Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN DENVER II

PADA AN.W (3 TAHUN 11 BULAN 29 HARI)

DI POLI ANAK RS ISLAM KLATEN

Oleh :

I S M AD I
NIM : SN 16 10 64

PROGRAM KEPERAWATAN PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KUSUMA HUSADA
SURAKARTA
2016/2017

0
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Usia dini merupakan masa keemasan (the golden age) sekaligus
periode yang sangat kritis pada anak karena pada periode ini terjadi
pertumbuhan dan perkembangan yang paling pesat pada otak manusia dalam
menerima berbagai masukan dari lingkungan sekitarnya. Hasil penelitian
tentang kecerdasan otak mengungkapkan bahwa untuk mengoptimalkan
kecerdasan seorang anak harus dilakukan stimulasi sejak dini yaitu sejak 3
tahun pertama kehidupan, karena pada usia tersebut jumlah sel otak yang
dimiliki dua kali lipat lebih banyak dari sel-sel otak orang dewasa.
Kegiatan pemeriksaan/skrining perlu dilakukan pada masa ini untuk
mengidentifikasi secara dini adanya penyimpangan tumbuh kembang pada
anak yang meliputi deteksi dini penyimpangan pertumbuhan, perkembangan
dan mental emosional serta memberikan intervensi dini. Hasil penelitian lain
di Philipina juga membuktikan bahwa terjadi peningkatan perkembangan
psikososial sebesar 6-11% pada anak usia 0-4 tahun yang dilakukan
stimulasi selama 2 tahun terhadap 7 domain yang diukur dengan instrumen
Revised Early Childhood Development Checklist (REC) yaitu: Gross motor,
fine motor, self help, receptive language, expressive language, cognitive,
social emotional.
Setiap anak memiliki hak dasar dalam tumbuh kembang yaitu
memperoleh stimulasi, deteksi dan intervensi dini. Salah satu deteksi dini ini
diperoleh melalui skrining untuk mengidentifikasi anak-anak dengan
keterlambatan atau gangguan perkembangan dengan akurasi yang wajar.
Salah satu bentuk skrining yang dapat dilakukan adalah menggunakan
skrining Denver II.
Skrining Denver II merupakan revisi utama dan standardisasi ulang
dari Denver Developmental Screening Test (DDST). Skrining Denver II
adalah pemeriksaan untuk mengetahui sedini mungkin penyimpangan
perkembangan yang terjadi pada anak sejak lahir sampai berumur enam

1
tahun dan dapat mengukur kemampuan anak sesuai tahapan usianya.
Skrining ini hanya untuk mengidentifikasi adanya penyimpangan atau
keterlambatan perkembangan pada anak untuk dievaluasi lebih lanjut dan
bukan alat untuk mendiagnosa. Skrining ini relatif mudah dilakukan,
membutuhkan sedikit waktu dan tidak mahal. Skrining dapat dilakukan baik
oleh tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, psikolog maupun tenaga non
kesehatan yang terlatih seperti kader posyandu.Salah satu tes yang dapat
dilakukan untuk menilai tumbuh kembang anak dan mengidentifikasi secara
dini adanya masalah pada tumbuh kembang anak adalah dengan
menggunakan DENVER II. DENVER II adalah metode skrining terhadap
kelainan perkembangan anak usia 0-6 tahun.

B. Tujuan
1. Tujuan umum
Mengidentifikasi adanya masalah pada tumbuh kembang anak
2. Tujuan Khusus
a. Melakukan pengkajian tumbuh kembang anak menggunakan
DENVER II
b. Memberikan asuhan keperawatan sesuai dengan tahapan tumbuh
kembang anak

BAB II
TINJAUAN TEORI

A. PENGERTIAN

2
DENVER II merupakan revisi utama dan standararisasi ulang dari
Denver Development Screning Test (DDST) dan reviced Denver
Developmental Screening Test (DDST-R). Denver II ini berbeda dari test
skrining sebelumnya baik dalam hal bentuk, interpretasi dan rujukan.
DENVER II mengkaji motorik kasar, bahasa, motorik halus, daptif dan
perkembangan social personal pada anak-anak dari 1 bulan sampai 6 tahun.
Tes ini merupakan salah satu dari metode skrining terhadap kelainan
perkembangan anak. Test ini bukan test diagnostic atau test IQ.

