Anda di halaman 1dari 15

Strategi Industri Perusahaan PT Sidomuncul Tbk

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Analisis Laporan Keuangan

Disusun oleh:

Febby Citra Lestari (120110140031)

Anisa Putri Islami (120110140034)

Shella Fadhila(120110140076)

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS PADJADJARAN

BANDUNG

2017
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penyusun panjatkan ke Hadirat Allah SWT yang Maha Pengasih lagi
Maha Penyayang. Berkat Rahmat, Hidayah dan Inayah-Nya penyusun mampu menyelesaikan
makalah yang berjudul Strategi Industri PT Sidomuncul Tbk guna memenuhi tugas
Analisis Laporan Keuangan. Makalah ini membahas tentang bagaimana analisis untuk PT
Sidomuncul Tbk, dalam menghadapi persaingan yang ketat dengan menggunakan beberapa
analisis seperti 5 Forces Porter Strategy . Penyusun dapat menyelesaikan makalah ini berkat
bantuan dan dorongan dari semua pihak. Untuk itu, penyusun mengucapkan terima kasih
kepada pihak-pihak yang telah membantu penyusunan makalah ini.

Penyusun menyadari bahwa dalam makalah ini masih terdapat kekurangan baik dari
penyajian maupun penguraiannya. Oleh karena itu, penyusun berharap adanya kritikan dan
saran, supaya dalam pembuatan makalah berikutnya penyusun bisa lebih baik lagi. Mudah-
mudahan makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penyusun sendiri dan umumnya bagi
pembaca, Aamiin.

Bandung, 27 Februari 2017

Penyusun

2
DAFTAR ISI

Contents
KATA PENGANTAR................................................................................................... ii
DAFTAR ISI............................................................................................................. iii
Bab I...................................................................................................................... 4
1.1 Latar Belakang.......................................................................................... 4
1.2 Identifikasi Masalah...................................................................................5
1.3 Tujuan Penulisan........................................................................................ 5
1.4 Metode Penulisan...................................................................................... 5
BAB II..................................................................................................................... 7
2.1 Sekilas Tentang Perusahaan.........................................................................7
2.2 Anak Perusahaan PT PT Sido Muncul Tbk.....................................................8
2.3 Analisis Industri............................................................................................ 8
2.3.1 Analisis 5 Forces Porter..........................................................................9
BAB III.................................................................................................................. 15
3.1 Kesimpulan................................................................................................. 15
3.2 Saran.......................................................................................................... 15

3
Bab I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Perkembangan dunia usaha semakin dinamis dengan persaingan yang ketat,
di mana para konsumen semakin pintar dalam memilih produk yang berkualitas
dengan harga yang diinginkan dapat memberikan nilai yang maksimal bagi
para konsumen. Banyaknya perusahaan dengan mengeluarkan berbagai jenis produk
maupun jasa semakin memberikan pilihan yang bervariasi bagi konsumen dalam
menentukan pilihan pembelian.

PT Sido Muncul merupakan perusahaan yang memiliki kompetensi yang


cukup baik. Mengantisipasi perubahan selera konsumen PT Sido Muncul kini
memiliki serangkaian produk dengan jumlah keseluruhan tidak kurang dari 150 produk,
seratus produk diantaranya generik. Sedangkan yang branded diantaranya Kuku
Bima, Tolak angin, STMJ, Anak Sehat dan sebagainya. Beragamnya produk maupun
jasa yang ditawarkan oleh perusahaan membuat dunia persaingan semakin
hiperkompetisi, karena mereka harus terus bersaing dalam memperoleh,
mengembangkan dan mempertahankan konsumen yang dimilikinya. Keadaan ini
menuntut perusahaan untuk memaksimalkan strategi pemasaran agar produk
yang dijual ke pasar dapat bertahan selama mungkin dengan mengungguli pesaing
yang ada di pasar.

PT Sido Muncul memproduksi berbagai macam produk yang beredar di pasaran,


di antaranya: jamu, jamu instan, food supplement, dan lain-lain. Harga produk-produk
PT Sido Muncul sangat terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. Distribusi produk-
produk PT Sido Muncul terjangkau diseluruh Indonesia di perkotaan maupun di
pedesaan.

