Anda di halaman 1dari 8

SKENARIO PEMBELAJARAN MATERI LAJU REAKSI

Guru : Assalamualaikum wr.wb.


Semua siswa : Waalaikum salam wr.wb.
Guru : Selamat pagi anak-anak.
Semua siswa : Selamat pagi Bu..
Guru : Bagaimana kabar kalian hari ini ?
Semua siswa : Baik Bu
Guru : Alhamdulillah, kalau begitu, artinya kalian siap untuk menerima pelajaran.
Sebelum memulai pelajaran hari ini marilah kita berdoa terlebih dahulu, agar
diberikan kemudahan dan kelancaran selama kegiatan pembelajaran.
Silahkan untuk ketua kelas memimpin doa.
Ketua kelas : Sebelum kita memulai kegiatan pembelajaran marilah kita berdoa menurut
keyakinan dan kepercayaan masing-masing. Berdoa mulai (semua siswa
beserta guru menundukkan kepala dan berdoa ).
Suasana kelas hening sejenak (semua siswa berdoa)
Ketua kelas : Berdoa selesai
Guru : Terimakasih
Sekarang ibu akan mengecek kehadiran kalian terlebih dahulu (menuju meja
mengambil absensi dan melakukan absensi ).
Baiklah anak-anak sebelumnya kita telah mempelajari faktor laju reaksi
tentang konsentrasi. Ada yang masih ingat mengapa kosentrasi dapat
mempengaruhi laju reaksi?
Siswa 1 : Saya bu, karena jika konsentrasi diperbesar, maka semakin banyak molekul
yang berada pada reaksi tersebut, sehingga semakin besar pula kemungkinan
untuk terjadinya suatu tumbukan yang menyebabkan terjadinya reaksi.
Guru : Iya benar sekali jawaban dari teman kalian. Sekarang coba kalian amati
demonstrasi yang akan ibu lakukan. Ibu minta tolong dua siswa untuk maju
ke depan membantu ibu. Disini ibu akan mendemonstrasikan salah satu
factor yang dapat mempengaruhi lahu reaksi, dimana ibu memiliki 2 gelas
kimia dengan ukuran yang sama dengan diberi label A dan B yang akan ibu
isi dengan aquades yang memiliki volume sama pula. Kemudian disini ibu
juga mempunyai sebuah vitamin dengan berat yang sama yang berbentuk
serbuk dan tablet, kemudian kedua vitamin ini akan ibu masukkan ke dalam
gelas kimia yang telah terisi oleh aquades secara bersamaan. Untuk vitamin
yang berbentuk serbuk di gelas kimia A dan yang berbentuk tablet di gelas
kimia B. Nah, untuk kalian yang berada di samping ibu tolong bantu ibu
untuk mengitung waktu yang dibutuhkan untuk kedua vitamin tersebut mulai
dari vitamin jatuh ke dasar aquades hingga tidak ada gelembung gas. (Guru
dan siswa mendemonstrasikan antara vitamin berbentuk tablet dengan
vitamin serbuk).
Siswa : (siswa mengamati)
Guru : Dari demonstasi yang telah ibu lakukan, apa yang dapat kalian amati dari
demonstasi tersebut. Mungkin dari kalian ada yang ingin menyampaikan
pendapat?
Siswa : Saya bu
Guru : Iya silahkan
Siswa : Dari demonstrasi tersebut ada dua buah vitamin dengan bentuk yang berbeda
yang satu berbentuk serbuk dan yang satu lagi berbentuk tablet yang masing-
masing dilarutkan dalam air.
Guru : Iya benar sekali. Mungkin ada pendapat yang lain?
Siswa : Saya Bu, dari demonstrasi tersebut dapat dilihat bahwa vitamin yang
berbentuk serbuk lebih cepat larut dari pada vitamin yang berbentuk tablet.
Guru : Iya sudah benar jawaban dari teman kalian. Mungkin ada yang ditanyakan?
Siswa : Tidak ada bu.
Guru : Baik jika tidak ada pertanyaan, maka ibu yang akan bertanya kepada kalian.
