Anda di halaman 1dari 24

PT.

GARUDA INDONESIA

VISI DAN MISI SERTA ETIKA BISNIS, TANGGUNG JAWAB SOSIAL,


DAN KEBERLANGSUNGAN

Alvania Safira 1406533913


Stephani Elvina Siahaan 1406534185
Naufal D Adam 1406555706
Sumastrino 1406567510
Ries Lawren Pasista Ginting 1406579611
Yessy Lauren F Y 1406611751

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS INDONESIA

2017
Statement of Authorship

Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa tugas terlampir adalah murni
hasil pekerjaan kami sendiri. Tidak ada pekerjaan orang lain yang kami gunakan tanpa
menyebutkan sumbernya.
Materi ini belum pernah disajikan sebagai bahan untuk tugas pada mata ajaran lain
kecuali kami menyatakan dengan jelas bahwa kami menyatakan menggunakannya. Kami
memahami bahwa tugas yang kami kumpulkan ini dapat diperbanyak dan/atau dikomunikasikan
untuk tujuan mendeteksi adanya plagiarisme.

Mata Ajar : Pengantar Manajemen Stratejik


Tanggal : 13 Februari 2017
Dosen : Avanti Fontana, Ph.D., CF, CC

NAMA NPM TANDA TANGAN


Alvania Safira 1406533913
Stephani Elvina Siahaan 1406534185
Naufal D Adam 1406555706
Sumastrino 1406567510
Ries Lawren Pasista Ginting 1406579611
Yessy Lauren F Y 1406611751

BAB I

PENDAHULUAN

Perusahaan yang baik merupakan perusahaan yang memiliki visi dan misi yang jelas serta
memberikan dampak yang baik terhadap lingkungan sekitarnya. Perusahaan berdiri di tengah-
tengah kehidupan bermasyarakat dan berhubungan secara langsung dengan alam dan sosial
sehingga sebuah perusahaan harus dapat membentuk hubungan yang baik dengan lingkungan
alam sekitar serta manusia sekitarnya.

Perusahaan bukan hanya bertanggungjawab atas lingkungan sekitarnya, tetapi hal


tersebut memang sesuai dengan etika yang berlaku di lingkungan masyarakat. Etika bisnis yang
dilakukan oleh perusahaan mencakup keamanan lingkungan, produk, dan sumber daya yang
digunakan oleh perusahan tersebut. Dampak yang diberikan oleh perusahaan terhadap
lingkungan sekitarnya harus dapat menjaga keberlangsungan hidup alam tersebut sehingga
perusahaan harus sangat memperhatikan pelestarian atau pemeliharaan lingkungan sekitar.
Perusahaan juga akan membuat laporan keberlangsungan perusahaan yang mencakup dampat
dari aktivitas perusahaan terhadap lingkungan sekitarnya.

Hal yang akan dicapai dan dilakukan oleh perusahaan tertulis jelas dalam visi dan misi
yang diumumkan oleh perusahaan. Visi perusahaan secara umum adalah untuk menjaga dan
melestarikan lingkungan sekitarnya, tetapi perusahaan juga memiliki visi khusus untuk
perusahaan tersebut. Misi merupakan cara yang akan dilakukan oleh perusahaan tersebut di
dalam mencapai visi yang telah disepakati. Misi yang dimiliki oleh perusahaan pasti sejalan
dengan visi yang ditargetkan.

Perusahaan dalam mencapai visi untuk menjaga dan melestarikan lingkungan dapat
membentuk beberapa program. Program-program tersebut dapat berhubungan dengan alam
seperti penanaman poho atau pembersihan lingkungan, berhubungan dengan lingkungan sosial
seperti pemberian bantuan, berhubungan dengan sumber daya alam seperti penghijauan kembali,
dan berhubungan dengan sumber daya manusia seperti pemberian pelatihan kepada para
karyawan.

BAB II

RINGKASAN TEORI

ETIKA, TANGGUNG JAWAB SOSIAL, DAN KEBERLANGSUNGAN

2.1. Etika Bisnis


Etika Bisnis adalah prinsip tingkah laku dalam perusahaan sebagai petunjuk dalam
membuat keputusan dan berperilaku. Tujuh prinsip etika bisnis yang umum digunakan,
diantaranya:
1. Dapat dipercaya.
2. Memiliki pemikiran yang terbuka.
3. Menghormati segala komitmen dan kewajiban.
4. Tidak salah mengemukakan kenyataan, membesar-besarkan, atau menyesatkan dengan
bahan yang dicetak.
5. Memiliki tanggung jawab sosial pada seluruh masyarakat.
6. Memanfaatkan praktik akuntansi untuk mengidentifikasi dan mengeleminasi kegiatan-
kegiatan yang masih dipertanyakan.
7. Mengikuti semboyan: Lakukan orang lain sebagaimana anda ingin diperlakukan.

