Anda di halaman 1dari 4

YAYASAN BADAN WAKAF SULTAN AGUNG

RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG


Jl. Raya Kaligawe Kotak Pos 1235 Telp. (024) 6580019 (hunting) Fax. (024) 6581928
Email : rsisula@indosat.net.id
SE MARAN G

KEPUTUSAN DIREKTUR
RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG
Nomor : /KPTS/RSI-SA/ /2013

Tentang

KEBIJAKAN PEMERIKSAAN ANGKA KUMAN ALAT MAKAN DI RUMAH SAKIT


RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG

Direktur Rumah Sakit Islam Sultan Agung dengan senantiasa memohon bimbingan, lindungan dan
ridhlo Allah SWT :

MENIMBANG : 1. Bahwa pemeriksaan angka kuman alat makan merupakan salah satu upaya
kegiatan pencegahan dan pengendalian infeksi.
2. Bahwa untuk mewujudkan rumah sakit yang aman, nyaman dan sehat serta
terhindar dari infeksi nosokomial perlu dilakukan pemeriksaan angka kuman
alat makan yang teratur dan sesuai prosedur yang ditetapkan.
3. Bahwa untuk maksud tersebut diatas perlu dibuat Kebijakan Pemeriksaan
Angka Kuman Alat Makan di Rumah Sakit.

MENGINGAT : 1. Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI nomor 270/Menkes/SK/III/2007


Tentang Pedoman Manajerial Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di
Rumah Sakit dan Fasilitas Kesehatan Lainnya.
2. Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI nomor 382/Menkes/SK/III/2008
Tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit
dan Fasilitas Kesehatan Lainnya
3. Surat Keputusan Dirjen.Yanmed. Depkes. RI. No : YM.02.04.3.5.846
tentang ijin Penyelenggaraan Rumah Sakit Islam Sultan Agung.
4. Pedoman Sanitasi Rumah Sakit Di Indonesia, Dirjen P2M & Penyehatan
Lingkungan Dan Diejen Pelayanan Medik Depkes R1, 2002
5. Petunjuk Pemeriksaan Mikrobiologi Usap Alat Makan dan Masak. Ditjen
PPM dan PLP Depkes RI : Jakarta 1998
6. Surat Keputusan Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung nomor :
066/SK/YBW-SA/X/2005 tentang pengangkatan jabatan Direktur Rumah
Sakit Islam Sultan Agung.
7. ART YBW-SA Pasal IV ayat 12.
8. Buku Pedoman dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dan Fasilitas
Pelayanan Kesehatan Lainnya, DEPKES RI, 2007.
9. Buku Pedoman Manajerial Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah
Sakit dan Fasilitas Kesehatan Lainnya, DEPKES RI, 2007
10. Surat Keputusan RSI Sultan Agung nomor : / KPTS/RSI-SA/VI/2013
Tentang Kebijakan Pengendalian Infeksi Nosokomial Rumah Sakit Islam
Sultan Agung Semarang
YAYASAN BADAN WAKAF SULTAN AGUNG
RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG
Jl. Raya Kaligawe Kotak Pos 1235 Telp. (024) 6580019 (hunting) Fax. (024) 6581928
Email : rsisula@indosat.net.id
SE MARAN G

MEMUTUSKAN :

MENETAPKAN :
KESATU Kebijakan Pemeriksaan Angka Kuman Alat Makan Rumah Sakit di Rumah Sakit
Islam Sultan Agung sebagaimana terlampir dalam Surat Keputusan ini.

KEDUA Surat Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan, sampai ada
ketetapan selanjutnya.

KETIGA Apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam ketetapan ini maka
akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Semarang
1343 H
Pada tanggal :
2013 M

RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG


SEMARANG

dr. H. Masyhudi AM, M.Kes


Direktur Utama

Tembusan Yth :
1. Ketua Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
2. Instalasi Gizi
3. Unit terkait
4. Arsip
YAYASAN BADAN WAKAF SULTAN AGUNG
RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG
Jl. Raya Kaligawe Kotak Pos 1235 Telp. (024) 6580019 (hunting) Fax. (024) 6581928
Email : rsisula@indosat.net.id
SE MARAN G

Lampiran : SK Direktur Utama RSI-SA


Nomor : / KPTS / RSI-SA / / 2013
Tanggal :
Tentang : KEBIJAKAN PEMERIKSAAN ANGKA KUMAN ALAT MAKAN

PENGERTIAN :
Angka kuman adalah perhitungan jumlah bakteri yang didasarkan pada asumsi bahwa setiap sel
bakteri hidup dalam suspensi akan tumbuh menjadi satu koloni setelah diinkubasikan dalam media
biakan dan lingkungan yang sesuai. Setelah masa inkubasi jumlah koloni yang tumbuh dihitung dari
hasil perhitungan tersebut merupakan perkiraan atau dugaan dari jumlah dalam suspensi tersebut.
Angka kuman alat makan ini digunakan sebagai indikator kebersihan peralatan makanan minuman
yang telah dicuci.

