Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK

PEMBUATAN SILIKA GEL DARI LIMBAH KAOLIN






Oleh :
Rizky Widyastari
1112096000025
Kelompok 8 A



PROGRAM STUDI KIMIA
FAKULTAS SAINS & TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2014



PEMBUATAN SILIKA GEL DARI LIMBAH KAOLIN
Kamis, 8 Mei 2014

I. Tujuan Praktikum

1. Memahami pembuatan silika gel dari limbah kaolin

II. Dasar Teori

Gel silika adalah butiran seperti kaca dengan bentuk yang sangat berpori, silika
dibuat secara sintetis dari natrium silikat. Walaupun namanya, gel silika padat. Gel silika
adalah mineral alami yang dimurnikan dan diolah menjadi salah satu bentuk butiran atau
manik-manik. Sebagai pengering, ia memiliki ukuran pori rata-rata 2,4 nanometer dan
memiliki afinitas yang kuat untuk molekul air. Silika gel adalah substansi-substansi yang
digunakan untuk menyerap kelembapan dan cairan partikel dari ruang yang
berudara/bersuhu. Silica gel juga membantu menahan kerusakan pada barang-barang
yang mau disimpan. Rumus kimia silika gel secara umum adalah SiO
2..
x H
2
O.
Silika ditemukan didalam berbagai bentuk kristal (contoh : quarsa, trimidit, dan
kristobalit) selain itu juga sebagai silika amorf. Silika amorf tersebut mempunyai daya
adsorpsi yang besar. Silika amorf dapat dipreparasi dengan cara mengendapkan larutan
natrium silikat dengan menambahkan asam misalnya HCl, sehingga terbentuk silika
hidrat. Jika silika hidrat tersebut dipanaskan sehingga terbentuk anhidratnya, maka
anhidrat tersebut akan berpotensi sekali sebagai zat pengering. Pada percobaan ini
dilakukan pembuatan silika gel dari bahan kaolin.
Kaolin merupakan salah satu mineral tanah liat (lempung) dengan struktur kimia
Al
2
Si
2
O
5
(OH)
4
yang mengandung beberapa lapis aluminium silikat. Kaolin terbentuk dari
perubahan hidrotermal dari mineral-mineral aluminosilikat. Kaolin adalah sejenis tanah
liat yang bersifat lunak, halus, dan putih, terjadi dari pelapukan batuan granit. Sifat dari
kaolin adalah tidak dapat mengabsorsi air, kaolin tidak dapat mengembang pada saat
kontak dengan air, sehingga berpotensi dijadikan bahan baku pembuatan keramik
bermutu tinggi atau berkualitas baik. Kegunaan lain dari kaolin yaitu dapat dijadikan
bahan untuk membuat porselen atau untuk bahan campuran membuat kain tenun
(kertas, karet, obat-obatan, dsb).

III. Alat dan Bahan

Alat :
1. Oven
2. Gelas piala
3. Gelas ukur
4. Mortar
5. Pipet tetes
6. Corong
7. Erlenmeyer
8. Batang pengaduk
9. Cawan porselein
Bahan :
1. Kaolin yang sudah dikalsinasi
2. Larutan asam sulfat 1M
3. Larutan natrium hidroksida 5M
4. Larutan HCl 1M
5. Larutan KSCN 1M
6. Kertas saring
7. Kertas lakmus

IV. Prosedur Kerja

2 gram kaolin hasil kalsinasi dimasukkan ke dalam gelas piala dan ditambahkan
dengan 50 ml asam sulfat 1M. Kemudian diaduk selama 15 menit. Lalu disaring dan
dicuci padatannya ke dalam erlenmeyer. Ditambahkan larutan natrium hidroksida sedikit
demi sedikit sambil terus diaduk sampai semua padatan tersebut larut. Kemudian
ditambahkan larutan asam klorida sedikit demi sedikit sampai terbentuk endapan.
Penambahan diteruskan sampai tidak terlihat adanya endapan lagi. Selanjutnya disaring
dan dicuci sampai netral, kemudian di tes cuciannya dengan kertas lakmus biru. Padatan
tersebut dikeringkan dalam oven pada temperatur 100C. Setelah dingin, padatan yang
diperoleh kemudian ditimbang. Kemudian dilakukan uji impuritis dengan cara mengambil
sedikit demi sedikit padatan hasil sintesis dan ditetesi dengan larutan KSCN.

