Anda di halaman 1dari 39

Diary Dokter Muda

Risti Graharti

TELINGA HIDUNG TENGGOROKKAN


&
KEPALA DAN LEHER

Edisi
Stase Minor

dilarang mengubah hak cipta

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr. Wb

Buku ini sengaja dibuat untuk memperlancar teman-teman sejawat melewati stase THT.
Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang dikumpulkan oleh penulis dari berbagai catatan kakak tingkat
dan teman-teman sejawat yang berhasil dikumpulkan. Terimakasih kepada semua yang telah
berpartisipasi menyumbang bahan untuk buku ini.
Bahan ini disadari tidak sempurna, masukan teman-teman diharapkan dapat memperkay abuku
ini. Diary ini masih akan terus mengalami update dan diwariskan oleh penulis utama kepada dokter
muda periode selanjutnya. Mengganti hak cipta dengan nama kalian atau ucapan terima kasih tanpa
menyumbang apapun ataupun tanpa izin penulis utama merupakan sikap yang

sangat tidak

profesional dan tidak menghargai kerja keras serta waktu yang dibutuhkan penulis utama. Maka
mulai edisi ini, diary ini diproteksi.
Saya menunggu masukan dan saran teman-teman untuk terus memperbarui diary dokter muda
ini. Semoga buku ini dapat bermanfaat walau sedikit. Semoga lancar kepaniteraan klinik temanteman sejawat.
Bandar Lampung, 12 November 2014

Risti Graharti
0918011073

graharti@yahoo.com

Diary Dokter Muda Ristis Stase Minor THT

PERCEPTOR :
1. dr. Fatah Satya Wibawa, Sp. THT-KL
2. dr.Hanggoro, SP. THT

ASISTEN PERCEPTOR :
dr. Yeni Octarina

MADE SPECIALLY FOR :


My Family
George Pestalozi
Sejawat Dorlan

THANKS FOR:
Allah SWT, Mamah-Papah, Adik-adikku tercinta, kak George, dan keluargaku
Widhi Astuti, Yeni Octaria Bukit, Debora Febrina,Aprilia Elisabeth, Edy Timanta Tarigan, Satya Adi
Nugraha

UNIVERSITAS LAMPUNG
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ABDOEL MOELOEK BANDAR LAMPUNG
JUNI 2013
graharti@yahoo.com

Diary Dokter Muda Ristis Stase Minor THT

DAFTAR ISI

I.

Kasus terbanyak THT

II.

Pedoman Tata Kerja dr. Muda THT-KL

III.

Karakter Perceptor

IV.

Bimbingan dr. Fatah Satya W

graharti@yahoo.com

Diary Dokter Muda Ristis Stase Minor THT

KASUS KASUS TERBANYAK THT-KL RSAM

Serumen prop (cp)


Otitis eksterna (oe)
Otitis media akut (oma)
Otitits media kronik
Sinusitis (sn)
Rinitis
rhinosinusitis
Faringitis
Tonsilitis (te)
Otalgia (nyeri telinga)
Dysphagia
Mastoiditis
Polip
Ca Nasopharing

graharti@yahoo.com

Diary Dokter Muda Ristis Stase Minor THT

PEDOMAN TATA KERJA DOKTER MUDA THT-KL RSAM


1. Mahasiswa yang akan mengikuti kegiatan kepaniteraan di bagian THT-KL RSUD-AM harus
membawa surat pengantar dari sekretariat Program Pendidikan Profesi Dokter RSUD dr.H.Abdul
Moeloek Propinsi Lampung dan segera melapor kepada Ka. SMF pada hari pertama melaksanakan
kegiatan di bagian THT-KL RSUD-AM. Dalam hal KA.SMF berhalangan, dapat melapor kepada staf
SMF THT-KL yang lain.
2. Ka. SMF akan memberikan arahan dan petunjuk tentang tata tertib dan hal-hal yang berkaitan
dengan kegiatan, tugas, dan tanggung jawab mahasiswa pendidikan dokter di bagian THT-KL
RSUD-AM
3. Pembimbing utama adalah dokter spesialis, sedang dokter umum berperan sebagai asisten
pembimbing utama yang bertugas dalam membantu kelancaran terlaksananya kegiatan
kepaniteraan di SMF THT-KL RSUD-AM.
4. Paramedis dan tenaga lainnya di bagian THT-KL RSUD-AM diharapkan pula dapat berperan dalam
kelancaran kegiatan kepaniteraan para mahasiswa Program Pendidikan Dokter
5. Mahasiswa dibagi menjadi beberapa kelompok disesuaikan dengan jumlah pembimbing utama
yang ada di SMF THT-KL RSUD-AM
6. Masing-masing kelompok mahasiswa akan mendampingi atau mengikuti kegiatan yang dilakukan
oleh pembimbing utamanya dalam melaksanakan pelayanan kesehatan di bagain THT-KL RSUDAM
7. Jika seorang pembimbing utama akan memberikan tutorial dan menganggap bahwa materinya
perlu bagi seluruh mahasiswa, maka mahasiswa dari kelompok lain dapat meminta ijin kepada
pembimbing utamanya untuk meninggalkan kegiatan yang dilakukan oleh pembimbing utama
tersebut.
8. Mahasiswa dapat melakukan kegiatan rangakaian penegakkan diagnosis sampai dengan usulan
pemeriksaan penunjang di poliklinik rawat jalan setelah dianggap cakap atau memenuhi syarat
oleh pembimbing utamanya, mendampingi (observasi) pembimbing utama di kamar operasi,
evaluasi atau follow up pasien pre dan post operasi di ruangan rawat inap.
9. Ujian hanya dapat dilaksanakan oleh para pembimbing utama jika kehadiran mahasiswa dalam
kegiatan kepaniteraan mencapai minimal 80%
10. Nilai tutorial dan ujian mahasiswa kepaniteraan dari para pembimbing utama atau penguji
diserahkan kepada Ka. SMF yang selanjutnya akan diteruskan kepada sekretariat Program
Pendidikan Profesi Dokter di RSUD dr.H.Abdul Moeleok Propinsi Lampung.

graharti@yahoo.com

Diary Dokter Muda Ristis Stase Minor THT

DIARY KOAS THT


Hari pertama masuk bawa surat pengantar dan temui dr. Fatah dan dr. Yeni, serta kenalan dengan
kakak perawat. Surat jangan sampai lupa bawa dan janagn menunda, dr. Fatah bisa marah.
A. KARAKTER PERCEPTORAN DAN DOKTER UMUM
1.

2.

3.

dr. Fatah satya w, sp. Tht-kl


Perfectionist, tegas, sigap, to the point, sistematis
Nulis gelar harus lengkap
Tidak suka kata apakah
Jawab yang hanya ditanya
dr. Hanggoro, sp. Tht
Dipanggil pakde di poli oleh kakak perawat
Kalo di poli pasiennya kita panggilkan
Baik
Tanya kalo ada yang tidak bisa, beliau senang menjelaskan
dr. Yeni octarina
Kalau telat kena marah, absen dicoret.

B. JADWAL DOKTER RUANGAN dan SPESIALIS


HARI
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jumat
Sabtu

RUANGAN
dr. Hanggoro
dr. Fatah
dr. Hanggoro
dr. Fatah
dr. Hanggoro
dr. Fatah

OK
Bisa
siapa
saja

POLI
dr. Fatah
dr. Hanggoro
dr. Fatah
dr. Hanggoro
dr. Fatah
dr. Hanggoro

C. KEHIDUPAN KOAS THT


Kami dari 5 orang dibagi menjadi 2 kelompok. Setiap kelompok bergantian menjaga poli dan
OK+ruangan setiap 2 hari.
#jadi tiap kelompok kebagian dr. Fatah dan dr. Hanggoro
graharti@yahoo.com

Diary Dokter Muda Ristis Stase Minor THT

Datang pagi jam setengah 8 di ruang Anggrek, jangan lupa absen di meja dr. Yeni (absen kita buat
sendiri pada hari pertama lalu dikumpul di meja dr. Yeni).
1.
a.

OK + Ruangan
Ruangan
Follow up pasien di ruangan meliputi TTV dan Keluhan saja. Jika pasien baru beserta riwayat
penyakit.
# Jika kalian kerajinan tetep bakal dicoret status kalian di les nya.
# Disarankan datang jam 7 pagi.
Jika jadwal dr. Hanggoro di ruangan, salah seorang anggota kelompok tinggal di ruangan
untuk menunggu visit dr. Hanggoro

b. OK
Antar pasien setelah operan kakak-kakak perawat, kira-kira jam 8nan.
Periksa apakah pasien sudah menandatangani lembar persetujuan medis dan melengkapinya
dengan fotokopi KTP 1 buah pada lest pasien
Tulis nama dan ttd kalian di lest pasien pada kolom pengantar pasien
Atur pasien agar ganti baju di RR
Kalian ganti baju OK
Tunggu pasien, atau bawa lest langsung ke OK 4 (THT selalu di OK 4)
#karena dr. Fatah tiba-tiba nongol dan pernah kejadian kelewatan satu operasi kemarin T.T
Bantu persiapan pasien operasi, bantu dr. Pakai baju dan bantu kakak perawat
On look
Tanya jika ada pertanyaan
2. Poliklinik
a. Pertama di poli, belum boleh periksa. Jika sudah bimbingan dengan dr. Fatah, dan bisa menjawab
pertanyaan, kalian baru diperbolehkan memeriksa pasien.
Untuk memeriksa pasien siapkan :
Handuk, ambil dari lemari
2 bengkok kecil. Satu diisi sabun baru diisi air, satu kosomg
2 spatula lidah
2 spekulum hidung
Otoskop (kumpulkan uang kas untuk beli baterai)
Pada lest poliklinik tulis:
Keluhan Utama
Keluhan Tambahan
Riwayat Penyakit Sekarang
Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat Pengobatan, Riwayat Alergi Obat
Hasil Pemeriksaan Fisik
graharti@yahoo.com

Diary Dokter Muda Ristis Stase Minor THT

Pemeriksaan Penunjang Anjuran


Diagnosis Banding
Diagnosis Kerja
b.
c.
d.
e.

