Anda di halaman 1dari 34

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Semen kedokteran gigi merupakan suatu bahan yang sering digunakan dalam
praktek sehari-hari kedokteran gigi. Setiap semen memiliki komposisi, sifat, cara
manipulasi, dan setting time yang beragam, digunakan sesuai dengan tujuan dan hasil
yang ingin dicapai pada akhir perawatan.
Semen gigi yang digunakan sebagai bahan tambal mempunyai kekuatan yang
rendah dibandingkan resin komposit dan amalgam,tetapi dapat digunakan untuk
daerah yang mendapat sedikit tekanan. Terlepas dari kekuatannya yang
rendah,semen ini memiliki sifat khusus yang diinginkan sehingga digunakan hampir
60% restorasi !nnusa"ice, #00$%.
&eskipun semen restorasi digunakan untuk restorasi sementara maupun jangka
panjang, juga diperlukan untuk aplikasi lain misalnya sebelum penempatan restorasi,
pulpa dapat terganggu atau terluka oleh berbagai sebab, misalnya karies atau preparasi
ka"itas. 'ntuk melindungi pulpa terhadap trauma lebih lanjut, seringkali ditempatkan
alas penahan panas di bawah tambalan logam,dan bahan-bahan penutup pulpa serta
pelapik ka"itas pada permaukaan ka"itas !nnusa"ice, #00$%.
(enggunaan utama lain dari semen gigi termasuk merekatkan gigi menyemen%
tiruan dan peralatan ortodontik serta merekatkan post dan pasak untuk restorasi
!nnusa"ice, #00$%.
Semen untuk restorasi semen yang digunakan untuk restorasi sementara atau
jangka pendek beberapa hari sampai beberapa minggu%, jangka menengah beberapa
minggu sampai bebefrapa bulan% dan tambalan menetapat au jangka panjang
beberapa tahun%, serta untuk restorasi estetik pada gigi depan. !nnusa"ice, #00$%.
1.2 RumusanMasalah
!pakah semen kedokteran gigi berperan penting dalam penambalan gigi.
1.3 Tujuanpembelajaan
&ahasiswa mampu menjelaskan dan mengaplikasikan bahan semen
kedokterangigi .
1.! H"p#$esa
)
Semen kedokteran gigi berperan penting dalam penambalan gigi.
BAB II
TIN%AUAN PU&TAKA
2.1 &emen 'e(#'$ean G)"
2.1.1 De*"n"s" &emen
Semen kedokteran gigi adalah campuran powder dan li*uid yang merupakan
reaksi kimia antara asam dan basa. (owder yang bersifat basa dan li*uid yang bersifat
asam membentuk konsistensi berupa pasta kental yang kemudian akan mengeras
menjadi massa yang padat.
2.1.2 +un)s" &emen
2.1.2.1 Lu$"n) A)en$ , Bahan Pee'a$-
#
(ada awal abad #0, material kedokteran gigi yang digunakan sebagai
retensi dan marginal seal pada protesa-protesa seperti inlays, onlays, crowns
dan bridges hanyalah semen +inc ,-ide .ugenol dan semen +inc (hosphate.
(ada abad ke #0, material yang dapat digunakan dalam menempelkan protesa
pada gigi hanya semen, oleh karena itu +inc ,-ide .ugenols memperbaiki
protesa dengan menempelkan protesa pada gigi disebut sementasi !nusa"ice
dalam /ugroho, !.#0))%
/amun menjelang akhir abad ke #0, mulai bermunculan "ariasi-"ariasi
material kedokteran gigi yang bersifat adhesif. (ada akhir abad ke #0 juga
mulai bermunculan "ariasi-"ariasi semen kedokteran gigi seperti +inc
(olycarbo-ylate, 0lass 1onomer, dan 2esin &odified 0lass 1onomer 3ements.
4alam perkembangannya, semen kedokteran gigi tidak hanya digunakan
dalam menempelkan protesa dengan gigi, oleh karena itu proses menempelkan
protesa pada gigi disebut sebagai luting bukan lagi sementasi. 3raig dalam
/ugroho, !. #0))%
Semen sebagai luting agent berfungsi untuk melekatkan restorasi yang
dilakukan diluar mulut dimana diharapkan perlekatan tersebut kuat dan
bertahan untuk waktu yang lama.
Syarat Semen sebagai luting
). 5iocompatibility
Semen yang digunakan sebagai luting biasanya diperlukan dalam
pemasangan mahkota gigi dan inlays, semen yang digunakan akan
menutupi dentin pada gigi. 5ahan luting tersebut nantinya juga akan
menjalankan peran yang sama dengan dentin, yakni melindungi pulpa,
maka dari itu bahan semen sebagai luting haruslah material yang
biocompatibel dan tidak toksik terhadap pulpa sementasi 3raig dalam
/ugroho, !. #0))%. 5ahan luting yang baik tidak hanya melapisi seluruh
permukaan dentin dan protesa dengan baik, namun juga perlu material
yang bersifat anti bakteri agar pulpa terlindungi dari bakteri yang
merugkan &c 3abe dalam /ugroho, !. #0))%.
#. 2etensi
(eran utama semen sebagai luting adalah menghasilkan retensi pada
restorasi. (ada semen dengan bahan dasar air seperti semen 6inc
phosphate, retensinya diatur oleh geometri dari gigi yang telah dipreparasi,
kontrol pada saat insersi, dan kemampuan dalam memberikan mechanical
7
keying pada permukaan yang tidak rata. 8urangnya retensi merupakan
penyebab utama kegagalan dalam luting. (ada proses adisi, bahan adhesif
bisa ditambahkan untuk meningkatkan retensi secara signifikan dan resin
adhesif technologies (ower, 9 dalam /ugroho, !.#0))%
Sifat semen sebagai luting:
). &arginal seal
#. 8etebalan ;ilm thickness%
7. &udah digunakan
$. 2adiopacity
<. .stetik baik
=an /oort dalam /ugroho, !. #0))%
(rosedur penggunaan semen sebagai luting
). (emberian semen
(ada taha ini, adonan semen dituan ke dalam mahkota kurang lebih > dari
"olume mahkota. (emberian semen pada mahkota lebih baik > mahkota
agar resiko terjebaknya udara berkurang mengurangi waktu pemasangan,
mengurangi tekanan yang berlebih saat pemasangan, dan mengurangi
waktu dalam membersihkan sisa semen yang tidak terpakai. =an /oort
dalam /ugroho, !.#0))%.
#. (emasangan? insersi
Setelah semen dituangkan ke dalam mahkota, mahkota dipasang pada gigi
preparasi. (ada saat pemasangan, perlu tekanan yang cukup kuat dengan
jari agar semen yang berlebih dapat keluar. !da beberapa cara yang dapat
mempermudah proses pemasangan atau insersi yakni dengan menurunkan
"iskositas semen, mengurangi tinggi preparasi mahkota, dan dengan
bantuan "ibrasi saat pemasangan. 5antuan "ibrasi saat pemasangan
berfungsi agar semen dapat mengalir dengan baik. (ower, 9 dalam
/ugroho, !.#0))%
7. (engambilan kelebihan semen
Semen yang berlebih setelah pemasangan harus diangkat agar tidak
mengganggu pasien. (ada semen ionomer kaca, semen 6inc phosphate dan
resin dapat digunakan petroleum jelly sebagai media separasi karenan pada
ketiga semen tersebut, perlekatannya terjadi secara kimiawi dan fisik
sehingga dibutuhkan media separasi sebagai media yang membantu dalam
pengangkatan kelebihan semen @ahyudi, T.#00<%
$. &ekanisme 2etensi
Setelah semen yang digunakan sebagai luting seittng, protesa dan preparasi
gigi akan menempel dengan menimbulkan retensi. 2etensi yang terjadi
$
pada luting bisa terjadi secara mekanis, kimia, maupun kombinasi semen.
(ada prinsipnya retensi kimia perlu didukung dengan retensi mekanis,
dengan kombinasi kimia-mekanis, lapisan semen dapat menahan aksi
kekuatan geser sepanjang interfasial 2ochyani A, et al. #00B%. !da
beberapa faktor yang dapat mempengaruhi retensi protesa, yakni film
thickness, kekuatan semen, perubahan dimensi selama setting, dan semen
yang digunakan. 2etensi protesa yang baik dapat diperoleh dengan
memperhatikan film thickness, semen yang digunakan tidak boleh terlalu
tebal karena lapisan semen yang tebal memiliki resiko kerusakan bagian
dalam yang lebih besar Simanjuntak, ..2 #000%
2.1.2.2 Bas"s
5asis adalah lapisan semen yang ditempatkan di bawah restorasi
permanen untuk memacu perbaikan dari pulpa yang rusak dan melindunginya
dari kerusakan. 8erusakan itu bisa dari thermal shock bila gigi direstorasi
dengan bahan logam dan kerusakan karena iritasi kimia. 5asis berfungsi
menahan tekanan selama proses kondensasi serta dapat bentuk yang structural
bagi ka"itas 2icardo, 2. #00$%
(enggunaan basis dengan tujuan sebagai insulator terhadap thermal
shock tidak dilakukan pada semua restorasi logam, hal ini tergantung pada
kedalaman ka"itas atau ketebalan dentin yang tersisa 3lark 9 dalam
8adariani. #00)%.