Dari demostrasi yang telah ibu lakukan, kira-kira apa yang memengaruhi
waktu reaksi tersebut?
Siswa : Bentuk dari vitamninya, bu. Karena gelas kimia dan volume HCl yang
digunakan itu sama, bu.
Guru : Ya benar, jadi yang berbeda itu bentuk vitaminya dalam arti luas permukaan
dari vitamin berbeda. Sampai sini sudah jelas? Atau ada yang ingin
ditanyakan?
Siswa : Sudah jelas, bu. Belum ada yg ditanyakan
Guru : Baik kalu sudah jelas dan tidak ada yang dtanyakan, maka ibu akan
membacakan tujuan pembelajaran untuk hari ini. (membaca tujuan
pembelajaran)

Sebelumnya, kita akan mempelajari faktor luas permukaan yang


mempengaruhi laju reaksi. Apa yang kalian ketahui tentang luas permukaan
dalam reaksi kimia?
Siswa : Luas permukaan dalam reaksi kimia adalah luas permukaan zat-zat pereaksi
yang bersentuhan untuk menghasilkan reaksi. Dalam reaksi kimia, tidak
semua luas permukaan zat yang bereaksi dapat bersentuhan hingga terjadi
reaksi, hal ini bergantung pada bentuk partikel zat-zat yang bereaksi.
Guru : Iya sudah tepat ya jawaban dari teman kalian. Jadi, luas permukaan dalam
reaksi kimia itu dapat memengaruhi laju reaksi kimia, karena Dalam reaksi
kimia, tidak semua luas permukaan zat yang bereaksi dapat bersentuhan
hingga terjadi reaksi, hal ini bergantung pada bentuk partikel zat-zat yang
bereaksi.
Fase 2 : Menghadirkan masalah inkuiri atau fenomena

Guru : Sekarang ibu ingin membagi kalian dalam tiga kelompok. Jadi satu
kelompok terdiri dari tiga siswa. Untuk kelompoknya dapat kalian lihat pada
slide di depan.
(siswa bergabung dengan kelompoknya)
Guru : Bagaimana sudah bersama kelompoknya?
Siswa : Sudah Bu
Guru : Baiklah jika kalian sudah berada dalam kelompoknya masing-masing.
Sekarang ibu minta ketua kelas untuk membantu ibu membagikan LKS.
(ketua kelas maju di depan kelas dan membagikan LKS)
Guru : sudah mendapatkan LKS semua anak-anak?
Siswa : Sudah Bu
Guru : Sekarang kalian buka LKS pada halaman 4 dan coba kalian amati fenomena
yang ada pada slide ppt ini, fenomena ini juga dapat kalian amati pada LKS
kalian. Tolong salah satu dari kalian untuk membacakan fenomena yang ada
d LKS.
Siswa : Baik buu
(mengamati dan membaca fenomena)
FENOMENA:
Sate merupakan makanan rakyat yang terbuat dari daging yang
dipanggang di atas arang panas. Sebelum dipanggang terlebih dahulu daging
tersebut harus dipanggang kecil-kecil dan ditusuk untuk memudahkan dalam
proses pemanggangan. Daging yang dipotong menjadi ukuran-ukuran yang
kecil ini akan lebih cepat masak. Coba bayangkan jika daging sate tidak
dipotong-potong dulu sebelum dipangggang, pastinya untuk memanggang
daging tersebut memerlukan waktu yang lama hingga daging tersebut masak
dengan sempurna.
Guru : Nah sekarang kita akan melakukan percobaan dengan menggunakan buatu
pualam (CaCO3) yang direaksikan dengan HCL. Kira-kira dari fenomena
yang kalian baca tadi. Rumusan masalah apa yang sesuai untuk percobaan
kita hari ini? Silahkan kalian kerjakan dan ibu beri waktu 3 menit ya.
Siswa : Iya Bu.
(siswa mengerjakan)
Guru : Bagaimana sudah selesai anak-anak?
Siswa : Sudah Bu
Guru : Sekarang perwakilan dari tiap kelompok maju ke depan kelas untuk
menuliskan rumusan masalah yang telah kalian buat
Siswa : a. Bagaimana pengaruh bentuk batu pualam terhadap besarnya balon?