Kode etik dalam bisnis disusun untuk menjawab isu-isu etika seperti keamanan produk,
kesehatan pegawai, dan bagaimana pembuangan limbah dikelola. Sebagai bentuk kontrol
terhadap kode etik, terdapat kebijakan bernama whistle blowing yang mengharuskan pegawai
untuk melaporkan segala perbuatan tidak etis yang karyawan temui di perusahaan.

2.2. Tanggung Jawab Sosial


Tanggung jawab sosial adalah melakukan tindakan lebih dari kewajiban hukum yang
dilakukan perusahaan untuk melindungi dan meningkatkan kesejahteraan lingkungan sekitarnya.
Kebijakan sosial berbicara mengenai tanggung jawab yang perusahaan berikan kepada
karyawan, konsumen, komunitas, pemangku kepentingan, lingkungan, dan kelompok lainnya.
Contoh kebijakan sosial perusahaan ialah kebijakan saat pengunduran diri karyawan.

2.3. Keberlangsungan
Keberlangsungan adalah penjabaran bahwa operasi dan kegiatan yang dilakukan
perusahaan sejalan dengan fungsinya yaitu untuk menjaga, melindungi, dan memelihara
dibandingkan dengan kegiatan yang memberi dampak membahayakan atau merusak lingkungan.
Dalam konteks keberlangsungan, terdapat Laporan Keberlangsungan Perusahaan yang
mengungkapkan dampak dari aktivitas perusahaan terhadap lingkungan sekitar.
Walau masih sedikit standar hukum mengenai keberlangsungan atau teminologi
penghijauan, namun terdapat 2 standar yang berlaku umum yaitu ISO 14000 tentang standar
dalam cakupan lingkungan dan ISO 14001 mengenai kumpulan standar yang diadopsi oleh
ribuan perusahaan secara global dengan pernyataan bahwa bisnisnya dilakukan dengan ramah
lingkungan.

ANALISA VISI DAN MISI

Sebagai dua hal yang selalu berdampingan, visi dan misi merupakan dua hal berbeda
dalam perusahaan. Jika misi menjawab pertanyaan, bisnis apa yang kita lakukan?, maka visi
menjawab pertanyaan, apa yang hendak kita capai?.

Visi dan misi yang terstruktur memiliki 10 manfaat, diantaranya:

1. Memberikan tujuan yang jelas pada seluruh manajer dan karyawan.


2. Sebagai dasar yang menyediakan aktivitas perencanaan stratejis meliputi penilaian internal
dan eksternal, pencapaian tujuan, pengembangan strategi, alokasi sumber daya, dan bahan
untuk evalusi kinerja.
3. Memberikan arah bisnis perusahaan.
4. Menyediakan titik pokok untuk seluruh pemangku kepentingan dalam perusahaan.
5. Meluruskan perbedaan pandangan antara para manajer.
6. Sebagai tempat untuk membangun ekspektasi bersama diantara para manajer dan karyawan.
7. Memproyeksikan rasa berharga dan mendalam kepada seluruh pemangku kepentingan.
8. Memproyeksikan bentuk dukungan yang terorganisir dari perusahaan.
9. Mencapai kinerja perusahaan yang lebih tinggi.
10. Mencapai sinergi terhadap seluruh manajer dan karyawan.

Visi dan misi yang telah ditentukan, ditanyakan dalam bentuk pertanyaan misi yang memiliki
beberapa karakteristik diantaranya:

a. Pernyataan perilaku
b. Berorientasi pada konsumen
c. Komponen pernyataan misi, yang terdiri dari:
1. Konsumen Siapa konsumen dari perusahaan?
2. Barang dan jasa Apa saja barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan?
3. Pasar Secara geografis, dimana perusahaan bersaing?
4. Teknologi Apakah teknologi yang diadopsi perusahaan sudah sesuai?
5. Peduli terhadap kelangsungan hidup, pertumbuhan dan keuntungan Apakah perusahaan
berkomitmen pada pertumbuhan dan keuangan perusahaan?
6. Filosofi Apa saja kepercayaan dasar, nilai, aspirasi, dan prioritas etis dari perusahaan?
7. Konsep diri Apa yang menjadi keunggulan kompetitif perusahaan?
8. Peduli terhadap pandangan publik Apakah perusahaan responsif terhadap sosial,
komunitas, dan kepedulian lingkungan?
9. Peduli pada karyawan Apakah karyawan merupakan aset berharga bagi perusahaan?
Pada tahap akhir, yang perlu dilakukan adalah untuk mengevaluasi pernyataan misi
tertulis apakah sudah efektif saat implementasinya atau terdapat beberapa hal yang masih perlu
diperbaiki.
Bab III

