Anda di halaman 1dari 5

NOTA P E M B E L A A N

PLEDOI
Perkara Nomor : 113/Pid.B/XII/2015/PN Mataram

Perkara Pembunuhan Untuk dan Atas nama Terdakwa

SONYA SOLATIAH

I. PENDAHULUAN
Majelis Hakim yang kami Muliakan,
Saudara Jaksa Penuntut Umum yang kami Hormati
Para Hadirin di Persidangan yang Kami Hormati

Alhamdulillah, proses persidangan yang melelahkan ini sudah


menjelang berakhir. Sesuai dengan prosedur hukum acara pidana,
setelah jaksa penuntut umum mengajukan tuntutan/requisitor pada
gilirannya kami, selaku Tim Penasehat Hukum Terdakwa saudara Sonia
Solatiah, untuk mengajukan Nota Pembelaan (Pledoi), sebagaimana
diamanatkan dalam pasal 182 ayat (1) KUHAP
Pertama-tama kami menyampaikan terimakasih dan
penghargaan serta hormat kepada Majelis Hakim pada Pengadilan
Negeri Mataram yang telah dengan tekun memimpin pemeriksaan
persidangan perkara ini, begitu pula kepada Jaksa Penuntut Umum
maupun terdakwa Sonya Solatiah, yang atas kerjasamanya sehingga
pemeriksaan perkara ini telah berlangsung lancar sampai hari ini, tentu
juga karena sikap para pengunjung sidang yang tertib selama proses
persidangan.
(SELEBIHNYA DIANGGAP TELAH DIBACAKAN)

II. TENTANG DAKWAAN DAN TUNTUTAN


Majelis Hakim yang kami muliakan,
Jaksa Penuntut Umum yang Kami hormati,
Hadirin sidang yang Kami hormati

A. Dakwaan
Bahwa dalam perkara ini, Terdakwa didakwakan melakukan tindak
pidana sebagaimana yang diatur dan diancam pidana sebagai
berikut:
Primair: Pasal 340 Kitab Undang-undang Hukum Pidana
Subsidair: Pasal 338 Kitab Undang-undang Hukum Pidana

B. Tuntutan
Bahwa Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Mataram dengan
surat tuntutannya telah menuntut Terdakwa sebagai berikut:
1. Menyatakan terdakwa SONYA SOLATIAH Telah terbukti secara sah dan
menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Pembunuhan sebagaimana
diatur dan diancam pidana, Primair pasal 340 Kitab Undang-undang Hukum
Pidana dan Subsidair, Pasal 338 Kitab Undang-undang Hukum Pidana dalam
dakwaan
2. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa SONYA SOLATIAH dengan pidana
penjara 15 tahun dikurangi sepenuhnya selama Terdakwa berada dalam
tahanan.
3. Menyatakan Barang Bukti, berupa sebuah pisau dikembalikan kepada
Terdakwa

4. Menetapkan supaya Terdakwa tetap dalam tahanan

5. Menetapkan agar Terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp.


6000 (Enam Ribu Rupiah)

III. TENTANG FAKTA-FAKTA DI PERSIDANGAN


A. Keterangan Saksi-Saksi
(SELEBIHNYA DIANGGAP TELAH DIBACAKAN)
B. Keterangan Saksi Ahli
(SELEBIHNYA DIANGGAP TELAH DIBACAKAN)
C. Keterangan Terdakwa
(SELEBIHNYA DIANGGAP TELAH DIBACAKAN)
D. SURAT

Surat hasil Visum et Repertum, RS. Bhayangkara Mataram, yang ditanda

tangani oleh Dokter Santika Harianti, Spfk. Tanggal 13 Desember 2014.