8a"itas yang dalam yaitu ketebalan yang tersisa kurang dari ) mm
merupakan indikasi penggunaan basis, karena dentin yang tersisa tidak dapat
bertindak sebagai insulator panas. 8a"itas yang sedang ketebalan dentin yang
tersisa kurang dari # mm tetapi lebih dari ) mm memerlukan basis sebagai
insulator terhadap thermal shock. 8a"itas yang dangkal yaitu ketebalan yang
tersisa # mm atau lebih di antara lantai ka"itas dan pulpa, tidak diperlukan
bahan basis karea dentin yang tersisa dapat memberikan insulator terhadap
thermal shock 3lark 9 dalam 8adariani. #00)%
2.1.2.3 L"ne (an .an"sh
Ainer adalah bahan yang ditempatkan sebagai lapisan yang tipis dan fungsi
utamanya adlaah untuk memberikan penghalang bagi iritasi kimia,liner tidak
berfungsi untuk memberikan penghalan bagi iritasi kimia, liner tidak berfungsi
sebagai insulator terhadap thermal shock 3ombe dalam 8adariani,#00)%.
<
=arnish adalah rosin alami atau rosin sintetik yang dilarutkan dalam pelarut
seperti eter atau kloroform yang dioleskan disekeliling ka"itas. (elarut
menguap meninggalkan selapis tipis yang berfungsi untuk mengurangi
mikroleakage yang terjadi di sekeliling restorasi. =arnish yang ditempatkan di
bawah restorasi logam tidak efektif sebagai insolator panas meskipun bahan
"arnish merupakan penghantar panas yang rendah 3raig dalam
8adariani.#00)%
2.1.2.! Pel"n(un) Pulpa
Semen berfungsi untuk penempatan restorasi, ca"ity liner dengan low
strength base yang tidak mengiritasi pulpa.
2.1.2./ Bahan Res$#as"
Semen berfungsi sebagai bahan restorasi permanen maupun restorasi
sementara.
2.2 &0aa$ &emen Ke(#'$ean G")" &e1aa Umum
&enurut !nusa"ice #00$% sarat semen kedokteran gigi secara umum,
diantaranya adalah sebagai berikut::
). Semen yang digunakan di kedokteran gigi harus tidak beracun dan tidak
mengiritasi pulpa serta jaringan yang lain, agar kondisi kesehatan atau oral
hygiene tetap terjaga meskipun sedang melakukan perawatan.
#. Solubility rendah atau sifat kelarutannya rendah sehingga tidak mudah larut
dalam larutan sali"a.
7. !plikasinya harus mudah agar memudahkan operator untuk
mengaplikasikannya ke operator dan harus cepat mengeras.
$. &elindungi pulpa :
a. 2angsangan termis
b. 2angsangan kimia
c. 2angsangan gal"anis
<. 4apat melekat baik pada enamel, dentin, porselen, akrilik, alloy, tetapi tidak
lengket pada alat 8edokteran 0ig
6. 5akteriostatik
B. Tidak mengurangi sensiti"itas dentin
C. Sifat rheological yaitu 8ekentalan yang rendah sesuai dengakebutuhan% dan
ketebalan selapis tipis ;ilm thickness%.
2.3 &"*a$ (an Kaa'$e"s$"' &emen
2.3.1 Ke$eblan (an K#ns"s$ens"
6
8etebalan semen sangat menentukan adaptasi restorasi dari gigi.
2etensi juga dapat dipengaruhi oleh ketebalan semen. 8etebalan maksimum
dari semen adalah #< Dm. Semakin tebal konsistensi maka semakin besar juga
ketebalan semen yang mengakibatkan restorasi kurang sempurna. 8etebalan
semen bergantung pada ukuran partikel dari powder, konsentrasi powder
dalam li*uid, kekentalan li*uid dan konsistensi dari semen. 8onsistensi
merupakan hal yang sangat utama dalam proses sementasi.
2.3.2 Ke'en$alan
8onsistensi dari semen dapat ditentukan dengan mengukur kekentalan.
(eningkatan akan suhu dan waktu telah menunjukkan peningkatan kekentalan
atau "iskositas dari beberapa jenis semen. 8enaikan "iskositas ? kekentalan
yang terus menerus berbanding dengan waktu mendemonstrasikan perlunya
pengerjaan dengan cepat setelah menyelesaikan proses pencampuran untuk
mengambil keuntungan dari rendahnya kekentalan semen. !pabila tidak
dilakukan dengan cepat maka akan terjadi peningkatan ketebalan semen
sehingga menurunkan adaptasi restorasi pada gigi.
2.3.3 &e$$"n) T"me
Setting time merupakan factor penting lain selain "iskositas atau
kekentalan dari semen. @aktu yang cukup harus disediakan setelah proses
pencampuran semen dilakukan agar hasil yang dihasilkan sesuai dengan tujuan
digunakannya semen tersebut. Setting time merupakan waktu yang dibutuhkan
mulai dari pengadukan hingga semen menjadi keras. Sedangkan working time
adalah waktu yang dibutuhkan untuk mencapai konsistensi luting atau
perekatan. Standar setting time menurut !/S1?!4! spesifikasi no E6,
konsistensi perekatan ? luting berkisar pada #,< menit hingga C menit pada
suhu tubuh 7B derajat 3elcius% dengan 60-E0 detik pertama merupakan lama
waktu yang dibutuhkan untuk pencampuran semen.
2.3.! Ke'ua$an ,2#mpess"3e &$en)$h-
!/S1?!4! spesifikasi no E6 menetapkan bahwa standar konsistensi
luting dari semen kedokteran gigi harus menunjukkan minimum #$ jam
compressi"e strength sebesar B0 &pa.
2.3./ Kelau$an
B
8elarutan dalam air dan cairan dalam mulut juga merupakan suatu
faktor yang penting untuk dipertimbangkan dalam properti semen. (ada
umumnya, water based cement memiliki kelarutan dalam air dan cairan dalam
mulut lebih tinggi dibandingkan resin atau oil based cements.
2.! Klas"*"'as" semen 'e(#'$ean )")" be(asa'an 'e)unaan
2.!.1 &emen &en) +#s*a$
Semen seng fosfat merupakan bahan semen tertua yang masih digunakan
sampai sekarang. Semen seng fosfat terdiri dari bubuk dan cairan. Semen ini sering
digunakan sebagai bahan lutting pada penggunaan material restoratif metal maupun
metal-keramik, selain itu juga sering digunakan sebagai basis amalgam untuk
melindungi pulpa dari konduksi thermal amalgam yang cukup besar 5aum, )EEB%.
!. 8omposisi Semen Seng ;osfat:
8omposisi terdiri dari powder seng oksida E0% dan &agnesium )0 %
danasam phorporic, garam logam dan air sebagai li*uid. (enggunaan sebagai
basis,konsistensi harus seperti dempul, campuran bubuk dan li*uid dengan ratio 6:)
atau sesuai kebutuhan, membentuk adonan yang tidak cair tidak padat, aduk dengan
putaran melawan jarum jam, tempatkan adonan pada tumpatan yang telah diberi
semen eugenol sebagai subbasis. @aktu pengerasan sekitar <-E menit dan kelebihan
tumpatan dibuang (hillips dalam 2icardo, 2. #00$%.
