Anda di halaman 1dari 4

Penelitian Penyimpangan Sosial Di Lingkungan

Nama Heri Herdiana


Kelas X (10)

A. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian adalah tempat dilakukannya penelitian. Penelitian ini
dilaksanakan di Lingkungan rumah dan sekolah yaitu di PKBM Harapan
Bangsa.
B. Waktu Penelitian
Waktu penelitian dilakukan pada:
5 Januari sampai 6 Januari 2017 proses pembuatan rancangan
penelitian .
6 Januari sampai 5 Januari 2017 proses dilakukannya penelitian.
9 proses pembuatan laporan penelitian.
C. Bentuk Penelitian
Penelitian deskriptif yaitu penelitian yang melukiskan dan
melaporkan suatu keadaan, objek atau peristiwa secara apa
adanya berupa fakta
Penelitian Inferensial yaitu penelitian yang mampu menarik
kesimpulan umum atas masalah yang sedang diteliti
D. Rumusan Masalah
1. Apa bentuk perilaku menyimpang di lingkungan masyarakat Rt 02 ?
2. Apa faktor yang menyebkan terjadinya perilaku menyimpang ?

E. Tujuan Penelitian
1. Mengetahui bentuk perilaku menyimpang di Rt 02!
2. Mengetahui faktor penyebab terjadinya perilaku menyimpang yang di
lakukan oleh masyarakat Rt 02!.

F. Manfaat Penelitian
1. Manfaat bagi peneliti
1. Menambah wawasan
2. Melatih cara berfikir secara ilmiah
2. Manfaat bagi sekolah
Sebagai bahan reprensi masukan untuk peraturan yang lebih baik
Mengetahui dan memahami apa arti penyimpangan sosial
Mengetahui contoh nyata penyimpangan sosial

1
Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penyimpangan sosial
tersebut
Mengetahui dampak yang ditimbulkan oleh penyimpangan sosial
tersebut
Mempelajari upaya pencegahan terhadap penyimpangan sosial

BAB I
PEMBAHASAN

Masalah penyimpangan sosial bukanlah masalah yang baru muncul.


Masalah ini telah lama lahir dan hadir dalam masyarakat. Namun
demikian, masalah-masalah penyimpangan sosial ini tetap saja ada dan
melekat dalam kehidupan masyarakat seolah tidak ada tindakan yang
menanganinya. Ada banyak jenis dan perilaku-perilaku menyimpang yang
dilakukan oleh masyarakat dan telah banyak pula aturan-aturan yang
mengatur tentang penyimpangan tersebut. Pada kenyataannya, hingga
saat ini penyimpangan sosial masih terus terjadi meskipun aturan atau
bahkan hukuman diberlakukan bagi para pelaku. Hal ini mungkin
disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat akan buruknya
perilaku-perilaku menyimpang, atau mungkin kurangnya sosialisasi
tentang penyimpangan sosial. Berikut merupakan uraian penyimpangan
sosial di KAMPUNG NOONG RT 02 :

ANALISIS PRILAKU MEYIMPANG MASYARAKAT RT 02


NOONG.
Prilaku Survei
Perampokan/Tidak Pencurian Pernah Terjadi
Kebiasan Membuang Sampah Sering (Jalan
Sembarangan Raya/Cilliwung)
Tingkat Kenakalan Remaja Sering
Mabuk Pernah Terjadi
Judi Pernah Terjadi
Pertikaian Antar Tetangga Pernah Terjadi
Hubungan seksual sebelum nikah Pernah Terjadi
Hasil Intensitas Normal 20%

Contoh Penyimpangan Sosial


Ada banyak contoh penyimpangan sosial yang terjadi di
masyarakat Rt 02, mulai dari hal-hal kecil yang dianggap sepele sampai
hal-hal yang berakibat fatal. Membuang sampah tidak pada tempat
sampah sudah bisa dianggap sebagai sebuah perilak menyimpang, karena
hal tersebut tidak sesuai dengan norma serta aturan hukum yang berlaku.

