Anda di halaman 1dari 317

No.

Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

I.

Halaman
1/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

BEDAH ORTHOPEDI

Isi
Hal

FRACTURE FEMUR
1

FRACTURE SPINE ( TULANG BELAKANG)


2

OSTEMYELITIS CHRONIS
3

RUPTUR MENISCICUS
4

COXITIS TBC
5

FRACTURE TENDON ACHILLES


6

OSTEOGENIC SARCOMA
7

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

Tanggal Terbit

No.Revisi

Halaman
2/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

CTEV ( CONGENITAL TALIPES EQUINNOVARUS )


8

SPONDILITIS TBC ( TBC TULANG BELAKANG )


9

FRACTURE DISLOCATIO ACETABULUM


10

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
3/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

FRACTUR FEMUR
1.

Kriteria Diagnosis

Adanya trauma deformitad; nyeri tekan ;


nyeri sumbu; krepitasi; functio laes

2.

Diagnosa Banding

Fr. Patologis pada :

Fr. Trochanter

3.

Pemeriksaan Penunjang

Fr. Collum femoris


Fr. Shaft femur
Fr. Condylus femoris

X-Ray :

Pelvis AP

Sepanjang femoris AP/Lat

4.

Konsultasi

Ahli Bedah Orthopedi

5.

Perawatan RS

Rawat Inap

6.

Terapi

Operative, bila menolak dilakukan


konser-vative berupa traksi ( skeletal
atau skin )

7.

Tempat Pelayanan

Semua tipe RS yang mempunyai fasilitas


minimal traksi untuk tenaga standar
tindakan konservative. Tindakan
operative oleh Ahli Bedah Orthopedi
pada RS kelas B keatas

8.

Penyulit

Infeksi Post operasi

9.

Informed

Perlu ( tertulis )

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
4/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

10.

Standard Tenaga

Ahli Bedah Orthopaedi

11.

Masa Pemulihan

Minimal 6 bulan

DAFTAR PUSTAKA :
1.
BAILEY & LOVES
Short practice of Surgery 15 th edition, pp. 360 364 London H.K Lewis &
Co. Ltd, 1971
2.
CHARNLEY. J
The closed treatment of Common fractures, 3 rd edition, pp 16-196 E&S
Livingstone Ltd, 1970
3.
PERKING, C
Fractures and Dislocation, pp 265-276. London Athlone press 1958
4.
WATSON-JONES. R
Fractures and Join injuries, volume two, 4 th edition, pp 718-728. E&S
Livingstone Ltd, 1956

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

Tanggal Terbit

No.Revisi

Halaman
5/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

FRACTURE SPINE ( FRAKTUR TULANG BELAKANG )


1. Kriteria Diagnosis
(paling

Trauma berupa jatuh dari ketinggian

*
*

sering ) bisa juga trauma horizontal ( KLL )


Nyeri tekan pada vertebra level tertentu
Bisa disertai dengan gangguan neurologis
berupa kelemahan otot-otot tungkai bawah;

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
6/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

gangguan bak/bab.
2. Diagnosa Banding

*
*

Spondylitis TBC
Tumor-tumor vertebra

3. Pemeriksaan Penunjang
AP/Lat/Oblique

X-Ray plain photo spine

K/P CT Scan; MRI

4. Konsultasi

Rehab Medik

5. Perawatan RS

Rawat inap

6. Terapi
:
*
dikategorikan
stabil, tanpa ada gangguan neurology
*
dikategorikan

Konservative : untuk pasien-pasien


Operative : untuk pasien-pasien yang
unstable dengan ganguan neurology.

7. Tempat Pelayanan

RS type B keatas

8. Penyulit
infeksi

Decubitus luas pada kasus dengan paraplegia


dengan gangguan neurology

9. Informed Concent

Perlu ( tertulis )

10. Standard Tenaga

Ahli bedah Orthopaedi / Spine surgeon

11. Masa Pemulihan

*
*

Tanpa gangguan Neurologis 3 bulan


Dengan gangguan neurologis :
Tergantung dari derajat kerusakan
medulla

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
7/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Spinalis
Pada kerusakan total biaya terjadi
kecacatan
Permanent ( cacat tetap )

DAFTAR PUSTAKA :
1. BEDBROOK, G.M. :
Pathological Principles in the Management of Spinal Cord
Trauma,
Reprinted from Paraplegia Vol. 4 No. 1. May 1966. P.43
2. BURKE, D.C. : Hyperextension Injuries of the spine J. Bone and Joint Surg., British
Number, Vol.
53 B, No. 1, February 1971, pp.3-12
OSTEOMYLITIS CHRONIS
1. Kriteria Diagnosis
sering

Anak umur 5-12 tahun dengan riwayat

mengalami URI
Pada orang dewasa dengan riwayat fraktur

*
*
*

tulang tulang panjang


Rasa nyeri local didaerah tulang panjang
Adanya fistel pada kulit
Anak jalannya pincang

terbuka

2. Diagnosa Banding

*
*
*

Ewing sarcoma
Osteogenic sarcoma
Soft tissue abscess

3. Pemeriksa Penunjang

*
*
*

X-Ray plain photo AP/Lat


Lab darah : Hb; Leuco; LED
Pus cultur seringkali staphylococcus

aureus

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
8/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

4. Konsultasi

Ahli Bedah Orthopaedi

5. Perawatan RS

RS type B Orthopaedi

6. Terapi

*
*

7. Tempat Pelayanan

RS type B keatas

8. Penyulit
recurrency

Tindakan yang kurang adequate akan memberikan

Debridement + sequestrectomy
AB sesuai cultur

yang tinggi.
9. Informed Concent

Perlu ( tertulis )

10. Standard Tenaga

Ahli Bedah Orthopaedi

11. Masa Pemulihan

DAFTAR PSTAKA :
1. APLEY, A.G. :A system of orhopaedics and fractures, 3 rd Ed, Butter worthe, London,
1968
2. MULLER. M.E. ALLGOWER. M. WILLENEGER H.: Manual of Interval fixation,
English Edit,
springer verlag, Berlin Heidelberg, New York 1970 pp 211-220.
3. SALTER, R.B. : Texbook of disorders & injuries of the musculoskeletal system William
& Wilkins
Co. 1970.

RUPTUR MENISCUS

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

1. Kriteria Diagnosis
( twisting )

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
9/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Trauma flexi dan rotasi sendi lutut

Rasa nyeri chronis sekitar sendi lutut

gerakan-gerakan twisting ( rotasi )


Terasa klik pada Mc Murray test

terutama pada

2. Diagnosa Banding

IDK ( Internal Derangment of the Knee )

3. Pemeriksaan Penunjang

*
*

X-ray plain photo sendi lutut AP/Lat


Arthoscopic.

4. Konsultasi

*
*

Ahli Bedah Orthopaedi


Rehab Medik

5. Perawatan RS

Rawat inap

6. Terapi

Operative total atau partial menissectomy

7. Tempat Pelayanan

RS type B keatas

8. Penyulit

Premature osteoarthritis dari sendi lutut

9. Informed Concent

Perlu ( tertulis )

10. Standard Tenaga

*
*

11. Masa Pemulihan

Ahli Bedah Orthopaedi


Phisioterapis

DAFTAR PUSTAKA :
1. APLEY, A.G. : A system of orthopaedics and fractures, 3 rd Ed, Butter worthe, London,
1968.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
10/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

2. DE PLAMA, R.B. : the managmenet of fractures and dislocation, Saunders C.,


Philadelphia, London, Toronto.
3. SALTER, R.B. : Texbook of disorder & injuries of the musculoskeletal system William
& Wilkins
Co 1970.
4. WASTON JONES, Sir REGINALD : Fractures and Joint injuries. Vol. II 4th Ed. E&S
Livingstone,
Edinburgh and London.

COXITIS TBC
1.
Kriteria Diagnosa
discrepancy

Jalan pincang ; flexi contracture;

Riwayat sakit paru-paru yang

Rasa sakit daerah pinggul yang

Pembengkakan dan tension dari

gluteus maximus.
Fluctuasi (+)

Transient synovitis ( pada anak-

Leg calve perthes disease


Septic arthritis

menahun
terlibat
otot-otot

2.
Diagnosa Banding
anak )

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
11/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

3.

Pemeriksaan Penunjang

*
*

4.

Konsultasi

Ahli Bedah Orthopaedi

5.

Perawatan RS

Rawat inap

Debridement + sequestrectomy;

*
*

periksa PA jaringan
AB sesuai culture
Immobilisasi dengan skin traksi

6.
Terapi
puscultur;

X-ray : plain photo, pelvis AP


Lab darah : Hb, leuco, LED

selama 3
minggu
7.

Tempat Pelayanan

8.
Penyulit
sehingga perlu

RS type B keatas

Rusaknya acetabulum dan head femur


dilakukan total hip replacement di

kemudian hari
9.

Informed Concent

Perlu ( tertulis )

10.

Standard Tenaga

Ahli Bedah Orthopaedi

11.

Masa Pemulihan

DAFTAR PUSTAKA :
1.
APLEY, A.G. : A system of orthopaedics and fractures, 3 rd Ed, Buter worthe,
London 1968.
2.
SALTER, R.B. : Texbook of disorders & injuries of the musculoskeletal system
William & Wilkins Co 1970.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

3.

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
12/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

WATSON JONES, Sir REGINALD : Fractures and Joint injuries. Vol. II 4 th Ed.
E&S Livingstone, Edinburgh and London.
FRACTUR TENDON ACHILLES

1.
Kriteria Diagnosis
dan tiba-tiba

Trauma berupa tarikan yang kuat

pada tendon Achilles ( atletes )


Trauma tajam ( V. Scissim ) daerah

Achilles ( bukan atletes )


Adanya daerah gap ( cekungan )

Achilles tendon
Kaki tidak bisa plantar flexie

tendon
didaerah

2.

Diagnosa Banding

Lesi N. Peroneus

3.

Pemeriksaan Penunjang

(-) Negatif

4.

Konsultasi

Ahli Bedah Orthopaedi

5.

Perawatan RS

Rawat inap

6.

Terapi

Operative :

Repair tendon Achilles

7.

Tempat Pelayanan

Immobilisasi dengan gips sarmiento


selama 6 minggu
Mobilisasi dengan tongkat dengan
non weight selama 6 minggu

RS type B keatas

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
13/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

8.

Penyulit

Infeksi post operative

9.

Informed Concent

Perlu ( tertulis )

10.

Standard Tenaga

Ahli Bedah Orthopaedi

11.

Masa Pemulihan

DAFTAR PUSTAKA :
1.
APLEY, A.G. : A system of orthopaedics and fractures, 3rd Ed, Butter worthe,
London, 1968
2.
SALTER, R.B. : Texbook of disorders & injuries of the musculoskeletal
system William & Wilkins Co. 1970.

OSTEOGENIC SARCOMA
1.

Kriteria Diagnosis
II )

Anak-anak dewasa muda ( decade I-

Benjolan pada ujungujung tulang


panjang
Pertumbuhannya sangat cepat
( progesive )
Rasa sakit didaerah benjolan
Faktor bisa trauma yang
menyebabkan fraktur pathologi

2.

Diagnosa Banding

Parosteal Sarcoma

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

3.

Pemeriksaan penunjang

Halaman
14/

Ostemyelitis

X-Ray :
Thorax photometastasis
Plain photot AP/ Lat
Biopsi tulang

4.
Konsultasi
Radiotherapy

Ahli bedah Orthopaedi, Hematology,

5.

Rawat inap

Perawatan RS

6.
Terapi
Neg, Hasil PA (+)

Bila thorax photo metastasis (-)


Tindakan amputasi + cytostatika
Bila thorax photo (+) metastasis,
hasil PA ( +)
Tindakan cytostatika + radiasi,
amputasi sebagai
Ajuan therapy

7.

Tempat Pelayanan &


Tenaga Standard

RS Type B keatas

8.

Penyulit

Adanya micrometastasis

9.

Informed Concent

Perlu ( tertulis )

Ahli Bedah Orthopaedi, Hematolog,

10.
Standard Tenaga
Radiotherapiest
DAFTAR PUSTAKA :

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
15/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

1.

AEGERTER E, KIRPATRICK JA : Ortopaedic Diseases, physiology


Patology, Radiology, W.B. Saunders Co, London, 1958
2.
ENNEKING W.F. : Stanging of Musculoskeletal Neoplasma IV
3.
LICHTENSTEIN 1 : Bone Tumors, 4 th ed, The C.Vmosby Co. Saint Lovis
1972, pp 17-228
4.
MIRRA JOSEPH M. Bone Tumor Diagnisisand treatment, J. B Lippincott
Company, 1980
1.
Kriteria Diagnosis
:
*
Parosteal Sarcoma
pemriksa Peunjang
*
OstemRay :
CTEV ( CONGINETAL TALIPES EQUINOVARIUS ) photo
.matastasis
11.
Kriteria Diagnosis
lahir bisa

Riwayat kaki bayi bengkok sejak


unilateralatau bilateral
Pemeriksaan Fisik :
Kaki depan (forefoot )
adductus
Kaki belakang ( hindfoot )
equines dan
Varus
Os Calcaneus kecil
Adanya band didaerah tendon
acheles

2.

Diagnosa banding

Club feet
Arthogryphosis Multiplex
Conginetal

3.

Pemeriksaan penunjang

X-Ray

4.

Konsultasi

Ahli Bedah Orthopaedi

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
16/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

5.
Perawatan RS
operative

Rawat inap bila memerlukan tindakan

6.
Terapi
dilahirkan

7.

Tempat Pelayanan

Konservative : Serial gips sejak bayi


( 6-8 x/ minggu )
Operative : Pada usia 3 bulan, bila
tindakan
Konservative gagal

RS type B keatas

8.
Penyulit
umur > 1 tahun

Neglected case ( bayi baru dibawa setelah

9.

Informed Concent

Perlu ( tertulis )

10.

Stabndard Tenaga

Ahli Bedah Orthopaedi

11.

Masa pemulihan

DAFTAR PUSTAKA :
1.
WOOD W. LOVELL, M.D, CHARLES T. PRICE, M.D. AND PETER L.
MEEHAN, M.D. : Pediatric orthopaedics. Vol. II J.B. Lippincott company,
Philadelphia- Toronto 1978
4.
Konsultasi
Tenaga Stan
8.

*
Plain photo AP/Lat Biopsi tulang
Ahli Bedah Orthopaedi, Hematology,

PenySPONDILITIS TBC ( TBC TULANG BELAKANG )

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

1.
Kriteria Diagnosis
belakang

Halaman
17/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Rasa sakit setempat di daerah tulang

tonjolan di daerah tulang belakang.


Rasa kesemutan / kebas-kebas pada

tungkai
bawah, yang sudah parah bisa
sampai
*

kelumpuhan dari tungkai bawah


Riwayat batuk-batuk chronis yang

oleh TBC paru ( tetapi tidak selalu )


Reflex-reflex physiology yang

disebabkan
menurun
2.

Diagnosa Banding

*
*

Stroke e.c. CVD


Tumor intra medular

3.

Pemeriksaan Penunjang

*
*
*

X-Ray plain photo spine AP/Lat


K/P CT Scan
Lab darah : Hb; Leuco, LED

4.

Konsultasi

Ahli Bedah Orthopaedi

5.

Perawatan RS

Rawat inap

Debridement; sequestrectomy;

fusion ( bone grafting )


Triple drugs selama 2 tahun

6.
Terapi
anterior interbodi

7.

Tempat pelayanan

RS type B keatas

8.

Penyulit

Decubitus luas untuk yang sudah paraplegia

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
18/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

9.

Informed Concent

Perlu ( tertulis )

10.

Standard Tenaga

Ahli Bedah Orthopaedi

11.

Masa Pemulihan
Radiotherapiest

DAFTAR PUSTAKA
1.
AERGERTE
2.
3.
4.
5.
E, KIRPATRICK JA : Orthopaedic Diaseases, physiology Pat LICHTENSTEIN 1 :
Bone tumors, 4 th ed, The C. Vmosby Co. Saint Lovis 1972, pp 17-228
4.DAFTAR PUSTAKA :
1.
PAUS, B. : Treatment for tuberculosis of the spine acta orthopaedi Scand.,
Suppl. 72, 1964
2.
TULI, S.M. : Treatment of tuberculosis of the spine a-review. Indian J. Surg.,
35 : 195-213,1973.
3.
SULARTO, R., CHEHAB, R.H., SUKARNA, HALIMUN E.M., SALIM, S.
TOYIB : Arterior fusion pada spondylitis tubercullousa di Jakarta, KPPIKUI, 1970.
4.
WILKINSONS, M.C. The treatment of tubercullous of the spine of the
vertebral bodies. J. Bone joint surg. 51 A : 1331-1342., 1969

CTEV ( CONGENITAL TALIPES EQUINOVARUS )


1.
Kriteria Diagnosis
lahir bisa

Riwayat kaki bayi bengkok sejak

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Halaman
19/

Tanggal Terbit

Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

*
adductus

unilateral atau bilateral


Pemeriksaan Fisik :

Kaki depsn ( forefoot )

Kaki belakang ( hindfoot)

equines
*
*

Dan varus
Os Calcaneus kecil
Adanya band didaerah tendom

*
*

Club feet
Arthogryphosis Multiplex

acheles
2.

Diagnosa Banding

Congenital
3.

Pemeriksaan Penunjang

X-Ray

4.

Konsultasi

Ahli Bedah Orthopaedi

5.
Perawatan RS
operative

Rawat inap bila memerlukan tindakan

6.

Terapi

Konservative : Serial gips sejak bayi


dilahirkan ( 6-8 x/ minggu )
Operative
: Pada usia 3

bulan, bila
konservatif gagal
7.

Tempat Pelayanan

8.
Penyulit
umur > 1

RS type B keatas

Neglected case ( bayi baru dibawa setelah


tahun

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

9.
Informed Concent
ndard Tenaga
:

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
20/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

:
Perlu ( tertulis )
Ahli Bedah Orthopaedi

11.
Masa Pemu
ompany, Phila

thopaedics. Vol. II J.B.


FRACTUR DISLOCATION ACETABULUM

1.
Kriteria Diagnosis
sendi panggul

Trauma yang hebat pada daerah

Rasa sakit pada gerakan sendi

Adanya benjolan-benjolan daerah

panggul
Posisi tungkai bawah flexi, internal

panggul
sendi
rotasi dan
discrepancy
2.

Diagnosa Banding

*
*

3.

Pemeriksaan Penunjang

X-Ray : Pelvis : AP, Alar, obturator

4.

Konsultasi

Ahli Bedah Orthopaedi

5.

Perawatan RS

Rawat inap

Dilocatie tanpa fractur acetabulum

cito dalam narcose umum


degan fracture acetabulum

6.
Terapi
reposisi

Dislocatie of the hip


Fracture proximal femur

siapkan implant,
open reduction internal fixation

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
21/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Lanjutkan dengan skin traksi selama

3 minggu
7.

Penyulit

Infeksi post operative

8.

Informed Concent

Perlu

9.

Lama Perawatan

Minimal 4 minggu

10.

Masa Pemulihan

Minimal 6 bulan

DAFTAR PUSTAKA :
1.
DE LEE JE, EVANS J AND LETOURNEL E : Anterior of the hip and associated
femoral
head fracture. J. Bone joint Surg. 62-A : 960-963, Sept 1980.
2.
JUDET R, JUDET J AND LETOURNEL E : Fractures of the Acetabulum :
Classificatio and
Surgical approaches for open reduction, J. Bone Surg. 46-A :
1615-1646,1964.
3.
NUKARNA K, ISKANDAR D, HUTAGALUNG E, SAPARDAN S : Fracture
Acetabulum
proceeding of the Second Open Scientific Meeting of the Indonesian Orthopaedi
Associations Congress, 65-67, Okt 1977.

11.

Isi

BEDAH VASKULER

Hal

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
22/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

VARICOSE VEINS

11

BUERGER = Tromboangitis Oblitaerans ( TAO )

12

TRAUMA VASKULER ATAU CIDERA VASKULER

14

DEEP VEIN THROMBOSIS

16

( Okulasi Anggota Gerak = vena frofunda )

ISCHEMIA AKUT DARI ANGGOTA GERAK

17

(Syn. Oklusi Akut Arteri )

ARTERIOVENOUS FISTULAS ( AVFs) Aequired

19

THORACICOUTLET SYNDROME

21

ULCUS CRURIS, CHRONIC LEG ULCERS

23

ANEURYSMA

25

SYNDROMA RAY NAUD

27

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
23/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

VARICOSE VEINS
1.

Nama penyakit
:
abnormal dari vena-

Varicose veins merupakan semua pelebaran


vena supervicialis dari tungkai mulai dari sebesar

venous stars dan


spider burst hingga kebentukan yang melebar
(dialtas turtous) atau
yang sudah sangat melebar dimana didalamnya
telah terbentuk
aliran darah retrogade akibat dari katub-katub
venanya yang sudah
inkompentent yang secara klinis dapat
diperhatikan.
2.
Kriteria Diagnosis
oleh gangguan

Penderita datang kedokter biasanya disebabkan


kosmetik, nyeri, perasaan berat ditungkai, cepat
lelah atau perasaan
terbakar
gejala-gejala ini sering muncul atau semakin berat.
Gejala-gejala tadi berkurang bila kakinya
ditinggikan. Umumnya pada setiap penderita dapat
nampak jelas kecuali pada mereka yang gemuk
yang hanya jelas pada palpasi. Terdapat
serangkaian clinical test untuk memeriksa keadaan
katub-katub vena saphena, femoral, atau vena

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
24/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

perforantes (Tredelenburg I, II : Parthes atau


Linton test)
3.

Diagnosa banding

4.
Pem. Penunjang
Straingauge : photo ).

Tidak Diperlukan

Doppler, Plethysmograph ( Impedance atau


Phlebography : sudah jarang dikerjakan

5.

Konsultasi

Dirujuk ke Spesialis Bedah vaskuler, Kardiologist

6.

Perawatan RS

--

7.

Terapi

8.

Penyulit

Rawat inp : kalau menjalani operasi


Rawat jalan : kalau hanya Sclerosing

therapy
Nonoperative treatment : Sclerotherapy
Bagian varikosis yang kecil-kecil
Operative treatment : stripping, excisional

Sclerotherapy :
Pigmentation
Intravaskuler hematomas
Phlebitis dan thrombophlebitis
Allergic reaction
Necrosis : sering karena paravenous
injection
Accidental intra-artireal injection : sangat
riskan
Operativr treatment :
Infeksi
Kosmetik kurang baik
Harus dirawat

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

9.

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
25/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Informed Concent
:
Perlu
BUERGER = THROMBOANGITIS OBLITERANS (TAO)

1.
Kriteria Diagnosis
berupa kesemutan,

a.

Gejala-gejala ischemia perifer

perasaan dingin, banyak keringat,


nyeri klaudikatio s/d nyeri istirahat,
nekrosis jaringan
b.
Progesive ke arah proximal
c.
Perokok
d.
Umumnya pria, mulai timbul gejala
pada umur kura
ng dari 45 tahun
e.
Tidak terdapat sakit gula, penyakit
autoimunt, trauma atau sumber
emboli
f.
Terdapat artery yang normal
proximal dari a. politeal dan b.
brachialis
g.
Sering disertai Thrombophlebitis
superficialis
2.

Diagnosa Banding

3.
Pem. Penunjang
dan waveform)

Lesi atherosklesis, Lesi Diabetes Melitus

Darah lengkap, Doppler (segmental pressure


Plethysmography, Arteriography)

4.

Konsultasi

Dirujuk ke Spes. Bedah Vaskuler

5.

Perawatan RS

Rawat inap segera

6.

Terapi

a.

Hentikan rokok segera

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
26/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

b.
c.

Analgetika (k.p. morphin)


Heparin infus 300 u/kgBB/hari,
selama beberapa hari,
kontrol dengan clottin time.
d.
Antibiotika : sesuai penemuan
bakteriologis
e.
Sympatectomy
f.

Perawatan luka optimal dan teratur


(nekrotomy, mild
soap dls)
g.
Trental dan / Aspirin 325 mg/hari
h.
Dapat dicoba kalau dapat : Bypass
grafting
i.
Amputasi (lengan : limited
amputation, tungkai : duatas dari
transmetatarsal level sebaiknya
bellow knee-amputation.
7.

Penyulit

Infeksi sekunder

8.

Informed Concent

Perlu

9.

Lama perawatan

2-3 minggu

10.
11.

Masa pemulihan
Output
tergantung dari

:
:

2 minggu
Morbidity rendah, sukses pengobatan sangat
kesadaran penderita untuk benar-benar
menghentikan
merokok (active or passive
smoker)

12.

PA

Artery dan vena

13.

Otopsi

Tidak perlu

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

Tanggal Terbit

No.Revisi

Halaman
27/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

DAFTAR PUSTAKA :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.

Ernst, Stanley : Current therapy in vascular surgery, second edition, 1991, B.C.
Decker Inc
Haimivicis : Vasculer surgery , Third Edition, 1989, Appleton & Large
Ary Mboeik : Penanggulangan Cidera Vaskuler, Penangulangan Trauma di
Lapangan, Kumpulan makalah Simposium Tauma 1978
Rutheford : vascular Surgery, 1977, B.B. Saunders Company
J.G. Pollock : Topikal Reviews in Vascular Surgery, 1982, Wright PSG
Zehnder M.A. : Unfalmechanismus and Unfull Mechanik der Aortenruptur in
geschlossenen Thorax trauma, thorax chirurgie 8 ( 1960 b) 47
Janke E.J., Jr. Seeley S. F : Acute Vascular Injury in the Korean War, Am
analysis of 77 concecutive Cases, Ann Surgery 138-1953.
Jorg Vollmar : Recontruktive chirurgie der Arterien, Georg Thieme Verlag
Stuttgart 83- 107,1975
John J. Began, James S. T. Yao : Surgery of the Veins, 1985, Grune & Startton,
Inc
Hershey, Barnes, sammer : Noninvasie Diagnosis of Vasculer Disease, 1984,
Butterworths & Appleton Davis Inc

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
28/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

yang incompetent ya TRAUMA VASKULER ATAU CIDERA VASKULER


1.

Kriteria Diagnosis

a.
b.

Thrombosis acute Artery tepi

Darah lengkap, soppler, Plethysmograpy, Thorax

nadi perlu
menimbulkan
digerakan.
ng secara klinis
2.
Diagnosa Banding
3.
Pem. Penunjang
foto Arteriograpy

Adanya trauma type sedang dan type berat


Pegangan 6-P :
*
Pale ( pucat )
*
Pulelessnes ( tidak teraba denyut
dibanding
kiri dan kanan
*
Pain ( nyeri sangat/angina) dapat
shock, jangan

( DSA )
4.

Konsultasi

Dirujuk ke Spesialis Bedah Vaskuler

5.

Perawatan RS

Rawat inap segera

Tindakan telah dilakukan sejak dilapangan ( tempat

6.
Terapi
terjadi

kecelakaan ) berupa beban tekan ( lapisan kassa


tebal mengandung

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
29/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

obat bagian luka, cukup tekanannya sehingga tidak


terjadi
perdarahan ) juga analgetika dan bidai fiksasi,
infus cairan dan
antibiotika. Pasien segera di transport ke RS, disini
tindakan lanjut
sebagai berikut :
*
Berantas shock ( infus analgetika )
*
Disiapkan untuk anastesi dalam kamar
bedah
*

Sayatan proximal dan distal dari luka ( balut

*
*

seluruh artery dan vena dicair dan di laso


Balutan dibuka, luka dicuci ( wound toilet )
Dilakukan tindakan rekontruksi :
*
Pembuluh darah cukup dicari dan

jangan dibuka ),

ditandai, kalau
perlu dipasang temporary shunt
agar aliran darah
*

tetap.
Rekontruksi dilakukan berturutan

sbb : tulang,
artery
dan vena saraf cukup ditandai untuk
nanti setelah
*
*

beberapa saat baru disambung.


Pemberian Heparin infus
Penyambungan artery dan vena

menggunakan
autolog
vein graft/ Dacron graf/umbilical
graf. Pada
perdarahan yang hebat dapat
dikerjakan

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
30/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

autotransfusion dengan
menggunakan
autotransfusio
dengan menggunakan
autotransfusion device yang
berasal dari berbagai merk a.l.
Sorenses Trauma
Autotransfusion Baylor Rapid
Autotranfusier,
Haemonetics cell Saver, Didacto
dlsb.
77.

Penyulit

Infeksi sekunder

8.

Informed Concent

Perlu

9.

Lama perawatan

1-2 minggu

10.

masa pemulihan

2 minggu

Banyak tergantung dari jenis pembuluh darah yang

11.
Out put
kena ( aorta ,

mesentrica arteries, art caroid dsb ) dan lama waktu


hingga
rekontruksi ( golden periode sekitar 6 jam )
12.

PA

13.

Otopsi
dapat diperlihatkan.
2.
Kriteria Diagnosis
disebabkan oleh

Tidak perlu

Perlu 7.
:

Penderita datang ke dokter biasanya


gangguan kosmetik, nyeri, perasaan berat

ditungkai,

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
31/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

cepat lelah atau perasaan terbakar gejalagejala ini


sering muncul atau semakin berat. Gejalagejala tadi
berkurang bila kakinya ditinggikan .
Umumnya pada
setiap penderita dapat nampak jelas pada
palpasi.
Terdapat serangkaian clinical test untuk
memeriksa
Keadaan katub-katub vena saphena,
femoral, atau
vena
Perforantes ( Trendelenburgh I, II : Parthes
atau
3.
4.
atau

Diagnosa Banding
Pem. Penunjang

5.
Konsultasi
Kardiologist
6.
Perawatan RS
operasi

:
:

Linton Test )
Tidak diperlukan
Doppler, Plethysmograph ( Impendance

Straingauge :photo ). Phlebography : sudah


jarang dikerjakan
Dirujuk ke Spesialis Bedah vaskuler,

Rawat inap : kalau menjalani

Rawat jalan : kalau hanya

Nonoperative treatment :

Sclerosing theraphy
7.
Terapi
Sclerottherapy

*
*

Allergic reaction
*

Infeksi

Necrosis

sering

karena

para

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

9.

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
32/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

*
Kosmetik kurang baik
*
Harus dirawat
Informed Concent
:
Perl
B DEEP VEIN THROMBOSIS
( OKULASI VENA ANGGOTA GERAK + Vena Frofunda )

1.
Kriteria Diagnosis
iliofemoral

Sangatlah nonspecific kecuali massive


thrombosis ( phlegmasia cerulea dolens )
Gejala-gejalanya :
Nyeri tungkai ( tidak sehebat okulasi
arteri )
Pembengkakan ( piting ederma )
Kulit mengkilat
Warna agak normal hingga cyanotis
Suhu biasa hingga agak panas
Nadi dapat teraba bila cairan edema
tidak menggangu
Fungsi sensoris dan motorik biasanya
masih normal

2.