B. TUJUAN DILAKUKAN TES DENVER II


1. Untuk menilai perkembangan anak sesuai usia
2. Mengidentifikasi anak tanpa gejala terhadap kemungkinan adanya
kelainan/ keterlambatan perkembangan
3. Memastikan apakah anak yang dicurigai mengalami kelainan, apakah
benar-benar ada kelainan.
4. Memonitor anak dengan resiko perkembangan
5. Salah satu antisipasi bagi orang tua
6. Identifikasi perhatian orang tua dan anak tentang perkembangan
7. Mengajarkan perilaku yang tepat sesuai usia anak

C. TAHAPAN TES DENVER II


1. Tahap pertama : dilakukan pada usia 0 6 tahun
a. 3 6 bulan
b. 9 12 bulan
c. 18 24 bulan
d. 3 tahun
e. 4 tahun
f. 5 tahun
g. 6 tahun
2. Tahap kedua
Dilakukan pada mereka yang dicurigai adanya hambatan perkembangan
pada tahap pertama, kemudian dilanjutkan dengan evaluasi diagnostik
yang lengkap.

D. ASPEK YANG DINILAI


1. Personal Social (perilaku sosial)
Aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri, bersosialisasi dan
berinteraksi dengan lingkungannya.
2. Fine Motor Adaptive (gerakan motorik halus)

3
Aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak untuk mengamati
sesuatu, melakukan gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh
tertentu dan dilakukan otot-otot kecil, tetapi memerlukan koordinasi yang
cermat. Contohnya koordinasi mata, tangan, memainkan, menggunakan
benda-benda kecil.
3. Language (bahasa)
Kemampuan untuk memberikan respons terhadap suara, mengikuti
perintah dan berbicara spontan.
4. Gross motor (gerakan motorik kasar)
Aspek yang berhubungan dengan pergerakan dan sikap tubuh.

E. HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN


1. Lakukan test dari sector yang kurang aktif terlebih dahulu : personal
social, motorik halus, bahas dan motorik kasar.
2. Mulailah dari yang mudah dilakukan , jika anak kurang tepat
melakukannya beri stimulus dan lakukan test ulang.
3. Test yang menggunakan alat yang sama dilakukan secra berurutan
4. Selama test berlangsung, amati perilaku anak. Apakah ada perilaku yang
khas, dibandingkan anak lainnya. Bila ada perilaku yang khas tanyakan
kepada orang tua / pengasuh anak, apakah perilaku tersebut merupakan
perilaku sehari-hari yang dimiliki anak tersebut.
5. Memberikan pujian walaupun gagal melakukan.
6. Jangan bertanya yang mengarah ke jawaban.
7. Intepretasi harus dipertimbangkan sebelum memberitahu orang tua
bahwa test hasil normal atau abnormal.
8. Tidak perlu membahas setiap item pada orang tua.
9. Pada akhir test, tanyalah orang tua apakah penampilan anak merupakan
kemampuan atau perilaku pada waktu lain.

F. PERSIAPAN
1. Usahakan test perkembangan dilakukan pada tempat yang tenang / tidak
bising, dan bersih.
2. Sediakan meja tulis dengan kursinya dan matras.
3. Formulir Denver.
a. Deteksi dini penyimpangan perkembangan anak umur < 6 tahun, berisi
125 gugus tugas yang disusun dalam formulir menjadi 4 sektor untuk
menjaring fungsi.

4
b. Skala umur tertera pada bagian atas formulir yang terbagi dari umur
dalam bulan dan tahun, sejak lahir sampai berusia 6 tahun.
c. Setiap ruang antara tanda umur mewakili 1 bulan, sampai anak
berumur 24 bulan. Kemudian mewakili 3 bulan, sampai anak berusia 6
tahun.
d. Pada setiap tugas perkembangan yang berjumlah 125, terdapat batas
kemampuan perkembangan yaitu 25%, 50% dan 90% dari populasi
anak lulus pada tugas perkembangan tersebut.
25% 50% 75% 90%

Berjalan

e. Pada beberapa tugas perkembangan terdapat huruf dan angka pada


ujung kotak sebelah kiri, contohnya R singakatan dari report, artinya
tugas perkembangan tersebut dapat lulus berdasarkan laporan dari
orang tua /pengasuh anak, tetapi apabila memungkinkan maka penilai
dapat memperhatikan apa yang biasa dilakukan oleh anak.
f. Angka kecil menunjukkan tugas yang harus dikerjakan sesuai dengan
nomor yang ada pada formulir.

1
4. Mengkaji kegiatan anak yang meliputi 4 sektor yang dinilai.
5. Dekat dengan anak.
6. Menjelaskan pada orang tua bahwa DDST bukan test IQ.
7. Lingkungan diatur supaya anak merasa nyaman dan aman selama
dilakukan test.