Minta ajarin audiometri


Kalau dr sudah datang, dampingi dokternya ambil posisi di belakang dokter.
Dokter yeni dan dokter fatah memanggil sendiri pasiennya
Dr hanggoro kita panggilikan

Jika sudah selesai dengan tugas masing-masing kembali ke Anggrek. Poli biasanya selesai jam
setengah 1, OK biasa selesai jam 12. Kalau ada bimbingan dr. Fatah bisa sampai jam 2. Jangan lupa
absen pulang! Khusus THT sudah bisa pulang jam setengah 2
# jangan diikutin!
Kami diantara jam setengah 1 sampai setengah 2 biasanya makan di luar dulu, tanpa kembali ke
Anggrek. Setelah jam setengah 2, kami ke Anggrek untuk absen dan pulang hehe.

graharti@yahoo.com

Diary Dokter Muda Ristis Stase Minor THT

10

OPERASI
A. PERSIAPAN OPERASI
1.

2.

Pasien-pasien yang akan menjalani operasi dapat berasal dari poliklinik rawat jalan atau dari
ruang rawat inap di RSUD dr.H. Abdul Moeloek; direncanakan oleh dokter spesialis THT-KL di
RSUD dr.H.Abdul Moelek (dituliskan pada status rawat jalan/status rawat inap ) ataupun kiriman
dokter spesialis THT-KL dari luar RSUD dr.H.Abdul Moelek.
Pasien-pasien yang akan menjalani operasi harus mendapatkan informasi yang jelas dan lengkap
dari dokter yang merencanakan operasi
Pasien yang akan menjalani operasi harus memenuhi kelengkapan:
Cek Laboratorium darah : di lembar terlampir, Rontgen Thorax
Anak: Komsul ke anak, Anestesi
Dewasa >40 tahun
: Jantung, IPD, Anestesi

3.

4.

5.
6.

dan
Jenis operasi yang akan dikerjakan
Jeis pembiusan yang direncanakan
Konsulen yang akan mengerjakan
Pemeriksaan-pemeriksaan penunjang yang diperlukan
Konsul-konsul pre-operatif sampai persetujuan bagian anestesi
Waktu operasi yang direncanakan (dijadwalkan di anggrek)
Administratif
Pasien-pasien yang akan menjalani operasi harus melaporkan diri ke Anggrek sehari sebelum
jadwal operasi agar dapat dipastikan memenuhi kelengkapan tersebut di atas dan didaftarkan ke
instalasi bedah pusat.
Pasien-pasien yang menjalani operasi harus melaksanakan prosedur standar persiapan preoperatif,
yaitu:
mengisi dan menandatangani surat izin operasi/tindakan
Puasa 6-8 jam pre-operatif; jika direncanakan dalam anarkose umum (pasien tidak puasa obat;
obat-obatan yang sedang dikonsumsi tetap dikonsumsi sesudai jadwalnya)
Persiapan khusus, tergantung operasi yang akan dilakukan
(pemeriksaan atau instruksi khusus yang tertulis dalam status rekam medik, cukur daerah
operasi, dsb)

graharti@yahoo.com

Diary Dokter Muda Ristis Stase Minor THT

11

B. JENIS OPERASI
AWO : athrostomi washed out
Untuk pasien askes dan jamkesmas, yang lain tidak
TE : tonsilektomi
TA : tonsiloadenoktomi

FESS
Teknik operasi pad asinus paransal dengan menggunakan endoskopi yang bertujuan
memulihkan muciciliary clearance dalam sinus. Prinsipnya adalah membuka dan
membersihkan daerah kompleks osteomeatal yang menajdi sumber penyumbatan dan infeksi
sehingga ventilasi dan drainase sinus lancar kembali melalui ostium alami.
Indikasi
Rinosinusitis kronik atau sinusitis akut berulang dan polip hidung yang telah diberi terapi
medikamentosa yang optimal
Rinosinusitis dengan komplikasi dan perluasannya, mukoksa, sinusitis alergi berkomplikasi atau
sinusitis jamur yang invasif dan neoplasia
C. POST OPERASI TONSILO-ADENOIDEKTOMI
1.
2.
3.
4.

5.

Observasi; dapat dilakukan oleh tenaga medis atau paramedis yang bertugas di ruang pemulihan,
ruang observasi, atau ruang rawat inap.
Hal-hal yang harus diobservasi adalah kesadaran, tekanan darah, nadi, respirasi, suhu, dan
perdarahan
Jika dalam observasi hal-hal tersebut di atas ditemukan sesuatu yang tidak normal, segera
dilaporkan kepada dokter operatornya
Pastikan bahwa infus ringer laktat terpasang dan mengalir lancar dengan kecepatan tetesan
antara 10-20 tetes per menit, kecuali dimintakan secara khusus oleh dokter operator maupun
dokter lainnya (dituliskan dalam status rekam medik), baik jenis maupun kecepatan tetesannya
Pastikan posisi tidur pasien miring ke kiri atau ke kanan, mendekati telungkup, agar jika terjadi
perdarahan pasien dapat mengeluarkan darah tersebut dengan cara meludahkannya dan tidak
sampai menelannya
6. Kompres es sekitar leher pasien untuk memeperkecil resiko perdarahan yang mungkin dapat
terjadi
7. Pastikan bahwa pasien tetap menjalani puasa sampai bising usus (+) atau jika pasien sudah
sadar penuh, agar tidak terjadi aspirasi
8. Diet yang diberikan adalah makanan cair
9. Pastikan bahwa pasien mendpatkan obat sesuai dengan instruksi dokter operator atau dokter
lainnya (tertulis dalam status rekam medis)
10. Pasien dapat dipulangkan setelah dilakukan evaluasi oleh dokter operator atau dokter lainnya
setelah dipastikan resiko yang terkait dengan komplikasi operasi dinilai tidak ada atau minimal

graharti@yahoo.com

Diary Dokter Muda Ristis Stase Minor THT

12

OBAT-OBAT THT
KASUS

OBAT

Serumen
Veruka vulgaris
Tonsilitis akut
Faringitis

OMSK

Sinusitis

Post Operasi Sinusitis saat


dirawat
Post Operasi OMSK

graharti@yahoo.com

Otopain tetes telinga


Di cauter dengan balut kapas + aggrentum nitrat
Asam mefenamat 500mg
Amoxicillin 500mg
Ceftriaxone 2dd1
Benazid 1dd1
Sidiatril 2dd1
Klamoksilin 3dd1
Rinofed 3dd1
H2O2 2 dd gtt IV
Asam mefenamat 500mg
Neurodex 3dd1
Cetirizine 2dd1
Cephalexin inj/12 jam
Kalnex inj/8 jam
Keterolac inj/12 jam
Ceftriazon inj 2dd1
Dexametason inj/8jam
Keterolac amp /8jam
RL /8jam
Tramadol inj

Diary Dokter Muda Ristis Stase Minor THT

13

BIMBINGAN dr. FATAH SATYA W, Sp. THT - KL


A. BIMBINGAN DR. FATAH I
1.

Apa Tugas Kalian Di Koas?


Melatih nalar diagnostik
Membandingkan antara teori yang didapatkan selama masa perkuliahan dangan kenyataan
yang ditemukan pada masa dokter muda.
#Dan untuk tahu, maka pengetahuan harus cukup!

2.
a.

Bagaimana Cara Melakukan Pemeriksaan Telinga


Siapkan alat berupa sumber cahaya terarah (head lamp), spekulum telinga, atau otoskop yang
dapat menggantikan head lamp dan spekulum telinga.
Siapkan ruangan dan lingkungan dengan pencahayaan yang cukup
Positioning pasien, lutut pemeriksa bagian kanan berdampingan dengan lutut pasien sebelah
kanan, atau sebaliknya.
Informed conset kepada pasien dan penjelasan prosedur yang akan kita lakukan hingga pasien
mengerti
Untuk memeriksa telinga kanan, tolehkan wajah pasien ke kiri
Nilai telinga kanan bagian luar bagaimana bentuk, ukuran, warna, bagian-bagiannya.
Gunakan otoskop atau spekulum telinga dan head lamp.
Pegang otoskop seperti memegang pensil dengan tangan kiri
Tarik aurikula ke superior posterior, periksa CAE nilai liang telinga dan membran timpani
Palpasi jika perlu
Untuk memeriksa telinga kiri, tolehkan wajah pasien ke kanan
Nilai telinga kiri bagian luar bagaimana bentuk, ukuran, warna, bagian-bagiannya.
Gunakan otoskop atau spekulum telinga dan head lamp
Pegang otoskop seperti memegang pensil dengan tangan kanan
Tarik aurikula ke superior posterior, periksa CAE nilai liang telinga dan membran timpani
Palpasi jika perlu
Simpulkan pemeriksaan

b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.
l.
m.
n.
o.
p.
q.
3.