Diagnosa Banding

3.
Pem. Penunjang
Plethysmograpy

Lympedema
Oklusi artery

Darah ( lengkap dan koagulasi ), Doppler,


( Straingauge ), duplex scaning,

Venography

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

4.
Konsultasi
Kardiology,

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
33/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Dirujuk ke Seps. Bedah Vaskuler,


Hematologist

5.

Perawatan RS

harus Rawat inap

6.

Terapi

7 7.
Penyulit
komplikasi jantung,

Tungkai tersebut ditinggikan


Continous heparin Infusion
Oral anticoaglants ( trantal, Aspirin,
Coumadin )
Thrombolytic therapy : untuk
thrombus yang baru
Operative berupa venous
thrombectomy dengan atau tanpa
dilakukan temporary arteriovenous
fistula
Fasciotomy bila terdapat
Compartment Syndrome
OANGITIS OBLITERANS ( TAO)
:
Pulmonary embolism, perdarahan,
sepsis

8.

Informed Concent

perlu

9.

Lama perawatan

2-3 minggu

10.

Masa pemulihan

2-3 minggu

11.

Out put

60% patentyrate

12.

PA

Thrombus

13.

Otopsi

perlu

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

Tanggal Terbit

No.Revisi

Halaman
34/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
35/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

ISCHEMIA AKUT DARI ANGGOTA GERAK


( Syn. Oklusi akut Artery )
1.
Kriteria Diagnosis
berasal dari

Umumnya disebabkan oleh emboli yang


ruangan jantung. Gejala sbb. : Tanda-tanda

dari P-6 yaitu :

Pain ( nyeri hebat )


Pale ( bagian perifer menjadi pucat )
Pulslessnes ( nadi mengecil sampai
tak teraba, harus
Dibandingkan dengan sebelah )

Polkilothermia ( dingin )

Parese / Paraesthesia

Paralys (lumpuh )
Kulit disitu akan nampak terdapatnya
bullae berisi cairan yang bila dibiarkan
akan timbul nekrosis jaringan. Harus
diperiksa jantung untuk mendapatkan
tanda-tanda gangguan fungsi berupa
tachycardi atau gangguan rytmus
2.

Diagnosa Banding

Thrombosis arteri akut, oklusi vena akut

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

3.
Pem. Penujang
Thorax foto; ECG

Halaman
36/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Doppler, Plethysmograph,

Laboratorium : darah ( lengkap dan


koagulasi ),
Angiograph

4.
Konsltasi
Kardiologi

Dirujuk ke Spesialis Bedah Vaskuler,

5.

Perawatan RS

Segera

6.

Terapi

7.
Penyulit
jaringan (terlambat),

Tindakan segera berupa :


Analgetika (k.p. morphin )
Heparin 10.000-20.000 u.i.v. nitial
lalu diteruskan dengan infus
sebanyak 300 u/kg BB/hari
Kardiotonika
Pemberian cairan, mis :
Plasmaexpander
Anggota tsb dibungkus kapas lemak
( bag. Ujung )
Anggota tsb. Agak direndahkan
letaknya
Pasien dipuasakan untuk disiapkan
operasi
Tindakan operasi embolektomy
dapat dikerjakan dengan anestesi
umum atau local anestesi ( memakai
fogarty kateter )
Bila embolusnya masih baru dapat
diberikan fibriolytik therapy
Perdarahan, infeksi sekunder, nekrosis
komplikasi jantung MCI

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
37/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

8.

Informed Concent

Perlu

9.

Lama perawatan

1-2 minggu

10.
Masa Pemulihan
Kardiologi

1-3 minggu, perlu di follow up ke bag.

11.
Out put
antara 12-28%

Mortalitas tindakan embolektomy berkisar

12.
PA
tumor (

Embolus untuk melihat kemungkinan masa


mixoma jantung ) atau lain sebagainya

13.

Otopsi

1.
Kriteria Diagnosa
berupa

Perlu

a.

Gejala-gejala ischemia perifer


kesemutan,
perasaan dingin, banyak keringat,

nyeri
b.
c.
d.

klaudikatio
s/d nyeri istirahat, nekrosis jaringan
Progresive ke arah proximal
Perokok
Umumnya pria, mulai timbul gejala

e.

umur
kurang dari 45 tahun
Tidak terdapat sakit gula, penyakit

pada

autoimunt,

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
38/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

f.

trauma ata sumber emboli


Terdapat artery yang normal

g.

popliteral dan b. brachialis


Sering disertai thrombophlebitis

proximal dari a.
superficialis
2.

Diagnosa Banding

3.
Pem. Penunjang
pressure dan

Lesi atherosklesis, Lesi Diabetes Melitus

Darah lengkap, Doppler ( segmental


waveform )
Plethysmography, Arteriograpy )

4.

Konsultasi

Dirujuk ke Spes. Bedah Vaskuler

5.

Perawatan RS

Rawat inap segera

6.

Terapi

a.
b.
c.

Hentikan rokok segera


Analgetika ( k.p. morphin )
Heparin infus 300 u/kgBB/hari,

d.

beberapa hari,
kontrol dengan clotting time
Antibiotika : sesuai penemuan

selama

bakteriologis
.
Sympatectomy
rawatan ARTERIOVENOUS FISTULAS 9AVFs
( Acquired ) optimal dan teratur (
nekrotomy, mild
soap dls )
1.
Kriteria Diagnosis
adanya machinery

g.
Trental dan / Aspirin 325 mg/hari
Di atau sekitar trauma dapat diraba ( palpasi )

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
39/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

murmur yang sangat khas ( teraba selama siklus


dengan dominant
selama sistolis ) : daerah disitu membengkak,
terasa panas dan
jelas adanya pelebaran vena-vena ( draining veins )
seperti
varikosis. Juga lingkaran limb disitu ditambah.
Dengan melakukan
test sederhana berupa kompresi temporer terhadap
AVFs akan
mengakibatkandenyutan jantung melambat dan
tekanan nadi
mengecil.
2.

Diagnosa banding

Haemotoma dan soft mass

3.

Pem. Penunjang

Dupleks Scaning ( contrast-enhanced )


MRI
Artiograph : merupakan pemeriksaan yang
standar bagi AVFs dengan pemeriksaan ini
dapat diperlihatkan arteri afferent yang
melebar dan turtous
Penambahan inflow, pengisian yang dini
dari vena vena dan peningkatan
pembuluh-pembuluh kolateral disekitarnya.
Darah, foto thorax dan anggotanya ybs.

4.
Konsultasi
Kardiologi,Radiologi.

Dirujuk ke Spesialis Bedah Vaskuler,

5.

Perawatan RS

Rawat inap.

6.

Terapi

Tindakan operasi dengan melakukan exposure:

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
40/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Ligature semua kolateral (paling tidak 4

Reseksi arteri dan vena (termasuk fiskula)


dan kemudian mengerjakan rekonstruksi
pembuluh darah dengan vein graft atau arteri
vicial vascular graft, atau cukup memakai
angioplasty patch.
Menyisipkan interposition of living
tissue flap of muscle/fascia diantara
arteri dan vena, untuk mencegah
recomunication.

Residive disebabkan kurang bersih

Perdarahan terutama dari bagian vena


Peripheral ganggren disebabkan oleh
embolisasi atau karena terlalu bersih ligasi
yang dikerjakan.

buah)

7.
Penyulit
ligasinya

8.

Informed Concent

Perlu

9.

Lama Perawatan

1-2 Minggu

10.

Masa pemulihan
up setiap 1 bulan,

2 minggu setelah ini secara periodic perlu difollow


setahun, tiga tahun dan lima tahun

11.

Output

Bagus

12.

PA

AVF disertai arteri dan vena

13.
Otopsi
:
limited amputation, tugkai :

Mungkin saja perlu

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

Tanggal Terbit

No.Revisi

Halaman
41/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

iatas dari transmetatarsal level sebaiknya


TTTTrtTTHORACIC OUTLET SYNDROME

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

Tanggal Terbit

No.Revisi

Halaman
42/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

1.

Nama penyakit
:
Thoracic outlet atau disingkat TOS adalah kelainan
dengan gejalaTt
bellowgejala pada tangan, lengan, bahu
dan leher yang disebabkan oleh
knee-amputation
penekanan
( kompresi ) iritasi terhadap fleksus brachcialis, arteri
subelavia dan vena subelavia ( neurovascullar
bundle ) ketika mereka melalui thoracic outlet
area di apex paru.

2.

Kriteria Diagnosis
kompressi,

Tergantung dari segmen paling banyak mengalami


gejala-gejalanya juga parallel :
Neurological TOS : merupakan yang

terbanyak
paresis, juga

Penyulit
-

--

3.

Diagnosa Banding

Gejalanya adalah nyeri, paracsthesia dan


:
terdiri dari 2 jenis keluhan.
Berasal dari upper plexus inpvolvement dan
berasal dari lower involvement.
Venous TOS : terdiri dari pembengkakan,
cyanosis, cepat lelah lengan tersebut, terasa
berat serta rasa nyeri : bila lengan diangkat
terutama posisi abduksi maka pelebaran
vena cepat terjadi : juga bila dilakukan
exercise nampak stuwing vena-vena hal
tersebut disebabkan oleh kontraksi otot
untuk exercise dan elevasi lengan
mengakibatkan kontruksi vena semakin
hebat.
Arterial TOS : Otot-otot mudah lelah dan
kejang teraba dingin, pucat dan cyanosis
ujung-ujung jari (akibat emboli) pada kasus
yang extrem timbul nyeri ischemia dan
ganggren
Servical disk syndrome dileher

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

Tanggal Terbit

No.Revisi

Halaman
43/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Carpal tunnel syndrome dipergelangan

Cubital tunnel syndrome di siku


Cervical arthritis (spondylitis)
Brachial plexitis
Inflamatory shoulder problems :
Bursitis
Tendinitis
Capsulitis
Angina pectoris
Central nervous system tumor
P-Multiple sclerosis ancosis tumor
paru
Elevated arm atress test
Ancillary test :
Cervical spineradiograph series
(untuk menemukan adanya
kelainan-kelainan,mis:Cervical
ribelongated processus transverses,
exotosis callous dari clavicula atau
rib pertama, hypertrofi osteophyts
dalam neural foramina dan status
interverteble disk spaces.
Thoraks foto:AP dan lateral
MRI dan CT Scan tidak banyak
berarti karena tidak memperlihatkan
kelainan dari soft tissue (muiculus
scalene) menimbulkan kompressi.
Arteriogram maupun venogram
secara rutin tidak dianjurkan

tangan

4.

Pem. Penunjang

a.
b.

5.

Konsultasi
Neurolost, Bedah

Dirujuk ke Spesialis Bed Vaskuler .Kardiologi,

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
44/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

saraf
6.

Perawatan RS

7.

Terapi

Rawat inap
-

8.
Penyulit
injury dlsb.

Pneumothorax, injury dari n. phrenicus, brachial us

9.

Informed Concent

Perlu

10.

Lama perawatan

1-2 minggu

11.

Masa pemulihan

2 minggu

12.

Output

Memuaskan

13.

PA

Tak perlu

14.

Otopsi

Tak perlu

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

Tanggal Terbit

No.Revisi

Halaman
45/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

ULCUS CRURIS, CHRONIC LE ULCERS

1.

Kriteria Diagnosis
:
mengalami dermatitis,

Terdapat didaerah cruris dimana kulitnya


indurasi, nyeri dan ulcerasi kelainan-kelainan ini
bersifat kronis sehingga kulit didaerah tersebut
mengalami penebalan, hyperpigmentasi dan lebih
hangat dari sekitarnya (statis dermatitis/eczema).
Daerah yang paling mengalami perubahan tersebut
adalah sekitar molleolus medialis. Vena-vena
perforan dan peninggian tekanan dalam vena
profunda akan langsung ditransmit kejaringan
subcutis sehingga mengakibatkan perubahanperubahan tersebut diatas.peninggian tekanan
vena-vena profunda diakibatkan oleh obstruksi
(throumbus) mengakibatkan kutub-kutub dalam v.v
perforantus menjadi insufficien sehingga tekanan
vena profunda yang tinggi dapat langsung
diteruskan kejaringan subcutis.

2.

Diagnosa Banding

Congestive heart failure


Chronic glomerulonephritis
Chronic lymphedema
Lipedema
Dermatitis allergica

3.
ECG

Pem.Penunjang

Doppler, Plethysmograph, Thorax foto,

Laboratorium : darah lengkap

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
46/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Venography, Venous pressure measurement,

Duplex
scaning
4.
Konsultasi
Dermatologist

Spesilialis Bed, Vasculer, Kardiologist,

5.

Perawatan RS

Perlu rawat inap

6.

Terapi

Non operative treatment


Graded compression elastic stocking

(lifelong)
-

Sering elevasi tungkai (terutama kalau

Memakai Unnas boots


Merawat ulcus sol 0,25 % allumunium

tidur/istirahat)
subacetate merawat

7.

Penyulit

eksi eozema menggunakan lanolin solm


allumunium acetate, steroid preparat atau
antibiotik.
Operative treatment :
Linton procedure/Dodd procedure
Valvuloplasty
Venus valve transplantation
Femoro-femoral crossover grafls (palma
operation)
Saphenopopliteal Bypass Operation (MayHusni- Operative)
Heart disease, Trombosis, infeksi

8.

Informed concent

Perlu

9.

Lama perawatan

1-2 minggu

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
47/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

10.

masa pemulihan

3 minggu

11.

Output
valvuloplasty :

Good result 60-80% (dalam waktu 2 tahun) untuk


90% untuk ligature prosedure.

12.

PA

Tidak perlu

13.

Otopsi

Tidak perlu

8.

Informed Concent

Perlu

9.

Lama perawatan

1-2 minggu

10.

Masa pemulihan

2 minggu

Banyak tergantung dari jenis pembuluh

11.
Output
darah yang kena

( aorta, mesentrica arteries, art caroid dsb )


dan lama waktu
hingga rekontruksi ( golden periode sekitar
6 jam )
12.

PA

Tidak perlu

13.

Otopsi

Perlu

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

Tanggal Terbit

No.Revisi

Halaman
48/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

ANEURISMA
(adalah suatu dilatasi setempat dari artery yang sifatnya irreversible)

1.

Kriteria Diagnosis
:
aneurisma kemudian

Paling banyak ditemukan infrarenal aorta


iliaca femoralis dan popliteal. Perkembangan
aneurisma abdominalis berjalan lambat selama
bertahun tahun. Kecepatan pengembangannya
sering tidak dapat diperkirakan. Perkembangan tadi
akan berakhir dengan ruptur, perdarahan dan
meninggal : atau dapat menjadi sumber emboli
keseluruh tubuh. Banyak ahli berpendapat bahwa
kecenderungan untuk ruptur ditentukan primer oleh
besarnya aneurisma, bahkan dapat oleh aneurisma
yang kecil saja (diameter 4-7 cm). Begitu sebuah
aneurisme abdominalis 30% dibulan pertama,
menjadi 74% dalam 6 bulan kemudian menjadi
80% dalam waktu 1 tahun. Bagi thoraco abdominal
aortic aneurisma : bila dibiarkan 95% mengalami
dissecting da 51% yang non dissecting akan
mengalami ruptur. Hampir semua aneurisma aorta
abdominalis dapat dipaltasi (pulsatile abdominalis

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
49/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

mass). Pemeriksaan lain yaitu : plain X-Rays,


abdominalis sonogram, ultrasonograph, CT
scanning, MRI (mahalintolerans terhadap
gangguan bunyi, tidak dapat bagi penderita dengan
pace maker), aorta graph. Umumnya pada lanjut
usia.
2.

Diagnosa Banding

3.

Pem.Penunjang
:
pemeriksaan fungsi paru,

Tidak perlu
Darah lengkap, thorax foto, Kardiologi,
pemeriksaan fungsi ginjal, fungsi hati, plain foto
abdomen, sonogram abdomen, transkranial
doppler, ultrasonograph abdomen, aortagraph (pool
atas dan bawah dari aneurisma harus terlihat jelas),
MRI.

4.

Konsultasi
Pulomologist,

Spes, Bedah Vasculer, Kardiologist, Internist,


Neurologist.

5.

Perawatan RS

Harus rawat inap

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

6.

Tanggal Terbit

No.Revisi

Halaman
50/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Terapi

Indikasi operasi :
a.
Operasi elective : penderita risiko rendah
dengan aneurisma diameter lebih dari 6 cm
atau aneurisme yang lebih kecil tetapi
berubah menjadi lunak atau menjadi
syptomatik
b.
Indikasi yang lebih urgent dari a, yaitu bila
terbukti adanya embolisasi ke kaki
c.
Tindakan operasi emergency bila mana
aneurisma acute melunak atau disertai
abdomen atau nyeri punggung
d.
Resusitas dan segera operasi : bila menjadi
ruptur dan hock Tindakan aneurismectomy
sbb :
Exposure melalui sayatan mediana
panjang
Fungsi ginjal harus tetap dijaga
dengan pemberian cukup cairan dan
12.5-25 ogmannitol sebelum klaim
aorta
Aheparin diberikan 5000 unti
sebelum klaim
Diseksi terbatas kantong aneurisma
sublateral dan posterior (Creech
technique)
Memakai Dacron graft/goretex graft
Retrolperitoneal converage terhadap
grafe

7.
Penyulit
Emboli

Penyakit jantung (MCI) Pseudoanacurysma

8.

Perlu

Informed Concent

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

9.

Lama perawatan

1-2 minggu

10.

Masa pemulihan

2 minggu

11.

Output

Memuaskan

12.

PA

Tidak perlu

13.

Otopsi

Tidak perlu

Halaman
51/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

SYNDROMA RAYNAUD
Dibagi atas 2 tipe :
VASOSPASTIK
OBSTRUKTIF
1.
Kriteria Diagnosis
disebabkan oleh

Serangan episode vasospasm ujung-ujung jari


suhu dingin dan stress (emosi) sehingga
menimbulkan perubahan warna triphasic colr
yaitu menjadi putih,biru,merah.diantara serangan
warna jadi normal. Serangan ini disertai rasa

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
52/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

kesemutan dan nyeri hebat dan bahkan dapat


mengakibatkan nekrosis jaringan.
2.
Diagnosa Banding
agglutinius

a.

Intra vaskuler: Cryglobulimemia,cold

b.

Vaskuler:
Thromboangistis obliterans(TAO)
Occupational trauma
Collagen disorders:
Scledearma,Dermatomyositis,syste
mic
lupuserythematosus,polyarteritis

Frosbite, Immersion foot


Extravaskuler:
Sympathetic hyperactivity
Thoracic outlet syndrome
Causalgia
.
Darah lengkap, Doppler waveform dan
c.

3.
Pem. Penunjang
plethysmoraphy,allen

compression test, gold challenge test,arteriography.


4.

Konsultasi

Dirujuk ke Sepsialis Bedah Vaskuler

5.

Perawatan RS

Rawat inap segera

6.

Terapi

a.

Kebijaksanaan umum :
Berikan keterangan sejelasnya,
kalau tidak menemukan sesuatu
kelainan lain berikan support tidak
akan diamputasi
Hentikan merokok tanpa kompromi

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
53/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

b.

c.

d.

7.

Hindari udara dingin (tempat


dingin, minum air es, mandi air
dingin dll)
Hindari pemakaian obat-obatan
yang dapat menimbulkan
vasospasm mis : tablet KB, ergot
preparat dan betaadregregenic
blockers
Obat-obatan :
Symphatetic blocking agents
Calcium chanel blockers
Direct smoot muscle relaxants
Other medications
Tindakan operasi:
Cervicothoracic
sympathectomy(endoscopy)
Digital artery sympatectomy
Microvasculer recostruction
Tindakan lain-lain:
Obati penyakit yang menyertai
Konsultasi untuk behavior
modification(Psycologist)
Biofeedback (temperatur)
Pavlovian vasdilatation
conditioning
Plasmapheresis (mahal)
Transucutancous nerve stimulation
(harapan)

Penyulit
:
Patient sulit menghindari persyaratan-persyaratan
yang dijukan mis
: merokok, stress, dll. Tidak
konsekuen melakukan latihan-latihan
yang dianjurkan mis : biofeed, pavlovian, vasodilatation conditioning dll.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
54/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

8.

Informed Concent

Perlu

9.

Lama perawatan

2-3 minggu

10.
lain

Masa pemulihan

2 minggu mungkin lebih lama atau mutasi ke Bag

11.

Output

Morbidity minimal kecuali type OBSTRUCTIVE

12.

PA
:
Ganglion pada sympathectomy untuk memastikan
benar jaringan
( OKULASI VENA ANGGOTA G ganglion yang diambil (Vriesco)
13.
Otopsi
ERAK + Vena Profunda )

Mungkin perlu bagi jawaban diagnosis pasti

III BEDAH THORAX

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
55/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

ISI :
1.

FRACTUR IGA SIMPLE ICD S.20

2.

HEMATO THORAX ICD S.29

3.

OPEN PNEUMO THORAX ICD S.21

4.

CLOSSED PNEMO THORAX S. 29. 1

5.

TENSION PNEUMO THORAX S.29.2

6.

FLAIL CHEST S.22.3

7.

TAMPONADE JANTUNG ICD 1.51.9

8.

TRAUMATIC WET LUNG ICD S.29.3

9.

TUMOR DINDING THORAX PRIMER 2.29.4

10.

THORACIC OUT LET SYNDROME S.22.5

11.

TUMOR MEDIASTINUM J.98.5

12.

MASIVE HEMOPTYSIS J.98.9

13.

PULMONARY DISS. ( CHROVIC OBST PULMONARY DISSEASE )


J.44.8

14.

NODULE TUNGGAL PARU C.34.2

15.

PULMONARY CARCINOMA C.34.0

16.

SUPERIOR SULCUS TUMOR

17.

MYCETOMA J.63.8

18.

LUNG ABSCES J. 85. 2

19.

EMPHYEMA THORACIS J.86.0

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

20.

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
56/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

DISSEASE OF THE ESOKPHAGUS ( BENDA ASING PADA


ESOPHAGUS ) K.22.8

21.

ESOH[HAGEAL CHEMICAL BURN K.22.9

22.

PERFORASI ESOPHAGUS K.22.3

23.

DIVERTICUM ESOPHAGUS K.22.5

TRAUMA THORAX
TRAUMA THORAX
Pada Trauma Thorax dapat terjdi mulai dari contosio jaringan, fracture iga, pnemo
thorax,hemato thorax, fail chest dan traumatic wet lung, karena hampir semua trauma
Thorax potensial bahaya, palicy sub bagian bedah thork mengharuskan merawat semua
pasien dengan trauma thorak, minimal observasi 24 jam.
FRACTURE IGA SIMPLE
ICD S.20 mulai dari con
1.

Nama penyakit / Diagnostic :


Batasan
dibuktikan adanya disconlimits peri OS

Fracture Iga Simple


:

Secara radiologis

costae
2.

Kriteria Diagnosis
tanda-tanda

Adanya trauma dada yang adekuat, adanya

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
57/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

fracture iga nyeri spontan, nyeri tikam,


nyeri ketok, nyeri sumbu
Adanya discontinuitas peri OS costae pada
thorax foto
3.

Differintial Dignosis

4.

Pemeriksaan Penunjang

Thorax foto

5.

Konsultasi

6.
jam

Perawatan Rumah Sakit

Diperlukan minimal observasi vital sign 24

Farmakologic : Anlgetic dan

Non farmakologic : Fisio therapy

7.
Terapy
Expcctorantia

Contosio jaringan
Hypo chon driasis

Rehabilitasi medik
Cardiologist
Pulmonologist

8.
Standar Rumah Sakit
sakit klass III

Dirawat di rumah sakit minimal rumah

9.

Penyulit

a.
b.

10.

Inform Consent

Tertulis untuk rawat inap

11.

Standard Tenaga

therapiSIMPLE11111
12.
Lama Perawatan

Traumatic wet lung


Retensi Sputum

Dr.Umum+ ATLS
Para medis Fisio
3-5 hari

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

13.

Masa Pemulihan

14.
Out put
2minggu buruk

No.Revisi

Tanggal Terbit

:
:

Halaman
58/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

2 minggu
Baik sembuh tanpa squalane dalam
Traumatic Wet Lung

15.

PA

Tidak perlu

16.

Autupsi

Diperlukan bila terjadi kematian

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
59/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

OPEN PNEUMO THORAX


ICD S.21y
3.
1.

2.

Ia disconlimperi OS costae
Differential Diagnosis*
Nama Penyakit/Diagnostik

Contosio jarinan
:
Open Pneumo Thorax
Luka tembus Pleura, menimbulkan
tekanan mitra meninggi dan paru
collaps

Kriteria Diagnosis
:
setelah suatu
2chon driasis

Penderita sesak napas menyusul


trauma tajam
Open sucjking wound
Bising nafas sisi sakit menghilang

3.

Differential Diagnosis

Tidak ada

4.

Pemeriksaan Penunjang

a.
b.

Observasi WSD
Thorax foto AP/LAT

5.

Konsultasi

Pulmonologist
Bedah Thorax

6.

Perawatan Rumah Sakit

Diperlukan rawat inap

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

7.

No.Revisi

Tanggal Terbit

Terapy
analgetic dan Penunjang
Expectorantia

Halaman
60/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Farmakologic : Oxygen, antibiotic,


Thorax foto

Non Farmakologic : Bedah : Penutupan luka


Pemasangan WSD

Minimal Rumah Sakit Tingkat III


Infeksi
Ateleklasis

8.

Standard Rumah Sakit

9.

Penyulit

a.
b.

10.

Inform Concent

Secara tertulis

11.

Standard Tenaga

12.

Lama Perawatan

7 hari

13.

Masa Pemulihan

2 minggu

14.
15.
16.

Out put
PA
Autopsi
Standard Tenaga

:
:
:

1.

Nama Penyakit / Diagnostik :

Ahli Bedah Umum


Dr. Umum + ATLS

Sembuh tanpa squalane


Tidak perlu
Diperlukan pada kasus kematian11.
:
- Dr. umum+ATLS
HEMATO THORAX
ICD S.29
-

Hemato Thorax
Rongga pleura berisi darah sehingga
paru collaps

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

2.
Kriteria Diagnosis
hypolemic shock

Halaman
61/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Sesak nafas tachycardia sampai

(penderita sesuk)
Bising nafas melemah sampai
menghilang
Perxusi redup

3.

Differential Diagnosis

Pleral effuitias
empyema thoraces

4.

Pemeriksaan Penunjang

a.
b.
c.

Fungsi pleura : fungsi dan aspirasi


thorax foto : AP/LAT
Darah Rutin : Hb, Ht, Thrombosit,
Rehabilitasi medik
Pulmonologist

Leukosit
5.

Konsultasi

6.

Perawatan rumah Sakit

Diperlukan rawat inap

7.

Terapy
dan

farmakologic : Antibiotik, analgetic

Expectorantia
Non Farmakologic : - Pemasangan
WSD
Fisio therapy

Minimal Rumah Sakit Tingkat


Empyema Thoraces
Bronchio Pulmona

8.

Standard Rumah Sakit

9.

Penyulit

a.
b.

10.

Inform Consent

Tertulis diperlukan

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

11.

Stadard Tenaga

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
62/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Dr.Umum+ ATLS
Ahli Bedah Umum

12.
Lama Perawatan
sio theraphy
13.
Masa Pemulihan

7 hariz

14 hari

14.
Out put
terburuk

Yang terbaik sembuh tanpa squallane yang


empyema, Bronchio pulmona,sepsis dan
meninggal

15.

PA

Tidak perlu

16.

Autupsi

Diperlukan pada kasus kematian

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

Tanggal Terbit

No.Revisi

Halaman
63/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

CLOSSED PNEUMO THORAX


S.29
.
1z1.

Lama perawatan
Nama Penyakit/ Diagnostik :
Batasan
:
paru collaps

:
3-5 hari
Clossed Pneumo Thorax
Peninggian tekanan intra pleural sehingga
Pada dinding thorax yang utuh

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

2. Kriteria Diagnosis
truma atau olah

Halaman
64/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Adanya sesak nafas setelah suatu


raga
Bising nafas sisi lesi tympany pada
perkusi
Adanya udara intra pleural paru
collaps total sebagian pada thorax
foto
Adanya gelombang udara pada
botol WSD

3.

Differential Diagnosis

Large Bullae
Atelek Tasis Paru

4.

Pemeriksaan Penunjang

Thorax foto AP dan lateral

5.

Konsultasi

6.

Perawatan Rumah Sakit

diperlukan rawat inap

7.

Terapy
dan

Farmakologic : Antibiotic, analgetic

Expectorantia
Non Farmakologic : Fisioterapy

Rumh Sakit Tingkat III


Infeksi
Atelektasis
Broncho Pleural Fistula

Pulmonologist
Bedah thorax

8.

Standard Rumah Sakit

9.

Penyulit

a.
b.
c.

10.

Inform Consent

Perlu secara tertulis

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
65/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

11.

Standard Tenaga

Ahli Bedah Umum


Dr. Umum + ATLS

12.

Lama Perawatan

Tanpa komplikasi 7 hari


Dengan komplikasi dapat lebih dari 1 bulan

13.

Masa Pemulihan

2 minggu sampai 1 bulan

14.
15.

Out put
PA

:
:

Baik, sembuh tanpa squalane


Tidak

16.

Autupsi

Pada kasus kematian

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
66/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

TUMOR DINDING THORAX PRIMER


S.29.4
1.

Nama Penyakit / Diagnostik :


Batasan
:
tulang rangka iga

Tumor Dinding Thorax


Semua tumor dari soft tissue, muscle atau

2.

Kriteria Diagnosis
dibedakan turut

Pembengkakan pada dinding thorax


terlibatnya otot, tulang dan soft

tissue
-

Extensi dan batas tumor berasal dari


pemeriksaan CT. scan

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
67/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Pemeriksaan pathologis (PA)

3.

Differential Diagnosis

Invasi tumor paru kedinding dada


Abses empyema
Tuberculoma

4.

Pemeriksaan Penunjang

Ct. Scan
Thorax foto
Mantoux Test
Byopsi

5.

Konsultasi

a.
b.
c.

Pulmonologi
Onkologie
Intensive Care

6.

Perawatan Rumah sakit

Diperlukan perawatan ICU pasca bedah

Excisi luas, rekontrusi dinding

Radiasi bila batas excisi tidak bebas


tumor

Rumah Sakit Tingkat I dan Tingkat

7.
Terapy
thorak

8.

Standard Rumah Sakit


II (Top Referal

Hospital)
9.

Penyulit

a.
b.

Operative : - Infeksi
- Flail chest
Penyakit : Infiltrasi ke organ paru,

jantung great
arteri
10.

Inform Concent

Perlu secara tertulis

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
68/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

11.

Standard Tenaga

Ahli Bedah Thorax

12.

Lama Perawatan

10 hari

13.
14.

Masa Pemulihan
Out put

:
:

6 minggu
Baik, pada localized tumor

15.

PA

Dibutuhkan untuk menentukan Treatment

16.

Autopsi

Tidak perlu pada Advenced Tumor

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
69/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

PULMONARY CARCINOMA
C.34.0
1.

