Anda di halaman 1dari 20

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Pasir kuarsa yang juga dikenal dengan nama pasir putih merupakan salah
satu bahan galian yang jumlahnya cukup melimpah di Indonesia. Hal ini
dimungkinkan akibat kondisi Indonesia yang hampir setengahnya berupa batuan
beku asam sebagai sumber pembentuk bahan galian tersebut. Pasir kuarsa banyak
ditemukan pada daerah pesisir sungai, danau, pantai dan sebagian pada lautan
yang dangkal. Karena jumlahnya yang cukup besar dan terlihat memutih di
sepanjang tepi sungai, danau atau pantai tersebut, maka di Indonesia lebih dikenal
dengan nama pasir putih.

Pasir kuarsa dapat digolongkan berdasarkan undang-undang yang ada di


Indonesia. Untuk UU No.11 Tahun 1967 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok
Pertambangan menggolongkan pasir kuarsa sebagai golongan C karena tidak
dianggap bahan galian strategis ataupun vital. Untuk UU No.4 Tahun 2009
tentang Pertambangan Mineral dan Batuan menggolongkan pasir kuarsa sebagai
golongan pertambangan mineral non-logam karena merupakan bahan galian
industri yang tidak untuk dicari atau diambil logamnya melainkan untuk
dimanfaatkan kandungan silikanya.

Mineral SiO2 ini memegang peranan cukup penting bagi industri, baik
sebagai bahan baku utama maupun sebagai bahan ikutan. Sebagai bahan baku
utama, pasir kuarsa dimanfaatkan oleh industri manufaktur untuk menghasilkan
produk yang dapat dimanfaatkan oleh konsumen terutama untuk bahan bangunan
dan bahan utama pada disain interior/eksterior serta bahan untuk kebutuhan rumah
tangga. Sementara sebagai bahan ikutan, pasir kuarsa dimanfaatkan untuk bahan
cetakan pada pengecoran logam, bahan refraktori dan sebagai bahan pengisi pada

1
industri pertambangan dan perminyakan terutama saat melakukan kegiatan
pengeboran.

Untuk memperoleh pasir kuarsa diperlukan penambangan pasir kuarsa.


Penambangan yang akan dilakukan akan bergantung kepada letak dan penyebaran
endapan, yang dapat dilakukan dengan cara seluri ataupun tambang semprot.

2.1. Tujuan

Tujuan membuat laporan ini :

Mahasiswa dapat mengenal tentang bahan galian pasir kuarsa secara


umum.
Mahasiswa mengetahui cara penambangan dan pengolahan pasir kuarsa
yang ada di lapangan.
Mahasiswa mengetahui pemanfaatan pasir kuarsa dan harga pasar pasir
kuarsa dan olahannya di pasaran.
Sebagai salah satu point penilaian untuk mata kuliah Bahan Galian
Industri, Jurusan Teknik Pertambangan, Sekolah Tinggi Teknologi
Nasional Yogyakarta.

2
BAB II

GENESA BAHAN GALIAN

Pasir kuarsa (quartz sands) merupakan hasil dari pelapukan endapan


batuan atau mineral yang mengandung mineral utama kuarsa (silika - SiO 2),
contohnya seperti mineral kuarsa dan felspar, batu beku asam seperti granit dan
granodiorit pada. Hasil pelapukan ini kemudian terbawa oleh air atau angin yang
menyebabkan butiran pasir menjadi bertambah halus dan relatif menjadi lebih
murni, kemudian terendapkan pada suatu cekungan (tepi-tepi sungai, danau atau
pantai). Pada cekungan inilah terdapat pasir kuarsa, atau dapat mengalami proses
selanjutnya ialah pasir terkonsolidasi menjadi batu pasir dengan kandungan silika
yang tinggi, misalnya protokuarsit (75- 95 % kuarsa) dan orthokuarsit (>95 %
kuarsa).

Silikon membentuk 25.7% kerak bumi dalam jumlah berat, dan


merupakan unsur terbanyak kedua, setelah oksigen. Silikon tidak ditemukan bebas
di alam, tetapi muncul sebagian besar sebagai oksida dan sebagai silikat. Pasir,
quartz, batu kristal, amethyst, agate, flint, jasper dan opal adalah beberapa macam
bentuk silikon oksida. Granit, hornblende, asbestos, feldspar, tanah liat, mica, dsb
merupakan contoh beberapa mineral silikat.