Hasil Analisis

3.1. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Garuda (Corporate Social Responsibilities)

PT. Garuda Indonesia (PT. GI) merupakan sebuah badan usaha milik negara (BUMN)
Indonesia yang bergerak di bidang penerbangan, baik domestik maupun internasional. Dalam
menjalankan bisnis penerbangannya, PT. GI sebagai maskapai penerbangan utama di Indonesia
memiliki peranan penting untuk menjadi contoh bagi maskapai lainnya dalam melakukan bisnis
secara etis. PT. GI sebagai perusahaan besar bertanggung jawab atas seluruh pemangku
kepentingan (stakeholders), baik yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung di
dalamnya. Salah satu yang perlu menjadi perhatian adalah tanggung jawab sosial (social
responsibilities) terhadap para stakeholders-nya. Hal ini penting dikarenakan dalam menjalankan
bisnis, perusahaan tidak hanya mencari keuntungan yang selalu berhubungan dengan ekonomi
tetapi juga harus mempertimbangkan dampak dari keputusan yang diambil terhadap sosial
maupun lingkungan di sekitarnya. Oleh karena itu, tanggung jawab sosial di sini berperan sangat
penting dalam pembangunan berkelanjutan.

PT. GI sebagai BUMN memiliki kewajiban untuk melaksanakan tanggung jawab sosial
perusahaan (corporate social responsibilities/CSR). Oleh karena ketentuan tersebut, maka PT. GI
menyusun visi dan misi sendiri dalam menjalankan CSR (lampiran, gambar 1) sesuai dengan apa
yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang. Ruang lingkup CSR yang menjadi tanggung
jawab PT. GI terdiri atas:
1. Lingkungan hidup

2. Praktik ketenagakerjaan

3. Pengembangan sosial dan kemasyarakatan

3.1.1. Lingkungan Hidup

Komitmen PT. GI dalam upaya untuk menjadi green airline dituangkan ke dalam
program-program Garuda Indonesia Peduli Lingkungan, diantaranya sebagai berikut:
1. Buku Daur Ulang
Program yang dirintis sejak 2011 ini bertujuan untuk mengolah kembali sampah
kertas/dokumen bekas seperti tiket dan dokumen lainnya untuk kemudian diproses
menjadi buku daur ulang. Buku-buku tersebut kemudain disumbangkan kepada sekolah
dan lembaga pendidikan di Indonesia.

2. Program More Passenger More Tree

1. Program One Passenger One Tree di Taman Nasional Sebangau, Kalimantan


Tengah.

Bekerja sama dengan WWF Indonesia, Departemen Kehutanan, dan Pemerintah


Daerah Kalimantan Tengah merehabilitasi hutan gambut di Taman Nasional
Sebangau, Kalimantan Tengah dengan menanam hingga 100.000 pohon pada
kawasan seluas 250 hektar.

2. Ecotourism di Desa Karang Tengah, Yogyakarta

Bekerja sama dengan Yayasan Royal Silk Yogyakarta melaksanakan program


penanaman pohon jambu mete dan mahoni di Desa Karang Tengah, Bantul,
Yogyakarta. Jumlah pohon yang ditanam adalah sebanyak 50.000 pohon.

3. Penanaman Bakau di Jalur Hijau Tol Sedyatmo, Pantai Indah Kapuk

Menanam 18.600 pohon Bakau (Mangrove) di Jalur Hijau Tol Sedyatmo


Cengkareng, Banten dengan metode gulu dan, teknik rehabilitasi Mangrove di
kawasan hutan lindung yang tergenang airs ebannyak 18.600 Bibit Mangrove.

4. Penanaman Variasi Tanaman Khas Jawa dan Bali di Ecopark Cibinong Science
Centre-LIPI

Penanaman Variasi Tanaman Khas Jawa dan Bali sebanyak 59 jenis sebanyak
10.000 pohon di Ecopark Cibinong Science Centre-LIPI, Cibinong, Bogor, Jawa
Barat melalui program Pembangunan Arboretum Tumbuhan Asli Kawasan Jawa-
Bali Tahap I.