G. ALAT
1. Gulungan benang wol merah (diameter 10 cm)
2. Kismis/manik-manik
3. 10 buah kubus warna merah, kuning, hijau, biru 2,5 cm x 2,5 cm
4. Botol kaca kecil dengan diameter lubang 1,5 cm
5. Bel/lonceng kecil
6. Bola tennis
7. Pensil merah
8. Boneka kecil dengan botol susu
9. Cangkir plastic dengan gagang / pegangan
10. Kertas kosong

H. PROSEDUR

5
1. Sapa orang tua / pengasuh anak dengan ramah.
2. Jelaskan maksud dan tujuan test DDST pada orang tua.
3. Buat komunikasi yang baik dengan anak.
4. Hitung umur anak dan buat garis umur.
a. Instruksi umum : catat nama anak, tanggal lahir, dan tanggal
pemeriksaan pada formulir.
b. Umur anak dihitung dengan cara tanggal pemeriksaan dikurangi
tanggal lahir.
5. Bila anak lahir prematur, koreksi factor prematuritas. Untuk anak yang
lahir lebih dari 2 minggu sebelum tanggal perkiraan dan berumur kurang
dari 2 tahun, maka harus dilakukan koreksi.
6. Tarik garis umur dari atas ke bawah dan cantumkan tanggal pemeriksaan
pada ujung atas garis umur. Formulir Denver dapat digunakan untuk
beberapa kali, gunakan garis umur dengan warna yang berbeda.
7. Siapkan alat yang dapat dijangkau anak, beri anak beberapa mainan dari
kitasesuai dengan apa yang ingin ditestkan.
8. Lakukan tugas perkembangan untuk tiap sektor perkembangan dimulai
dari sektor yang paling mudah dan dimulai dengan tugas perkembangan
yang terletak disebelah kiri garis umur, kemudian dilanjutkan sampai ke
kanan garis umur.
a. Pada tiap sektor dilakukan minimal 3 tugas perkembangan yang
paling dekat disebelah kiri garis umur serta tiap tugas
perkembanagan yang ditembus garis umur.
b. Bila anak tidak mampu untuk melakukan salah satu uji coba pada
langkah I (gagal / menolak / tidak ada kesempatan), lakukan uji coba
tambahan kesebelah kiri garis umur pada sektor yang sama sampai
anak dapat lulus 3 tugas perkembangan.
c. Bila anak mampu melakukan salah satu tugas perkambangan pada
langkah I, lakukan tugas perkembangan tambahan kesebelah kanan
garis umur pada sektor yang sama sampai anak :gagal pada 3 tugas
perkembangan.
9. Beri skor penilaian dan catat pada formulir DDST.

I. SKORING

6
1. Passed atau lulus (P/L). Anak melakukan uji coba dengan baik, atau
ibu/pengasuh anak memberi laporan (tepat / dapat dipercaya bahwa anak
dapat melakukannya).
2. Failure atau gagal (F/G). Anak tidak dapat melakukan uji coba dengan
baik atau ibu / pengasuh anak memberi laporan (tepat) bahwa anak tidak
dapat melakukannya dengan baik.
3. Refuse atau menolak (R/M). Anak menolak untuk melakukan uji coba.
Penolakan dapat dikurangi dengan mengatakan kepada anak apa yang
harus dilakukan, jika tidak menanyakan kepada anak apakah dapat
melakukannya (uji coba yang dilaporkan oleh ibu / pengasuh anak tidak
diskor sebagai penolakan).
4. By report berarti no opportunity (tidak ada kesempatan). Anak tidak
mempunyai kesempatan untuk melakukan uji coba karena ada hambatan.
Skor ini hanya boleh dipakai pada uji coba dengan tanda R.

J. INTERPRETASI
1. Advanced item apabila anak mampu melakukan tes di sebelah kanan
garis umur. Atau di masing dalam rentang precentil 25-70

2. Normal item apabila anak gagal atau menolak suatu item yang jatuh
dengan sepenuhnya di sebelah kanan dari garis umur dan juga jika
anak itu dapat dapat melakukan item yang diberikan ( P), gagal ( F), atau
menolak ( R) suatu item dimana masih melalui rentang percentile 25-75.

7
3. Caution item apabila seorang anak gagal ( F) atau menolak ( R) suatu
item yang dilaui oleh garis umur antara percentile 75 - 90.

4. Delayed item apabila anak gagal (F) atau menolak (R) melakukan tes di
sebelah kiri garis umur.
5. No Opportunity item jika orang tua melaporkan bahwa anaknya tidak
pernah berkesempatan untuk melakukan item yang diberikan.