Gambar 2.1. Pasir Kuarsa Gambar 2.2. Pantai Siesta Key, Florida
Endapan pasir kuarsa di Alam sendiri umumnya terdapat bercampur
dengan lempung, felspar, (K,Na,Ca,Al, silikat), Magnetit (Fe 2O4), Ilmenit (FeO,

3
TiO2), Limonit (FeO (OH)n H2O), Pirit (FeS2), Mika gabungan mineral, biotit
[K(Mg,Fe)3], Hornblende ( Ca2 Na (MgFe)4, Zirkon (Zr SiO4) dan bahan organik
dari tumbuhan dan sebagainya.

Kualitas pasir kuarsa di Indonesia cukup bervariasi, tergantung pada


proses genesa dan pengaruh mineral pengotor yang ikut terbentuk saat proses
sedimentasi. Di Alam, pasir kuarsa ditemukan dengan ukuran butir, mulai fraksi
yang halus (< 0,06 mm) apabila terdapat jauh dari batuan induk, sedangkan
ukuran kasar (> 2mm) terletak tidak jauh dari batuan induk.

Derajat kemurnian pasir bisa ditentukan berdasarkan warna pasir yang


membawa mineral pengotor lain. Secara umum pasir kuarsa Indonesia
mempunyai komposisi kimia sebagai berikut :

Tabel 2.1. Komposisi kimia pasir kuarsa di Indonesia

Senyawa kimia Komposisi (%)


SiO2 55,30 - 99,87%
Fe2O3 0,01 - 9,14%
Al2O3 0,01 - 19,00%
TiO2 0,01 - 0,49%
CaO 0,01 - 3,24%
MgO 0,01 - 0,26%
K2O 0,01 - 17,00%

Sifat fisik mineral butir kuarsa secara umum, antara lain:

Kekerasan : 7 ( Skala Mohs )


Berat jenis : 2,65 g/cm3
Titik lebur : 1715 0C
Bentuk kristal : Hexagonal
Panas konduktifitas : 12 -100 0C
Warna : Putih, bening, atau warna lain

Warna lain dari pasir kuarsa tergantung kepada senyawa pengotornya


misalnya warna kuning mengandung besi (Fe), warna merah mengandung
tembaga (Cu).

BAB III

4
PERTAMBANGAN
3.1. Eksplorasi

Untuk mengetahui potensi serta kualitas cadangan pasir kuarsa dilakukan


kegiatan eksplorasi yang meliputi proses pemetaan udara, pemetaan topografi,
pemetaan geologi, penyelidikan geofisika serta dilanjutkan dengan pemboran atau
dengan sumur uji. Metode geofisika yang tepat untuk endapan pasir kuarsa ini
umumnya menggunakan cara tahanan jenis, karena kondisi endapan pasir kuarsa
relatif homogen dan cenderung sejajar dengan permukaan.

Kualitas dan cadangan didasarkan kepada pengambilan contoh sampel


pasir kuarsa melalui pemboran atau dengan sumur uji. Bila sudah diketahui tebal
dan luas cadangan pasir kuarsa ini, maka akan dapat diprediksi besar potensi
cadangannya. Proses perhitungan cadangan ini dapat dilakukan dengan metode
Inverse Distance Square (IDS) atau dengan dihitung secara kasar dengan
mengalikan luas dengan tebal lapisan.

Pada saat ini perangkat lunak untuk perhitungan tersebut cukup banyak
ditemukan di pasaran, seperti perangkat lunak Surfer, Surpac, Datamine atau
micromine.

Setelah diketahui besarnya cadangan, maka dilanjutkan dengan uji


laboratorium untuk mengetahui kualitas pasir kuarsa pada daerah tersebut. Bila
sudah tahu informasi semuanya, maka dapat dilakukan perhitungan dan analisis
untuk mengetahui prospek dan pemanfaatan yang sesuai dari cadangan tersebut.