Peran dari kompetensi yang dimiliki PT Sido Muncul dalam rangka


meningkatkan produknya didukung oleh karyawan yang mempunyai keahlian, sumber
daya manusia yang berkualitas, dan mempunyai agrowisata yang digunakan
untuk mengoleksi tanaman. Dalam meningkatkan produknya PT Sido Muncul
didukung oleh karyawan yang mempunyai keahlian. Untuk meningkatkan

4
kemampuan para karyawannya diberikan kesempatan mengikuti pelatihan kursus
maupun seminar.

PT Sido Muncul merupakan perusahaan jamu pertama di Indonesia, sehingga


perannya dapat menghasilkan produk yang berkualitas dan tetap menjadi pemimpin
pasar jamu tradisional terbesar.

Saat ini masyarakat banyak yang beralih kepada obat-obat tradisional,


menyebabkan permintaan akan produk-produk herbal terus meningkat,
sehingga tidak heran jika saat ini banyak pesaing-pesaing yang mencoba mendirikan
perusahaan obat tradisional. Dalam menghadapi persaingan industri, PT Sido Muncul
perlu mengetahui daya saing dari merek produk PT Sido Muncul melalui ekuitas
merek yang masih belum dimilikinya. Dengan cara inilah perusahaan dapat
mempertahankan dan meningkatkan citra produk yang dihasilkan produk PT Sido
Muncul yang nantinya harus dilakukan berbagai upaya dan strategi pemasaran dari
produk PT Sido Muncul. Oleh karena itu, kami ingin membahas bagaimana strategi PT
Sido Muncul dalam merumuskan dan menjalankan strategi bisnisnya.

1.2 Identifikasi Masalah


1. Bagaimana strategi bisnis yang dijalani oleh PT Sido Muncul?

1.3 Tujuan Penulisan


1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Analisis Laporan Keuangan dan untuk melatih
kemampuan dalam membuat makalah guna meningkatkan pemahaman dan
kemampuan mengenai materi analisis industri dan strategis.
2. Dapat mengetahui kondisi sektor industri jamu dan farmasi di Indonesia dan
membandingkannya dengan materi yang terdapat dalam buku analisis laporan
keuangan.
3. Mengetahui dan memahami strategi yang diterapkan PT Telekomunikasindonesia
(Telkom) dalam menjalankan proses bisnisnya di sektor industri jamu dan farmasi
Indonesia.

1.4 Metode Penulisan


Metode dan teknik penulisan yang digunakan dalam makalah ini adalah metode
studi pustaka yang dilakukan untuk mendapatkan data dan informasi yang bersifat
teoritis yang kemudian dijadikan dasar atau pedoman untuk selanjutnya dilakukan
perbandingan antara teori dan fakta sebagai penyebab dari permasalahan yang dibahas

5
dalam makalah ini. Sumber-sumber yang dijadikan rujukan untuk studi pustaka diperoleh
dari berbagai sumber bacaan, antara lain text book dan akses internet.

6
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Sekilas Tentang Perusahaan


Perusahaan jamu Sido Muncul pada mulanya merupakan sebuah industri rumah
tangga yang dimulai pada tahun 1940 yang dikelola oleh Ibu Rahkmat Sulistio dengan
dibantu oleh tiga orang karyawan. PT Sido Muncul memulai usahanya di kota
Yogyakarta tentunya masih dikelola dengan cara yang sangat sederhana dan trasisional.
Banyaknya permintaan terhadap kemasan jamu yang lebih praktis, mendorong beliau
memproduksi jamu dalam bentuk yang lebih praktis (Serbuk). Seiring dengan kemajuan
usaha tersebut, pengolahan jamu dipindahkan dari yogyakarta ke semarang. Pada tahun
1951 berdirilah perusahaan sederhana dengan nama PT Sido Muncul yang berarti
Impian yang Terwujud dengan pabrik pertamanya berlokasi di Jl.Mlaten Trenggulu,
semarang.