V. Hasil Pengamatan

Perlakuan Pengamatan Gambar
2 gram kaolin+50ml
asam sulfat+
pengadukan
Tidak dapat larut

Ditambahkan larutan
NaOH
Tidak larut ketika
ditambahkan 42 ml

Ditambahkan HCl
Terbentuk endapan putih
ketika ditambahkan 5ml
HCl

Disaring dan dicuci
pH netral ditandai dengan
lakmus biru yang tetap
berwarna biru

Ditambahkan KSCN
Tidak ada perubahan
ketika ditambahkan 7 tetes
KSCN

Disaring, dikeringkan,
dan ditimbang
endapannya
m.kertas saring kosong :
0,50 g
m.kertas saring+endapan :
0,55 g
m.endapan : 0,55 0,50 =
0,05 g


VI. Pembahasan

Pada praktikum kali ini mengenai pembuatan silika gel dari limbah kaolin, praktikan
dapat memahami pembuatan silika gel dari kaolin ini dan menghitung endapan yang
dihasilkan. Tahap pertama yang dilakukan dalam pembuatan silika gel ini adalah
mengkalsinasi kaolin. Metode kalsinasi adalah metode pemisahan dengan memecah
ikatan antar senyawa menggunakan panas, digunakan suhu 800
0
C, karena pada suhu ini
tercapai titik vitrifikasi dan ikatan kompleks akan terpecah. Ini dilakukan karena senyawa-
senyawa dalam bahan tersebut adalah senyawa kompleks, sehingga senyawa kompleks
tersebut harus dipecah terlebih dahulu. Indikasi terpecahnya senyawa tersebut adalah
dengan bertambahnya silika bebas. Persamaan reaksinya yaitu :

()



Selanjutnya yaitu menambahkan 2gram kaolin tersebut dengan asam sulfat, dan
diaduk selama 15 menit. Dengan persamaan reaksi :

()

()

()

()

()

Kemudian disaring, dicuci padatannya, dan ditambahkan larutan NaOH. Tujuan
ditambahkannya NaOH ini adalah supaya padatan dapat melarut, tetapi dalam
percobaan padatan ini tidak dapat melarut setelah penambahan NaOH sebanyak 42ml.
Persamaan reaksinya adalah sebagai berikut :

() ()

()

()

Lalu percobaan dilanjutkan dengan menyaring larutan tersebut dan filtratnya
ditambahkan dengan HCl dengan tujuan untuk mendapatkan endapan. Penambahan HCl
ini dilakukan sebanyak 5ml dan menghasilkan sedikit endapan putih. Persamaan
reaksinya adalah :

() ()

() ()

Endapan kemudian disaring dan dicuci dengan aquades hingga pHnya netral yang
ditandai dengan tidak berubahnya warna pada kertas lakmus biru. Lalu dilakukan uji
impuritis dengan menambahkan larutan KSCN. Pada percobaan ini larutan KSCN yang
ditambahkan sebanyak 7 tetes, penambahan KSCN ini berguna untuk menghilangkan
zat-zat pengotor yang terdapat dalam larutan tersebut. Endapan yang dihasilkan
kemudian disaring, dikeringkan, dan ditimbang. Endapan yang dihasilkan dari percobaan
yaitu sebesar 0,05 gram.

VII. Kesimpulan

1. Silika gel dapat dibuat dari kaolin yang telah dikalsinasi terlebih dahulu
2. Endapan silika gel yang dihasilkan yaitu 0,05 gram

VIII. Daftar Pustaka


Nuryono, Narsito. (2004). Pengaruh Konsentrasi Asam Terhadap Karakter Silika Gelatin
Hasil Sintesis dari Natrium Silikat. Departemen Kimia, FMIPA, Universitas
Gadjah Mada, Yogyakarta
Riyadhi, Adi. 2013. Pedoman Praktikum Kimia Anorganik II. Departemen Kimia,
Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta
http://id.wikipedia.org/wiki/Gel_silika
http://id.wiktionary.org/wiki/kaolin
http://www.scribd.com/doc/122515320/1936-5368-1-PB