Anda di halaman 1dari 11

PEMECAHAN MASALAH TEKNIK KIMIA

OPTIMASI CYCLONE

Disusun oleh :

Riska Agustina
NIM. 111424024
4A-TKPB

PROGRAM STUDI DIPLOMA IV TEKNIK KIMIA PRODUKSI BERSIH

JURUSAN TEKNIK KIMIA


POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2015

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Pra-rancangan yang akan dibuat yaitu pembuatan Pabrik Linear Low Density

Polyethylene (LLDPE) ini dipilih proses Gas Phase (Unipol). Ada pun alur prosesnya
dapat dilihat pada Gambar 1.1.

Gambar 1.1 Diagram Blok Proses Pembuatan LLDPE

Dari proses di atas dapat dilihat bahwa pada reaktor akan diahasilan produk
berupa padatan serta diperoleh gas-gas sisa. Gas-gas sisa akan mengalir ke bagian atas
reaktor, sedangkan produk akan jatuh ke bagian bawah reaktor. Pada kenyataannya pada
aliran keluaran bagian atas reaktor akan diperoleh produk yang ikut terbawa bersama
gas-gas ikut ke bagian atas reaktor. Produk yang terbawa oleh gas diperkirakan
mencapai 10% dari massa total produk yang terbentuk. Untuk mengurangi kerugian,
maka produk yang terbawa oleh gas akan dipisahkan dari gas-gas tersebut sehingga
produk dapat dikembalikan ke proses selanjutnya sedangkan gas kembali ke proses awal
sebagai umpan.
Ada beberapa alat yang dapat digunakan untuk memisahkan produk yang masih
berupa padatan halus, seperti yang ditunjukan pada Tabel 2.1. Dari tabel tersebut dapat
dilihat efisiensi cyclone cukup tinggi, selain karena efisiensinya tinggi, cyclone juga
merupakan alat pemisahan yang sederhana dan murah, oleh karena itu cyclone dipilih
sebagai alat pemisahan pada proses tersebut. Cyclone ini cukup bermanfaat terutama

untuk me-recycle produk. Dengan demikian selain maka dipilih cyclone untuk menjadi
objek penelitian dalam mata kuliah Pemecahan Masalah Teknik Kimia.

Gambar 1.1 Perbandingan Alat Cyclone dengan Alat Separator yang lain

1.2

Rumusan Masalah
Adapun yang menjadi masalah dalam proses pemisahan di cyclone adalah hal-hal
berikut ini:
1. Bagaimana mekanisme kerja cyclone.
2. Faktor apa saja yang dapat mempengaruhi efisiensi cyclone.
3. Hal apa saja yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efisiensi cyclone.

1.3

Manfaat Penyelesaian Masalah


Manfaat dari penulisan laporan Pemecahan Masalah Teknik Kimia ini antara lain:
1. Menambah wawasan mengenai masalah yang terjadi dalam industri kimia
khususnya mekanisme kerja cyclone.
2. Dapat menganalisa kondisi masalah cyclone.
3. Dapat memecahkan masalah masalah yang terjadi di cyclone.

BAB II
METODA PENYELESAIAN MASALAH
Cyclone adalah salah satu dari jenis dust separator yang paling sederhana dan
juga murah. Cara kerjanya seperti terlihat pada Gambar 2.1, gerakan pusaran (cyclonic)
dari aliran udara akan menyebabkan terjadinya gaya sentrifugal pada partikel halus,
akibatnya partikel halus akan terkumpul pada dinding cyclone dan selanjutnya jatuh
melalui lubang bawah, sedangkan gas yang bebas dari padatan halus akan keluar
mewlalui cerobong. Pada proses ini dapat dilihat pada Gambar 2.1, pada bagian atas
cyclone akan keluar gas etilen, nitrogen, hidrogen dan butene-1. Gas-gas tersebut akan
dialirkan kembali ke Cycle Gas Compressor bersamaan dengan fresh feed untuk
dinaikkan tekanannya. Resin berupa padatan hasil pemisahan cyclone dialirkan ke
Product Blow Tank untuk digabungkan dengan produk lainnya.
Gas to
Recycl
e

From
Reacto
r

Produc
t to
PPB

Gambar 2.1 Skema Cyclone

2.1

Sasaran
Sasaran yang ingin dicapai yaitu tidak ada produk atau fasa berat terbawa ke atas

bersama fasa ringan atau dengan kata lain efisiensi cyclone tinggi. Selain itu, dapat
mengetahui pengaruh-pengaruh yang dapat meningkatkan efisisensi alat.
2.2

Metode Penyelesaian
Dalam penyusunan laporan ini, metode penyelesaian yang dilakukan sebagai

berikut:
1. Mengetahui dan merumuskan masalah pada Cyclone secara jelas.
2. Melakukan studi pustaka untuk menganalisa masalah dari berbagai faktor.
3. Mengumpulkan data-data untuk menyelesaikan masalah yang terjadi pada Cyclone.