5. Sifat Semen Seng ;osfat
). Semen seng fosfat menunjukkan daya larut yang relatif rendah didalam air
#. (engerasan seng fosfat tidak melibatkan reaksi apapun dengan jaringan
keras disekitarnya atau bahan restorasi lainnya. ,leh karena itu, ikatan
utama adalah berupa kunci mekanis pada pertemuan keuda permukaan dan
bukan oleh interaksi kimia
7. Sifat biologi dari semen ini memiliki keasaman yang cukup tinggi pada saat
protesa ditempatkan pada gigi. 8emudian pF akan naik dengan cepat tetapi
masih sekitar <,< pada jam ke-#$. 9ika digunakan adukan yang encer pFh
akan lebih rendah dan akan tetap rendah pada jangka waktu yang lama
$. Sifat semen seng fosfat yang lain diantranya : meminimalkan kebocoran
mikro, memberikan perlindungan terhadap pulpa, memiliki daya anti
C
bakteri, rasio bubuk dan cairan mempengaruhi kecepatan pengerasan
diputra, #00)%
3. ;ungsi Semen Seng ;osfat
)% Sebagai bahan tambalan sementara
Sebagai tambalan sementara, semen ini didasari oleh Seng okside yang
dicampur dengan cairan asam fosfat <0%. 5ila menggunakan Seng phosphatemaka
ka"itas tidak terlalu besar dan kekuatan pengunyahan yang dipusatkan pada daerah
gigi tersebut tidak boleh terlalu besar. 'ntuk menjamin kestabilan dan kekuatan
tambalan sementara serta mencegah fraktur dari sisa cups di sekeliling ka"itas yang
besar, bahan ini di gunakan bersama dengan plat tembaga lembut yang dipotong dan
dibentuk yan gkemudian disemenkan di sekliling mahkota dan tambalan sementara
dengan menggunakan semen yang sama Smith 50/ dalam 2icardo, 2. #00$%.
#% Sebagai 5ahan 5asis dan (elapik
Sedangkan sebagai basis, digunakan dalam bentuk dempul dan bentuk lapisan
yang relati"e tebal untuk menggantikan dentin yang sudah rusak dan untuk
melindungi pulpa dari iritasi kimia dan fisik serta menghasilkan penyekat terhadap
panas dan menahan tekanan yang diberikan selama penempatan bahan restorati"e
8idd .! dalam 2icardo, 2. #00$%.
7% Sebagai 5ahan (erekat 1nlay, 9embatan dan (asak 1nti
Sebelum memulai penyemenan, terlebih dahulu dilakukan pembersihan dan
pengeringan daerah kerja, semen fosfat dnegn slow setting dibuat dengan menmbah
bubuk dalam jumlah secukupnya dalam cairan sekitar )-),< menit pada glass slab
yang dingin, semen yang telah dicampur dioleskan pada bahan resatoratif dan
dimasukkan kedalam ka"itas kemudian ditekan secara intermitten sampai posisinya
benar-benar baik. Semen yang telah benar-benar mengeras, sangat penting untuk
membersihkan sisa-sisa semen di bagian proksimal dan ser"ikal untuk menghindari
iritasi gingi"a 3raig dalam 2icardo, 2. #00$%.
4. &anipulasi Semen Seng ;osfat
). Siapakan 7-6 tetes cairan dan bubuk ke glass plate dengan perbandingan rasio
bubuk banding cairan 7:). Semakin tinggi rasio semakin baik sifat-sifatnya.
#. 3ampur bubuk dengan cairan. 3ampur bubuk sedikit demi sedikit. 'ntuk
memperoleh konsistensi yang diinginkan, suatu aturan yang baik untuk diikuti
E
adlah mengaduk selama )< detik setelah setiap kali menambahkan bubuk.
(enyelesaian pengadukan biasanya membutuhkan waktu selama ),< menit.
7. 8onsistensi sebenarnya ber"ariasi sesuai dengan tujuan penggunaan semen.
'ntuk penggunaan sebagai basis harus mencapai konsistensi seperti pasta.
.. @aktu pengerasan
@aktu pengerasan seng fosfat sesuai dengan spesifikasi !4! /o.E adalah
antara <-E menit
;. ;aktor yang mempengaruhi waktu kerja dan pengerasan Semen Seng ;osfat.
). 2asio bubuk dan cairan
@aktu kerja dan pengerasan dapat ditingkatkan dengan mengurangi rasio
bubuk:cairan. Tetapi prosedur ini bukan cara yang bisa diterima untuk
memperpanjang waktu pengerasan karena tindakan ini mengganggu sifat fisik
dan menghasilkan semen dengan pF awal yang rendah.
#. 8ecepatan pencampuran bubuk
Sejumlah bubuk yang secara bertahap ditambahkan pada saat pencampuran
kedalam cairan akan menambah waktu kerja dan pengerasan dengan
mengurangi jumlah panas yang ditimbulkan dan memungkinkan lebih banyak
bubuk yang bisa digabungkan dalam adukan. 8arena itu cara seperti ini
merupakan prosedur yang dianjurkan untuk semen seng fosfat.
7. Temperatur alas aduk
(endinginan alas akan memperlambat reaksi kimia antara bubuk dan cairan
sehingga pembentukan matriks juga diperlambat. 1ni memungkinkan
dimasukkannya bubuk dalam jumlah optimal kedalam cairan tanpa adonan
menjadi sangat kental. !nusa"ice, #00$%
2.!.2 4"n1 5's"(e Eu)en#l
Semen ini biasanya dikemas dalam bentuk bubuk dan cairan atau kadang-
kadang sebagai dua jenis pasta. Tersedia berbagai jenis formula ,S. untk restorasi
sementara dan jangka menengah, pelapik ka"itas, basispenahan panas, dan semen
perekat sementara serta permanen. 9uga berfungsi sebagai penutup saluran akar dan
dresing periodontal. pF-nya B pada saat dimasukkan ke dalam gigi. Semen ,S.
adalah salah satu bahan yang paling tidak mengiritasi dari semua bahan gigi dan
merupakan penutup yang istimewa terhadap kebocoran Anusavice, 2003%.
5erbagai formula dan kegunaan disebutkan dalam spesifikasi !4! /o.70 untuk
bahan restorasi ,S., yang menyebutkan empat jenis ,S.. Semen ,S. Tipe 1
digunakan untuk semen sementara. Tipe 11 digunakan untuk semen permanen dari
)0
restorasi atau alat-alat yang dibuat di luar mulut. Tipe 111 digunakan untuk restorasi
sementara dan basis penahan panas. Sedangkan Tipe 1= digunakan untuk pelapik
ka"itas. 8egunaan yang terakhir ini menganjurkan penggunaan bahan sebagai lapisan
pada dinding pulpa untuk melindunginya terhadap iritasi kimia dari bahan restorasi.
/amun ketebalannya tidak menandai untuk memberikan perlindungan panas pada
pulpa !nusa"ice, #00$%.
!. 8omposisi +inc ,ksida .ugenol
Bahan6bahan +un)s"
P#7(e +inc o-ide 6E,0%
@hite rosin #E,7%
+inc stearate ),0%
+inc acetate 0,B%
&agnesium o-ide
5ahan utama
'ntuk mengurangi
kerapuhan pada semen
!kselelator
5ereaksi dengan eugenol
Ai*uid .ugenol C<,0 %
,li"e oil )<,0 %
5ereaksi dengan 6inc okside
(lastici6er
5. ;ungsi +inc ,ksida .ugenol
a. Sebagai 2estorasi Sementara
5ahan-bahan yang digunakan untuk restorasi sementara diharapkan bertahan
selama jangka waktu yang pendek, misalnya beberapa hari atau paling lama beberapa
minggu. 2estorasi ini dapat berfungsi sebagai perawatan restoratif sementara sambil
menunggu pulpa sembuh atau sampai tambalan jangka panjangnya selesai dibuat dan
siap untuk dipasang. Semen ,S. Tipe 1 hampir secara uni"ersal digunakan untuk
perawatan sedatif, penutupan sementara, dan semen yang permanen. 8arena tambalan
semen ini akhirnya akan dilepas, kekuatan maksimal yang diperbolehkan menurut
Spesifikasi !4! /o.70 adalah 7< &pa !nusa"ice, #00$%.
b. Sebagai 2estorasi 9angka &enengah
8adang-kadang muncul kebutuhan akan restorasi jangka menengah, terutama
pada pedodontik. &isalnya, pada pasien karies rampan yang lebih baik membuang
semua jaringan yang telah mengalami demineralisasi dari lesi karies dengan sesegera
))
mungkin untuk mengurangi kosentrasi bakteri kariogenik sehingga menghentikan
proses karies. 5egitu penghilangan awal dari karies selesai dijalankan dan pasien telah
dialihkan ke keadaan resiko rendah karies, dokter gigi dapat melanjutkan perawatan
dengan restorasi jangka panjang. 9arak waktu antara pembuangan jaringan karies dan
penyelesaian pekerjaan restorasi dapat beberapa bulan atau lebih lama lagi. Selama
periode menunggu ini, gigi harus dilindungi dengan jenis restorasi yang telah lama
!nusa"ice, #00$%
3. Sifat +inc ,ksida .ugenol
Sifat fisik. Seperti pada semua semen lain, rasio bubuk:cairan dari semen ,S.
akan mempengaruhi kecepatan pengerasan. Semakin tinggi rasio bubuk:cairan,
semakin cepat pengerasannya. (endinginan alas aduk akan memper lambat waktu
pengerasan kecuali temperaturnya di bawah titik pengembunan. 4i bawah titik embun
ini, kondesat akan bergabung dengan adukan dan reaksi pengerasan akan dipercepat
!nusa"ice, #00$%
'kuran partikel akan mempengaruhi kekuatan. (ada umumnya, ukuran perikel
yang lebih kecil akan meningkatkan kekuatan. (enggantian sebagai eogenol dengan
asam orto-etoksibensoat berakibat peningkatan kekuatan, seperti juga panggabungan
polimer !nusa"ice, #00$%
;ormula ,S. yang dirancang untuk berbagai kegunaan memiliki kekuatan
yang berkisar antara 7 sampai <<&pa. 8ekuatan semen ,S. tergantung pada tujuan
kegunaanya dan pada formula yang dirancang untuk tujuan tersebut !nusa"ice,
#00$%
4. &anipulasi bahan +inc ,ksida .ugenol
* 5ubuk dalam jumlah secukupnya dan beberapa tetes eugenol diletakkan pada
glass plate
* 5ubuk dan larutan eugenol diaduk sampai mencapai tekstur seperti asta kental
* (asta yang tercampur akan dapt dipegang tanpa melekat pada jari
* 8emudian masukkan adonan kedalam ka"itas
.. ;aktor yang mempengaruhi setting +inc ,ksida .ugenol
)#
!da beberapa faktor yang mempengaruhi reaksi setting dari semen oksida eugenol
diantaranya:
a. 'kuran partikel
b. 2asio bubuk : cairan
c. (endinginan alas aduk
;. 1ndikasi dan 8ontraindikasi
1ndikasi Semen Seng ,ksida .ugenol
). &eredakan rasa sakit
#. 5asis insulatif
7. Tambalan Sementara, misalnya pada pulp capping tidak langsung
$. Sementasi inlay,crown, dan bridge
<. 8aries dentin
8ontra-1ndikasi : 8asus pulpa gangren atau mati. harty, )EE7%
2.!.3 &emen &en) P#l"'ab#'s"la$
4i dalam pencairan bahan semen adhesif yang dapat mengikat kuat dengan
struktur gigi, seng polikarboksilat adalah system semen pertama yang memiliki ikatan
adhesif dengan struktur gigi.
!. 8omposisi dan 8imiawi Semen Seng (olikarboksilat
Semen polikarboksilat adalah sistem bubuk-cairan. 3airannya adalah larutan air
dari asam poliakrilat atau kopolimer dari asam akrilik dengan asam karboksilat lain
yang tidak jenuh, misalnya asam itakonik. 5erat molekul dari poliasam berkisar
antara 70.000 sampai <0.000. 8onsentrasi asam dapat ber"ariasi di antara satu semen
dengan semen lainnya tetapi biasanya sekitar $0%
8omposisi dan prosedur pembuatan bubuknya mirip semen seng fosfat.
5ubuknya mengandung oksida seng dengan sejumlah oksida magnesium. ,ksida
stanium dapat menggantikan oksida magnesium. ,ksida-oksida lain, misalnya
bismuth dan aluminium, juga dapat ditambahkan. 5ubuk ini juga dapat mengandung
sejumlah kecil stannous fluorida, yang mengubah waktu pengerasan dan memperbaiki
sifat manipulasi. 'nsur ini merupakan bahan penambah yang penting karena juga
)7
meningkatkan kekuatan. /amun, fluorida yang dilepaskan semen silikofosfat dan
ionomer kaca. !nusa"ice, #00$%
5. 2eaksi pengerasan Semen seng (olikarboksilat
Semen ini melibatkan pelarutan permukaan partikel oleh asam yang kemudian
melepaskan ion-ion seng, magnesium, dan timah, yang menyatu ke rantai polimer
melalui gugus karboksil, seperti yang digambarkan pada 0ambar #<-)#!. 1on-ion ini
bereaksi dengan gugus karboksil dari rantai poliasam yang ada di dekatnya sehingga
terbentuk garam ikatan silang ketika semen mengeras. Semen yang mengeras terdiri
atas matriks gel tanpa bentuk di dalam mana tersebar partikel-partikel yang tidak
bereaksi. 0ambar struktur mikronya mirip dengan semen seng fosfat.
9uga ada jenis semen ini yang pengerasannya oleh air, seperti telah dijelaskan
pada 5ab #$ untuk semen ionomer kaca. (oliasam adalah bubuk yang dikeringkan
dengan cara dibekukan kemudian dicampur dengan bubuk semen. 3airannya adalah
air atau larutan lemah dari /aF
#
(,
$
. &eskipun demikian, reaksi pengerasannya
adalah sama terlepas dari apakah poliasam ini dikeringkan dengan dibekukan dan
kemudian dicampur dengan air atau digunakan larutan poliasam lemah yang
kon"ensional sebagai cairannya. !nusa"ice, #00$%
3. 1katan dengan Struktur 0igi Semen Seng (olikarboksilat
Seperti telah dinyatakan sebelumnya, sifat yang menonjol dari semen
polikarboksilat adalah bahwa semen ini terikat secara kimiawi dengan struktur gigi.
&ekanismenya belum dimengerti sepenuhnya, tetapi mungkin mirip dengan reaksi
pengerasan. Seperti ditunjukkan pada 0ambar #<-)#B, asam poliakrilat bereaksi
melalui gugus karboksil dengan kalsium hidroksiapatit. Seperti dibahas dalam 5ab #$
yang mengacu pada semen ionomer kaca, komponen anorganik dan homogenitas
email lebih besar daripada dentin. 9adi, kekuatan ikatan dengan email akan lebih besar
daripada dengan dentin. 1ni digambarkan dalam 0ambar #<-)7, dimana kekuatan
ikatan dari semen polikarboksilat dengan email dan dentin dibandingkan.
8etebalan Aapisan. 8etika semen karboksilat diaduk pada rasio bubuk: cairan
yang benar, adonannya lebih kental daripada adukan semen seng fosfat. /amun,
adukan polikarboksilat diklasifikasikan sebagai pseudoplastik, dan mengalami
pengenceran jika kecepatan pengolesannya ditingkatkan . Secara klinis, ini berarti
bahwa tindakan pengadukan dan penempatan dengan getaran akan mengurangi
)$
kekentalan semen, dan prosedur ini menghasilkan lapisan dengan ketebalan #< m
atau kurang. !nusa"ice, #00$%
4. @aktu 8erja dan (engerasan Seemn seng (olikarboksilat
@aktu kerja untuk semen polikarboksilat jauh lebih pendek daripada semen
seng fosfat, yaitu sekitar #,< menit dibanding < menit untuk seng fosfat. 1ni
digambarkan pada 0ambar #<-)$ dimana kekentalan semen seng fosfat,
polikarboksilat dan ionomer kaca dicatat sebagai fungsi dari waktu. 0aris datar pada
kur"a mewakili waktu kerja. (enurunan temperatur reaksi dapat meningkatkan waktu
kerja yang diperlukan untuk sementasi jembatan cekat. Sayangnya, temperatur alas
aduk yang dingin dapat menyebabkan asam poliakrilat mengental. 5ertambahnya
kekentalan membuat prosedur pengadukan menjadi lebih sulit. 4ianjurkan bahwa
hanya bubuk yang didinginkan di lemari pendingin. !nusa"ice, #00$%
.. 1ndikasi dan 8ontraindikasi
1ndikasi :
). Sementasi
#. 5asis
7. Aapik pelekat
8ontra-1ndikasi :
). (erawatan pulpa
#. 8asus pulpa gangren atau mati harty, )EE7%
2.!.! &emen&"l"'a$
Semen Silikat dibuat dengan mencampur powder yang terbuatdari
aluminoFluoro-Silikat glass dengan li*uid7B% asam fosfat. Secara kimia asam
melarutkan dan menggabungkan sebagian kaca. Fal ini menciptakan suatu
matriksyangsangatkerasdanrapuh. 3ampurancairansemeninisamadengan
semenSengfosfat,bagaimanapun,penggunaanutamadalam kedokterangigi
adalahsebagaimaterialyang sewarnadengangigi.8arenamatrikssangatkeras,
rapuhdankurangnya ketahanannyaterhadapabrasi membatasipenggunaannya
sebagaibahanbasisrestorati"e&artin S. #0))%.
Sampaimunculnya kompositresin, silikatadalahmaterialgigi hanya mengisiwarna
)<
yangtersedia,dan satu-satunyaalternatifuntukamalgamperak
sebagainonemas%sederhanabahanpengisipermanen. (enggunaannyaterbatas padagigi
depan,ataudaerahkerusakantidakpadapermukaangigi belakangyang
mempunyaikekutantekan besar&artin S. #0))%.
