Anda di halaman 1dari 4

IX.

Evaluasi
a. Evaluasi Granul
1. Uji sudut diam
Evaluasi granul yang dilakukan meliputi sudut diam. Pemeriksaan granul
menggunkan metode sudut diam dilakukan dengan cara memasukkan
granul ke dalam corong uji waktu alir yang berdiri bebas pada ketinggian
tertentu di atas kertas grafik pada bidang horizontal. Penutup corong
dibuka sehingga granul keluar dan ditampung pada bidang datar. Sudut
diam granul dapat dihitung dengan rumus :
Tan = H/R
Ket : = sudut istarahat H= tinggi tumpukan R= jari jari tumpukan
granul
2. Uji waktu alir
Uji waktu alir dilakukan dengan menimbang 100 gram granul,
dimasukkan ke dalam corong yang tangkainya ditutup. Penutup corong
dibuka dan granul dibiarkan mengalir sampai habis, dihitung waktu alir
granul. Waktu alir granul yang baik adalah tidak lebih dari 10 detik dalam
100gram granul.
3. Uji kompresobilitas
Merupakan pengukuran persen kemampatan. Pada uji ini menggunakan
gelas ukur bervolume besar, kemudian seluruh granul dimasukkan ke
dalam gelas ukur. Tinggi awal granul dicatat sebagai (D 0) , kemudian gelas
ukur diketuk ketukkan sebanyak 500 kali ketukan dengan kecepatan
konstan. Tingginya lalu diukur lagi dan dicatat sebagai (D f). diukur
persen(%) kemampatan K = Df/D0 x 100%
Hasil uji kompresobilitas keterangan
5 12 sangat baik
13 18 baik
19 33 cukup
34 38 buruk
>38 sangat buruk
4. Uji kadar air
Kadar air yang baik untuk granul tablet 2 5 %
b. Evaluasi Tablet
1. Uji keseragaman bobot
Pemeriksaan dilakukan terhadap 10 tablet yang diambil secara acak dari
tiap formula lalu ditimbang bobotnya atu persatu. Dihitung bobot rata

rata untuk satu tablet. Dari hasil penetapan kadar yang diperoleh hitung
jumlah bahan aktif dari masing masing tablet dengan anggapan
terdistribusi secara homogen. Persyaratan keseragaman bobot terletak
antara 85,0 115,0 % dari yang tertera pada etiket, dan simpangan baku
relatif kurang dari atau sama dengan 6,0% (FI IV, 1995)
2. Uji kekerasan
Uji kekerasan tablet dapat didefinisikan sebagai uji kekuatan tablet yang
mencerminkan kekuatan tablet secara keseluruhan, yang diukur dengan
memberi tekanan terhadap diameter tablet. Tablet harus mempunyai
kekuatan dan kekerasan tertentu serta dapat bertahan dari berbagai
goncangan mekanik pada saat pembuatan, pengepakan dan transportasi.
Alat yang biasa digunakan adalah hardness tester. Kekerasan adalah
parameter yang menggambarkan ketahanan tablet dalam melawan
tekanan mekanik seperti goncangan, kikisan dan terjadi keretakan talet
selama pembungkusan, pengangkutan dan pemakaian. Kekerasan ini
dipakai sebagai ukuran dari tekanan pengempaan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kekerasan tablet adalah tekanan
kompresi dan sifat bahan yang dikempa. Kekerasan ini dipakai sebagai
ukuran dari tekanan pengempaan. Semakin besar tekanan yang diberikan
saat penabletan akan meningkatkan kekerasan tablet. Pada umumnya
tablet yang keras memiliki waktu hancur yang lama (lebih sukar hancur)
dan disolusi yang rendah, namun tidak selamanya demikian. Pada
umumnya tablet yang baik dinyatakan mempunyai kekerasan antara 4-10
kg. Namun hal ini tidak mutlak, artinya kekerasan tablet dapat lebih kecil
dari 4 atau lebih tinggi dari 8 kg. Kekerasan tablet kurang dari 4 kg masih
dapat diterima dengan syarat kerapuhannya tidak melebihi batas yang
diterapkan. Tetapi biasanya tablet yang tidak keras akan memiliki
kerapuhan yang tinggi dan lebih sulit penanganannya pada saat
pengemasan, dan transportasi. Kekerasan tablet lebih besar dari 10 kg
masih dapat diterima, jika masih memenuhi persyaratan waktu
hancur/disintegrasi