Cadangan pasir kuarsa Indonesia cukup besar dengan lokasi terbesar di 15


provinsi di Indonesia, antara lain : D.I.Aceh; Sumatera Utara; Sumatera Barat;
Sumatera Selatan; Jambi; Bengkulu; Riau; Jawa Barat; Jawa tengah; Jawa Timur;
Kalimantan Timur; Kalimantan Selatan; Kalimantan Barat; Sulawesi Selatan; dan
Irian Jaya.

5
Gambar 3.1. Lokasi Cadangan Pasir Kuarsa Indonesia

Cadangan pasir kuarsa terbesar di Indonesia terdapat di propinsi Sumatera


Barat yaitu sekitar 82,5% dari seluruh cadangan yang ada di Indonesia, diikuti
Kalimantan Barat, Jawa Barat, dan Sumatera Selatan. Mutu pasir kuarsa yang ada
di Kab.Pampau, Kalimantan Selatan merupakan pasir kuarsa terbaik di Indonesia
dengan kadar silika ( SiO2) berkisar antara 97 99%, diikuti Kab.Tuban, Jawa
Timur (97 98,7%); Pasir Padi, Sumatera Selatan (98,53%); dan Kab. Rembang,
Jawa tengah (97%).
3.2. Penambangan
Secara umum, penambangan pasir kuarsa ditambang dengan cara tambang
terbuka, dengan metode cara kering dan cara basah menggunakan monitor
(hydraulic mine). Pemilihan metode bergantung kepada proses pengolahan, dan
letak sebaran endapan.

Gambar 3.2. Gambar Lahan Tambang Pasir Kuarsa

6
Tahap kegiatan penambangan meliputi pengupasan lapisan tanah penutup
(land clearing) dilanjutkan dengan kegiatan penggalian pasir kuarsa, pemuatan
dan Pengangkutan.

3.2.1. Pengupasan Tanah Penutup (Stripping)

Tujuan pengupasan lapisan tanah penutup adalah untuk mengurangi


kotoran (dilution), ketika akan dilakukan proses penambangan. Biasanya lapisan
tanah penutup terdiri dari semak belukar dan lapisan lempung (soil).

Kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini berupa pembersihan terhadap


semak belukar dengan menggunakan alat manual (cangkul, sekop, dan lain-lain),
ataupun alat mekanis (bulldozer, penggaruan/scrapper, shovel, dan lain-lain).
Pemilihan alat tergantung kepada kondisi lapangan dan tingkat produksi
penambangan.

(a) (b)

(c)

Gambar 3.3. (a) Cangkul; (b) Sekop; dan (c) Scrapper

Peralatan yang dipakai dengan peralatan mekanis meliputi proses


penggaruan, pendorongan dan pengumpulan material tanah penutup yang akan
dimanfaatkan pada saat proses back filling (reklamasi) untuk menutup kembali
lahan yang telah ditambang.

7
3.2.2. Pembongkaran

Pembongkaran disini ialah melepaskan endapan pasir kuarsa dari batuan


induknya. Karena bahan galian ini bersifat material lepas/lunak, maka sistem
penambangan yang dipakai dapat dengan cara kering maupun basah. Pengambilan
dengan cara kering yaitu menggunakan alat seperti bulldozer atau power shovel,
kemudian ditimbun dan diangkut memakai dumptruck. Pengambilan pasir kuarsa
dengan cara basah dilakukan penyemprotan dengan monitor. Campuran air dan
pasir kuarsa (slurry) dipompakan ke penampungan (stockpile) lalu diangkut ke
instalasi pengolahan atau langsung dijual ke pasaran.

(a)

(b)
Gambar 3.4. (a) Bulldoser; dan (b) Penyemprotan dengan Monitor

3.2.3. Pemuatan dan Pengangkutan

Pengangkutan hasil tambang dari area tambang ke unit pengolahan atau


penampungan menggunakan alat muat excavator (back hoe), power shovel atau
wheel loader. Alat angkut yang digunakan adalah dump truck, atau jika
penambangan dengan cara slurry dipompakan melalui pipa paralon langsung ke
kapal.