5. Reforestasi di Sungai Arakundo Nanggroe Aceh Darusalam (NAD)


Penanaman24.000 bibit pohon untuk lahan seluas 250 hektar di daerah sekitar
aliran sungai (DAS) Krueng Jambo Aye (Arakundo), kecamatan Pantai Bidari,
Nanggroe Aceh Darusalam (NAD) melaluikerja sama dengan Pemerintah Daerah
NAD dan Yayasan Leuser Indonesia.

6. Penanaman Pohon di Padang, Sukabumi, dan Calang.

Penanaman pohon di lokasi pariwisata Pantai Air Manis, Sumatera Barat dengan
jenis pohon Pinang, PinangTupai dan Cemara Laut dengan total 1.000 pohon.
Garuda Indonesia juga melakukan penanaman 5.000 bibit Trembesi masing-
masing di Sukabumi dan Calang, Aceh dalam rangka mendukung penghijauan
dan perbaikan lingkungan hidup

3. Bank Halon

Mengumpulkan halon (bahan perusak ozon) yang sudah tidak digunakan, melakukan
pemulihan kualitas halon sesuai dengan standar kualitas yang berlaku, serta menyalurkan
halon hasil pemulihan kualitas kepada pengguna kritis.

4. Konservasi Penyu

Membantu pembangunan konservasi penyu di pinggir pantai desa Gili Indah, pulau Gili
Trawangan, Nusa Tenggara Barat dan membangun konservasi penyu diBangka Belitung.

5. Konservasi Jalak Bali

Bekerja sama dengan Bali Safari and Marine Park juga membangun kubah kandang
burung jenis Jalak Bali di Bali Safari and Marine Park yang terletak di Kabupaten
Gianyar, Bali. Program ini sudah menghasilkan lebih dari 15 ekor Jalak Bali.

6. Kerjasama IATA dan PT. GI dalam Carbon Offset

Dalam rangka kampanye pengurangan emisi karbon, Garuda Indonesia dan IATA
(International Air Transport Association) menandatangani Memorandum of
Understanding (MOU) Carbon Offset pada tahun 2010 di Singapura.

7. Bali Beach Clean Up


Menyumbangkan dua mesin pembersih pantai Barber Surf Rake untuk menyapu berbagai
jenis sampah dari atas pasir. Kedua unit mesin itu digunakan untuk membersihkan garis
pantai sejauh 9,6 km dari pantai Kuta, Seminyak, Jimbaran, Legian, dan Kedonganan.

3.1.2. Praktik Ketenagakerjaan

Peningkatan kualitas sumber daya manusia yang dilakukan oleh PT. GI yaitu dengan
membangun suatu sistem pengelolaan kinerja SDM yang berorientasi pada pencapaian
produktivitas melalui program berikut:

1. Kesejahteraan Karyawan

Sebagai salah satu bentuk komitmen atas kepedulian terhadap kesejahteraan karyawan,
maka diterapkan sistem pengelolaan penghargaan (reward management) guna
memberikan imbal jasa dan manfaat yang sepadan untuk seluruh karyawannya.

2. Jaminan Karier

Bagi karyawan wanita yang sedang mengandung, Perseroan memberikan jaminan karier
berupa jabatan dan pekerjaan yang sama setelah periode cuti hamil usai.

3. Persamaan dan Kesetaraan dalam Kesempatan Kerja

Menerapkan asas kesetaraan dalam memperlakukan setiap setiap pegawai dan calon
pegawai tanpa melihat perbedaan jenis kelamin, agama, suku dan ras. Hal ini berlaku di
semua tahap pengelolaan SDM, mulai dari proses rekrutmen, pelaksanaan program
pelatihan, penilaian kinerja, penetapan jenjang karir, hingga pemberian remunerasi.

4. Penerapan Praktik Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan (K3L)

Penerapan praktik K3L yang baik mampu memfasilitasi perkembangan individu yang
kompeten untuk meningkatkan kesadaran karyawan dalam menciptakan lingkungan kerja
yang aman, sehat, dan berwawasan lingkungan. Selain itu, PT. GI juga memberikan
asuransi jiwa dan mendaftarkan BPJS untuk seluruh karyawannya.

5. Pelatihan dan Pengembangan Kompetensi


Secara berkesinambungan mendorong setiap personel dalam semua unit kerja untuk
mengikuti program pelatihan dan pengembangan kompetensi dalam rangka
pengembangan diri maupun persiapan untuk menghadapi tantangan bisnis di masa kini
dan masa mendatang.

