Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN PRAKTIKUM

PENGENDALIAN VEKTOR dan TIKUS-A


IDENTIFIKASI LALAT

Nama Kelompok

MUHAMAD WAHYU JULIANTO


NIKEN IKA CAHYATI
ONELIANA DYTA KASMARA
PUTRI WAHYU UTAMI
RATNA PUSPITA SARI

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK


INDONESIA
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA
2016
Hari/Tanggal

: Rabu, 16 November 2016

Materi Praktikum

: Pemeriksaan Identifikasi Lalat

Tujuan

:
1. Dapat mengidentifikasi spesies lalat yang penting dalam kesehatan
2. Dapat membedakan jenis kelamin masing-masing spesies lalat
3. Mengenali morfologi lalat pada tiap-tiap tahap perkembangannya

DASAR TEORI
Lalat merupakan salah satu insekta Ordo diptera yang merupakan anggota kelas
Hexapoda atau insekta mempunyai jumlah genus dan spesies yang terbesar yaitu mencakup 6070 % dari seluruh spesies Anthropoda. Lalat dapat mengganggu kenyamanan hidup manusia,
menyerang dan melukai hospesnya (manusia atau hewan) serta menularkan penyakit. Mulutnya
digunakan sebagai alat untuk menghisap atau menjilat. Lalat merupakan vektor mekanis dari
berbagai macam penyakit, terutama penyakit-penyakit pada saluran pencernaan makanan.
Penyakit yang ditularkan oleh lalat tergantung sepesiesnya. Lalat rumah (musca domestica) dapat
membawa telur ascaris, spora anthrax dan clostridium tetani. Lalat dewasa dapat membawa telur
cacing usus (Ascaris, cacing tambang, Trichuris trichiura, Oxyiuris vermicularis, taenia solium,
taenia saginata), Protozoa (Entamoeba histolytica), bakteri usus (Salmonella, Shigella dan
Escherichia coli), virus polio, Treponema pertenue (penyebab frambusia) dan Mycobacterium
tuberculosis. Lalat kecil (Fannia) dapat menularkan berbagai jenis Myasis (Gastric, Intestinal
dan Genitourinary). Lalat kandang (Stomoxys calcitrans) merupakan vektor penyakit anthrax,
tetanus, yellow fever dan traumatic myasis dan entric pseudomiasis (walaupun jarang). Lalat
hijau (Phaenicia) dapat menularkan Myasis mata, tulang dan organ melalui luka.Lalat daging
(Sarcophaga) dapat menularkan Myasis kulit, hidung, jaringan,vagina dan usus14.
Lalat juga merupakan species yang berperan dalam masalah kesehatan masyarakat, yaitu
sebagai vektor penularan penyakit saluran pencernaan seperti: kolera, typhus, disentri, dan lain
lain Pada saat ini dijumpai 60.000 100.000 spesies lalat, tetapi tidak semua species perlu
diawasi karena beberapa diantaranya tidak berbahaya terhadap kesehatan masyarakat. Penularan
penyakit dapat terjadi melalui semua bagian dari tubuh lalat seperti : bulu badan, bulu pada
anggota gerak, muntahan serta faecesnya. Dalam upaya pengendalian penyakit menular tidak
terlepas dari usaha peningkatan kesehatan lingkungan, salah satu kegiatannya adalah
pengendalian vektor penyakit.
Pengendalian vektor penyakit merupakan tindakan pengendalian untuk mengurangi atau
melenyapkan gangguan yang ditimbulkan oleh binatang pembawa penyakit, seperti lalat . Saat
ini banyak sekali metode pengendalian lalat yang telah dikenal dan dimanfaat kan oleh manusia.
Prinsip dari metode pengendalian lalat adalah pengendalianitu dapat mencegah perindukan lalat
yang dapat menyebabkan gangguan terhadap kesehatan manusia.

ALAT DAN BAHAN

ALAT
1. Lup
2. Gelas cup
3. Kapas
4. Pinset
5. Petridish
BAHAN
1. Beberapa ekor lalat
2. Clorofoam

PROSEDUR KERJA
1. Matikan lalat menggunakan kapas yang telah di beri clorofom yang di masukkan ke dalam
wadah / gelas cup yang berisi lalat
2. kemudian tutup dan tunggu beberapa menit
3. Setelah lalat mati pindahkan kedalam petridish kemudian amati menggunakan lup, gunakan
pinset untuk menjepit lalat saat mengamati
4. Pisahkan dan hitung jumlah lalat laki-laki dan perempuan
HASIL DAN PEMBAHASAN
Dari praktikum yang sudah kita lalukan Didapatkan jenis Lalat yaitu 2 Crysopmia dan 5 Musca
Domestica (4 hijau metalik dan 1 biru metalik)
N
o
1.
2.
3.
4.

Genus
Crysopmia betina
Crysopmia jantan
Musca domestica betina
Musca domestica jantan

Jumla
h
5
0
2
0

KESIMPULAN
Dari hasil praktikum diatas dapat disimpulkan bahwa perbedaan antara Crysopmia jantan
dan betina dapat dilihat dengan mengamati bentuk mata holoptik atau dikoptik.
Pada Crysopmia jantan mempunyai mata Holoptik yaitu jarak antara mata kanan dan kiri
berdekatan sehingga terlihat menyatu dan Crysopmia betina mempunyai mata dikoptik yaitu
jarak mata kanan dan kiri jauh.

Lalu pada jenis lalat Musca domestika bisa dilihat dari ukuran tubuh yang besar dan mempunyai
warna hijau metalik atau biru metalik, dengan membedakan jenis lalat jantan dan betina dengan
melihat jenis mata holoptik atau dikoptik.