Tahun 1997 PT Sido Muncul membangun pabrik baru di Klepu Ungaran dengan
lahan seluas 29 ha. Pabrik baru diresmikan oleh menteri Kesehatan yang waktu itu
dijabat oleh dr. Ahmad Sujudi pada tanggal 11 Nopember 2000. Pada saat peresmian
pabrik, SidoMuncul sekaligus menerima dua sertifikat yaitu Cara Pembuatan Obat
Tradisional yang Baik (CPOTB) dan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) setara
dengan farmasi, dan sertifikat inilah yang menjadikan PT. SidoMuncul sebagai satu-
satunya pabrik jamu berstandar farmasi. Lokasi pabrik sendiri terdiri dari bangunan
pabrik seluas 7 hektar, lahan Agrowisata ,1,5 hektar, dan sisanya menjadi kawasan
pendukung lingkungan pabrik.

PT Sido Muncul juga menjalin kerjasama dengan berbagai kelompok tani. Lebih
dari seratus kelompok tani di jawa telah kami bina sebagai pemasok di pabrik bahan
baku. Alasannya sederhana saja, dengan pembinaan yang tepat, maka hasil panen dari
para petani pun telah memiliki standardisasi yang sama dan semakin ahli.
Kerjasama Kemitraan (lanjutan) ini dimulai sejak tahun 1998. Hal ini dilatar-
belakangi banyaknya bahan jamu yang sulit diperoleh,bahan yang tidak memiliki standar
kualitas yang baik, dan para pelaku bisnis hasil tanaman obat yang tidak melakukan
usaha pengembangan. Usaha yang kami lakukan berupa inventarisasi potensi daerah,
menetapkan sentra kawasan unggulan, kerjasama dengan para petani lewat kelompok
7
dan institusi lainnya. Daerah yang telah menjadi mitra kerjasama kami adalah Semarang,
Karanganyar, Boyolali, Wonogiri, Magelang, Kendal, Wonosobo, Blora dan Banyumas.
Pada akhirnya, hasil pabrik bahan baku ini tidak hanya menyediakan untuk
kebutuhan PT Sido Muncul sendiri, melainkan juga untuk supply penjual jamu gendong
dan ke pabrik jamu lain. Dengan standar yang ditentukan, diharapkan kualitas obat
tradisional yang dijual di segala lini pun memiliki kualitas yang sama. Sebagai tujuan
finalnya, adalah mengekspor bahan baku ini ke negara-negara lain yang membutuhkan.

2.2 Anak Perusahaan PT PT Sido Muncul Tbk


1. PT. Semarang Herbal Indo Plants
Semarang Herbal Indo Plant (SHI) merupakan pabrik bahan baku yang dikembangkan
oleh PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk dengan harapan dapat
meningkatkan kapasitas produksi, memperpendek mata rantai produksi, efisiensi,
standarisasi dan membantu petani menampung hasil panen mereka pada saat harga turun.

2. PT. Muncul Mekar


Berawal dengan adanya peraturan pemerintah yang mengharuskan para produsen untuk
menunjuk distributor dalam memasarkan produknya. Oleh karena itu dibuatlah
perusahaan distribusi untuk memasarkan produk-produk PT Sido Muncul, yang diberi
nama PT. Muncul Mekar. Selanjutnya Muncul Mekar ditunjuk sebagai distributor tunggal
perusahaan jamu dan farmasi PT Sido Muncul.

3. PT. Berlico Mulia Farma


Melalui visi menjadi pemimpin Industri farmasi di Indonesia PT. Berlico Mulia Farma
resmi bergabung menjadi anak perusahaan PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul
Tbk tepat pada tanggal 1 September 2014. Akuisisi perusahaan yang telah berdiri sejak
tahun 1976, merupakan salah satu rencana jangka panjang yang dilakukan Grup Sido
Muncul guna melebarkan sayap ke bisnis industri farmasi.

2.3 Analisis Industri


Analisis industri pertama, dengan mengkategorikan PT Sido Muncul ini menjadi
industri sekunder dimana barang-barang produksi merupakan barang mentah yang telah
diolah sehingga menghasilkan produk yang dapat diolah kembali, dan merupakan barang
yang memiliki nilai guna. PT Sido Muncul adalah perusahaan consumer goods yang

8
memproduksi barang farmasi. Terdapat berbagai alat untuk mengukur strategi industri/
perusahaan, salah satu yang paling populer dan yang akan dibahas pada makalah ini
adalah porters five forces strategy.

