Anda di halaman 1dari 15

KETENAGAAN DI INSTALASI GIZI

A. Jenis dan Jumlah Tenaga Gizi


Dewasa ini masalah ketenagaan merupakan masalah penting, baik jumlah
mupun mutunya yang sangat kurang. Untk mengatasi masalah ini, banyak institusi
atau rumah sakit mengangkat menggunakan tenaga ahli konsultan atau tenaga ahli
honorer, dan tenaga tidak ahli atau harian.
Berdasarkan pengalaman di berbagai institusi diambil patokan bahwa untuk
tiap 75-100 tempat tidur, diperlukan 1 (satu) tenaga ahli gizi dari 2 tenaga menengah
gizi, dan untuk 5-6 tempat tidur dibutuhkan 1 (satu) tenaga pemasak . 60-75 tempat
tidur untuk 1 (satu) pekarya pembersih.
Dalam melaksanakan pelayanan gizi di rumah sakit, macam ketenagaan yang
diperlukan dapat dibedakan atas pegawai yang ahli dan pegawai yang tidak ahli.
Pegawai yang ahli adalah tenaga yang telah mendapat pendidikan dasar khusus gizi
seperti Sarjana Gizi, Sarjana Muda Gizi, serta tenaga menengah gizi atau Pengatur
Gizi. Dalam klasifikasi ketenagaan di rumah sakit saati ini pemasak serta tenaga
pembersih atau pekaryalain yang bekerja dibidang penyelenggaraan makanan
dimasukkan dalam golongan tenaga tidak ahli.
1. Ahli Gizi
Seorang ahli gizi (Sarjana atau Sarjan Muda Gizi) harus mampu menerapkan
pengaturan gizi dalam mengelola makanan sekelompok orang. Secara umum,
maka tugas dan tanggung jawab seorang ahli gizi dalam penyelenggaraan
makanan banyak adalah :
1. Merencanakan, mengembangkan, membina, mengawasi dan menilaikan
penyelenggaraan makanan dengan data yang tersedia berdasarkan prinsip gizi
dalam usaha menunjang pelayanan rumah sakit terhadap pasien.
2. Mencapai standar kualitas penyelenggaraan makanan yang tinggi, dengan
menggunakan tenaga dan bahan makanan secara efisien dan efektif.
3. Merencanakan menu makanan biasa dan makanan khusus sesuai dengan pola
menu yang ditetapkan.
4. Membuat standardisasi resep ran mengawasi penggunaannya.
5. Membantu melaksanakan pelaporan untuk pengawasan dan perencanan
instalasi gizi.
6. Membantu melaksanakan pelaporan manajemen keuangan.
7. Menjaga dan mengawasi sanitasi penyelenggaraan makanan dan keselamatan
kerja pegawai.
8. Merencanakan, mengembangkan, membina, menilaikan kegiatan pelayanan
Gizi Ruang Rawat Nginap, Penyuluhan dan Rujukan Gizi, kegiatan Penelitian
Pengembangan Gizi terapan.
9. Mengatur pembagian tugas yang sesuai dengan spesifikasi tugas seseorang.
10. Menelaah seluruh kegiatan instalasi gizi termasuk perencanaan dan koordinasi
pelayanan gizi.
11. Memberikan bimbingan dan melakukanpengawasan dan evaluasi terhadap
calon sarjana muda gizi, tenaga menengah gizi pegawai kesehatan atau
pegawai lain yang mengikuti latihan kursus di instalasi gizi.
2. Tenaga Menengah Gizi
Peranan tenaga gizi menengah semakin berkembang, dengan berkembangnya
kegiatan pelayanan gizi di rumah sakit. Tugas dan tanggung jawab seorang
pengatur gizi atau pembantu ahli gizi meliputi :
1. Berkonsultasi dengan sarjan/sarjan muda gizi dalam melaksanakan kegiatan
pengadaan/penyediaan makanan,kegiatan pelayanan gizi di ruang rawat