3.3. Pengolahan

8
Proses pengolahan pasir kuarsa tergantung kepada kegunaan serta
persyaratan yang dibutuhkan baik sebagai bahan baku maupun untuk langsung
digunakan. Pasir Kuarsa yang baik adalah memiliki kandungan silika (SiO2) tinggi

(a)

(b)

(c)

Gambar 3.5. (a) Power Shovel; (b) Back Hoe; dan (c) Dump Truck

dengan kisaran minimal 99% dan terbebas dari lumpur, kaolin, organik, dan
kotoran lainnya walaupun tidak 100%. Untuk memperoleh spesifikasi yang
dibutuhkan dilakukan upaya pencucian untuk menghilangkan senyawa pengotor.

Untuk mendapatkan pasir kuarsa dengan spesifikasi yang diinginkan perlu


dilakukan pengelolahan terlebih dahulu, menggunakan alat atau mesin dengan
fungsi dan tujuannnya masing-masing. Beberapa alat/mesin yang digunakan untuk
pengolahan pasir kuarsa ialah sebagai berikut :

o Mesin Scrubbing

Mesin scrubbing bertujuan untuk memisahkan antara pasir kuarsa dengan


lempung material pengotor. Kekentalan tinggi yang dipakai 60-70% padatan.
Salah satu mesin Scrubber ialah Washing Drum Scrubber. Cara kerjanya kurang
lebih pasir kuarsa dimasukkan corong pasir awal kemudian pasir akan bergerak
kesisi lain dari tabung yang kosong, selama pergerakan drum akan berputar-putar
dan lempung pengotor akan keluar melalui lubang-lubang pada drum.

9
o Mesin Sand classifier
Mesin Sand classifier bertujuan untuk memisahkan antara pasir kuarsa
dengan pasir senyawa besi, dan sisa lempung pengotor. Cara kerja mesin ini ialah
pasir kuarsa dan air yang masuk dari tempat awal material, bagian utama alat yang
berbentuk spiral terbuat dari besi bergerak berputar-putar dan membawa material
bergerak untuk melakukan pengklasifikasian, selama alat berputar pasir kuarsa
akan berpisah dengan material-material selain pasir kuarsa karena perbedaan sifat
fisik bahan galian.

Gambar 3.6. Washing Drum Scrubber

Gambar 3.7. Sand Classifier

o Pemisahan Magnetik / Magnetic Separation


Pemisahan Magnetik bertujuan untuk memisahkan pasir kuarsa
dari mineral magnetik. Cara kerja mesin ini ialah ketika pasir kuarsa
melewati suatu tabung berisi magnet yang berputar-putar maka kandungan
mineral magnetik pada pasir akan menempel ke tabung tersebut.

10
Gambar 3.8. Alat Pemisah Pasir Besi

Gambar 3.9. Diagram Alir Pengolahan Pasir Kuarsa

Pasir Kuarsa dari Tambang

Mesin Scrubbing Material Pengotor


melepaskan

Sisa Pengotor dan


melepaskan
Mesin Sand Classifier
Senyawa Besi

Pemisahan Magnetik Mineral Magnetik


melepaskan

Mesin Ayak

Pasir Kuarsa Murni Dengan Spesifikasi Tertentu

11
3.4. Reklamasi

Penambangan cukup ditutup dengan unsur hara kembali, karena bekas


lahan tambang pasir kuarsa merubah bentang alam sangat besar dan tidak merata
sehingga perlu dana besar jika ingin dibuat suatu prasarana dibanding hasil
pendapatan dari penjualan pasir kuarsa.

Gambar 3.10. Bekas Lahan Tambang Pasir Kuarsa

12
BAB IV
PEMANFAATAN DAN PEMASARAN

4.1. Pemanfaatan
Adapun pemanfaatan pasir kuarsa adalah sebagai berikut :

Industri keramik sebagai bahan baku pembuatan tegel, mosaik, dan enamel

Industri cat sebagai bahan pengisi

Industri karet sebagai bahan ampelas

Industri logam sebagai bahan penghilang karat


Proses penghilangan karat dilakukan dengan menyemprotan atau
menembakan pasir kuarsa ke media logam tertentu untuk menghilangkan
kerak dan karat yang ada pada logam sehingga logam akan menjadi lebih
bersih, proses ini disebut sandblasting, dapat dilihat gambar 4.2.
Industri penjernih air sebagai bahan penyaring
Pasir kuarsa sebagai bahan pendukung untuk bahan penyaring, dan tawas
sebagai bahan utamanya.
Pembuatan fero silikon dan silikon karbit dengan persyaratan SiO 2
minimum 98%, besi oksida maksimum 0,3% dan bebas dari pirit FeS2