2.3.1 Analisis 5 Forces Porter


Pemodelan porters five forces strategy dikembangkan pertama kali oleh Michael
Porter. Porters five forces strategy adalah tool yang dapat digunakan untuk
menganalisis bagaimana lingkungan yang kompetitif akan berpengaruh terhadap
pemasaran suatu produk. Tool ini sederhana tapi sangat powerfull untuk mengerti
situasi dari bisnis yang sedang dijalankan dan dapat mengetahui keunggulan posisi
kompetisi saat ini maupun yang akan dihadapi kemudian. Sehingga perusahaan dapat
meningkatkan kekuatan, mengantisipasi kelemahan dan menghindari perusahaan dalam
pengambilan keputusan yang salah. Secara konvensional tool ini dapat digunakan untuk
mengidentifikasi apakah suatu produk baru, pelayanan atau suatu bisnis dapat
menghasilkan suatu keuntungan. Tetapi selain itu akan sangat membantu untuk
mengerti keseimbangan kekuatan yang berpengaruh dalam situasi bisnis yang sedang
dihadapi.
Dalam buku Thomas L. Wheelen yang berjudul Strategic Management and
Businesses Policy disebutkan ada lima kekuatan bersaing, yaitu antara lain:
a) Threat of new entrance
b) Threat of subtitute product
c) Rivalry among existing firms
d) Bergainning power of buyers
e) Bergainning power of suppliers

Sehingga jelas adanya bahwa persaingan dalam suatu industri tidak hanya
terbatas pada persaingan diantara para pesaing yang ada tetapi gabungan dari kelima
kekuatan bersaing itu yang akan menentukan kemampuan perusahaan didalam suatu
industri untuk memperoleh keuntungan. Setiap perusahaan yang bersaing dalam sebuah
industri pasti memiliki strateginya masing-masing yang dikembangkan baik secara
eksplisit maupun implisit. Hal tersebut dapat pula dilihat dari perencanaan strategis
yang dilakukan dinegara-negara lain yang merefleksikan bahwa merumuskan strategi
eksplisit akan sangat bermanfaat. Namun demikian sebagian besar penyusunan strategi

9
tidak dilakukan secara analitis yang akan menjangkau ke seluruh aspek dalam
persaingan industri.

A. Identifikasi Pemain dalam Industri


Pada analisis Porter 5 Forces yang pertama kali dilakukan adalah menentukan
siapa saja yang menjadi pemain atau yang berperan dalam industri sektor retail
kemudian akan dilakukan pemaparan variabel-variabel dan indikator-indikator dari
kelima faktor Porter 5 Forces yaitu sebagai berikut:
Pendatang baru yang diidentifikasi sebagai pemain baru yang hadir dalam pemain
sesama indutri. Dalam hal ini contohnya seperti Herbanugraha, herba medica
cosmetindo, habbats CV, PT citra Deli, cap burung kasuari dan lain-lain.
Pembeli dalam industri jamu tersebar pada semua kelas masyarakat. Karena produk
yang dijual oleh PT Sidomuncul bukanlah produk khusus (contoh produk khusus :
obat khusus penyakit diabetes).
Produk pengganti dalam industri ini adalah obat-obatan modern non jamu.
Pesaing dalam industri seperti PT Air Mancur, PT Jamu Borobudur, PT Industri
Jamu Jago, PT Jamu Indonesia Simona, dan lain-lain
Pemasok PT PT Sido Muncul adalah gabungan petani yang berasal dari Wonogiri,
Purwokerto, Purworejo, Ambarawa dan Jawa Timur. Bentuk bahan baku berupa
daun atau rimpang.