nginap, penyuluhan/konsultasi dan rujukan gizi,serta penelitian pengembangan
gizi terapan.
2. Mengawasi dan menilaikan pegawai di instalasi gizi dan pegawai baru.
3. Memberi pengarahan pada pegawai dalam menggunakan dan memelihara
peralatan.
4. Memberi pengrahan, bimbingan pada pegawai dalam menyelenggarakan
makanan.
5. Mempersiapkan jadwal waktu dan kerja bagi seluruh pegawai dapur.
6. Mengawasi pelaksanakan dan memelihara sanitasi dan kebersihan seluruh
instalasi gizi serta pegawainya.
7. Membantu dalam melaksankan usaha-usaha keselamtan kerja sesuia dengan
yang telah ditetapkan.
Pada instalasi yang memiliki kapasitas tempat tidur lebih kecil dari 50
tempat tidur, maka tugas dan tanggung jawab tenaga pembantu ahli gizi adalah
memimpin pelaksanaan tugas dan fungsi instalasi gizi. Tetapi pada rumah sakit
yang berkapasitas lebih besar dari 50 tempat tidur, dan ada tenaga
sarjana/sarjana muda gizi, maka tugas pembantu ahli gizi sudah lebih khusus.
Ia dapat bertugas pada bagian khusus seperti memimpin produksi makanan,
memimpin bagian penyuluhan dan konsultasi gizi, ataupun ruang
penyimpanan,dapur, diit, persiapan bahan makanan dan sebagainya.
3. Pemasak
Di Indonesia tenaga pemasak belum termasuk golongan tenaga ahli, bahkan
dalam kategori tenaga kesehatan tidak tercantum tenaga pemasak. Karena itu
kedudukan tenaga pemasak dan keahlian memasak ini perlu betul-betul
diperhatikan dan dihargai sebagaimana mestinya.
Pengelompokan tenaga pemasak hingga saat ini didasarkan atas keterampilan
yang dimiliki dalam melakukan kegiatan memasak. Karenaitu tugas pemasak,
baik ia sebagai kepala pemasak ataupemasak tidak banyak berbeda.
Tugas dan tanggung jawab pemasak makanan adalah :
1. Merencanakn cara kerja, memasak, waktu agar sesuai dengan menu dan
jadwal pembagian makanan yang ditentukan.
2. Mengkonsultasikan cara pemasakan bahan makanan sebelum mulai
memasak dengan kepala pemasak ataupun pembantu ahli gizi.
3. Membantu dalam mengawasi, melatih pemasak baru.
4. Mempersiapkan contoh masakan yang dimasak.
5. Membersihkan peralatan, melaporkan kegiatan yang telah dilakukan
kepada pemasak kerja.
6. Melaksanakan penilaian terhadap resep baru serta melaporkannya kepada
kepala pemasak.
7. Mengembangkan buku resep untuk digunakan.
4. Pelaksana Gizi Ruangan
Disamping tenaga pemasak, di instalasi gizi juga bekerja tenaga pelaksana
ruangan, yang melakukan kegiatan pelayanan makanan di ruangan pasien.
Tugas tenaga pelaksana ruangan adalah sebagai berikut:
1. Mengambil makanan dari dapur untuk dibawa ke ruangan.
2. Membuat daftar permintaan makanan ruangan.
3. Membagi makanan untuk pasien dan karyawan.
4. Melaporkan pasien masuk dan pulang kepada pembantu ahli gizi/sarjana muda
gizi yang bertanggung jawab.
5. Melaporkan hal-hal penting.
6. Bekerja sama dengan tenaga di ruangan secara baik.
Catatan :
Pedoman diatas merupakan garis besar kegiatan yang harus dilakukan
oleh berbagai macam tenaga yang bekerja di Instalasi Gizi. Tugas-tugas
tersebut tidak disesuaikan dengan tenaga, kebutuhan dan keadaan.