Nama Penyakit / diagnostik :

Pulmonary Carcinom
Adalah Neophasma ganas berasal
dari parenchyma
Paru / saluran nafas. Dikenal 4 type
histologis : Epidermoid, Adeuoca,
Small CEI Carcinorra Large Cel
Cercinoma & Broncho Alveovar
CA

2.

Kriteria Diagnosis

Thorax foto
CT. Scan
Citologi Sputum
PA dari TTB

3.

Differential Diagnosis

Hematoma

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
70/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

TB Paru (Tuber Culoma)


Tumor Mata

4.

Pemeriksaan Penunjang

Thorax foto
Bronchoscopy (Bronchial Brushing)
Spirometri
CT.Scn thorax / Scan Kepala
Bone Scaning
USG Abdomen

5.

Konsultasi

a.
b.

Pathologie
Pulmonologie

6.
Perawatan Rumah Sakit
pembedahan

diperlukan untuk work up dan pengobatan

7.
Terapy
Cito statika

Frmakologic : Mucolitik, Analgerik,

Non Farmakologic : Radiasi


Pembedahan : - Lobektomy
- Diseksi Kelenjar
- Pneumonectomy
- Byopsi

Top Referal Hospital


Multi orgn failure
Fracture Pathologi
Gagal nafas
Geriatric problem

8.

Standard Rumah Sakit

9.

Penyulit

a.
b.
c.
d.

10.

Inform Concent

Diperlu secara tertulis

11.

Standard Tenaga

Pulmonologi

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
71/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Oncolog
Cardio Thoracic

12.

Lama Perawatan

2 minggu

13.

Masa Pemulihan

4 minggu

14.

Out put

15.
PA
batas sayatan

Baik stadium awal


Buruk stadium lanjut
Perlu jaringan tumor dan KGB regional

16.

Tidak perlu

Autopsi

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
72/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

SUPERIOR SULCUS TUMOR


C.34.1
1.

Nama Penyakit / diagnostik :


Batasan
:
paru primer

Superior Sulcus Tumor


Adalah manifaetasi clusus dari Carcinoma
yang terletak pada Apex

2.

Kriteria Diagnosis
distribusi C8 T1 &

Gejala klinis nyeri sesuai dengan

T2
Disertai dengan horner Syndrome
Thorax foto AP/LAT Menunjukkan
adanya lesi berbentuk Mass di Apex
Brochial Brisching Cetologi
Trans Thoracal Byopsi PA

3.

Differential Diagnosis

Tuber Celoma
Premary complek TB
Nerogenic Tumor

4.

Pemeriksan Penunjang

Thorax foto

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
73/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Bronchoscopy + bronchial broshing


Trans Thoracal Byopsi
CT. Scan kelapa & Thorax
Bone Scaring / Bone Surgery
Neurologi

5.

Konsultasi

a.
b.
c.

Neurologi
Pulmonologie
Nouro Surgery

6.

Perawatan Rumah Sakit

Diperlukan untuk mengatasi nyeri


Dan bila pengobatan pembedahan
diperlukan

7.

Terapy

Reseksi Lobus Superior


Release Flexus Brochalis
Radiasi Ajuvant 3000

8.

Standard Rumah Sakit

Rumah Sakit Tingkat II & Tingkat I

9.

Penyulit

a.
b.
c.

Destruksi Tulang
V. cva Superior Syndrome
Lesi menatap flexus Brochalis

10.

Inform Concent

Perlu secara tertulis


Terutama mengenai lesi Flexus
Brochalis yang
menetes (cacat)

11.

Standard Tenaga

Bedah Thorax
Pulmonologie
Pathologist

12.

Lama Perawatan

4 minggu

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

13.

Masa Pemulihan

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
74/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

8 minggu

14.
Out put
Brochalis

Buruk bila tumor mengimplitrasi flexus

15.

PA

Sangat perlu

16.

Autopsi

Tidak perlu

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
75/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

NODULE TUNGGAL PARU


1.

Nama Penyakit / Diagnostik :


Batasan
:
dari 4 cm,

Solitary Pulmonary Nodule


Adalah Nodule Tunggal Diameter kurang
Masih dikelilingi jaringan paru sekat tanpa

kelainan
Radiologis lain dijumpai tidak sengaja pada
Thorax foto
Asymtomatis
2.

Kriteria

Thorax foto
Trans Thoracal Byopsi

3.

Differential Diagnosis

*
*
*
*

Hamartoma
Tumor Metastase
Tuber Culoma
Cancer Stadium Awal

4.

Pemeriksaan Penunjang

Thorax foto
CT. Scan thorax
Tuberculine Test
Tumor Marker CEA, AFP
Trans Thoracal Byopsi

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
76/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Bronchoscopy Broncial Brusing


Pulmonologie
Radiologie

5.

Konsultasi

a.
b.

6.

Perawatan Rumah Sakit

Bila diperlukan pembedahan

Farmacologic

*
*

Non farmakologic : Observasi


Bedah
: Thoracotomy

Rumah Sakit Tingkat II & Tingkat I

7.
Terapy
Statisca

: Tubercenlo

Lolektomy
8.

Standard Rumah Sakit

9.
Penyulit
pembedahan

Penyulit pembedahan bila dilakukan terapy

10.

Inform Consent

Perlu pada pembedahan

11.

Standard Tenaga

Ahli Bedah Thorax

12.

Lama Perawatan

10 hari

13.

Masa Pemulihan

2 minggu

14.

Out put

Baik

15.

PA

Perlu

16.

Autupsi

Perlu pada kasus kematian

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

Tanggal Terbit

No.Revisi

Halaman
77/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
78/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

TAMPONADE JANTUNG

1.

Nama Penyakit/ Diagnostik :


Batasan
:

Tamponade Jantung
Rongga pericardial sac terisi cairan ( darah/

effusi )
Sehingga menghalangi pengisian jantung
pada fase diatolic
2.

Kriteria Diagnosis

Shock, Tachy cardia, Tachy pnae


Distensi vena yubalaris
Pulpus para doxus
Pelebaran cardiac silhuete pada
thorax foto
Fungsi peri cardium
EKG low voltage
Ekho gap pada echo cardio grafi

3.

Differential Diagnosis

*
*

Bendungan V. Cava superior


Thorax Mediatinum

4.

Pemeriksaan Penunjang

Thorax foto
Ekho cardio grafi
EKG
Fungsi peri cardio

5.

Konsultasi

a.
b.

Pulmonologist
Kardiologi

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

c.
6.

Perawatan Rumah Sakit

7.
Terapy
fungsi

Halaman
79/

Radiologi

Diperlukan perawatan intensive

Bedah

: - Peri cardial
- Peri cardiostomy
- Peri cardiectomy
- Peri cardio

Pleural Window

8.
Standard Rumah Sakit
Referal Hospital

Non Bedah

: - Antibiotic
- Analgetic

Rumah Sakit Tingkat II / Top


Karena tindakan fubrulasi
Gagal jantung

9.

Penyulit

a.
b.

10.

Inform Consent

Tertulis diperlukan

11.

Standard Tenaga

12.

Lama Perawatan

Ahli Bedah Thorax


Cardiologi
7 hari sampai 1 bulan

13.

Masa Pemulihan

2 minggu sampai 6 minggu

14.

Out put

*
*

15.

PA

Perlu jaringan pericard

16.

Autupsi

Perlu pada kasus kematian

Trauma baik
CA buruk

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

Tanggal Terbit

No.Revisi

Halaman
80/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
81/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

CHRONIC OBSTRUKTIVE PULMONARY DISSEASE


J.
1.

Nama Penyakit / Diagnostik :


Batasan
:
menahun menyebabkan

Chronic Obstruktive Pulmonary Dissease


Penyakit menahun karena obstruksi
Emphysema paru, intercostals space

melebar, diagpragma
Mendatar dengan PO2 meninggi
2.
Kriteria Diagnosis
Bronchitis

Riwayat penyakit Astha Chroniac

Chronis
Thorax foto gambaran Lung
Emphysema
PO2 rendah PCO2 tinggi

3.

Differential Diagnosis

*
*
*
*

Astha Bronchiae
Cor Pulmonale
Giant Bula
Giant Caverne

4.

Pemeriksaan Penunjang

Analysa gas darah


Thorax foto
Body phletysmografi
Lung ventilaties scaning
Lung perfution scaning
Ceteterisasi jantung

5.

Konsultasi

a.
b.
c.

Cardiologie
Pulmonologie
Penyakit dalam

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
82/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

6.

Perawatan Rumah Sakit

Memerlukan Perawatan ICU

7.

Terapy

Farmakologic

- Secretolytic
Non Farmakologic : - Fisio

: - Oxygen,
- Broncho

Dilator
Thearpy
- Senam
Ashma
*

pembedahan

Lung

Reduction Surgery
Lung Volume
Reduction
Surgery
8.
)

Standard Rumah Sakit

9.

Penyulit

Rumah Sakit Tingkat I ( Top Referal

a.
b.
c.

Respiratory Dependence
Respiratory Failure
Pembedahan memiliki komplikasi

Respiratory
10.

Inform Consent

Perlu tertulis pada terapy pembedahan

11.

Standard Tenaga

12.

Lama Perawatan

2 minggu s/d 6 minggu

13.

Masa Pemulihan

Lebih dari 6 minggu

Pulmonologie
Cardiac Anesthesia
Intensive
Cardio Thoracie

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
83/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

14.

Out put

Monalitas, Morbilitas dan survivor 50%

15.

PA

Perlu

16.

Autupsi

Tidak perlu

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
84/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

MYCETOMA
J.63.8
1.

Nama Penyakit / Diagnoostik :

*
*

Mycetoma / Fungsi Ball


Massa buat yang terdiri dari Hyphae

Fibrin sel
radang, pada bekas infeksi
Tuberculosa, umumnya
pada Caverue
2.
Kriteria Diagnosis
dengan masa

X Ray thorak, berupa Caverue

didalamnya dengan Hallo


Bronchoscopy dengan bilasan
Bronchel
Trans Thoracal Byopsi

3.

Differential Diagnosis

*
*

Tuber Celoma
Carcinoma paru

4.

Pemeriksaan Penunjang

Thorax foto
Bronchoscopy
Trans Thoracal Byopsi
CT. Scan Thorax
Spirometri

5.

Konsultasi

a.
b.
c.
d.

Pulmonologie
Parastologie
Pathologi
Intensive Care

6.

Perawatan Rumah Sakit

Diperlukan

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

7.

No.Revisi

Tanggal Terbit

Terapy

Halaman
85/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Farmakologic

: - Ampothericin B
- Tuberculo

statisca
- Expectorab &
Mucolitic
*

Pembedahan

Thoracotomy Lobektomy
Thoracotomy
carvernostomy
- Bila
pendarahan masive
- Bronchial
arteri embolisasi
8.

Standard Rumah Sakit

Rumah Sakit Tingkat II & Tingkat I

9.
Penyulit
yang minimal

Masive Hemoptisis dengan Lung Fungsi

10.

Inform Consent

Sangat perlu tertulis

11.

Standard Tenaga

12.

Lama Perawatan

4 minggu

13.

Masa Pemulihan

8 minggu

Buruk untuk pasien dengan lung fungsi

14.
Out put
mnimal dan

Bedah Thorax
Pulmonologie
Radiolog ( Invasive Radiolog )

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
86/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Masive Hemoptisis
15.

PA

Perlu

16.

Autupsi

Tidak perlu

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
87/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

LUNG ABSCES
J. 85.2
1.

Nama Penyakit / Diagnostik :


Batasan
:
perenhym paru

Absces Paru
Terbenamnya rongga berisi pus dalam
Absces paru dapat terjadi karena aspirasi

benda asing,
Infark paru trauma, penyebaran infeksi dari
medis tomur
atau Absces Hepar
2.

Kriteria Diagnosis

3.
Differential Diagnosis
Empyema, Infected

Chest X Ray AP/ Lateral

Broncloscopy, puscuture, Cetologi


Bullae

4.

Pemeriksaan Penunjang

Pus Culture
Broncloscopy
Chest X Ray AP/ Lateral

5.

Konsultasi

a.
b.

Pulmonologi
Micro Biologie

6.

Perawatan Rumah Sakit

Perlu rawat inap


dan bila pengobatan pembedahan
diperlukan

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

7.
Terapy
sesuai Culture

Halaman
88/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Farmakologic :

Anti biotic
Expectoran

Mucolytic
*

Non Farmakologic

: - Postural

Dranage, Chest
Perkusi
Bronchoscopy tiap 3-5
*

Pembedahan

hari
: - Tube

Thoracostomy
- Reseksi
Pru
8.

Standard Rumah Sakit

Rumah Sakit Tingkat II & Tingkat I

9.

Penyulit

a.
b.
c.

Sepsis
Ostrotyelitis Costare
Pus menyebar ke paru sekat

10.

Inform Consent

Perlu secara tertulis

11.

Standard Tenaga

12.

Lama Perawatan

4 minggu

13.

Masa Pemulihan

6 minggu

14.

Out put

Baik bila tidak ada penyulit

Ahli bedah umum


Ahli bedah thorax
Pulmonologie
Fisio Therapy

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
89/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

15.

PA

Perlu

16.

Autupsi

Pada kasus kematian perlu

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
90/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

EMPYEMA THORACIS
J.86.0
1.

Nama Penyakit / Diagnostik :


Batasan
:
sehingga menekan

Empyema Thoraces
Accumulasi pus pada rongga pleura
Paru dan menyebabkan paru collaps
Umumnya terjadi pada pneumona trauma,

perforasi
Esophagus penyebaran dari Absces Hepar
2.
Kriteria Diagnosis
hyperpyrexia chest

Tanda- tanda infeksi demam


pain dan batuk dengan parental

sputum
*
*

Chest X Ray AP/Lateral


Thoracocentesis pus culture

3.

Differential Diagnosis

Absces paru
Infected Pleural Effusion

4.

Pemeriksaan Penunjang

Chest X Ray
Pus Culture
Sputum BNA

5.

Konsultasi

a.
b.

Pulmonologie
Micro Biologie

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

6.

No.Revisi

Tanggal Terbit

Perawatan Rumah Sakit

7.
Terapy
berulang

Halaman
91/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Diperlukan rawat inap 4-6 minggu

Farmakologic : - Punksi Aspirasi


- Chest Fisio

Therapy
- Anti biotic
- Expectorans,
Mucolytic
*

Bedah

: - Thoracostomy

Dranage
- Thoracostomy
+ Reseksi iga +
Eko esser flap
- Decorticasi
Pulmonary
Detachment
- Decorticasi +
Pulmonary
- Detach men +
AVR Plumbage
8.

Standard Rumah Sakit

Rumah Sakit Tingkat II & Tingkat I

9.

Penyulit

a.
b.

Sepsis
Broncho Pleural Fistula

10.

Inform Consent

Perlu secara tertulis

11.

Standard Tenaga

12.

Lama Perawatan

Ahli Bedah Umum


Ahli Bedah Thorax
Pulmonolog
4-6 minggu

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
92/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

13.

Masa Pemulihan

6-8 minggu

14.

Out put

Tanpa penyulit baik

15.

PA

Perlu + Culture

16.

Autupsi

Bila terjadi kematian

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
93/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

TUMOR MEDIASTINUM
1.

Nama Penyakit / Diagnostik :

*
*

Tumor Mediatinum
Adalah tumor-tumor yang berasal

dari soft, tissue di


mediastinum, anterior media atau
posterior
2.
Kriteria Diagnosis
cava superior

Klinis : gejala-gejala obstruksi v.

Radiologi : bayanghan mass sub

Ct. Scan

batas- batas tumor


Biopsi KGB : gambaran PA

sternal pada LAT


: memastikan lokalisasi

extensi dan
paraffin
-

3.
Differential Diagnosis
thyroid )

Esoplhagografi dapat menentukan


ekstensi tumor
Bronchoscopy

Retro stenal thyroid ( Extensi tumor

*
*
*

Tumor Esophagus
Tumor Trachea
Tumor Main Bronchus

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
94/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

4.

Pemeriksaan Penunjang

Vanito Mendelic Arid


CEA
EMG
Thorax foto AP/LAT
CT. Scan thorax
Esophagografi
Bronchoscopy

5.

Konsultasi

a.
b.

Pulmonologie
Neurologi ( EMG )

6.
Perawatan Rumah Sakit
perawatan ICU

Pada pengobatan pembedahan diperlukan

7.

Terapy

Exisi total
Debulking
Radiasi ajuvant

8.

Standard Rumah Sakit

Rumah Sakit Tingkat II/ Tingkat I

9.

Penyulit

a.
b.
c.

Pembedahan : Perdarahan dan DIC


V. cava superior syndrom
Stenosis trachea/ bronchus

10.

Inform Consent

Perlu secara tertulis

11.

Standard Tenaga

Ahli Bedah Thorax

12.

Lama Perawatan

1-2 minggu

13.

Masa Pemulihan

4-6 minggu

14.
Out put
diangkat intosos baik

Pada tumortumor yang dapat

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
95/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Pada tumor ganas 5 tahun survival

kendor
15.

PA

Diperlukan diagnosis pra bedah

16.

Autupsi

Perlu

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
96/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

MASIVE HEMOPTYSIS
1.

Nama Penyakit / Diagnostik :

*
*

Masive Hemoptysis
Adalah batuk darah produktif lebih

dari 200cc/24
jam
2.

Kriteria Diagnosis

Batuk darah lebih dari 200cc/24 jam


Bronchoscopy untuk menentukan
sumber
Perdarahan
Thorax foto untuk menduga sumber
perdarahan
CT. Scan thorax
Spiro metri untuk menilai extensi
dari operasi

3.

Differential Diagnosis

*
*

DHF
Diathesa hemoragic

4.

Pemeriksaan Penunjang

Thorax foto
Bleeding Time, cloting time, PTT,
APTT
Hb, Ht, Thrombosit
CT. Scan thorax

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
97/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

5.

Konsultasi

a.
b.
c.

Pulmonologie
Hematologie
Radiologie

6.

Perawatan Rumah Sakit

Memerlukan Intensive Care

7.

Terapy

*
*

Farmacologic :
Bedah
:

Rumah Sakit Tingkat II/ Tingkat I


Perdarahan berulang-ulang
Broncho pleural fistula
Gagal nafas

Coagulantia
Reseksi

sumber perdarahan
8.

Standard Rumah Sakit

9.

Penyulit

a.
b.
c.

10.

Inform Consent

Perlu secara tertulis

11.

Standard Tenaga

12.

Lama Perawatan

1-2 minggu

13.
14.

Masa Pemulihan
Out put

:
:

4-6 minggu
Baik, bila tanpa penyulit

15.

Autupsi

Pada kasus kematian

16.

Autupsi

Pada kasus kematian

Ahli Bedah Thorax


Pulmonologie
Intensivist

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

Tanggal Terbit

No.Revisi

Halaman
98/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
99/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

PERFORASI ESOPHAGUS ( Rujuk )


K.22.3
1.

Nama Penyakit / Diagnostik :


Batasan
:

Perforasi Esophagus
Umumnya karena tindakan medis
*
Perforasi pada Endoscopy
*
Pada Repaire Heatal
*
Benda asing tertelan Hernis

menembus dinding
*

Esophagus
Paling jarang perforasi ( pada

Boerhave Dissease )
setelah muntah-muntah yang berat
( Severe
Vounting ). Umumnya pada Gastro
Esophagus
Junctions
2.
Kriteria Diagnosis
Perforasi )

Esophago gram ( menentukan Level

Foto Cervical X Ray AP/LAT

3.

Differential Diagnosis

*
*

Empyema
Pleural Affutions

4.

Pemeriksaan Penunjang

Chest and Cervical X Ray AP/LAT


Esophago gram

5.

Konsultasi

a.
b.

Pulmonolog
Gastro Enterolog

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
100/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

6.

Perawatan Rumah Sakit

Mutlak harus

7.

Terapy

*
*

Bedah : Cervical : Repair Drainage

Thorax
Thorasic ESO : Anti Biotic &

Konservativa Drun
Nutrisi
Thoracotomy
Dranage Clossure
8.

Standard Rumah Sakit

Rumah Sakit tingkat II & Tingkat I

9.

Penyulit

a.
b.

10.

Inform Consent

Sangat perlu

11.

Standard Tenaga

Bedah Thorax

12.

Lama Perawatan

2 minggu

13.
Masa Pemulihan
14.
Out put
bila terlambat

:
:

4 minggu
Baik bila penyembuhan segera sering fatal

Mediastinitis
Empyema

dapat pertolongan
15.

PA

Perlu untuk tepi perforasi

16.

Autupsi

Pada kasus kematian

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

Tanggal Terbit

No.Revisi

Halaman
101/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
102/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

DIVERTIKULUM ESOPHAGUS
K.22.5
1.

Nama Penyakit / Diagnostik :


Batasan
:
bagian Tunica

Esophageal Diverticulum
Penonjolan Mucosa Duo Denum pada
Muscularis yang lemah, yang sering pada

daerah leher,
Pertengahan Esophagus dan diatas
Diaprasma
2.

Kriteria Diagnosis

Gejala : Dysphagia
Reguregitasi makanan
Barium X Ray studies dengan
Flouroscopic selagi
Menelan Barium akan tampak
daerah yang A. Perestetic.
Manometric studies tampak daerah
dengan tekanan
Tinggi dan daerah in Coordimated
Esophageal Contracties

3.

Differential Diagnosis

Stenosis Esophagus

4.

Pemeriksaan Penunjang

Esophago gram
Flouroscopy
Manometric Sludus

5.

Konsultasi

a.
b.

Gastro Enterolog
Bedah Digestive

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

6.
Perawatan Rumah Sakit
pembedahan

Halaman
103/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Perawatan dilakukan pada kasus berat dan


diperlukan

7.

Terapy

*
*

Bedah :Cervical : Diverticulektomy

Mid Esophageal :

Low Esophageal :

Myotomy
Diverticulektomy Myotomy
Devirticulektomy Myotomy +
Repair Heatus Hernia
8.

Standard Rumah Sakit

9.

Penyulit

Rumah Sakit Tingkat Ii & tingkat I

a.
b.

Perforasi
Reflek Esophagitis pada Low

Esophageal Lesion
10.

Inform Consent

Perlu tertulis

11.

Standard Tenaga

12.

Lama Perawatan

10 hari

13.

Masa Pemulihan

2-4 minggu

14.

Out put

Baik

15.

PA

Perlu mencari Gangtears ( Cegagtionais )

16.

Autupsi

Pada kasus kematian

Gastro Entrolog
Ahli Bedah Thorax

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

Tanggal Terbit

No.Revisi

Halaman
104/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
105/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

DISSEASE OF THE ESOPHAGUS


( BENDA ASING PADA ESOPHAGUS )
K.22.8
1.
Nama Penyakit / Diagnostik :
Esophagus pada

Benda asing tertelan dan menyangkut di


Crico phary ugeal spuchtes, umumnya

anak-anak dan pada


Orang dewasa paling sering adalah gigi
palsu.
2.
Kriteria Diagnosis
disadari oleh

Menelan benda asing biasanya

penderita
Nyeri leher/thorax, Dyshagia tidak
mampu menelan
Secret
Aspirasi batuk, biasanya sebagai
keluhan tambahan
Thorax foto AP/LAT

3.

Differential Diagnosis

*
*

Severe Esophagitis
Baret Esopahgis

4.

Pemeriksaan Penunjang

Thorax foto
Esophago gram
Esophagus copy

5.

Konsultasi

a.
b.

Gastro Enterolog
Gastro Intestinal Surgeon

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

6.

Perawatan Rumah Sakit

Diperlukan

7.

Terapy

8.

Standard Rumah Sakit

9.

Komplikasi

Halaman
106/

Esophagus copy extraksi


Coroid ( Meat Tenderizer ) ( pada
kaus baru )
Thoracotomy explorasi bila corpis
alenus migrasi
total /sebagian

Rumah Sakit Tingkat II/ Tingkat I

Empyema Thoraces
Mediastinitis
Perdarahan pada waktu endoscopy

10.

Inform Consent

Perlu

11.

Standard Tenaga

12.

Lama Perawatan

2-10 hari

13.
14.

Masa Pemulihan
Out put

:
:

2 minggu
Baik

15.

PA

Tidak perlu

16.

Autupsi

Tidak perlu

Ahli Bedah Thorax


Gastro Enterolog ( Endoscopiest )

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

Tanggal Terbit

No.Revisi

Halaman
107/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
108/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

ESOPHAGEL CHEMICAL BURN


K.22.9
1.

Nama Penyakit / Diagnostik :

*
*

Esophageal Chemical Burn


Adalah tertelanya bahan korosive

seperti asam keras


atau larutan alkali keras baik dalam
usaha bunuh
diri atau kecelakaan.
2.
Kriteria Diagnosis
Corosive

Anaminesis, menelan bahan

Luka bakar dimulut dan leher


Cito Esophaguscopy bila dalam
kemasukan alat ada
Resistensi, hati-hati perporasi akan
perforasi

3.

Differential Diagnosis

4.

Pemeriksaan Penunjang

Fhorax foto
Esophagoscopy

5.

Konsultasi

a.
b.
c.

intensive Care
Endoscopiest
Ahli Bedah Plastik

6.

Perawatan Rumah Sakit

Memerlukan ICU

7.
Terapy
anti biotic steroid

farmakologic : - Broad Spectum


- Fasting and

parental feeding

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
109/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Non Farmacologic : Naso Gastric

Bedah

Tube
: - Short

Stenosis Dilatasi
Reseksi
- Long
Stenosis
- Recontruksi
8.

Standard Rumah Sakit

Rumah Sakit Tingkat II & Tingkat I

9.

Penyulit

a.
b.
c.

Perforasi Esophagus
Perforasi Gaster
Perforasi pada Endoscopy

10.

Inform Consent

Tertulis perlu

11.

Standard Tenaga

12.

Lama Perawatan

2-4 minggu

13.

Masa Pemulihan

8 minggu

14.

Out put

Buruk

15.

PA

Tidak perlu

16.

Autupsi

Bila meninggal perlu Autupsi

Endoscopiest
Bedah Digestive
Bedah Thorax

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

Tanggal Terbit

No.Revisi

Halaman
110/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
111/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

FLAIL CHEST
S.22.3
1.

Nama Penyakit / Diagnostik :


Batasan
:
segmential

Flail Chest
Instabilitas dinding dada karena fraktur iga
Multiple

2.
Kriteria Diagnosis
sesak nafas,

Penderita pasca trauma dada berat,


kesakitan hebat, gelisah
Tampak para doxal respirasi
Bising nafas sisi sakit menghilang
Kadang-kadang bisisng ronchi
basah kasar
Fraktur iga segmential multiple
disertai gambaran
Contusio paru pada thorax foto

3.

Differential Diagnosis

Tromatic Wet Lung

4.

Pemeriksaan Penunjang

a.
b.

5.

Konsultasi

6.

Perawatan Rumah sakit

Pulmonologi
Ahli Bedah Thorax
Perlu rawat inap Intensive Care

7.

Terapy

Wire

Thorax foto AP/LAT


Analisa gas darah

Bedah : - Traxi iga


- Open Fixasi dengan

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
112/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Farmakologic : Antibiotic,

Expectorantia
Non farmakologic : O2 4 l/m
- Chest

analgetic,

fisioterapy bronchiali
toilet
8.

Standard Rumah Sakit

:
-

Rumah Sakit Tingkat II


Konsultasi Bedah Thorax dan
Pulmonologi
Intensivist
Atelektasis
Mucus Plug
ARDS

9.

Penyulit

a.
b.
c.

10.

Inform Consent

Tertulis

11.

Standard Tenaga

12.

Lama Perawatan

Bedah Umum + ATLS


Dr. Umum + ATLS
Bedah Thorax
Pulmonologi
2 minggu

13.

Masa Pemulihan

2-4 minggu

14.

Out put

Tanpa komplikasi baik

15.

PA

Tidak perlu

16.

Autupsi

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

Tanggal Terbit

No.Revisi

Halaman
113/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
114/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

THORACIC OUT LET SYNDROME


S.22.5
1.

Nama Penyakit/ Diagnostik :

Thoracic Out Let Syndrome


Compresi pembuluh darah ( arteri vena sub

clarvia ) dan
Atau flexus bracheales pada out let dari
thorax
Kompresi terjadi karena kelainan first rib,
claviculer,
Scalenus anticus, atau cervical rib.
2.
Kriteria Diagnosis
distribusi nevere

ulnaris, leher, bahu dinding dada


Tanda-tanda Insificiensi vascular
Oedema lengan
Adson manuere, menimbulakan
ischeima nyeri,
Perubahan pulse arteri radishis
Costo clecular test bahu didorong
kebawah dan
kebelakang pulse hilang
Hyper abduction test
Thorax foto ( top foto ) kelainan
first rib clavicula,
kelainan vebra T I
EMG Nerve conduction velocity

*
*
*
*

Radix irritasi
HNP
Kelainan hematologis
Thrombo emboli

3.

Differential Diagnosis

Klinis nyeri/parastesia sepanjang

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
115/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

4.

Pemeriksaan Penunjang

Thorax foto
Cerercal foto
Dopler vascular
EMG

5.

Konsultasi

a.
b.
c.

Neulorogi
Bedah Vaskuler
Bedah Thorax

6.
Perawatan Rumah Sakit
diperlukan

Diperlukan bila tindakan perative

7.
Terapy
muscle Relaxum

Farmakologic

Non Farmakologic : Fisioterapy

Pembedahan : Sclaleriotomy
First Rib Reseksi
Cervical Rib
Reseksi

Rumah Sakit Tingkat II / Tingkat I


Ischemie valkunan contrakture
Neuralgin

: Analgetic,

dan Fraksi

8.

Standard Rumah Sakit

9.

Penyulit

a.
b.

10.

Inform Consent

Perlu secara tertulis

11.

Standard Tenaga

12.

Lama Perawatan

Ahli Bedah Thorak


Ahli Bedah Vasculer
Ahli Bedah syaraf
7 hari

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
116/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

13.

Masa Pemulihan

4-6 minggu

14.

Out put

Baik, pada kelainan yang lanjut Neuralgin

15.

PA

Tidak perlu

16.

Autupsi

Tidak perlu

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
117/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

TENSION PNEUMO THORAX


S.29.2
1.

Nama Penyakit / Diagnostik :


Batasan
:

Tension Pneumo Thorax


Kebocoran bronclus atau broncleuli besar

yang
Memberikan mekanisme ventik, sehingga
tekanan intra
Pleural meningkat secara progesif pada
dinding thorax
yang utuh
2.

Kriteria Diagnosa

Pasien sesak nafas, gelisah


Distensi vena yugularis
Emplysema subcutis
Pada Thorax foto dijumpa paru
collaps,
Mediastinum terdesak kesisi sekat,
dan empysema subcutis

3.

Differential Diagnosi

*
*

Tamponade jantung
Ruptur bronchus pada perlekatan

pleura parental
dan visceral
4.

Pemeriksaan Penunjang

a.
b.
c.

Thorax foto
Fungsi pleura
WSD

5.