!. 8euntungan Semen Silikat
Selainwarnanya,adalahterdapatfluoridedari glass,komponendari
bahanmatrikskarenareaksi kimiayangterlibatdalam pencampuranbubuk dengan
cairan%, fluoridecenderung mencegahkarieslebih lanjut disekitar margin,
kenyataannya, merupakan karakteristik dari semua formulasemen gunakan!l-;l-Si
glassdanasam kombinasi%.&asalahutama dengan semen silikat sebagai bahan
restoratif adalah tampilannya. (artikel-
partikelkacarentanterhadaptekanan,mudahberubahwarna dankasar. 8esulitan lain
adalah kerapuhan dari matriks estetik karena menyebabkan permukaan krasing dan
majinal chipping sebagai usia restorasi dan menciptakan lebih
banyaktempatpotensialuntuknoda untuk memperparah&artinS. #0))%.
5. ;ungsi Semen Silikat
2estorasisementaragigianterior2ahmawati,4. #0))%
3. 8omposisi Semen Silikat
3ampurandaripowderSilikaSi,#%,!lumina!l#,7%, senyawafluorida,
beberapagaramkalsiumdenganli*uidphosphoricacid3raigdalam8adariani%.
#00)%.
4. Sifat Semen Silikat
@arnanyasesuaidenganwarnagigidancocokdigunakanuntukrestorasi
gigianterior
Tensil strenghtkurang baik
4aya larut semen di dalam air memang rendah, namun mudah larut
terhadapasamyang terdapatdalamplak yangmelekatdiatasnya
Terikat secara kimiawi dengan struktur gigi karena adanya fluoride
kekuatanikatan dengan emailakan lebihbesar daripadadengandentin%
)6
(erkembangan biomaterial di bidang kedokteran gigi modern dapat menjadi
bukti. Semen silikat merupakan bahan tambal gigi yang pertama kali dikenal. Saat ini,
bahan tersebut sudah mulaiditinggalkan karena mengandung unsur asam yang
dianggap berbahaya bagi pulpa gigi. Sebagai penggantinya kemudian dikenal glass
ionomer cement. (erkembangan bahan tambal terus bergulirdengan adanya resin
komposit polimerisasi sinar tampak. !nusa"ice, #00$%
.. &anipulasi Semen Silikat
ada dua metode pemanipulasian
semeniniyaitudenganmetodepemanipulasianmanualdanmetode
pemanipulasianmekanis ,Gbriendalam Fermanto, A.;&. #00B%
a. (emanipulasian manual
2asio bubuk dan cairan adalah #,# gr : ) ml
Tempat pencampuran bubuk dengan cairan menggunakan glass slab yang tebal
dan dingin, juga menggunakan spatula dari bahan plastik atau cobalt chromium
(engadukan dilakukan dengan teknik memutar selama ) menit.
5ubuk di campurkan ke dalam cairan sedikit demi sedikit untuk
mendapatkan konsistensi yang di inginkan dan baik,Gbriendalam Fermanto,
A.;&.#00B%.
b. (emanipulasian mekanis
4engan menggunakan alat amalgamator.
5ahan yang tersedia dalam bentuk kapsul, bubuk dan cairan dalam satu wadah
dan terpisah dengan sekat.
Sekat ini dapat hancur dengan adanya tekanan dari amalgamator.
@aktu pencampuran dapat di sesuaikan dengan keinginan dan juga pada
pencampurandapatterjadipanasyang mengakibatkan waktu kerja berkurang
,Gbriendalam Fermanto, A.;&.#00B%.
2.!./ &emen &"l"'#*#s*a$
Semen silikofosfat merupakan salah satu semen yang sanggup melepas ion
Ion Leachenable Glass%, khususnya fluoride yang mampu mencegah terbentuknya
)B
karies sekunder, hal ini yang membuat semen silikofosfat masih di pergunakan di
kedoteran gigi. Semen ini merupakan hbri!, kombinasi dari bubuk semen 6ink fosfat
dengan semen silikat dan sering disebut dengan semen silikofosfat 5aum dalam
Fermanto, A.;&. #00B%.
!. ;ungsi Semen Silikofosfat
5ahan perekat untuk restorasi, bahan tambalan sementara dan tambalan gigi
desidui, bahan perekat fi-ed restoration, bahan band orthodontics.
5ahan pembuatan die 3ombe dalam Fermanto, A.;&. #00B%.
5. 8omposisi Semen Silikofosfat
5ubuk semen silikofosfat adalah kombinasi dari bubuk semen silikat dan
semen 6ink fosfat, yang dikemas dalam satu bentuk powder dan li*uid yang akan
dimanipulasi untuk mendapatkan kekentalan yang tepat !ldelina, /.A. #0))%.
)% 8omposisi 5ubuk
a. !luminosilicate glass
b. Seng okside
c. &agnesium okside
#% 8omposisi 3airan
a. !sam fosfat phosphoric acid%
b. !ir
c. Seng dan aluminium salt !ldelina, /.A. #0))%
Salah satu semen silikofosfat yang paling terkenal terdiri atas E0% bubuk
semen silikat dan )0% bubuk semen seng fosfat. (ada umumnya semen silikofosfat
berisi )#% - #<% flourida. 2eaksi penyatuan bubuk dan cairan dapat di gambarkan
sebagai berikut:
Seng ,-ide?aluminosilicate glass H phosphoric acid
Seng aluminosilicate phosphate gel
3. &anipulasi Semen Silikofosfat
(rSeng ,ksida .ugenols pemanipulasian semen silikofosfat sama dengan
semen silika dan semen seng fosfat, dimana ada dua metode pemanipulasian semen
)C
ini yaitu dengan metode pemanipulasian manual dan metode pemanipulasian mekanis
,Gbrien dalam Fermanto, A.;&. #00B%.
a. (emanipulasian manual
2asio bubuk dan cairan adalah #,# gr : ) ml.
Tempat pencampuran bubuk dengan cairan menggunakan glass slab yang tebal
dan dingin, juaga menggunakan spatula dari bahan plastik atau cobalt
chromium.
(engadukan dilakukan dengan teknik memutar circular% selama ) menit.
5ubuk di campurkan ke dalam cairan sedikit demi sedikit untuk mendapatkan
konsistensi yang di inginkan dan baik.
b. (emanipulasian mekanis
4engan menggunakan alat amalgamator.
5ahan yang tersedia dalam bentuk kapsul, bubuk dan cairan dalam satu wadah
dan terpisah dengan sekat.
Sekat ini dapat hancur denag adanya tekanan dari amalgamator.
@aktu pencampuran dapat di sesuaikan dengan keinginan dan juga pada prSeng
,ksida .ugenols pencampuran terjadi panas yang mengakibatkan waktu kerja
berkurang ,Gbrien dalam Fermanto, A.;&. #00B%.
8euntungan dari sistem ini adalah 3ombe dalam Fermanto, A.;&. #00B%.:
). 5ahan tidak di pegang sampai selesai pengadonan sehingga kemungkinan
terkontaminasi berkurang.
#. 4iperoleh perbandingan yang tepat antara bubuk dengan cairan tanpa perlu
menimbangdan sekaligus menghemat waktu.
7. Fasil pencampuran dapat diperoleh dalam waktu yang lebih cepat, misalnya )0
sampai )< detik.
0ambar )0. !lmagamator
@aktu setting tidak boleh terlalu panjang karena bila waktu yang panjang akan
mengakibatkan pekerjaan terhadap gigi akan lama. @aktu setting yang sesuai pada
suhu mulut bagi semen silikofosfat adalah <-B menit pada temperatur 7BI3.
)E
4. ;aktor J faktor berikut ini bersifat memperpanjang waktu setting
Suhu yang lebih rendah dengan menggunakan glass slab yang dingin.
). &engurangi perbandingan bubuk dan cairan dengan menambah jumlah cairan.
#. @aktu pencampuran yang lebih lama dengan mengurangi kecepatan dalam hal
mencampur bubuk ke dalam cairan dan tiap-tiap penambahan. 9uga penghentian
sesaat setelah pencampuran awal sejumlah bubuk ke dalam cairan akan
menambah waktu setting dari semen silikofosfat. Semakin lama bubuk di
tambahkan ke cairan maka akan memperpanjang setting time &essing
Fermanto, A.;&. #00B%
.. Sifat-sifat Semen Silikofosfat
)%. Sifat mekanis
3ompressi"e strength tinggi antara )$0 J )B0 &pa atau #0.000 J #<.000
psi yang akan dicapai setelah #$ jam.