K. KESIMPULAN
1. Normal
a. Bila tidak ada keterlambatan dan atau paling banyak satu caution.
b. Lakukan ulangan pada kontrol berikutnya.
2. Suspect / di duga
a. Bila didapatkan 2 caution dan / atau 1 keterlambatan.

8
b. Lakukan uji ulang dalam 1 2 minggu untuk menghilangkan factor
sesaat seperti rasa takut, keadaan sakit atau kelelahan.
3. Untestable / tidak dapat diuji
a. Bila ada skor menolak pada 1 uji coba tertelak disebelah kiri garis
umur atau menolak pada > 1 uji coba yang ditembus garis umur pada
daerah 7590%.
b. Lakukan uji ulang dalam 1 2 minggu.

BAB III
LAPORAN PELAKSANAAN DENVER II

9
A. Identitas Anak
1. Nama : An. W
2. Tanggal lahir : 02-02-2013
3. Tanggal pemeriksaan : 01-02-2017
B. Usia Pemeriksaan
Pada saat pemeriksaan An. A dalam kondisi yang sehat. An. A dilahirkan
dengan usia kandungan aterm yaitu 36 minggu.
2017 2 01
2013 2 02 -
3 - 11 - 29
Usia An. A pada saat pemeriksaan adalah 3 tahun 11 bulan 29 hari dibulatkan
menjadi 4 tahun.
C. Kesiapan Pemeriksa
1. Pemeriksa telah membuat kontrak waktu dengan ibu An.W
2. Pemeriksa telah mempersiapkan alat pemeriksaan.
3. Pemeriksa telah menyiapkan alat-alat yang akan digunakan untuk
pemeriksaan Denver II.
4. Pemeriksa telah membina hubungan saling percaya dengan An.W dan
ibunya.
D. Alat yang Digunakan
1. Alat peraga
a. Bola
b. Makanan
c. Cangkir
d. Kubus
2. Lembar pemeriksaan denver II
3. Buku petunjuk sebagai pedoman yang menjelaskan cara-cara melakukan
tes dan cara penilaiannya.

10
E. Kesiapan Klien
Saat pemeriksaan, klien dalam kondisi yang sehat.

F. Aspek Perkembangan yang Dinilai


Sektor Respon Anak Hasil Interpretasi Kesimpulan
Personal Sosial 1. Mengam P Normal Normal
bil makan
2. Gosok F Normal
gigi tanpa bantuan
3. Bermain F Normal
ular tangga
4. Berpakai F Normal
an tanpa bantuan
5. Memaka P Normal
i t shirt
6. Menyeb P Normal
ut nama teman
7. Cuci dan P Normal
mengeringkan tangan
8. Gosok P Normal
gigi dengan bantuan
9. Memaka P Normal
i baju
10. Menyua P Normal
pi boneka
Adaptif - Motorik Halus 1. Memilih P Normal Normal
garis yang lebih panjang

0
2. Mencont P Normal
oh +
3. Mengga P Normal
mbar orang 3 bagian
4. mencont P Normal
oh O
5. Menggo P Normal
yangkan ibu jari
6. Menara P Normal
dari 6 kubus
7. Meniru P Normal
garis vertikal
8. Menara P Normal
dari 4 kubus
Bahasa 1. Mengeta F Normal Normal
hui 3 kata sifat
2. Menyeb F Normal
ut 4 warna
3. Bicara P Normal
semua dimengerti
4. Mengeta P Normal
hui 4 kegiatan
5. Kegunaa P Normal
n 3 benda
6. Menghit P Normal
ung 1 kubus
7. Kegunaa P Normal
n 2 benda

1
8. Menyeb P Normal
ut 1 warna
9. Mengert P Normal
i 2 kata sifat
10. Mengeta P Normal
hui 2 kegiatan
11. Menyeb P Normal
ut 4 gambar
12. Bicara P Normal
dengan dimengerti
13. Menunju P Normal
k 4 gambar
14. Menyeb P Normal
ut 1 gambar
15. Menyeb F Normal
ut 4 warna
16. Mengart F Normal
ikan 5 kata
17. Mengeta P Normal
hui 3 kata sifat
Motorik kasar 1. Berdiri 1 P Normal Normal
kaki 6 detik
2. Berdiri 1 P Normal
kaki 4 detik
3. Berdiri 1 P Normal
kaki 3 detik
4. Melomp P Normal
at dengan 1 kaki

2
5. Berdiri 1 P Normal
kaki 2 detik
6. Berdiri 1 P Normal
kaki 1 detik
7. Melomp P Normal
at
8. Menend P Normal
ang bola ke depan
9. Berjalan P Normal
naik tangga

