Anda di halaman 1dari 9

METODOLOGI PENELITIAN AKUNTANSI

PERTEMUAN 4

MASALAH PENELITIAN

OLEH:

KELOMPOK 8

Putu Putri Larasati 1406305021

Ni Kadek Metri Tresnalyani 1406305022

Gita Apsari Dewi 1406305023

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS UDAYANA

2016
Masalah Penelitian

Masalah penelitian adalah masalah yang ingin diteliti seseorang, masalahnya bisa apa
saja yang ditemukan tidak memuaskan atau tidak ada penyelesaian, pernyataan perkara yang
harus diubah, apa saja yang tidak berjalan seperti seharusnya, masalah meliputi daerah yang
menjadi perhatian peneliti sebagai pendidik, keadaan yang ingin diperbaiki, kesulitan yang
ingin di atasi, pertanyaan yang membutuhkan jawaban. Penemuan masalah merupakan tahap
penelitian yang paling sulit dan krusial karena masalah penelitian mempengaruhi strategi yang
diterapkan dalam pemecahan penelitian. Masalah terjadi apabila:
Ada hambatan dalam memperoleh tujuan/mencapai sesuatu.
Apabila kenyataan tidak sesuai dengan harapan (tidak sesuainya antara das-so ein
kenyataandengan das-sollenseharusnya.
Menurut (Nasution, 2006:16), ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan oleh para
calon peneliti dalam mengangkat permasalahan penelitian, antara lain:
1. Apakah masalah itu sesuatu yang baru, menarik serta menimbulkan rasa ingin tahu pada
calon peneliti ?
2. Apakah masalah itu sesuai dengan jurusan, kemampuan, dan latar belakang
pendidikanya?
3. Apakah dengan metode tertentu dapat dikumpulkan data yang diperlukan?
4. Apakah calon peneliti dapat menanggung segala pembiayaannya?
5. Apakah penelitian itu mengandung bahaya, ancaman, atau resiko lainya?
6. Apakah calon peneliti dapat menyelesaikannya dalam waktu yang telah tersedia?
Tidak mudah bagi peneliti untuk merumuskan masalah penelitian, terutama bagi peneliti
pemula. Masalah penelitian sering dirumuskan terlalu umum sehingga dengan pokok
permasalahn yang tidak jelas akan menyulitkan tahap pemecahan masalah, yang meliputi
penentuan konsep-konsep teoretis yang ditelaah dan pemilihan metode pengujian data. Semakin
spesifik perumusan masalah penelitian semakin mudah untuk dilakukan pengujian secara
empiris.
4.1 Sumber-sumber Masalah Penelitian
Ketika ditemukan suatu masalah, tidak selalu masalah tersebut bisa langsung
terindentifikasi apalagi dirumuskan menjadi suatu topik penelitian. Hal ini bisa terjadi karena
luasnya persoalan yang ditemui maupun kurangnya informasi yang berkaitan dengan masalah
tersebut. Dengan analisa akan menolong untuk mencari kemungkinan-kemungkinan
masalahnya dan selanjutnya berdasarkan prioritasnya akan dapat dipilih masalah yang akan
ditetapkan untuk diteliti.

Awal Sebuah Penelitian. Berdasarkan uraian di atas maka dapat dikatakan bahwa yang
pertama kali menjadi titik awal perumusan masalah adalah suatu masalah yang teridentifikasi,
suatu masalah tersebut dapat bersumber dari :
- Adanya keadian atau kenyataan yang janggal, tidak diharapkan atau tidak semestinya.
- Adanya kekurangan informasi.
- Merupakan tindak lanjut dari adanya informasi awal dari hasil penelitian sebelumnya,
baik untuk menambahkan apa yang belum tercover dalam penelitian sebelumnya maupun
untuk menambahkan informasi yang sudah didapat dari penelitian sebelumnya.
Stonner (1982 : 257) mengemukakan bahwa masalah-masalah dapat diketahui bila
terdap hal-hal sebagai berikut:
a. Terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan
b. Terdapat penyimpangan antara apa yang telah direncanakan dengan kenyataan.
c. Ada pengaduan
d. Ada kompetisi
Demikianlah sedikit mengenai sumber-sumber yang menjadi titik awal sebuah
penelitian dilakukan. Dengan adanya masalah maka akan timbul keinginan untuk melakukan
penelitian dan menarik kesimpulan dari hasil penelitian tersebut.