Organisasi dan Pengenalan Daerah Kerja bagi Pegawai Baru.


Orientasi atau pengenalan ruang lingkup kerja bagi pegawai baru
sangat diperlukan. Perlu penjelasan yang tepat terhadap tugas-tugas yang
harus dikerjakan, sehingga usaha ini diharapkan dapat mengurangi keluar
masuknya pegawai.
Daam orientasi pegawai ini, termasuk penjelasan tentang hal-hal berikut:
1. Gambaran umun mengenai instalasi gizi.
2. Fungsi instalasi gizi di rumah sakit.
3. Peranan pegawai masing-masing dalam menunjang fungsi instalasi gizi
serta partisipasinya terhadap pelayanan kesehatan rumah sakit.
4. Penjelasan tugas yang harus dijalankan pegawai.
5. Pengawasan serta peraturan yang berlaku di instalasi gizi.

B. Kualifikasi Tenaga Gizi di Instalasi Gizi


Dalam ketetapan tentang Akriditasi Rumah Sakit, jelas dinyatakan bahwa
instalasi gizi harus dipimpin dan dikepalai oleh seorang yang benar-benar ahli
dibidang Gizi dan Diitetik. Serta memiliki pengetahuan manajemen dan
kepemimpinan yang tangguh. Disamping dituntut memiliki keahlian di bidang Gizi
dan Diitetik, juga harus menguasai administrasi makanan banyak dan manajemen
perkantoran.
Oleh karena itu, maka kualifikasi tenaga gizi harus sesuai dengan ketetapan
diatas, agar supaya manajemen makanan di rumah sakit dapat berjalan lancar dan
tepat.
Kualifikasi Tenaga Gizi di Rumah Sakit adalah sebagai berikut:
1. Pembina
- Sarjana (S1., S2., di bidang Gizi, Kesehatan Masyarakat, Kedokteran).
2. Pengelola
- Sarjana (S1., S2., dalam bidang pendidikan gizi sampai sarjana muda
gizi, kemudian ditambah keahlian khusus, diutamakan :
1. Bidang Gizi Klinik, dan Gizi Institusi.
2. Manajemen dan Administrasi.
3. Kesehatan Masyarakat.
3. Pelaksana
a. Sarjana S1. Dalam bidang pendidikan dasar gizi, hingga sarjana
muda gizi, kemudian ditambah keahlian khusus dibidang gizi klinik,
gisi institusi, manajemen dan administrasi, dan kesehatan
masyarakat.
b. Sarjana muda

gizi SO. - lulusan Sekolah Akademi Gizi Negeri.

- Lulusan IKIP Negeri Jurusan Gizi atau kesejahteraan


Keluarga.

c. Tenaga Menengah

Gizi - LulusanSekolah Menengah KesehatanJurusan Gizi (sebelum


tahun 1980).

- Sekolah Menengah Teknologi Kerumahtanggaan Negeri


Jurusan BOGA
4. Tenaga Dasar Gizi
Lulusan Sekolah Menengah Tingkat Pertama, yang telah dikursus Gizi dan
Dietetik selama tiga bulan.
Lulusan Sekolah Kepandaian Putri.
Lulusan Sekolah Kesejahteraan Keluarga Tingkat Pertama, Bagian Memasak.
Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan Tingkat Pertama, Jurusan BOGA.
5. Tenaga Perkarya
Lulusan Sekolah Menengah Tingkat Pertama atau Sekolah yang Sederajat.
6. Pelaksanaan administrasi
Lulusan sarjana muda Lembaga Administrasi Negara atau Sekolah lain yang
sederajat.
Lulusan KPAA.
Sekolah Menengah Tingkat Atas, dengan kursus tambahan di bidang
administrasi.

Uraian Tugas dan jabatan Fungsional di instalasi gizi adalah:

1. Pembina :
Perencanaan
Koordinasi kebijaksanaan Rumah Sakit
Pengendalian dan evaluasi
Kaderisasi
Pengembangan
2. Pengelola :
Perencanaan
Pengisian tugas
Koordinasi kegiatan
Pencatatan pelaporan
Pengangguran
3. Pelaksana :
a. Ketatausahaan
Administrasi
Perlengkapan
Perbekalan
Kepegawaian
b. Pengadaan/Penyediaan Makanan
Perencanaan menu
Pembelian dan pemesanan bahan makanan
Penerimaan bahan makanan
Pengolahan makanan
Penyaluran makanan
Hygiene dan sanitasi
Pencatatan pelaporan, penilaian
c. Penyuluhan/Konsultasi & Rujukan Gizi
Perencanaan penyuluhan dan pendidikan
Pelaksanaan penyuluhan dan pendidikan
Evaluasi penyuluhan dan pendidikan
Pencatatan, pelaporan, evaluasi
d. Pelayanan Gizi Ruang Rawat Nginap
Anamnesa diit
Perencanaan dan evaluasi diit
Konsultasi dan penyuluhan gizi
Pemesan makanan
e. Penelitian dan Pengembangan gizi terapan.
Perencanaan; Pelaksanaan; Evaluasi Pengembangan, Peningkatan.

