Anda di halaman 1dari 22

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Sistem bilangan yang sudah dikenal sebelumnya adalah sistem bilangan real, tetapi
sistem bilangan real ternyata masih belum cukup untuk menyelesaikan semua bentuk
permasalahan dalam berbagai operasi dan persamaan dalam matematika. Oleh karena itu,
diperlukan sistem bilangan baru yaitu sistem bilangan kompleks. Sistem bilangan
kompleks terdiri dari bilangan kompleks, fungsi analitik, fungsi elementer, integral fungsi
kompleks, deret kompleks, dan metode pengintegralan residu. Dalam sistem bilangan
kompleks fungsi elementer sangat penting dan sebagai penunjang untuk mempelajari
sistem bilangan kompleks yang lainnya. Dalam analisis kompleks diperkenalkan
beberapa transformasi elementer,yaitu tranformasi linier, transformasi pangkat
,transformasi bilinear transformasi kebalikan beserta sifat-sifat pemetaan
karakteristik untuk transformasi eksponensial,sin z,cos z. Pemahaman tentang konsep
transformasi elementer diperlukan dalam membantu menganalisis suatu kurva secara
geometris. .
Istilah transformasi dapat diartikan sebagai fungsi atau pemetaan. Sebagaimana
diketahui, fungsi dari himpunan A ke himpunan B diartikan sebagai suatu aturan yang
mengkaitkan setiap unsur di A dengan suatu unsur disebut peta / bayangan dari di B
secara tunggal. Suatu pemetaan w = f(z) yang bersifat tidak ada titik w yang mempunyai
.
lebih dari satu prapeta dinamakan pemetaan satu-satu (one-to-one); jika tidak dinamakan
banyak ke-satu (many-to-one). Dengan mengambil istilah yang berbeda, suatu fungsi f
adalah satu-satu jika titik-titik yang berbeda pada domainnya dipetakan ke titik-titik yang
berbeda; jadi f adalah satu-satu bila z1 tidak sama dengan z2, maka f(z1) tidak sama
dengan f(z1).

1
1.2 RUMUSAN MASALAH
a. Apa saja fungsi-fungsi yang terdapat dalam fungsi kompleks ?
b. Bagaimana penjabaran fungsi tersebut secara geometris ?
c. Apa saja contoh- contoh dan sifat-sifat dari fungsi-fungsi tersebut ?

1.3 TUJUAN
a. Mengetahui fungsi-fungsi yang terdapat dalam fungsi kompleks.
b. Mengetahui penjabaran fungsi tersebut secara geometris.
c. Mengetahui contoh- contoh dan sifat-sifat dari fungsi-fungsi tersebut .

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 FUNGSI LINEAR


2.1.1 Definisi
Suatu fungsi berbentuk dimana a dan b adalah konstanta kompleks,
dinamakan fungsi linear.

2.1.2 Contoh dan Non-Contoh


Fungsi linear
Fungsi Nonlinear

2.1.3 Sifat-Sifat Fungsi Linear


Turunannya, didenisikan pada setiap z, jadi f adalah fungsi
menyeluruh.
Jika , maka f berubah menjadi fungsi konstan: .
Jika , maka f adalah fungsi satu-satu,
karena berakibat , jadi .
Untuk , hubungan inversi

juga merupakan fungsi linier, yang dapat dipikirkan sebagai pemetaan dari bidang
w kembali kebidang z. Akhirnya jika a = 1 dan b = 0, maka fungsi linier
berubah menjadi fungsi identitas .

Fungsi linear dapat dituliskan sebagai komposisi dengan


dan , sehingga w dapat dinyatakan sebagai
.

3
Komposisi ini akan mempermudah kita dalam menentukan daerah hasil pemetaan
dan membuat sketsa grafik daerah hasil pemetaan di bidang w.

2.1.4 Tranformasi Linier


a. Regangan Putaran

Fungsi merupakan suatu fungsi regangan putaran (rotation stretching)


dengan hubungan

(sifat-sifat halaman 12) dan

Dalam hal :

1. , yang berarti maka g merupakan suatu rotasi murni.