(eliminasi)
(kelompok 1)
Siswa : b. Bagaimana pengaruh larutan HCl dan batu pualam terhadap
mengembangnya balon? (eliminasi)
(kelompok 2)
Siswa : c. Bagaimana pengaruh bentuk batu pualam terhadap laju reaksi?
(kelompok 3)
Guru : Dari ketiga rumusan masalah yang sudah teman kalian tuliskan di depan.
Sekarang kita eliminasi rumusan masalah yang paling sesuai dengan
fenomena yang ada
(guru dan siswa mengeliminasi rumusan masalah yang sesuai)
Fase 3 : Membantu siswa merumuskan hipotesis untuk menjelaskan masalah atau fenomena

Guru : Setelah kita menentukan rumusan masalah yang sesuai, sekarang kita
lanjutkan poin selanjutnya yaitu menentukan hipotesis. Sekarang ibu beri
waktu mengerjakan kalian 5 menit ya
Siswa : (siswa mengerjakan hipotesis)
Guru : Sudah selesai anak-anak?
Siswa : Sudah Bu
Guru : Sekarang perwakilan dari tiap kelompok untuk menyampaikan hasil
hipotesisnya
Siswa : a. Ada pengaruh bentuk batu pualam terhadap waktu yang dibutuhkan
untuk bereaksi sampai balon berdiri
(kelompok 1)
Siswa : b. Tidak ada pengaruh bentuk batu pualam terhadap waktu. (terelimisasi)
(kelompok 2)
Siswa : c. Ada pengaruh bentuk batu pualam dan volume HCl terhadap waktu.
(terelimisasi)
(kelompok 3)
Guru : Dari ketiga hipotesis yang sudah teman kalian bacakan di depan. Sekarang
kita eliminasi hipotesis yang paling sesuai
(guru dan siswa mengeliminasi hipotesis yang sesuai)
Guru : Setelah kita menentukan hipotesis yang sesuai, sekarang kita lanjutkan poin
selanjutnya yaitu menentukan variabel-variabel percobaan. Sekarang ibu
beri waktu mengerjakan kalian 5 menit ya
Siswa : (siswa mengerjakan variabel)
Guru : Sudah selesai anak-anak?
Siswa : Sudah Bu
Guru : Sekarang perwakilan dari tiap kelompok untuk menyampaikan hasil
diskusinya untuk variabel pertama, yaitu variabel manipulasi
Siswa : Variable manipulasi untuk percobaan ini yaitu bentuk batu pualam (CaCO3)
Guru : Dari variabel manipulasi yang telah di sampaikan teman kalian tadi apakah
ada yang berbeda?
(guru dan siswa mengkonfirmasikan variabel manipulasi yang sesuai)
Siswa : Tidak, bu..
Guru : Baiklah, selanjutnya silahkan bacakan variabel kontrolnya...
Siswa : Variable control percobaan yaitu Volume HCl, konsentrasi HCl, ukuran
balon, dan massa batu pualam (CaCO3)
Guru : Dari variabel kontrol yang telah di sampaikan teman kalian tadi apakah ada
yang berbeda?
(guru dan siswa mengkonfirmasikan variabel kontrol yang sesuai)
Siswa : Tidak ada, bu...
Guru : Baiklah, selanjutnya silahkan bacakan variabel responnya...
Siswa : Variable respon dari percobaan ini yaitu waktu yang dibutuhkan balon
hingga berdiri.
Guru : Dari variabel respon yang telah di sampaikan teman kalian tadi apakah ada
yang berbeda?
(guru dan siswa mengkonfirmasikan variabel respon yang sesuai)
Siswa : Tidak ada, bu...
Guru : Baik kalau tidak ada.. sekarang kalian buka LKS halaman ..... siapa yang
mau membacakan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk percobaan?
Siswa : Saya, bu...