Berdasarkan Pola di atas maka Tim standardisasi mengemukakan standard kualifikasi


Ka Instalasi Gizi dan Pelaksanaan Instalasi Gizi seperti di bawah ini :

KELAS RUMAH SAKIT

KOMPONEN RSU KELAS B/RS JIWA RSU KELAS C/RS JI


NO.
TENAGA RSU KELAS A KELAS A & RSK YANG KELAS B & RSK YA
SETINGKAT SETINGKAT

1. KEPALA Pedidikan dasar SO/DIII Pedidikan dasar SO/DIII Pedidikan dasar SO


INSTAL GIZI Gizi dengan tambahan Gizi dengan tambahan Gizi dengan tamb
Kualifikasi pendidikan pendidikan pendidikan
a. S1/DIV Gizi a. S1/DIV Gizi a. S1/DIV Gizi
b. S2 Gizi/Adm. RS b. S2 Gizi/Adm. RS b. S2 Gizi/Adm. RS
c. Pengalaman kerja di
Pengalaman kerja di RS Pengalaman kerja di
RS minimal 7 tahun.
minimal 5 tahun. minimal 5 tahun.
Kualifikasi II Pedidikan dasar SO/DIII Pedidikan dasar SO/DIII Pedidikan dasar SO
Gizi dengan tambahan Gizi dengan tambahan Gizi dengan tamb
pendidikan pendidikan pendidikan
a. S1/DIV Gizi Kes. a. S1/DIV Gizi Kes. a. Pelatihan
Masyarakat Masyarakat PGRS/Manajemen
b. S2 Gizi/Adm. RS b. S2 Gizi/Adm. RS b. Pengalaman kerja d
c. Pengalaman kerja di c. Pengalaman kerja di
minimal 5 tahun
RS minimal 5 tahun RS minimal 7 tahun
Kualifikasi III Pedidikan dasar SO/DIII Pedidikan dasar SO/DIII Pedidikan dasar SO
Gizi dengan tambahan Gizi dengan tambahan Gizi dengan tamb
pendidikan pendidikan pendidikan
a. S1/DIV Gizi a. S1/DIV Gizi a. Pelatihan
b. Pengalaman kerja di b. Pengalaman kerja di
PGRS/Manajemen
RS minimal 10 tahun RS minimal 5 tahun b. Kes. Masya
Pengalaman kerja d

2. STAF INSTAL Pendidikan dasar SO/DIII Pendidikan dasar SO/DIII Pendidikan dasar SO
GIZI Gizi dengan Gizi dengan Gizi de
Kualifikasi I tambahan/pendidikan tambahan/pendidikan tambahan/pendidikan
a. S1/DIV Gizi a. S1/DIV Gizi a. Pelatihan PGRS
b. Pengalaman kerja di b. Pengalaman kerja di
RS minimal 5 tahun RS minimal 3 tahun

Kualifikasi II Pendidikan dasar SO/DIII Pendidikan dasar SO/DIII Pendidikan dasar SM


Gizi dengan Gizi dengan Gizi/DI Gizi/S
tambahan/pendidikan tambahan/pendidikan dengan tambahan
a. S1/DIV Gizi a. S1/DIV Gizi a. Pelatihan PGRS
b. Pengalaman kerja di RS b. Pengalaman kerja di RS b. Kes. Masya
minimal 5 tahun minimal 3 tahun Pengalaman kerja d
minimal 3 tahun.

Kualifikasi III Pendidikan dasar Pendidikan dasar Pendidikan d


SMKA/Gizi/DI Gizi SMKA/Gizi/DI Gizi SKKA/SMTK B
SPAG dengan SPAG dengan Program Studi
tambahan/pendidikan : tambahan/pendidikan : dengan tambah
a. Pelatihan PGRS a. Pelatihan PGRS a. Pelatihan PGRS
b. Kes. Masyarakat b. Kes. Masyarakat b. Kes. Masya
Pengalaman minimal 5 Pengalaman minimal 3 Pengalaman minim
tahun tahun tahun.
C. Perencanaan Ketenagaan di Instalasi Gizi
Perencanaan ketenagaan PGRS disusun berdasarkan mekanisme kerja, pembagian tugas dan tanggung jawab antara berbagai
unsur yang berkepentingan.
Perincian kegiatan dan uraian tugas disusun menurut daerah kegiatan pelayanan gizi, yaitu di kantor pimpinan instalasi gizi, ruangan
perawatan, dapur pengolahan makanan, dapur pengolahan makanan, poliklinik gizi, dan untuk kegiatan penelitian dan pengembangan
gizi terapan.