Bagaimana Telinga Normal?


Telinga Luar
a. Aurikula 2 buah terletak di sisi parietal kepala
b. Membentuk sudut tertentu dengan kepala
c. Bentuk dan ukuran proporsional dengan sesuai umur
graharti@yahoo.com

Diary Dokter Muda Ristis Stase Minor THT

14

d. Ditutupi oleh kulit yang warnanya sama dengan sekitarnya


e. Terdiri dari bagian tragus, helix. Lobulus, antehelix
f. Tidak didapatkan tanda-tanda radang, deformitas, benjolan, nyeri tekan untuk mepertegas yang
normal di atas.
Telinga Dalam
a. Liang telinga lapang ditutupi oleh kulit yang warnanya sama dengan sekitarnya, tidak ada tanda
inflamasi, serumen
b. Bagian dalam dibatasi oleh membran timpani yang intak dengan cahaya (kanan jam 5, kiri jam 7),
membentuk sudut dengan CAE, pada bagian dalam terdapat pars placida, pars tensa, umbo.
c. dinilai warna, refleks cahaya, tidak ada sekret, tidak ada perforasi.
4.

Bagaimana cara pemeriksaan fungsi telinga?


Tes rinne
Membandingkan hantaran melalui udara dan tulang pad atelinga yang diperiksa
Tes weber
Membandingkan hanatran tulang telinga kiri dengan telinga kanan
Tes schawabach
Membandingkan hantaran tulang orang yang diperiksa dengan pemeriksa yang pendengarannya
normal

5.

Bagaimana Cara Melakukan Pemeriksaan Hidung?


Siapkan alat berupa cahaya terarah (headlamp), spekulum hidung,
Siapkan ruangan dengan pencahayaan yang cukup
Siapkan pasien, Potitioning pasien. Lutut pemeriksa bagian kanan berdampingan dengan lutut
pasien sebelah kanan, atau sebaliknya.
Informed conset kepada pasien dan penjelasan prosedur yang akan kita lakukan hingga pasien
mengerti
Hidung Luar
Nilai letaknya
Hidung Dalam dengan Rinoskopi Anterior
siapkan alat berupa sumber cahaya terarah (headlamp/ penlight), spekulum hidung.
Siapkan ruangan dengan pencahayaan cukup
Informed consent dan penjelasan prosedur kepada pasien
Positioning pasien berhadapan, lutut kanan pasien bersebelahan dengan lutut kanan pemeriksa
Kepala pasien diekstensikan
Spekulum boleh dipegang dengan tangan mana saja, sperti menggenggam, telunjuk sejajar
moncong spekulum untuk kontrol
Spekulum dimasukkan ke dalam cavum nasi dalam posisi tertutup, buka perlahan spekulum,
Nilai vestibulum, konka inferior, mukosa, septum
Tuutup setengah spekulum, keluarkan dari cavum nasi
Lakukan pemeriksaan untuk hidung lainnya

graharti@yahoo.com

Diary Dokter Muda Ristis Stase Minor THT

15

6.

Bagaimana Hidung normal?


Hidung Luar:
Dorsum nasi dan apex nasi yang terletak pada linea media wajah tidak ada deviasi (simetris
kiri dan kanan)
2 buah cavum nasi dan ala nasi yang simetris kiri dan kanan
Ditutupi oleh kulit yang warnanya sama dengan sekitarnya, tidak ada tanda-tanda laserasi,
radang, fistel, maupun defek.
Hidung dalam :
dengan spekulum yang dimasukkan ke nares anterior
vestibulum yang ditubulum oleh rambut hidung, liang lapang
septum nasi letaknya medial
konka inferior dan media yang semuanya ditutup oleh mukosa merah muda
terdapat pasase udara
tidak ada sekret, tidak ada tanda-tanda radang, polip -

7.

Bagaimana cara pemeriksaan fungsi hidung?


Pasase udara
Letakkan tongue spatel horizontal dibawah cavum nasi, perhatikan uap yang terjadi dari
hembusan nafas, bandingkan.
Cara lainnya dengan menggunakan punggung tangan. Robekan tisu/kapas kecil di depan lubang
hidung
Tutup sebelah, tanya mampet/tidak? Lakukan pada bagian cavum nasi lain.

8.
a.

Bagaimana Cara Pemeriksaan Rinoskopi Posterior


Siapkan alat dan bahan berupa cermin nasofaring, head lamp, tongue spatel, alat pemanas
(lilin/korek api)
b. Siapkan ruangan dengan pencahayaan yang cukup
c. Positioning pasien berhadapan dengan pemeriksa
d. Informed consent pasien dan penjelasan prosedur
e. Minta pasien membuka lebar mulutnya, lidah di dalam dan lemas, tekan 2/3 anterior lidah
dengan tongue spatel ke arah dasar mulut. Minta pasien bernapas dengan mulut.
f. Masukkan cermin nasofaring yang telah dihangatkan terlebih dahulu tanpa menyentuh organ
sekitarnya
g. saat melewati uvula minta pasien mengucapkan a arahkan ke organ yang akan kita nilai :
nares posterior (kogne), septum posterior di antara nares
konka superior, fossa rossen muller + locus tuba
dinding posterior lateral-medial, posterolateral. Dimana terdapat fossa nares, mukosa
nasofaring
9. Bagaimana Cara Pemeriksaan Orofaring?
a. Siapkan alat dan bahan berupa tongue spatel, sumber cahaya yang terarah (head lamp).
b. Siapkan ruangan dengan pencahayaan cukup
graharti@yahoo.com

Diary Dokter Muda Ristis Stase Minor THT

16

c.
d.
e.
f.

Positioning pasien, duduk berhadapan


Minta pasien membuka lebar mulutnya
Sibakkan suluruh bibir dengan tongue spatel, nilai keadaan gigi dan gusi
Tekan 2/3 anterior lidah dengan tongue spatel ke arah basis lidah. Nilai cavum oris, palatum
durum, palatum mole, uvula, tonsil, arcus anterior (palatoglossus), arcus posterior, dinding
orofaring, tonsil kanan dan kiri.
g. Lepaskan tongue spatel, tempelkan lidah ke palatum, nilai dasar mulut
h. Julurkan lidah, gerakkan ke kiri dan ke kanan untuk mobilitas
10.
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Bagaimana Cara Pemeriksaan Laringoskopi Indirek ?


Siapkan alat dan bahan : cermin laringoskop, head lamp, tongue spatel, kassa, handscoen
Siapkan ruangan dengan pencahayan cukup
Positioning pasien duduk berhadapan
Informed consent
Minta pasien membuka mulut lebar, julurkan lidah sejauh mungkin, pegang dengan kassa untuk
fiksasi sehingga tidak tertarik ke dalam.
Cermin yang sudah dipanaskan masuk tanpa menyentuh organ sekitarnya, saat melewati uvula
minta pasien mengucapkan A. Arahkan cermin ke bagian yang akan kita nilai:
mukosa laring, epiglotis, basis lidah, sinus piriformis, plica vocalis, pli area epiglotis, plica, pilca,
plica, rimaglotis, trakea.

B. Bimbingan dr. Fatah II


1.

Bagaimana Cara Pemeriksaan Transluminasi/ diaphanosropia?


Siapkan alat berupa sumber cahaya terarah seperti penlight dan sumber cahaya memendar
seperti lampu heyman (lampu 6 volt bertangkai panjang)
Siapkan ruangan yang gelap, sumber cahaya hanya dari kita.
Sinus Frontalis
Untuk memeriksa sinus frontalis sinistra. Dekatkan pen light sedekat mungkin dengan kulit
pada daerah kantus media dextra ke arah superior, ditekan merata sehingga tidak ada cahaya
yang bocor. Perhatikan cahayanya gelap/terang.
Untuk memeriksa sinus frontalis dextra. Dekatkan pen light sedekat mungkin dengan kulit
pada daerah kantus media sinistra ke arah superior, ditekan merata sehingga tidak ada cahaya
yang bocor. Perhatikan cahayanya gelap/terang.
Sinus Maksilaris
Cara 1
Minta pasien membuka mulut lebar-lebar, lampu ditekan pada margo inferior orbita ke arah
inferior
Cahaya yang memancar ke depan ditutup dengan tangan lain
Palatum durum homolateral berwarna terang

graharti@yahoo.com

Diary Dokter Muda Ristis Stase Minor THT

17

Cara 2
Minta pasien membuka mulut
Masukkan lampu (volt srendah mungkin, watt besar lebih bagus) yang telah diselubungi
tabung gelas kedalam mulut pasien
Mulut pasien ditutup
Nilai cahaya yang memancar dari mulut dan bibir atas pasien, tutup dengan tangan kiri
Hasil
dinding depan di bawah orbita tampak bayangan seperti bulan sabit
Interpretasi
perbedaan terangnya sinus kiri dan kanan dinilai dengan skor 0-3 atau 1-4. Dimana hasil
bermakna jika salah satu sisi lebih gelap atau lebih terang. Bila kedua-duanya sama tidak bisa
disimpulkan dan perlu pemeriksaan lebih lanjut.
0
1
2
3

Sangat gelap
Gelap
Terang
Sangat terang

1
2
3
4

2.