Konsultasi

Ke Pulmonologi

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
118/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Rujukke Rumah Sakit yang


memiliki fasilitas
Bedah Thorax
6.

Perawatan Rumah Sakit

Perlu rawat inap

7.

Terapy

Bedah

*
*

: - WSD
- Thoracotomy
Non Bedah : Antibiotik
Farmakologic : Analgetic,

Oxygen
Non Farmakologi

Rumah Sakit Tingkat II Tingkat


Infeksi
Broncho pleural fistula

Expectorantia dan
: Chest

fisioterapy
8.
III

Standard Rumah Sakit

9.

Penyulit

a.
b.

10.

Inform Consent

Perlu secara tertulis

11.

Standard Tenaga

Perlu secara tertulis

12.

Lama Perawatan

1 minggu s/d 4 minggu

13.

Masa Pemulihan

4 6 minggu

14.
Out put
chararinx

Baik, Broncho pleural fistula empyema

15.

Tidak perlu

PA

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

16.

Autupsi

Tanggal Terbit

No.Revisi

Halaman
119/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Pada kasus kematian

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
120/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

TRAUMATIC WET LUNG


IDC S.29.3
1.

Nama Penyakit / Diagnostik :


Batasan
:
dan gangguan

Traumatic Wet Lung ( ARDS )


Contusio paru, menyebabkan hyper secreasi
Purmaebilitas capiler

2.

Kriteria Diagnosis

Trauma tumpul thorax


Trauma capitis
Multi organ trauma
Ronchi basah halus
Hyper secresi

3.

Differential Diagnosis

*
*
*

Odema paru
Over hydrasi
Decompensasi cardiac

4.

Pemeriksaan Penunjang

Thorax Foto
Analisa gas darah
Bronchoscopy

5.

Konsultasi

a.
b.

Pulmonologist
Intensivisi

6.

Perawatan Rumah Sakit

Memerlukan perawatan intensive

7.

Terapy

*
*

Bedah : - WSD
- Thoracotomy
Non Bedah : Antibiotik

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
121/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Farmakologic : Analgetic,

Oxygen
Non farmakologic : Chest

Rumah Sakit Tingkat II Tingkat


Infeksi
Broncho pleural fistula

Expectorantia dan
fisioterapy
8.
III

Standard Rumah Sakit

9.

Penyulit

a.
b.

10.

Inform Consent

Perlu secara tertulis

11.
Standard Tenaga
Pulmonologi

Ahli Bedah Umum + Bedah Umum +

12.

Lama Perawatan

1 minggu s/d 4 minggu

13.

Masa Pemulihan

4 6 minngu

14.

Out Put

Buruk, mortalitas > 60%

15.

PA

Tidak perlu

16.

Autupsi

Perlu pada kasus kematian

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

IV BEDAH DIGESTIF

Halaman
122/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

ISI :
1.

PERIANAL FISTULA

2.

KARSINOMA KOLON REKTUM

3.

TUMOR INTRA ABDOMINAL

4.

ILEUS OBSTRUKSI

5.

HERNIA INGUINALIS

6.

APPENDICITIS AKUT

7.

OBSTRUKTIVE JOUNDIC

8.

CHOLELITIASIS

9.

HERNIA LIPAT PAHA

10.

NYERI AKUT ABDOMEN KANAN ATAS

11.

HAEMORRHOID

Halaman
123/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
124/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

PERIANAL FISTULA
1.
Kriteria Diagnstis
akibat infeksi dubur

Saluran abnormal ditepi dubur

2.

Kriteria penyakit

*
*

Sakit daerah anus dan basah


Bisul yang hilang timbul di tepi

3.

Pemeriksaan penunjang

*
*
*

Anoskopi
Fistulografi
Laboratorium rutin

4.

Konsultasi

Rujuk ke spesialis Bedah digestif

Rawat inap untuk tindakan pembedahan

anus

5.
Perawatan Rumah Sakit
segera bila terjadi

abses
6.

Terapi

Fistulektomi

7.

Standard Rumah Sakit

RS type C

8.

Penyulit

Infeksi

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
125/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Abses
Perluasan Fistel
9.

Informed concent ( tertulis ) :

Perlu

10.

Standard Tenaga

Dokter Spesialis Bedah Digestif

11.

Lama Perawatan

4 hari

12.

Lama Pemulihan

10-14 hari

13.

Out put

Sembuh total

14.
PA
lainnya

Dikerjakan untuk mengetahui penyebab

15.

Tak perlu

Autupsi/ risalah rapat

DAFTAR PUSTAKA:
Lan P. Todd MS, MD ( TOR) FRCS, DCM Fistula in ano Operative Surgeri : Edisi IV
1983

KARSINOMA KOLON REKTUM


1.
Nama Penyakit / Definisi
saluran cerna

Pertumbuhan keganasan berupa tumor pada


bagian bawah

2.
Kriteria penyakit
campur darah dan

Riwayat kebiasaan b.a.b berubah, b.a.b

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
126/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

lendir
Berat badan menurun
3.
Diagnosa Banding
obstruksi ( usus)

4.

Pemeriksaan penunjang

Teraba masa diperut, tanda-tanda

*
*
*

Polip rectum
Kolitis
Ilaemoroid

Laboratorium lengkap + CEA


Anuskopi biopsy/ Ro Sinoskopi/

Sigmoiduscopi
Colon in loop + USG abdomen + CT Scan /
MR +
Abdomen.
5.

Konsultasi

Rujuk ke Spesialis Bedah Digestif

6.

Perawatan Rumah Sakit

Rawat inap untuk tindakan pembedahan


Segera bila ada tanda-tanda obstruksi
Dengan persiapan bila tanpa penyulit

Reseksi tumor sesuai lokalisasi dan

7.
Therapi
penyebaran getah

bening
8.

Standard Rumah Sakit

9.
Penyulit
satu penyulit

:
:

Rumah Sakit kelas A atau B

Penyumbatan / Obstruksi merupakan salah


yang sering terjadi .
Perdarahan khoronis menybabkan anemia
Metatase ke hepar dan paru

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
127/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

10.

Informed Consent

Perlu

11.

Standard Tenaga

Dokter specialis Bedah Digestif

12.

Lama perawatan

3 minggu

13.

Masa Pemulihan

3 minggu

Perlu pengawasan dan pengobatan lanjutan

14.
Out put
tergantung

stadiumnya.
15.
PA
karsinoma an

Selalu dikerjakan untuk menentukan jenis


menentukan tepi sayatan bebas tumor

16.

Autupsi / Risalah rapat

Tak perlu

DAFTAR PUSTAKA :
1.
2.

David John Leaper : Tumor of the colon Maingots abdominal operation ed 9


Vol 2 1999
Malcolm C, Veidenheimer. Abdomino perincal excision of the rectum
operative surgery :
Edisi IV 1983

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
128/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

TUMOR INTRA ABDOMINAL


1.
Nama Penyakit / Difinisi
rongga perut

Pertumbuhan benjolan abdorial didalam


dengan segera ditutupi.

2.

Kriteria Diagnosis

Masa didalam perut

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
129/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Kadang kadang terasa sakit


Dapat disertai tanda-tanda obstruksi usus.
3.

Diagnosis diferensial

Tumor-tumor organ intra abdomen


Limpoma malignum
TB Cusus

4.

Pemeriksaan penunjang

Laboratorium lengkap
Tumor marker :
CEA
C A 199
AFP
USG Abdomen
Colon in loop
CT scaning abdomen / MRI

abdomen
Pemeriksaan khusus yang lain bila
diperlukan
5.

Konsultasi

Rujuk ke spesialis Bedah Digestive

6.

Perawatan Rumah Sakit

Rawat inap untuk tindakan pembedahan


Segera bila ada tanda tanda distruksi ulang

7.

Terapi

8.

Standard Rumah Sakit

9.
Penyulit
penekanan
10.

Informed Consent

Dengan persiapan bila tanpa penyulit.


Tergantung asal dari tumornya
:

Rumah Sakit type A atau B

Nyeri yang sangat karena

Tanda-tanda obstruksi usus

Perlu

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
130/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

11.

Standard Tenaga

Dokter Spesialis Bedah Digestif

12.

Lama Perawatan

Sekitar 2 minggu tergantung asla tumornya

13.

Masa Pemulihan

2 minggu

14.
Out put
masanya

Belum bias dipastikan tergantung jenis asal

15.
PA
penyebabnya

Selalu dikerjakan untuk mengetahui

16.

Tak perlu

Autopsi/ risalah rapat

DAFTAR PUSTAKA :
1.

RM KIRK : Exploratory laparatomy Operative Surgery, Edisi IV : 1983

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
131/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

ILEUS OBSTRUKSI
1.
Nama Penyakit / Difinisi
prokemal/ oral lateral

Gangguan parege isi kuman usus dari


/ oral

2.

Kriteria Penyakit

Tidak bisa flatus dan b.a.b


Abdomen kembung, mual-mual sampai

muntah
Auskultasi abdomen tergdengar kelainan

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
132/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Peristaltic
Sakit hebat bila terjadi strangulasi
3.

Diagnosis diferensial

Streng/ Adhesy ilcus


Volvulus
Tumor usus halus / usus besar
Paralytic ileus

4.

Pemeriksaan Penunjang

Thorax Foto
Foto abdomen 3 posisi
USG / CT Scan / MRI abdomen
Laboratorium rutin

5.

Konsultasi

Rujuk ke spesialis Bedah Digestif

Rawat inap untuk tindakan pembedahan

6.
Perawatan Rumah Sakit
segera

Koreksi gangguan keseimbangan cairan,


elekbrotat, dan
Asembara yang terjadi
7.

Terapi

8.

Standard Rumah Sakit

9.
Penyulit
lama dapat

Cito operasi lapratomi eksplorasi


:

Rumah Sakit Kelas C

Pada stragulasi jangan dibiarkan terlalu


menimbulakan kerusakan pada usus

( nekrotik ) dan syok


10.

Informed concent ( tertulis ) :

Perlu ( tertulis )

11.

Standard Teanaga

Dokter Spesialis Bedah Digestif

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
133/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

12.

Lama Perawatan

10 12 hari

13.

Lama Pemulihan

3 4 minggu

14.

Out put

Sembuh total bila bukan karena keganasan

15.
16.

PA
Autupsi / risalah rapat

:
:

Perlu untuk mengetahui penyebabnya


Tak perlu

DAFTAR PUSTAKA :
1.

2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Allgowen, M : Diskussion riber dic frage den linrcihigen oden mebrreigen


Nakt anl Dorm
Tagg.d Otsek. Ges Cleir Mindeen 1978. Sargenbecks Arch. Klin Cleir. 347
( 1978 ) 620.
Allgowes, M.J Hadre, B. Herzog : Colonserktionnen Chirurg. 42 (1971) 1
Anders, A,R. Horing, P . Kheuf : Zerfebuine de Kolon-Karzioma Chirurg &
Med Welt 24
( 1973 ) 933
Anderzon,A,B, Zederfeldt : Ballstone ileus Deta Chirurg accord BS ( 1968 )
713
Becler, W.F : Oente adhesive ileus : A study of 412 Cases with particular
reference to the afuse of tube decompression in treatment Surbegneg obitet
95 ( 1952 ) 472
Bilgin J.R Reicherz. Debonpresion Wed cinere Schienerg derril Darm
sondierg beim ileus Chirg, proxin 13 ( 1969 ) 585
Bolt, D.E : The management of valvulus of the sigmoid Colon Birt. J. Surg.
44 ( 1956 ) 172
Crile Jr. G : of Conservative Surgery in abdominal emergencies Surgery 35
( 1954 ) 122
Dench, H : Ursachen Wed Diagnose de ileus in : Ileus symposium berickt.
Hrsg von verban & jehwar zenberg Munchen 1973

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
134/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Dokaldson G.A : The Management of perforatine Carcinoma of the colon


New Eng. I Med 258 ( 1958 ) 258
Frimann-Dahl. J : Ront genelogic des ileus Surgenbeck Arcli Klin, Chirg 308
( 1964 ) 163
Golighen, J.O : Surgeon of the Anus rectum and colon. 4 anfl, Baillicre,
tindakan & casel, London 1980
Hostmann H : Chirurgie du rectum Mosson, paris 1931
Heberen G : Direilicullitis des diinasved Dicshdarm Surgenbeck Arcli Klin
Chirurg 334 ( 1973 ) 117
Pichlmaien H : Die Einfifle an dickdam, MDT dorm wed Anus In : Ally me
apez Chirurg, Operation khas, 3 anfg, Dd VII/I herzg Von Zenher
Reiferzchied M : Dosm Chirurgie, Thi end, Stutgost 1962
Saegessen M : Spejiclle Chirurgie de therapie Huber, Bern 1976
Scleriber H.H.W : Diimudarm. An Spejille Chirurgie. Jirr die proxis Bd 11/2
hrsg von Bon four tl Thieme Stutfort 1972

HERNIA INGUINALIS
1.
Nama Penyakit / Difinisi
melalui suatu lobang/

Benjolan viskus kedalam rongga lain


kelemahan dinoling yng diliputi oleh suatu

kantong.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

2.
Kriteria Diagnosis
timbul Anulus

Halaman
135/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Benjolan di inguinal yang dapat hilang


innullis externa melebar impls pada jari bila

pasien
mengeden.
3.

Diagnosis Differential

Pembesaran KGB
Tumor inguinal
Hidrokel

4.

Pemeriksaan Penunjang

Laboratorium rutin
Thorax foto
Usia > 40 th konsul kardiologi dan

pulmonologi untuk
Operasi.
Usia > 50 th konsul Bedah Urologi untuk
evaluasi prostat
5.

Konsultasi

Rujuk ke specialis Bedah Digestif

6.

Perawatan Rumah Sakir

Rawat inap untuk operasi


segera bila strangulasi terjadi

Herniatomi + barini plasty / repain itu

7.
Terapi
prolema daerah gurft

Bila disertai Bfttm operasi satu tahap


dengan prostat.
8.

Standard Rumag Sakit

9.
Penyulit
dapat

:
:

Rumah Sakit kelas C

Pada ahernia incrderata jangan dibiarkan


menimbulkan kerusakan pada organ yang

tejepit

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
136/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

10.

Informed concent ( tertulis ) :

Perlu (tertulis)

11.

Standard tenaga

Dokter Spesialis Bedah Digestif

12.

Lama Perawatan

2 3 hari

13.

Lama Pemulihan

7 10 hari

14.

Out put

Sembuh total

15.

PA

Tidak perlu

16.

Autopsi/ risalah rapat

Tak perlu

DAFTRA PUSTAKA :
1.
Basini, E. : When die Bekandlung des feistenbruches Arcli klin Chirurgi 40
( 1980 ) 429
2.
Brinche H : Die Operatiomen der Hernien,in : Chirurche Operation lehre, Bd
III hrsg Von B, Breitner & Schvazenberg Munchen 1957
3.
Briiche, H : Nher du Hernien residive, ihre Ursache Wed ilese verhitung.
Wien klien Nsehr. 62 ( 1950 ) 946 ( wschr )
4.
Koontz, A.R : The operation for diffcult sliding hernia of the large bowel
Amer Surg 18 ( 1952 ) 78
5.
Schneider, KE : Zur but, tekung me proplylare inguinaler. Hnienresidire.
Helv. Chir Deta 33 ( 1966 ) 54
6.
Usher, F.c : The repaire of incisional and inguinal hernias Surg. Gynec Obstet
131 ( 1970 ) 525.
7.
Wels D.R.J : repaire of the indirect I liding Inguinal hernias Abdn Surg.II
( 1969 ) 204
8.
Zimmermaun, l.M.B.J. Anson : Anatomy and Surgery of hernia Wiliams &
Wilkin, Baltimore 1953

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
137/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

APPENDICCITES KUT / KRONIS


1.
akut

Nama Penyakit / Difinisi

Peradangan appendix formis yang bersifat

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
138/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

2.

Kriteria Diagnosis

Sakit perut kanan bawah


Disertai muntah-muntah dan demam

3.

Diagnosis diferential

Batu ureter
Adexitis

4.

Pemeriksaan Penunjang

Thorax foto
Konsul Kardiologi & Pulmonologi untuk
Toleransi operasi berumur > 40 tahun.
Laboratorium rutin
Appendicopram bila kronis

5.

Konsultasi

Rujuk ke Spesialis Bedah Digestif

6.

Perawatan Rumah Sakit

Rawat inap untuk tindakan operasi segera

7.

Terapi

Appendiktomi cito

8.

Standard Rumah Sakit

9.
Penyulit
perforasi dengan

:
:

Rumah Sakit kelas C

Appendictomi infiltrat Appendictomi


peritokitis umum

10.

Informed concent ( tertulis ) :

Perlu ( tertulis )

11.

Standard tenaga

Dokter Spesialis Bedah Digestif

12.

Lama Perawatan

2 3 hari

13.

Lama Pemulihan

5 7 hari

14.

Out put

Sentral total

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
139/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

15.

PA

Perlu sebagai bukti

16.

Autupsi / risalah rapat

Tak perlu

DAFTAR PUSTAKA :
1.
2.
3.
4.

V. Ackeren, H. Reckner : Chirurgie du Appendicitis In : Spejielle Chirurgie


fiis die proxis. Bd. II/2 hrsg Von F. Baum forte.
Pichlmayer, R, A.J. Coburg : Appedicities In : Indikation zen operation, hrsg
von G. Heteren,
G. Hegemann Spryer, Berlin 1974.
Scleroder, H.E. Pollok, h. Hinicke : Zus Progure de Appendicities perforali
va Hbl. Cleir.
101 ( 1976 ) 1387.
Stelzner, F. W. Ciere : Riber die ursache der appendicitis Surgenbeek Arcli
Klin 330 ( 1972 )
273.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
140/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

OBSTRUKTIVE JAUNDICE
1. Nama Penyakit / difinisi
dengan segala

Sumbatan aliran empedu ke duadenum


akibatnya.

2. Kriteria diagnosis
epigastrium

Ikterius
Pada tumor biasanya tidak ada sakit

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
141/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Pada batu duktus choledochus biasanya


kolik bisa dengan
Khologitis
3. Diagnosis diferensial

Batu duktus choledochus


Tumor corpus pancreas ( corpus pancreas )
Tumor Papila vateri
Tumor Coledochus
Hepatitis

4. Pemeriksaan Penunjang

Thorax foto
Laboratorium lengkap
USG abdomen
ERCP / MRCP
CT Scan abdomen
Ca 19 9
CEA
Usia diatas 40 tahun konsul Kardiologi dan

Pulmonologi
Untuk toleransi operasi.
5. Konsultasi

Rujuk ke Spesialis Bedah Digestif

6. Perawatan Rmah Sakit


operasi

Rawat inap untuk persiapan tindakan

7. Terapi
pengambilan batu

Explorasi duktus choledochus dan


Billio-Digestive bila ductus dapat melebar

atau batu-batu
Pada tumor sebagai paliatif operasi
8. stabdard Rumah Sakit

Rumah Sakit kelas B

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

9. Penyulit
dibiarkan

Halaman
142/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Pasien dengan jurdiec jangan terlalu lama

10. Informed concent ( tertulis ) :

Perlu

11. Standard tenaga

Dokter Spesialis Bedah Digestif

12. Lama perawatan

3 4 minggu

13. Lama Pemulihan


14. Out put

:
:

3 4 minggu
sembuh total bila penyebabnya batu

15. PA

Perlu

16. Autupsi/ risalah rapat

Tak perlu

DAFTAR PUSTAKA :
1. Anderson R : User of the ballon tipped Catheter in biliary tract Surgery. Amer J
Surg 117 ( 1969)
15
2. Baumann, I : Biliodigestive Anatomoren in seberkilus wegen Gallenweg
belerang kergen, Chirurgi 38 ( 1967 ) 202.
3. Berman, I,R, Pfeifer RB : Tecnik of extrction of hepatic duct Calculi
Eithmodified fir gatky Catheter and report of a case. Amer J. Surg 114 ( 1967 )
969.
4. Broasch J.W Whitecomb : Segmental obstructionot the billi duct. Surg Gynec
Obstet 134 ( 1972 ) 915.
5. Canell, Rb : Broasch, J.W : Strictures of the bili duct. Surg, Cli N. Amer 38
( 1958 ) 645
6. Classen, M, Demley C : Budoskopische Sleinextraction aus dem Ductus
Cloledochus Sphinterotomie des papilla vateri.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
143/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

7. Cole, W.H. In : Longmire Jr. Wp, Sanford, M.C Intrahepatic chologio


jejimostomy for billiary obstruction. An.Surg 130 ( 1949 ) 455.
8. Cole, W.H., Regnolos J.T : Striktures of the Commonbile duct. Studies of 122
cores Ann Surg 142 ( 1955 ) 537
9. Dick W. Dortemann, J : Dic Behandlung kochizi tjender malinger fallen gang
temoren Langetech archly Chir 311 ( 1965 ) 83
10. Goctze, O, Schwahe, H Dete nod heal operationen des kohen gallengang
tenrenmed die diahepatische ( tranhepatische ) Dane drainage : Brown Beiter
Klin Chir 198 ( 1959 ) 413.
11. Kern, E Zun operationentaklik bei einjiffen wegwn steinlleideus du gallenwege
Chirurg 35 ( 1964 ) 57.
12. Kirtley, Ir. JH : Hepatocloloegio Igmastomi jeyunostomy Reux Y Am Surg 151
( 1960 ) 123
13. Kloss J. Kern, E : Rekrontruktive binggrifle cen den fallen wegen Sangenberh
Arcli Chir 311 ( 1965 ) 114
14. Lane, C.I : Sawyer, J.C Riedel, D H, Schote Jr. H.W. song-term result of roux eny hepato Cholongio igmastomy Am. Surg 177 ( 1973 ) 714.
15. Lindeumanen, S.M : Surgical treatment of bile rhikturies Surgery 73 ( 1973 ) 875

CHOLELITHIASIS

1. Nama Penyakit/ difinisi


akibatnya

Batu dalam kandung empedu dengan segala

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

2. Kriteria diagnosis
yang dapat

Halaman
144/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Rasa sakit terlokalisir pada epigastrium


menyebar ke pinggang, tangan dan bahu
Sering merasa kembung
Sering dispepsi
Batu pada duktus cysticus koliknya hebat
Selanjutnya akan terjadi hydrop vesica

fillea atau empyem


Viseca fallea
3. Diagnosis banding

Gastritis
Uleus pepti kanan

4. pemeriksaan penunjang

Thorax foto
Laboratorium lengkap
USG abdomen
Konsul kardiologi dan Pulmonologi untuk
Toleransi operasi bila usia > 40 tahun

5. Konsultasi

Rujuk ke Specialis Bedah digestif

6. Perawatan Rumah Sakit

Rawat inap untuk tindakan pembedahan

7. Terapi

Kholesistektomi
Pada choleccystitis akut atau empyeum V

fillea dapat
Dilakukan cito operasi.
8. Standard Rumah Sakit
9. Penyulit
organ

:
:

Rumah Sakit kelas C

Bila terjadi pelekatan V fillea dengan organ


sekelilingnya menjadi sulit.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
145/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

10. Informed concent ( tertulis ) :

Perlu tertulis

11. Standard tenaga

Dokter Spesialis Bedah Digestif

12. lama perawatan

5 7 hari

13. Lama pemulihan

10 12 hari

14. Out put

Sembuh total

15. PA

Perlu

16. Autopsi/ risalah rapat

Tak perlu

DAFTAR PUSTAKA:
1. Baum garte, Kremer. Gallenblose wid Gallenwege In : Spejicle Chirurgie Her
praxis Bd HA Thieme Stutgart 169.
2. Becker : Perforation of the fallblodden, Surg Gynec Obstet 105 ( 1957 ) 636.
3. Haring : Die kronle Gallenblore urban Scahzberg 1974.
4. Hesr : Die belerang kergen des Gallenwege Med/des Pankreas. Thieme Stutggrt
1961
5. Jung D, E. Helwig : Die Gallige Peritonitis Med Wels 29 ( 1978 ) 746.
6. Lindakl F : The treatment of acute Cloleytitis. Acta Chir scand suppl. 396
( 1969 ) 9
7. Rosato, B. Roberts. Bili ascites Surg. Gynec. Obste 135 ( 1970 494 ).
8. Rosi.P.A.A. Midell Acute Cloleytitis An Analysis of current treatment. Surg Clin,
N. Amen 47 ( 1967 ) 147.
9. Voige J. N. Hortmann Die gallige peritonitis noch perforation des fallenblow
Dtsch. Med Uschr 99 ( 1974 ) 133

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
146/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

10. C.E. Zocler, Die spejielle Diagnostik des gallenwegs & belerang kergen TM.
Verky 1981.

HERNIA LIPAT PAHA


1. Nama Penyakit/ Difinisi
melalui suatu lobang/

Tonjolan visum kedalam rongga lain


kelemahan dinding yang diliputi oleh suatu

lobang

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

2. Kriteria diagnosa
hilang timbul

Halaman
147/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Riwayat benjolan pada lipat paha yang


Pemeriksaan fisik
Masa di daerah lipat paha yang dapat

dimasukan kembali
Kedalam rongga perut
Anulus inguinalis externus yang melebar
impals pada jari
Bila orang sakit mengedan
3. Diagnosis diferensial

Hidrokel
Varikokel
Pembesaran kelenjar limfe

4. Pemeriksaan penunjang
pembedahan

Laboratorium rutin untuk persiapan


Thorax foto
Usia > 40 th Konsul Kardiologi dan

Pulmonologi
Untuk toleransi operasi
Umur > 50 th Konsul Bedah Urologi untuk
evaluasi
5. Konsultasi

Rujuk ke Spesialis Bedah Digestif

6. Perawatan Rumah Sakit

Rawat inap untuk tindakan pembedahan


Segera bila Hernia Inkarserata.

7. Terapi

Herniatomi + Bedah Plasty


Bila disertai BPH operasi satu tahap

dengan Turprasat
8. Standard Rumah Sakit

rumah Sakit kelas B

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

9. Penyulit
penyulit yang sering

Halaman
148/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Inkarserasi atau strangulasi merupakan


dijumpai, bila dibiarkan dapat

menimbulkan kerusakan
pada organ yang tejepit
Setelah pembedahan dapat terjadi
hematoma
10. Informed concent ( tertulis ) :

Perlu

11. Standard tenaga

Dokter Spesialis Bedah Digestif

12. Lama perawatan

2 3 hari

13. Lama pemulihan

5 7 hari

14. Out put


15. PA

:
:

Sembuh total
Tak perlu

16. Autopsi

Tak perlu

DAFTAR PUSTAKA :
1. Jack Abrahamson : Hernia Maingots Abdomen operations Ed. 9 : Vol 2 1990
2. Schumpelick : Inguinal Hernia in the adult ATLAS of Hernia surgery hal 125
155 ( 1990 )

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

Tanggal Terbit

No.Revisi

Halaman
149/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

NYERI AKUT ABDOMEN KANAN ATAS


1. Nama Penyakit / difinisi
& segala

Rasa nyeri hebat didaerah perut kanan atas

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
150/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

akibatnya.
2. Kriteria diagnosis
kanan atas /

Riwayat nyeri mendadak daerah abdomen


epigastrium.
Nyeri dapat menjalar ke daerah pinggang

dan kearah bahu


Atau dirasakan menembus
Kebelakang. Nyeri dapat bersifat kolik
3. Diagnosis diferensial

Kolisistisis akut
Pankreatitis akut
Perforasi tukak peptic

4. Pemeriksaan Penunjang

Thorax foto
Khusus : faal hati, amilase darah
dan urin
USG / CT Scan / MRI Abdomen

6. Perawatan Rumah Sakit

Rawat inap segera untuk diagnostik

7. Terapi

Puasa
Pemasangan pipa lambung / NGT +

Catheter urine IVFD


Pembedahna akan dilakukan bila peritonitis
meluas
Melebihi satu kuadran atau udara bebas
pada foto abdomen
8. Standard Rumah Sakit

Rumah Sakit kelas B

9. Penyulit

Peritonitis umum dan sepsis

10. Infomed concent ( tertulis )

Perlu

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
151/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

11. Standard tenaga

Dokter spesialis Bedah digestif

12. Lama Perawatan

3 5 hari

13. Lama Pemulihan

7 10 hari

14. Ouy put


tindakan

Bila diagnosis kolesistisis akut, perlu


kolesistektomi setelah 2 bulan

15. PA

Perlu

16. Autupsi/ risalah rapat

Tak perlu

DAFTAR PUSTAKA :
1. Gabriel A Kunt, Gary D. Gill : Cholesystisis maingott Abdoment Operation hal
9 Vol 2 1990

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
152/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

HEMOROID
1. Nama Penyakit/ difinisi
dengan segala

Gangguan pada dubur saat buang air besar


akibatnya.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

2. Kriteria diagnosis
lendir

Halaman
153/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Buang air besar berdarah segar tanpa nyeri /


Darah tidak bercampur denga faces atau

darah menetes.
Tonjoln yang besar dari anus bila b.a.b
masuk sendiri
Atau dimasukan secara manual. Pemeriksan
colok dubur.
3. Diagnosis diferential

Karsinoma rekti
Polip rekti
Prolap ani

4. Pemeriksaan penunjang

Thorax foto
Laboratorium rutin
Anuskopi/ protoskopi

5. Konsultasi

Dirujuk ke spesialis Bedh Digestif

6. Perawatan Rumah Sakit

Dirawat elektif untuk derajat III.