1. Kantor Pimpinan Instalasi Gizi


Kegiatan, uraian kegiatan, macam dan kwalifikasi tenaga serta ratio tenaga yang dibutuhkan dapat dilihat dalam tabel 1

Tabel 1 : KEGIATAN, URAIAN KEGIATAN, MACAM DAN KWALIFIKASI SERTA RATIO TENAGA YANG DIBUTUHKAN
UNTUK TIAP KELAS RUMAH SAKIT.

Ratio tenaga untuk tiap kelas RS


Kegiatan Uraian Kegiatan Macam tenaga yang Kualifikasi A B C D E
dibutuhkan
Perencanaan Penyusunan 1. Sarjana gizi S.M Gizi pendidikan 1:40 1:40
Pengorganisasian konsep policy keserjanaan dalam bidang 0 0
Pengisian jabatan gizi. gizi/manajemen/institusi/kes
Penggerakan Perencanaan . Masyarakat.
koordinasi anggaran.
Evaluasi Pengelolaan 2. Sarjana muda gizi Lulusan A Gizi
1:80 1:40
kepegawaian.
Pengawasan 0 0
biaya.
Pengendalian
dan penilaian.
Pencatatan dan 3. Tenaga gizi lain PK/Perawat + kursus gizi 1:40 1:60 1:40 1:50 1:50
pelaporan. 4. Pengawasan managemen, diitetik. 0 0 0
Ketatausahaan. pesanan Lulusan SM KA/SK KA/SM
TK + Latihan dalam bidang 1:80 1:50 1:30
gizi,managemen dan diitetik. 0 0 0
5. Pelaksana Lulusan SLTP+kursus gizi
6. Tata Usaha - Sarjana muda Administrasi
Negeri 1:60 1:60
- KPAA 0 0
- Lulusan SLTP+Kursus Adm. 1:80 1:80 1:10 1:100
0 0 1:30 0
0
1:80 1:80
0 0 1:20
0
1:40 1:40
0 0

2. Kegiatan di ruang perawatan


Kegiatan PGRS di ruang perawatan di dalam oleh team yang terdiri dari dokter, tenaga gizi dan perawat. Ketua team adalah
dokter. Kegiatan dilakukan secara terpadu antara ketiga unsur di atas. Kegiatan, uraian kegiatan, macam dan kwalifikasi tenaga
serta ratio tenaga yang dibutuhkan dapat dilihat dalam tabel2.

Tabel 2 : KEGIATAN, URAIAN KEGIATAN, MACAM DAN KWALIFIKASI TENAGA SERTA

RATIO TENAGA YANG DIBUTUHKAN UNTUK TIAP KELAS RUMAH SAKIT

Macam tenaga yang Ratio tenaga untuk tiap kelas RS


Kegiatan Uraian kegiatan Kualifikasi tenaga
dibutuhkan A B C D E
Perencanaan Kordinator Sarjana Gizi. 1: 400 1: 400 1: 400 1: 300 -
Sarjana muda Gizi (2) Lulusan A. Gizi 1:100 1:100 1:100 - -
penentuan, penentuan diit
pengamatan dan Anamnesa diet. Lulusan SMKA gizi/Pk/ 1 : 25 1 : 25 1 : 25 1 : 25 1 : 25
penilaian diit Rencana diet. Perawat + latihan
perawat/PK + kursus gizi - - - - -
Pemesanan
makanan kebagian
pengolahan
makanan
Penyajian Penyajian makanan Perawat Perawat/PK + Kursus - - - - -
makanan (1) ke pasien gizi
Pelaksana. 1 : 25 1 : 25 1 : 25 1 : 25 1 : 25
SLTP + Kursus gizi
pengemasan alat-
alat makan.
Penyuluhan dan Penyuluhan dan Sarjana muda gizi Lulusan A.Gizi - - - - -
Perawat/PK + Kursus - - - - -
penilaian. penilaian diit.
Perawat
gizi
Pencatatan dan Pencatatan dan
pelaporan pelaporan kegiatan-
kegiatan gizi di
ruangan