3.1.3. Pengembangan Sosial dan Kemasyarakatan

Melalui Program Pinjaman dan Program Pembinaan Kemitraan, PT. GI menyalurkan


pinjaman modal untuk Usaha Kecil Menengah (UKM) yang tersebar di seluruh Indonesia.
Bantuan permodalan itu diberikan kepada UKM mitra binaan untuk mendukung potensi
berkembang dan mengelola usaha mereka dengan baik. Penyaluran dana bisa diberikan melalui
sinergi antar BUMN, Non Govermental Organization dan Lembaga Penyalur lain. Jumlah UKM
Binaan sampai dengan tahun 2015 sudah mencapai 5.155 UKM yang tersebar di berbagai daerah
di Indonesia (lampiran, gambar 2)

Tidak sekadar membantu permodalan, upaya pemberdayaan UKM itu juga diiringi dengan
program pendidikan dan pelatihan hingga kegiatan promosi demi mengoptimalkan hasil karya
dan meningkatkan pangsa pasar produk mitra binaan. Selain keikutsertaan dalam pameran-
pameran di tingkat nasional maupun internasional, lebih jauh Garuda Indonesia mempromosikan
produk mitra binaan pada katalog Sales On Board Garuda (Arcade) sejak edisi Januari 2013.

Bentuk pembinaan lain yang telah dilakukan terhadap masyarakat antara lain pada sektor:

1. Pendidikan, Pelatihan dan Olahraga

a. Program profesi Airline Business, Airport Passenger Service & Flight Operation
Officer
Garuda Indonesia Training Center memberikan pelatihan bagi lulusan SMA/SMK
berprestasi yang berasal dari kalangan masyarakat tidak mampu khususnya di daerah
Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Indonesia Timur. Siswa-siswi yang telah
menyelesaikan program ini akan siap memasuki dunia kerja dan beberapa di antara
lulusan program bekerja di Garuda Indonesia.

b. Program Menjadi Indonesia


Melalui kerjasama dengan Tempo dan General Electric (GE), PT. GI menggelar
pelatihan metode penulisan serta kompetisi essai bagi mahasiswa. Tujuan program
ini adalah menanamkan nasionalisme pada diri mahasiswa melalui media tulisan.

c. Program Guru Terbang Bersama Garuda Indonesia dan Program Bantuan


Peningkatan Kualitas Guru

Program Guru Terbang Bersama Garuda indonesia bertujuan menambah wawasan


dan membekali ilmu para guru yang berasal dari Aceh, Nusa Tenggara Timur dan
Papua.

d. Program Renovasi Sekolah dan Bantuan Fasilitas Belajar Mengajar

Garuda Indonesia turut merenovasi Sekolah Dasar (SD) yang tidak layak digunakan
di berbagai wilayah Indonesia, di antaranya di Nusa Tenggara Barat, Bali, dan Papua
(Biak). Selain itu juga memberi bantuan alat peraga pendidikan, olah raga dan
kesenian.

e. Komitmen Garuda Indonesia terhadap Olahraga Tenis melalui Garuda Indonesia


Tennis Open

Sebagai bentuk komitmen perusahaan untuk mengembangkan olahraga nasional dan


sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibilty (CSR), Garuda
Indonesia turut mendukung dan berperan serta dalam pengembangan olahraga
nasional.

2. Kesehatan

a. Kepedulian terhadap Anak-anak Penderita Kanker

Melalui kerjasama dengan Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKAKI), Garuda


Indonesia menyediakan fasilitas lengkap di rumah singgah (Rumah Kita) di Jakarta.

b. Program Garuda Indonesia Peduli Kesehatan Masyarakat

Menjalankan program pengobatan gratis kepada masyarakat di berbagai wilayah


Indonesia, seperti di Padang, Biak (Papua), Manokwari (Papua Barat) dan
KapukMuara (Jakarta). Layanan pengobatan yang diberikan terdiri dari layanan
speasialis, umum, dan gigi. Secara khusus, Garuda Indonesia juga telah memberikan
penyuluhan Kesehatan Gigi dan penyuluhan Pencegahan HIV/AIDS di Biak, Papua

c. Penyaluran bantuan alat bantu penyandang cacat

Turut membantu pengadaan alat kesehatan bagi penyandang tuna netra berupa jam
tangan braile, untuk penyandang tuna daksa berupa kursi roda,penyandang tuna
rungu berupa hearing aid, dan electric talking book untuk penyandang tuna grahita di
Jakarta. Garuda Indonesia juga menyumbangkan kaki palsu bagi penderita kanker
tulang (osteo sarcoma) pada tempurung kaki.