3
G. Interpretasi Nilai Denver II
1. Sektor personal sosial
Pada sector personal sosial ini, An.W mampu melakukan sebagian
besar tugas yang harus dilakukan sesuai dengan yang sedang dilewati
oleh garis usia, akan tetapi An.W juga mengalami kegagalan pada
kegiatan yang sedang dilewati garis usia. Adapun kegiatan-kegiatan yang
berhasil dilakukan An.W yaitu mengambil makanan, memakai kaos,
menyebut nama teman, cuci dan mengeringkan tangan, gosok gigi
dengan bantuan, memakai baju, serta menyuapi boneka. Beberapa
kegiatan yang gagal dilakukan oleh An.W yaitu gosok gigi tanpa
bantuan, bermain ular tangga dan berpakaian tanpa bantuan. Hasil ini
menunjukkan bahwa tidak ditemukan adanya keterlambatan pada
perkembangan An.W di sector personal sosial.
2. Sektor motorik halus
Pada sector ini, An.W mampu melakukan semua tugas yang sedang
dan sudah dilewati oleh garis usia yaitu memilih garis yang lebih
panjang, mencontoh +, menggambar orang 3 bagian, mencontoh O,
menggoyangkan ibu jari, menyusun menara dari 6 kubus, menyusun
menara dari 4 kubus dan meniru garis vertical. Sedangkan untuk tugas
yang berada di sebelah kanan garis usia atau belum dilewati oleh garis
usia, An.W gagal dalam melakukannya. Hasil ini menunjukkan bahwa
tidak ditemukan adanya keterlambatan pada perkembangan An.W di
sektor motorik halus.
3. Sektor bahasa
Pada sektor bahasa, ada banyak tugas yang dilewati oleh garis usia.
An.W lulus dalam melakukan beberapa tugas yang dilewati garis usia
dan sisanya gagal. Adapun tugas yang berhasil dilakukan oleh An.W
yaitu mengetahui 4 kegiatan, kegunaan 3 benda (sendok, kursi, piring),
mengetahui 2 kegiatan, bicara dengan dimengerti, menyebut 1 gambar,
menghitung kubus dan menunjuk gambar. Sedangkan tugas yang gagal
yaitu seperti mengetahui 3 kata sifat, menyebut 4 warna dan mengerti 2
kata sifat. Untuk tugas yang berada di sebelah kiri garis usia dapat dilalui
dengan baik oleh An.W sedangkan tugas yang berada disebelah kanan

30
garis usia belum mampu dilakukan oleh An.W. Hasil ini menunjukkan
bahwa tidak ditemukan adanya keterlambatan pada perkembangan An.W
di sektor bahasa.
4. Sektor motorik kasar
Pada sector ini, An.W mampu melakukan semua tugas yang sedang
dilewati oleh garis usia. An.W mampu berdiri 1 kaki, melompat dengan 1
kaki, menendang bola ke depan dan berjalan menaiki tangga. Tugas -
tugas yang berada di sebelah kiri garis usia dapat dilakukan dengan baik
oleh An.W. Hasil ini menunjukkan bahwa tidak ditemukan adanya
keterlambatan pada perkembangan An.W di sektor motorik kasar.

H. Kesimpulan
Dari hasil tes DENVER II yang sduah dilakukan menunjukkan bahwa
An.W mampu melakukan tugas sesuai dengan tahapan perkembangannya di
ke 4 sektor. Sehingga dapat disimpulkan bahwa An.W tidak mengalami
masalah pada tumbuh kembangnya.

I. Rencana Tindak Lanjut


Hasil tes DENVER II menunjukkan bahwa An.W memiliki tahapan
perkembangan yang baik sesuai dengan usianya. Diharapkan orangtua An.W
dapat mengetahui tugas-tugas yang harus dilakukan An.W sehingga
perkembangannya dapat dipantau secara berkala dan dapat melatih serta
memberi stimulus untuk meningkatkan tugas perkembangannya.

DAFTAR PUSTAKA
1. Wong, Donna L. 2012. Pedoman klinis keperawatan pediatrik. Edisi 4.
Jakarta:EGC
2. Royhanati. 2012. DDST.
Diakses dari http://isyroyhanaty.files.wordpress.com/2010/08/ddst-ii.pdf

31
3. Nugroho, Heru Santoso W. 2009. Denver Developmental Screening Test:
petunjuk praktis. Jakarta: EGC.
4. NANDA 2012-2014. 2012. Panduan Diagnosa Keperawatan NANDA
2012-2014: Definisi dan Klasifikasi. Jakarta: EGC
5. McCloskey, Joanne C., and Gloria M.Bulechek. (2000). Nursing
Intervetion Cklassification (NIC). Third edition. United States of
America

32