Bagaimana Cara Pemeriksaan Pendengaran ?


Garpu tala. Amplitudo beda, frekuensi sama
a. Tes Rinne
Membandungkan hantaran gelombang suara melalui udara dan melalui tulang pendengaran
b. Tes Weber
Membandingkan hantaran tulang-tulang pendengaran telinga kiri dan kanan
c. Tes Swabach
Membandingkan hantaran tulang pemeriksa dan yang diperiksa
Syarat : pemeriksa harus dipastikan normal dengan audimetri, orang normal mampu mendengar
0-20 db
3.
a.

Apa Relevansi Anamnesis Dengan Nalar Klinis?


Data Umum
Info terkait kelainan tertentu pada umur tertentu, jenis kelamin tertentu, lingkungan tertentu
b. Keluhan Utama
Mengarah ke organ yang bermasalah
c. Riwayat penyakit
Apakah akut/kronik/kronik eksaserbasi akut
Apakah keluhan utama merupakan komplikasi atau primer
Contoh :
Pasien dengan KU sakit kepala, dari RPP curiga rhinits alergik maka sakit kepalanya merupakan
sekunder, bukan primer
Tentukan terapi
graharti@yahoo.com

Diary Dokter Muda Ristis Stase Minor THT

18

Medika mentosa
Operatif
Bila dari anamnesis tidak didapatkan riwayat pengobatan sebelumnya maka operatif bukan
pilihan pertama
Riwayat Penyakit Keluarga
Terkait penyakit yang herediter
4.
a.

Bagaimana cara pemeriksaan keseimbangan?


Tes Romberg
pemeriksa berdiri dalam jarak dekat untuk menjaga bila pasien jatuh
Mintalah pasien berdiri dengan kaki berhimpit dan kedua lengan disisi tubuh
Kedua mata pasien terbuka dan kemudian mintalah keduanya dipejamkan
Normal adnya gerakan tubuh dengan sedikit bergoyang
Bial pasien jatuh kesamping karena hilangnya keseimbangan, tes romberg positif.
b. Tes Satu Kaki
Minta pasien berdiri pada srau kai dengan mata tertutup
Kedua lengan lurus dan tetep disisi tubuh
Ulangi prosedur ini pada kaki satunya
Normal, keseimbangan berkisar 5 detik dengan sedikit goyangan tubuh
Penyimpangan apabila pasien menggerakkan badan dan mengayunkan kakinya untuk
mencegah agar tidak jatuh
5.
a.

Bagaimana cara pemeriksaaan koordinasi?


Test Menyentuh Hidung
Demonstrasikan setiap manuver ini terhadao oasien dan minta pasien mengulanginya
Perhatikan kehalusan dan kesimbangan gerakan tersebut untuk memriksa fungsi motorik
halus
Mintalah pasien mengekstensikan lengan keluar sisi tubuh dan sebtuhkan setiap jari ke hidung
Mintalah pasien melakukan dengan mata terbuka kemudian dengan mata terpejam
Normal pasien dapat menyentuh hidung secara bergantian
Penyimpangan terjadi apabila pasien tidak mempunyai kemampuan menyentuh hidung,
gerakan tampak kaku, tidak terkoordinasi, lambat, tidak teratur.

C. BIMBINGAN dr. FATAH III


1.
2.
3.

4.
5.
6.

Otitis eksterna timbul nyeri menelan?


Karena ad ahubungannya dengan mandibular joint
AWO pemanasan? Fisioterapi pakai penyinaran
Benda asing organik dan nonorganik?
Anorganik mengembang menyebabkan obstruksi
Organik traumatik, infeksi
Sinusitis dentogen
Indikasi pemeriksaan BERA pada anak yang mengalami keterlambatan bicara.
Peritonsiler abses

graharti@yahoo.com

Diary Dokter Muda Ristis Stase Minor THT

19

7.
8.
9.
10.
11.

12.
13.
14.

15.

16.
17.
18.
19.
20.
21.

22.
24.
25.

Pemriksaan penciuman dengan amonia


Tonsilitis subjektif/objektif
Ada penyempitan CAE, ada serumen yang menutup CAE, SNHL, OMA supurasi
Mengapa laringitis pada anak sering menimbulkan obstruksi saluran napas?
Faktor anatomi sehingga anak-anak susah mengeluarkan sekret
Perasat Heimlich
Laringomalasia
Terjadi gangguan metabolisme kalsium ditandai dengan kartilago epiglotis yang tidak bisa berdiri
tegak. Jika pasien ditelungkupkan, epiglotis jatuh ke depan (basis lidah). Jika kasusunya
laringomalasia, seumur hidup harus pakai kancung tracheostomi
Papiloma laring
Tidak perlu tracheostomi setelah papil diangkat. Papiloma bersifat jinak dan frekuensinya tinggi.
Menghentikan perdaran epistaksis dengan daun sirih?
Cara menghentikan epistaksis ada mekanik, fisik, biokimiawi.
Cara membedakan epistaksis anterior dan posterior?
Pasien diminta untuk duduk tegak, kepalanya lurus tanpa menengadah. Dilihat di orofaring ada
tetesan darah yang mengalir di orofairng atau tidak. Kalau ada epistakis posterior.
Salah satu komplikasinya adlah hemotimpanum karena darah dari epistaksis masuk ke tuba
eustachius terutama jikan pasien mengalami epistaksis sewaktu tidur.
Miringotomi kenapa dilakukan di kuadran postero-inferior?
Prinsipnya membuat lubang diposisi terendah (inferior).
Posterior karena diposisi itu tidak terdapat organ-organ pendengaran sehingga lebih aman
dilakukan. Bila di anterior ada foramen ovale dan foramen rotundum.
Lebih bagus dilakukan di pars tensa flacisa karena vaskularisasinya lebih bagus dan regenerasinya
cepat, tetapi dapat menyebabkan granulasi.
Rhinitis alergi tidak boleh makan makanan yang banyak?
Tidak ada relevansinya
INDIKASI dan Prinsip BERA
Letal midline granuloma?
Weigner disease
Menghentikan epistaksis ?
Dikompres, tampon, di tekan, tampon vaselin, foley catheter untuk menekan kapiler
Apakah pada pasien dengan otitis eksterna cae dapat berair?
Bisa, dari furunkel /abses.
Bila tidak berasal dari furunkel/abses bisa/tidak?
Laserasi bisa menimbulkan sekret yang jumlahnya sedikit bila tidak mengalami infeksi sekunder.
Pada kasus apa kita bisa mendiagnosis OMA jika ada sekret> saat ada ISPA yang menyertai
23. Otitis eksterna kronik hanya otomikosis.
Apa yang terjadi bila terapi tidak adekuat?
bisa menimbulkan otomikosis ataupun ototoksik
Pada pasien dengan OMA perforasi membran timpani.
Pasien harus kontrol setiap 1 bulan, 3 bulan apa bila tidak ada keluhan.

graharti@yahoo.com

Diary Dokter Muda Ristis Stase Minor THT

20

Perforasi sub total masih bisa sembuh dengan regenerasi selnya. Karen ayang berpengaruh
adalah sifat perforasinya fibrotik-ada penebalan pad apinggir luka, yang artinya tidak bisa
regenarasi dan harus timpanolasti atau tepi luka tanpa penebalan.
26. Pilihan terapi pada OE topikal atau sistemik?
Topikal yang berkepanjangan dapat menyebabkan otomikosis dan ototoksik.
Bila topikal tidak bagus diberi sistemik.
Laukan kultur dan uji resistensi bila >5hari tidak sembuh
Atau sistemik diberikan bila kita curiga infeksi sudah menyebar melebihi jarinagn superficial.
Bagaimana mengetahuinya? Infeksi lanjut dpat dicurigai bila ada nyeri tekan tragus atau nyeri
tarik aurikula. Sedangkan nyeri lokal pada infeksi superficial saja.
27. Beda faringitis bakteri dan viral ?
D. BIMBINGAN dr. FATAH IV
1. Kenapa pada pasien sinusitis diberikan antibiotik selama 10-14 hari walaupun gejala sudah
hilang?
Karena penelitian menyatakan begitu
2. Pada pasien dengan keluhan utama tinitus, mengapa diagnosisnya OE?
Karena dari pemeriksaan fisik didapatkan penyebab tinitus adalah serumen yang menyebabkan
OE, sehingga kita hrus menghilangkan etiologinya
Tinitus dapat juga disebabkan oleh OMA dan perforasi membran timpani.
3.

Apa tujuan dan indikasi fisioterapi pada pasien sinusitis?


Indikasi
Pasien menolak untuk operasi
Sinusitis yang kurang berspon terhadap operasi
Tujuan
Menghangatkan sinus dan mengeluarkan sekret

4.

Mengapa prebiskusis sering terjad pada pria dibandingkan wanita?


Kemingkinan karena kegiatan pria lebih banyak dibandingkan wanita, namun belum ada
penelitian yang menegaskan hubungan keduanya, bahkan beda lokasi pennelitian juga
mempengaruhi hasil. Serta prebiskusi tidka pengaruhi oleh hormonal dna jenis kelamin.

5.