Tensile strength rendah antara C J )7 &pa, menyebabkan semen ini punya
sifat rapuh.
8etebalan lapisan sekitar 70-$0Km menyebabkan sifat toughness yang
baik dan sifat tahan abrasif yang lebih tinggi daripada golongan fosfat.
@aktu pengerasan 7,<-$ menit.
@orking time kira-kira $ menit ,Gbrien dalam Fermanto, A.;&. #00B%.
#%. Sifat ;isis
!nti karies berhubungan kandungan flourida.
7%. Sifat 8imia dan sifat adhesif
8elarutan semen silikofosfat dalam a*uades setelah B hari kira Jkira 0,E J
) %. 8elarutan dalam asam dan dalam mulut lebih dari semen fosfat.
Sifat adhesif silikofosfat secara mekanis karena tidak mempunyai
perlekatkan atau ikatan dengan enamel dan dentin tapi merekatkan antara
kekasaran permukaan ka"itas dengan bahan restorasi 3ombe dalam
Fermanto, A.;&. #00B%.
$%. Sifat 5iologis
8easaman pada semen ini ditimbulkan karena adanya kandungan asam
fosfat, ph semen ini sangat rendah pada awal pengaplikasian pada ka"itas
dan setelah ) jam ph nya $-<. ,leh karena itu, harus di beri perlindungan
#0
pada pulpa agar tidak teriritasi dengan menggunakan calsium hidrok-ida
(hillips dalam Fermanto, A.;&. #00B%.
4. 1ndikasi dan 8ontra indikasi
1ndikasi :
). 5asis
#. Sementasi untuk mulut yang angka kariesnya tinggi
8ontra-1ndikasi :
). 8asus pulpa gangren atau mati harty, )EE7%
2.!.8 &emen I#n#me Ka1a ,&IK-
0ambar )7. 3ontoh produk Semen 1onomer 8aca
Semen 1onomer 8aca merupakan salah satu bahan restorasi plastis di bidang
kedokteran gigi yang perkembangannya paling menarik, bahan ini ditemukan oleh
@ilson dan kenk tahun )EB# sebagai bahan pertama yang paling praktis, sewarna
dengan gigi dan beradhesi secara kimiawi walaupun "ersi awalnya tidak baik dan
alaur dalam cairan mulut ;ord dalam Aubis, ;.A. #00$%.
!. 8lasifikasi Semen 1onomer 8aca
&enurut kegunaannya, Semen 1onomer 8aca diklasifikasikan menjadi:
"# Tipe 1 : Luting $ement
Semen ini berguna untuk merekatkan gigi mahkota atau jembatan, tumpatan
tuang dan alat-alat ortodonti cekat. Semen perekat ini mencegah kebocoran tepi
restorasi dan lapisan semen harus dibuat setipis-tipisnyaagar tidak terlarutkan oleh
cairan mulut.
2# Tipe 11 : %estorative $ement
0una semen ini sebagai tumpatan estetik sewarna dengan gigi
#)
3# Tipe 111 : Liner an! Basis $ement
&# Tipe 1= : Fissure sealants
'# Tipe = : (rtho!ontic $ements
)# Tipe =1 : $ore buil! u*
+# Tipe =11 : Fluori!e releasing
,# Tipe =111 : A%T-atraumatic restorative techni.ue/
0# Type 1L : 1eci!uous teet. (hilips dalam Aubis, ;.A. #00$%
5. 8omposisi Semen 1onomer 8aca
Semen ini adalah sisitem bubuk cairan, yang berbentuk karena reaksi antara
kaca alumino-silikat dengan asam poliakrilat yang sering disebut alumino silikat
poyacrilic acid !S(!%. @illiams dalam Aubis, ;.A. #00$%.
)%. 8omposisi 5ubuk
5ubuk Semen 1onomer 8aca adalah kaca alumina-silikat. @alaupun memiliki
karakteristik yang sama dengan silikat tetapi perbandinagn alumina-silikat lebih tinggi
pada semen silikat &anappallil dalam Aubis, ;.A. #00$%.
Tabel 7. 8omposisi bubuk Semen 1onomer 8aca
#%. 8omposisi 3airan
3airan yang digunakan Semen 1onomer 8aca adalah larutan dari asam
poliakrilat dalam konsentrasi kira-kira <0%. 3airan ini cukup kental cnederung
membentuk gel setelah beberapa waktu. (ada sebagian besar semen, cairan asam
poliakrilat dalah dalam bentuk kopolimer dengan asam itikonik, maleic atau asam
trikarbalik. !sam-asam ini cenderung menambah reakti"itas dari cairan, mengurangi
##
kekentalan dan mengurangi kecenderungan membentuk gel @ilson dalam Aubis, ;.A.
#00$%.
!sam tartaric juga terdapat dalam cairan yang memperbaiki karakteristik
manipulasi dan meningkatkan waktu kerja, tetapi memperpendek pengerasan. Terlihat
peningktan yang berkesinambungan secara perlahan pada kekentalan semen yang
tidak mengandung asam tartaric. 8ekentalan semen yang mengandung asam tartaric
tidak menunjukkan kenaikan kekentalan yang tajam 5aum dalam Aubis, ;.A. #00$%.
Tabel $. 8omposisi 3airan Semen 1onomer 8aca
3. 2eaksi (engerasan Semen 1onomer 8aca
8etika bubuk dan cairan Semen 1onomer 8aca dicampurkan, cairan asam akan
memasuki permukaan partikel kaca kemudian bereaksi dengan membentuk lapisan
semen tipis yang akan mengikuti inti tumpatan ;ord dalam Aubis, ;.A. #00$%.
Selain cairan sam, kalsium, aluminium, sodium sebagai ion-ion fluoride pada
bubuk Semen 1onomer 8aca akan memasuki partikel kaca yang akan membentuk ion
kalsium ca
#H
% kemudian ion aluminium !l
7H
% dan garam fluor yang dianggap dapat
mencegah timbulnay karies sekunder. Selanjutnya partikel-partikel kaca lapisan luar
membentuk lapisan gel @ilson dalam Aubis, ;.A. #00$%.
2etensi semen terhadap email dan dentin pada jaringan gigi berupa ikatan
fisiko-kimia tanpa menggunakan teknik etsa asam. 1katan kimianya berupa ikatan ion
kalsium yang berasal dari jaringan gigi dengan gugus 3,,F karboksil% multipel dari
Semen 1onomer 8aca 0alinggih. #0))%.
!dhesi adalah daya tarik menarik antara molekul yang tidak sejenis pada dua
permukaan yang berkontak. Semen 1onomer 8aca adalah polimer yang mempunyai
gugus karboksil 3,,F% multipel sehingga membentuk ikatan hidrogen yang kuat.
4alam hal ini memungkinkan pasta semen untuk membasahi, adaptasi, dan melekat
#7
pada permukaan email. 1katan antara Semen 1onomer 8aca dengan email dua kali
lebih besar daripada ikatannya dengan dentin karena email berisi unsur anorganik
lebih banyak dan lebih homogen dari segi morfologis 0alinggih. #0))%.
Secara fisik, ikatan bahan ini dengan jaringan gigi dapat ditambah dengan
membersihkan ka"itas dari pelikel dan debris. 4engan keadaan ka"itas yang bersih
dan halus dapat menambah ikatan Semen 1onomer 8aca. !ir memegang peranan
penting selama proses pengerasan dan apabila terjadi penyerapan air maka akan
mengubah sifat fisik S18. Sali"a merupakan cairan di dalam rongga mulut yang dapat
mengkontaminasi S18 selama proses pengerasan dimana dalam periode #$ jam ini
S18 sensitif terhadap cairan sali"a sehingga perlu dilakukan perlindungan agar tidak
terkontaminasi 0alinggih. #0))%.
8ontaminasi dengan sali"a akan menyebabkan S18 mengalami pelarutan dan
daya adhesinya terhadap gigi akan menurun. S18 juga rentan terhadap kehilangan air
beberapa waktu setelah penumpatan. 9ika tidak dilindungi dan terekspos oleh udara,
maka permukaannya akan retak akibat desikasi. 5aik desikasi maupun kontaminasi
air dapat merubah struktur S18 selama beberapa minggu setelah penumpatan. 'ntuk
mendapatkan hasil yang maksimal maka selama (roses pengerasan S18 perlu
dilakukan perlindungan agar tidak terjadi kontaminasi dengan sali"a dan udara, yaitu
dengan cara mengunakan bahan isolasi yang efektif dan kedap air. 5ahan pelindung
yang biasa digunakan adalah "arnis yang terbuat dari isopropil asetat, aseton,
kopolimer dari "inil klorida, dan "inil asetat yang akan larut dengan mudah dalam
beberapa jam atau pada proses pengunyahan 0alinggih. #0))%.