Guru : Iya, silahkan dibacakan
Siswa : (membacakan alat dan bahan)
No. Nama Alat Jumlah No. Nama Bahan Jumlah
1. Erlenmeyer 3 buah 1. Larutan HCl 1M 50 ml
100ml
2. Pipet tetes 3 buah 2. Bongkahan batu 5 gram
pualam (CaCO3)
3. Spatula 1 buah 3. Serbuk batu 5 gram
pualam (CaCO3)
4. Gelas ukur 10ml 1 buah 4. Kepingan batu 5 gram
pualam (CaCO3)
5. Stopwatch 1 buah

Guru : Iya, terima kasih. Sudah jelas ya alat dan bahan yang dibutuhkan untuk
percobaan yang akan kita lakukan. Sekarang perwakilan kelompok silahkan
ambil alat dan bahan yang dibutuhkan di keranjang-keranjang yang telah ibu
persiapkan
Siswa : (mengambil alat dan bahan)
Guru : Nah masing-masing kelompok sudah mendapatkan alat dan bahan semua?
Siswa : Sudah buu
Guru : Dari demonstrasi yang sudah kalian amati tadi, kira-kira bagaimana langkah
percobaan yang akan kita lakukan kali ini? Siapa yang ingin berpendapat?
Siswa : Saya bu, langkah pertama kita menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan,
kemudian memberi label pada erlenmeyer (A dan B).
Guru : Iya terima kasih, untuk langkah selanjutnya silahkan siswa yang dibelakang
menyampaikan pendapatnya
Siswa : Saya bu, langkah selanjutnya memasukkan 25 mL larutan HCl ke dalam
masing-masing erlenmeyer. Setelah itu, memasukkan 1 gram bongkahan
CaCO3 ke dalam balon A dan 1 gram serbuk CaCO3 ke dalam balon B.
Guru : Iya, terima kasih... selanjutnya silahkan untuk kelompok yg belum
berpendapat untuk mengajukan pendapatnya untuk langkah percobaan
berikutnya...
Siswa : Baik, bu... selanjutnya balon yang telah di berikan padatan CaCO3 tadi
dipasangkan ke mulut gelas erlenmeyer A dan B. Lalu, padatan CaCO3
dalam balon di tuangkan ke dalam masing-masing erlenmeyer dan catat
waktu yang digunakan untuk mengembangkan balon dimulai ketika CaCO3
dijatuhkan.
Guru : Iya.. terima kasih.. nah, dari langkah perobaan yang telah dibacakan teman-
teman kalian tadi, apakah ada yang kurang jelas?
Siswa : Tidak, bu..
Guru : Baiklah jika tidak ada, silahkan kalian lakukan percobaan sesuai alur yang
telah kalian utarakan tadi.. ingat, agar selalu berhati-hati dalam mengambil
bahan dan menggunakan alat-alat praktikum
Siswa : Baik, bu.. (melakukan praktikum)
Guru : (berkeliling mengawasi setiap kelompok dalam melakukan percobaan)

Bagaimana anak-anak, apakah sudah selesai semua?


Siswa : Sudah, bu...
Guru : Baik, kalau sudah selesai, tuliskan data hasil percobaan kalian ke dalam
lembar hasil pengamatan yang ada di dalam LKS. Ibu beri waktu 5 menit..
(guru berkeliling membantu siswa dalam menuliskan data hasil percobaan)
Siswa : Baik bu.
Guru : Baik ibu rasa waktunya sudah cukup ya, nah sekarang coba perwakilan
untuk masing-masing kelompok maju ke depan untuk menuliskan hasil
pengamatan yang sudah kalian kerjakan.
Siswa : (perwakilan masing-masing kelompok maju menuliskan hasil di papan tulis)
Guru : Terimaksih, silahkan kembali ke tempat.
Baik sekarang kalian analisis hasil percobaan dengan menjawab pertanyaan-
pertanyaan yang ada di LKS bagian a sampai d ya. Ibu beri waktu 5 menit
Siswa : Baik bu. (memulai mengerjakan LKS)
Guru : Bagaimana anak-anak, apakah sudah selesai semuanya?
Siswa : Sudah bu....
Guru : Baik kalau sudah selesai semua, mari kita bahas bersama-sama. Siapa yang
ingin menjawab soal bagian a?