3. Prasarana dan Sarana Umum serta Sarana Ibadah

Untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana umum di bawah kondisi layak pakai,
Garuda Indonesia memberikan bantuan perbaikan maupun pembangunan. Garuda
Indonesia juga telah membantu perbaikan sarana ibadah di beberapa wilayah di Indonesia
seperti di NTB, Bali, Sumatera Barat, Banten, Jawa Barat dan DKI Jakarta.

4. Bencana Alam

Menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat yang menjadi korban bencana alam di


seluruh Indonesia melalui pemberian bantuan yang biasanya berupa sandang, pangan dan
kesehatan (medis).

3.2. Analisis Strategi PT Garuda Indonesia Tbk dalam Menjalankan Lingkungan yang
Berkelanjutan

Dimuat dalam Laporan Keberlanjutan 2015, Garuda Indonesia mengungkapkan


komitmennya untuk menjaga kelestarian lingkungan. Sebagai salah satu pemeran besar dalam
industry penerbangan di tanah air, Garuda Indonesia terus berupaya untuk mengoperasikan
pesawat yang berwawasan lingkungan. Hal ini dilakukan untuk menurunkan tingkat emisi dan
limbah serta menghemat penggunaan energi serta sumber daya alam lainnya.

Strategi Garuda Indonesia dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan diwujudkan


dalam bentuk Green Strategy, yang terdiri dari Green Campaign (People), Green Action
(Planet), dan Green Responsibility (Profit). Sejak tahun 2011, pemerintah Indonesia melalui
Kementerian Perhubungan Direktorat Penerbangan Sipil menyatakan komitmennya untuk
melakukan mitigasi perubahan iklim dan usaha pengurangan emisi rumah kaca. Semua fokus
tersebut dilaksanakan di bawah lingkup Garuda Indonesia Peduli Lingkungan yang dijabarkan
sebagai berikut:

Green Campaign (People)

1. Earth Hour

Selama 6 tahun, dimulai pada tahun 2015 lalu, Garuda Indonesia bekerja sama dengan
WWF Indonesia berpartisipasi dalam Earth Hour melakukan penghematan listrik dengan
mematikan lampu pada hari Sabtu terakhir di bulan Maret setiap tahunnya. Pemadaman
lampu ini dilaksanakan selama satu jam pada bagian-bagian tertentu pada seluruh kantor
perwakilan Garuda Indonesia (dan anak perusahaan) di seluruh Indonesia dan juga di
kantor pusat.

2. Kampanye Penyelamatan Hiu #SOSharks

Pada kampanye ini Garuda Indonesia kembali menggandeng WWF sebagai partnernya.
#SOSharks (Save Our Sharks) merupakan usaha untuk menghentikan penjualan hiu di
pasar swalaya, toko online, dan restauran. Hingga saat ini Garuda Indonesia masih
memberlakukan pelarangan terhadap pengiriman sirip hiu.

3. GA Group Cycling Community (G2C2)

Komunitas penyepeda ini dibentuk oleh Garuda untuk mengajak karyawannya bersepeda.
G2C2 sudah melakukan Bike Tour sebanyak 6 kali. Selain iu, Garuda Indonesia juga
memiliki Bike Park sebagai langkah awal dalam mendorong pelaksanaan green lifestyle
bagi karyawan.

4. Penghijauan di Area Garuda City

Hingga tahun 2015, sudah ditanam 1.761 pohon di area Garuda City.
Green Action (Planet)

1. Pengurangan Emisi [G4-EN15] [G4-EN19]

Program Penghematan Bahan Bakar Fuel Conservation merupakan program


penghematan pemakaian bahan bakar (fuel) yang telah dan akan terus dijalankan oleh
Garuda Indonesia. Program ini terdiri dari beberapa langkah sebagai berikut:

a. Portable Water Management

Semakin banyak volume air yang diangkut, mana semakin besar konsumsi
bahan bakar pesawat. Garuda Indonesia melakukan perhitungan yang cermat
dan teliti untuk menentukan berapa volume air yang harus diangkut untuk
suatu penerbangan.

b. Optimum Centre of Gravity

Pengaturan posisi beban peswat yang optimum sehingga diperoleh fuel


consume yang paling efisien

c. Nearest Alternate

Kebijakan pemilihan airport alternative yang terdekat jaraknya dari airport


destinasi dalam setiap penerbangan. Dengan pemilihan jarak yang lebih dekat,
bahan bakar yang dibawa akan lebih sedikit.