4. Sifat Semen 1onomer 8aca
Sifat Semen 1onomer 8aca adhesi"e yang mengikat enamel dan dentin. 1katan
ini terjadi karean interaksi antara ion-ion golongan karboksil dan semen dan ion-ion
kalsium dari gigi, iakatan ke enamel lebih besar daripda iktannya ke dentin.
(engikatan ini baik sebagai bahan penutupan ka"itas @ilson dalam Aubis, ;.A.
#00$%.
Fal ini diungkapkan oleh &al 4onado pada tahun )EBC, (erbandingan bubuk
terhadap asamnya merupakan faktor penting untuk memperoleh campuran semen
dengan sifat-sifat fisik yang dinginkan. 5eberapa sifat dari Semen 1onomer 8aca yang
akan diuraikan sebagai berikut @ilson dalam Aubis, ;.A. #00$%:
#$
)%. Sifat ;isis Seemn 1onomer 8aca
Sifat-sifat fisis dari Semen 1onomer 8aca, antar lain:
a. !nti karies
1on fluor yang dilepaskan terus menerus membuat gigi lebih tahan
terhadap karies.
b. Thermal ekspansi sesuai dengan dentin dan enamel
c. Tahan terhadap abrasi
!S(! tahan terhadap abrasi, ini penting khususnya pada penggunaan
dalam restorasi dari groo"e yang abrasi ser"ikalnya oleh sikat gigi dan
ka"itas yang erosi.
#%. Sifat &ekanis Semen 1onomer 8aca
Semen 1onomer 8aca juga memiliki sifat mekanis yaitu:
a. $om*ressive strength : )<0 &(a, lebih rendah dari silikat
b. Tensile strength : 6,6 &(a, lebih tinggi dari silikat
c. 2ar!ness : $E 8F/, lebih lunak dari silikat
d. Frakture toughness : 5eban yang kuat dapat terjadi fraktur
&anappallil dalam Aubis, ;.A. #00$%.
7%. Sifat 8imia Semen 1onomer 8aca
Semen 1onomer 8aca melekat dengan baik ke enamel dan dentin, perlekatan
ini berupa ikatan kimia antara ion kalsium dari jaringan gigi dan ion 3,,F dari
Semen 1onomer 8aca. 1katan dengan enamel dua kali lebih besar daripada
ikatannya dengan dentin. 4engan sifat ini maka kebocoran tepi tambalan dapat
dikurangi. Semen 1onomer 8aca tahan terhadap suasana asam, oleh karena
adanya ikatan silang diantara rantai-rantai semen ionomer kaca. 1katan ini terjadi
karena anya polyanion dengan berat molekul yang tinggi (hillips dalam Aubis,
;.A. #00$%.
$%. Sifat 5iologi semen 1onomer 8aca
Semen 1onomer 8aca memiliki sifat biokompabilitas yang cukup baik artinya
tidak mengiritasi jaringan pulpa sejauh ketebalan sisa dentin ke arah pulpa tidak
kurang dari 0,< mm. kontaminasi sali"a selama penumpatan dan sebelum semen
mengeras sempurna akan merugikan tumpatan karena semen akan mudah larut
#<
dan daya adhesi akan menurun. 8a"itas harus dijaga agar tetap kering dengan
mngusahakan isolasi yang efektif serta tumpatan ditutup dengan lapisan resin
atau pernis yang kedap air selama beberapa jam setelah penumpatan untuk
mencegah desikasi karena hilangnya cairan atau melarut karena menyerap air
(hillips dalam Aubis, ;.A. #00$%.
.. 8elebihan dan 8ekurangan Semen 1onomer 8aca
8elebihan semen 1onomer 8aca, diantaranya adalah sebagai berikut:
a. Tahan terhadap penyerapan air dan kelarutan dalam air
b. 8emampuan berikatan dengan email dan dentin
c. 5iokompabilitas
d. .stetika penambahan radiopak untuk penyamaan warna dengan gigi
e. &empunyai kekuatan kompresi yang tinggi
f. 5ersifat adhesi
g. Tidak iritatif
h. &engandung fluor sehingga mampu melepaskan bahan fluor untuk mencegah
karies lebih lanjut
i. &empunyai sifat penyebaran panas yang sedikit
j. 4aya larut yang rendah
k. 5ersifat translusent atau tembus cahaya
l. (erlekatan bahan ini secara fisika dan kimiawi terhadap jaringan dentin dan
email.
8ekurangan Semen 1onomer 8aca, diantaranya adalah sebagai berikut:
a. Tidak dapat menahan tekanan kunyah yang besar
b. Tidak tahan terhadap keausan
c. 4aya lekat pasta lebih kecil terhadap dentin
d. Setelah restorasi butuh proteksi
e. 8ekerasan kurang baik
f. 2apuh dan sensiti"e terhadap air pada waktu pengerasan
g. 4apat larut dalam asam dan air
;. 1/418!S1
). 4igunakan pada gigi sulung
#6
#. 8ekuatan kunyah relatif tidak besar
7. (ada insidensi karies tinggi
$. 0igi yang belum tumbuh sempurna
<. !rea yang kontaminasi sulit dihindarkan
6. (asien kurang kooperatif
2.!.9 Kals"um H"(#'s"(a
8alsiumhidroksida merupakan basis semen saluran akar yang diyakini
memiliki beberapa keunggulan dalam hal dapat terjadi efek terapi yang dapat
merangsang terbentuknya jaringan keras gigi 0utman,)EE6%.8alsium hidroksida
dapat merangsang penutupan biologis pada daerah apikal sehingga menghasilkan
penutupan apeks yang lebih dapat meningkatkan keberhasilan perawatan.
8alsiumhidroksidaadalahsenyawakimiadenganrumus 3a,F%#.
8alsiumhidroksidadapatberupakristaltidakberwarnaataububukputih.
8alsiumhidroksidadapatdihasilkanmelaluireaksikalsiumoksida 3a,% dengan air.
3ao H F#, 3a,F%#%
8alsium hidroksida adalah suatu bahan yang bersifat basa kuat dengan pF )#-)7.
!. Sifat bahan 8alsium Fidroksida
5iokompatibilitas M baik, karena menimbulkan reaksi respon saluran akar
yang baik dengan sedikit mengiritasi pulpa. 1ni di dasari karena gambaran
histologis pulpa, yang menunjukkan penyembuhan awal dari pembentukkan
jembatan dentin konsisten yang lengkap.
3elah mikroM tujuan perawatan saluran akar, untuk menutup akar dgn rapat
agar terhindar dari masukny bakteri, tidak mengalami pengerutan, kalsium
hidroksida sama seperti +,., untuk sifatcelah mikro.
(erubahan pFM memiliki sifat alkalis? basa, kalsium hodroksida brsifat basa
sehingga dapat menghalangi dan menghambat pertubuhan bakteri terutama
disekitar pulpa dengan ion hidroksil dan merangsang pertumbuhan dentin
reparatif.
&erangsang perbaikan apikalM dapat menstimulasi perbaikan jaringan keras
gigi dalam banyak keadaan dan dapat berkontak lansgsung dengan jaringan
periapikal.
#B
(erlekatan? adesifM adadua merek kalsium hidroksid, scalapeks memiliki
kekuatan perlekatan yang lemah, sedangkan calciobiotik lebih baik
@enberg,)EE0%.
5. !plikasi 8alsium Fidroksida
4alam &anappallil #007% kalsium hidroksida dapat diaplikasikan sebagai
kaping pulpa langsung dan tidak langsung ,sebagai basis kekuatan rendah
dibagian bawahnya restorasi silikat dan komposit untuk perlindungan pulpa,
dan untuk prosedur apeksifikasi pada gigi permanen muda yang pembentukan
akarnya tidak lengkap.
8aping pulpa?pulp capping didefinisikan sebagai aplikasi dari satu atau
beberapa lapis bahan pelindung diatas pulpa "ital yang terbuka. (ulp capping
ada # jenis:
). (ulp capping tidak langsung
#. (ulp capping langsung
3. &anipulasi dan waktu setting 8alsium Fidroksida
8alsium hidroksida dimanipulasi dengan cara mencampur pasta base dan
katalis diatas paperpad dengan menggunakan metal spatel atau ball-ended instrument
ukuran kecil. 5ase dan katalis dibagi dalam porsiyang sama dan dicampur sekitar )0
detik dengan waktu setting dari #-Bmenit. @aktu setting ber"ariasai antara #,<-<menit
&anappallil, #007%.