2
Contoh lain adalah mencontek, merokok, mencuri, memakai obat-
obatan terlarang dan narkoba, pelacuran, dll. Di sini akan dibahas
penyimpangan sosial mengenai kebiasaan merokok yang dilakukan oleh
wanita.

Ironisnya, ada banyak masyarakat yang merasa bangga ketika


melakukan suatu perilaku menyimpang, seperti merokok, padahal perilaku
menyimpang jelas bukanlah hal yang patut untuk dibanggakan. Keadaan
seperti inilah yang akan memicu dan memperluas lingkup terjadinya
penyimpangan sosial. Selain itu, penyimpangan sosial akan selalu
berpengaruh terhadap masyarakat lain. Para pelaku penyimpangan sosial
akan berinteraksi dengan masyarakat lain dan secara tidak langsung ia
akan memberikan sugesti-sugesti untuk mengikuti perilakunya. Jika
masyarakat tidak memiliki kesadaran yang kuat dan pengetahuan yang
lemah akan perilaku menyimpang, maka dengan mudah mereka akan
terpengaruh dan terbawa dalam kondisi menyimpang.

FAKTOR-FAKTOR PENYIMPANGAN SOSIAL

Tidak dipungkiri bahwa setiap tindakan manusia ada sebabnya, atau


sering dikatakan hokum sebab-akibat, begitu juga dengan perilaku
menyimpang. Perilaku menyimpang disebabkan oleh beberapa faktor
sebagai berikut:
1. Pertentangan antara norma kelompok dengan norma masyarakat
2. Tidak mempunyai seseorang sebagai panutan dalam memahami
dan meresapi tata nilai atau norma-norma yang berlaku di
masyarakat.
3. Pengaruh lingkungan kehidupan sosial yang tidak baik.
4. Pertentangan antar agen sosialisasi
5. Pengaruh fisik dan jiwa seseorang.
6. Proses bersosialisasi yang negatif.
7. Ketidakadilan.
BAB II
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan temuan yang diperoleh dalam penelitian timbulnya perilaku
menyimpang dikalangan para remaja. Dapat disimpulkan antaranya adalah sebagai berikut:

1. Pertama, longgarnya pegangan terhadap agama. Sudah menjadi tragedi dari dunia maju,
dimana segala sesuatu hampir dapat dicapai dengan ilmu pengetahuan, sehingga
keyakinan beragam mulai terdesak, kepercayaan kepada Tuhan tinggal simbol, larangan-
larangan dan suruhan-suruhan Tuhan tidak diindahkan lagi.

3
2. Kurang efektifnya pembinaan moral yang dilakukan oleh rumahtangga, sekolah
maupun masyarakat. Pembinaan moral yang dilakukan oleh ketiga institusi ini tidak
berjalan menurut semestinya.
3. Gejala penyimpangan tersebut terjadi karena pola hidup yang semata-mata mengejar
kepuasan materi, kesenangan hawa nafsu dan tidak mengindahkan nilai-nilai agama.
4. Kekuasaan, uang, teknologi dan sumber daya yang dimiliki pemerintah seharusnya
digunakan untuk merumuskan konsep pembinaan moral bangsa dan aplikasinya secara
bersungguh-sungguh dan berkesinambung an. Upaya perbaikan lingkungan sosial
membutuhkan kerja sama yang terpadu dari berbagai pihak, termasuk peran serta dari
masyarakat sendiri.
B. Saran
Untuk ikut menyumbangkan pikiran dalam usaha meningkatkan sikap dan tingkah laku para
masyarakat saat ini maka dapat tertera saran sebagai berikut:
1. Untuk para pemuda dan remaja berhati-hati dalam bergaul.
2. Jangan mudah terpengaruh oleh suatu hal yang kita belum memahami.
3. Untuk para orang tua jangan lalai dalam mengawasi anak-anak.
4. Untuk pembaca semuanya harap kritik dan sarannya bila terjadi kesalahan dalam
penyusunan makalah ini.