d. Cost Index

Pengaturan kecepatan pada masing-masing tipe pesawat untuk memperoleh


efisiensi bahan bakar

e. ATC Coordination
Koordinasi dengan Air Traffic Controller (ATC) pada setiap penerbangan
untuk mendapatkan Direct Rounting dan Optimum Flight Level, yang
berdampak pada konsumsi bahan bakar yang lebih efisien.

f. Pilot Flight Technique

Melakukan modifikasi dari waktu ke waktu seiring dengan perkembangan

teknologi, untuk menghasilkan penerbangan yang efisien tapi tetap aman dan
nyaman

g. Maintenance Program

Program pemeliharaan yang dilakukan untuk mengendalikan tingkat


keborosan mesin pesawat (engine high consume).

2. Fleet Rejuvenation

Garuda Indonesia melakukan penyederhanaan dan peremajaan pesawat secara


signifikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan lebih ramah lingkungan.

3. Pengurangan Tingkat Kebisingan

4. Penghematan Air

5. Pengelolaan Limbah [G4-EN22] [G4-EN23] [G4-EN24]

Limbah padat yang dihasilkan dibuang di Tempat Pembuangan Sementara (TPS)


kemudian ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), dengan bantuan pihak ketiga
(Pemerintah Daerah). Limbah Cair diolah dengan sistem Sewage Treatment Plant
(STP). Limbah dari Garuda Management Building (GMB) limbah cair dibuang
langsung ke penampungan Garuda Maintenance Facility (GMF).
Green Responsibility

Pelaksanaan strategi Green Responsibility dilakukan Garuda Indonesia dalam bentuk


pemberdayaan daerah untuk mengaplikasikan program ramah lingkungan. Hal
tersebut dilaksanakan dalam wujud kolaborasi dengan Pemerintah Daerah setempat.

3.3. Visi dan Misi Garuda Indonesia


3.3.1. Misi Garuda Indonesia

Garuda Indonesia memiliki misi yang sejalan dengan visi nya. Misi Garuda Indonesia
adalah:

Sebagai perusahaan penerbangan pembawa bendera bangsa (flag carrier) Indonesia yang
mempromosikan Indonesia kepada dunia guna menunjang pembangunan ekonomi nasional
dengan memberikan pelayanan yang professional

Sama seperti Visi Perseroan, Misi Perseroan telah disetujui oleh Dewan Komisaris dan
Direksi pada tanggal 23 April 2009 serta dievaluasi oleh Dewan Komisaris secara periodik setiap
3 (tiga) tahun. Hal ini dilakukan agar menjaga relevansi visi dan misi Garuda Indonesia dengan
kondisi industri di masa tersebut.

Untuk menjalankan misinya Garuda Indonesia melakukan beberapa hal dalam kegiatan
bisnisnya.

1. Perusahaan Penerbangan yang Andal


Garuda Indonesia mengimplementasikan strategi yang tepat untuk selalu berhasil
membukukan keuntungan, dengan operating profit margin yang lebih baik dari rata-
rata industri, sekaligus memiliki reputasi yang baik, terpandang dan disegani. Untuk
memperoleh reputasi itu, safety and quality record haruslah mengesankan (tercapai
kecelakaan nihil).

2. Layanan Berkualitas
Garuda Indonesia mengimplementasikan strategi untuk memberikan layanan yang
memuaskan.

3. Masyarakat Dunia
Garuda Indonesia mengimplementasikan strategi untuk mengembangkan jaringan
rute yang menjangkau lima benua di seluruh dunia, baik penerbangan langsung
maupun melalui kerja sama aliansi strategis dengan maskapai lain.

4. Keramahan Indonesia
Garuda Indonesia mengimplementasikan strategi pelayanan yang unik, yang
membedakan dari maskapai penerbangan lain. Pada setiap rute yang dilayani Garuda
Indonesia, penumpang akan menemukan nuansa keramahan Indonesia sebagai
sesuatu yang khas sehingga perjalanan
terbang bersama Garuda Indonesia menjadi sebuah pengalaman yang spesial.

Sebagai flag carrier Indonesia, Garuda Indonesia juga menyediakan produk dan jasa
yang ditujukan untuk memberikan pengalaman terpadu agar para konsumen dapat merasakan
pengalaman yang sarat akan nilai-nilai Indonesia. Hal ini ditunjukan melalui lima cara, yaitu:

1. Sight
Garuda Indonesia menyediakan pelayanan yang dapat memanjakan mata penumpang
2. Sound
Garuda Indonesia menyediakan perangkat Audio and Video On Demand yang dapat
dinikmati oleh seluruh penumpang
3. Scent
Garuda Indonesia memastikan lounge dan kabin pesawatnya memiliki aroma yang
menyegarkan dan menenangkan bagi para penumpang
4. Taste
Garuda Indonesia menyuguhkan cita rasa khas Indonesia kepada para penumpang melalui
makanan yang disediakan on-board
5. Touch
Garuda Indonesia menghadirkan konsep touch yang tercermin dalam layanan yang
bersahabat dan tulus.

