di perairan ditentukan oleh kelimpahan fitoplankton. Hal ini erat kaitannya dengan kandungan klorofil pada fitoplankton yang menghasilkan oksigen pada proses fotosintesis. Kandungan oksigen terlarut di perairan waduk Keuliling berkisar antara 4,7 mg/L. Kandungan oksigen terlarut di waduk Keuliling tergolong belum ideal dan pengaruhnya bagi kehidupan organisme di perairan tersebut dapat bertahan hidup, tetapi pertumbuhannya terganggu. 2.4 Kecerahan

Cahaya merupakan faktor terutama dan terpenting dalam pertumbuhan fitoplankton, terutama dalam kelancaran proses fotosintesis. Kesempurnaan proses ini tergantung besar kecilnya intensitas cahaya yang masuk ke dalam perairan. Sedangkan besar kecilnya intensitas cahaya yang masuk ke air dipengaruhi kecerahan maupun kekeruhan perairan itu sendiri. Kecerahan di waduk Keuliling berkisar antara 35-75 cm. Selain dipengaruhi oleh intensitas cahaya matahari yang masuk ke perairan, tingkat kecerahan juga dipengaruhi oleh perbedaan waktu pengukuran kecerahan, keadaan cuaca dan juga ketelitian dari orang yang melakukan pengukuran. Berdasarkan kandungan hara(tingkat kesuburan) dapat dikatakan bahwa perairan waduk Keuliling tergolong perairan mesotropik. Waduk mesotropik merupakan waduk dengan kadar nutrien sedang, juga merupakan peralihan antara kedua sifat waduk eutrofik dan waduk oligotrofik. Klasifikasi ini juga berlaku bagi perairan danau, karena waduk dan danau memiliki karakteristik yang sama sebagai perairan tergenang. 2.5 Salinitas Salinitas merupakan jumlah garam-garam yang terlarut dalam kolom perairan, variasi salinitas mempengaruhi laju fotosintesis dalam perairan, perbedaan salinitas akan mempengaruhi densitas air, tekanan osmosis didalamnya dan kelarutan gas dalam air. Berdasarkan hasil pengukuran dengan menggunakan refraktometer diperoleh salinitas di perairan waduk Keuliling yaitu 0 mg/L ( rendah ), karena perairan waduk merupakan perairan air tawar yang tergenang/ lentik. 2.6 Densitas Densitas merupakan massa total air per satuan volume. Densitas di pengaruhi oleh suhu dan salinitas. Apabila suhunya meningkat maka densitasnya rendah. Dan apabila salinitasnya meningkat maka densitasnya akan meningkat juga. Berdasarkan pengukuran densitas yang di lakukan di perairan waduk yaitu pada ulangan 1,2 dan 3 adalah 1,000. 2.7 Daya Hantar Listrik (DHL) Daya Hantar Listrik (DHL) atau konduktivitas menggambarkan banyaknya garam-garam yang terionisasi atau terlarut dalam air,sehingga DHL ini di pengaruhi oleh salinitas. DHL kurang dari 500 umhos/cm kurang ideal karena dapat menyebabkan ikan air tawar mengalami stress. Jadi nilai DHL di perairan yang ideal yaitu 600-800 umhos/cm. Berdasarkan pengukuran yang telah di lakukan dengan meggunakan SCT( salino conductivity meter ) dapat di peroleh nilainya yaitu ulangan 1,2 dan 3 adalah 346 umhos/cm. Berarti DHL ini tidak dapat mendukung perkembangan organisme di perairan tersebut.

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan, maka ditarik suatu kesimpulan sebagai berikut: Suhu di Waduk Keuliling berdasarkan hasil pengukurannya berkisar antara 29,4 -29,6 pada ulangan 1,2 dan 3,sehingga berdasarkan keterangan di atas maka dapat dikatakan bahwa suhu di perairan waduk Keuliling masih optimum untuk pertumbuhan fitoplankton dan dapat di lakukan budidaya di perairan tersebut serta suhu di perairan tersebut berada dalam keadaan stabil. Berdasarkan pH di perairan waduk masih dapat mendukung bagi kehidupan organisme akuatik yang ada di dalamnya. Kandungan oksigen terlarut di perairan waduk Keuliling berkisar antara 4,7 mg/L. Kandungan oksigen terlarut di waduk Keuliling tergolong belum ideal dan pengaruhnya bagi kehidupan organisme di perairan tersebut dapat bertahan hidup, tetapi pertumbuhannya terganggu. Kecerahan di waduk Keuliling berkisar antara 35-75 cm. Selain dipengaruhi oleh intensitas cahaya matahari yang masuk ke perairan, tingkat kecerahan juga dipengaruhi oleh perbedaan waktu pengukuran kecerahan, keadaan cuaca dan juga ketelitian dari orang yang melakukan pengukuran. Berdasarkan hasil pengukuran dengan menggunakan refraktometer diperoleh salinitas di perairan waduk Keuliling yaitu 0 mg/L ( rendah ), karena perairan waduk merupakan perairan air tawar yang tergenang/ lentik. Berdasarkan pengukuran densitas yang di lakukan di perairan waduk yaitu pada ulangan 1,2 dan 3 adalah 1,000. Berdasarkan pengukuran yang telah di lakukan dengan meggunakan SCT( salino conductivity meter ) dapat di peroleh nilainya yaitu ulangan 1,2 dan 3 adalah 346 umhos/cm. Berarti DHL ini tidak dapat mendukung perkembangan organisme di perairan tersebut.

5.2 Saran Untuk Mata Kuliah Apa yang kami perolehi dari mata kuliah ini semoga dapat bermanfaat bagi kami semua. Agar proses belajar dan mengajar lebih memahami dan mengerti tolong slidenya jangan penuh-penuh kali.

5.3 Saran Untuk Praktikum

Untuk ke depannya praktikum dilaksanakan pada awal perkuliahan agar praktikumnya lebih lancar dan cepat selesai. Fasilitasnya tolong dilengkapi agar praktikum berjalan dengan baik.