Keterangan

1) Makanan dikirim secara sentralisasi (per porsi) dan desentralisasi oleh instalasi gizi ke ruangan. Perawat menyajikan makanan ke pasien
dan membantu pasien selama makan, serta tanggung jawab tentang keamanan alat-alat makan.
2) Sarjana muda gizi (ahli gizi) bekerja sama dengan dokter dan perawat.
3) Tugas ini dirangkap (2), juga dilakukan oleh pengatur gizi/PK/Perawat + Kursus gizi.

3. Dapur pengolahan makanan


Kegiatan, uraian, macam dan kwalifikasi tenaga serta ratio tenaga yang dibutuhkan dapat dilihat dalam tabel 3.
Tabel 3 : KEGIATAN, URAIAN KEGIATAN, MACAM DAN KWALIFIKASI TENAGA SERTA RATIO
TENAGA YANG DIBUTUHKAN UNTUK TIAP KELAS RUMAH SAKIT

Macam tenaga yang Ratio tenaga untuk tiap kelas RS


Kegiatan Uraian kegiatan Kualifikasi tenaga
dibutuhkan A B C D E
Pengadaan dan Kordinator Sarjana Gizi. Lulusan A. Gizi 1: 400 1: 400 1: 300 - -
Sarjana Muda Gizi Lulusan A. Gizi 1:100 1:300 1:300 - -
distribusi penyusunan menu
Tenaga gizi lain Lulusan SMKA atau 1: 100 1: 100 1: 100 - -
makanan*) Taksiran kebutuhan -
PK/Perawat + latihan
Pengawas pelaksana 1 :100 1 :100 1 :100 - -
bahan makanan
SKKA/SMKK/SMTK +
Pemesan bahan
Pelaksana 1:8 1:8 1 : 10 1:10 1:10
kursus
makanan Tata usaha 1 :800 1 :800 1 :300 - -
SLTP + Kursus gizi
Penerimaan 1 :400 1 :400 1 :200 1:100
KPAA
penyiapan bahan
SLTP + Kursus
makanan
admistrasi
Distribusi makanan
pengamatan dan
pengendalian
pencatatan dan
pelaporan
pembersihan.

Keterangan : *) termasuk bagian sekretariat.

4.poliklinik gizi
Kegiatan yang dilakukan ialah penyuluhan gizi kepada pasien pada umumnya dan konsultasi gizi kepada mereka yang menjalani
terapidiit.
Kegiatan, uraian, kegiatan, macam dan kwalifikasi tenaga serta ratiotenaga yang dibutuhkan dapat dilihat dalam tabel 4.

Tabel 4 : KEGIATAN, URAIAN KEGIATAN,MACAM DAN KUALIFIKASU TENAGA SERTA RATIO TENAGA YANG
DIBUTUHKAN UNTUK TIAP KELAS RUMAH SAKIT.

Ratio tenaga untuk tiap kelas RS


Kegiatan Uraian Kegiatan Macam tenaga yang Kualifikasi A B C D E
dibutuhkan
Penyuluhan dan Kordinator Sarjana gizi Lulusan A. Gizi 1:40 1:40 1:30 - -
konsultasi gizi anamnese diit Sarjana muda gizi 0 0 0
- -
1:50 1:50 1:40
0 0 0

Rujukan Rencana diit


Konsultasi gizi Tenaga gizi lain PK/Perawat + kursus 1:20 1:20 1:20 1:20 -
Pencatatan 0 0 0 0
Penilaian
Pelaporan tindak Pelaksana SLTP + kursus -
lanjut. 1:80 1:60 1:40 -
0 0 0

5.Penilaian dan Pengembangan


Perencanaan Penyusunan Sarjana Gizi Lulusan, AK.Gizi 1:40 1:40 1:40 - -
pengorganisasian konsep Rencana Sarjana Muda Gizi PK/Perawat + kursus 0 0 0 - -
pelaksaan kegiatan Jadwal Tenaga lain SLTP + kursus 1:20 1:20 1:20 - -
0 0 0 - -
kordinasi pelaksanaan
pengamatan Pembiayaan 1:20 1:20 1:20
evaluasi. Kordinasi 0 0 0
Pengamatan & 1:80 1:60 1:40
evaluasi. 0 0 0