Dirawat segera untuk derajat IV

7. Terapi

Media mentosa, diet tinggi serat


Laksan ringan bila ada riwayat obstipasi
Sit bath ( dengan larutan permanganas

kalicus )
Bedah : Hemorhoidektomi pda hemoroid
derajat III dan IV
Sclerossing injeksi pada hemorrhoid
derajad
8. Standard Rumah Sakit

Rumah Sakit kelas B

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

9. Penyulit

Halaman
154/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Perdarahan --- anemia sekunder


infeksi
Akibat tindakan pembedahan dapat timbul

tisura ani atau


Stenosis ani
10. Informed concent ( tertulis ) :

Perlu

11. Standard Tenaga

Dokter Spesialis Bedah digestif

12. Lama perawatan


hari

Pada tindakan pembedahan rata-rata 3 5

13. Lama Pemulihan

1 minggu pasca bedah

14. Out put

Sembuh total

15. PA

Bila disangka keganasan

16. Autopsi/ risalah rapat

Tak perlu

DAFTAR PUSTAKA :
1. L.P> Fielding MB, FRCS : Management of Patiens with Symtomatic
haemorhoidsan introduction : Operations Surgery Ed. IV : 1993

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

JUDUL LAIN
1. Nama Penyakit / difinisi
2. Kriteria diagnosis
3. Diagnosis diferential

:
:
:

Halaman
155/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

Tanggal Terbit

4. Pemeriksaan penunjang
5. Konsultasi
6. Perawatan Rumah Sakit
7. Terapi
8. Standard Rumah Sakit
9. Penyulit
10. Informed concent ( tertulis )
11. Standard tenaga
12. Lama Perawatan
13. Lama Pemulihan
14. Out put
15. PA
16. Autupsi
DAFTAR PUSTAKA :

No.Revisi

Halaman
156/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

Rumah Sakit kelas B

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

V. BEDAH UROLOGI
ISI

ORKITIS AKUT

TRAUMA URETHRA ANTERIOR

TRAUMA URETHRA POSTERIOR

TRAUMA BULI

TRAUMA GINJAL

TUMOR GANAS TESTIS

TUMOR GANAS BULI-BULI

FISTULA VESIKO VAGINA

VARIKOKEL

KARSINOMA PROSTAT

PROSTATITIS AKUT

REFLUX VESICO URETERAL

HYPOSPADIA

Halaman
157/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
158/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

BATU SALURAN KEMIH

PEMBESARAN PROSTAT ANAK

ORKITIS AKUT
1. Kriteria diagnosis

Skrotum bengkak dan merah


Kadang disertai parotitis
Pemeriksaan Fisisk :
Panas samapi 40 C
Parotis, skrotum bengkak dan
merah
Testis bengkaka dan nyeri

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
159/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

2. Diagnosis diferential

Torsio testis, Epididimitis, Hematoma testis

3. Pemeriksaan penunjang

4. Konsultasi

Dirujuk ke spesialis bedah

5. Perawatan RS

Rawat inap untuk : bed rest, terapi suportif

6. Terapi
test urine

Antibiotika sesuai kultur resistensi

Kompres dingin

Urinalisa : darah perifer lengkap


Urine kultur resistensi test

7. Standard Rumah Sakit

Tipe C

8. Penyulit

Atropi testis, infertilitas

9. Informed concent ( tertulis ) :

10. Standard tenaga

Spesialis Bedah

11. Lama Perawatan

5 7 hari

12. Lama Pemulihan

14 21 hari

13. Out put

Baik

14. PA

15. Autopsi/ risalah rapat

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
160/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

TRAUMA GINJAL
1. Kriteria diagnosis
dan atau

Riwayat trauma pada sudut kostovertebra


abdomen kwadran atas.
Pemeriksaan Fisisk :
Tanda vital : Shock, pucat
Bulging sudut kostovebra atu
abdomen kwadran atas
Patah tulang iga, tanda- tanda akut
abdomen.
Kencing berdarah

2. Diagnosis diferential

Ruptura hepar,- Ruptur lien


Hematoma retroperitonial .

3. Pemeriksaan penunjang
dosis

Urine sedimen, - BNO IVP double

Arterografi / CT Scan, bila BNO


IVP kurang
Informative
BNO / IVP dibut sesudah keadaan
pasien stabil

4. Konsultasi
Urologi

Dirujuk ke spesialis Bedah, Spesialis

5. Perawatan RS
segera bila :

Rawat inap untuk tindakan pembedahan


-

Sirkulasi tidak stabil

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
161/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Trauma dengan gambaran IVP


terdapat extra vasasi
Terdapat cedera pedikel vaskuler

6. Terapi

Explorasi
Kurang 2 hari melalui intra
peritoneal
Lebih 2 hari melalui retro / intra
peritoneal

7. Standard RS
peritoneal

Tipe C untuk explorasi melalui intra


Tipe B untuk explorasi retro peritoneal dan

itra peritoneal
8. Penyulit

Segera
Perdarahan, Extravasasi urine
( urinoma )
Abses perirenal, Sepsis
Cedera penyerta hepar, lien viskus.
Lanjut : Hipertensi, Hidroneprosis,
Arterioveneos fistula, Batu ginjal,
Pielonefritis, Perdarahan lambat.

9. Informed concent ( tertulis ) :

Perlu

10. Standard Tenaga


tipe B

spesialis Bedah Tipe C, Spesialis Urologi

11. Lama perawatan


12. Lama Pemulihan

:
:

7 9 hari
14 21 hari

13. Out put

Sembuh dengan komplikasi lanjut

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
162/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

14. PA

15. Autopsi/ risalah rapat

Sembuh kembali seperti orng


normal

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
163/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

VARIKOKEL
1. Kriteria diagnosis
posterior dari testis

Massa seperti cacing cranial dan

Rasa pegal dan nyeri


Test mengeden ( valvasi ) positif

2. Diagnosis diferensial

Spermatokel
Hidrokel funikuli

3. Pemeriksaan penunjang
infertilitas )

Analisa semen ( pada kasus

4. Konsultasi

Spesialis Urologi, Spesialis Bedah

5. Perawatan RS

Dirawat inap

6. Terapi
interna diatas atau

Pembedahan : pengikatan v. spermatica


pada anulus inguinalis. Intena ( palomo

procedure )
7. Standard RS

Tipe C

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

8. Penyulit
oligospemia

Halaman
164/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Gangguan spermatogenesis stress form

9. Informed concent ( tertulis ) :

Perlu tertulis

10. Standard Tenaga

Spesialis urology, Spesialis Bedh

11. Lama perawatan

2 3 hari

12. Lama Pemulihan

5 hari

13. Out put

Sembuh total, perbaikan pada spemiogram

14. PA

15. Autopsi/ risalah rapat

BATU SALURAN KEMIH


1. Kriteria Diagnosis

Nyeri pinggang tumpul ( dail pain )


Nyeri kolik pinggang
Dysuria, hematuria
Riwayat operasi batu / riwayat
keluar batu spontan

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
165/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

2. Diagnosis diferential

Penyempitan sraf spinal


Kolik sebab lain : usus, bilier
Infeksi saluran kemih

3. Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan urine :
Sedimen : erytrocit > 10 / LPB
Kultur urine
Pemeriksaan darah :
Fungsi ginjal : ureum, kretinin,
asam urat
Pencitraan :
BNO IVP, bila perlu USG

4. Konsultasi

Dirujuk ke ahli bedah, ahli Urologi

5. Perawatan RS

Rawat inap :
Terapi konservatif untuk kolik yang
hebat
Persiapan operasi
Rawat jalan :
Kolik ringan dan setelah selesai
operasi

6. Terapi

Konservatif : Pengobatan kolik yang berat


Infuse dextrose 5 % + Baralgin
lamp 30 tts
( dewasa )
Anti prostaglafidin
Bila infeksi > antibiotik
Batu urete < 5 mm bendungan
parsial
Menambah di uresis

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
166/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

7. Standard RS

8. Penyulit
saluran kemih

Batu calyx kecil < 5 mm tanpa


bendungan
Konservatif
Operatif :
Batu vesika urinaria oleh ahli bedah
Batu ginjal sederaha, ginjal sudah
rusak, dan ginjal
Kontra lateral baik untuk
nefrektomi oleh ahli bedah.
Batu ginjal sulit Ahli Urologi
Batu ureter distal Ahli Urologi
PCN : Batu ginjal Ahli Urologi
URS : Batu ureter 1/3 distal + tengh
Ahli
Urologi
Lithotripsi : Batu vesika kecil Ahli
Urologi
ESWL : batu ginjal + batu ureter Ahli
Urologi
Untuk pengobatan batu ureter :
Mengatasi kolik + perawatan
konservatif, bisa di
Praktek Umum dan Puskesmas.
Untuk persiapan tindakan operasi
RS Tipe C
Untuk tindakan lain Rs tipe B/ A
-

Bila diagnose terlambat Infeksi

gagal ginjal
Kesulitan operatif Perdarahan
PCN Perdarahan

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

9. Informed concent ( tertulis ) :


operatif, PCN,

Halaman
167/

Untuk life saving nefrektomi bila


ginjal yang lain baik
ESWL : - Stein Strasse
Urosepsis - Antibiotik,
Manipulasi
Endoskopik, Nefrostomi.
Ureteroscopi : - false route
drainage repaire

Perlu tertulis terutama untuk tindakan


Ureteroskopi, ESWL.

10. Standard Tenaga

Spesialis Bedah urology

11. Lama Perawatan

12. Lama Pemulihan

Operasi terbuka : 1 2 minggu


PCN, Ureteroskopi lithotripsi 3-7
hari
( tanpa penyulit )
ESWL tanpa penyulit : 1 3 hari
Operasi terbuka : 3 4 minggu
Endoskopi tanpa penyulit : 1 2
minggu
ESWL kurang lebih 1 minggu

13. Out put

Bebas batu
Ada sisa batu
Angka residif batu ginjal kurang
lebih 40 %

14. PA

Tidak ada

15. Autopsi/ risalah rapat

Sangat jarang

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
168/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

TRAUMA URETHRA ANTERIOR


1.
Kriteria diagnosis
perineum

Riwayat trauma pada daerah


( straddle injuri ) atau instrumentsi

urethra
-

Tidak bisa kencing & darah segar


dari urethra
Pemeriksaan Fisik :
Hematoma perineal
Retensi urine
Darah segar dari urethra
2.

Diagnosis diferensial

Fraktur penis

3.

Pemeriksaan penunjang

Urethrogram retrograde

4.

Konsultasi

Dirujuk ke spesialis Urologi

5.

Perawatan RS

rawat inap untuk : tindakan operasi segera :


eksplorasi dan repair ruptur urethra

6.

Terapi

Urehtroplasti segera

7.

Standard RS

Tipe B untuk : urethro plasti

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

8.
Penyulit
Urinoma

Halaman
169/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Segera : Hematoma perineum,

Lanjut : Striktur urethra, Infeksi,


Impotensi

9.

Informed concent ( tertulis )

Perlu

10.

Standard tenaga

Spesialis Bedah Urologi

11.

Lama Perawatan

7 9 hari

12.

Lama pemulihan

14-21 hari

13.

Out put

Sembuh seperti orang normal

14.

PA

15.

Autopsi/ risalah rapat

TRAUMA URETHRA POSTERIOR


1.
Kriteria diagnosis
dan atau fraktur

Riwayat trauma pada daerah pubis

pelvis
Tidak bisa kencing dan darah segar
menetes dari
Urethra
Pemeriksaan Fisisk :
-

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
170/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Hematoma supra simphisis


Fraktur pelvis
Darah segar dari urethra
Buli penuh / retensi urine

2.

Diagnosis diferensial

Ruptur urethra anterior

3.

Pemeriksaan penunjang

Urethogram retrograde

4.
Konsultasi
Bedah

Dirujuk ke spesialis Urologi, Spesialsi

5.

Rawat inap untuk :


Tindakan pembedahan segera
dengan melakukan
Aproximasi urethra dalam minggu
pertama pasca
Trauma secara endoskopik atau
open transvesika
Rail road kateter.

6.
Terapi
open transvesika

Aproximasi urethra : perendoskopi atau

7.

Standard RS

8.

Penyulit

Segera Retensi urine Hematoma pelvis


Lanjut Striktur urethra Impotensi
Lakontinensia urin.

9.

Informed concent ( tertulis )

Perlu

Perawatan RS

Tipe untuk Sisttostomi


Tipe B untuk Sitostomi dan atau
aproximasi urethra

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
171/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

10. Standard Tenaga


tipe B.

Spesialis Bedah Tipe C, Spesialis Urologi

11.

Lama Perawatan

Sitostomi
:
5 7 hari
Aproximasi urethra : 5 7 hari

12.

Lama pemulihan

Sitostomi : 7 10 hari
Aproximasi urethera : 14 21 hari.

13.

Out put

Sembuh seperti orang normal

TRAUMA BULI
1.
Kriteria diagnosis
bawah dan atau

Riwayat trauma pada abdomen kwadrn


fraktur os pubis.
Pemeruksaan Fisik :
Tanda vital : shock, pucat, - nyeri
supra simphisis
Bulging supra pubis, - fraktur pubis
Tanda akut abdomen / peritonitis
umum
Kencing berdarah

2.

Diagnois diferential

3.

Pemeriksaan Penunjng

Urine sedimen, BNO, Cystogram

4.
Konsultasi
Bedah

Dirujuk ke spesialis Urologi, Spesialis

5.

Rawat inap untuk

Perawatan RS

Trauma urethra
Hematoma supra simphisis

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

6.

Terapi

Halaman
172/

Tindakan pembedahan segera :


ruptura buli
Tindakan pembedahan lanjut :
konstusi buli

Sectio alta untuk repai ruptur buli


Laparatomi eksplorasi, bil terdapat

peritonitis umum
Pada keadaan ruptura buli- buli intra
peritinical
7.

Standard RS

Tipe C

8.

Penyulit

Segera : - Perdarahan, - Peritonitis


Lambat : - Abses, - Inkontinensia urin

9.

Informed concent ( tertulis )

Perlu

10.

standard Tenaga

Spesialis Bedah Tipe C, Spesialis Urologi Tipe B

11.

Lama perawatan

10 12 hari

12.

Lama pemulihan

14 21 hari

14.

PA

15.

Autopsi/ risalah rapat

TUMOR GANAS TESTIS

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

1.
Kriteria diagnosis
yang cepat

Halaman
173/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Benjolan dalam kantong kemaluan

membesar
Teraba masa padat dengan batas
tegas intra scrotal

2.
Diagnosis diferensial
hidrokel

Epididimitis atau epidimo orchitis, dan

3.
Pemeriksaan Penunjang
AFP

Laboratorium AFP dan B HCG, bila


meningkat, menunjukan adanya

komponen non
-

seminoma
CT scan abdomen ( bila PA positif )

4.
Konsultsi
Bedah

Dirujuk ke Spesialis Urologi, Spesialis

5.

Segera

Peningkatan tumor dengan sayatan

Seminoma sangat sensitive terhadap


radiotherapy
Non-seminoma : deseksi kelenjar
getah bening dan atau chemoterapi

Perawatan RS

6.
Terapi
melalui inguinal

7.

Standard RS

Tipe C : pengangkatan tumor


Tipe B : radioterapi, deseksi kelenjar getah

bening atau
Chemoterapi

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

8.

No.Revisi

Tanggal Terbit

Penyulit

Halaman
174/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Infertilitas

9.
Informed concent ( tertulis )
tertulis

Sebelum pembedahan harus ada pernyataan

10.

Standard tenaga

Spesialis Bedah, Spesialis Urologi

11.

Lama perawatan

3-4 hari psca pengangkatan tumor


4-8 hari pasca deseksi kelenjar getah

1-2 minggu pasca pengangkatan tumor


4-8 hari pasca deseksi kelenjar getah

bening retroperitoneal
12.

Lama pemulihan

bening retroperitoneal
13. Out put
( overall ) kurang

Seminoma : ketahanan hidup


lebih 90 %
Non seminoma : ketahanan hidup
stdadium I-II
Kurang lebih 90% dengan
kombinasi deseksi
Kelenjar getah bening
retroperitoneal dan chemoterapi.
Pada stadium III kurang lebih 50%

14.

PA

Jaringan testis orchidectomy ligasi tinggi

15.

Autupsi / risalah rapat

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

Tanggal Terbit

No.Revisi

Halaman
175/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
176/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

TUMOR GANAS BULI-BULI


1

Kriterua diagnosis

Keluhan hematuri tanpa rasa nyeri

2.

Diagnosis diferensial

TBC saluran kemih, batu saluran kemih

Sitologi urine, BTA urine BNO-IVP, USG

3.
Pemeriksaan penunjang
foto thoraks, CT

Scan Abdomen untuk mencari metastasis


4.
Konsultasi
Bedah

Dirujuk ke spesialis Urologi, Spesialis

5.

Tipe C,B,A

a.

Perawatan RS

6.
Terapi
buli-buli untuk

Transurethral resection ( TUR )


diagnosis PA dapat sekaligus

sebagai pengobtan
pada stadium Ta/TI ( superficial )
tanpa disertai N+,
dan /atau M+ ( dapat ikuti dengan
pemberian
b.

chemotherapy intravesika )
Radikal sistektomi pada stadium

T2-4, NO, MO
atau radio therapy bikla keadaan
umum penderita
tidak memungkinkan untuk operasi
radikal.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
177/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

c.

Salvage sistektomi atau partial

sistektomi apabila
perdarahan tidak bisa dikontrol
7.

Standard RS

Tipe C untuk tindakan 6.c.


Tipe B/A untuk semua tindakan

8.
Penyulit
urine pasca rdikal

Perdarahan pasca TUR, perawatan stoma


istektomi

9.
Informed concent ( tertulis )
pernyataan tertulis

Sebelum pembedahan harus ada

Perlu perawatan stone urine

10. Standard tenaga


B/A

Spes. Bedah Tipe C, Spesialis Urologi tipe

11.

Lama perawatan

1-2 minggu pasca TUR

12.

Lama Pemulihan

4-6 minggu pasca TUR


8-10 minggu pasca sistektomi

Ketahanan hidup sangat tergantung pada

13. Out put


stadium derajat

diferensial tumor, dan jenis pengobatan


14. PA
jaringan pada

Perlu untuk jaringan pada TUR dan seluruh


sistektomi

15. Autopsi/ risalah rapat


dapat diambil

Perlu bila penderita meninggal sebelum


jaringan untuk diagnosa histoppatologi

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

Tanggal Terbit

No.Revisi

Halaman
178/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
179/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

FISTULA VESIKO- VAGINA


1.
Kriteria diagnosis
setelah riwayat

Kencing mengompol terus menerus


persalinan lama, operasi

kebidanan/ginekologi,
-

radiotherapy, tumor ginekologi


Urine keluar pervaginam

2.

Diagnosis diferensial

Fistula ureterovaginal
Stress dan urge incontinence

3.

Pemeriksaan Penunjang

BNO-IVP : Test metilen biru


Sistoskopi, untuk melihat besar dan
jarak fistula
Dari muara ureter

4.

Konsultasi

Dirujuk ke Spes. Urologi, Spes. Kebidanan

Dirawat untuk persiapan operasi yang

5.
Perawatan RS.
dilakukan setelah

jaringan daerah fistula luna/fibrosis matang


yaitu lebih dari
3 bulan setelah timbulnya fistel

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
180/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

6.

Terapi

7.

Standard RS.

Tipe B

8.
Penyulit
atropi/mengecil

Bila terlalu lama, kandung kemih menjadi

9.
Informed concent ( tertulis )
tertulis

Sebelum pembedahan harus ada pernyataan

10.

Standard tenaga

Spesialis Urologi

11.

Lama perawatan

14 hari

12.

Lama Pemulihan

14 hari

Sembuh total, pada kandung kemih yang

13. Out put


sudah mengecil

Pembesaran berupa penutup fistel


Bila muara fistula dikandung kemih
terlalu dekat
Dengan muara ureter (<1 cm ) perlu
dilakukan
Ureteroneosistostomi

sering terdapat rekwensi /sering kencing


14.

PA

15.

Autopsi/ risalah rapat

KARSINOMA PROSTAT
1.
Kriteria diagnosis
belakang. Colok

Prostatismus, nyeri tulang terutama tulang

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
181/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

dubur: prortat teraba keras dn berbenjolbenjol biopsy


prostat transrectal
2.

Diagnosis diferensial

3.
Pemeriksaan penunjang
penderita. Lab. Khusus :

Pemebesaran prostat jinak

Lab. Umum untuk menilai kondisi


PSA, PAP, BNO-INP atau BNO-Sistogram,

Foto Thoraks,
Bone scan bila ada tanda-tanda metastasis
4.

Konsultasi

Dirujuk ke Spesialis Urologi, Spes. Bedah

5.

Perawatan RS.

Dirawat segera

Prostatektomi radikal pada stad. T1-

Terapi hormonal dengn bilateral


subcapsular
Orchyectomy atau medikamentosa
pada stadium
Lanut. T 3-4 atau N.1, atau inf.
Transurethral resection ( TUR )
prostat bila tetap
Ada retensi urine setelah
pengobatan hormonal pada
Stadium lanjut

6.
Terapi
2, NO, MO

7.

Standard RS.

8.
Penyulit
pada terapi

Tipe C,B,A

Perdarahan, inkontinensi, mpotensi


radikal

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
182/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Efek samping obat-obat


medikamentosa

9.
Informed concent ( tertulis )
tertulis

Sebelum pembedahan harus ada pernyataan

10. Standard tenaga


Bedah tipe C

Spesialis Urologi Tipe A,B dn Spesialis

11. Lama Perawatan


prostatektomi

Sekitar 3 minggu pada radikal

1-2 hari pada subcpsular


orhyectomy
1 minggu pada TUR prostat

Sekitar 6-8 minggu pada radikal

Satu minggu setelah subcapsular


orchyectomy

12. Lama pemulihan


prostatektomi

13. Out put


stadium derajat

Ketahanan hidup sangat tergantung pada


diferisiansi

14. PA
jaringan pembedahan

Jaringan bippsi prostat, atau seluruh

15. Autopsi/ risalah rapat


sebelum didapat

pada radikal prostatektomy


Diperlukan apabila penderita meninggal
diagnosa pasti secara histopatologi

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

Tanggal Terbit

No.Revisi

Halaman
183/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
184/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

PROSTATITIS AKUT
1.
Kriteria diagnosis
mengigil dengan

Panas mendadak tinggi disertai

nyeri di daerah perineum


Ganguan buang air kecil sampai
retensi urine
Pemeriksaan Fisik :
Prostat : membengkak, padat,padat,
sangat nyeri
Tekan
Urin : keruh, kemerahan
-

2.

Diagnosis diferensial

Divertikel regtosimioid

3.

Pemeriksaan Penunjang

Urinalisa
Darah perifer lengkap
Urine kultur dan resistensi test

4.

Konsultasi

Dirujuk ke Spesialis Urologi

5.

Perawatan RS.

Dirawat inap untuk :


Sistostomi pada yang dengan retensi
urine
Bed rest

6.

Terapi

Antibiotika sesui kultur resistensi urine

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
185/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

7.

Standard RS.

Tipe B

8.

Penyulit

9.

Informed concent ( tertulis )

Perlu

10.

Standard tenaga

Spesialis Urologi

11.

Lama Perawatan

7-10 hari

12.

Lama Pemulihan

30 hari

13.

Out put

Baik

14. PA
dengan karsinoma

Trans rectal biopsy untuk membedakan

Retensi urine
Abses prostat
Sistitis

prostat

REFLUX VESICO URETRAL

1.
Kriteria diagnosis
BNO-IVP

Infeksi : saluran kemih berulang,


hydronefritis
Pada MCU terdapat reflux vesico
ureteral
Ditentukan grade I-IV

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
186/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

2.

Diagnosis diferensial

Megaureter congenital

3.

Pemeriksaan penunjang

BNO + IVP, MCU, Cytoscopy

4.

Konsultasi

Dirujuk ke spesialis Urologi

5.

Perawatn RS

Pyelonefritis akut, kalau mau operasi

Grade I-II-III : konservatif dengan anti

6.
Terapi
biotika selam

6 bulan
Grade IV-V : operatif
ureteroncocystostomie
7.

Standard RS.

Tipe B

8.

Penyulit

Infeksi, kerusakan faal ginjal

9.

Informed concent ( tertulis )

Perlu

10.

Standard tenaga

Spesialis Urologi

11.

Lama perawatan

2 minggu

12.

Lama pemulihan

1 bulan

Setelah operasi tidak ada reflaks visico

13. Out put


ureteral dan tak ada

infeksi

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
187/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

HYPOSPADIA
1.
Kriteria Diagnosis
proximal antara
sampai ke penosrotal

Muara urethra terletak ventral venis


glans

Kalau ereksi penis begkok

2.

Diagnosis diferensial

Transexual

3.

Pemeriksaan Penunjang
preputium akan

Tidak boleh di circumisi oleh karena


dipakai untuk uretthroplasty

4.
Konsultasi
Bedah

Dirujuk ke spesialis Urologi, spesialis

5.

Kalau mau operasi

Chordae eksisi kemudian

Chordae eksisi + urethroplasty 1

Tindakan operasi pada usia : pre


tahun )

Perawatan RS

6.
Terapi
urethroplasty setelah 6
bulan ( 2 tahap ).
tahap
schook age ( 5-6
7.

Standard RS

Tipe C

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
188/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

8.

Penyulit

Fistel, Infeksi

9.

Informed concent( tertulis )

Perlu

10.

Standard tenaga

Spesialis Urologi, Spesialis Bedah

11.

Lama perawatan

3 minggu

12.

Lama pemulihan

1 bulan

13.

Out put

Muara urethra berada di ujung penis


Ereksi lurus

PEMBESARAN PROSTAT JINAK


1.

Kriteria diagnosis

Pria umur > 50 tahun


Tanda-tanda iritasi :
Frekuensi mictic bertambah
Nocturia
Dysuria
Urgency
Terakhir mictie belum puas
Tanda-tanda obstruksi :
Hesistancy

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
189/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Pancaran lemah
Waktu mictie menonjol
Sulit mictie
Pemeriksaan colok dubur : Pembesaran
prostat, kenyal
Pengukuran sisa kencing
2.

Diagnosis diferensial

3.

Pemeriksaan penunjang

BNO-IVP
Identasi prostat
Fish hook apperance
Divertikal / Saccula
Batu vesika
Foto post mictie tamapk sisa
kencing
USG : Prostat
Lab : Routine persiapan operasi, PSA
Biopsi jarum bila ada kecurigan pada colok
dubur atau
PSA > 10 mg/mil

4.
Konsultasi
Bedah Ahli

Dirujuk ke ahli Urologi kalau tidak ke

5.

Perawatan RS

Untuk persiapan operasi

6.

Terapi

Derajat satu
Keluhan iritatif + obstruksi ada
Sisa kencing kurang dari 50 cc terapi

konservatif

Batu kecil divesika urinarius


Striktur
Bekun darah di vesika
Ca prostat

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
190/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Alfa adrenergic Bloking Agent


Obat parasympathomimetik
Inhibitor 5 Alfa reduktase
Pertolongan pertama :
Memasang kateter pada reteatio
urine totalis
Memasang cytostomi : perkutan
atau terbuka bila
Pemasangan kateter gagal
Operasi defenitip :
Bila sisa kencing > 50 cc
Prostektomi terbuka oleh dokter
Ahli Bedah
TURP : ( Trns Uretal Resection of
the Prostase )
Oleh Ahli Bedah Urologi
TUIP ( Trans Urethal Incision of the
Prostase)
Oleh Ahli Urologi
HLP ( Holium Laser
Prostatectomy ) oleh Ahli
Urologi yang sudah terlatih
7.
Standard RS
Bedah untuk

8.
Penyulit
TURP )

Tempat praktek dokter Spesialis

memsng kateter
Tipe C untuk pertolongan pertama
Tipe C untuk operasi terbuka
Tipe B + a tindakan lain

Perdarahan ( pada operasi terbuka,

Kebocoran ( untuk operasi terbuka )

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

9.
Informed concent ( tertulis )
oleh pasien

Halaman
191/

Incontinentia sementara atau bila


kecelakaan
Mengenai sphincter incontinentia
menetap
Retrogrde ejakulasi 60-90% pada
operasi terbuka
+ TUR
Impotensi 4,40% pada operasi
terbuka + TUR

Diperlukan ijin tertulis yang ditandatangani


setelah dijelaskan mengenai terapi +

kemungkinan penyulit
10.

Standard tenaga

11.

Lama Perawatan

Bila tanpa penyulit :


Operasi terbuka kurang lebih 10-14
hari
TURP 5-7 hari
TUIP
Laser 3-5 hari

12.

Lama pemulihan

Operasi terbuka : 3-4 minggu


TUR
2-4 minggu
Laser
2-4 minggu

13.

Ot put

Sembuh, misye spontan


Kemungkinan retrograde ejakulasi
+
Impotensi ( liaht diatas )
Kemungkinan residif rendah

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

14. PA
biopsy jarum
15. Autopsi / risalah rapat
kematian dan tidak

Halaman
192/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Jaringan prostat dari spesimen operasi atau

Jarang diperlukan kecuali bila terjadi


jelas sebabnya.

KE PUSTAKAN :
Jelaskah Usulan Standard medis IAUI ( Ikatan Ahli Urologi Indonesia ) dari Sub Bag
Urologi
IAUI RSCM, 1993 )

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

VI. B E D A H S A R A F

ISI :
Hal.
TRAUMA KAPITIS / CEDERA KEPALA
92
TRAUMA SPINAL & MEDULA SPINLIS
94

Halaman
193/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

Tanggal Terbit

No.Revisi

Halaman
194/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

TRAUMA SARAF PERIFER


96
TUMOR INTRA KRANIAL
98
TUMOR SPINAL
99
TRAUMA SARAF PERIFER
100
PENDARAHAN INTRAKRANIAL SPONTAN
101
HIDROSEFALUS
103
KELAINAN / ANOMAI KONGENITAL S.P.P.
104
GANGGUAN SARAF PERIFER
106
PENYAKIT DEGENERA SPINAL
107

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

Tanggal Terbit

No.Revisi

Halaman
195/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

ABSES OTAK
108

TRAUMA KAPITIS / CEDERA KEPALA


1. Nama Penyakit
Dapat mengakibatkan
hematom

:
:

Trauma Kapitis / Cedera Kepala


1.
Kontusio/ ekskoriasi / laserasi kulit kepala,
2.
3.
4.
5.

Subgleal
Fraktur tulang tengkorak
Perdarahan Epidural
Perdarahan Subdural
Kontusio / Laserasi otak

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

Tanggal Terbit

6.
7.
8.
2. Kriteria Diagnosis
muntah dan

No.Revisi

Halaman
196/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Perdarahan Intra serebrl


Diffuse Axonal Injury
Edema Cerebri

Riwayat cedera kepala, sakit kepala, pusing,


kehilangan kesadaran.
Pemeriksaan fisik : Tanda-tanda kenaikan tekanan

intra cranial,
Defisit neurologis fokal, lterlisasi, penurunan derjt
kesadaran
( dinili dengan Skala Koma Glasgow )
Cedera Kepala Ringan : bila Skala Koma Glasgow
13-15
Cedera Kepala Sedang : bila Skala Koma Glasgow
9-12
Cedera Kepala Berat : bila Skala oma Glasgow <.
8
3. Diagnosis Banding

4. Pemeriksaan Penunjang :

Keracunan alcohol / obat-obatan


Stroke
Tumor otak
Ganguan metabolisme
Epilepsi

1.
2.
3.

CT Scan kepala
M.R.I. kepala
Pemeriksaan laboratorium untuk persiapan

operasi
5. Konsultasi
6. Perawatan di RS
pengobatan,

Dokter spesialis bedah saraf

Rawat inap untuk observasi dan perawatan serta

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
197/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

bila perlu tindakan pembedahan dengan standar


ABCs menurut
ATLS
7. Terapi

Konservtif atau opertif

8. Tempat pelayanan

Rumah sakit Kelas A

9. Penyulit

- Infeksi
- Epilepsi
- Hidrosefalus
- Perdarahan Subdural Kronis
- Status Vegetatif

10. Informed Concent

Perlu, tertulis

11. Stndard tenaga

Dokter Spasialis Bedah Saraf

12. Lama Perawatan

Beberapa hari 2 minggu

13. Masa Pemulihan

Bervariasi

14. Out put

Sembuh dengan atau tanpa defisit neurologis

Kepustakaan :
1. Advanced Trauma Life Suport ( ATLS ), Chapter 6 : Head Trauma, ACS,
Chicago IL, 1997, pp.
219-261.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
198/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

TRAUMA SPINAL DAN MEDULA SPINALIS


1. Nama Penyakit
Dapat menyebabkan
atau

:
:

Trauma spinal dan medulla Spinalis


a.
Fraktur, kompresi, dislokasi tulang vertebra
Kombinasinya

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

Tanggal Terbit

No.Revisi

Halaman
199/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

b.

