Anda di halaman 1dari 5

Tugas Kimia

EFEK RUMAH KACA

oleh:

Mutia Rahmadani
XI IIS 2
MAN 1 Padang
TAHUN PELAJARAN 2016/2017

KATA PENGANTAR
Secara alami bumi akan menerima radiasi sinar matahari bumi secara konstan
berkisar pada 14c karena radiasi sinar matahari tersebut d pancarkan kembali ke angkasa.
Keadaan tersebut berlangsung dalam kondisi seimbang. Akan tetapi apabila pemantulan
cahaya ke angkasa terhalang oleh adanya gas gas tertentu yang di sebut gas rumah kaca 9
misalnya co2....,nox....,sox....,hidrokarbon. Radiasi yang seharusnya di buang keluar
angkasa akan terperangkap di atmosfer bumi karena tidak bisa menembus gas rumah
kaca. Hal ini akan menyebabkan radiasi matahari seperti terperangkap pada kaca dan
berakibat pada meningkatnya suhu bumi.

A. Pengertian Efek Rumah Kaca


Seperti yang sudah dijelaskan secara singkat diatas, efek rumah kaca merupakan
proses pemanasan dari permukaan suatu benda langit atau diangkasa yang disebabkan
oleh komposisi serta keadaan atmosfernya. Benda-benda langit yang dimaksudkan
terutama adalah planet maupun satelit. Sebenarnya efek rumah kaca hampir ada
diberbagai planet di tata surya seperti Mars, Venus, dan benda-benda langit lainnya,
namun pembahasa penuhnya adalah efek rumah kaca di planet Bumi yang kita tinggali
ini. Istilah ini sebenarnya sudah dikenal sejak tahun 1824 oleh seorang fisikawan asal
Perancis bernama Jean Baptise Joseph Fourier.
Sang fisikawan ini memang sudah dikenal dengan studinya yakni Deret Fourier
serta penerapannya pada masalah arus panas. Nah, efek rumah kaca tentu saja
mempunyai kaitan yang sangat erat dengan gas rumah kaca. Hal ini lantaran gas rumah
kaca itu merupakan sekumpulan gas-gas pada atmosfer yang menjadi sebab adanya efek
rumah kaca. Gas-gas yang disebut gas rumah kaca bisa muncul secara alami di
lingkungan bumi, namun bisa juga timbul karena aktivitas manusia.
Setidaknya gas rumah kaca yang dianggap paling banyak adalah berasal dari uap air
yang dimana unsur tersebut mencapai atmosfer akibat penguapan air laut, danau serta
sungai. Sedangkan karbondioksida merupakan gas terbanyak kedua setelah uap air. Untuk
gas rumah kaca lain dari proses alami diantaranya adalah letusan vulkanik dari gunung
berapi, pernapasan hewan maupun manusia yang menghirup oksigen lalu membuang
karbondioksida serta dan pembakaran material organik seperti tumbuhan maupun
kegiatan industri. Meskipun uap air juga turut bertanggungjawab terhadap sebagian besar
dari adanya efek rumah kaca, namun kebanyakan orang menganggap bahwa efek rumah
kaca hanya diakibatkan oleh naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) serta gas-gas
lain. Anggapan tersebut memang bisa dianggap tidak salah, namun kurang tepat.
B. Penyebab Efek Rumah Kaca
1. KARBONDIOKSIDA
Kenaikan karbon dioksida (CO2) yang merupakan sejenis senyawa kimia berbentuk
gas ini biasanya disebabkan oleh adanya pembakaran bahan bakar minyak, batu bara
serta bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan
maupun laut untuk menyerapnya. Hal inilah yang akhirnya mengakibatkan adanya
efek rumah kaca.
2. METANA
Gas Hidrokarbon Metana biasanya dilepaskan selama produksi serta transportasi batu
bara, gas alam, maupun minyak bumi. Metana yang dianggap sebagai komponen
utama gas alam masuk dalam kategori gas rumah kaca dan mengakibatkan efek rumah
kaca.
3. NITROGEN OKSIDA
Sebuah gas yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil dan juga dari lahan
pertanian. Gas Nitrogen Oksida dihasilkan dari reaksi antara nitrogen dan oksigen di
udara saat terjadi pembakaran, biasanya pada suhu tinggi. Sering kali gas ini berasal
dari tempat dengan kepadatan lalu lintas tinggi. Gas ini juga termasuk gas rumah kaca
dan bisa mengakibatkan efek rumah kaca.