Industri semen Portland


Pasir kuarsa merupakan bahan baku penolong untuk pembuatan semen
porland yaitu sebagai pengontrol kandungan silika didalam semen untuk
keperluan umum kadar sekitar 21,3% SiO2 (untuk 1 ton semen diperlukan
66,5 kg pasir kuarsa)
Industri gelas
Dalam industri gelas/kaca pasir kuarsa dipergunakan sebagai bahan baku
utama. Untuk memperoleh produk gelas/kaca yang diinginkan, dalam
proses pembuatannya kadang-kadang ditambahkan oksida seperti:

13
Al2O3 dan B2O3 untuk menambah ketahanan terhadap proses kimia
Oksida krom, kobal, besi, atau nikel sebagai bahan pewarna
Oksida belerang untuk memeperbaiki proses peleburan dan
pelembutan gelas yang dicairkan
Jenis produk dari industri gelas/ kaca antara lain:
Kaca lembaran, digunakan dibidang konstruksi bangunan,
memerlukan minimal 99% komposisi kimia SiO2
Gelas kemasan, untuk pengemasan produk pada industri makanan
minuman dan farmasi
Gelas keperluan rumah tangga, piring, cangkir gelas
Gelas untuk keperluan teknik, ilmu pengetahuan dan industri gelas
optik, gelas laboratorium, kaca penghantar listrik, geelas isolator
listrik, kaca laminasi, fiber glass dan lain-lain
Industri bata tahan api
Dalam industri ini, pasir kuarsa merupakan bahan utama bata
dengan komposisi minimal 95% dari bata, dapat dilihat gambar 4.3.
Industri pengecoran
Dalam industri ini pasir kuarsa terutama digunakan sebagai pasir
cetak. Adapun spesifikasi pasir cetak untuk pengecoran antara lain :

Tabel 4.1. Spesifikasi Pasir Cetak Untuk Pengecoran.


Analisis Spesifikasi
Komposisi kimia
SiO2 90% ( min )
Na2O + K2O 2% ( maks )
Fe2O3 1,5% ( maks )
Distribusi ukuran butir
Kasar (30 70 mesh) 35%
Sedang (70 mesh) 30%
Halus (70 200 mesh) 35%
Bentuk butiran Sub Angular

Gambar 4.1. Tegel Gambar 4.2. Sand Blasting

14
Gambar 4.3. Bata Tahan Api

4.2. Pemasaran

Dari berbagai banyak pembahasan tentang pasir kuarsa perlu diketahui


berapa harga jualnya di pasaran sebelum diolah, setelah diolah, dan setelah dalam
bentuk barang industri yang berbahan dasar pasir kuarsa.

Pasir kuarsa standar

Pasir kuarsa standar merupakan pasir kuarsa yang langsung dikemas lalu
dijual ke pasaran, atau pasir diolah seperlunya tergantung permintaan pasar untuk
pasir standar belum murni.

15
Tabel 4.2. Harga Pasir kuarsa standar
Nama Barang Ukuran Ukuran Kemasan Harga/Kg Ongkos Kirim (Rp)
Mesh (mm) / Bag (Rp) Jakart Bodetab Luar
(inchi) (Kg)
a ek Jawa
+
Jawa
8 - 30 3,2 0,8 50kg Rp900 free Rp150/kg Rp250/kg
Pasir Silika 8 16 3,2 1,6 50kg Rp1.000 free Rp150/kg Rp250/kg
2 20 12,7 - 1,3 50kg Rp1.100 free Rp150/kg Rp250/kg
30 80 0,8 0,3 50kg Rp750 free Rp150/kg Rp250/kg
Gravel
48 6,4 - 3,2 50kg Rp900 free Rp150/kg Rp250/kg

Pasir Silika Tanpa Tanpa 25kg Rp70.000 Rp40.000 Rp100.000 Rp150.000


mesh ukuran (per
Standar sak=25kg)
Tanpa Tanpa 50kg Rp100.000 Rp50.000 Rp100.000 Rp150.000
Pasir Silika
mesh ukuran (per
Standar sak=50kg)
Pasir Silika Semua Semua <100gr Free Rp30.000 Rp50.000 Rp75.000
Sampel mesh ukuran
Sumber:http://www.purewatercare.com/pasir_silika

Pasir kuarsa murni


Pasir kuarsa murni merupakan pasir kuarsa yang telah melewati tahap
pengelolahan dan pemurnian untuk menghilangakan komposisi - komposisi selain
SiO2.