4.2 Kriteria Pemilihan Permasalahan Penelitian


Menentukan masalah penelitian merupakan awal sebelum melakukan pengembangan
terhadap desain penelitian. Seorang peneliti Bruce A. Vhadwidck mengatakan bahwa, di dalam
perumusan masalah terdapat tiga hal penting, diantaranya menciptakan suatu pertanyaan
(sesuatu apa yang ingin diketahui), rasional (kenapa ingin mengetahuinya), dan perumusan
pada pertanyaan (arah pertanyaan sendiri mengarah pada suatu jawaban yang rasional).

Untuk memilih/menemukan suatu masalah yang spesifik dalam penelitian menurut Borg (1983:
75-82), yang harus dilakukan yaitu :

Mengidentifikasi lingkup masalah. Langkah yang dapat ditempuh adalah menuliskan


sebanyak mungkin tipe-tipe kajian yang akan dilakukan dan aspek-aspek khusus yang
paling menarik setelah area minat profesional telah teridentifikasi, carilah masalah-
masalah yang lebih khusus dalam area ini yang dapat membentuk dasar-dasar untuk
tesis.
Membaca literatur-literatur. Membaca dalam artian membaca yang terprogram dan
sistimatis. Carlah referensi-referensi terbaru yang sesuai dengan studi kemudian seleksi
2 atau lebih buku referensi dan buatlah review bab-bab yang bersangkutan. Kegiatan
membaca ini akan membantu mempersempit perhatian pada satu atau lebih sub topik
yang khusus.
Meneliti teori-teori yang sudah ada. Secara sederhana teori adalah penjelasan peristiwa
fisik maupun perilaku. Teori terdiri dari generalisasi (dalam ilmu-ilmu fisik disebut
hukum) dan konstruk. Generalisasi adalah pernyataan hubungan antara 2 atau lebih
peristiwa; generalisasi dapat digunakan untuk memprediksi peristiwa. Misalnya,
pernyataan bahwasanya tutor individu mengakibatkan prestasi sekolah meningkat adalah
generalisasi.
Ada sejumlah kriteria yang digunakan sebagai pertimbangan dalam penemuan masalah
penelitian, antara lain:
1. Bidang masalah dan topik yang menarik
Jika ide penelitian berasal dari peneliti, bidang masalah yang dipilih umumnya adalah
yang menarik perhatian dan merupakan bidang keahlian yang dikuasai oleh peneliti.
Lingkungan peneliti termasuk: latar belakang pendidikan, pemikiran dan displin yang
ditekuni, merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan bidang masalah dan
pemahaman peneliti terhadapa masalah yang diteliti.
2. Signifikasi secara teoretis atau praktis
Peneliti harus mempertimbangkan apakah bidang maslah dan topic penelitian yang
menarik untuk diteliti mempunyai signifikansi secara teoretis (untuk penelitian dasar)
atau secara praktis (untuk penelitian terapan). Pertimbangan yang digunakan untuk
menenntukan signifikansi masalah penelitian berkaitan dengan tiga hal berikut:
a. Adanya dukungan konsep-konsep teoretis dari penelitian-penelitian sebelumnya
yang mempunyai topic sejenis
b. Tersedianya dan dapat diperolehnya data yang relevan dengan topic penelitian
c. Kontribusi hasil penelitian terhadap pengembangan teori atau pemecahan masalah
praktis
3. Dapat diuji melalui pengumpulan dan analisis data
Masalah yang diteliti harus dapat diuji melalui pengumpulan dan analisis data. Agar
dapat diuji, peneliti perlu mengisolasi masalah umum menjadi masalah spesifik yang
mengidentifikasi secara jelas variabel-variabel yang diteliti dan unit analisis. Unit
analisis adalah jenis satuan data yang dianalisis, antara lain dapat berupa: individu,
kelompok, bagian dari atau keseluruhan organisasi, industry dan Negara.
4. Sesuai dengan waktu dan biaya yang tersedia
Pembatasan skop masalah dapat dilakukan pada berbagai aspek antara lain: periode
waktu pengamatan, unsur-unsur (variabel) yang diteliti, dan lingkungan subyek
penelitian. Sumber dana penelitian dasar biasanya berasal dari peneliti. Proses
pemilihan terhadap masalah yang penting untuk diteliti disebut dengan proses
pelingkupan atau scoping. Mukayat (1994) menyebutkan beberapa pertimbangan yang
perlu diperhatikan dalam melihat apakah suatu masalah layak atau penting untuk diteliti,
sebagai berikut:
a. Apakah benar suatu masalah yang ditentukan tersebut belum pernah dicari
jawabannya?
b. Apakah masalah yang ditentukan itu benar-benar penting untuk dipecahkan pada
waktu penelitian dikerjakan (aktualitas penelitian)?
c. Apakah masalah yang ditentukan itu memenuhi 5 W yaitu what (apa), where (di
mana), why (mengapa), when (mengapa), dan how (bagaimana)?
Pemahaman terhadap pemilihan masalah tersebut menjadi sangat penting khususnya
bagi peneliti agar terhindarkan dari upaya pemecahan masalah yang bukan merupakan masalah
penelitian. Suatu masalah, bukan merupakan masalah penelitian sudah tentu tidak memenuhi
kriteria yang telah disebutkan di atas, atau ketika kemungkinan jawaban dari pemecahan
masalah tersebut hanya ada satu tanpa ada kemungkinan alternatif yang lain dari satu jawaban
tersebut.
4.3 Pedoman Merumuskan Masalah Penelitian
Penelitian yang baik adalah penelitian yang memenuhi lima ciri utama yaitu menarik
minat peneliti, bisa dikerjakan (feasible), jelas (clear), berkontribusi terhadap ilmu pengetahuan
dan kehidupan manusia (significant), dan tidak menimbulkan kerusakan bagi alam,
lingkungan, dan manusia (ethical). Fraenkel dan Wallen (1990, dalam Sugiyono, 2000)
mengemukakan bahwa masalah penelitian yang baik memenuhi hal-hal barikut:

a. Masalah penelitian harus feasible karena berkaitan dengan mungkin tidaknya


penelitian itu dilakukan. Aspek efesiensi merupakan dasar kriteria ini. Suharsimi
Arikunto (1996) memberikan pertimbangan mungkin tidaknya sebuah masalah diteliti
dari sisi peneliti dan dari sisi faktor pendukung sebagai berikut :
Ditinjau dari diri peneliti :
1. Peneliti harus mempunyai kemampuan untuk meneliti masalah itu, artinya
menguasai materi yang melatarbelakangi masalah dan menguasai metode
untuk memecahkannya.
2. Mempunyai waktu yang cukup sehingga tidak melakukannya asal selesai.
3. Peneliti mempunyai tenaga untuk melaksanakannya.
4. Peneliti mempunyai dana yang mencukupi.

Dari sisi tersedianya faktor pendukung: Tersedia dana sehingga pertanyaan penelitian
dapat dijawab ada ada izin dari yang berwenang.

b. Sebuah masalah penelitian juga harus jelas (clear) karena masalah penelitian tidak
hanya harus dipahami oleh si peneliti, tetapi juga oleh masyarakat banyak.
Nawawi(1993) menambahkan agar sebelum melaksanakan penelitian, seorang peneliti
melakukan studi literatur.
c. Masalah harus signifikan, dalam arti jawaban atas masalah tersebut harus memberikan
kontribusi terhadap pengembangan ilmu dan pemecahan masalah dalam kehidupan
praktis. Penelitian idealnya menjawab pertanyaan yang memajukan pengetahuan dalam
bidang yang diteliti, juga secara praktis penelitian itu meningkatkan kualitas kehidupan
manusia.
d. Masalah bersifat etis, yaitu tidak berkenaan dengan hal-hal yang bersifat etika, moral,
nilai-nilai keyakinan, dan agama. Masalah penelitian harus pantas, layak,dan beradab
untuk diteliti. Intinya, penelitian itu tidak menyebabkan kerusakan bagi manusia, alam,
dan sosial. Tidak ada aturan umum dalam perumusan masalah. Sumadi (1989) senada
dengan Tuckman (dalam Sugiono, 2000) menyarankan perumusan masalah sebagai
berikut:
a. Masalah hendaknya dirumuskan dalam kalimat tanya
b. Rumusan masalah hendaknya padat dan jelas
c. Menautkan hubungan antara dua atau lebih variabel
d. Rumusan masalah hendaknya memberikan petunjuk tentang kemungkinan
pengumpulan data untuk menjawab pertanyaan penelitian.

Dalam perumusan masalah perlu memperhatikan bentuk-bentuk masalah. Sugiyono


(2000) menyebutkan ada tiga bentuk masalah yaitu masalah deskriptif, komparatif, dan masalah
asosiatif.

a. Masalah deskriptif

Masalah deskriptif yaitu masalah yang berkenaan dengan pernyataan terhadap


keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada satu variabel atau lebih (variabel yang berdiri
sendiri). Bagaimanakah sikap masyarakat terhadap perguruan tinggi negeri berbadan hukum?

1. Seberapa tinggi efektivitas kebijakan mobil berpenumpang tiga?


2. Seberapa tinggi tinggi tingkat kepuasan konsumen dan apresiasi masyarakat terhadap
pelayanan pemerintah daerah di bidang kesehatan?

b. Masalah komparatif

Masalah komparatif adalah suatu permasalahan penelitian yang bersifat


membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda,
atau pada waktu yang berbeda.
Contoh rumusan masalahnya sebagai berikut:

1. Adakah perbedaan produktivitas kerja antara pegawai negeri dengan swasta? (satu
variabel pada dua sampel)
2. Adakah perbedaan kemampuan dan disiplin kerja antara pegawai swasta nasional dan
perusahaan asing? (dua variabel pada dua sampel)
3. Adakah perbedaan daya tahan berdiri pelayan toko yang berasal dari kota, desa dan
gunung? (satu variabel pada tiga sampel)
c. Masalah asosiatif
Masalah asosiatif adalah suatu pertanyaan penelitian yang bersifat hubungan antara dua
variabel atau lebih. Hubungan tersebut bisa simetris, kausal, maupun hubungan timbal balik.

1. Hubungan simetris adalah hubungan antara dua variabel atau lebih yang kebetulan
munculnya bersamaan. Jadi bukan hubungan kausal ataupun interaktif. Contoh:
1) Adakah hubungan antara banyaknya semut dipohon dengan tingkat manisnya buah?
2) Adakah hubungan antara jumlah payung yang terjual dengan jumlah kejahatan?

2. Hubungan kausal yaitu hubunagn yanga bersifat sebab akibat. Dalam hal ini ada variabel
independen (variabel bebas) dan variabel dependen. Variabel independen mempengaruhi
variabel dependen. Contoh:
1) Adakah pengaruh sistem penggajian terhadap prestasi kerja?
2) Seberapa besar pengaruh tata ruang kantor terhadap efisiensi kerja karyawan?
3. Hubungan timbal balik atau interaktif adalah hubungan yang saling mempengaruhi. Disini
tidak diketahui mana variabel dependen dan variabel independen. Contoh:
1) Hubungan antara motivasi dengan prestasi. Disini dapat dinyatakan motivasi
mempengaruhi prestasi dan juga prestasi mempengaruhi motivasi.
2) Hubungan antara kecerdasan dengan kakayaan. Kecerdasan dapat menyebabkan kaya,
demikian juga orang kaya dapat meningkatkankecerdasan karena gizi terpenuhi.

