Anda di halaman 1dari 4

4.

Penerapan Teori Humanistik dalam Pembelajaran Kimia


Materi :Larutan elektrolit dan Nonelektrolit
Sasaran

Kompetensi
Dasar

Materi

Kelas X semester 2
1.1 Menyadari adanya keteraturan struktur partikel materi sebagai wujud
kebesaran Tuhan YME dan pengetahuan tentang struktur partikel materi
sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat
tentatif.
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin,
jujur, objektif, terbuka, mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti,
bertanggung jawab, kritis, kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif)
dalam merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi yang
diwujudkan dalam sikap sehari-hari.
3.8 Menganalisis sifat larutan berdasarkan daya hantar listriknya
4.8 Membedakan daya hantar listrik berbagai larutan melalui
perancangan dan pelaksanaan percobaan.
Larutan elektrolit dan Nonelektrolit

Secara garis besar, langkah langkah yang dapat dilakukan dalam rangka mencapai
KD 3.8 SMA kelas berdasarkan Teori Belajar Humanistik menurut pandangan Kolb yang
membagi 4 tahap-tahap belajar adalah sebagai berikut.
Tahapan Kolb
A. Tahap Pengalaman
Konkret

B. Tahap pengalaman aktif


dan reflektif

Hal -hal yang guru lakukan


1. Guru mengatakan bahwa
hari ini akan mempelajari
materi larutan elektrolit dan
nonelektrolit.
2. Guru bertanya apakah ada
yang tahu tentang larutan
elektrolit dan nonelektrolit

3. Guru menyuruh beberapa


siswa untuk menyebutkan
contoh larutan elektrolit dan
nonelektrolit yang ada dalam
kehidupan sehari-hari
1. Guru menjelaskan tentang
larutan elektrolit dan

Hal -hal yang murid lakukan


1. Siswa mendengarkan dan
bersiap-siap untuk belajar
dengan menyiapkan buku tulis
dan buku cetak.
2. Siswa menjawab ada buk,
yang saya tahu larutan
elektrolit adalah larutan yang
dapat menghantarkan listrik,
sedangkan larutan nonelektrolit
adalah larutan yang tidak dapat
menghantarkan listrik.
3. Siswa menyebutkan contoh
larutan elektrolit (larutan
garam dan air baterai
mobil/aki) dan nonelektrolit
(larutan gula).
1. Salah satu siswa bertanya,
buk saya pernah memasukkan

nonelektolit.

2. Guru memberikan pujian


terhadap pertanyaan siswa
tersebut dan bertanya kepada
siswa lain apakah ada yang
tahu jawabannya ?
3. Guru menjelaskan tentang
hantaran listrik melalui
larutan.

C. Tahap Konseptualisasi

4. Guru menjelaskan
perbedaan larutan elktrolit
yang mengandung ion-ion
yang dapat bergerak bebas,
ion-ion itulah yang
menghantar arus listrik di
dalam air, sedangkan zat
nonelektrolit di dalam larutan
tidak terurai menjadi ion-ion,
tetapi tetap berupa molekul.
5. Guru menjelaskan
penyebab padatan NaCl
(senyawa ion) tidak dapat
mengahantarkan listrik
1. Guru menjelaskan konsepkonsep khusus tentang larutan
elektrolit dan nonelektrolit
dan menyuruh beberapa
orang siswa untuk
menyimpulkannya.

paku ke dalam stok kontak, dan


menyebabkan saya kontak.
Paku merupakan logam yang
dapat menghantarkan listrik.
Namun, di dalam aki kan
berupa cairan, mengapa suatu
cairan dapat menghantarkan
listrik?
2. Siswa mulai mencari
jawaban, dan ada yang
menjawab belum tahu.

3. Siswa mendengar dan


bertanya mengapa larutan
elektrolit dapat menghantarkan
listrik sedangkan larutan
nonelektrolit tidak.
4. Siswa mendengar dan
bertanya apakah NaCl
berbentuk padat dapat
menghantarkan listrik ?