4. GAS-GAS LAIN
Selain Karbondioksida, Metana dan Nitrogen Oksida yang menyumbang gas rumah
kaca, ada pula beberapa gas lain diantaranya adalah belerang dioksida,
klorofluorokarbon (CFC) dan lain-lain.
C. Akibat Efek Rumah Kaca
Sudah sejak lama para ilmuwan mengkhawatirkan akibat dari efek rumah kaca karena
bisa merusak lingkungan. Salah satu akibatnya yang sudah terasa adalah dengan
meningkatnya suhu permukaan bumi yang akhirnya bisa mengakibatkan adanya
perubahan iklim yang sangat ekstrem. Tentunya hal tersebut dapat mengakibatkan
terganggunya hutan serta ekosistem lain di bumi, dan mengurangi kemampuannya guna
menyerap karbon dioksida di atmosfer.
Efek rumah kaca sebenarnya tidak selalu buruk dan justru sangat dibutuhkan karena jika
tidak ada nantinya bisa mengakibatkan bumi menjadi sangat dingin atau bisa keseluruhan
akan tertutupi es. Namun jika gas-gas yang bisa membuat efek rumah kaca telah
berlebihan di atmosfer, akibatnya akan mengakibatkan pemanasan global.
Ada satu cara yang mujarab untuk mengurangi gas rumah kaca, yakni dengan
memelihara pepohonan serta menanam pohon lebih banyak. Pohon dianggap mampu
menyerap karbon dioksida lebih cepat dan dalam jumlah banyak, memecahnya melalui
fotosintesis, maupun menyimpan karbon pada kayunya. Salah satu upaya dunia
internasional untuk menanggulangi gas rumah kaca adalah dengan mengadakan konvensi
yang disebut Protokol Kyoto. Protokol Kyoto memerintahkan negara-negara dunia untuk
berkomitmen mengurangi emisi/pengeluaran karbon dioksida serta lima gas rumah kaca
lainnya untuk menanggulangi dampak efek rumah kaca.
D. Upaya Mencegah Efek Rumah Kaca
Setelah memerhatikan begitu banyaknya dampak yang akan ditimbulkan dari efek rumah
kaca tersebut, maka sudah selayaknya sebagai sesama penduduk bumi kita saling bahumembahu berupaya untuk mencegah meluasnya pemanasan global supaya tidak semakin
parah.
1.
Menciptakan dan menggunakan bahan bakar ramah lingkungan
Tahukah Anda bahwa gas karbon dioksida cukup besar disumbangkan dari asap
kendaraan bermotor yang tidak ramah lingkungan. Oleh karena itu, Anda perlu
memilih bahan bakar alternatif seperti biodiesel. Biodiesel merupakan bahan bakar
yang dibuat dari berbagai lemak tanaman ataupun hewan yang ramah lingkungan.
Ada banyak tanaman yang bisa dijadikan sebagai sumber lemak untuk pembuatan
bahan bakar, diantaranya adalah biji jarak, zaitun, bunga matahari dan sebagainya.
Sementara dari jenis lemak hewani, lemak ayam merupakan bahan murah yang mudah
didapat dan bisa dibuat sebagai bahan bakar ramah lingkungan. Saat ini telah banyak
ditemukan berbagai penelitian tentang biodiesel. Penggunaan biodiesel secara jelas
akan membantu mengurangi efek rumah kaca.
2.
Penghijauan di muka bumi
Tanaman hijau merupakan salah satu solusi utama untuk mengurangi timbunan gas
karbon dioksida di udara. Dimana pada proses fotosintesis tanaman, gas tersebut
dibutuhkan sebagai komponen utama. Oleh karena itu, dengan melakukan penghijauan

melalui penanaman pohon atau pemeliharaan hutan-hutan lindung di muka bumi,


secara langsung akan membantu menyerap timbunan gas rumah kaca di udara,
sehingga kondisi udara pun dapat disaring dan akhirnya bersih kembali.
Selain menyerap gas rumah kaca karbon dioksida, pepohonan juga akan menghasilkan
oksigen ke lingkungan, dan bila semakin banyak pohon makan akan semakin banyak
oksigen yang dilepaskan ke lingkunang, dan dampaknya nanti akan membuat bumi
terasa sejuk.
Gerakan menanam pohon merupakan langkah mudah untuk mencegah efek rumah
kaca.
3.
Hemat listrik
Upaya pencegahan pemanasan global sebagai efek rumah kaca juga dapat kita lakukan
dari hal-hal yang sederhana di rumah. Misalnya, dengan cara hemat listrik. Meskipun
listrik tidak mengeluarkan emisi karbon, tetapi pembangkit listrik PLN menggunakan
bahan bakar fosil yang termasuk juga sebagai penyumbang terbesar emisi gas rumah
kaca.
Jika tidak digunakan, sebaiknya matikan listrik. Jangan biarkan alat-alat elektronik di
rumah berada dalam keadaan standby. Bila tidak terlalu diperlukan, sebaiknya batasi
juga penggunaan alat-alat listrik seperti AC.
4.
Hemat kantung plastic
Sebaiknya hindari terlalu banyak menggunakan kantung plastik, karena hampir semua
sampah plastik menghasilkan gas berbahaya ketika dibakar.