Siswa : Saya bu...(beberapa siswa mengacungkan tangan)
Guru : Iya silahkan kamu jawab bagian a (siswa 1)
Siswa : Erlenmeyer A membutuhkan waktu 35 detik
Erlenmeyer B membutuhkan waktu 20 detik
Erlenmeyer C membutuhkan waktu 15 detik
Urutan balon berdiri mengembang yaitu CaCO3 berbentuk serbuk
(tabung C) kemudian CaCO3 berbentuk bongkahan yang lebih
sederhana (tabung B) dan yang terakhir CaCO3 berbentuk
bongkahan (tabung A)
Guru : Iya bagus. Jadi, balon yang lebih cepat berdiri yaitu balon C, hal tersebut
diketahui berdasarkan data hasil pengamatan kalian dimana erlenmeyer C
membutuhkan waktu 15 detik. Selanjutnya siapa yang ingin menjawab
bagian b? (siswa 2)
Siswa : Saya, bu... (maju ke depan kelas, menuliskan jawaban di papan tulis)
Luas permukaan kubus isi 1 cm = 6s2 = 6 (1)2 = 6 cm
Luas permukaan 1 kubus sisi 0,5 cm = 6s2 = 6 (0,5)2 = 1,5 cm
Luas permukaan 8 kubus sisi 0,5 cm = 1,5 cm x 8 = 12 cm
Guru : Iya, sudah benar ya jawaban yang di tulis oleh teman kalian. Jadi, untuk satu
kubus yang memiliki sisi 1 cm luas permukaannya sebesar 6 cm2. Apabila
kubus tersebut dipotong menjadi lima bagian, maka satu potong kubus
tersebut memiliki sisi 0,5 cm dengan luas permukaan 1,5 cm. Akan tetapi,
jika kubus dengan sisi 0,5 cm terdapat delapan bagian dengan sisi yang
sama, maka luas permukaannya menjadi 12 cm.
Apa sudah jelas semua anak-anak?
Siswa : Sudah, bu.. berarti dengan kata lain, luas permukaan satu kubus dengan sisi
1 cm lebih kecil dibandingkan dengan luas permukaan kubus yang dipotong-
potong menjadi kubus dengan sisi 0,5 cm
Guru : Iya, benar sekali.... Selanjutnya masih ada 2 pertanyaan lagi yang belum
terjawab. Sekarang siapa yang ingin menjawab silahkan
Siswa : Saya bu . . . (beberapa siswa mengacungkan )
Guru : Iya baik siswa ibu antusias sekali ya unuk menjawab. Iya kamu bagian c
(siswa 3) dan kamu bagian d (siswa 4).
Siswa : CaCO3 yang berbentuk serbuk lebih cepat bereaksi dengan larutan HCl
sehingga laju reaksinya lebih besar jika dibandingkan dengan CaCO3 yang
berbentuk bongkahan. Hal ini dikarenakan serbuk CaCO3 memiliki luas
permukaan yang lebih besar daripada bongkahan CaCO3. Semakin luas
permukaan zat, semakin kecil ukuran partikel zat. Jadi, semakin kecil ukuran
partikel zat, reaksi pun akan semakin cepat.
Guru : Iya bagus sekali. Apakah ada yang ingin menambahkan atau berpendapat
lain untuk pertanyaan bagian c ?
Siswa : Tidak ada bu, inti dari jawabanya sama bu.
Guru : Baik kalau tidak ada yang menambahkan sekarang melanjutkan menjawab
pertanyaan bagian d.
Siswa : Berdasarkan grafik tersebut, CaCO3 yang berbentuk serbuk lebih cepat
bereaksi dengan larutan HCl sehingga laju reaksinya lebih besar jika
dibandingkan dengan CaCO3 yang berbentuk bongkahan. Hal ini
dikarenakan serbuk CaCO3 memiliki luas permukaan yang lebih besar
daripada bongkahan CaCO3. Semakin luas permukaan zat, semakin kecil
ukuran partikel zat. Jadi, semakin kecil ukuran partikel zat, reaksi pun akan
semakin cepat.
Guru : Baiklah karena semua pertanyaan-pertanyaan sudah terjawab semua.