2. maka titik-titik akan mengalami peregangan (bila ) atau
pengerutan (bila )
3. dan , yang berarti maka g menjadi yang merupakan
fungsi identitas.

b. Pergeseran
Selanjutnya merupakan fungsi yang menggeser tiap titik di
sejauh b. Dengan demikian, fungsi linier merupakan
gabungan dari regangan putaran, dan translasi (geseran)

2.1.5 CONTOH SOAL TRANSFORMASI LINEAR


Contoh 1
Tentukan bayangan dari titik dibawah transformasi linear

4
Karena , maka dan .

Titik diperbesar dengan faktor 2 menjadi

diputar dengan rotasi ) didapat

diperoleh

Kemudian digeser 1 satuan ke kanan dan 3 satuan ke bawah diperoleh

5
Contoh 2
Transformasi mentransformasikan daerah persegi panjang pada
bidang-z dalam gambar, ke daerah persegi panjang yang terletak di bidang-w.

Penyelesaian :
Transformasi ini dapat ditulis dalam dua transformasi, yaitu
dengan dan
Regangan putaran
maka

dan

transformasi pertama adalah regangan sebesar kemudian dilanjutkan dengan


perputaran sebesar

Pergeseran
Transformasi kedua pergeseran sejauh yang dapat dilakukan dengan
pergeseran ke kanan sejauh tiga satuan dan diikuti pergeseran ke bawah sejauh satu
satuan

6
2.2 FUNGSI PANGKAT

Definisi. Suatu fungsi dengan dinamakan fungsi


pangkat.

Catatan :

1. Fungsi f tersebut merupakan fungsi menyeluruh, karena


.
2. Untuk , fungsi f bukanlah fungsi satu-satu sehingga tidak
mempunyai fungsi invers.

Contoh:

Non contoh: karena .

Sifat-sifat pemetaan tertentu pada transformasi pangkat

Fungsi dapat dinyatakan dalam bentuk kutub yaitu,

(1)

Dari sana kita melihat dengan mudah bahwa jika

Maka

Dengan kata-kata,

Transformasi pangkat memetakan suatu tititk z dengan modulus r dan


argument ke suatu titik dengan modulus dan argument .

7
Sebagai contoh, di bawah dengan maka dipetakan ke

Pada umumnya, di bawah (1), suatu sinar yang dipancarkan dari pusat sumbu
koordinat dengan suatu sudut iklinasi dipetakan menjadi suatu sinar yang
bersudut inklinasi . Suatu sektor lingkaran dengan jari-jari r bersudut pusat
ditransformasian ke sektor lingkaran dengan jari-jari bersudut pusat .
Sebagai akibat, misalnya, di bawah ,kuadran pertama bidang z dipetaakan
ke setengah lingkaran atas bidang , setengah lingkaran atas bidang z dipetakan
ke seluruh bidang w, dan jika kita mengambil seluruh bidang z maka kita akan
menutupi bidang w dua kali. Lagi, dengan megeneralisasikan kasus khusus, kita
melihat bahwa di bawah transformasi pangkat ,bidang z dipetakan ke
bidang w, n kali, yaitu setiap titik pada bidang w kecuali w = 0 merupakan
bayangan n titik berbeda dari bidang z. kenyataan ini, tentu saja merupakan
ungkapan geometrik terhadap kenyataan bahwa setiap bilangan bukan nol
mempunyai n akar berbeda.( Perhatikan !)

r n

0
0
Bidang-w
Bidang-z

Gambar 1. Transformasi

Contoh:

Di bawah fungsi , petakan titik ke bidang-w dengan domain


!

Jawab:

8
Tuliskan Daerah pada bidang-z dipetakan menjadi
pada bidang-w, kita dapatkan

Kita dapatkan . Analog dengan cara di atas, kita dapatkan

Jadi di dapat seperti gambar di bawah ini.

1 P 1

A P
0 1 -1 0 1
-4
Bidang-z Bidang-w

Non Contoh:

Di bawah fungsi , petakan titik ke bidang-w dengan domain


!