Melalui seluruh hal yang telah dilakukan, Garuda Indonesia nampak telah berusaha untuk
mengimplementasikan misi nya dan terlihat bahwa misi Garuda Indonesia tidak hanya tertulis di
laporan tahunannya, namun juga diimplementasikan pada aktifitas bisnis Garuda Indonesia.

3.3.2. Visi Garuda Indonesia

Visi keseluruhan dari PT. Garuda Indonesia, Tbk adalah sebagai berikut.

To be a sustainable airline company through customer-oriented services and growth in profit.


Sedangkan visi dari perusahaan PT. Garuda Indonesia, Tbk adalah

To maximize shareholder return through strong revenue growth, cost leadership in full service
operations, and group synergy while providing the highest value to customers through excellent
Indonesian hospitality.

Dari pernyataan visi Garuda Indonesia tersebut, terlihat apa yang ingin dicapai oleh
Garuda, yaitu ingin menjadi perusahaan penerbangan yang berkelanjutan dengan pelayanan
berorientasi pelanggan dan pertumbuhan laba. Hal ini lebih dijelaskan lagi lebih rinci dalam visi
perusahaan, yaitu untuk memaksimalkan laba para pemegang saham. Dengan dinyatakannya hal
hal tersebut di dalam visi perusahaan, maka dapat dikatakan bahwa visi dari Garuda Indonesia
telah disusun dengan baik.
BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1.Kesimpulan

PT. Garuda Indonesia sebagai perusahaan penerbangan terbesar di Indonesia telah


melakukan etika, tanggung jawab sosial serta keberlangsungan lingkungan hidup dengan baik.
Hal ini terlihat jelas dari program-program yang telah dilakukan oleh PT. Garuda Indonesia
terhadap lingkungan hidup serta masyarakat Indonesia. Program yang telah dilakukan terhadap
masyarakat berupa pemberian bantuan ketika bencana dan melakukan pelatihan bagi para
karyawan serta membentuk komunitas sepeda bagi para karyawan. Program yang diberikan
kepada lingkungan hidup berupa penanaman pohon dan penyumbangan mesin pembersih. Selain
itu, PT. Garuda Indonesia juga bekerjasama dengan organisasi lingkungan untuk bersama-sama
mengajak penumpang PT. Garuda Indonesia untuk menjaga lingkungan melalui poster dan
motto. Selain itu, perusahaan penerbangan ini juga telah memiliki laporan keberlanjutan yang
merangkum seluruh dampak lingkungan yang dihasilkan dari setiap kegiatannya.

Visi yang dimiliki oleh PT. Garuda Indonesia sudah memuat secara ringkas jenis bisnis
dan tujuan dari perusahaan tersebut. Perusahaan ini juga telah memiliki misi yang sejalan dengan
visi perusahaan serta sudah berusaha dengan baik untuk mengimplementasikan misi tersebut
dalam berbagai kegiatan yang dilakukan.

4.2.Saran

PT. Garuda Indonesia tetap memberikan dampak yang terbaik bagi lingkungan sekitarnya
serta dapat menjadi contoh perusahaan industri penerbangan yang memperhatikan lingkungan
sekitar dengan sangat baik.
LAMPIRAN
Gambar 1
Visi dan Misi PT Garuda Indonesia
Gambar 2
Jumlah Mitra Binaan PT Garuda Indonesia per tahun 2015
DAFTAR PUSTAKA

David, Fred R. 2015. Strategic Management, Concepts and Cases. Pearson Prentice-Hall, 12th
Ed.

https://www.garuda-indonesia.com/files/pdf/investor-relations/annual-sustainability-
report/SR2015_webversion.pdf
https://www.garuda-indonesia.com/id/id/corporate-partners/company-profile/company-vision-
mission/index.page?
https://www.garuda-indonesia.com/id/id/csr/garuda-indonesia-cares/community-
development/index.page?
https://www.garuda-indonesia.com/id/id/csr/garuda-indonesia-cares/environtment/index.page?

https://www.garuda-indonesia.com/id/id/csr/garuda-indonesia-cares/economy/index.page?