Sekarang apakah ada yang belum jelas dan ingin ditanyakan ?
Siswa : Tidak ada bu. Sudah jelas
Guru : Baik kalau sudah jelas semua. Sekarang silahkan kalian membuat
kesimpulan dari eksperimen yang telah kalian lakukan berdasarkan hasil
percobaan dan silahkan maju ke depan untuk membacakanya, Ibu beri waktu
3 menit.
Siswa 1 : (Siswa maju ke depan membacakan kesimpulan)
Jadi, kesimpulan dari kelompok kami, yaitu batu pualam (CaCO3) yang
berbentuk bongkahan memiliki waktu reaksi yang lebih lama karena luas
permukaannya yang lebih kecil. (mengkomunikasikan)
Siswa 2 : (Siswa maju ke depan membacakan kesimpulan)
Jadi, kesimpulan dari kelompok kami, yaitu batu pualam (CaCO3) yang
berbentuk serbuk memiliki waktu reaksi yang lebih cepat dibandingkan
dengan batu pualam (CaCO3) yang berbentuk bongkahan ataupun
bongkahan yang lebih sederhana (mengkomunikasikan)
Guru : Ya, terima kasih, silahkan duduk di tempat kalian masing-masing.
Dari kesimpulan yang telah diberikan oleh teman kalian tadi, dapat diperoleh
bahwa ada pengaruh bentuk luas permukaan batu pualam terhadap waktu
yang dibutuhkan untuk bereaksi hingga balon berdiri nah.. sudah jelas
semua ya..
Siswa : Sudah, bu..
Guru : Karena semua pendapat sama, jadi hipotesis kita tadi diterima ya? Karena
terbukti melalui hasil percobaan yang telah kalian lakukan tadi...
Apakah ada kesulitan anak-anak?
Siswa : Tidak ada Bu
Guru : ya, kalau begitu, Siswa 1 bisa diulangi hal penting apa yang harus dingat
pada pembelajaran pada hari ini?
Siswa : Hal penting yang harus diingat pada pembelajaran hari ini yaitu ada
pengaruh bentuk luas permukaan batu pualam terhadap waktu yang
dibutuhkan untuk bereaksi hingga balon berdiri
Guru : Apakah ada yang masih tidak memahami pengaruh luas permukaan terhadap
laju reaksi ?
Siswa : Saya Bu
Guru : Ya silahkan
Siswa : Apa contoh lain untuk penerapan pengaruh luas permukaan terhadap laju
reaksi?
Guru : Penerapan pengaruh luas permukaan terhadap laju reaksi dalam kehidupan
sehari-hari salah satunya yaitu apabila kalian sakit, kan selalu diberi obat
oleh dokter kalian, contohnya apabila kalian sakit maag, kan biasanya
dianjurkan untuk dikunyah terlebih dahulu, berarti dengan kata lain, kita
memperkecil ukuran obat tersebut, sehingga luas permukaannya semakin
besar sehingga waktu yang digunakan untuk bereaksi menjadi lebih cepat....
Apa ada yang bertanya lagi?
Siswa : Tidak ada bu
Guru : Sudah jelas ya kalau begitu.. nah, untuk lebih memahami tentang materi
pengaruh luas permukaan terhadap lau reaksi, kalian buat kliping tentang
contoh lain tentang pengaruh luas permukaan dalam laju reaksi dalam
kehidupan sehari-hari, selain yang ibu contohkan tadi dan dikumpulkan pada
pertemuan kita selanjutnya..
Siswa : Baik Bu
Guru : Dan jangan lupa mempelajari materi selanjutnya tentang pengaruh suhu
terhadap laju reaksi
Siswa : Iya bu
Guru : Sebelum menutup pembelajaran pada hari ini alangkah baiknya ditutup
dengan doa. Ketua kela bisa dipimpin untuk berdoa
Siswa : Sebelum mengakhiri pembelajaran pada hari marilah kita berdoa menurut
kepercayaan dan keyakinan masing-masing. Berdoa mulai.
....
Berdoa selesai
Guru : Ibu akhiri Wassalamualaikum Wr. Wb