Jawab:

9
Tuliskan Daerah pada bidang-z dipetakan menjadi
pada bidang-w, kita dapatkan

Kita dapatkan . Analog dengan cara di atas, kita dapatkan

Jadi di dapat seperti gambar di bawah ini.

1 Q 1 Q

A A
0 0 1
1
Bidang-z Bidang-w

Soal:

1. Carilah bayangan sektor di bawah !


Jawab:
Karena maka di dapat .

10
2. a. Dengan menggunakan kenyataan bahwa uraian fungsi kuadrat
menghasilkan dan , tunjukkan bahwa untuk fungsi ini

b. Gunakan hasil dari a untuk menunjukkan bahwa, dibawah garis-


garis mendatar ( ) dan tegak lurus ( ) dipetakan menjadi
parabola.
Jawab:
a)

Jadi .............................................1)
b) Misal dan . Substitusikan ke persamaan 1), di dapat

Jadi garis-garis mendatar ( ) dan tegak lurus ( ) dipetakan


menjadi parabola.

11
2.4 FUNGSI BILINEAR
Jika n bilangan bulat tak negatif dan adalah konstanta
komplek maka fungsi
dinamakan fungsi menyeluruh. Misalkan dan adalah dua fungsi

menyeluruh. Maka berdasarkan teorema 2.9 fungsi dengan ,

merupakan fungsi rasional analitik yang penyebutnya tidak sama dengan nol.

Fungsi yang berbentuk

dinamakan fungsi bilinear. Karena merupakan fungsi rasional yang analitik

dimana-mana kecuali di . Jika , maka pemetaan bilinear menjadi

fungsi linear. Persamaan menyatakan fungsi 1-1

yang memetakan bidang z perluasan ke bidang w perluasan.

Untuk titik

sehingga dipetakan ke titik dan untuk . Untuk mencari solusinya,


digunakan tingkah fungsi pada yang akan disamakan dengan tingkah

laku pada titik yang terdapat pada fungsi balikan, sebagai berikut

Jadi, pada , .

14
Pemetaan bilinear merupakan gabungan dari fungsi-fungsi

sehingga diperoleh yang

dapat dijabarkan sebagai berikut

Dengan demikian, fungsi bilinear merupakan gabungan dari fungsi linear


diikuti dengan fungsi kebalikan dan dilanjutkan dengan fungsi linear lagi.

Contoh :
1.

2.

Bukan contoh:
1.
2.
3.

Jika adalah fungsi bilinear maka invers fungsi , juga

bilinear.
Bukti:

15
Jadi, invers fungsinya merupakan fungsi bilinear.
Jika S dan T masing-masing fungsi bilinear maka fungsi komposisinya juga
fungsi bilinear.
Bukti:

Misalkan dan

dengan .
Jadi, merupakan fungsi bilinear.

dengan .
Jadi, merupakan fungsi bilinear.

16
Sehingga fungsi komposisi merupakan fungsi bilinear.

Contoh:

Penyelesaian:
Untuk menyelesaikannya digunakan tingkah laku khusus pada yang

disamakan dengan tingkah laku pada titik yang terdapat pada fungsi

balikan, yaitu

untuk , menghasilkan . Jadi, pada , fungsinya bernilai .

17
2.5 FUNGSI EKSPONEN
Fungsi eksponensial dalam peubah kompleks z x yi didefinisikan dengan

e z e x (cos y i sin y) .
Kita akan melihat bahwa dalam dalam pengertian tertentu, fungsi yang baru
didefinisikan tersebut merupakan perluasan alami fungsi pada kasus peubah
kompleks. Kita perhatikan, misalnya, jika merupakan bilangan nyata dengan
,maka . Ini menunjukkan bahwa kelakuan eksponensial kompleks yang
didefinisikan diatas merupakan bentuk umum eksponensial nyata.
Jika adalah khayal murni , kita mempunyai , yang
dikenal sebagai rumus euler. Bentuk ini dapat diterapkan untuk menuliskan bentuk kutub
. Bagi bilangan kompleks .
Kita telah membuktikan dalam contoh 4 pasal 7 bahwa fungsi eksponensial

adalah fungsi menyeluruh dan benar bahwa .