Peralatan masak adalah semua perlengkapan yang diperlukan dalam proses pengolahan makanan
seperti pisau, sendok, kuali dan lain-lain. Adapun yang perlu diperhatikan dalam perlengkapan dan
peralatan masak adalah bentuk peralatan mudah dibersihkan dan tidak boleh berlekuk, tidak boleh
digunakan untuk keperluan lain selain memasak, mengolah makanan dan penyimpanan makanan.

Wadah penyimpanan makanan seperti kuali, baskom, panci harus dalam keadaan bersih. Selain itu
peralatan untuk penyimpanan makanan harus terpisah untuk makanan matang dan mentah, bahan
makanan kering dan bahan makanan basah dan terpisah untuk setiap jenis makanan.

Menurut Petunjuk Pemeriksaan Mikrobiologi Usap Alat Makan dan Masak. Pusat laboratorium
Kesehatan Depkes RI : 1991 alat makan yang digunakan harus sesuai dengan yang dipersyaratkan
seperti bahan peralatan, keutuhan peralatan, fungsi dan letak peralatan. Kandungan bakteri dalam
alat makan harus sesuai dengan yang ditetapkan oleh Depkes RI, yaitu peralatan makan yang kontak
langsung dengan makanan yang siap disajikan tidak boleh mengandung angka kuman yang melebihi
100/cm2 permukaan alat dan tidak boleh mengandung E.coli/cm2 permukaan alat. Bila lebih dari
angka kuman yang ditentukan berarti tidak memenuhi syarat kesehatan. Untuk membuktikan
apakah lingkungan tempat penjualan makanan dan higiene perorangan dalam mengelola kebersihan
alat makan dalam kondisi yang baik maka perlu pemeriksaan angka kuman alat makan tersebut.

Pemeriksaan angka kuman alat makan dilakukan dengan usap alat makan dan pemeriksaan angka
kuman di laboratorium dengan metode PCA (Plate Count Agar). Bila angka kuman yang terdapat
pada alat makan lebih dari 100koloni/cm2 hal ini dapat mengkontaminasi makanan yang disajikan
kepada pengunjung. Sehingga makanan yang terkontaminasi oleh mikrobia masuk ke dalam tubuh
dan dapat menimbulkan penyakit.

Faktor-faktor yang mempengaruhi angka kuman alat makan


Faktor-faktor yang mempengaruhi uji angka kuman pada usap alat makan adalah :
YAYASAN BADAN WAKAF SULTAN AGUNG
RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG
Jl. Raya Kaligawe Kotak Pos 1235 Telp. (024) 6580019 (hunting) Fax. (024) 6581928
Email : rsisula@indosat.net.id
SE MARAN G

1. Bahan dasar alat makan: Bahan dasar piring antara lain dari kaca, keramik, plastik, perak dan
lainnya. Bahan dasar sendok yang digunakan antara lain adalah stainless stell, kuningan, plastik,
kaca dan lain-lain. Tekstur masing-masing alat makan ini berbeda sehingga berpengaruh
terhadap pertumbuhan mikroorganisme.

2. Kondisi awal piring: Kondisi awal piring adalah kondisi awal dimana piring tersebut belum
dibersihkan, sehingga masih ada kotoran yang menempel pada peralatan makan tersebut.
Kotoran yang dapat menempel pada peralatan tersebut antra lain Karbohidrat (nasi, sayuran,
kentang), Lemak /minyak (antara lain sisa-sisa margarin dan mentega), Protein(sisa daging,
ikan, telur), serta Mineral, susu, dan endapan kerak.

3. Air pencuci. Penggunaan air pencuci untuk mencuci harus banyak, mengalir dan selalu diganti
setiap kali untuk mencegah sisa kotoran dari pi ring.

4. Bak pencuci. Bak pencuci berhubungan dengan kontaminasi silang antara peralatan dan bak
pencucian yang tidak bersih.

5. Tenaga pencuci. Tenaga pencuci berhubungan dengan kualitas pencucian bahan makanan,
peralatan makan dan peralatan masak yang d igu nakan.

6. Alat penggosok. Alat penggosok tergantung dari jenis alat penggosok yang digunakan misalnya
dari sabut atau zat pembuang bau seperti abu gosok, arang atau jeruk nipis.

TUJUAN :
1. Melindungi pasien dari infeksi yang ditularkan oleh alat makan
2. Melindungi penyebaran infeksi terhadap para petugas kesehatan
3. Mencegah penularan infeksi pada makanan di rumah sakit

KEBIJAKAN :

Agar terhindar dari pencemaran, selama proses pengolahan terdapat beberapa persyaratan, antara
lain meliputi :

Semua kegiatan pengolahan makanan harus dilakukan dengan cara terlindung dari kontak
langsung dari tubuh.

Setiap petugas yang bekerja disediakan pakaian kerja minimal celemek (apron) dan penutup
rambut (hair cover), khusus untuk penjamah makanan disediakan sarung tangan plastik yang
sekali pakai (dispossable), penutup hidung dan mulut (mounth and nose masker).

Perlindungan kontak langsung dengan makanan jadi menggunakan sarung tangan plastik,
penjepit makanan, sendok, garpu dan sejenisnya.