Trauma Medula Spinalis, Conus Cauda dan

c.

Trauma pembuluh darah spinal

Riwayat cedera tulang belakang ( Spinal )


Terdapat jejas, deformitas atau nyeri pada

belakang
Gangguan neurologis sesuai dengan lokasi

Tumor Medula Spinalis


Myelopati
HNP
Poliomyelitis
Polioradikulopati

4. pemeriksaan penunjang :

a.
b.
c.
d.

Foto polos roentgen tulang belakang


M.R.I.
CT Scan
Myelografi

5. Konsultasi

Dokter Spesialis bedah saraf

Segera untuk terapi obat-obatan dan obsevasi serta

Cauda Equinea
2. Kriteria diagnosis

ruas tulang
cedera
3. Diagnosa Banding

6. Perawatan di RS
diagnostik

dilanjutkan terapi definitive


7. Terapi

stabilisasi

a.
b.
c.
d.
e.

Stabilisasi tulang belakang


Pemakaian Cervical Collar
Traksi kepala
Halo
Operasi Reposisi Terbuka, Dekompresi dan

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
200/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Internal
8. Tempat pelyanan

Rumah Sakit type A

9. Penyulit

10. Informed Concent

Perlu, tertulis

11. Standard Tenaga

Dokter spesialis bedah sarf

12. Lama Perawatan

Sangat bervariasi

13. Masa Pemulihan

Sangat bervariasi

14. Out put

Sembuh dengan atau tanpa cacat neurologis.

Perburukan neurologis
Kelumpuhan otot-otot pernafasan
Infeksi
Luka dekubitus
Perawatan yang lama
Spastisistas

Kepustakaan :
1. Advanced Trauma Life support (ATLS00), Chapter 7 : Spine and Spinal Cord
Trauma, ACS, Chicago IL, 1997, pp. 263-300.
2. OBrien, D., Immediate Management of Spinal Injury, in Palmer J.D. (Comp),
Neurosurgery 96, Manual of Neurosurgery, Churchill Livingstone, New York
1996, pp.696-701
10. Informed Concent

Perlu, tertulis

11. Standard tenaga

Dokter spesialis bedh saraf

12. Lama perawatan

Sangat bervariasi

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
201/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

13. Lama pemulihan

Sangat bervariasi

14. Out put

Sembuh dengan atau tanpa cacat neurologis

Kepustakaan :
1. Advanced Trauma Life Support ( ATLS ), Chapter 7 : Spine and Spinal Cord
Trauma, ACS, Chicago IL, 1997, pp. 263-300.

OBrien, D,. Immediate Mnagement of Spinal Injury, in Palmer J.D. ( Comp. )


Neurosurgery 96, Manual of Neurosurgery, Chur
TRAUMA SARAF PERIFER
1.

Nama Penyakit

2.
Kriteria Diagnosis
tarikan pada
gejala motorik berupa

Trauma saraf Perifer


a.
Neuropraxia
b.
Axonotmesis
c.
Neuretmesis

Riwayat cedera tampak tajam atau cedera


saraf-saraf perifer disertai
Kelumpuhan

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
202/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

dn kelemahan otot-otot, gejala sensorik


berupa rasa kebal atau kesemutan serta gejala otonomik
berupa berkurngnya keringt pada distal cedera
Pemeriksaan fisik : Parese, paralyse,
hypestesia, anesthesia,
Parestesia, anhydrosis pada distal saraf
yang cedera.
3.

Diagnosis banding

Tumor saraf perifer


Neurofibromatosis Von

Kelainan degenatif
Polineuropati
E.M.G.
S.S.E.P.

Recklinghausen

4.

Pemeriksaan penunjang

a.
b.

5.

Konsultasi

Dirujuk ke ahli bedah saraf

6.

Perawatan Rumah Sakit

Rawat inap segera untuk kasus akut/baru

Tergantung diagnosis stadium dan jenis

7.
Terapi
trauma

a.

Neuropraxia : konservatif,

b.

fisioterapi
Axonotomesis dan Neuretmesis :

neurotropic vitamin
ekplorasi ,
neurolysis, nerve graf ( bedah micro
)
8.

Tempat pelayanan

Rumah Sakit kelas A/B

9.

Penyulit

Infeksi, cicatrix, kasus lama

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
203/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

10.

Informed concent

Perlu, tertulis

11.

Standard Tenaga

Ahli bedah saraf

12.

Lama perawatan

8-10 hari

13.
Masa pemulihan
dan jenis lesi

Sangat bervariasi, tergantung pada derajat

14.
Out put
neurologis

Sembuh dengan atau tanpa gejala defisist

15.

Bila ada neuroma maka diperiksa PA

PA

Kepustakaan :
1.

Polder T.W. Pathophysiology of Peripheral Nerve Injury and Repair, in


Palmer , J.D
( Comp ), Neurosurgery 1996, Manual of Neurosurgery, Churchill
Livingstone, New York, 1996. pp. 777-783.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
204/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

TUMOR INTRA KRANIAL


1.

Nama Penyakit
Letak

Jenis
Astrocytoma,

:
:
:

Tumor Intra Kranial


Supra Tentorial
Infra Tentorial
Tumor otak primer : Glioma :

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
205/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Oligodendroglioma,
Ependymom,Meningioma,
Medulloblastoma, Adenoma
Hypopyse
2.
Kriteria Dignosis
meningkat : sakit

Tumor otak metastasis

Gejala Tekanan Intra Kranial yang


kepala, munth, penglihatan dobel,

penglihatan kabur
Gangguan fungsi luhur, defisist neurology
local
Epilepsi dan gejala pergeseran struktur otak
( herniasi
Otak ) penurunan fungsi kesadaran
3.

Diagnosis banding

1.
2.

Perdarahan Intra Kranial Spontan


Perdarahan Intra Kranial

3.
4.

Abses otak
Kiste parasit
CT Scan
M.R.I.
Angiografi serebral.

Traumatika

4.

Pemeriksaan penunjang

1.
2.
3.

5.

Konsultasi

Dianjurkan ke Ahli bedah Saraf

Rawat inap untuk perawatn dan tindakan

6.
Perawatn di Rumah Sakit
definitive

pembedahan.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

7.
Terapi
Steroid,

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
206/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

a.

Medikamentosa : -

Anti edema :

Anti kejang :

Manitiol
Phenytoin
b.

Operasi craniotomy

8.

Tempat pelayanan

Rumah Sakit kelas A

9.

Penyulit

1.
2.
3.

10.

Informed Concent

Perlu dan tertulis

11.

Standard Tenaga

Ahli Bedah Saraf

12.

Lama Perawatan

10-14 hari

13.

Masa pemulihan

10-14 hari

14.
Out put
neurologis

Sembuh dengan atau tanpa gejala defisit

15.

Mutlak harus diperlukan

PA

Edema Otak Vasogenik


Herniasi otak
Hidrosefalus

Kepustakaan :
1.

Weber F, : Surgical Management of Glioma in Palmer, J.D. ( Comp. )


Neurosurgery 96 Manual of Neurosurgery, Churchill Livingstone, New York
1996, pp. 230-234.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

2.

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
207/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Al-Mefty. O; haddad. G; Maingioma An Overview in Wilkins, R.H, and


Rengachary, S.S ( Eds) Neurosurgery Mc. Graw Hill, 2 nd ED, Vol. I, 1996,
pp. 833-842.

TUMOR SPINAL

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

1.

Nama Penyakit
Lokasi
Medullar, Intra
Jenis
Meningioma,

:
:

Halaman
208/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Tumor Spinal
a.
Extra dural, Intra dural, Extra
b.
a.

Medullar
Cervical, Thoracal, Lumbal, Sacral
Tumor Spinal Primer : Glioma,
Neurinoma, Neurofibroma,

Chardoma,
b.
2.
Kriteria Diagnosis
nyeri

Neuroblastoma
Tumor Spinal Metastasis

Riwayat kelemahan pada extrimitas, rasa


segmental sesuai dengn lokasi lesi segmen

medulla
spinalisnya.
Pemeriksaan fisik neurologis : Parese,
Paralise,
Hypestesi, Parestesi, Gangguan fungsi
otonom seperti
Ganggun miksi, defikasi, impotensi dan
gangguan
Berkeringat ( Anhidrosis )
3.
Diagnosis Banding
medulla spinalis
4.

Pemeriksaan penunjang

Penyakit degeneratif spinal dan

Infeksi

M.R.I. Spinal
CT Scan Spinal
Myelografi-Caudografi
Foto roentgen vertebra

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
209/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

5.

Konsultasi

Dirujuk ke ahli Bedah Saraf

6.

Perawatan di Rumah Sakit

Untuk persiapan pembedahan

7.

Terapi

Operatif

8.

Tempat pelayanan

Rumah Sakit Kelas A/B

9.
Penyulit
dalam stadium lanjut

Cacat neurologis menetap, bila tumor

10.

Informed concent

Perlu tertulis

11.

Standard kerja

Ahli Bedah Saraf

Bervariasi tergantung rehabilitasi pasca

12.
Lama perawatan
pembedahan &

stadium penyakitnya
13.

Masa pemulihan

Sangat bervariasi

14.

Out put

Sembuh dengan atau tanpa cacat neurologis

15.

PA

Mutlak diperlukan

Kepustakaan :
1.
2.

Mallow, W.J.; Harrelson, J.M. : Primary Neoplasma of the Spine, in Willkins,


R.H. and Rengachary, S.S. ( Eds ) Neurosurgery, Mc. Graw. Hill Comp,
1996, pp. 1805-1814.
Van Krieken 96, Manual of Neurosurgery, Churchill Livingstone, New York,
1996, pp. 669-673.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

Tanggal Terbit

No.Revisi

Halaman
210/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
211/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

TRAUMA SARAF PERIFER


1.

Nama Penyakit

2.
Kriteria Diagnosis
saraf perifer yang

Tumor Saraf Perifer

Riwayat timbulnya masa benjolan pada


terasa nyeri dan menimbulkan rangsangan

radiculer
menjalar bila disentuh
3.

Diagnosa Banding

Tumor jaringan lunak disekitar saraf


Trauma saraf perifer

4.

Pemeriksaan penunjang

E.M.G
M.R.I.

5.

Konsultasi

Dirujuk ke Ahli Bedah Saraf

6.

Perawatan di Rumah Sakit

Untuk persiapan pembedahan

7.

Terapi

Operatif

8.

Tempat pelayanan

Rumah Sakit kelas A/B

Bila datang dalam stadium lanjut terjadi

9.
Penyulit
cacad neurologis

menetap
10.

Informed consent

Perlu tertulis

11.

Standard Tenaga

Ahli Bedah Saraf

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

12.

Masa Pemulihan

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
212/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Bervariasi

13.
Out put
neurologis

Sembuh dengan atau tanpa cacad

14.

Mutlak diperlukan

P.A.

Kepustakaan :
1.

Polder, T.W.,; Peripheral Nerve Tumors, in Palmer, J.D. ( Comp )


Neurosurgery 96, Manual of Neurosurgery, Churchill Livingstone, New
York, 1996, pp : 815-822

PERDARAHAN INTRAKRANIAL SPONTAN


KRANIAL SPONTAN
1.
1.

Jenis Penyakit
Jenis Penyakit
* Lokasi

:
:
:

Perdarahan Intra Kranial Spontan


Perdarahan Intrakranial Spontan
a. Perdarahan Intra Cerebral Spontan:
*Lokasi
1. Putaminal

Perdarahan Intra Cerebral Spontan :


1.
CT Scan otak
2. Thalamik.Z
2.
M.R.I. otak Putaminal
3. Pontine
4. Serebeller
5. Subkortikal
6. Intra Ventricular
b. Perdarahan Subarachnoid Spontan
c. Perdarahan Subdural Spontan
d. Perdarahan epidural Spontan
* Etiologi
:
a. Hypertensif

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

Tanggal Terbit

No.Revisi

Halaman
213/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

b. Aneurysmal
c. A.V.M. (Atreri Venous Malformation ).
d. Angioma
2.

Kriteria Diagnosis
kehilangan kesadaran

Riwayat sakit kepala tiba-tiba disertai


ataukelumpuhan ekstriminitas, riwayat
penyakit hipertensi, jantung, DM, Obesitas
dan usia lanjut.
Pemeriksaan fisik : penurunan derajat
kesadaran, lumpuh tubuh dan ekstriminitas
kontra lateral lesi, pupil mata anisokor serta
retentio urinae et alvi. Gangguan
bicara/afasia.

3.

Diagnosis Banding

- Tumor otak
- Perdarahan Intra Kranial Traumatika
- Infark otak/stroke
- Abses otak

4.

Pemeriksaan penunjang

1. CT Scan otak
2. M.R.I. otak
3. Angiografi cerebral

5.

Konsultasi

Dirujuk ke Ahli Bedah Saraf

6.

Perawatan Rumah Sakit

Rawat inap segera di I.C.U.

7.

Terapi

a. Medikamentosa
b. Supportif di I.C.U.
c. Operasi definitive segera

8.
9.

Tempat pelayanan
Penyulit

:
:

Rumah Sakit Kelas A


- Edema otak

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
214/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

- Herniasi otak
10.

Informed Concent

Perlu tertulis

11.

Standard Tenaga

Ahli Bedah Saraf

12.
Lama Perawatan
etiologi dan derajat halamik

Bervariasi tergantung pada lokasi dan


perdarahan.

13.

Masa Pemulihan

Bervariasi

14.

Output

Sembuh dengan atas tanpa cacat neurologis

Diperlukan bila diduga disebabkan oleh

15
PA
AVM, Angioma

Kepustakaan :
1.
Wasseberg, J; Gradings of Spontaneous Intra Cranial Hemmorhage in
Palmer, J.DNeurosurgery 96, Manual of Neurosurgery, Churchill Livingstone
Inc, New York, 1996,pp.420-423.
2.
Tao,H.J; Non Aneurysmal Intra Cerebral Hematoma in Palmer, J.D,
neurosurgery 96,Manual of Neurosurgery, Churchill Livingstone Inc, New
York, 1996, pp. 486-491

*Etiologi

b.
c.
d.
a.

1.
Pontine
2.
Serebeller
3.
Subkortikal
4.
Intra Ventricular
Perdarahan Subarachnoid Spontan
Perdarahan Subdural Spontan
Perdarahan Epidural Spontan
Hypertensif

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
215/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

b.
c.

Aneurysmal
A.V.M. ( Arteri Venous

Malformation )
2.
Kriteria Diagnosis
kehilangan kesadaran

d.
Angioma.
Riwayat sakit kepala tib-tiba disertai
atau kelumpuhan ekstrimitas. Riwayat

penyakit hipertensi,
Jantung, DM, Obesitas dan usia lanjut.
Pemeriksaan fisik : Penurunan derajat
kesadaran, lumpuh
Tubuh dan ekstrimitas kontra lateral lesi,
pupil mata
Anisokor serta retentio urinae alvi
Gangguan bicara/afasia
3.
Diagnosis Banding

4.
1Z
1.
2.

Tumor otakPerdarahan Intra Kranial Traumatik


HIDROSEFALUS otak
Pemeriksaan penunjang
:
3.
Angiografi cerebral
Konsultasi
:
Dirujuk ke Ahli Bedah Saraf
Nama Penyakit
:
Hidrosefalus
Kriteria Diagnosis
(pada bayi dan

Riwayat pembesaran kepala yang progresif


anak)dan sakit kepala hebat disertai
muntah. Pemeriksaan fisik neurologis :
Penonjolan ubun-ubun, teraba tegang,
diameter kepala sangat besar, kedua bola
mata melihat kebawah (suset sign),
pelebaran vena-vena kepala, crackpot sign.
Timbulnya papil adema bilateral dan parese

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
216/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

nerves Abduscens. Pada pasien dewasa,


karena sutura sudah menutup maka gejala
yang menonjol adalah gejala Tekanan
Tinggi Intra Kranial.
3.

Diagnosis banding

1. Tumor otak
2. Abses otak
3. Ventriculitis

4.

Pemeriksaan penunjang

1. CT Scan otak
2. MRI otak
3. Foto cranium AP Lateral

5.

Konsultasi

Dirujuk ke Ahli Bedah Saraf

6.

Perawatan di Rumah Sakit

Rawat inap untuk tindakan definitive segera

7.

Terapi

1. Operasi Ventrikulo Peritoneal Shunt


2. Operasi Ventrikulo Cisternal Shunt
(Torkildson)
3. Operasi Ventrikulo Atrial Shunt

8.

Tempat pelayanan

Rumah sakit kelas A

9.

Penyulit
overdrainage

Slit Venticle Syndrome karena


sehingga terjadi upward herniation

10.

Informed concent

Infeksi
Perdarahan Subdural Spontan
Obstruksi alat shunt
Migrasi alat shunt

Perlu, tertulis

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
217/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

11.

Standard tenaga

Ahli Bedah Saraf

12.

Lama perawatan

7-10 hari

13.

Masa pemulihan

Bervariasi

14.

Output

Baik pada stadium dini

15.

PA

Kepustakaan :
1.
Pople, I; Hydrocephalus and Shuting Systems in Palmes, J.D. (Comp.),
Neurosurgery 96, Manual of Neurosurgery, Churchill Livingstone, New York
1996, pp. 587-589.

7.

Terapi

a.
Medikamentosa
b.
Supportif di I.C.U.
c.
Operasi definitive segera
8.
Tempt pelayanan
:
Rumah Sakit Kelas A
9.
Penyulit
:
Edema otak
Herniasi otak
10.
Informed consent
:
Perlu tertPople, I; Hydrocephalus and
Shunting Systems in Palmer, J.D. ( Comp. ), Neurosurgery 96. Manual of Neurosurgery,
Churchill Livingstone, New York 1996, pp. 587-589.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
218/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

KELAIANAN / ANOMALI KONGENITAL


SUSUNAN SARAF PUSAT
1.
Nama Penyakit
Saraf Pusat
Mencangkup
occipital

2.
Kriteria diagnosis
tengah yang berupa

Kelainan / Anomali Kongenital Susunan

Meningoencephalocele : Frontal,

Meningocele lumbal, sacral


Spina bifida aperta, okult

Kelainan bawaan sejak lahir pada garis


tonjolan pada kepala ( Encephalocele )

pada lumbal
( Meningoceie ) yang semakin membesar
Pemeriksaan fisik :
Masa tonjolan di garis tengah pada
glabela, puncak

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
219/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Hidung, orbita, pada occipital,


lumbal atau sacral
Bila terbuka dan tidak dilapisi kulit
sempurna, akan tampak struktur
otak, medulla spinalis atau radiks,
dilapisi oleh selaputarachnoid.
Bila selaput bocor, kelur cairan
liquor serebo spinalis
Pada Spina Bifida oculta sering
dilapisi oleh kulit yang tertutup
rambut
Dapt disertai Hidrosefalus atau
cacat neurologis pada kedua tungkai
dan system urogenital.

3.

Diagnosis banding

1.
2.
3.

Teratoma
Lipoma
Tumor kongenitl lain.

4.

Pemeriksaan penunjang

1.
2.
3.

M.R.I.
CT Scan
Foto Roentgen Spinal AP, Lateral,

4.

Myelografi-Caudografi

Oblique
5.

Konsultasi

6.
Perawatan di Rumah Sakit
bila ada tanda-

Dirujuk ke Ahli Bedah Saraf

Rawat inap segera untuk jenis terbuka atau


tanda hidrosefalus

7.
Terapi
Repair

1.

Operasi Meningocelectomy dan

2.

Operasi Ventriculo-Peritoneal Shunt

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
220/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

8.

Tempat pelayanan

Rumah Sakit Kelas A/B

9.

Penyulit

10.

Informed concent

Perlu

11.

Standard Tenaga

Ahli Bedh Saraf

12.

Lama Perawatan

14-21 hari

13.

Masa Pemulihan

7-10 hari

14.

Out put

Dengan atau tanpa defisit neurologis

15.

PA

Hydrocephalus
Infeksi

Kepustakaan :
1.
2.

Schmlohr, D. : Spinal Dysraphysm, in Palmer, J.D. ( Comp. ), Neurosurgery 96,


Manual of Neurosurgery, Churchill Livingstone New York, 1996, pp. 646-652.
Murasyko, K.M. : Encephalocele, in Wilkins R.H. and rengachary S.S. (Eds )
Neurosurgery, Vol.III, 2nd Ed, Mc. Grawhill Comp, New York, 1996, pp. 35733580.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
221/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

GANGGUAN SARAF PERIFER


1.

Nama Penyakit
Meliputi

2.
Kriteria diagnosis
persarafan yang

:
:

Gangguan Saraf Perifer


Entrapment Syndrome
Carpal Tunnel Syndrome
Entrapment Nervus Ulnaris

Gangguan motorik dan sensorok sesuai


terkena disertai gangguan otonom

anhidrasis. Tinels sign.


3.

Diagnosis Banding

Trauma saraf perifer


Trauma medulla spinalis

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
222/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

4.

Pemeriksaan penunjang

5.

Konsultasi

Dokter Ahli Bedah Saraf

6.

Perawatan Rumah Sakit

Perawatan sehari

7.

Terapi

Pembedahan definitive membebaskan saraf

8.

Tempat pelayanan

Rumah Sakit Kelas A/B

9.

Penyulit

10.

Informed consent

Perlu, tertulis

11.

Standard tenaga

Ahli Bedah Saraf

12.

Lama perawatan

1-2 hari

13.

Masa pemulihan

8 hari

Sembuh dengan atau tanpa gejala

14.
Out put
neurologis

E.M.G / NCV
SSEP

Kepustakaan :
1.

Polder, J.W. : Entrapment Syndrome in the Arm and Leg, in Palmer, J.D.
( Comp. ), Neurosurgery 96, Manual of Neurosurgery, Churchill Livingstone
New York, 1996, pp. 792-808.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
223/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

PENYAKIT DEGENERATIF SPINAL


1. Nama Penyakit
Mencakup

:
:

Penyakit Degeneratif Spinal


1.
Hernia Nucleus Pulposus
2.
Spondylolisthesis
3.
Spondyloartthosis
4.
Ossification of the Posterior

Longitudinal Ligament
5.
6.
7.
8.
2. Kriteria diagnosis
punggung atau

Canalis Spinalis Stenosis


Foramen Spinalis stenosis
Degenerasi Diskus Intervertebralis
Syringomyeli

Riwayat nyeri pada leher belakang,


pinggang yang menjalar ke lengan atau

tungkai
Pemeriksaan Fisik :
Nyeri pada leher belakang, punggung atau
pinggang
Menahun disertai nyeri menjalar ke lengan
atau tungkai.
Tidak jarang disertai gangguan motorik
kelemahan pada
Otot-otot yang sesuai dengan lokasi lesi.
Jalan terasa kaku
Dan terdapat gangguan koordinasi.
3. Diagnosis banding

Tumor spinal
Cedera spinal
Infeksi spinal

4. Pemeriksaan penunjang

MRI Spinal
CT Scan

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
224/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Foto Roentgen Spinal

5. Konsultasi

Dirujuk ke Ahli Bedah Saraf

6. Perawatan di Rumah Sakit

Rawat inap untuk persiapan operasi

7. Terapi
foramen spinalis

Operasi dekompresi canalis spinalis


dilanjutkan stabilisasi dan fusi spinal

8. Tempat pelayanan

Rumah Sakit Kelas A

9. Penyulit
penekanan medulla

Pada stadium lanjut degenerasi dan


spinalis dan radiks sangat hebat dapat

terjadi perburukan
neurologis selama manipulasi spinal untuk
prosedur
anesthesia maupun prosedur operasi
10. Informed consent

Perlu, tertulis

11. Standard tenaga


12. Lama perawatan

:
:

Ahli Bedah Saraf


10-14 hari

13. Masa pemulihan

14 hari

14. Out put

Sembuh dengan tanpa defisit neurologis

Kepustakaan :

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

Tanggal Terbit

No.Revisi

Halaman
225/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

1. Papadopoulos, S.M. : Cervical Disease and Cervical Spondylosis in Rengachary,


S.S. and Wilkins, R.M. ( Eds ) Neurosurgery, 2 nd Ed, Vol. III, 1996. pp 37653774.
2. Simeone, F.A. : Lumbar Disc Disease, in Rengachary, S.S. and Wilkins, R.M.,
( Eds ) Neurosurgery, 2 nd Ed, Vol. III, 1996, pp. 3805-3816.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
226/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

ABSES OTAK
1.

Nama Penyakit
Kriteria diagnosis
selama beberapa

:
:

Abses Otak
Riwayat sakit kepala hebat dan demam
Hari- minggu serta infeksi telinga tau gigi
Pemeriksaan fisik :
Sakit kepala hebat disertai demam tinggi.

Terdapat kaku
Kuduk, dan muntah serta penglihatan dobel
dan kabur,
Papil edema bilateral. Terdapat kelemahan
pada extrimitas,
Disertai kejang. Kesadaran dapat menurun.
Terdapat gejala
Infeksi telinga tengah ( otitis media ),
infeksi sinus
( sinusitis ) tu infeksi gigi.
2.

Diagnosa banding

Tumor otak
Hidrosefalus
Ventrikulitis
Meningoencephalitis

3.

Pemeriksaan penunjang

CT Scan otak
M.R.I otak

4.

Konsultasi

Dirujuk ke Ahli Bedah Saraf

Rawat inap segera untuk terapi

5.
Perawatan di Rumah Sakit
medikamentosa dan

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
227/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

persiapan operasi
6.
Terapi
dengan dosis tinggi

Antibiotika berspektrum luas

Anti edema
Anti kejang
Operasi craniotomy-drainage

7.

Tempat pelayanan

Rumah Sakit Kelas A

8.

Penyulit

9.

Informed consent

Perlu, tertulis

10.

Standard Tenaga

Ahli Bedah Saraf

11.

Lama perawatan

10-14 hari

12.

Masa Pemulihan

30 hari

Sembuh dengan atau tanpa cacad

13.
Out put
neurologis

Edema otak
Herniasi otak

Kepustakaan :
1.

Palmer, J.D. : Intracranial Abscess, in Palmer, J.D. ( Comp. ), Neurosurgery


96, Manual of Neurosurgery, Churchill-Livingstone New York, 1996, pp.
875-879

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

Tanggal Terbit

No.Revisi

Halaman
228/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
229/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

VII. BEDAH TUMOR

ISI :
Hal.

STRUMA GANAS / NON TOXICA


109

TUMOR GANAS / KANKER PAYUDARA


110

TUMOR JINAK PAYUDARA


112

MELANOMA
113

KARSINOMA SEL SKUAMOS

BASAL SEL KARSINOMA

114

115

TUMOR GANAS JARINGAN LUNAK

116

TUMOR GANAS / KANKER TIROID

117

TUMOR GANAS / KANKER PAROTIS

118

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
230/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

STRUMA BASEDOW
119

STRUMA NODOSA NON TOXICA


1.

Kriteria penyakit

Benjolan pada tiroid, batas tegas


padat permukaan rata
Tidak ada tanda toksik
Perjalanan penyakit lambat

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
231/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

2.

Diagnosa banding

Ca tiroid

3.

Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan Lb. Rutin


T3/T4/TSH
Tiroid scaning
Kardiologi

4.

Konsultasi

Spesialis Bedah Kardiologi

5.

Perawatan RS

Rawat inap

6.

Therapi

Operasi dengan potong beku :


Bila VC : struma adenmatosa, tidak
ganas dilakukan
Sub total lobektomi atau sub total
tiroidektomi bila
Struma bilateral
Bila VC : adenoma follikuler :
dlakukan
Ishmolobektomi
Bila VC : Pertumbuhan papiler,
dilakukan total
Tiroidektomi

7.

Penyulit

Perdarahan

8.

Informed Concent

Perlu

9.

Lama perawatan

1 minggu

10.

Masa pemulihan

2 minggu

11.

Out put

Perlu Follow up T3 / T4 / TSH

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

Tanggal Terbit

No.Revisi

Halaman
232/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Terutama pada yang dilakukan total


tiroidektomi bila
Hipotiroid perlu diberikan thyrx selama 6
bulan
12.

P.A

13.

Otopsi/ risalah rapat

Perlu untuk pemeriksaan potong beku

DAFTAR PUSTAKA :
1.
2.

HUGO,S WERNERS THE THYROID, 5 th Rd. JB Lippincot Co, 1986, p.


986-704
LORE JM, An Atlas of Head and Neck Surgery, WB Saunders Company
1973, p.628

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
233/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

TUMOR GANAS KANKER PAYUDARA


1.
Kriteria penyakit
tegas keras

Benjolan pada payudara, batas tidak


permukaan tidak rata, discharge

( + ) warna
-

kemerahan
Dumpling (+ ), gambaran kulit jeruk
(+) retraksi

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
234/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Putting (+), wanita dengan factor


resiko (+)
2.

Diagnosa Banding

3.
Peneriksaan penunjang
klinik

Fibrokistik payudara

Tujuan untuk membuat stadium

Jika memungkinkan : mamografi


Pemeriksaan Lab rutin : Hb,
leukosit, dift, LED
Lab : fungsi hepar, Foto thorax
Pada stadium lanjut : Bone survery,
FNAB

4.

Konsultasi

5.

Perawatan RS.

6.
Therapi
BCT; Sentinel

Spesialis Bedah
U/ stadium lanjut : dokter
radioterapi
Konsultasi Pny. Dalam : penilian
sistim kardiovskuler
Penatahan / Scan hepar

Rawat inap segera

Stadium operasi I + II : operasi radikal ,


lympk node diseksi

Prosedur : Mastektomi radikal klasik ( halsted ) Mastektomi radikal modifikasi ( patey )


Alternatif : ada stadium I, Breast conserving Surgery ( Quart )
Stadium III A : Jika masih operable : kombinasi Mastektomi total + Radioterapi
Stadium III B & IV :
Khemoterapi + Radiasi
Khemoterapi bisa dalam bentuk : sitostatika, Hormonal,
Imunoterapi
Catatan : Pada operasi radikal diperlukan tindakan tandur kulit untuk penutupan luka.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

7.
Penyulit
nekrosis

8.

Informed Concent

9.
Lama perawatan
minimal 2 mg

10.

Masa pemulihan

11.
Out put
astad. I&II

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
235/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Hematoma, Limfedema, Flap yang

Gangguan gerkan sendi bahu pada


sisi yang
Dioperasi

Perlu

Stadium I+II+III yang dioperasi

Stadium IV : tergantung pada


keluhan penderita
Yang berhubungan dengan
metastase jauh dan
Kelainan local

Mastektomi radikal klasik : 14 hari


Mastektomi radikal modifikasi : 30
hari
Ketahanan hidup 5 th dan 10 th, pad
lebih baik dibandingkan dengan

stad. III&IV
-

Parameter lain : lamanya kondisi


bebas sel kanker
Atau Desiase free Interval
Perlu tindak lanjut ( follow up )

yang sistematis
12.
jika

P.A.