IV. ANALISA YURIDIS


Majelis Hakim yang kami muliakan,
Jaksa Penuntut Umum yang Kami hormati,
Hadirin sidang yang Kami hormati

Dari fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan yaitu keterangan


saksi-saksi, keterangan Ahli dan keterangan Terdakwa sendiri, maka
Kami Penasehat Hukum Terdakwa telah menganalisa Dakwaan dan
juga Tuntutan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum sangat
bertentangan dengan fakta-fakta peristiwa pidana yang
sesungguhnya telah terjadi.
Dakwaan dan Tuntutan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum, yang
mendakwa Terdakwa SONYA SOLATIAH dengan Primair: Pasal 340
Kitab Undang-undang Hukum Pidana, sangat tidak rasional dengan
unsur-unsur pasal dan fakta di lapangan, dimana Terdakwa SONYA
SOLATIAH tidak memiliki niat untuk Membunuh Korban Sarpin Rizalno,
Seperti yang telah diterangkan oleh Saksi
yang merupakan Saksi yang meringankan Terdakwa dan keterangan
Terdakwa sendiri bahwa pisau yang digunakan Terdakwa bukan
semata untuk digunakan untuk membunuh Terdakwa, namun karena
dorongan emosi yang hebat atau dikenal dengan The Episodic
Criminal dalam Ilmu Kriminologi, maka pisau yang sebenarnya bertujuan untuk
mengupas buah mangga dengan saksi .. digunakan
untuk menikam dada korban.
Dan kemudian terkait dakwaan Subsidair pasal 338 Kitab Undang-undang
Hukum Pidana, Menurut analisis Kami selaku Kuasa Hukum Terdakwa SONYA
SOLATIAH, sangat tidak sesuai dengan unsur-unsur hukum dan fakta atau kasus
posisi tindak pidana tersebut, dimana dengan sungguh-sungguh Terdakwa
SONYA SOLATIAH memberi keterangan bahwa niat sebagai unsur yang
menentukan tindak pidana yang dilakukan adalah bukan untuk Membunuh
Korban, melainkan hanya untuk memberikan rasa sakit pada diri Korban, hal itu
disebatkan karena dorongan emosi yang hebat, dimana telah menjalin
hubungan selama kurang lebih 4 tahun dengan Korban, namun Korban
menolak permintaan Terdakwa untuk melamar dan menikahi Terdakwa
dengan alasan Korban memiliki Kekasih lainnya, hal tersebut membuat
keguncangan terhadap bhatin Terdakwa sehingga dengan spontanitas
Terdakwa mengeluarkan pisau yang hendak digunakan untuk Rujakan
bersama Saksi ..., lalu menikamkan pisau tersebut pada
Korban.
Sehingga Pasal-pasal yang didakwakan pada Terdakwa, baik Primair maupun
Subsidair adalah cacat hukum, dimana Terdakwa tidak ada unsur niat untuk
membunuh, melainkan unsur penganiayaan atau menyakiti korban dengan
berakibat yang tidak diduga oleh Terdakwa adalah kematian Korban tersebut.

V. PENUTUP
Majelis Hakim yang kami muliakan,
Jaksa Penuntut Umum yang Kami hormati,
Hadirin sidang yang Kami hormati

Dengan uraian tersebut diatas maka kami penasehat hukum terdakwa


memohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini
agar menjadi bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan sesuai
dengan peraturan perundang undangan yang berlaku dan rasa keadilan,
akhirnya kami selaku Penasihat Hukum terdakwa memohon kepada majelis
hakim memutus sebagai berikut :
PRIMAIR
1. Menyatakan Terdakwa SONYA SOLATIAH Bebas dari segala dakwaan dan
tuntutan;
2. Memulihkan nama baik SONYA SOLATIAH sesuai dengan harkat dan martabat
yang melekat pada dirinya seperti sediakala;
3. Membebankan seluruh biaya perkara kepada Negara;

SUBSIDAIR
Namun apabila Majelis Hakim berpendapat lain maka Kami para Penasehat
Hukum Terdakwa berikut Terdakwa memohon putusan yang seadil-adilnya (Ex
Aequo et Bono)

Mataram, 15 Juni 2015


Hormat Kami.
Penasehat Hukum Terdakwa