Bagaimana patofisoligi sinus paranasal?


a. Infeksi pericontinuatum : bakteri, jamur, masuk melalui udara
a) Dentogen
b) Meningitis
b. Sumbatan KOM ; rinitis akut atau polip yang menyebabkan sekret tidak bisa dikeluarkan
c. Tidak ada masalah di ostium tetapi sekret banyak (hipersekresi) karena rinitis alergi .sehingga
silia tidak bisa maksimal melakukan clearence nya.
d. Hiperviskositas, ostium tidak ada maslaah, sekret tidak banyak tetapi mukoid sehingga silia
tidak mampu membersihkan.

Tugas! Bikin lokasi terjadi sinusitis paranasa;


graharti@yahoo.com

Diary Dokter Muda Ristis Stase Minor THT

21

SINUS
Infeksi
perikontinuitatum
Sumbatan KOM
Hipersekresi
hipersalivasi

maksila
V

frontalis
V

ethmoidalis
V

Sphenoidalis
V

V
V
v

V
V
v

Patofisologi ?

6.

Kapan kita melakukan FESS dan AWO ?


FESS
AWO
Setelah kita bersihkan dan pastikan tidak ada maslah
Tidak mengatasi karena
Rinitis alergi teratasi
clearence tidak
karena dibuatnya
adekuat
jalan keluar sekret
Menjadi hambatan bial
Polip, deviasi, dll tidak
ada polip, deviasi, dll
menjadi penghalang
Infeksi perikontinuitatum Kemiunngkinan
bisa berulang
berulangnya infeksi
lebih kecil

7. Mengapa setelah di operasi AwO sinusitis bisa berulang kembali?


Lubang artificial bis amnutup kembali dengan proses regenerasi dan perbaikan sel, sehingga suasana
anaerob dapat terjadi kembali
8.

Beda tumor berasarkan gejala klinis dan lokasi


Lokasi
Gejala
Supraglotic
Kesulitan menelan
Glotic
Serak dan sesak

subglotic

Sesak

Menutupi
rima
glotis
Obstruksi saluran
napas
Menutupi
jalan
nafas / trakea

Tumor esofagus dan supraglotic tidak bisa dibedakan


9.

Indikasi operatif sinusitis


Bila medikamentosa tidak memberikan hasil yang memuaskan
Ada airfluid level, silia sudah tidak berfungsi baik

10. Air masuk telinga mengapa harus dimasukkan air kembali?

graharti@yahoo.com

Diary Dokter Muda Ristis Stase Minor THT

22

Air memiliki tegangan dimana dalam kasus ii anomali air sebagia cairan berlaku, air dalam tabung
yang sempit mengisi penuh dan memiliki tegangan sehingga tidak bisa keluar. Untuk
menghilangkan tegangan itu, dimasukkan air agar seluruh tabung terpenuhi dan tegangan air
hilang sehingga air dpaat keluar.
11. Kenapa sinusitis maksilaris dextra lebih banyak dibadingkan sinusitis maksilaris isnistra?
Jika ada infeksi dentogen, mungkin saja terjadi sinusitis pada salah stau sinus.
Berdasarkan sunah nabi, kita disarankan untuk tidur miring ke kanan- meatus di letak tertinggi.
Sedangkan bial tidur miring ke kiri meatus kiri terletak di daerah terendah. Sehingga orang-orang
yang tidu rmiring ke kiri lebih banyak terkena sinusitis maksilaris dextra.
12. Indikasi operasi tonsilitis?
Tonsilitis yang merdang 3 kali dalam setahun
13. Mengapa post op Awo dihindari minum pans, dingin, dan pedas? (pertanyaan ujian)

graharti@yahoo.com

Diary Dokter Muda Ristis Stase Minor THT

23

BIMBINGAN dr. HANGGORO

1. Prinsip pengobatan THT


Pemeriksaan, memeriksa keluhan utama. Contoh pada tuli konduktif dari pemeriksaan didaptkan
serumen, OMSK, ruptur membran timpani yang cocok dengna penyakit CHL nya
Pada tuli SNHL
Prebiskupis-SNHL pda frekuensi tinggi
Noice induce SNHL pada frekuensi 400 Hz
Obat-obat ototoksik
Trauma tumpul terjadi penurunan pendengaran pada semua frekuensi
Tenggorokkan
Sakit menelan, radang akut/kronik, corpus alienum, neuritis (saraf terinfeksi) ditemukan pada
pemeriksaan fisik.
Hidung tersumbat
Infeksi-sifatnya mendadak
Corpus alienum tersumbatnya unilateral
Trauma
Tumor
Reffered pain = nyeri alih

graharti@yahoo.com

Diary Dokter Muda Ristis Stase Minor THT

24

KUMPULAN PERTANYAAN

TELINGA
1.

Kasus OMA dengan perforasi memakai H2O2, adakah literatur yang menyebutkan?
H2O2 diberikan pada sekret yang mukoid agar lisis, menciptakan suasana menjadi aerob.
2. Cara membersihkan telinga yang baik dan benar?
Jangan dibersihkan sendiri karena tidak tahu posisi serumen dimana berada, jika sudah bersih
jangan dikorek-korek. Dibersihkan setelah habis mandi
3. Kenapa saat telinga kemasukan air, air dimasukkan kembali? Bia air masuk dan terperangkap
terdapat tegangan permukaan sehingga air yang terperangkap bisa keluar.
Bila air masuk dan diserap serumen, serumen mengembang, menutup liang telinga, harus di
spooling.
4. Apakah pada semua kasus OMA akan terjadi recurrent?
5. Apakah pada semua kasus OMA terjadi stadium resolusi?
Tidak semua stadium harus terjadi, bisa saja hanya sampai stadium hiperemis diobati dan
smebuh maka mencapai stadium resolusi.
6. Pada kasus OMSK, apakah letak perforasi membran timpani berpengaruhkan pada prognosisnya?
7. Kenapa pada geriarti lebih sering SNHL daripada OHL?
Pada geriarti membran telinga mengalami sklerotik
8. Mengapa serumen keras pakai karbogliserin dengan H2O2? Karbogliserin harganya lebih murah
berupa minyak yang kerjanya sebagai emolien, namun jarang ada di pasaran
9. Kenapa prebiskupis sering terjadi pada laki-laki dibandingkan wanita?
Karena laki-laki memiliki aktifitas lebih banyak dibandingkan wanita
10. Otomikosis
diberi
obat
antifungan
dan
steroid?
harusnya antifungal saja
11. Pemeriksaan pendengaran pada anak kecil yang dicurigai memiliki gangguan pendengaran?
12. Mengapa pada tuli sensorial timbul tinitus pada nada tinggi (4000 hz)?

HIDUNG
1.

2.

3.
4.

5.

Pada pasien yang menunjukkan gejala klinis sinusitis namun pada hasil foto rontgen tidak
menunjukkan adanya sinusitis, apakah diagnosis sinusitis tetap ditegakkan?Hasil pemeriksaan
fisik? Terapi apa yang diberikan?
Mengapa pada pasien sinusitis kepala terasa berat?
Adanya perpindahan cairan akibat gravitasi, sedangkan rongga sinus tidak di desain untuk
menampung cairan dan terdapat rangsang nyeri di muka. Nyeri karena inflamasi tidak terkait
posisi tubuh karena seluruh permukaan sinus terinfeksi
Apakah ada kecenderungan sinusitis terjadi pada bagian kiri/kanan?
Tidak ada bila secara anatomis simetris dan secara fisiologis tidak ada kelainan.
Mengapa pada pasien sinusitis mengeluhkan mencium bau busuk walaupun tidak ada sekret?
Karena reseptor olfaktorius di mukosa hidung oedem atau hiperemis. Pus terjadi karena infeksi
bakteri anaerob
Pada AWO, kenapa urutan pemakaian NaCl, H2O2 dan betadine?

graharti@yahoo.com

Diary Dokter Muda Ristis Stase Minor THT

25

6.

NaCl untuk washed out H2O2 3% untuk melisisikan sekret-sekret pada rongga sinus, betadine.
Bagaimana patofisologi infeksi pericontinuatum, obstruksi meatus, hiperviskositas, hipersekresi?

TENGGOROKKAN
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Bagaimana cara membedakan tonsilitis akut yang berulang dengan tonsilitis kronik yang sering
mengalami eksaserbasi akut?
pada terapi operatif tonsilitis kapan dilakukan tonsilektomi dan kapan dilakukan
tonsiloadenoidektomi?
Faringitis viral dan bacterial secara gejala klini sama, bagaimana membedakannya?
Kultur, namun tetap diobati terlebih dahulu walau belum tahu etiologinya apa.
Mengapa tonsilitis akut terutama tonsilitis bakterial sering menyebabkan komplikasi berupa
OMA pada anak?
Adenoidektomi.
Tidak mungkin umur >14 tahun bisa mebesar kembali adenoidnya
Salah satu faktor predisposisi rokok terhadap tonsilitis kronik?