Perlu untuk penilaian stadium pasca bedah


memungkinkan adanya fasilitas potong

beku ( frozen
section )

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

13.

Tanggal Terbit

Otopsi / Risalah rapat

No.Revisi

Halaman
236/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

DAFTAR PUSTKA :
1.
2.

GIAULIANO A. Breast In : Current Surgical Diagnosis and Treatment, 7 th


Ed. Edit way. L.W. Lange Medic Publ. California, 1985 p. 254-272
SUKARDJA, IDG : Pengelolaan Kanker mamma operable, Seminar
Nasional I. Kanker Payudara, Surakarta, 10-12-1986

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
237/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

TUMOR JINAK PAYUDARA


1.
Kriteria Penyakit
wanita muda

Benjolan pada payudara pada

Batas tegas, kenyal. Permukaan


rata, tidak melekat
Pada dasar otot dan kulit
Discharge (+) pada papiloma
Dimpling (+), gambaran kult jeruk
(+), retraksi

2.

Diagnosa banding

Fibroadneoma mammae
Kista payudara
Keganasan payudara ( pada wanita
40 th lebih )

3.
Pemeriksaan penunjang
Leukosit, dift, LED

Pemeriksaan Lab. Rutin darah : Hb,

4.

Konsultasi

Spesialis Bedah

5.

Perawatan RS.

Rawat inap untuk pembedahan

6.

Terapi

Pembedahan pengangkatan tumor


Prosedur : Biopsi eksisional

7.

Penyulit

Hematoma pasca bedah

8.

Informed Concent

Perlu

9.

Lama perawatan

2 hari

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
238/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

10.

Masa pemulihan

7 hari

11.

Out put

12.

P.A.

Perlu terutama pada wanita lebih 40 tahun

13.

Otopsi/ Risalah rapat

Sembuh
Perlu observasi pada kasus :
Wanita yang multiple
Wanita yang lebih 40 tahun

DAFTAR PUSTAKA :
1.
2.

HAAGENSEN C.D. MD : Diseases of the Breast, ed W.B. Saunders C,


Philadelphia 1971, P.155-212
GIULANO AE : Breast. In Surgical Diagnosis and Treatment, 7 th ed by way,
Ltd. Large Med. Publ. Mazuzen Asia Ptc, Ltd Singapura, 1985, P. 254-72.
MELANOMA

1.
Kriteria penyakit
keabu-abuan )

2.

Diagnosa banding

3.
Pemeriksaan penunjang
penyakit

Hyperpigmentasi kulit ( hitam

kemerahan sekitarnya.
Rasa gatal kadag-kadang disertai
uleus dan berdarah

Basal cel carcinoma ( basalima )

Tujuan untuk membuat stadium

Penilaian pre operatif


Thorax foto

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

4.

Konsultasi

Halaman
239/

Liver fungsi
Lab. Rutin, Hb, Leuko, dift

Spesialis Bedah Tumor


Bila perlu tindakan rekontruksi : konsultasi

Bedah plastik
Untuk kasus mayor
5.

Perawatan RS.

Rawat inap segera

6.
Terapi
operable : kemoterapi

Operabal : Wide excisi + skin graf in

7.

Penyulit

Necrotic skin graft

8.

Informed concent

Perlu

9.

Lama perawatan

Skin graft / flap : 2 minggu


Inoperabel : tergantung dari keluhan
berhubung dari
Metastasenya .

10.
Mana Pemulihan
minggu

Wide excisi skin graft/flap : 2

Ketahanan hidup 5 th : berdasarkan


stad. Clark

Level I & II : 100%


Level III
: 75%
Level IV : 60%
Level V
: 40%

Perlu untuk menentukan apakah syatan

11.

Out put

12.
PA
bebas dari tumor,

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
240/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

kalau memungkinan adanya fasilitas potong


beku.
13.
Otopsi/ Risalah/rapat
yang belum

Mungkin diperlukan otopsi pada kasus


dilakukan biopsy

DAFTAR PUSTAKA :
1.
2.
3.

DEL REGATO J. A. AND SPINT H. J. : Cancer of the skin : In Ackerman


and Regatos Cancer. Doiagnosis, Treatment and Prognosis : Fit ed The CV
Mosby Company St. Louis, 1977. 182-323.
POETIRAY EDC dkk : Perfusi regional, suatu prelimary report
VAND DANGER J.A. : Proses-proses ganas dan pra ganas di kulit dalam
onkologi (terjemahan ) PT. Pustaka, Jakarta 1985 : 363-383

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
241/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

KARSINOMA SEL SKUAMOS


1.

Kriteria penyakit

2.

Diagnosa banding

Ulcus chronis

Tujuan untuk membuat stadium

Penilaian pre operatif

3.
Pemeriksaan penunjang
penyakit

Ulcus bentuknya tidak teratur


Pinggir ulcus berbenjol-benjol
Mudah berdarah
Permukaan ulcus kotor, karena
nekrosis jaringan

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
242/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Thorax foto
ECG
Liver fungsi
Lab. Rutin

4.

Konsultasi

Spesialis Bedah

5.

Perawatan RS.

Rawat inap segera

6.

Therapi

7.

Penyulit

Necrotic skin graft

8.

Informed Concent

Perlu

9.

Lama perawatan

7-10 hari

10.

Masa pemulihan

2 minggu

11.

Out put

Ketahanan hidup 5-100%

12.
P.A.
potong beku

Perlu untuk menentukan adanya fasilitas

13.
Otopsi/ Risalah/ Rapat
yang belum pernah

Mungkin diperlukan otopsi pada kasus

Kecil : biopsy excisi


Besar : biopsy incisi dilanjutkan
dengan excisi
Luas + skin graft. Kel Lymphe
membesar : biopsy kelenjar
dilanjutkan dengan excisi luas +
skin graft + diseksi kelenjar

dilakukan otopsi pada kasus yang belum


pernah dilakukan

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
243/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

biopsy

DAFTAR PUSTAKA :
1.
2.
3.
4.

DEL REGATO J.A AND SPINT H.J. : Canser of the skin : In Ackerman and
Regatos Cancer. Diagnosis, Treatment and Prognosis : Fit ed The CV Mosby
Company St. Louis, 1977 : 182-323.
GLASS RL AND PEREH MESA AM : Management of in dequately excited
epidexmoid carcinoma. Auch surg. 1974. 108 : 50-51
HONEY ENTT WIN AND JENSEN T : Treatment of squamos cel carcinoma
of the skin, arch Dermatol 1973, 108 : 670-672.
VAN DANGER J.A. : Proses-proses ganas dan pr ganas di kulit dalam
onkologi ( terjemahan ) PT. Pustaka, Jakarta 1985 : 363-383

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
244/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

BASAL CEL KARSINOMA


1.

Kriteria penyakit

Nodul kecil
Eksofitik
Warna kelabu merah mengkilat /
kehitam-hitaman
Pinggi sering seperti mutiara
Lambat laun puncak nodule
nekrosis ulcusi
( ulcus rodent )

2.

Diagnosa banding

Melanoma malignum

3.

Pemeriksaan penujang

Penilaian pre operatif


Thorax foto
ECG

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
245/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Liver fungsi
Lab. Rutin

4.

Konsultasi

Spesialis Bedah

5.

Perawatan RS.

Rawat inap segera

6.

Therapi

Kecil : biopsy excisi


Besar : Biopsi incisi dilanjutkan
dengan excisi luas
+ skin graft + diseksi kelenjar
Local advant : Radioterapy

7.

Penyulit

Necrotic skin graft

8.

Informed Concent

Perlu

9.

Lama Perawatan

7-10 hari

10.

Masa pemulihan

2 minggu

11.

Out put

Ketahanan hidup 5 th-100%

Perlu untuk menentukan apakah sayatan

12.
P.A.
bebas dari tumor,

kalau memungkinkan adanya fasilitas


potong beku
13.
Otopsi/ Risalah rapat
yang belum pernah

Mungkin diperlukan otopsi pada kasus


dilakukan biopsy

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

Tanggal Terbit

No.Revisi

Halaman
246/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

DAFTAR PUSTAKA :
1.
2.
3.

DEL REGATO J.A. AND SPINT H.J. : Canser of the skin : In Ackerman and
Regatos Cancer. Diagnosis, Treatment and Prognosis : Fit ed The CV Mosby
Company St. Louis, 1977 : 182-323.
POETIRAY EDC dkk : Perfusi regional, suatu prelimary report
VAN DANGER J.A. : Proses-proses ganas dan pra ganas di kulit dalam
onkologi ( terjemahan ) PT. Pustaka, Jakarta 1985 : 363-383.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
247/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

TUMOR GANAS JARINGAN LUNAK


1. Kriteria penyakit
yang cepat

Benjolan ditungkai, lengan intra abdomen


membesar, kelenjar getah bening regional

membesar.
2. Diagnosa banding

Limphoma Maligna

3. Pemeriksaan penunjang

4. Konsultasi

5. Perawatan RS.

Rawat inap segera

Lab. Rutin
Foto thorax
CT Scan u/ mengetahui eksistensi
tumor, MRI
Spesialis Bedah
Spesialis Radiologi USG
abdomen untuk mengetahui
pembesaran kelenjar getah bening
para aortal

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

6. Therapi
ecsisi/ amputasi

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
248/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Excisi luas termasuk kmpartement


bila KGB inguinal (+) dilanjutkan

diseksi kelenjar
-

inguinal
Neo ajuvant untuk tumor yang besar
dan sensitive
Bila operasi masih ada residu tumor
dilanjutkan dengan radioterapi dan
kemoterapi
Perdarahan
Gangguan fungsi tungkai yang
diperasi
Perdarahan
Gangguan fungsi tungkai yang
dioperasi

7. Penyulit

8. Informdconcent

Perlu

9. Lama perawatan

Tergantung jenis operasinya

10. Masa pemulihan


dilanjutkan dengan

Tergantung jenis operasinya, bila


rehabilitasi dapat berbulan-bulan

11. Out put


residif dalam

Perlu follow up yang sistematis oleh karena


waktu 6 bulan s/f 2 tahun pasca bedah

12. P.A.
apakah sudah bebas

Perlu untuk menentukan daerah insisi


dari tumor

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

13. Otopsi/risalah rapat


biopsy

Tanggal Terbit

No.Revisi

Halaman
249/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Perlu pada pasien yang belum dilakukan

DAFTAR PUSTAKA :
1. Protokol Sarkoma jaringan lunak, Keputusan sidang Ilmiah PIT VII PERABOI,
Denpasar 1-2 Nov. 1991

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
250/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

TUMOR GANAS / KANKER TIROID


1.
Kriteria Penyakit
tegas, keras,

Benjolan pada leher depan, batas


permukaan rata KGB regional +/Kulit diatas tumor sama dengan
sekitarnya, atau
Kemerahan bila terinfiltrasi tumor.
Kadang-kadang ada gangguan suara
dan gangguan
Nafas

2.

Diagnosa banding

Tiroiditis

3.

Pemeriksaan penunjang

Tujuan : menegakkan diagnosa


Jika memungkinkan Tiroid scaning

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
251/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Pemeriksaan Lab. Rutin


T3/T4/TSH
Foto thorax, leher
Pada stad. Lanjut : Whole body
scaning

4.

Konsultasi

Spesialis Bedah Tumor


Untuk stadium lanjut : Radio nuklir

5.

Perawatan RS.

Rawat inap

6.
Therapi
dilanjutkan diseksi

Total tiroidektomi, bila KGB (+)


leher radikal hormonal terapi
Radiasi external/internal
tergantungjenis PA/residu
Post operasi

7.

Penyulit

Perdarahan
Cidera saraf
Cidera para tiroid

8.

Informed Concent

Perlu

9.

Lama perawatan

1 minggu

10.

Masa pemulihan

2 minggu

11.

Out put

Ketahanan hidup tergantung jenis PA nya


Perlu tindak lanjut Selma hidup

12.

P.A.

Perlu penilaian potong beku


Penilaian jenis kanker

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

13.

Tanggal Terbit

Otopsi/ Risalah/Rapat

No.Revisi

Halaman
252/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Perlu bila kasus belum tahu jenis tumornya

DAFTAR PUSTAKA :
1.

Protokol Sarkoma jaringan lunak, Keputusan sidang Ilmiah PIT PERABOI,


Munas III PERABOI, Bandung 7-9-1994

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
253/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

TUMOR GANAS / KANKER PAROTIS


1. Kriteria penyakit
permukaan rata,

Benjolan pada parotis, batas tegas, keras,


kulit kemerahan sama dengan sekitarnya,

paralyse N VII
2. Diagnosa banding

Lympodenitis TBC
Fibroma

3. Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan lab. Rutin


Foto thorax
Silografi kalau mungkin, CT Scan,
MRI

4. Konsultasi

Spesialis Bedah
Untuk stadium lanjut : Dokter Radioterapi

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
254/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

5. Perawatan RS.

Rawat inap

6. Therapi
dilanjutkan

Total paroidektomi, bila KGB (+)


diseksi kelenjar getah bening

radikal
-

Pada stadium IV : radiasi


Paralise N. VII
Peradarahan

7. Penyulit

8. Informed Concent

Perlu

9. Lama Perawatan

10 hari

10. Masa pemulihan

15 hari

11. Out put

Perlu follow up

12. P.A.

Perlu adanya fasilitas potong beku

13. Otopsi/ Risalah / Rapat


otopsi

Pada pasien yang advanced tidak perlu

DAFTAR PUSTAKA :
1. COULTHARD SW : Clinical Evaluation of Tumors of the Salivery Glands,
Comperhensive. Management of Head and Neck Tumors, ed THW UWY et al,
WB Saunder Co. Philadelphia 1987, p. 1042-56
2. MARMOWINOTO M : Tumor parotis ( Diagnosis dan terapi ), Kanker dan
Penatalaksanaannya, ed. Aziz MF dan Roezim A, Muktamar Ahli Bedah Tumor
Indonesia, Jakarta 1987, p. 97-110.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
255/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

STRUMA BASEDOW
1. Kriteria penyakit

Benjolan apda tiroid


Tanda tanda toxik (+)
Eksoftalmus (+)

2. Diagnosa banding

Struma

3. Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan Lab. Rutin


T3/ T4 / TSH
Foto thorax
Tiroid scaning Kardiologi

4. Konsultasi

Spesialis bedah
Spesialis Peny. Dalam/ endoktrinologi

5. Perawatan RS

Rawat inap

6. Therapi

Bila sudah eutiroid : Tiroidektomi


Pasca bedah perlu rawat ICU

7. Penyulit

Tiroid krisis

8. Informed Concent

Perlu

9. Lama perawatan

10 hari

10. Masa pemulihan

15 hari

11. Out put

Perlu follow up T3 / T4/ TSH

12. P.A.

Perlu penilaian adanya jenis tumor

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

13. Otopsi/ Risalah/ Rapat

Halaman
256/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

DAFTAR PUSTAKA :
1. INGBAR SH, BAVERMAN LE, WERNER,S : The Tyroid a fundamental and
Clinical Text, 15 th Ed. J.B. Lippncot Co 1986, p.982-1120

VIII. BEDAH ANAK

ISI :
Hal.

MALFORMASI ANOREKTAL
120

PENYAKIT HIRSCHPRUNG
122

INVAGINASI
124

SUMBATAN SALURAN CERNA


125
KELAINAN INGUINOSKROTAL
127

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

HERNIA UMBILIKAL
130
TUMOR RETROPERITONEAL ( TRP )
131
BEDAH PADA IKTERUS NEONATORUM
133

MALFORASI ANOREKTAL

Halaman
257/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

1. Batasan
rectum yang

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
258/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Semua kelainan bawaan yan terjadi pada anus /


umumnya karena tidak terdapatnya lobang anus.

Kelainan ini
sangat bervariasi, dan jenis tindakan pembedahan
tergantung dari
variasi-variasi tersebut.
2. Patologi
normal rectum ke

a.

Kelainan rendah infra levator : Migrasi


arah kaudal sudah melewati otot dasar

panggul ( puborektal
sling ), dimana tebal lpis jaringan antara
ujung buntu
b.

rectum dan kulit anus tidak lebih 1,5 cm.


Kelainan tinggi ( supra levator ) : Migrasi

rectum tidak
mencapai otot dasar, panggul, disini lapis
jaringan antara
ujung buntu rectum dan kulit anus ( anal
dimple ) berjarak
c.

cukup tebal.
Kelainan intermediet : disini ujung buntu

rectum tepat
setinggi otot dasar panggul.
3. Gejala
ada

Gejala sumbatan saluran cerna bawah/tidak


pengeuaran mekoneum, bila terdapat fistel

ke vagina
-

Bila berlanjut dapat terjadi kebocoran

Sering disertai kelainan bawaan lain

peritonitis
( kelainan vertebra,

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
259/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

trachea, jantung dan saluran kemih )


4. Diagnosa banding

a.

Kelainan rendh ( infra levator ) :


1.
Stenosis anis
Penyempitan kanalis ani

bawaan, sehingga
-

mekonium terlambat keluar


Pada sondase didapatkan

anus menyempit
2.

Anal membran
Inpeksi anus : tertutup oleh

membran yang
menonjol, berwarna gelap,
karena
mekonium yang bertumpuk
diatasnya.
3.

Atresia ani
Tidak ada lubang anus,

dengan lapis
-

jaringan yang cukup tebal


Fistel perianal ada atau

tidak, dan bila ada


fistel perineal yang
mengeluarkan
mekonium hampir pasti
kelainan yang
-

rendah
Fistel pada wanita harus

dibedakan antara
fistel anosvertibuler ( anus
vertibularis )
suatu kelainan rendah
dengan fistel

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

Tanggal Terbit

No.Revisi

Halaman
260/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

trovestibuler yang
merupakan kelainan
tinggi yaitu dengan sondase.
b.

Kelainan tinggi :
Tidak tampak lubang anus, dengan
lapis jaringan
Yang cukup tebal
Bentuk pantat yang daftar ( flat
bottom ), karena
Dasar panggul yang sempurna
Pada bayi pria bila keluar
mekonium dari penis atau
Kencing campur mekonium, berarti
ada fistel dengan uretra atau bulibuli
Pada bayi wanita terlihat fistel
rektro vaginal atau
Rekto vestibuler, Sondase : mutlak
dan perlu dilakukan bila terdapat
fistel pada wanita, untuk
membedakan antara fistel
anovestibuler ( rendah dan fistel
rektovestibuler atau rektovaginal
tinggi.
Foto rontgen :
1.
Hanya dilakukan pada kasus
tanpa fistel
Jenis rontgen : knee chest
position dan
Dilakukan sesudah 16 jam
kemudian.
2.
Thorax foto/ Abdomen foto (
bila

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

3.
5.

Halaman
261/

Penyulit

6.
Peatalaksanaan
hours observation :

Memungkinkan )
USG ( bila memungkinkan )
-

Perineal Inspection and Urinaysis 16-24


abdominal ultrasound

KEPUSTAKAAN :

PENYAKIT HIRSCHSPRUNG
1.

Batasan

Aganglionosis usus besar

2.

Patologi

a.

Segmen pendek
Daerah aganglion s/d sigmoid

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

Tanggal Terbit

No.Revisi

Halaman
262/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

80% dari smeua kasus hirschprung


Segmen panjang
Daerah aganglionic lebih proksimal dari
sigmoid
c.
Total aganglionic colon
Seluruh colon aganglionic
d.
Universal aganglionic
Seluruh usus halus terken
e.
Ultra short
Gambaran klinik hirschprung tetapi
aganglion
b.

histologik tidak
3.

Gejala

a.

b.

Bayi cukup bulan dengan :


Keluar mekonium pertama lebih
dari 24 jam
Muntah hijau sampai fekal
Perut kembung
Colok dubur anorektum, kesan :
menyempit dan
Faeses menyemprot
Sering dengan enterocholitis ( diare
dengan faeses
Abu-abu, berbau
Radiologik :
BNO : colon melebar sampai
rongga pelvis, atau
Lebih
Baenema : khas
1)
Ada daerah transisi
2)
Gambar kontraksi usus yang
tidak teratur
pada segmen yang
menyempit

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

Tanggal Terbit

No.Revisi

Halaman
263/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

c.

3)
Gambar entero pada segmen
yang melebar
4)
Rongga rekto rectal yang
melebar
5)
Retensi barium setelah 24
jam
Biopsi hisap : daerah aganglion ( plexus

d.

Histo kimia : sub mukosa terlihat keaktifan

meisner )
cholin esterase
pada jaringan biopsy hisap
4.

Diagnosa Banding

5.
Penyulit
perforasi colon dan

Mekoneum plug syndrome


Atresi illeum
Atresi colon

Diagnosis yang terlambat dapat menyebabkan


selanjutnya peritonitis dn sepsis

6.

Penatalaksanaan

1.

Operasi bertahap :
Tahap I : coloctomi ( segera )
Tahap II : pullthrough
Reseksi anastomosis
( tahap II setelah BB lebih dari 7

kg )
Tahap III : Tutup kolostomi, bila pada
pullthrough
Colostomy dipertahankan sebagai
pengaman
2.
colon teratur

Operasi 1 tahap :
Dikerjakan pada anak besar BB > 6 kg
Pada perawatan pra bedah dilakukan bilas

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
264/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Sampai bersih. Saat operasi, dilakukan


pemeriksaan potong
Beku dan colon aganglioner direseksi dan
dilakukan
Anostomie.

KEPUSTAKAAN :
1.
2.

LISTER LAND RIKHAM P.P : Hirschprung disease in Rikham. P.P. et al :


Neonatal Surgery, 2 nd, Butter Work London, 1978, p. 441.
REVICH, M.M. et al : Hirschprung Diseases in Ped. Surgery, year book Med
Publ. Chicago. P. 802.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
265/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

INVAGINASI
1.
Batasan
segmen usus bagian

Keadaan akut saluran cerna dimana sebagian


proximal masuk segmen distal, menimbulkan

gajala obstruksi usus


Invaginasi kronik sangat jarang pada anak, gejala
obstruksi usus
Hilang timbul penyebab organic polip atu tumor
jinak lainnya.
Penyebab :
Organik : L. polip, divertikel Meckel,
Hemangioma dan
2.

Diagnosis

lain-lain
Idopatik : Penebalan plak peyeri
Anamnesis :
Anak/bayi kesakitan atau menangis

mendadak dan
Berulan- ulang sering disertai muntah. Dari
anus keluar
-

Darah vena dan lendir


Fisik :
1.
Teraba masa tumor intra peritoneal
seperti pisang
2.
Kadang-kadang pada colok dubur
teraba
Pseudoportio
Diagnostik pembantu :
USG : terlihat masa tumor seperti donat

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

3.

Penatalaksanaan

Tanggal Terbit

No.Revisi

Halaman
266/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

1.
2.

Dirawat bagian bedah


Puasa, perbaikan keadaan umum, pasang

3.

Tindakan terapi dengan tekanan barium atu

sonde lambung
udara harus
ditunggu oleh spesialis bedah karena
bahaya perforasi
Dilakukan bila gejala obstruksi belum
lanjut dan tidak ada
4.

Tanda-tanda peritonitis
Bila terapi konservatif gagal atau kasus

dating sudah dalam


terlambat gejala obstruksi lanjut dan ada
tanda-tanda
peritonitis maka segera dilakukan
pembedahan bila
keadaan umum ( b diatas ) sudah teratasi.
KEPUSTAKAAN :
1.
2.

Bausat Q. : Intussception. Makalah 1984


Ravitch. MM, et al : Intussuseption in Ped. Surg. Year Book Med Publ. Chic.
1979 P. 1059

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
267/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

SUMBATAN SALURAN CERNA


1.

Batasan

Sindrom t/d :
Muntah
Kembung
Kegagalan pasase usus

2.

Patofisiologi

Obstruksi usus

Obstruksi Mekanik

Obtruksi Paralik

Dengan
Strangulasi

Tanpa
Strangulasi

bolus ascaria
tumor
Volvulus
kelainan bawaan ( atresi dll )

3.

Gejala Klinik

a.

b.

- Infeksi sepsis
- Gangguan elektroli
- Pasca Bedah

Muntah-muntah
Hijau bila obstruksi distal ampula
vateri
Putih/ makanan, bila obstruksi
proksimal ampula varteri
Berbau faeces bila sudah ada
nekrosis atau obstruksi rendah
Muntah lebih dari 4 jam bila
obstruksi diatas duodenum dan
lebih lama bila latak lebih bawah
Sakit perut

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
268/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

c.

4.

Penunjang

Hilang timbul pada obstruksi


mekanik
Terus menerus pada obstruksi
paralitik
Kembung
Obstruksi mekanik atas kembung
dibagian atas
Obstruksi mekanik rendah
kembung menyeluruh dan ada drm
kountour ( gambaran gerak usus )
serta bunyi usus metalik.
Tak ada pasasi usus : tidak ada defekasi /

d.
sedikit
e.
Colok dubur :
Longgar paralitik
Sempit atau normal obstruksi
mekanik
Sempit dan mekonium berwarna
pucat/abu-abu
Keras kelainan bawaan
f.
Obstruksi karena kelainan bawaan
Foto Abdomen 3 posisi
Obstruksi gb. air fluid level
Paralitik gb. Usus mengembang sampai

distal/rongga pelvis
Double buble apperance : pada atresi duodenum
5.

Penatalaksanaan

a.
b.
c.

Puasa
Pasang sonde lambung
Infus koreksi defisit cairan, elektrolit dan

d.

Antibiotik propilaktik

asam basa

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

Tanggal Terbit

e.

No.Revisi

Halaman
269/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Tindakan tergantung diagnosis bias

konservatif atau bedah


darurat
1.
Bolus ascaris
O2 intra duodenum
intermiten
L. 1 menit diulang-ulang
Obstruksi hilang
anthelmentik
Obstruksi hilang
anthelmetik
2.
Tumor lihat juklak tumor
abdomen
3.
Volvolus operasi segera setelah
perbaikan keadaan umum

KEPUSTAKAAN :
1.

Ravitch, M.M. et al : Ped. Sur. Uear Book Med. Publ. Chic. 1979.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
270/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

KELAINAN INGUINO SKROTAL


A. HERNIA INGUINALIS LATERALIS
1.
Batasan
paten berupa

Adanya prosesus vaginalis peritoneal yang


kntong berisi : cairan saja ( hidrokel

komunikan ) dan atau


-

alat viscera seperti omentum atau usus


Hernia repolibilis : bila asi kantong dapat

rongga peritoneum
Hernia incarcerata : bila kantong terjepit isi

didorong masuk
tidak dapat
masuk rongga peritoneum dan ada
gangguan pasase usus
-

berupa kembung dan muntah


Hernia strangulasi bila hernia inkarserata

disertai gangguan
aliran darah, berupa keluhan sakit sampai
shock
-

Hernia skrotalis adalah hernia inguinalis

lateralis pada lakilaki dimana isinya memasuki skrotum.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

2.
Gejala
didorong masuk ke

Tanggal Terbit

No.Revisi

Halaman
271/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Benjolan di inguinal yang isinya dapat

rongga peritoneum
Silk sign positif ( perubahan seperti

bila daerah inguinal ditekan dan digerakan )


Annulus inguinalis eksternus yang melebar,

menggosok sutera
implus pada
jari bila os mengejan
3.
Terapi
perempuan

Semua hernia inguinalis baik pada laki atau


harus dipersiapkan untuk operasi elktif,

tidak menunggu
-

usia tertentu karena bahaya inkarserata.


Segera : bila inkarserata

Terapi konservatif :
a.
Puasa, pasang pipa lambung dan dehidrasi
intravena
b.
c.
d.

Posisi anti trandelenburg


Kompres es diatas benjol hernia
Diberi injeksi Musclerelaxans mis :

Diazepam 0,5 mg
/kg BB maksimum 10 mg atau Luminal
Lama perawatan : Herniotomi efektif
( rawat sehari )
Herniotomi emergency ( rawat 2 hari )

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

B.

Tanggal Terbit

No.Revisi

Halaman
272/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

KRIPTOKISMUS ATAU UDT ( UNDESCENUS TESTIS )

1.
Batasan
skrotum

Keadaan dimana testis tidak ada dalam kntong


Retraktiltestis : testis pernah masuk skrotum, tetpi

karena
Otot-otot kremaster masih kecil pegas maka testis
tertarik ke arah
Proximal.
Ada 3 bentuk UDT :
a.
Agenesis testis ( hanya 1-2 % dari UDT )
testis tidak
b.

dibentuk
UDT tipe arrest bila testis berhenti di jalan

c.

ginjal sisi yng sama dan skrorum


UDT tipe ektropik bila testis ditemukan

antara ileus
diluar jalur
desensi, mis : di paha atau supra pubis
2.

Gejala

Discrotum tidak ditemukan massa testis


Pemeriksaan bantuan : USG dari scrotum

yang sama
Komplikasi : tersio testis dan keganasan
Pada UDT sering ditemui hernia inguinalis
Bila tidak ditemukan herni, maka operasi

sampai ginjal sisi

orchidopexy
dikerjakan sesudah umur 1 tahun sebelum 2
tahun karena
ditakuti fungsi tubulus seminivery rusak
sehingga produksi

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

Tanggal Terbit

No.Revisi

Halaman
273/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

sperma kelak terganggu.


Retraktil testis tidak perlu dioperasi
Tetapi hormonal : Gonadotropik hormon

hanya
mempercepat turunnya testis pada retraktril
testis
-

Testis yang akan ditempatkan pada skrotum

pada
orchidopexy harus diukur, ukurannya untuk
menilai
keberhasilan operasi di kemudian hari

C.

HIDROKEL TESTIS

1.
Batasan
prosesus vaginalis

Adanya cairan yang terperangkap di kantong


peritoneal. Cairan dapat berasal dari peritoneum

( pada bayi atau

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
274/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

imbilisi pada pasien Cataral infeksi virus sitemik.


Hidrokel komunikasi : dimana cairan dapat
didorong dan kembali
Lagi ke dn dari rongga peritoneum. Di lanjut
kelainan ini
Diberlakukan seperti kasus hernia.
2.
Gejala
skrotum.Test

Adanya masa kistik di inguinal dapat sampai


diafanoskopi ( + ) ( sinar diarahkan dari bawah

skrotum dan
tampak byangan cairan )
3.
Terapi
umumnya akan

Hidrokel inguinal, funikuli atau scrotal pada bayi


menghilang sendiri resorbsi spontn. Operasi ligasi

dengan jalan
sayatan herniotomi dikerjakan pada anak lebih dari
18 bulan.
Evaluasi cairan harus dari dalam luka, tidak boleh
dari kulit
Skrotum.
KEPUSTAKAAN :
1.

Ravitch, M.M. et al : Inguinal, cirtorhismus in Ped. Surgery. Year Book Med.