4. Menyusun rencana perbaikan Cyclone berdasarkan hasil perhitungan.


2.3

Realisasi Penyelesaian Masalah

Perhitungan neraca massa pada Cyclone


F22

F21

F23
Keterangan :
Aliran 21 : laju alir gas yang keluar dari Fluidized Bed Reactor untuk umpan Cyclone
Separator
Aliran 22 : laju alir gas yang keluar dari Cyclone untuk dikembalikan menjadi umpan
Fluidized Bed Reactor
Aliran 23 : laju alir produk yang keluar dari Cyclone untuk ke proses
selanjutnya
Assumsi : Efisiensi cyclone separator = 98 % (Perrys Chemical Engineering
Handbook 7th Edition, page 17 27).
Input total Cyclone : 21263.334 kg/jam
Input LLDPE to Cyclone : 20814.356 kg/jam
Massa yang keluar menuju Product Blow Tank:
LLDPE = 98% x 20814.356 kg/jam = 20398.069 kg/jam
Massa dan aliran gas yang dikembalikan ke Fluidized Bed Reactor:
LLDPE
C2H4
C2H2
CO
CO2

= 2% x 20814.356 kg/jam = 20.713 kg/jam


= 424.748 kg/jam
= 0.012 kg/jam
= 0.004 kg/jam
= 0.007 kg/jam

O2
H2O
S
2.

= 24.169 kg/jam
= 0.014 kg/jam
= 0.024 kg/jam

Menghitung Dimensi Cyclone

Untuk menyelesaikan meningkatkan efisiensi perlu dibuat cyclone yang memiliki


design proporsional. Untuk memperoleh design yang sesuai perlu diperhitungkan seperti
pada Gambar 2.2.

Gambar 2.2 Design Cyclone Separator

Perancangan Cyclone dihitung dengan persamaan 16, p.1026 Perry ed.6

Dengan : Dp

BC

s
K
Nt

min

= diameter partikel minimum = 0,5 mm = 0,0005 m

= viskositas udara campuran = 0,0289 kg/m.s (asumsi)


= diameter lubang inlet
= densitas udara campuran = 1 kg/m3 (asumsi)
= densitas partikel = 920 kg/m3
= kecepatan udara masuk (Vc) = 40 m/s(asumsi)
= jumlah putaran dalam cyclone dapat ditentukan dari grafik
perbandingan velocity dengan Nt

Gambar 2.3 grafik Nt versus Vc


Maka , didapat Nt sebesar = 5,5
Sehigga,
9 . . BC

Dp min

Nt . . Vc ( s )
5.10

-4

. 0,0289

. BC

5,5 . 3,14 . 40 . (1474,926 -1)

BC

= 0,65 m

Maka ,didapat diameter lubang inlet = 0,65 m


Kemudian diperoleh spesifikasi ukuran siklon :
BC = diameter lubang inlet = 0,65 m
Dc = diameter Cyclone = 4 x BC
= 4 x 0,65 m = 2,6 m
De = diameter gas outlet = Dc / 2 = 2,6 m / 2 =1,3 m
Hc = tinggi lubang inlet = Dc/2 = 2,6 m / 2 =1,3 m
Lc = panjang silinder = 2 Dc = 5,2 m
Zc = panjang konis = 2 Dc = 5,2 m
Jc = diameter lubang dust out = Dc / 4 = 0,65 m
S = panjang outlet dengan kisaran (0,5 0,625) Dc
Diambil kisaran 0,5 Dc = 1,3 m

Tabel F.4 Spesifikasi Cyclone

Alat

Cyclone

Kode

CL-301

Fungsi

Memisahkan partikel produk yang terbawa aliran


udara pengering keluar dari spray dryer.

Jenis

Cyclone Separator

Bahan

Stainless Steel SA-167 grade 11 Type 316

Suhu

60 C

Tekana

16,201 Psi

n desain

Kapasitas
Dimensi

126,601 ft3
Diameter silinder

= 2,6 m

Panjang silinder

= 5,2 m

Panjang konis

= 5,2 m

Diameter gas outlet = 1,3 m


Diameter inlet

= 0,65 m

Diameter dust out = 0,65 m


Tinggi gas outlet = 1,3 m
Jumlah

1 buah

BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN