Anda di halaman 1dari 29

PoA (Plan of Action) Program KIA-KB

POA (Plan of Action)


PROGRAM KIA-KB

UPTD PUSKESMAS NGADI


Jl. Raya Ngadi No.88 Mojo Kediri 64162 Telp.(0355)491001
Email : puskesmasngadi.uptd@gmail.com
KEDIRI
2017

UPTD PUSKESMAS NGADI

PoA (Plan of Action) Program KIA-KB

POA (Plan of Action)


PROGRAM KIA-KB

Disusun oleh
Koordinator KIA-KB

Dikoreksi oleh:
Manejemen Mutu

Disetujui oleh
Kepala
UPTD Puskesmas Ngadi

(NINIK S,Amd.Keb)

(DESTI DWI S,Amd.Keb)

(dr. YAYA MULYANA)

UPTD PUSKESMAS NGADI


Jl. Raya Ngadi No.88 Mojo Kediri 64162 Telp.(0355)491001
Email : puskesmasngadi.uptd@gmail.com
KEDIRI
2017

UPTD PUSKESMAS NGADI

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat
rahmat dan karunia-Nya, POA (Plan of Action) Program KIA (Kesehatan Ibu dan
Anak) KB (Keluarga Berencana) di UPTD Puskesmas Ngadi telah dapat
diselesaikan.
UPTD Puskesmas Ngadi Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri telah menyusun suatu
POA Program KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) KB (Keluarga Berencana) yang
diharapkan dapat menjadi acuan pelaksanaan kegiatan Program Gizi di tahun
berikutnya.
POA Program KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) KB (Keluarga Berencana) ini
memuat uraian tentang pencapaian kegiatan Program KIA (Kesehatan Ibu dan Anak)
- KB(Keluarga Berencana) tahun sebelumnya dan analisa permasalahannya serta
rencana tindak lanjut untuk pencapaian kegiatan Program KIA (Kesehatan Ibu dan
Anak) KB (Keluarga Berencana) tahun yang akan datang.
Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya
kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi dalam penyusunan POA
Program KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) - KB(Keluarga Berencana) ini. Saran serta
kritik membangun tentunya sangat kami harapkan untuk penyempurnaan dan
perbaikan di masa mendatang.
Akhir kata, semoga POA Program KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) KB
(Keluarga Berencana) ini dapat bermanfaat bagi Penanggungjawab Program dan
pelaksana di Puskesmas.
Penyusun

NINIK SUPRIJANI,Amd.Keb

UPTD PUSKESMAS NGADI

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
a. Latar belakang
b. Tujuan
c. Manfaat
BAB IIANALISA SITUASI
a. Identitas Puskesmas
b. Wilayah Kerja
1. Data Geografis
2. Data Demografis
BAB IIIISU STRATEGIS
a. Identifikasi Masalah
b. Penentuan Prioritas
BAB IV ANALISIS PENYEBAB DAN ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH
a. Analisis Penyebab Masalah
b. Penentuan Prioritas Penyebab Masalah
BAB V RENCANA KEGIATAN
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN
PENUTUP
LAMPIRAN

UPTD PUSKESMAS NGADI

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Indonesia sudah merdeka lebih dari 70 tahun, namun persoalan gizi
masih menghantui sebagian warganya. Bangsa Indonesia masih harus berjuang
memerangi beberapa penyakit dan masalah kurang gizi yang saling berinteraksi
satu sama lain. Masalah gizi buruk pada anak balita di Indonesia menjadi
prioritas utama pembangunan kesehatan dan gizi.
Timbulnya masalah gizi buruk disebabkan oleh banyak faktor, baik
secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung dipengaruhi oleh
penyakit infeksi dan tidak cukupnya asupan gizi secara kuantitas maupun
kualitas, sedangkan secara tidak langsung dipengaruhi oleh jangkauan dan
kualitas pelayanan kesehatan, pola asuh anak yang kurang memadai, kurang
baiknya kondisi sanitasi lingkungan serta rendahnya ketahanan pangan di tingkat
rumah tangga. Sebagai pokok masalah di masyarakat adalah rendahnya
pendidikan,

pengetahuan

dan

keterampilan

serta

tingkat

pendapatan

masyarakat.
Mengingat penyebabnya sangat kompleks, pengelolaan gizi buruk
memerlukan kerjasama yang komprehensif dari semua pihak.Bukan hanya dari
dokter maupun tenaga medis, namun juga pihak orang tua, keluarga, pemuka
masyarakat maupun agama dan pemerintah.
Dari kegiatan Pengambilan Data Dasar (PDD) yang telah dilakukan
beberapa waktu yang lalu, didapatkan beberapa masalah yang harus
diselesaikan

diantaranya

masih

terdapatnya

kasus

gizi

buruk,

tingkat

pengetahuan tentang gizi yang kurang, pengeluaran pangan yang tergolong


rendah serta masih banyaknya tingkat konsumsi energi dan protein yang masih
kurang. Sehingga pada semester ini, mahasiswa diwajibkan untuk melaksanakan
kegiatan Implementasi Program Gizi (IPG) yang bertujuan untuk menyelesaikan
berbagai masalah yang sedang dihadapi. Sehingga dengan diadakannya
kegiatan ini, mahasiswa dapat serta merta mengetahui cara menyelesaikan
masalah yang terjadi pada masyarakat
B. Tujuan
1. Tujuan Umum :
Memiliki rencana program KIB-Kespro yang baik, terpadu dan terarah
sebagai dasar untuk melaksanakan kegiatan dalam pengelolaan puskesmas.
2. Tujuan Khusus :
UPTD PUSKESMAS NGADI

a. Meningkatkan mutu pelayanan KIB-Kespro di Wilayah Kerja Puskesmas


Ngadi.
b. Meningkatkan pencapaian indikator SPM bidang KIB-Kespro.
c. Meningkatkan derajatkesehatan masyarakat terutama kesehatan ibu, bayi
dan balita di wilayah kerja Puskesmas Ngadi.
C. Manfaat
1. Bagi Program :
a. Sebagai acuan program dalam melaksanakan kegiatan di tahun 2017
b.

Sebagai acuan puskesmas untuk melakukan monitoring dan evaluasi


kegiatan di tahun 2017.
2. Bagi Puskesmas :
a. Sebagai bahan evaluasi hasil pencapaian kegiatan program.
b. Sebagai masukan bagi perencanaan tingkat Puskesmas.

BAB II
ANALISIS SITUASI
UPTD PUSKESMAS NGADI

A. Identitas Puskesmas
1.

Nama Puskesmas

: Puskesmas Ngadi

2.

No. Kode Puskesmas

: P3506020102

3.

Alamat

: Jl. Raya Ngadi No.88 Ngadi Kec.Mojo Kab.Kediri

4.

No. Telp/fax

: 0355 491001

5.

Pimpinan

: dr. Yaya Mulyana

Tahun berdiri

: 1975 dan beroperasi tahun 1975

6.

Jenis Puskesmas

: Puskesmas(Non Perawatan)

7.

Visi

Terwujudnya Wilayah Kerja Ngadi Sehat

8.

Misi

1. Menggerakkan

Pembangunan

Berwawasan

Kesehatan di wilayah kerja UPTD Puskesmas


Ngadi;
2. Mendorong kemandirian hidup sehat bagi
keluarga dan masyarakat di wilayah kerja
UPTD Puskesmas Ngadi;
3. Memelihara

dan

meningkatkan

mutu

pelayanan kesehatan secara merata;


4. Memelihara dan meningkatkan kesehatan
perorangan , keluarga dan masyarakat serta
9.

lingkungannya.
: Kesehatan Anda Prioritas Kami

Motto

B. Wilayah Kerja Puskesmas Ngadi


1.Data Geografis
a. Batas Wilayah Kerja Puskesmas Ngadi
Wilayah kerja Puskesmas Ngadi berbatasan dengan :
-

Sebelah Utara

: Desa Ploso Kecamatan Mojo

Sebelah Timur

: Desa Kras Kecamatan Kras,Kab. Tulungagung

Sebelah Selatan

: Kabupaten Tulungagung

Sebelah Barat

: Pegunungan Wilis

b. Posisi Geografis Wilayah Kerja Puskesmas Ngadi.


Lokasi Puskesmas Ngadi tepatnya berada pada wilayah Kabupaten
Kediri bagian Selatan.
c. Luas Wilayah Kerja Puskesmas Ngadi.
Jumlah total wilayah kerja Puskesmas Ngadi adalah 4977 km2 yang
terbagi atas 8 wilayah Desa yaitu Desa Ngadi , Desa Ngetrep , Desa
UPTD PUSKESMAS NGADI

Kranding , Desa Ponggok , Desa Petungroto , Desa Maesan , Desa


Kedawung dan Desa Pamongan.
d. Kondisi Wilayah Kerja
Secara umum kondisi wilayah kerja Puskesmas Ngadi adadua dataran
yaitu dataran tinggi 70 % dan dataran rendah 30 %.
2. Data Demografis
a. Data Penduduk
Tabel 2.1. Jumlah Pendudukberdasarkan umur di Wilayah Kerja
Puskesmas Ngadi, Tahun 2016
NO.

DESA

Jumlah Jiwa menurut Kelompok Umur


TOTAL

1.
2.
3.
4.
5.

Ngetrep
Ngadi
Kranding
Ponggok
Petungrot

0-1
113
155
111
62
100

2-4
283
388
278
154
254

5-6
113
155
111
62
101

7-14
329
448
322
178
294

15-64
2377
3253
2337
1293
2127

> 65
291
399
286
158
261

3506
4798
3445
1907
3137

6.
7.
8.

o
Maesan
Kedawung
Pamongan
JUMLAH

151
173
121
986

378
432
303
247

150
173
121
986

438
501
352
2862

3170
3629
2544
20730

388
444
312
253

4675
5352
3753
3057

0
Sumber : BPS Pusat, Kemenkes RI & LB3 KIA 2016

Grafik 2.1. Grafik Jumlah Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur,


Tahun 2016
4000
3500
3000
2500
2000
1500
0-1
tahun
1000
500
0

2-4 tahun

5-6 tahun

7-14 tahun

15-64 tahun

> 65 tahun

Sumber : BPS Pusat, Kemenkes RI& LB3 KIA 2016


b. Data Sarana Pendidikan
Tabel 2.2. Jumlah Sarana Pendidikan di Wilayah Kerja Puskesmas
Ngadi, Tahun 2016
UPTD PUSKESMAS NGADI

NO.

TINGKATPENDIDIKAN

JUMLAH

1
2
3
4
5

TK
SD / MI
SLTP/MTS
SLTA/MAN
Akademi/Perguruan Tinggi

24
20
4
1
0

JUMLAH

49

Sumber: Laporan Puskesmas Ngadi Tahun 2016


Untuk memperjelas tabel di atas dapat dilihat pada grafik jumlah
sarana pendidikan di wilayah kerja Puskesmas Ngadi di bawah ini.
Grafik 2.2. Grafik Jumlah Sarana Pendidikan di

Wilayah Kerja

Puskesmas Ngadi, Tahun 2016


25
20
15
SEKOLAH

10
5
0
TK

SD / MIS MP / MT
AKADEMI
SMU
s
/ MA/ Perguruan Tinggi

Sumber : Laporan Puskesmas Ngadi Tahun 2016


Dari Tabel 2.2. dan Grafik 2.2. di atas dapat diketahui bahwa di
wilayah kerja Puskesmas Ngadi yang banyak sarana pendidikan
adalah TK.
c. DataSaranaKesehatan
Tabel 2.3. Jumlah Sarana Pelayanan Kesehatan di Wilayah Kerja
Puskesmas Ngadi, Tahun 2016
JENIS PELAYANAN
Puskesmas Induk

PEMERINTAH
1

SWASTA
-

Puskesmas Pembantu
1
BKIA
1
Dokter Umum
2
Bidan Praktek
9
Sumber : Laporan Puskesmas Ngadi Tahun 2016

TOTAL
1
1
1
1
9

Untuk memperjelas tabel di atas dapat dilihat pada grafik sarana


kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Ngadi di bawah ini.
Grafik 2.3. Grafik Jumlah Sarana Pelayanan Kesehatan di Wilayah
Kerja Puskesmas Ngadi
UPTD PUSKESMAS NGADI

Puskesmas Induk
Puskesmas
Pembantu
BKIA
Dokter Umum
Bidan Praktek

Sumber : Laporan Puskesmas Ngadi Tahun 2016


Dari Tabel 2.3. dan Grafik 2.3. di atas dapat diketahui bahwa di
wilayah kerja Puskesmas Ngadi sarana pelayanan kesehatan yang
paling banyak adalah bidan praktek.
d.

Kondisi InternalPuskesmas
1. KondisiSumber Daya Manusia
Tabel 2.4. SDM di Puskesmas Ngadi, Tahun 2016
NO. JENIS TENAGA
PKM INDUK
PUSTU
1
Dokter
1
2
Dokter gigi
1
3
Bidan
9
1
4
Perawat
2
5
Perawat Gigi
1
6
Petugas Gizi
1
7
Petugas Sanitasi
1
8
Analis Kesehatan
1
9
Asisten Apoteker
1
10 Tata Usaha
5
TOTAL
20
1
Sumber : Laporan Puskesmas Ngadi Tahun 2016

JUMLAH
1
1
10
2
1
1
1
1
1
5
21

Dari tabel 2.4. di atas maka di Puskesmas Ngadi mengalami


kurangan terutama pada tenaga pelayanan di antaranya adalah
dokter, dokter gigi , perawat , perawat gigi , bidan dan tenaga
administrasi.
2.SARANA dan PRASARANA PUSKESMAS
Puskesmas mempunyai sarana dan prasarana sebagai berikut :
Ambulance

: 1 Unit

Sepeda Motor

: 3 Unit

Fasilitas PAM / Sumur

: ada

Fasilitas PLN

: ada

Fasilitas Telepon dan internet

: ada

UPTD PUSKESMAS NGADI

Sistem Informasi Puskesmas (Simpus)


3.

: tidak ada

PERAN SERTA MASYARAKAT


Jumlah Posyandu Balita

: 38 kelompok

Jumlah Kader Posyandu Balita

: 190 orang

Jumlah Posyandu Lansia

: 8 Kelompok

Jumlah Kader Posyandu Lansia

: 24 orang

Jumlah Posbindu

: 1 kelompok

Jumlah Taman Posyandu

: 8 kelompok

4. HASIL KEGIATAN
Data Pencapaian Program
Tabel 2.5. Pencapaian PWS KIA ( Indikator Kesehatan Ibu )

K1

575

2
3

K4
DRT bumil
oleh
masyarakat
Bumil RT
ditangani
Komplikasi
Kebidanan
ditangani
Persalinan
Nakes/Faske
s
Kunjungan
Nifas

575
575

Targe
t
dalam
1
tahun
100
%
95 %
10 %

575

N
o

4
5

Indikator

Sasara
n

Pencapaian s/d
Desember 2016
Prosentas
Jumla
e
h
%
587
102,09

+ 2,09

546
134

100
23,3

+5
+3,3

20 %

150

26,08

+ 6,08

115

80 %

115

80

549

95 %

536

93,22

-1.78

549

95 %

534

92,87

-2,13

Tabel 2.6. Pencapaian PWS KIA ( Indikator Kesehatan Anak )


Target
Pencapaian s/d
N
Sasara dalam
Desember 2015
Indikator
Prosentase
o
n
1
Jumlah
%
tahun
1 KN Murni
522
97%
529
101,34
2 KN Lengkap
522
95%
496
95,02
3 Neo
78
80 %
78
100
Komplikasi
ditangani
4 Kunjungan
521
95%
514
98.66
Bayi
UPTD PUSKESMAS NGADI

Kesenjanga
n
%

10

Kesenjanga
n
%
+4.34
+0.02
+20

+3.66

Paripurna
Kunjungan
Balita
Paripurna
Kunjungan
Apras
Paripurna

2089

88 %

1710

91,43

+3.43

523

87 %

546

104.4

+17.4

Tabel 2.7. Pencapaian PWS KB( IndikatorKeluarga Berencana )


Kegiatan

Kb baru
Pst aktif
Pst aktif di bina
Efek samping
Kegagalan
Komplikasi
Droup out
Pst pasca salin
Cakupan IVA
Unmetneed

Jumlah

Jumlah

Sasaran

PUS

KB aktif

Bulin

5586
5586
3940
3940
3940
3940
3940
549

Target

Pencapaian
prosenta
absolut
se

10%
70%
70%
12,5%
0,2%
3.5%
10%
60%
480
342

582
3940
2861
417
1
0
620
233
231
47

10,42%
70,53%
72,61%
10,58%
0,03
0
15,74%
42,44%
47,12%
13,74%

Kesenjang
an
+0,42%
+0,53
+2,61%
+1,92%
-0,17
+5,74%
-17,56%

BAB III
ISU STRATEGIS
A. Identifikasi Masalah
Masalah yang dihadapi di program KIA dalam meningkatkan mutu
pelayanan adalah sebagai berikut :
1. Cakupan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan di fasilitas kesehatan yang
ditangani dari target 95% tercapai 93,22%.
2. Cakupan Nifas yang kurang dari target 95 % dari seluruh ibu nifas di
dapatkan 92,87%.
3. Cakupan lain-lainnya sudah memenuhi target bahkan cenderung melebihi
target namun demikian patut juga dijadikan masalah karena terkadang
petugas kesehatan lalai untuk mempertahankan capaian tersebut.
4. Cakupan pencapaian peserta KB pasca salin 233 orang (42,44%) di banding
target 60 % dari total ibu bersalin
5. Cakupan IVA 231 orang (47,12%) di banding target 480 orang
6. Cakupan unmetneed berKB masih rendah :47 orang (13,74 %) disbanding
target.
B. Penentuan Prioritas Masalah
UPTD PUSKESMAS NGADI

11

Penentuan prioritas masalah menggunakan metode scoring dengan


kriteria USG (Urgent, Seriousness, Growth)
Definisi USG :
1.

Urgent adalah tingkat kegawatan masalah, artinya apabila masalah tidak


segera ditanggulangi akan semakin gawat :
Dengan bobot skor :
a. 5 = sangat gawat
b. 4 = gawat
c. 3 = cukup gawat
d. 2 = kurang gawat
e. 1 = tidak gawat
2. Seriousness adalah tingkat keseriusan sebuah masalah, apabila masalah
tidak diselesaikan akan berakibat serius pada masalah lain.
Dengan bobot skor :

a.

5 = sangat serius

b.

4 = serius

c.

3 = cukup serius

d.

2 = kurang serius

e.

1 = tidak serius
3. Growth adalah besar atau luasnya masalah berdasarkan pertumbuhan atau
perkembangan, artinya apabila masalah tersebut bila tidak segera ditangani
pertumbuhannya akan berjalan terus.
Dengan bobot skor :
a.

5 = sangat besar

b.

4 = besar

c.

3 = cukup besar

d.

2 = kurang besar

e.

1 = tidak besar
Berikut adalah matriks penentuan prioritas masalah yang akan diselesaikan
Tabel 3.1.Matriks Penentuan Prioritas Masalah
Masalah
Cakupan Persalinan
oleh Tenaga Kesehatan di fasilitas
kesehatan yang ditangani dari
target 95% tercapai 93,22%
2.
Cakupan Nifas yang
kurang dari target 95 % dari
seluruh ibu nifas di dapatkan
92,87%
3.
Cakupan lain-lainnya
sudah memenuhi target bahkan
cenderung melebihi target namun
demikian patut juga dijadikan

Total

Prioritas

14

11

II

1.

UPTD PUSKESMAS NGADI

12

masalah karena terkadang


petugas kesehatan lalai untuk
mempertahankan capaian
tersebut.
4.
Cakupan unmetneed
47 (13,74 %)

10

III

5.

Cakupan peserta KB
pasca salin 285 (47,6)

IV

6.

Cakupan IVA
230(47,9%)

vi

Hasil urutan prioritas masalah yang akan diselesaikan berdasarkan matriks di atas,
adalah sebagai berikut :
1. Kurangnya Cakupan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan di fasilitas
kesehatan
2. Kurangnya Cakupan Nifas
3. Kurangnya Cakupan peserta KB pasca salin
4. Kurangnya Kewaspadaan terhadap target lain-lainnya sudah memenuhi
target bahkan cenderung melebihi target namun demikian patut juga
dijadikan masalah karena terkadang petugas kesehatan lalai untuk
mempertahankan capaian tersebut.
5. Kurangnya cakupan IVA
BAB IV
ANALISIS PENYEBAB DAN
ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH
A. Analisis Penyebab Masalah
Karena keterbatasan SDM dan anggaran yang ada di puskesmas maka
prioritas masalah yang diutamakan adalah 4 teratas. Identifikasi penyebab
masalah dilakukan dengan menggunakan Metode Fish Bone (tulang ikan)
Manusia

Metode
Masalah

Lingkungan

Keuangan

Material

1. Kurangnya Cakupan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan di Fasilitas Kesehatan


a. Manusia (SDM)
Banyak masyarakat yang pulang kekampungnya untuk melahirkan.
Banyak ibu hamil yang tafsiran persalinannya memasuki tahun
berikutnya.
UPTD PUSKESMAS NGADI

13

b.Metode
Sosialisasi dan penyuluhan kepada ibu hamil masih kurang.
Kunjungan rumah ibu hamil K4 masih kurang
c. Material
Ambulan untuk mengantar pasien kadang tidak siap 24 jam baik
puskesmas maupun desa.
Pengadaan leaflet untuk ibu hamil yang masih kurang menyebar
secara merata.
d.Keuangan
e. Lingkungan
Kurang dukungan

keluarga dan masyarakat akan kesehatan ibu

sehingga banyak ibu hamil yang pulang ke kampung asalnya.


2. Kurangnya Cakupan Ibu Nifas
a. Manusia (SDM)
Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya perawatan
masa nifas
Kurangnya tenaga penyuluh kesehatan di masyarakat
Kurangnya peran serta masyarakat dalam kegiatan penurunan
AKI/AKB
b. Metode
Sosialisasi dan penyuluhan terhadap ibu nifas yang masih kurang.
c. Material
Kurangnya lefleat dan poster tentang perawatan masa nifas serta
pentingnya kunjungan mas nifas
d. Keuangan
e. Lingkungan
-

Kurang dukungan kader, keluarga dan masyarakat akan kesehatan


ibu dan bayi.

3. Kurangnya Kewaspadaan terhadap target lain-lainnya sudah memenuhi target


bahkan cenderung melebihi target namun demikian patut juga dijadikan
masalah karena terkadang petugas kesehatan lalai untuk mempertahankan
capaian tersebut.
a.

Manusia (SDM)
Kurangnya pemantauan wilayah setempat oleh bidan desa.
b. Metode
Kunjungan rumah yang efektif

UPTD PUSKESMAS NGADI

14

Melibatkan kader untuk ikut serta memantau kondisi di sekitar tempat


tinggal kader
c. Material
d. Keuangan
e. Lingkungan
-

Beberapa wilayah jauh dari fasilitas kesehatan baik polindes / bidan


praktek maupun puskesmas.

4. Rendahnya cakupan unmetneed ber KB


a. Manusia (SDM)
-

Adanya anggapan dari masyarakat kalau usia di atas 40 tahun sudah


tidak bisa hamil lagi

Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya ber kb , terutama


yang termasuk pada kelompok 4 T.

b. Metode
c. Maerial
-

Terbatasnya persediaan leaflet dan poster tentang KB

d. Keuangan
e. Lingkungan
-

Kurangnya dukungan dari suami

Kebiasaan masyarakat kalau usia sudah di atas 40 tahun ,tidak mau ber
KB

5. Rendahnya cakupan peserta KB pasca salin


a. Manusia (SDM)
Pengetahuan masyarakat yang kurang mengenai KB pasca salin
Kurang nya kesetaraan gender ,dalam arti keputusan ber KB masih
tergantung kepada suami.
Belum semua bidan di latih pemasangan IUD pasca placenta
b. Metode
c. Material
-

Terbatasnya persediaan leaflet dan poster tentang KB pasca salin

d. Keuangan
e. Lingkungan
- Kurang dukungan keluarga dan masyarakat akan KB pasca salin karena
aturan budaya / kebiasaan
6. Kurangnya cakupan IVA
a. Manusia (SDM)
-

Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan


IVA

b. Metode
UPTD PUSKESMAS NGADI

15

Pelayanan IVA belum di lakukan di polindes

c. Material
-

Terbatasnya persediaan leaflet


d. Keuangan
e. Lingkungan
-

Wilayah kerja Puskesmas Ngadi sebagian besar dataran tinggi dan


jauh dari tempat pelayanan

II.2.

Penentuan Prioritas Penyebab Masalah

Penentuan prioritas penyebab masalah menggunakan metode scoring dengan


kriteria :
1. Besarnya masalah (BM)
Besar masalah dikaitkan dengan tingkat status kesehatan masyarakat,
contohnya besarnya angka kesakitan (mordibitas) pada suatu waktu
tertentu.
Dengan bobot skor :
a. 5 = sangat besar
b. 4 = besar
c. 3 = cukup besar
d. 2 = kurang besar
e. 1 = tidak besar
2. Kegawatan masalah (KM)
Kegawatan masalah diukur

atas pengaruhnya terhadap individu dan

lingkungan yang umumnya dikaitkan dengan mati hidupnya seseorang.


Dengan bobot skor :
a. 5 = sangat gawat
b. 4 = gawat
c. 3 = cukup gawat
d. 2 = kurang gawat
e. 1 = tidak gawat
3. Perhatian Masyarakat (PM)
Perhatian masyarakat ditujukan pada pengetahuan, sikap dan keterlibatan
emosi masyarakat terhadap masalah dan urgensinya menurut mereka untuk
segera dipecahkan.
Dengan bobot skor :
a. 5 = sangat besar perhatian dari masyarakat
b. 4 = besar perhatian dari masyarakat
c. 3 = cukup besar perhatian dari masyarakat
d. 2 = kurang besar perhatian dari masyarakat
e. 1 = tidak ada perhatian dari masyarakat
UPTD PUSKESMAS NGADI

16

Berikut ini adalah matriks prioritas penyebab masalah yang akan diselesaikan
dari masing-masing masalah yang ada :
1.

Kurangnya Cakupan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan di


Fasilitas Kesehatan
Tabel 4.1. Kurangnya Cakupan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan di
Fasilitas Kesehatan
NO.
1.

PENYEBAB MASALAH
Banyak masyarakat yang
pulang

2.

3.

4.
5

BM
4

KM
3

PM
3

TOTAL
10

PRIORITAS
V

10

IV

13

VII

11

III

12

II

VI

kekampungnya

untuk melahirkan
Banyak ibu hamil yang
tafsiran
persalinannya
memasuki
tahun
berikutnya.
Sosialisasi
dan
penyuluhan kepada ibu
hamil masih kurang.
Kunjungan rumah ibu
hamil K4 masih kurang
Ambulan
untuk
mengantar
pasien
kadang tidak siap 24 jam
baik puskesmas maupun
desa.
Pengadaan leaflet untuk
ibu hamil yang masih
kurang menyebar secara
merata.
Kurang
dukungan
keluarga dan masyarakat
akan
kesehatan
ibu
sehingga banyak ibu
hamil yang pulang ke
kampung asalnya.

Dari tabel yang ada maka penyebab yang paling berperan dalam
kurangnya cakupan komplikasi yang ditangani adalah Kurangnya tenaga
yang kompeten dalam penanganan masalah komplikasi kebidanan.
2.

Kurangnya Cakupan Nifas


Tabel 4.2. Kurangnya Cakupan Nifas
NO.
1.

PENYEBAB MASALAH
Kurangnya pengetahuan
masyarakat

tentang

pentingnya

perawatan

BM
5

masa nifas
UPTD PUSKESMAS NGADI

17

KM
5

PM
3

TOTAL
13

PRIORITAS
I

2.

3.

4.

6.

7.

Kurangnya
tenaga
penyuluh kesehatan di
masyarakat
Kurangnya peran serta
masyarakat
dalam
kegiatan
penurunan
AKI/AKB
Kurangnya peran serta
masyarakat
dalam
kegiatan
penurunan
AKI/AKB
Sosialisasi
dan
penyuluhan terhadap ibu
nifas yang masih kurang.
mendeteksi resiko tinggi
ibu hamil di masyarakat.
Kurangnya lefleat dan
poster tentang perawatan
masa
nifas
serta
pentingnya
kunjungan
mas nifas
Kurang dukungan kader,
keluarga dan masyarakat
akan kesehatan ibu dan
bayi.

10

III

IV

VII

12

II

VI

Dari tabel yang ada maka penyebab masih rendahnya cakupan deteksi
resiko tinggi oleh masyarakat adalah kurangnya pengetahuan masyarakat
tentang pentingnya deteksi resiko tinggi ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas dan
bayi
3.

Kurangnya Kewaspadaan terhadap target lain-lainnya sudah


memenuhi target bahkan cenderung melebihi target namun demikian patut
juga dijadikan masalah karena terkadang petugas kesehatan lalai untuk
mempertahankan capaian tersebut.
Tabel 4.3. Kurangnya Kewaspadaan terhadap target lain-lainnya
NO. PENYEBAB MASALAH
BM KM PM
TOTAL
1. Kurangnya pemantauan
4
3
4
11
wilayah setempat oleh
bidan desa.
2.

Kunjungan
efektif

yang

10

II

3.

Melibatkan kader untuk


ikut
serta
memantau
kondisi di sekitar tempat
tinggal kader

III

UPTD PUSKESMAS NGADI

rumah

PRIORITAS
I

18

Dari tabel yang ada maka penyebab yang paling berperan pada kurangnya
kewapadaan terhadap target lainnya adalah urangnya pemantauan wilayah
setempat oleh bidan desa.
4. Kurangnya cakupan peserta KB pasca salin
Tabel 4.4. Kurangnya Cakupan peserta KB pasca salin
NO. PENYEBAB MASALAH
1. Pengetahuan pasien dan
masyarakat yang kurang
mengenai KB pasca salin
2. Kurang kesetaraan
gender dalam hal KB
3. Sebagian besar bidan
belum mengikuti pelatihan
pemasangan IUD pasca
placenta
4. Kurang dukungan
keluarga dan masyarakat
karena aturan budaya
/kebiasaan

BM
4

KM
3

PM
2

TOTAL
9

PRIORITAS
I

IV

III

II

Dari tabel yang ada maka penyebab yang paling berperan dalam
kurangnya cakupan peserta KB pasca salin adalah kurangnya pengetahuan
pasien dan masyarakat yang kurang mengenai KB pasca salin.
5. Kurangnya cakupan peserta IVA
Tabel 4.5 Kurangnya Cakupan peserta IVA
NO. PENYEBAB MASALAH
1. Kuarngnya pengetahuan
masyarakat tentang
pentingnya pemeriksaan
IVA
2. Tempat pelayanan yang
jauh .
3. Sebagian besar bidan
belum di latih
pemeriksaan IVA

BM
4

KM
3

PM
1

TOTAL
8

PRIORITAS
I

I1

III

Dari tabel yang ada maka penyebab yang paling berperan dalam
kurangnya

cakupan

peserta

IVA.adalah

kurangnya

pengetahuan

masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan IVA.


II.3.

Alternatif Pemecahan Masalah

Untuk menentukan prioritas alternatif pemecahan masalah yang ada,


digunakan metode MEER (Metodologi, Efektivitas, Efesiensi, Relevansi). Bobot
skor tiap kriteria MEER adalah sebagai berikut:
UPTD PUSKESMAS NGADI

19

1. Metodologi (M)
a. 5 = sangat bagus
b. 4 = bagus
c. 3 = cukup bagus
d. 2 = kurang bagus
e. 1 = tidak bagus
2. Efektivitas (Et)
a.

5 = sangat efektif

b.

4 = efektif

c.

3 = cukup efektif

d.

2 = kurang efektif

e.

1 = tidak efektif
3. Efesiensi (Es)
a. 5 = sangat efesiensi
b. 4 = efesiensi
c. 3 = cukup efesiensi
d. 2 = kurang efesiensi
e. 1 = tidak efesiensi

4.

Relevensi (R)
a. 5 = sangat relevan
b. 4 = relevan
c. 3 = cukup relevan
d. 2 = kurang relevan
e. 1 = tidak relevan
Berikut adalah matriks alternatif pemecahan masalah :
1. Alternatif Pemecahan Masalah Kurangnya Cakupan Persalinan oleh
Tenaga Kesehatan di Fasilitas Kesehatan.
NO.
1.

2.

ALTERNATIF
PEMECAHAN
Penyuluhan
kepada
masyarakat
tentang pentingnya
kesehatan ibu
hamil, ibu bersalin,
ibu nifas dan bayi.
Kunjungan rumah
atau dengan ANC

UPTD PUSKESMAS NGADI

Et

Es

TOTAL

PRIORITAS

15

II

16

20

3.

4.

mobile.
Menyiapakan
Ambulan untuk
mengantar pasien
kadang tidak siap
24 jam baik
puskesmas
maupun desa.
Minilokakarya
tingkat Puskesmas

12

III

10

IV

Dari tabel di atas diketahui bahwa alternatif pemecahan masalah urutan


yang pertama adalah Ikut pelatihan tentang penanganan masalah
komplikasi kebidanan.
2. Alternatif Pemecahan Masalah Kurangnya Cakupan Masa Nifas
NO.

ALTERNATIF
M
Et
Es
R
TOTAL PRIORITAS
PEMECAHAN
1. Penyuluhan
5
4
2
5
16
III
kepada
masyarakat
tentang pentingnya
perawatan masa
nifas.
2. Mengadakan
5
4
4
5
18
I
pelatihan tenaga
penyuluh
kesehatan
di
masyarakat/ kader
3. Meningkatkan
5
4
3
5
17
II
peran serta
masyarakat dalam
kegiatan
penurunan
AKI/AKB
4. Pemberian
5
4
3
2
15
IV
informasi melalui
pertemuan Kader
Posyandu
5. Minilokakarya
5
3
2
3
13
V
tingkat Puskesmas
Dari tabel di atas diketahui bahwa alternatif pemecahan masalah urutan
yang pertama adalah Mengadakan pelatihan tenaga penyuluh kesehatan
di masyarakat/ kader.

3. Kewaspadaan terhadap target lain-lainnya.


NO.

ALTERNATIF

UPTD PUSKESMAS NGADI

Et
21

Es

TOTAL

PRIORITAS

PEMECAHAN
Kelas Ibu hamil
5
5
4
5
19
I
Deteksi Dini
5
5
3
5
18
II
Resiko Tinggi Ibu
Hamil/bersalin/nifa
s/neonatus
3. Supervisi
5
5
3
2
15
V
Posyandu / Pustu /
Polindes
4. Pendataan
5
3
2
3
13
VII
sasaran KIA dan
KB di wilayah
Puskesmas
5. Kunjungan Rumah
5
3
4
5
17
III
6. Penyuluhan
5
4
3
2
14
VI
Kesehatan
Reproduksi
7. Pemberian
4
4
4
4
16
IV
informasi melalui
pertemuan Kader
Posyandu
8. Minilokakarya
4
2
3
3
12
VIII
tingkat Puskesmas
Dari tabel di atas diketahui bahwa alternatif pemecahan masalah urutan
1.
2.

yang pertama adalah kegiatan Kelas Ibu Hamil.


4. Alternatif Pemecahan Masalah Kurangnya Cakupan Peserta KB Pasca
Salin
NO.
1.

2.

3.

4.

ALTERNATIF
PEMECAHAN
Penyuluhan
kepada
masyarakat
tentang KB Pasca
Salin
Melakukan
konseling kepada
ibu hamil dan
suami tentang KB
pasca salin mulai
dalam kehamilan
Pemberian
informasi melalui
pertemuan Kader
Posyandu
Minilokakarya
tingkat Puskesmas

UPTD PUSKESMAS NGADI

Et

Es

TOTAL

PRIORITAS

15

III

17

16

II

14

IV

22

Dari tabel di atas diketahui bahwa alternatif pemecahan masalah urutan


yang pertama adalah kegiatan penyuluhan kepada ibu hamil dan suami
tentang KB pasca salin mulai dalam kehamilan.

5. Alternatif Pemecahan Masalah Kurangnya Cakupan Peserta IVA


NO.
1.

2.

3.

4.

ALTERNATIF
PEMECAHAN
Sosialisasi kepada
masyarakat
tentang
pemeriksaan IVA
Membuka
pelayanan
pemeriksaan di
Polindes atau BPM
bagi bidan yang
sudah di latih
Menginformasikan
kepada kader
kesehatan tentang
pemeriksaan IVA
untuk di teruskan
kepada
masyarakat
Minilokakarya
tingkat Puskesmas

Et

Es

TOTAL

PRIORITAS

16

15

I1

13

II1

11

IV

Dari tabel di atas diketahui bahwa alternatif pemecahan masalah urutan


yang pertama mengadakan sosialisasi kepada msyarakat tentang
pentingnya pemeriksaan IVA.
BAB V
RENCANA KEGIATAN
Rencana usulan kegiatan untuk meningkatkan hasil capaian program KIA-KB adalah
sebagai berikut :

No
1

Kegiatan

Pendataan
sasaran KIA
dan KB

Tujuan Pemecahan

Sasaran

a. Bayi,
Balita, ibu
a. Meningkatkan
hamil, ibu
jangkauan
bersalin
program KIA dan ibu nifas
PUS dan
KB

UPTD PUSKESMAS NGADI

23

Target
Bayi, Balita,
ibu hamil, ibu
bersalin ibu
nifas PUS
dan WUS
dapat terdat

Lokasi
Wilayah kerja
Puskesmas
Ngadi

Jadwal
Pelaksan
an

Mulai bula
Januari

b. Sebagai bahan

WUS

seluruhnya

perencanaan
kegiatan
program
2

Pemantauan
risti

Bayi, Balita,
ibu hamil, ibu
bersalin ibu
nifas

Wilayah kerja
Puskesmas
Ngadi

Swiping ibu

a. Mencari ibu
hamil baru

Ibu Hamil

100% dari
target ibu
hamil

Rumah ibu
hamil

3.

Penyuluhan a.
kepada
masyarakat
tentang
pentingnya b.
kesehatan
ibu hamil, ibu
bersalin, ibu
nifas dan
bayi.

Meningkatkan
pengetahuan kader
tentang pentingnya
kesehatan ibu hamil,
bersalin dan nifas
Memberikan
informasi kepada
kader untuk
kemudian diterapkan
ke masyarakat

Kader
Posyandu
yang
ditunjuk

8 Posyandu ,
1 kali
kegiatan,
100%
kegiatan
dilaksanakan

Posyandu
masing masing

4.

Kunjungan a.Memfaslitasi
masyarakat untuk
rumah atau
memeriksakan
dengan ANC
kandungannya agar
mobile.
lebih terjangkau.

Ibu
Hamil di
wilayah
tersebut

Ibu hamil di
wilayah kerja
Puskesmas
Ngadi yang
masih sulit
dijangkau

Di desa yang
sulit dijangkau

Maret,
Juni,
Septem
ber

5.

Kelas Ibu
Hamil

15 orang
100 % dari
sasaran
hadir semua

8 desa
wilayah kerja
puskesmas
Ngadi

Satiap
bulan

b. ibu hamil,
ibu
a.
Mendeteksi
bersalin
dan memantau
ibu nifas
sedini mungkin
resiko yang ada

a.Meningkatkan
a.Sasarannya.
pengetahuan
a dan ibub.
masyarakat tentang
hamil
resiko tinggi ibu
b.Kader dan
hamil
tokoh
b.Meningkatkan
masyara
kesadaran
kat
masyarakat akan
kehamilan resiko
tinggi pada ibu
hamil
c.Meningkatkan
temuan kasus
resiko tinggi pada
ibu hamil

UPTD PUSKESMAS NGADI

30

Setiap
bulan

Setiap
bulan

Bulan apr
sesuai
jadwal
Posyandu

Bulan Me
8 desa di
Balai Des

Kemitraan
bidan dan
dukun

b.

Meningkatkan c.
Sasc. Sasaranny
seluruh ibu
pencapaian K4 ibu
aranny
hamil dan
hamil dan temuan
seluruh
dukun di
kasusu resiko
ibu
wilayah
tinggi
hamil
tersebut
c. dan
en dukun di
wilayah
tersebut
d.

Pengadaan
leaflet
program KIA

e.a. Sasaran
ibu hamil
d.
Meningkatkan
Kader
dan
pengetahuan
seluruh
masyarakat
masyara
tentang
kat
pentingnya
kesehatan ibu
hamil, bersalin,
nifas, dan bayi.

Seluruh
masyarakat
yang
memeriksak
an diri di
faslitas
kesehatan

Seluruh
fasilitas
kesehatan di
Puskesmas
Ngadi
a.
j

e.

Melakukan
konseling
kepada
Ibu hamil dan
suami tentang
KB pascasalin
mulai dalam
kehamilan

9.

Melakukan
koordinasi
dengan kader
dan PLKB
untuk

Meningkatkan
minat masyarakat
untuk
memeriksakan
kesehatan ibu dan
bayi di faslitas
kesehatan
a. Meningkatkan
a.
pengetahuan
pasangan suami istri
tentang KB
pascasalin

8 desa di
wilayah kerja
PuskesmasNg
adi

b. Meningkatkan
kesadaran pasangan
suami istri tentang
pentingnya KB
pascaSalin
Peerta KB pasca
salin mengalami
peningkatan

UPTD PUSKESMAS NGADI

Semua ibua.
hamil
beserta
suami di
wilayah
kerja
puskesma
s Ngadi

Semua ibu
hamil
beserta
suami di
wilayah
puskesmas
Ngadi
Pernah
mendapatka
n konseling

Kader
Posyandu
, PLKB
dan ibu
hamil /

38 posyandu ,
3x kegiatan
90 % di
laksanakan

31

Puskesmas ,
BPM,
Polindes ,RB

Balai desa

Setiap
jam
buka
pelayan
an

Februari
,Mei,,Agu
us 2017

penjaringan
KB pasca salin
10

Penyuluhan
kepada
masyarakat
tentang KB
PascaSalin

bersalin
a.Memberikan
penyuluhan kepada
Semua masyarakat
di wilayah kerja
puskesmas Ngadi

Semua
masyarakat
di wilayah
kerja
puskesmas
Ngadi

38
Posyandu,
3x kegiatan

Posyandu

100 % di
laksanakan

BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
VI.1. Kesimpulan
1. Dengan adanya POA maka puskesmas memiliki rencana program yang baik,
terpadu dan terarah..
2. Kegiatan yang diusahakan dalam rangka untuk meningkatkan mutu
pelayanan kesehatan di Puskesmas Ngadi.
3. Apabila kegiatan program dan inovasinya telah dilaksanakan dengan baik
maka indikator SPM akansemakin mudah dicapai.
4. Dampak dari keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan adalah
meningkatnya derajat kesehatan masyarakat terutama masyarakat di wilayah
kerja Puskesmas Ngadi

UPTD PUSKESMAS NGADI

32

Maret ,
Juni
,Septe
mber
2016

Saran
I.2.1.

Bagi Puskesmas
a. Kegiatan program akan dilaksanakan sebiasa mungkin sesuai
dengan POA yang telah dibuat.
b. Puskesmas dalam melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi
kegiatan di tahun 2016 juga harus berdasarkan POA yang ada.
I.2.2.

Bagi Dinas Kesehatan


a. Dinas Kesehatan senantiasa mengevaluasi dan memonitoring
jalannya kegiatan program dan inovasi yang telah dilaksanakan
Puskesmas.
b. Dinas Kesehatan hendaknya juga melengkapi sarana dan prasarana
kesehatan terutama yang berkaitan dengan kegiatan sesuai dengan
POA yang ada.

BAB VII
PENUTUP
Demikian Plan Of Action tahun 2016 yang diusulkan oleh Puskesmas Ngadi
berdasarkan hasil penggalian gagasan dan aspirasi hasil kegiatan minilokakarya
Puskesmas Ngadi.Pelayanan kesehatan kepada masyarakat telah menjadi tekad
yang dicanangkan dengan motto : Menjadi Puskesmas RELIGI yaitu Ramah, Efektif,
Loyal, Indah, Gembira, Istiqomah sebagai bukti dukungan pada pemerintah dalam
mengembangkan program program kesehatan baik secara promotif, preventif ,
maupun kuratif dan rehabilitatif.
Sebagai bentuk konsekwensinya maka pelayanan secara menyeluruh kepada
semua program yang ada dengan menitikberatkan pada pelayanan tentang isu
strategis dengan prioritas masalah guna mendongkrak pencapaian program secara
optimal.
Selain itu dengan adanya isu strategis dan prioritas masalah diharapkan dapat
memperoleh proses pencapaian yang telah dilakukan , serta bisa melakukan
pembenahan terhadap program program yang belum bisa berjalan dengan baik.
UPTD PUSKESMAS NGADI

34

Namun demikian hal ini tergantung pada SDM yang ada serta didukung
dengan sarana dan prasarana yang ada sehingga dengan disusunnya POA ini ,
harapan kami bisa melaksanakan dan tercapai sesuai dengan harapan .Meskipun
demikian untuk program prioritas mungkin masih perlu POA Khusus.
Demikian semoga apa yang telah disusun oleh Team Puskesmas Ngadi ini
bermanfaat bagi kita semua dan dapat atau mampu mengangkat derajat kesehatan
masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Ngadi.

UPTD PUSKESMAS NGADI

35