5. Siswa mendengar dan


mencatat hal-hal penting yang
disampaikan gurunya.
1. Salah satu siswa
menjelaskan bahwa di dalam
larutan elektrolit terdapat ionion yang bergerak bebas
sehingga dapat menghantar kan
arus listrik, sedangkan pada zat
elektrolit dalam larutan tidak
terurai menjadi ion-ion, tetap
berupa molekul sehingga tidak

D. Tahap Eksperimentasi
Aktif

1. Guru memberikan tugas


siswa
untuk
merancang
percobaan mengenai larutan
elektrolit
dan
larutan
nonelektrolit
2. Guru memberi tugas siswa
untuk melakukan percobaan
3. Guru memberi tugas siswa
untuk
menyajikan
hasil
percobaan larutan elektrolit
dan nonelektrolit.

dapat menghantarkan arus


listrik.
Siswa lain juga menyimpulkan
tentang padatan senyawa ion
tidak dapat menghantar arus
listrik karena ion-ion tidak
bergerak bebas melainkan diam
pada tempatnya.
1.Siswa merancang percobaan
mengenai larutan elektrolit dan
larutan nonelektrolit dengan
memanfaatkan berbagai media
yang
mendukung
untuk
pencarian informasi
2. Siswa melakukan percobaan
3. Siswa menyajikan hasil
percobaan : Ada larutan yang
menyebabkan lampu menyala
dan
timbul
gelembung
gelembung, tidak menyala tapi
timbul gelembung serta tidak
menyala dan tidak ada
gelembung

Pembahasan langkah langkah untuk Mencapai Kompetensi Dasar 3.8 SMA kelas
berdasarkan Teori Belajar Humanistik pandangan Kolb adalah sebagai berikut.
A. Tahap pengalaman konkret
Pada tahapan ini guru menanyakan hal yang diketahui siswa tentang larutan elektrolit dan
nonelektrolit. Pada tahap ini, siswa sudah mengetahui pengertian larutan elktrolit dan
nonelektrolit berdasarkan yang dibaca di buku panduannya dan pengalaman siswa melihat
contoh-contoh larutan elektrolit dan nonelektrolit di kehidupan sehari-harinya. Namun, siswa
belum memahami mengapa seperti air aki, larutan garam, dapat menghantarkan listrik sedangkan
lrutan gula tidak. Kemampuan inilah yang terjadi dan dimiliki siswa pada tahap paling awal
dalam proses belajar.
B. Tahap Pengalaman Aktif dan Reflektif

Pada tahapan ini, setelah guru memberikan penjelasan tentang larutan elektroli dan
nonelektrolit, siswa makin lama makin mampu melakukan observasi secara aktif terhadap
pengalamannya. Siswa mulai mencari jawaban dan memikirkan kejadiannya. Siswa yang kontak
karena memasukkan paku ke stok kontak mengetahui karena paku bersifat konduktor, namun
mengapa air aki (larutan elektrolit) yang berupa cairan dapat menghantarkan listrik sehingga
menghidupkan mesin mobil. Siswa juga melakukan refleksi terhadap peristiwa yang di alaminya
dengan mengembangkan pertanyaan-pertanyaan mengapa larutan elektrolit dapat menghantarkan
listrik sedangkan nonelektrolit tidak dapat menghantarkan listrik, dan mengapa senyawa ion
dalam bentuk padatan tidak dapat mengahantarkan listrik.
C. Tahap Konseptualisasi
Setelah mendengar berbagai jawaban dan penjelasan dari guru atas pertanyaannya, siswa
mulai membuat abstraksi, mengembangkan suatu teori atau konsep tentang materi tersebut. Guru
dapat menunjuk seorang siswa uuntuk menyampaikan kesimpulan atas materi larutan elektrolit
dan nonelektrolit. Maka siswa akan bekerja berpikir untuk merumuskan sesuatu konsep yang
telah dipahaminya tentang materi tersebut.
D. Tahap Eksperimen Aktif
Karena sudah mampu merumuskan konsep-konsep, maka siswa juga mampu
mengaplikasikan konsep-konsep tersebut. Misalnya guru menyuruh siswa melakukan percobaan
tentang daya hantar listrik dalam berbagai larutan. Guru juga memberikan tugas kepada siswa
menyajikan hasil percobaan. Maka siswa akan merancang percobaan dan melakukan percobaan
serta menyajikan hasil percobaan yaitu ada larutan yang menyebabkan lampu menyala dan
timbul gelembung gelembung gas itu merupakan elektrolit kuat, ada larutan yang menyebabkan
lampu tidak menyala tetapi timbul gelembung gas itu larutan elektrolit lemah, serta larutan yang
menyebabkan lampu tidak menyala dan tidak ada gelembung gas yang merupakan larutan
nonelektrolit.