UMUM
8. Pada pengobatan CE antibiotik yang diberikan sebaiknya peroral, topikal, atau kombinasi?
9. Apa perbedaan Sp THT dangan Sp. THT-KL?
10. Kenapa tidak memakia baju steril saat operasi?
Sebenarnya
saya
salah,
namun
saya
paunya
alasan
ETT anestesi tidak steril
Makanan yang masuk post op tidak steril
Udara yang masuk melalui mulut tidak steril
Sehingga buat apa saya bersusah payah steril jika yang lain tidak?
Beda hal nya dengan operasi yang butuh insisi dan di hecting,
Bea rinitis vasomotor dan rinitis alergik =
Epistaksis bila tidak hiperemis boleh diberikan adrenalin

graharti@yahoo.com

Diary Dokter Muda Ristis Stase Minor THT

26

MATERI
PREBISKUSIS
Bersifat simetris bilateral, tidak bisa diobati dengan obat karen aprosesnya degeneratif, tetapi
digunakan ABD

OMA

Stadium eklusi tuba eustachius


Stadium hiperemis
Satdium supurasi
Stadium perforasi
Stadium resolusi

OTITIS EKSTERNA
Radang liang telinga akut maupun kronis yang disebabkan infeksi bakteri, jamur, dan virus. Faktor
yang mempermudah radang telinga luar ialah perubahan diliang telinga yang biasa normal / asam.
Pada keadaan udara yang hangat dan lembab, kuman da jamur mudah predisposisi otitis eksterna:
trauma ringan ketika mengorek telinga
Otitis eksterna akut
Sirkumskripta (furunkel=bisul)
Kulit telinga bagian luar mengandung adnexa kulit (gland sebacea, serumen) ditempat itu dapat
terjadi infeksi pada pilosebasea sehingga membentuk furunkel. Kuman penyebabnya biasa staph.
Aureus dan staph. Albus
Gejalanya
rasa nyeri yang hebat, rasa nyeri timbul pada penenakn perikondrium, nyeri dpat juga timbul spontan
pada waktu membuka mulut, terdapat gangguan pendengaran bila furunkel besar dan menyumbat
liang telinga
Terapi
tergantung pada keadaan furunkel bil asudah menjadi abses-aspirasi. Antibiotik lokal salep
polymixin/bacitracin, antiseptik (asam asteta 2-5% dalam alkohol)
Kalau dinding furunkel tebal dilakukan insisi lalu dipasang drainase. Biasanya tidak perlu diberikan
antibiotik sistemik.

Otitis eksternadifus
Biasanya mengenai kulit CAE 2/3 dalam, tampak kulit liang telinga hiperemis dan edem yan tidak jelas
batas-batasnya.
graharti@yahoo.com

Diary Dokter Muda Ristis Stase Minor THT

27

Etiologi biasanya pseudomonas. Stap aureus, e.coli


Otitis difus dapat juga terjadi sekunder pada OMSK
Gejala
nyeri tekan tragus, CAE smepit, KGB regional membesar dan nyeri tekan (+). Ada sekret yang berbau
Terapi
pembersihan CAE, memasukkan tampon yang mengandung antibiotik ke CA, kadng diperlukan
antibiotik sistemik

TONSILITIS
Adalah peradangan tonsila palatina yang merupakan bagian dari cincin Waldeyer. Tonsilitis kronik
adalah keadaan kronis tonsil setelah serangan akut yang terjadi berulang-ulang atau infeksi subklinis.
Tonsilitis berulang terutama terjadi pada anak dan diantara serangan tidak jarang tonsil tampak
sehat. Tetapi tidak jarang juga keadaan tonsil di luar serangan terlihat membesar disertai dengan
hiperemis ringan yang mengenai pilar anterior dan apabila tonsil ditekan keluar detritus
Etiologi
25 % streptococcus dan hemolitikus
25% steprococcus golongan lain
Sisanya :pneumococcus, stafilococcus, H. Influenza
Berdasarkan rasio perbandingan tonsil dengan orofaring, dengan mengukur jarak kedua pilar anterior
dibandingkan dengan a=jrak permukaan medial kedua tonsil maka gradasi pembesaran tonsil dapat
dibagi menjadi :

To
= tonsil masuk di dalam fossa
T1 = <25% volume tonsil dibanding dengan volume orofaring
T2 = 25-50% volume tonsil dibanding dengan volume orofaring
T3 = 50-75%
T4 = >75%

Indikasi Tonsilektomi
Indikasi absolut:
Menyebabkan sumbatan jalan napas, disfagia berat, gangguan tidur, terdapat komplikasi
kardiopulmonal
Abses peritonitis yang tidak respon terhadap pengobatan medis, drainase
Menimbulkan kejang demam
Akan dilakukan biopsi untuk pemeriksan patologi
Indikasi relatif
3x lebih infeksi tonsil per tahun
Halitosis akibat tonsilitis kronik
graharti@yahoo.com

Diary Dokter Muda Ristis Stase Minor THT

28

Tonsilitis kronik bereulang

TONSILITIS AKUT
1. Viral
2. Bakterial
Tonsilitis bakterial. Masa inkubasi 2-4 hari. Gejala dan tanda nyeri tenggorok , nyeri waktu
menelan, demam dengan suhu tubuh tinggi, rasa lesu, rasa nyeri di sendi-sendi, tidak nafsu
makan dan rasa nyeri di telinga. Rasa nyeri di telinga karena reffered pain melalui saraf N. IX. Pad
apemriksaan tampak tonsil membengkak hiperemis dan terdapat setritus berbentuk folikel,
lakuna atau tertutup oleh membran semu
Therapi
Antibiotik spektrum luasseperti penisilin dan eritromisin, antipiretik, obat kumur yang
mengandung desinfektan.
Komplikasi
Otitis media akut, sinusitis, abses peritonsil (quincy throat), bronkitis, glomerulonefritis akut,
miokarditis
Akibat hiertrofi tonsil akan menyebbakan :
Pasien bernapas mellaui mulut, snooring, gangguan tidur karena sleep apneu (obstructive sleep
apneu syndrom)

Tonsilitis Kronik
Predisposisi
rangsangan menahun dari rokok, bebrapa jenis makanan, higiene mulut buruk, , kelelahan fisik,
pengobatan tonsilitis akut yang tidak adekuat, sebagian besar terjadi pada anak-anak
Komplikasi
rinitis kronik, sinusitis, rinitis media secara percontinuitatum
Gejala dan tanda
Tonsil membesar dengan permukaan tidak rata, kriptus melebar dan beberapa kripsi terisi
detritur, rasa ada yang mengganjal di tenggorok dan kering, nafas berbau
Abses peritonsil
Terjadi sebagai komplikasi tonsilitis akut/ infeksi yan bersumber dari keelanjar mukus Weber
di kutu atas tonsil
Patologi
Daerah superior dan lateral fosa tonsilaris merupakan jaringan ikat longgar dan karena itu
infiltrasi supurasi ke ruang potensial peritonsil tersering menempati daerah ini sehingga tampak
palatum mole membengkak
graharti@yahoo.com

Diary Dokter Muda Ristis Stase Minor THT

29

Gejala dan tanda


ada gejala dan tanda tonsilitis kaut, odifagi yang hebat, biasanya pada sisi yang sama juga terjadi
nyeri telinga, mungkin terdapat muntah, muulut berbau, hipersalivasi, suara guma (hot potato
voice), kadang-kadang sukar membuka mulut (trismus), pembengkakna kelenjar submandibula
dengan nyeri tekan.

CARA PEMERIKSAAN PENDENGARAN


Untuk memeriksa pendengaran diperlukan pemriksaan hantaran melalui udara dan melalui
tulang dengan memakai garpu tala atau audipmeter nada murni kelainan hantaran melalui udara
menyebabkan tuli kondi=uktif, berarti ada kelainan di telinga luar datau telinga tengah seperti
atresia liang telinga. Eksostosis lian telinga, serumen, sumbatan tuba eustachius serta radang
telinga tengah. Kelainan di telinga dalam menyebabkan tuli sensorineural koklea atau
retrokoklea.
Secara fisiologik teling adapat mendengar nada antara 20-18000 Hz untuk pemdengaran seharihari yang paling efektif antara 5500-2000 Hx. Oleh karen aitu untuk menenrima pendengaran
dipakai garputala 512, 1024, dan 2048 Hz.

ODINOFAGI
Nyeri tenggorok akibat adanya akelainan pada nasofaring, orofaring, hipofaring. Farinh kantong
fibromuskuler Yng bentuknya seperti corong yang besar dibagain atas dan sempit di bagian abwah.
Kantong ini mulai dari dasar tengkorak terus menyambung ke esofagus setinggi vertebrae cervical 6

Superior : berhubungan dengan rongga hisung melalui koasne


Anterior : berhubungan dengan rongga mulut melalui sinus nasofaring
Iinferior : laring di bawah mellaui asitus laring dan ke bawah berhubungan dengan esofagus

Dinding faring dibentuk oleh:


Selaput lendir
Ratia faringobasiler
Pembungkus otot
Sebagian fasia bukofaringeal

FARINGITIS
Peradangan dinding faring yang dapat disebabkan oleh virus bakteri (5-40%), alergi, trauma, toksin,
dan lain-lain
Faringitis akut
a. Faringitis viral sering menagalami infeksi sekunder
b. Gejal dan tanda :
graharti@yahoo.com

Diary Dokter Muda Ristis Stase Minor THT

30

c.
d.
e.
f.