Gambar 4.4. Pasir Kuarsa Murni Dalam Kemasan

Harga Fob : US $ 80-300 / Metric ton.


Jumlah Pesanan Minimum : 25 Metric ton/metrik ton pasir silika

16
Kaca Lembaran/ Kaca tempered
Kaca tempered / kaca lembaran, merupakan salah satu barang yang
bahan baku utamanya terbuat dari pasir silika murni. Kaca ini dijual dalam
lembaran dengan harga-harga bereda-beda tergantung kualitas dan
ketebalannya. Berikut adalah harga kaca tempered dari salah satu sumber :

Tabel 4.3. Harga Kaca Tempered


Ketebalan (mm) Harga (Rp/m2)
12 275.000,-
Kaca Tempered 10 250.000,-
8 200.000,-
Sumber:http://www.pintukaca99.com

Gambar 4.5. Kaca Tempered

17
BAB V
PENUTUP

5.1. Kesimpulan

P asir kuarsa merupakan hasil dari pelapukan endapan batuan atau mineral
yang mengandung SiO2, kemudian tertransportasi yang menyebabkan butiran
pasir menjadi bertambah halus, lalu terendapkan pada suatu cekungan.
Sifat fisik mineral pasir kuarsa secara umum memiliki nilai kekerasan 7
Mohs, berat jenis 2,65 g/cm3, ritik lebur 1715 0
C, bentuk kristal
Hexagonal, panas konduktifitas 12 -100 0C, dan warna putih, bening, atau
lain-lain tergantung senyawa pengotornya.
Penambangan pasir kuarsa meliputi : Pengupasan Tanah Penutup,
Pembongkaran, Pemuatan dan Pengangkutan
Tahap pengolahan untuk mendapatkan pasir kuarsa murni dengan spesifikasi
tertentu menggunakan mesin sebagai berikut : Pasir Kuarsa dari Tambang
mesin scrubbing mesin sand classifier mesin pemisahan magnetik mesin
ayak.
Beberapa pemanfaatan pasir kuarsa :
Industri keramik sebagai bahan baku pembuatan tegel, mosaik, dan enamel
Industri cat sebagai bahan pengisi
Industri karet sebagai bahan ampelas
Industri logam sebagai bahan penghilang karat
Industri penjernih air sebagai bahan penyaring
Industri semen Portland
Industri gelas
Industri bata tahan api
Industri pengecoran

18
Harga pasir kuarsa di pasaran ialah : pasir kuarsa standar Rp. 900.000
1.100.000, pasir kuarsa murni Rp. 1.120.000-4.200.000.
Salah satu produk dari olahan pasir kuarsa ialah kaca lembaran, dengan harga
Rp. 200.000 275.000/m2 dipasaran

5.2. Saran
Dari data persebaran pasir kuarsa yang ada di Indonesia, ternyata masih
sangat banyak cadangan pasir kuarsa yang ada dan sebagian besar belum
ditambang, padahal banyak produk-produk industri yang menjadikan pasir kuarsa
ini sebagai bahan baku utama. Hal ini sebaiknya diperhatikan lebih lagi bagi
Engineer pertambangan kedepannya untuk tidak hanya terfokus pada beberapa
suatu wilayah tambang saja, melainkan melakukan penambangan secara adil dan
serentak, agar tenaga-tenaga kerja yang ada dapat dimanfaatkan seefektif mungkin
sehingga mempercepat pembangunan dan ekonomi bangsa.

19
DAFTAR PUSTAKA

Rumidi, Sukandar. 2009. Bahan Galian Industri. Yogyakarta: Gadjah Mada


University Press.
http://uvrimining.blogspot.co.id/2011/12/pasir-kuarsa.html
http://www.purewatercare.com/pasir_silika.php
http://indonesian.alibaba.com/product-gs/99-sio2-with-factory-price-of-
silica-powder-60436969988.html

20

Anda mungkin juga menyukai