10
B. Parameter

Adapun parameter yang akan dijadikan sebagai bahan analisis lingkungan


industri dengan menggunakan model analisa Porter 5 Forces tentang variabel-variabel
dan indikator-indikator yang menjadi sumber tekanan dari lingkungan eksternal industri
dalam hal ini industri consumer goods bidang farmasi. Pada analisis potensi kompetitif
industri ini selanjutnya akan diperlihatkan pada tabel berikut mengenai setiap variabel
yang berpengaruh menjadi sumber tekanan dalam industri consumer goods dalam
bidang farmasi.

Threat of new entrants


Ancaman Pendatang Baru (Threat of new entrants)
No Variabel Indikator
Layanan yang disiapkan oleh pendatang baru
1 Skala ekonomi
dalam skala besar
PT Sido Muncul memiliki produk unggulan
seperti jamu tolak angin dan minuman
2 First mover advantage
berenergi kukubima, sehingga sulit untuk
digantikan posisi nya.
Adanya peraturan dari pemerintah untuk
3 Legal barries
memperketat industri jamu di Indonesia

Skala ekonomi yang dimiliki di dalam industri sektor jamu dan farmasi sangatlah
besar dikarenakan bagi perusahaan yang bergerak di industri sektor ini membutuhkan
biaya yang besar untuk melayani pelanggan, perusahaan yang baru masuk ke dalam
industri sektor ini harus mendapat kepercayaan pelanggan yang luas untuk
mengkonsumsi produknya. Modal yang dibutuhkan untuk memasuki industri ini sangat
besar, mengingat mahalnya biaya infrastruktur dan distribusi yang digunakan. Sehingga
yang dapat masuk ke industri ini adalah pengusaha-pengusaha bermodal besar ataupun
perusahaan-perusahaan raksasa yang telah mapan. Adanya peraturan Kementerian
Kesehatan Republik Indonesia No. 006 Tahun 2012 tentang Industri dan Usaha Obat
Tradisonal menambah barrier to entry. Jadi dengan kondisi tersebut di atas, maka
ancaman pendatang baru dapat dikategorikan rendah.

Threat of subtitutes

11
Ancaman Produk Pengganti (Threat of subtitutes)
No Variabel Indikator
1 Produk pengganti Ada produk pengganti
Relative price and Tarif produk pengganti lebih murah dengan
2
perfomance fungsi yang sama.
Pangsa pasar produk Produk pengganti mempunyai pangsa pasar
3
pengganti yang baik

Peluang terjadinya ancaman produk substitusi dapat dikategorikan tinggi karena


banyak sekali produk-produk pengganti dari produk jamu, misalnya saja produk-
produk nonherbal (obat-obatan kimiawi). Obat-obatan tradisional tidak dapat
menggantikan keseluruhan fungsi obat-obatan kimiawi sehingga obat-obatan kimiawi
akan tetap menjadi prioritas utama konsumsi pasar. Produk tersebut menjadi produk

Kekuatan tawar-Menawar Pembeli ( Bargaining power of buyers)


No Variabel Indikator
1 Pangsa pasar pembeli Pembeli mempunyai pangsa pasar yang sama
Produk dari pesaing eksisting memiliki
2 Diferensiasi produk
diferensiasi produk
3 Informasi produk Pembeli memiliki informasi mengenai produk
4 Switching cost Rendahnya biaya untuk beralih ke produk lain
pesaing, karena masih banyak masyarakat yang menggunakanya sebab masih adanya
pendapat bahwa produk tersebut ampuh untuk mengobati bila dibandingkan produk
herbal. Untuk tetap mempertahankan konsumennya, PT Sido Muncul berusaha
memberikan produk yang berkualitas. PT Sido Muncul memberikan persepsi bahwa
produknya merupakan produk tradisional dan mencampurkannya dengan kebudayaan
bangsa Indonesia, sehingga masyarakat umum lebih mudah untuk mengingatnya dan
lebih termotivasi lagi untuk menggunakan produk asli Indonesia.

Bargaining power of buyers

12
Bargaining power of buyers dapat dikategorikan tinggi karena pembeli dapat
dengan mudah beralih ke produk lain (switching costnya rendah). Produk pesaing juga
memiliki pangsa pasar yang sama dan mudah didapatkan, sehingga pembeli memiliki
kekuatan lebih untuk memilih produk mana yang ingin dikonsumsi.