Demam disertai rinorea, mual, nyeri tenggork, sulit menelan


Pemriksaan : faring dan tonsil hiperemis
Etiologi : virus influenza, coxsachievirus, CMV, adenovirus, EBV
Tehray : istirahta dan minum cukup, kumur dengan ai rhangat, analgetik jika perlu

Faringitis Bakterialis
Gejala dan tanda
nyeri kepala hebat, muntah, kadang disertai demam dengan suhu tinggi, jarang disertai batuk
Pemeriksaan
tonsi membesar, fairng dan tonsil hiperemis dan terdapat eksudat di permukannya. Bberap ahari
kemudian timhul bercak petekie pada palatum dan faring. Kelenjar limfe leher anterior membesar,
kenyal, dan nyeri pada penenkanan
Terapi
Antibiotik : penicilin G 50.000U/kgBB
Amoksisilin 50mg/kg BB 3x1 sehari selama 10 hari
Pada dewasa 3x500mg selama 6-10 hari atau
Eritromicin 4x500mg /hari
Kortikosterois :
Dexametasone 8-16 gr
Analgetik
Kumur dengan air hangat atau antiseptik
FARINGITIS LAIN-LAIN
Fungal e.c candidia albicans
Pada pemeriksaan tampak plak putih di orofaring dan mukosa faring lainnya hiperemis
Terapi
Nistatin dan anal getika
Gonoe , terapi : ceftriaxon

Faringitis Kronik
Terdapat 2 bentuk
Faringitis kronik hiperplastik
Terjadi perubahan mukosa dinding posterior faring. Mukosa dinding posterior tidak rata dan
berglanural
Gejala mula-mula tenggorokkan gatal dan akhirnyabatuk yang berdahak
Terapi lokal- kaustik faring dengan larutan nitras argenti atau dengan elektocauter . simptomatis
obat kumur atau tablet hisap
graharti@yahoo.com

Diary Dokter Muda Ristis Stase Minor THT

31

Faringitis kronik atrofi


Sering timbul bersamaan dengan rinitis atrofi. Pada pemriksaan tampak mukosa faring ditutupi oelh
lendir yang kental dan bila diangkatt tampak mukosa kering. Terapi-obat kumur dan menjaga
kebersihan mulut

RHINITIS
Rhiitis Alergi
Menurut WHO ARIA (Allergic Rhinitis and Its Impact on Asthma) tahun 2001 : kelainan pada hidung
dengan gejala bersin-bersin, rinore, rasa gatal dan tersumbat setelah mukosa hidung terapapar
alergen yang diperantarai oleh IgE. Merupakan suatu penyakit inflamasi yang diawali dengan tahap
sensitisasi dan diikuti dengan tahap provokasi atau reaksi laergi.
Reaksi alergi terdiri dari 2 fase :
1. Immidiate phase allergic reaction
2. Late phase allergic reaction
Alergen
inhalan, ingestan, injektan, kontaktan
Klasifikasi rinitis alergi
rinitis alergi musiman, rinitis alergi sepanjang tahun
Berdasar sifat berlangsungnya
intermetten <4hr/mg/<4mg, persisten >4hr/mg/>4mg

Diagnosis
Anamnesis
serangan yang berulang, rinore yang encerdan banyak, hidung tersumbat, hidung dan mata gatal,
banyak keluar air mata.
Pemeriksaan fisik
rinoskoi anterior : mukosa edema, warna pucat, atau vivid, disertai adanya sekret encer yang
banyak.

graharti@yahoo.com

Diary Dokter Muda Ristis Stase Minor THT

32

MATERI YANG BANYAK KELUAR di UJIAN

SINUSITIS
Pengertian
Inflamasi mukoperiost satu/kiri sinus paranasal baik karena infeksi dan non infeksi
Inflamasi mukosa sinus paranasal
Organ KOM edema-silia tidak bergerak karena mukosa yang saling berhadapan akan saling bertemu
sehingga ostium tersumbat, tekanan (-) di rongga sinus-muncul transudasi-serous-inflamasi, lanjut
terjadi hIpoksia-bakteri anaerob berkembang, sekret menjadi purulen, mukosa bengkak-perubahan
mukosa secra kronik : Hipertrofi, polipoid, pembentukan polip dan kista
CT-Scan
=
gold standar
Indikasi untuk sinusitis kronik yang tidak membaik dengan pengobatan/pre op
Sebagai panduan operator saat melakukan operasi sinus
Predisposisi
ISPA ec virus
Rhinitis (alergi, hormonal)
Polip hidung
Kelainan anatomi (deviasi, hipertrofi)
Sumbatan KOM
Dentogen
Hipertrofi adenoid pada anak
Lingkungan polusi, udara dingin
Kebiasaan merokok-perubahan mukosa dan silia
Infeksi gigi
Komplikasi
Dapat terjadi pada sinusitis akut/pada sinusitis kronik dengan eksaserbsi akut
Kelainan orbita
sinus paranasal berdekatan dengan orbia meningkatnya etmoid
Kelainan intrakranial
meningitis, abses ekstradural, abses otak
Abses subperiostal : sering pada anak
Mukokel
kista yang mengandung mukus, biasa pada sinus maksilaris

graharti@yahoo.com

Diary Dokter Muda Ristis Stase Minor THT

33

Terapi
Tujuan
Mempercepat penyembuhan
Mencegah komplikasi
Mencegah menjadi kronik
Prinsip pengobatan
Membuka sumbatan di KOM sehingga drainase dan ventilasi pulih
Medikamentosa:
Golongan penisilin : amoksisilin (sinusitis akut bakterialis)
Kuman resisten
:produksi B-lactamase kombinasi amoxilin-klavulanat
Sefalosporin generasi ke-2
Antibiotik diberikan 10-14 hari meskipun gejala hilang
Dekongestan
untuk mengurangi produksi mukus untuk menghilangkan infeksi dan pembengkakakkan mukosa
serta membuka ostium sinus
Antihistamin generasi ke-2 bisa ada alergi berat
Tambahan
Analgetik
Mukolitik
Steroid oral/topikal
Pencucui rongga hidung dengan Na cCl/ pemanasan (diatermi)
Irigasi Sinus maxila/proect 2 displacement therapy
Operatif
AWO / anthrostomi Washed Out, sinuskopi
Pembuatan lubang pada sinus masila yang bisasnya menenmbus meatus inferior
Alat: trokat, NaCl, H2O2, betadine=menimbulkan rasa tidak nyaman
FESS/BSEF funcyional Endoskopi Sinus SUrgery
Opersi sinus paranasal secara endoskopi untuk memperbaiki KOM
Bedah endokopi sinus
Indikasi
sinusitis kronik yan tidak membaik setelah terapi adekuat
Sinusitis kronik + kista / polip ekstensif
Sinusiitis + komplikasi
Sinusitis jamur
CWL/Caldwell-Luc
Pengangkatan rongga sinus maxilaris kemudian dilakukan anthrostomiuntuhk drainase
graharti@yahoo.com

Diary Dokter Muda Ristis Stase Minor THT

34

Indikasi operasi :
Sinusitis kronik Yng tidak membIK setelah terapi adekuat
Sinusitis kronik disertai kista/kelainan irreversible/ adnya komplikasi
Gejala sinusitis akut
Hidung tersumbat, demam, lesu, sakit kepala, hiros,mia/aanosmia, halitosis, post nasal drip-batuk,
sesak.
Mukosa edema, hiperemi, nyeri tekan pada muka dan ingus purulen yang sering kali turun ke
tenggorok
Sinus maxila : nyeri di pipi
Ethmois
: nyeri di antara.belakang kedua boa mata
Frontal
: dahi/kepaa
Spenoid
:reffered pain di vertex, ociiptal, belakang bola mata dan daerah mastoid
Gejala sinusitis kronik
Sakit kepala kronik
Post nasal drip
Batuk kronik
Gangguan tenggorokkan
Gangguan telinga akibat sumbatan kronik muara tuba eustachius
Gangguan ke paru seprti bronkitis (sino-bronkitis0
Bronkiektasis
Serangan asma
Diagnosis
Anamnesis
Pemeriksaan fisik
Tanda khas ada pus pada :
-meatus medius : sinusitis maksila, ethmoid, frontal
-meatus superior: eth,oid posterior, spenoid
Alasan sinusitis
rhinosinusitis : mukosa hidung & sinus secara embriologis berhubungan
perdarahan sinusitis juga rhinitis
gejala pilek, hidung buntu, hiposmia pada keduanya
Antihistamin : tidak rutin diberikan karena sifat kolinergiknya dapat menyebabkan sekret menjadi
kental
SINUSITIS DENTOGEN
Sinusitis karena kerusakan gigi
Sinus maksila jarang yang terkena kiri
a. Dasar sinus maksila sangat dekat dengan akar gigi rahang atas (p1. P2, M1, M2,M3) sehingga
infeksi gigi geligi mudah naik menyebabkan sinusitis
b. Ostium sinusitis maksila terletak lebih tingii dari sins sehingga drainase hanya tergnatung gerak
silia
graharti@yahoo.com

Diary Dokter Muda Ristis Stase Minor THT

35

Dasar sinus maksila/processus alveolaris tempat akar gigi-rahang atas sehingga rongga sinus maksila
hanya terpisahkan oelh tulang itpis dengan akar gigi bahkan kadang-kadnag tanpa pembatas
Infeksi apikal akar gigi atau inflamasi jaringan perodental mudah menyebar secar alangsung ke sinus,
peredaran darah, dan limfe
Curiga
sinusitis dentogen pada sinusitis maksila kronik yang mengenai satu sisi dengan sinusitis, ingu
spurulen dan nafas berbau busuk
Antibiotik
Gigi harus dicabut/dirawat-