Publ. Chicago, 1979. p. 815, 1344.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
275/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

HERNIA UMBILIKAL
1. Batasan
melalui lobng/

Adalah penonjolan isi rongga abdomen ( Viskus )


cincin umbilicus ( lokus minoris ), yang tidak

mengalami
penutupan yang sempurna dan terjadi beberapa
hari/minggu
setelah terlepasnya tali pusar.
2. Diagnosis

Anamnesis :
Terjadi penonjolan pada pusar anak ( bodong ),

terutama bila anak


Menangis berdiri, dan hilang pada saat tidur.
Gejala klinik :
Terlihat penonjolan di umbilicus pada saat anak
menangis atau
Berdiri dan hilang bila anak ditidurkan.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
276/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Pada palpasi teraba adanya defek dengan diameter


yang bervariasi
Pada umbilicus, dan terasa adanya pendorongan
organ viskus pada
Saat anak menangis dan terkadang terdengar suara
cairan
Viskus pada saat hernia tereposisi
3. Terapi

a.

Konservatif
Kelainan ini dapat sembuh spontan

tergantung diameter
Dari defek. Diameter defek cm dapat
menutup dalam
b.

Waktu 3 bulan.
Pembedahan

KEPUSTAKAAN :
1. Ravitch M.M. et al : Umbilical hernia in Pediatric Surgery Year Bokk Med Publ.
Chocago, 1979
2. Catatan pribadi

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
277/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

TUMOR RETRO PERITONEAL ( TRP )


1.
Batasan
yang ada dalam

Tumor-tumor yang berasal dari struktur-struktur


rongga retroperitoneum.

2.
Diagnosis
berupa benjolan

TRP bila masih kecil sering dikeluhkan orang tu


pada samping perut ( pinggang ) yang diketahui

secara tidak
sengaja waktu memandikan anaknya. Bila benjolan
semkin
membesar akan lebih menonjol kearah perut,
berupa tumor
abdomen. Anak kurang aktif, cengeng, panas badan
intermitten,
mencret menahun diserti penurunn berat badan
3.
Pemeriksaan Fisik
terhambat, letargi

Infeksi : tampak pucat, pertumbuhan

Palpasi : teraba tumor retroperitoneum

( bila msih kecil )


dan sebagai tumor abdomen bila sudh
besar. Permukaan
dapat rat, mudah digerakan ( pada tumor
Wilms dan
Hidronefrosis ) sedangkan pada
neuroblastoma permukaan
Berbenjol-benjoldan sulit digerakan.
Konsistensi dapat

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
278/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Kenyal, keras dan kistik.


Himihipertropi atau aniridia dapat dijumpai

pada tumor
Wilms
4.

Pem. Penunjang

Non Invasif :
Pem. Lab. Rutin ditambah
pemeriksaan khusus
( fosfatase, alkali, alfa feto protein,
VMA, HVA, HCG )
Pemeriksaan Radiologi : Foto polos
perut, torx,
Survery tulang, IVP, nefrotomografi
( atas indikasi ), USG, CT Scan dan
MRI ( bila ada fasilitas )
Invasif :
Pemeriksaan arteriografi dikerjakan
bila ada indikasidan harus sangat
selektif dan hati-hati pada bayi dan
anak.

5.

Diagnosa Banding

TRP pada bayi dan anak sering disebabkan oleh :


1.
Kelainan Neoplastik :
Nefroblastoma ( Tumor Wilms ),
sering pada anak
Umur antara 1 bulan 1 bulan
Neuroblastom, dapat terjadi pada
semua umur,
Terbanyak ( 20 % ) pada anak lebih
satu tahun
Teratoma, terjadi terutama pada
bayi

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
279/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

6.
Penatalaksanaan
sudah dibuat

Tumor yang lebih jarang adalah


rabdomiosarkoma, limfoma, dan
sarcoma
2.
Kelainan Non Neoplastik :
Hidronefrosis
Kista ginjal polikistik/multiklistik
Tidak dianut tindakan sementara pada TRP, bila
diagnosis harus segera terapi.
Tindakan definitive :
Tumor Wilms
Neuroblastoma
Terapi dapat berupa pembedahan,
sitostatika atau radiasi tergantung
stadium penyakit.
Stad. I&II : Pembedahan merupakan
terapi primer.dilanjutkan sitistatika
atau radiasi senagai terapi
tambahan.
Std. III : sitostatika sebagai terapi
primer ( pra bedah ), dilanjutkan
pembedahan dan radiasi untuk
tumor sisa
Stad IV &Iva : Primer terpi tetapi
sitostatika dn radiasi
Teratoma
Terapi bedah sedini mungkin
merupakan prinsif dasar yang dianut
untuk mencegah degenerasi
keganasan
Tumor jinak ginjal
Tersering adalah hidronefrosis atau
ginjal polikistik

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
280/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Tindakan diarahkan kepada


memperbaiki aliran urine ke distal
Mungkin perlu nefrektomi

KEPUSTAKAAN :
1.
2.

Haller, A and Talbert, J.L. : Surgical Emerg. In new born Le, Feb-Phil. 1972
P. 128
Ravitch, M.M. et al : Retroperitoneal Tumorsin Ped. Surg. Year Book Med
Pub. Chic. 1979. p. 1082

BEDAH PADA IKTERUS NEONTORUM


1.
Batasan
hiper

Bayi baru lahir dengan ikterus dapat berupa

bilirubinemia atau koletasis


Hiperbilirubinemia adalah keadaan

patologik pada bayi


baru lahir dengan ikterus memanjang
( lebih dari 2 minggu)

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

Tanggal Terbit

No.Revisi

Halaman
281/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

dan ditemukan kadarbilirubin indirek yang


meninggi
-

Kolestasis adalah gangguan aliran empedu

dan hati ke
duodenum, sehingga penanganannya juga
secara
-

medikaentosa.
Kasus kolestasis dapat berupa kasus medik

( digolongkan
dalam sindrom hepatitis neonatal ), dan
dapat kasus bedah
seperti atresia bilier atau kistal koledokus
2.
Diagnosis
kuning coklat dan

Anamnesa : Ikterus memanjang urine


fasces dempul/ Diagnosis pembantu :
1.
Lab. : Fungsi hati lengkap termasuk
gamma GT dan
Asam empedu
2.
USG : melihat adanya kandung
empedu, koledokus
Dan parenkhim hati
3.
Test aspirasi cairan empedu ( DTDuodenal
Aspiration Test ) mendeteksi adanya
bilirubin, dapat reaksi kimia,
dengan tablet Icto-test atau dengan
radioaktif
4.
Skintigram
5.
Kolangiografi intra operatif
merupakan keharusan
Kolangiografi peroral/intravena
tidak dianjurkan Kolangiografi

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

6.
7.

3.
hasil

Penatalaksanaan

Halaman
282/

transkutaneus ( PCT ) boleh


dikerjakan dengan indikasi
Biopsi hati perkutan pra bedah
boleh dikerjakan
Untuk melihat derjat serosis hati
Biopsi hati intr operatif, harus
dikerjakan pada
Kedua lobus, didaerah porta heptic
dan kandung empedunya

Operasi definitive dikerjakan setelah ada


a.
b.

Kolangografi intr operatif


Biopsi hti ( potong beku ) intra
operatip
Bila gambaran saluran empedu extra
hepatic baik dari 8
cabang intrahepatik jelas berarti sindrom
neonatorum
tak perlu operasi koreksi.
Bila ada sumbatan saluran empedu extra
hepatic artesia
atau kista koledokus dilanjutkan dengan
operasi
rekontruksi saluran empedu ( hepto
portoenderodtomi ).
Terapi jangka panjang ditujukan untuk :
a.
Mencegah infeksi kolangitis menaik
b.
Mencegh gagal tumbuh kembang
c.
Mencegah komplikasi hipertensi
portal

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

Tanggal Terbit

No.Revisi

Halaman
283/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

KEPUSTAKAAN :
1.
2.
3.

Halimun, EM. : Segi Bedah Icterus Memanjang, Makalah 1988.


Hays, D.M. & Kimura, K : Billiary Atresia the Yapaneal Experince A.
Comm. Fund Book Havard Univ. Press 1980.
Ohi, R : Biliary Atresia 5 th Int. Sentral Symp. On Biliary Atresia Sendi,
Japan, May 1991

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

IX BEDAH PLASTIK

ISI :
Hal.
1. SUMBING / SKISIS
135
2. LUKA BAKAR
137
3. HEMANGIOMA
139
4. HIPOSPADI
141
5. FRAKTUR TULANG-TULANG MUKA
142

Halaman
284/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

Tanggal Terbit

No.Revisi

Halaman
285/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

6. BEDAH PLASTIK ESTETIK


144
7. MIKROTIA
145
8. KONTRAKTUR
146
9. KELOID
147
10.AVULSI KULIT
148
11.AMPUTASI TRAUMATIS EXTREMITAS & ORGAN TUBUH
149
(TELINGA, HIDUNG DAN PENIS )

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
286/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

SUMBING / SKISIS
1.
2.
3.
4.

Sumbing bibir/ Labioskisis


Sumbing bibir dan Gantum/Labionatoskisis
Sumbing bibir, Gnatum dan Langitan/
Labiognatopalatoskisis
Sumbing langitan / Palatoskisis

1.

Kriteria Diagnosis

Kelainan bawaan lahir berupa :


Celah pada bibir atas
Celah pada bibir dan gnatum atas
Celah pada bibir, gnatum dan
langitan
Celah pada langitan saja

2.

Diagnosis banding

Tidak ada

3.

Pemeriksaan Penunjang

Tidak ada

4.

Konsultasi

Bila perlu :
Dokter gigi untuk obturator
Dokter THT bila ada radang telinga
tengah dan defisit pendengaran
Speech Therapist untuk belajar
bicara
Psikolog anak untuk perbaikan
pertumbuhan gigi

5.
Perawatan RS
operasi

Rawat jalan kecuali untuk keperluan

6.

Terapi

Bedah :

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
287/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

pada usia 3

Penutupan bibir/ labioplasti

Bulan keatas
Penutupn langitan /

24 bulan
Penyempitan

pada usia 6 tahun keatas


Penambahan tulang ( bone

pada usia 8 tahun keatas


Perbaikan bentuk

palatoplsti pada usia 15faring/faringoplsti, kalau perlu,


grafting ) rahang
muk/maxillary advancement, kalau perlu, pada usia
15 tahun keatas
-

Non Bedah :
Speech therapy oleh speech
therapist pada
usia 4 tahun keatas
Perbaikan gigi oleh
ortodontist pada usia
9 tahun setelah penambahan

Tipe C :
Penutupan bibir/labioplasti
Penutupan

Tipe B dan A :
Penyempitan

tulang
7.

Standard RS

langitan/palaoplasti
faring/faringoplasti
graftinf ) rahang

Penambahan tulang ( bone

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
288/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Perbaikan bentuk

muka/maxillary advance8.
Penyulit
palatoskisis :

ment
Untuk labiognatopalatoskisis dan
-

9.

Informed concent

10.
Standard tenaga
semua

Diperlukan untuk tindakan operasi

11.
inap

12.

Lama perawatn

Masa pemulihan

Karena penyakit
OMP
Pendengaran kurang
Maloklusi gigi
Suara sengau, kata-kata
tidak jelas
Karena operasi : parut tidak baik
Fistula oronasel

Dokter Spesialis Bedh Plastik untuk


tindakan operatif
Dokter spesialis Bedah untuk
labioskisis/sumbing
Bibir
Speech therapist untuk terapi bicara
Ortodontist untuk perbaikan gigi

Labioplasti = tidak selalu diperlukan rawat


-

2-5 hari : palatoplasti


5 hari : faringoplasti
5 hari : bone grafting rahang
7 hari : maxillary advancement

1 minggu : labioplasti
3 minggu : palatoplasti

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

13.
Luaran
simetris, bentuk

Halaman
289/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

2 minggu : faringoplasti
3 minggu : ( bone grafting ) rahang
6 minggu : maxillary advncement

Normal : bentuk bibir dan hidung


muka normal, gigi- geligi tumbuh

bagus, bentuk
-

muka bagian tengah lebih ke dalam.


Kurang normal : parut kasar,
asimetri, suara sengau,
Bentuk muka bagian tengah lebih ke
dalam

14.

PA

Tidak perlu

15.

Autopsi/risalah rapat

Tidak perlu

LUKA BAKAR
1.

Kriteria Diagnosis

Anamnesa
Riwayat trauma, panas, listrik,
kimia, radiasi

2.

Pemeriksaan

Derajat kedalam
I hanya eritmen
II kerusakan sampai

sebagian dermis
adanya bula menandakan
adanya eritmen
atau lebih

III kerusakan seluruh dermis

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
290/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

dalam dalam penilaian


derajat tidak
-

diperhitungkan
Lus luka bakar dalam %, untuk
kemudahan
Menggunakan rumus 9
Lokasi luka bakar

3.
Pemeriksaan penunjang
foto thorax

Pada luka bakar inhalasi perlu penambahan

4.
Konsultasi
akibat

Bag. Kardiologi pada luka bakar

Disiplin ilmu lain sesuai dengan


penyakit yang
Menyertai atau komplikasi yang
timbul

5.

Perawatan RS

6.
Terapi pada luka
terapi cair

Rawat inap untuk :


Luka bakar derajat Ii/III lebih dari
10% pada anakAnak, 15 % pada dewasa
Derajat III > 2%
Luka bakar disertai trauma berat
lain : inhalasi dan
Dan segainya
Luka bakar listrik

Derajat II, obat topical untuk luka +

Derajat III, obat topical yang dapat


menembus skar
(silversulfadiazin ) + terapi cairan

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

7.
Standard RS
8.
Penyulit
saluran kemih

:
:

Informed concent

10.
Standard tenaga
ringan

Antibiotik, pencegahan, kuratif


infeksi
Toksoid cc untuk 2 mg, 3x berturutturut, ATS diberikan pada semua
yang belum pernah mendapat
toksoid
Antasaid untuk luka bakar luas
Diet kalori dan protein tinggi
Fisioterapi
Bila penyebab adalah bahan kimia,
perlu dibilas secara tuntas dengan
air segera pada jam-jam permulaan

Tipe B dan A untuk yang berat


Infeksi pada kulit, saluran bernafas,
-

9.

Halaman
291/

Ganggun sluran nafas


Gangguan sirkulasi bila berlanjut
dapat menyebabkan kegagalan
organ
Kelebihan atau kekurangan cairan
maupun elektrolit
Ulkus stress
Parut hipertrofi dan kontrktur, untuk
jangka panjang
Deformitas penampakanyang hebat

Diperlukan

Dokter umum untuk luka bakar

Dokter spesialis Bedah Plastik yang


berkecimpung

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

11.
Lama perawatan
luas luka dirawat

Halaman
292/

Pada luka bakar untuk luka bakar


berat
Paramedis yang berkecimpung pada
perawatan luka
Bakar

Sangat dipengaruhi oleh kedalaman dan


sampai uka lebih kecil dari indikasi

perawatan
12.
Masa pemulihan
lebih bergantung

Sangat bervariasi, mungkin 2 tahun atau


pada parut yang terjadi

13.
Luaran
kulit saja sampai

Sembuh dengan kecacatan warna


kecacatan berat, tidak dapat

menggerakan sendi-

sendi
Kematian

14.

PA

Tidak diperlukan

15.

Autopsi/ risalah rapat

Mungkin diperlukan bila terjadi kematian

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
293/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

HEMANGIOMA
Dibagi menjadi :
1.Hemangioma kapiler simpleks/jenis strawberry
2.Hemngioma kapiler jenis port wine stain atau nevus flmesu
3.Hemangioma kavernosa
4.Hemangioma campuran 1 dan 3
1.
Kriteria Diagnosis
sedikit menimbul,

1.

Cacat bercak merah pada akult,


ada sejak lahir atau timbul dekat-

dekat kelahiran
2.

tumbuh progesif, tak sakit


Cacat berupa bercak merah pada

kulit sejak lahir,


rata ( bisa menimbul setelah dewasa
), stasioner
3.

Benjolan pada kulit atau subkutis,

kebiruan, dapat
ditekan kemps, timbul setelah lahir,
tidak sakit
4.

Campuran 1 dan 3

2.

Diagnosa banding

Fistula A-V

3.

Pemeriksaan penunjang

Kalau perlu rteriografi

4.

Konsultasi

Dokter Spesialis Radiologi, bila perlu

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
294/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

5.

Perawatan RS

Rawat jalan kecuali untuk persiapan operasi

6.

Terapi

Farmakologis :
Suntikan obat-obat sklerosing untuk
1,3 dan 4
Kortikosteroid untuk 1,3 dan 4
Bedah :
Eksisi, kalau perlu skin graft untuk
1,2,3 dan 4
Embolisasi ( kalau perlu ) baru
eksisi untuk 3 dan 4
Non Bedah :
Observasi atau ditambah perban
penekan untuk 1
Tattoage untuk 2
Laser untuk 1,2,4

7.

Standard RS
kortikosteroid,
penekan

8.

Penyulit

9.

Informed Concent

Tipe C untuk suntikan sklerosing,


eksisi dan perban

Tipe A untuk embolisasi dan laser


Karena Penyakit :
Perdarahan pada 1,3 dan 4
Cacat berat pada daerah yang
terkena 3 dan 4
Karena operasi :
Perdarahan
Residif
Kelainan jantung pada 3 dan 4
diperlukan untuk operasi

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

10.

No.Revisi

Tanggal Terbit

Standard tenaga

Halaman
295/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Dokter Spesialis Bedah Plastik


Dokter Spesialis Bedah
Dokter Spesialis Radiologi untuk
embolisasi
Dokter umum untuk perban
penekan

11.

Lama Perawatan

1 minggu tau lebih

12.

Masa pemulihan

1 minggu 1 bulan atau lebih

13.

Luaran

14.

PA

Sembuh dengn estetika bagus


Masih tersisa
Estetik jelek
Tidak perlu

15.

Autopsi/risalah rapat

Tak perlu

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
296/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

HIPOSPADI
1.
Kriteria Diagnosis
ekstena terdapat di

Kelainan bawaan berupa meatus uretra


bagian ventral dan letaknya lebih proximal

dari letak yang


normal
2.
Pemeriksaan fisik
proximal dari letak

Meatus uretra ekstema terletak lebih


normal : bisa dibtang penis, daerah

scrotum, daerah
perineum. Penis bengkok kearah ventral
karena ada korde
3.
Pemeriksaan penunjang
identifikasi jenis kelamin

Kromoson seks bila ada kesulitan

4.
Konsultasi
kromoson sex,

Bagian Kesehatan Anak untuk pemeriksaan


bila perlu

5.

Perawatan RS

Rawat jalan kecualiuntuk tindakan operasi

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
297/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

6.

Terapi

Tahap I eksisi korde


Tahap II berjarak paling sedikit 6
bulan setelah
Tahap I, rekontruksi urethra

7.

Standard RS

Tipe B keatas

8.

Penyulit

9.

Informed concent

Perlu untuk operasi

10.

Standard tenaga

Dokter Spesialis Bedah Plastik

11.
Lama Perawatan
perawatan 7 hari,

Masing-masing tahap memerlukan

Fistula uretr
Divertikel uretra
Stenosis meatus
Batu uretra
Strikura uretra
Sisa korde

tergantung metoda operasinya


12.
Masa pemulihan
minggu

Untuk masing-masing tahap selama 2

13.
Luaran
uretra eksterna

Sembuh dengan penis lurus dengan meatus


letaknya di ujung penis

14.

PA

Tidak perlu

15.

Autopsi/ risalah rapat

Tidak perlu

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
298/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

FRAKTUR TULANG-TULANG MUKA


Fraktur tulang-tulang muka di kepala yang tidak membatasi otak.
Dibagi menjadi 4 jenis fraktur :
Fraktur mandibula
Fraktur maksila
Fraktur zigoma
Fraktur hidung
1.
Kriteria diagnosis
pada tulang

Anamnesa : terdapat riwayat trauma


muka
Pemeriksaan :
Perdarahan lewat
lubanghidung atau mulut
Adanya deformitas
Untuk 3 jenis yang pertama bisa
ditemukan maloklusi

Tak ada

3.
Pemeriksaan penunjang
pada keperluan

Foto rontgen jenis dan proyeksi bergantung

4.
Konsultasi
dokter spesialis saraf

Dokter Spesialis Bedah Saraf,

Dokter Spesialis Mata

2.

5.

Diagnosis banding

Perawatan RS

Rawat inap :
Bila memberikan gangguan saluran
nafas
Persiapan operasi

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

6.
Terapi
gangguan

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
299/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Konservatif : bila tidak memberikan


fungsi maupun bentuk dan fraktur

dianggap stabil
-

Operatif

7.

Standard RS

Tipe A,B,C

8.

Penyulit

9.

Informed concent

Diperlukan tertulis

10.
Standard Tenaga
pertolongan

11.
Lama perawatan
pada jenis berat

Infeksi pasca bedah


Gangguan fungsi maloklusi
Bila ada cedera kepala berat :
kematian

Personil unit gawat darurat pada


pertama
Dokter spesialis Bedah Plastik atau
Dokter Spesialis
Bedah yang berpengalaman untuk
tindakan operasi

2 sampai 20 hari, bervariasi bergantung


fraktur dan adanya cidera lainnya/ cidera

kepala berat
12.
Masa pemulihan
tau lebih
13.

Luaran

Untuk 3 fraktur pertama 8 minggu

Untuk fraktur lainnya 2 minggu

Sembuh, normal

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
300/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

sembuh dengan deformitas/ cacat


fungsi

14.

PA

Tidak ada

15.

Autopsi

Tidak ada

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
301/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

BEDAH PLASTIK ESTETIK


Semua masalah mengenai estetika yang bisa ditolong dengan pembedahan termasuk
diantaranya :
Estetika untuk cacat bawaan
Estetika untuk cacat yang didapat
Estetika untuk proses ketentuan
Estetika untuk masalah psikososial, misalnya :
Rinoplasti
Blepharoplasti
Mentoplasti
Mammoplasti
Lipodistrofi, dll
Estetika lain yang tidak dipisahkan dari bedah plastik rekontruksi
1.
Kriteria Diagnosis
masalah

Semua keluhan yang menyangkut


penampilan
Semua keluhan yang pada dasarnya
ingin
Mengubah penampilan ke arah yang
lebih baik/
Harmonis

2.

Diagnosis banding

Tidak ada

3.

Pemeriksaan penunjang

Laboratorium

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
302/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Radiologi dan lian-lain

4.

Konsultasi

Dokter Spesialis yang dianggap perlu

5.

Perawatan RS

Pasca operasi, tidak selalu perlu rawat inap

6.

Terapi

7.

standard Tenaga

8.
Penyulit
umumnya dan hal

9.
Informed concent
operasi bahwa

Operatif
Mengubah penampilan pasien
dengan menamba
mengurngi-menggeser jaringan

Dokter spesialis Bedah Plastik

Seperti halnya pembedahan

khusus missal parut berlebihan


Masa pemulihan : bervariasi

Perlu benar dijelaskan sebelum dilakukan


hasil yang dicapai adalah sejauh

kemampuan-pengalaman
dokter
10. Luaran
tambah baik dan

Penampilan pasien setelah operasi plastik


terdapat peningkatan kepercayaan dirinya
MIKROTIA

1.
Kriteria diagnosis
telinga kurang

Kelainan bawaan pada daun telinga berupa


terbentuk/kecil.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

2.

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
303/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Diagnosis banding

Tidak ada

3.
Pemeriksaan penunjang
telinga tengah,

R foto untuk melihat pembentukan organ


bila perlu

4.

Konsultasi

Spesialis THT bila ada defisit pendengaran

5.

Perawatan RS

Rawat jalan kecuali operasi

6.

Terapi

Rekontruksi telinga berupa :


1.
Penanaman rangka tulang rawan,
setelah anak
Berusia 8 tahun
2.
Tiga-empat bulan setelah operasi I
dibentuk
Telinga dengan pengangkatan
tulang rawan yang
Sudah ditanam pada operasi I
3.
Menyempurnakan kekurangan
kekurangan pada
Operasi sebelumnya

7.

Standard RS

Tipe B keatas

8.

Penyulit

Infeksi, kematian flap

9.

Informed concent

Diperlukan

10.

Standard Tenaga

Dokter Spesialis Bedah Plastik

11.

Lama perawatan

4-7 hari untuk tahap I


7 hari untuk tahap II

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
304/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Bergantung pada tindakan untuk


tahap III

Berkisar 2-3 minggu untuk tahap I


2 minggu untuk tahap II

13. Luaran
mendekati normal

Sembuh dengan telinga bentuknya

14.

PA

Tak perlu

15.

Autupsi/risalah rapat

Tak perlu

12.

Masa pemulihan

KONTRAKTUR
1.
Kriteria Diagnosis
permukaan tubuh

Memendeknya jarak antara dua titik pada


akibat proses kontraksi pada penyembuhan

luka, biasanya
didaerah sendi
2.

Diagnosis banding

Tidak ada

3.
pemeriksaan penunjang
kerusakan/kelainan sendi

Foto rontgen bila dicurigai ada

4.

Konsulatsi

Tidak ada

5.

Perawatan RS

Rawat jalan kecuali untuk operasi

6.

Terapi

Release kontraktur dan graft/flp

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
305/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

7.

Standard RS

Tipe A,B

8.

Penyulit

Nekrosis flap/graft

9.

Informed concent

Diperlukan

10.

Standard tenaga

Dokter Spesialis Bedah Plastik

11.

Lama perawatan

7-10 hari

12. Masa pemulihan


dan berat ringan

3 minggu atau lebih tergantung lokasinya


kontrakturnya

13. Luaran
gerakan

Sembuh normal, tak ada gangguan

Masih tersisa sedikit akibat


kontraktur

14.

PA

Tak diperlukan

15.

Autopsi/ risalah rapat

Tak diperlukan

KELOID

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

1.
Kriteria Diagnosis
yang sehat jauh di

Halaman
306/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Parut yang mononjol menyebuk ke kulit


luar trauma dengan tanda tanda inflamasi (

tambah besar
gatal, sakit ) berkepanjangan
2.

Diagnosa banding

3.

Pemeriksaan penunjang

Tidak ada

4.
Konsultasi
perlu

Dokter Spesialis Patologi Anatomi bila

5.

Perawatan RS

Rawat jalan kecuali untuk operasi

6.

Terapi

Farmakologis
Suntikan kortikosteroid yang
bekerja local
Balut penekan
Bedah
Eksisi kalau perlu full thickness
skin graft,
Dilanjutkan dengan radiasi atau
suntikan kortikosteroid pasca eksisi

7.
Standard RS
kortokosteroid

Tipe C untuk penyuntikan

Tipe A dan B untuk balut penekan


dan eksisi

Cacat tubuh yang menyebabkan

8.
Penyulit
cacat kepribadian

Parut hopertrofi
Fibrosarcoma

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

9.

Informed concent

10. Standard tenaga


Dokter Spesialis

Halaman
307/

Fungsi alat yang terkena kurang


Karena operasi residif

Diperlukan untuk operasi

Dokter spesialis Bedah Plastik,


Bedah untuk tindakan operatif
Dokter spesialis Radiologi untuk
radiasi
Dokter umum untuk suntikan
kortikosteroid

11.

Lama perawatan

1 hari 2 minggu

12.

Masa pemulihan

Sangat bervariasi

13.

Luaran

14.

PA

Bila ada keraguan dengan sarcoma

15.

Autopsi/risalah rapat

Tidak diperlukan

Sembuh dengan estetika baik


Residif
Defigmentasi akibat radiasi

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

Tanggal Terbit

No.Revisi

Halaman
308/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
309/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

AVULSI KULIT
1.
Kriteria Diagnosis
sekitarnya, sebagian

Terlepasnya kulit dari dasar /kulit


besar atau total

2.

Diagnosis banding

Tak ada

3.

Pemeriksaan penunjang

Tak ada

Bila ada kelainan yang menyertai pada

4.
Konsultasi
tulang ke Bag

Orthopaedi
5.

Perawatan RS

6.
Terapi
pembuangan

Tipe A atau B

7.
Penyulit
kulit yang terangkat

Penilaian vitalitas yang terlepas dan


kulit yang ternyata mati
Penjahitan situasi kulit yang masih
vital
Skin graft ( tandur kulit ) pada luka
terbuka yang tersisa

Kematian sebagian atau seluruh

Infeksi
Parut yang jelek

8.

Informed Concent

Diperlukan tertulis

9.

Lama perawatan

2 minggu atau lebih

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

10.
Masa pemulihan
factor-faktor yang

Halaman
310/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

4 minggu sampai 1-2 tahun tergantung


menyertainya

11.

Luaran

Sembuh baik
Sembuh dengan cacat

12.

PA

Tidak diperlukan

13.

Autopsi/risalah rapat

Tak diperlukan

AMPUTASI TRAUMATIS EXTREMITAS & ORGAN TUBUH


( TELINGA, HIDUNG DAN PENIS )
1.
Kriteria Diagnosis
ekstremitas dari

Terpisahnya sama sekali bagian

tubuh tersebut
Clean cut ( amputasi secara tajam )
atau bukan

2.
3.

Diagnosa banding
Pemeriksaan penunjang

:
:

Amputasi partial
Laboratorium
Radiologis

4.

Konsultasi

Tidak diperlukan

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

Halaman
311/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

5.

Perawatan RS

Rawat inap segera untuk persiapan operasi

6.

Terapi

Amputasi dirawat sebagai berikut :


Masukan ke dalam kantong plastik
bersih ( tanpa
Cairan )
Kantong tersebut ditutup rapat lalu
dimasukan ke
Kantong kedua yang berisi air biasa
+ potongan es
Sebaiknya tindakan ini dilakukan
segera di tempat
Kejadian
Operasi replantasi dengan mikrosop
+ instrumen
Bedah Mikro

7.

Standard RS

Tipe A

8.

Penyulit

9.

Informed Concent

Diperlukan

10.

Standard tenaga

Dokter Spesialis Bedah Plastik

11.

Lama perawatan

10-21 hari

12.

Masa pemulihan

6 minggu sampai 1 tahun

Perdarahan
Trombus
Infeksi
Kegagalan replantasi akibat
thrombus

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

13.
Luaran
tersambung kembali dan

Halaman
312/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

Sembuh total atau amputat

berfungsi baik
Sembuh kurang sempurna
Gagal

14.

PA

Tak diperlukan

15.

Autopsi/risalah rapat

Tak diperlukan

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

I S I

BEDAH ORTHOPAEDI
I
BEDAH VASKULER
II
BEDAH THORAX
III

Halaman
313/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

B U K U

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

Tanggal Terbit

BEDAH DIDESTIVE
IV
BEDAH UROLOGI
V
BEDAH SARAF
VI
BEDAH TUMOR
VII
BEDAH ANAK
VIII
BEDAH PLASTIK
IX

No.Revisi

Halaman
314/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

Tanggal Terbit

No.Revisi

Halaman
315/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

STANDARD PELAYANAN
MEDIK

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

No.Revisi

Tanggal Terbit

ILMU BEDAH

Halaman
316/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.

No.Dokumen
STANDAR PELAYANAN
MEDIS

Tanggal Terbit

No.Revisi

Halaman
317/
Ditetapkan Oleh:
Direktur RS.