dan

disolusi

yang

dipersyaratkan.

Uji

kekerasan dilakukan dengan mengambil masing-masing 10 tablet dari


tiap batch, yang kemudian diukur kekerasannya dengan alat pengukur
kekerasan tablet.

3. Uji kerapuhan
Prinsipnya adalah menetapkan bobot yang hilang dari sejumlah tablet
selama diputar dalam friabilator selama waktu tertentu. Pada proses
pengukuran kerapuhan, alat diputar dengan kecepatan 25 putaran per
menit dan waktu yang digunakan adalah 4 menit. Tablet yang akan diuji
sebanyak 20 tablet, terlebih dahulu dibersihkan dari debunya dan
ditimbang dengan seksama. Tablet tersebut selanjutnya dimasukkan ke
dalam friabilator, dan diputar sebanyak 100 putaran selama 4 menit, jadi
kecepatan putarannya 25 putaran per menit. Setelah selesai, keluarkan
tablet

dari

alat,

bersihkan

dari

debu

dan

timbang

dengan

seksama. Kemudian dihitung persentase kehilangan bobot sebelum dan


sesudah perlakuan. Tablet dianggap baik bila kerapuhan tidak lebih dari
1% . Uji kerapuhan berhubungan dengan kehilangan bobot akibat abrasi
yang terjadi pada permukaan tablet. Semakin besar harga persentase
kerapuhan, maka semakin besar massa tablet yang hilang. Kerapuhan yang
tinggi akan mempengaruhi konsentrasi/kadar zat aktif yang masih terdapat
pada tablet. Tablet dengan konsentrasi zat aktif yang kecil (tablet dengan
bobot kecil), adanya kehilangan massa akibat rapuh akan mempengaruhi
kadar zat aktif yang masih terdapat dalam tablet. Hal yang harus
diperhatikan dalam pengujian friabilitas adalah jika dalam proses
pengukuran friabilitas ada tablet yang pecah atau terbelah, maka tablet
tersebut tidak diikutsertakan dalam perhitungan. Jika hasil pengukuran
meragukan (bobot yang hilang terlalu besar), maka pengujian harus
diulang sebanyak dua kali. Selanjutnya tentukan nilai rata-rata dari ketiga
uji yang telah dilakukan.
4. Uji disolusi

Disolusi adalah proses melarutnya zat padat dalam cairan medium


tertentu. Parameter yang dapat ditentukan dari proses ini adalah kecepatan
disolusi, yang merupakan kecepatan larut zat aktif dari sediaan
farmasi/granul/partikel sebagai pecahnya bentuk sediaan tsb setelah
berhubungan dgn cairan pelarut
5. Uji waktu hancur
Adalah waktu yang dibutuhkan untuk hancurnya tablet dalam media yang
sesuai, sehingga tidak ada bagian tablet yang tertinggal diatas kasa.
Faktor-faktor yang mempengaruhi : sifat fisik granul, kekerasan, porositas
tablet & daya serap granul. Penambahan tekanan pada waktu penabletan
menyebabkan penurunan porositas dan menaikkan kekerasan tablet.
Dengan bertambahnya kekerasan tablet akan menghambat penetrasi cairan
ke dalam pori-pori tablet sehingga memperpanjang waktu hancur tablet.
Kecuali dinyatakan lain waktu hancur tablet bersalut tidak >15menit.