D. Pengelolaan Ketenagaan Instalasi Gizi Rumah Sakit


Seperti diketahui bahwa rumah sakit di Indonesia ini, dimiliki oleh berbagai instansi, seperti Pemerintahan Pusat, Pemerintah
Daerah Tk. I dan Tk, II, Swasta dan Badan Usaha Modal Negara. Oleh karena hingga saat ini, yang mengelola tenaga sarjana muda gizi
adalah Departemen Kesehatan, maka prosedur dan tata laksana pengadaa, penempatan atau pemindahan tenaga ini juga dikelola Depkes
RI.

Prosedur yang seyogianya berjalan adalah sebagai berikut:

1. Ka Kanwil Depkes RI di Propinsi, yang mewakili Depkes Ri di Tingkat Propinsi menyampaikan usulan tenaga sarjana atau sarjana muda
gizi ke Depkes RI pusat, yang selanjutnya akan memproses kebutuhan masing-masing propinsi sesuai dengan tersedianya jumlah formasi
dari pemerintah.
2. Sesuai dengan jumlah tenaga gizi yang diminta, kemudian Depkes RI Pusat memberikan jumlah tenaga yang diminta berdasarkan jumlah
yang ada secara proporsional.
3. Selanjutnya secara bijaksana Ka. Kanwil Depkes RI Propinsi akan mengalokasi tenaga tersebut sesuai dengan prioritas dan
memperhitungkan proporsi yang seimbang.
4. Direktorat Bina Gizi Masyarakat, Dijen Binkesmas akan mendukung usulan tersebut, dengan menyerahkan jumlah dan nama lulusan
Akademi Gizi yang siap untuk bekerja.
5. Direktorat Rumah Sakit Khusus dan Swasta, selanjutnya membantu realisasi dan kelancaran proporsi tenaga gizi di rumah sakit,
berdasarkan permintaan rumah-rumah sakit yang dirujukkan ke Direktorat tersebut.
6. Kesiapan rumah sakit untuk menerima tenaga gizi ini seyogianya pun mendapat kejelasan dari Kakanwil Depkes RI setempat.
Penerimaan dan Pemilihan Pegawai Instalasi Gizi

Perubahan perubahan dalam jumlah atau macam ketenagaan di instalasi Gizi dapat mengakibatkan kelancaran pengelolaan makanan
terganggu. Untuk mengatasi hal ini maka seyogianyalah bagian kepegawaian rumah sakit bekerja sama dengan kepegawaian di Instalasi Gizi
dalam menerima dan memilih pegawai yang benar dan sesuai dengan tugasnya. Disamping itu penjelasan yang lengkap dan terarah akan sangat
membantu pelamar untuk menilai tugas yang akan dilakukannya secara terbuka.

Penerimaan pegawai Instalasi Gizi sesuai dengan prosedur yang berlaku, yaitu dengan mengusulkan kebutuhan tenaga gizi dilengkapi
dengan syarat dan kualifikasi yang jelas. Kemudian bersama bagian kepegawaian rumah sakit, meneliti pelamar, sejak pengisian formulir
riwayat pendidikan, pekerjaan pelamar, kegiatan wawancara atau penilaian pegawai melalui ujian pengetahuan atau keterampilan yang telah
dipersiapkan. Fornulir lamaran ini dibuat oleh kepegawaian rumah sakit dan data tersebut memuat pula kebutuhan kepegawaian gizi rumah sakit.
Arsip surat pegawai ini juga dirujuk ke instalasi gizi. Khusus untuk pegawai instalasi gizi, maka syarat pegawai yang sehat, bersih, rapih, tidak
berpenyakit menular, tidak berpenyakit kulit, dan sebagainya yang berkaitan dengan sanitasi dan kesehatan pengelolaan makanan harus
dicantumkan secara jelas.

Setelah diseleksi, maka pelamar akan mendapatkan orientasi tugas serta latihan dalam waktu tertentu. Instalasi gizi harus menyusun program
yang baku baik untuk kegiatan orientasi pegawai maupun untuk latihan tertentu. Disamping itu formulir penilaian pegawai secara tahunan dan
harian perlu pula diadakan dan dinilai secara periodik.