Bargaining power of suppliers


Kekuatan tawar-Menawar Pemasok (Bargaining power of suppliers)
No Variabel Indikator
Pemasok di dominasi oleh serikat tani di
1 Dominasi pemasok
berbagai daerah
Produk pemasok merupakan produk yang
2 Produk pemasok penting bagi pembeli (daun, rempah dan
rimpang)
Industri bukan merupakan pelanggan yang
3 Pasar pemasok penting bagi pemasok karena menjual dalam
skala yang sangat besar

Bargaining power of suppliers dapat dikategorikan rendah karena PT Sido


Muncul mempunyai pemasok sendiri yang berasal dari para petani yang ada
diseluruh nusantara dengan standar kualitas yang baik. PT Sido Muncul
mendapatkan bahan baku yang diperoleh dari pengumpul dalam bentuk kering yang
berasal dari Wonogiri, Purwokerto, Ambarawa dan Jawa Timur. Bentuk bahan baku
berupa daun atau rimpang. Proses pembelian dilakukan setiap penen raya. PT Sido
Muncul juga memiliki anak perusahaan yang merupakan pabrik bahan baku dan
membantu petani menampung hasil panen mereka pada saat harga turun. Hal ini dapat
meningkatkan kapasitas produksi, memperpendek mata rantai produksi, dan
meningkatkan efisiensi pengolahan bahan baku PT Sido Muncul.

Rivalry among competitors


Persaingan antar pesaing dalam industri yang sama
(Rivalry among competitors)
No Variabel Indikator
1 Jumlah pesaing Pesaingan yang beragam
2 Diferensiasi produk Memiliki banyak diferensisasi produk
3 Pertumbuhan industri Pertumbuhan industri yang tinggi
4 Skala ekonomis Karena diproduksi secara masal dan
menggunakan teknologi terbaru, maka biaya

13
dapat ditekan dan dapat mencapai efektif dan
efisiensi produksi.
Banyak berinvestasi pada alat-alat berteknologi
5 Fixed cost
tinggi.
Tinggi nya hambatan untuk keluar dari indutri
6 Exit barriers
karena banyak berinvestasi di aset tetap.

14
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan
PT Jamu Sido Muncul menjadi perusahaan jamu tradisional yang kuat ditengah-tengah
persaingan yang makin kuat karena di Indonesia sendiri begitu banyak perusahaan yang
bergerak dibidang jamu tradisional seperti PT. Air Mancur yang juga memiliki posisi yang
kuat, PT. Deltomed Laboratories, PT. Jamu Cap Nyonya Meneer, Jamu Jago dan lain lain. PT.
Jamu Sido Muncul sebagai perusahaan yang sudah mapan tentunya memiliki strategi dalam
memasarkan produk-produknya. Menurut hasil analisis kami, perusahaan ini memiliki
strategi product differentiation, karena terdapat berbagai produk yang harganya dibawah
sidomuncul, namun market share perusahaan ini tetap menjadi yang nomor 1. Pendapat ini
dikuatkan dengan banyaknya produk sidomuncul yang bervariasi, mulai dari jamu tolak angin
(terdapat beberapa varian rasa, untuk anak kecil, dan untuk penyakit flu), minuman berenergi
yaitu kukubima energy drink(memiliki varian rasa), permen herbal, jamu yang berbentuk
serbuk, dan lain-lain.

3.2 Saran
Sebagai salah satu perusahaan yang memiliki market share terluas di Indonesia, strategi
perusahaan bukan lagi strategi untuk mendapatkan pangsa pasar. Saat ini, PT Sido
Muncul,Tbk berada dalam posisi mature. Saran kami untuk PT Sido Muncul adalah dengan
meningkatkan integrasi dengan anak perusahaan sehingga membentuk value chain yang lebih
efektif dan efisien. Hal ini dilakukan, untuk meningkatkan bargaining power of supplier dan
bargaining power of buyer sehingga tidak ada lagi masalah seperti kekurangan bahan baku,
dan tidak ratanya penyebaran distribusi produk yang akan mempengaruhi volume penjualan
produk.

15