4. ;aktor yang mempengaruhi reaksi setting 8alsium Fidroksida
&enambahkan rasio katalist ke dalam pasta base dapat mempercepat waktu
setting khusus akselerator pada katalist
8elembapan dan panas dapat mempercepat setting
Setting time diperlambat dengan pengeringan dan perlindungan
Fussain,#00$%.
.. 8euntungan 8alsium Fidroksida
#C
&empunyai efek bersifat bakterisidal dan desinfektan. 8onsentrasi ion
hidroksil yang tinggi dapat membunuh mikroorganismedi dalam saluran
akaryang tidak terjangkau oleh instrumentasi dan irigasi.
&erangsang pembentukan jaringan keras
&encegah resorpsi tulang
Tidak menyebabkan perubahan warna gigi,bukan konduktor panas yangbaik ,
manipulasi mudah dan stabil.
&engurangi kepekaan rasa nyeri dentin terhadap rangsangan dari luar dan
dari dalam
4aya iritasi ringan
&enghambat fagositas mikrofag sehingga dapat menurunkan reaksi inflamasi
pada periapikal.
;. 8erugian 8alsium Fidroksida
Tidak dapat menutup permukaan fraktur pada kasus injury traumatik pada
gigi "ital.
4apat menghambat perlekatan fungsi sel-sel ligamen periodontal serta
menghambat proses penyembuhan permukaan akar yusmardiana,#00#%.
0. 1ndikasi dan 8ontra indikasi
1ndikasi :
). (ulpa yang tebuka dalam pulp capping dan pulpotomy
#. Aeakage canal
7. !pe-ification, merangsang pembentukan ape-
$. &embentuk jaringan keras gigi
<. 5ahan tambalan sementara untuk infeksi saluran akar
8ontra-1ndikasi :
). (eradangan pulpa pulpitis%
#. 8asus gangren pulpa, seperti: abses. harty, )EE7%
#E
BAB III
K5N&EP MAPPING
70
S.&./ 80
SN!2!T
8A!S1;18!S1
8.8'2!/0!/
4!/
8.A.51F!/
8,&(,S1S1
S1;!T
5!S1S
BAB I.
PEMBAHA&AN
Semen kedokteran gigi adalah campuran powder dan li*uid yang merupakan
reaksi kimia antara asam dan basa. (owder yang bersifat basa dan li*uid yang bersifat
asam membentuk konsistensi berupa pasta kental yang kemudian akan mengeras
menjadi massa yang padat.
.Semen adalah bahan yang penting untuk keperluan klinis karena aplikasi
penggunaanya sebagai lutting perekat% untuk merekatkan denture dan orthodontic
band padagigi, sebagai ca"ity liner dan basis untuk melindungi pulpa serta sebagai
bahan restorasi. 'ntuk berbagai aplikasi tersebut diperlukan berbagai jenis
semen yang semakin berkembang untuk memenuhi criteria bahan aplikasi yang akan
digunakan. 5erbagai jenis semen yang digunakan adalah +inc
(olyacrylate?(olycarbo-ylate 3ements, 0lass 1onomer 3ements, 2esin-&odified
0lass 1onomer 3ements, 3omposites and !dhesi"e 2esin, 3ompomers, +inc ,-ide-
.ugenol, /oneugenol-+inc ,-ide, 8alsiumFidroksida
Sebagian besar semen dipasok dalam bentuk bubuk dan cairan. &aterial ini
dapat dimanipulasi secara manual dengan menggunakan ratio bubuk dan cairan yang
tepat, maupun secara mekanik dalam bentuk kapsul. Selain bentuk bubuk dan cairan,
7)
!(A18!S
1
2.ST,2!S1 (.2.8!T A1/.!2
semen juga dapat ditemukan dalam bentuk system dua pasta.&etode dan alat yang
digunakan untuk manipulasi dari tiap semen berbeda.4iperlukan manipulasi yang
tepat untuk menghasilkan output yang bagus.
5eberapa;ungsidarimasing-masing semen yaitu :
). Seng fosfat: 5ahan perekat untuk restorasi dan peralatan ortodontik
#. Seng oksida J eugenol: 2estorasi sementara dan menengah, 5ahan perekat
sementara dan permanent untuk restorasi, bahan penahan panas, pelapik
ka"itas, penutup pulpa.
7. (olikarboksilat: 5ahan perekat untuk restorasiO basis penahan panas.
$. Silikat P Silikofosfat: 2estorasi gigi anterior P 5ahan perekat untuk restorasi
<. 013: (erekat, 2estorasi, basis dan liner
6. 8alsium hidroksida: 5ahan penutup pulpa pulp cappig% basis penahan panas
BAB .
PENUTUP
/.1 Kes"mpulan
5erbagai macam bahan di gunakan dalam dunia kedokterangigi salah satunya
adalah semen kedokterangigi.5erbagaimacam semen kedokterangigiseperti+inc
(hosphate 3ements, +inc (olyacrylate?(olycarbo-ylate3ements,0lass1onomer
3ements, +inc ,-ide-.ugenol , 3a"iton, danjuga relay-L. Nang masing-masing bahan
memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing dan dapat di aplikasikan sesuai
fungsi masing-masing.
Syarat bahan semen yang akan di aplikasikan harus dipertimbangkan seperti
tidak toksik, tidak larut dalam sali"a, harus dapat menanggung beban kunyah, harus
dapat digunakan dalam jangka waktu beberapa lama melihat dari indikasi dan kontra
indikasi dari suatu bahan yang akan digunakan dan di aplikasikan. 4an yang paling
penting bahan yang akan digunakan harus dapat menggantikan struktur gigi yang
hilang.
/.2 &ARAN
(adapemilihan semen kedokteran gigi harus di perhatikan pada
syarat,komposisi,jenis danfungsi dari bahan semen kedokterangigi yang akan
diaplikasikan agar dapat berfungsi maksimal dan menggantikan struktur gigi yang
hilang.
7#
DA+TAR PU&TAKA
!nusa"ice , 8enneth 9. #00$. (hillips 5uku !jar 1lmu5ahan8edokteran 0igi. .03:
9akarta
!ldelina, /.A. #0)). Semen Siliko3os3at QSerial ,nlineR.
http:??www.scribd.com?doc?$EE7#C<6?Semen-Silikofosfat
!ryono, !lif 3handra. #0)). Semen 1alamBi!ang4e!okteran Gigi. ;80
'ni"ersitas/egeri9ember
3raig et al #00$%. 4ental &aterials, (roperties and &anipulation, C
ed
3ombe
)EE#%. /ote of 4ental &aterials, 6
ed
;eronica, .lly6aFerda, dan!ndiSoufyan. #0)0.
1isintegrasi!ankekuatantekan*a!abebera*atum*atansementara!enganbahan
!asar 5inc o6i!e ang !igunakan !i klinik %SG78 Fakultas4e!okteran Gigi
9niversitas In!onesia. 9akarta :9urnal (401 =ol <E /o.7
0alinggih. #0)). Semen Ionomer4aca QSerial ,nlineR.
http:??galinggih.wordpress.com?#0)0?0$?07?semen-ionomer-kaca?
Fermanto, A.;&. #00B. 8enggunaan Semen Siliko3os3at !i 4e!okteran Gigi QSkripsiR.
&edan. ;80-'S'.
http:??repository.usu.ac.id?bitstream?)#7$<6BCE?C076?)?0706000<B.pdf
Fayati. #007. Semen 1onomer8aca&odifikasi 2esin Sebagai5ahan2estorasi. Skripsi.
&edan ;80 'S'
8adariani. #00). Semen Basis Sebagai Insulator Terha!a* Thermal Shock !i
Ba:ah%estorasiLogam QSkripsiR. &edan. ;80-'S'.
http:??repository.usu.ac.id?bitstream?)#7$<6BCE?C0)C?)?E60600076.pdf
77
Aubis, ;.A. #00$.Semen Ionomer4aca!iti;au 1ari
4elebihannaTerha!a*BahanTum*atan8lastisLainnaQSkripsiR. &edan. ;80-
'S'.http:??repository.usu.ac.id?bitstream?)#7$<6BCE?C)C0?)?00060006$.pdf
&artin S. #0)). Silicate<$ement QSerial ,nlineR
http:??www.doctorspiller.com?3omposites?alflsiScements.htmTSilicateS3emen
t
/ugroho, !. #0)).Semen Sebagai LutingQSerial ,nlineR.
http:??www.scribd.com?doc?<6B60E0C?Semen-Sebagai-Auting
&edicept 4ental 1ndia ("t. Atd. #0)).1ental 8olcarbo6late $ement QSerial ,nlineR.
http:??www.fu6ing.com?"li?0070)<f)B#<7?4ental-(olycarbo-ylate-3ement
7$