4.4 Pertanyaan Penelitian


Secara hirarkis suatu permasalahan atau pertanyaan penelitian dimulai dari pertanyaan
yang lebih umum kemudian menukik ke pertanyaan yang sifatnya lebih khusus. Cooper dan
Emory (1996) membedakan hirarkis pertanyaan menjadi 4 tingkatan yaitu pertanyaan
manajemen, pertanyaan penelitian, pertanyaan penyelidikan, dan pertanyaan pengukuran.

1. Pertanyaan manajemen adalah pertanyaan yang mencerminkan suatu keputusan yang


harus dibuat seorang manajer dan merupakan masalah yang menyebabkan penelitian
dilakukan. Suatu pertanyaan yang menunjukkan pertanyaan manajemen seperti
misalnya bagaimana meningkatkan keuntungan.
2. Pertanyaan penelitian (research question) yaitu suatu pertanyaan yang menekankan pada
fakta dan pengumpulan informasi. Terkait dengan kegagalan bank dalam memperoleh
keuntungan lebih tinggi, dapat diajukan beberapa pertanyaan penelitian sebagai berikut:
a) Faktor utama apa yang menyebabkan kegagalan bank dalam mencapai
pertumbuhan yang lebih tinggi dalam tingkat tabungannya?
b) Seberapa baik bank menjalankan hal-hal berikut?
c) Mutu lingkungan kerjanya?
3. Pertanyaan penyelidikan (investigation question) merupakan pernyataan yang harus
dijawab peneliti untuk dapat menanggapi pernyataan umum secara memuaskan.
Tujuannya adalah untuk mengambil pertanyaan penelitian yang lebih umum dan
merincinya menjadi pertanyaanpertanyaan yang lebih rinci. Pertanyaan penyelidikan
terkait dengan pertanyaan penelitian tersebut di atas dapat diajukan:
a) Bagaimana kedudukan masyarakat berkaitan dengan jasa keuangan dan
pemanfaatannya?
1) Jasa-jasa keuangan khusus apa yang dipakai?
2) Sejauh mana bebagai jasa sedemikian menarik?
3) Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi seseorang untuk menggunakan
jasa tertentu?
b) Bagaimana posisi persaingan bank tersebut?
1) Bagaimana pola geografis dari nasabah-nasabahnya?
2) Sejauh mana masyarakat tahu mengenai usaha-usaha promosi yang
dilakukan oleh bank?
4. Pertanyaan pengukuran (measurement question) dalam survei pertanyaan-pertanyaan
pengukuran adalah pertanyaan yang sebenarnya diajukan kepada responden.
Pertanyaan-pertanyaan ini muncul dalam kuesioner.
Contoh: bagaimana penilaian anda terhadap kualitas dan harga produk A?

Daftar Referensi

Kusno AS. ST, PhD dalam Bahan Ajar Mata Kuliah Metode Penelitian, Universitas Sebelas
Maret Surakarta.
Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis, Alfabeta, Bandung, 2007
Indriatoro, Nur, Bambang Supomo, Metodologi Penelitian Bisnis, Yogyakarta, 2013
Rahyuda, I Ketut, I Gst Wayan Murjana Yasa dan Ni Nyoman Yuliarmi. 2004. Buku
Ajar:Metodologi Penelitian. Denpasar: Fakultas Ekonomi Universitas Udayana.
http://anggunfreeze.blogspot.com/2012/10/identifikasi-pemilihan-dan-perumusan.html
http://expresisastra.blogspot.com/2013/09/pengertian-penelitian-dan-masalah-penelitian.html
http://www.galeripustaka.com/2013/05/sumber-masalah-dalam-penelitian.html