Kenyataan ini menunjukkan lebih jauh bahwa definisi pilihan kita untuk
mempertahankan semua sifat sifat umum eksponensial nyata, yang telah dikenal baik
oleh pembaca dari buku kalkulus.
2.5.1 Contoh dan noncontoh fungsi eksponen
Contoh :
f ( z ) e z 1, z C .

g ( z) e z 2 , z C .

Misal z x yi , k ( z ) x e ln x , x 0 .
Non contoh :
Pada dasarnya semua fungsi dapat dituliskan dalam bentuk eksponen asalkan nilai fungsi
tersebut lebih dari samadengan 0.
h( z ) | x | , nilainya selalu negatif sehingga tidak dapat dituliskan dalam bentuk
eksponen.
2.5.2 Sifat-sifat fungsi eksponen
a. e z 0
Bukti:

18
Ambil z x yi sebarang, akan ditunjukkan e z 0 .

Andaikan e z 0 maka
e x cos y ie x sin y 0
Berdasarkan persamaan bilangan kompleks diperoleh
e x cos y 0 dan ie x sin y 0 secara bersama-sama.

Tetapi karena eksponensial nyata e x tidak pernah nol, maka


cos y 0 dan sin y 0 .

Tetapi hal ini tidak mungkin terjadi untuk setiap nilai y . Jadi e z 0 untuk semua z .

b. e 0 1
Bukti :
e o e 0 (cos 0 i sin 0) 1(1 0) 1 1 1

c. e z w e z e w
Bukti:
Misal z x yi dan w a bi

e z w e ( x a ) i ( y b )
e xa (cos( y b) i sin( y b))

e xa (cos y cos b sin y sin b i(sin y cos b cos y sin b))

e x e a (cos y cos b i sin y cos b i cos y sin b sin y sin b)

e x (cos y i sin y)e a (cos b i sin b)

ezew
d. e z w e z / e w
Bukti :
Misal z x yi dan w a bi

19
e. e z e z
Bukti :
Misal z x yi

e z e x yi
e x (cos( y) i sin( y))

e x (cos y i sin y)

ez
f. e z e z 2i
Bukti :
Misal

g. z x yi , | e z | e x , arg( e z ) y

| e z || e x (cos y i sin y) |

(e x cos y) 2 (e x sin y) 2

e 2 x cos 2 y e 2 x sin 2 y

e 2 x (cos 2 y sin 2 y)

20
e2x
ex

2. 4 Contoh Soal
1. Cari semua z yang memenuhi setiap persamaan berikut:
a.
b.

Pembahasan :
a. e z 3i
e x (cos y i sin y) 3i

e x cos y ie x sin y 0 3i
Diperoleh
e x cos y 0
cos y 0

y k , k
2
Dan
ie x sin y 3i

e x sin y 3

e x 3

21

Yang mungkin hanya e x 3 . Jadi x ln 3 , z ln 3 i( k ), k .
2
b. e z 1 i
e x (cos y i sin y) 1 i

e x cos y ie x sin y 1 i
Diperoleh
e x cos y 1 dan e x sin y 1

e 2 x (sin 2 y cos 2 y) 1 1

e2x 2
e 2 x e ln 2
2 x ln 2
1
x ln 2
2
Masukkan x ke persamaan
e x cos y 1
1
ln 2
e 2
cos y 1

2 cos y 1
1
cos y
2

y 2k , k
4

2. Buktikan bahwa
Pembahasan :
,

3. Buktikan bahwa fungsi fungsi berikut tidak analitik dimanapun

22
c.
d.
e.
Pembahasan :
a. Ambil sebarang , akan dibuktikan tidak analitik di
Misal berarti
Maka

, ,
, ,
Andaikan

b. Buktikan tidak analitik dimanapun


Misal berarti
Maka
, ,

, ,

berarti
Jadi tidak analitik dimanapun

c. Ambil sebarang adit tidak analitik di


Missal ,
, ,

23
, ,
Andaikan

Tidak terpenuhi dimanapun


Jadi tidak analitik di . Karena sebarang maka tidak analitik
dimanapun

4. Nyatakan kebenaran bahwa


Pembahasan :
Diketahui , misal adit

24