TELINGA
Luar (auris eksterna) 1/3 luar bagian kartilaginosa
Tengah (auris media) 2/3 dalam bagian tulang
Dalam (auris interna) 2/3 dalam bagian tulang
Telinga luar terdapat
Daun telinga : terdiri dari tulang rawna elastis dan kulit
Liang telinga : 1/3 bagian luar rangka +tulang rawan, 2/3 bagian dlam terdiri dari tulang dengan
panjang 2,5-3 cm
Liang telinga luar
Lubangnya : meatus acusticus eksternus
Salurannya: canalis auditorus externus
Liang telinga berbentuk s
Telinga tengah terdiri :
1. Membran timpani yang berfungsi menghantar udara
2. Cavum timpani
3. Tuba eustachii, emnghasilkan sekret untuk lubrikasi, memelihara kelembaban di mukosa telinga
4. Mastoid dan selule
Bentuk seperti kubus dengan batas:
Luar
: membran timpani
Depan
: tuba eustachiii
Bawah (inferior): v. Jugularis (bulbus jugularis)
Belakang
: aditus ad antrum, kanalis facialis pars vertikalis
Atas
: segmen timpani (meningen /otak)
Dalam
:berturut-turut dari atas hingga bawah kanalis semi sirkularis horizontal, kanalis
fasialis, tingkap panjang (oval window), tingkap bundar (round window), dan promontorium
graharti@yahoo.com

Diary Dokter Muda Ristis Stase Minor THT

36

Telinga dalam terdiri dari


Tulang
: labirinthous osseus
Koklea
: skala vestibuli (perilimf), duktus koklea (endolimf), skala timpani
Vestibularis
Kanalis semisirkularis : horizontal / lateral, superior/anterior, inferior
Membran labirinthus membranaceus
Ductus cochlearis : di dalam cochlea
Saculus
: di dalam vestibulum
Ductus semisircularis : di dalam canalis semisircularis
Fungsi telinga
Telinga luar
Mengumpulkan dan menghantarkan gelombang bunyi ke struktur-struktur di telinga tengah
Melindungi membran timpani dari trauma benda asing dan efek termal
Bagian tersempit telinga adalah perbatasan antara telinga dan tulang rawan
Kenapa telinga harus ditarik ke arah posterolateral saat diperiksa? Karena bentuk anatomi yang
berkelok
Infeksi pada liang telinga sering pada keadaan lembab dan hangat karena liang telinga membentuk
suatu kantong berlapis epitel yang dapat merangkap kelembaban sehingga daerah ini menjadi rentan
terhadap infeksi pada keadan tertentu.
Bisa timbul nyeri di telinga
Karena anatomi liang telinga bagian tulang sangat unik karena merupakan satu-satunya tempat di
tubuh kita diman kulit langsung terletak di atas tulang tanpa adanya jaringan sub kutan sangat pekatiap edem/pembengkakkan terdapat ruang untuk ekspansi
Keluhan telinga dapat berupa:
Gangguan pendnegaran (tuli)
Berdengung (tinitus
Rasa pusing yang berputar (vertigo)
Rasa nyeri di dlam telinga (otalgia)
Keluar cairan dari telinga (otore)
Anamnesis
Keluhan pada satu atau dua telinga
Timbul tiba-tiba / bertambah bertahap
Sudah berapa lama
Riwayat trauma kepala/tertampar/trauma aqustik/terpajan bisng/ infeksi virus dan flu
Gangguan terasa berat di tempat tenang/bising
SERUMEN
Sekret kelenjar sebasea dan apokrin yang terdapat pada bagian kartilaginosa liang telinga

graharti@yahoo.com

Diary Dokter Muda Ristis Stase Minor THT

37

Fungsi
Bakterisidal, dari komponen asam lemak, lisozim dan imunoglobulin dalam serumen
Proteksi, mengikat kotoran, mengeluarkan bau yang tidka disenangi serangga
Pelumas, mencegah kekeringan dan pembentukan fisura pada epidermis
Sarana pengangkur debris epitel dan kontaminasi untuk dikeluarkan drai membran timpani
serumen bisa keluar sendirikarena migrasi epitel keluar teilnga, gerakan silia dan bantuan saat
mengunyah

Pada orangtua serumen lebih keras?


Karena atrofi fisologis dari kelenjar apokrin, berkurangnya komponen keringat drai sreumen yang
menyebabkan sumbatan telinga dan gangguan pendengaran
OE
Sirkumskripta (furunkulosis) radang telinga akut/kronik yang diseabkan oelh infeksi jamur dan vitus,
dengan etiologi lain : trauma ringan dan mengorek telinga.
Difusa
Faktor predisposisi
1. Perubahan pH kulit kanalis yang biasanya asam (ph=6) menjadi basa sehingga protkesi kuman
menurun
2. Perubahan suhu dan kelembaban lingkungan sehingga kuman suku tumbuh di tempat kembab dan
hangat
3. Trauma bernang : air kotor, mengorek telinga
Prinsip penatalaksanaan
membersihkan liang telinga dengan penghisap/kapas dengan hati-hati agar kotoran tidak makin
masuk
Penilaian terhadap sekret, edem dinding kanalis dan membran timpani mungkin keputusan
apakah akan menggunakan sumbu untuk mengoleskan obat
Pemilihan pengobatan lokal
Cairan bening keluar serum-karen ada lesi
OTITIS MEDIA
Kelenjar telinga tengah, peradangan sebagian atau seluruh mukosa tenlinga tengah, tuba eustachius,
antrummastoid dan mastoid.
Gangguan tuba-tekanan (-) telinga tengah (-) udara bertekanan (-) mengkerut, edema, dinding liang
telinga berat-menarik cairan-eksudat / transudat
Efusi
Sembuh
Fungsi tuba tetap terganggu infeksi (-) OME
Fungsi tuba terganggu infeksi (+) OMA : sembuh , OME, OMSK
Etiologi
graharti@yahoo.com

Diary Dokter Muda Ristis Stase Minor THT

38

Perubahan tekanan udara tibia


Alergi
infeksi
sumbatan : sekret, tampon, tumor

fungsi tuba eustachius


saluran yang menghubungkan telinga tengah-nasofaring
untuk ventilasi : menjaga agar tekanan udara dalam telinga tengah sama dengan tekanan udara
luar
drainase sekret
menghalangi masuknya sekret dari nasofaring ke telinga tengah
tuba biasanya dalam keadaan tertutup, terbuka apabila O2 diperlukan masuk ke telinga tengah atau
saat mengunyah, menelan, dan menguap
Otitis media
Supuratif
: OMA, OMSK
Non-supuratif : OMS (serosa), OMM (mukoid)
ISPA dapat menyebabkan kongesti- beri dekongestan
Pada anak-anak karena anatomi tuba pendek, lumen lebih besar, horizontal, lembek, Self limiting
disease
OMA (otitis Media Akut)
Terjadi karena faktor pertahanan tubuh terganggu
Faktor utama disebabkan oleh sumbatan tuba : sekret/flu, tampon, tumor
Fungsi tuba terganggu
Kuman masuk ke telinga tengah- telinga tengah tidak steril lagi
Inflamasi peradangan
Kuman penyebab
Bakteri piogenik : streptococcus
Influenza lebih banyak pada anak 5 tahun
Stadium OMA
1. Oklusi Tuba
Penutupan Muara Tuba
Gambaran Retraksi/Penyumbatan Mt Akibat Tekanan (-) Di Telinga Tengah
Akibat Absorpsi Udara
Membran timpani - utuh
2. Hiperemis : Hyema + Edeama
Tampak Peradngan Melebar Di Membran Timpani
Membran Timpani Hiperemis, Edema (Eksudat Masih Belum Terlihat)
Bersifat Serosa Sukar Dilihat
graharti@yahoo.com

Diary Dokter Muda Ristis Stase Minor THT

39

3. Supurasi - Bulging
Edem Hebat di Mukosa + Tengah
Hancurnya Sel Epitel Superfisial
Eksudat Purulen Di Cavum Timpani Membran Timpani Menonjol (Bulging)
Saat Pemeriksaan Weber Pada Stadium Supurasi, Jika Pada Saat :
Tampak Sakit
Nyeri Hebat
Nadi +
Suhu Meningkat
Gelisah
Baik : Miringotomi
4. Perforasi: Mt Robek = Darah
Pemeriksaan Tenang
Suhu Tubuh Turun
Pemberian Antibiotik Terlambat/Vrulensi Kuman Meningkat, Tekanan Nanah Meningkat
Iskemik-Nekrosis Mukosa-Ruptur Membran Timpani Nanah Keluar Ke Liang Telinga + Luar
Sekret Berkurang-Melebarnya Verina
Keluar Cairan Berbau, Kanal Dan Peradangan Akut-3 Hari
Supurasi Baiknya Miringotomi- Insisi Membran Timpani
#Insisi
Ruptur
Nanah Keluar Ke Liang Telinga Luar, Sulit Menutupnya
Gejala
Tergantung Stadium Penyakit Dan Umur Pasien
Utama
Nyeri Dalam Telinga
Gangguan pendengaran, rasa penuh di telinga dan kurang pendengaran
Anak
gelisah, sukar tidur stadium supurasi
Menjerit saat tidur, diare, kejang-kejang, memegang telinga
Demam Tinggi : Khas Pada Anak/Bayi

graharti@yahoo.com

Diary Dokter Muda Ristis Stase Minor THT