Anda di halaman 1dari 12

Critical Jurnal Review

MENEGUHKAN PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT


PENDIDIKAN NASIONAL

Jurnal Ilmiah CIVIS


Volume V, No 1, Januari 2015
Penulis :Agus Sutono

DISUSUN OLEH :
ASTONI SINAMBELA
NIM : 5171121001
KELAS : A REGULER
MATA KULIAH :FILSAFAT PENDIDIKAN
DOSEN PENGAMPU: Prof.Dr.Jurlaga Situmorang, M.Pd.

PENDIDIKAN TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK
UNIMED
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan pada TUHAN YANG MAHA ESA, dimana atas berkat
dan karunianya saya diberi kesempatan sehingga saya dapat menyelesaikan tugas laporan
hasil critical jurnal review tepat waktu. Kepada dosen pengampu Bapak Prof.Yusnadi MS,
saya ucapkan terima kasih juga karena memberi saya kesempatan untuk menyusun tugas
laporan hasil critical jurnal review.
Dalam penyusunan tugas laporan critical jurnal review ini masih banyak kekurangan
dalam penulisan atau bentuk tugas laporan critical jurnal review. Oleh karena itu, saya
mengharapkan masukan berupa saran dan kritik yang bersifat membangun demi
kesempurnaan tugas laporan critical jurnal review ini.Akhir kata saya ucapkan terima kasih.

Medan, 30 Oktober 2017

ASTONI SINAMBELA

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i


DAFTAR ISI ............. ii

BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang 1
Tujuan . 1
Manfaat 1

BAB II PEMBAHASAN
Identitas Jurnal .. 2
Ringkasan Jurnal . 2
Kelebihan Jurnal .. 7
Kelemahan Jurnal 7

BAB III PENUTUP


Kesimpulan .....8
Saran .....8

ii
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang

Landasan filosofis pendidikan nasional adalah Pancasila sebagaimana termaktub


dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.Disini yang dapat melatarbelakangi hasil
tulisan ini adalah sebagai tugas mata kuliah filsafat pendidikan yang telah di 1lia1ng oleh
dosen Bapak Prof.Yusnadi MS.

Tujuan
1. Dapat memenuhi salah satu tugas mata kuliah Filsafat Pendidikan.
2. Mencari dan mengetahui informasi yang ada di dalam jurnal.
3. Dapat melatih diri untuk berpiki kritis dalam memahami isi jurnal.
4. Memberikan penilaian terhadap jurnal.

Manfaat
1. Sebagai media informasi .
2. Sebagai penambah wawasan / pengetahuan.

1
BAB II
PEMBAHASAN
Judul Meneguhkan Pancasila sebagai Filsafat
Pendidikan Nasional
Jurnal JurnalIlmiah CIVIS
Volume Volume V, No 1
Tahun Januari 2015
Penulis Agus Sutono
Reviewer Fanny Puspita Sari Sinaga
Tanggal Reviewer 29 September 2017

Tujuan Penelitian Sebelum mengkaji lebih lanjut mengenai


tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam
penulisan ini. Terlebih dahulu kita sama
ketahui tentang defenisi dari tujuan
penelitian. Pengertian tujuan penelitian
adalah acuan terhadap hasil-hasil seperti
apakah yang hendak dicapai dari sebuah
penelitian. Berdasarkan Defenisi diatas
reviewer mencoba menelusuri apa yang
menjadi tujuan dalam penulisan Tujuan
penelitian ini untukmengetahui mengenai ,
Meneguhkan Pancasila sebagai Filsafat
Pendidikan Nasional.
Subjek Penelitian Sebelum reviewer menelusuri apa yang
menjadi subjek penelitian dalam dalam jurnal
ini. Penting bagi reviewer memahami dan
mendudukan pemahamannya tentang subjek
penelitian. Secara sederhana subjek
penelitian didefenisikan adalah sesuatu yang
ditelit baik orang, benda, ataupun lembaga
(organisasi) . Subjek penelitian pada
dasarnya adalah yang akan dikenai
kesimpulan hasil penelitian.Reviewer

2
mencoba menelusuri dan menyesuaikan
berdasarkan defenisi diatas mengenai subjek
penelitian. Subjek dalam penelitian ini adalah
data yang relevan dan utama terkait dengan
kajian tentang pancasila.
Assesment Data Penelitian inimenggunakan analitis serta
mengggunakan metode hermeneutik,
kemudian dilakukan pencarian data-data
yang paling relevan dan utama terkait dengan
kajian tentang Pancasila dan pendidikan serta
selanjutnya dilakukan analisis yang lebih
tajam sehingga menghasilkan gagasan atau
ide yang kreatif.
Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode
deskriptif analitis serta mengggunakan
metode hermeneutik.
Hasil Penelitian Sistem pendidikan yang dialami sekarang ini
merupakkann hasil perkembangn pendidikan
yang tumbuh dalam sejarah pengaaman
bangsa di masa lalu. Pendidikan tidak berdiri
sendiri, tetapi selalu dipengaruhi oleh
kekuatan-keuaan politik, sosial, ekonomi,
dan budaya ( Jalaludin, 2007:168).
Pendidikan memiliki peran yang snagat
strategi dalam menunjang kemajuan sebauah
bangsa. Pasal 2 UU No 20 Tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional
menyebutkan bahwa Pendidikan Nasional
berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Pasal
3 UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendiidkan Nasional juga menyebutkan
bahwa Pendidikan nasional berfungsi
mengembangkan kemampuan dan
membentuk watak serta peradaban bangsa

3
yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan
untuk berkembangnya potensi peserta didik
agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara
yang demokratis serta bertanggung jawab.
Apa yang tertuang dalam kedua jelas
menyatakan bahwa pendidikan sangat
bernilai strategis untuk diwujudkan dalam
rangka kemajuan peradaban bangsa
Indonesia ini. Aspek-aspek yang hendak
diwujudkan melalui sistem pendidikan
nasional secarakepribadian bangsa yang pada
akhirya menentukan eksistensi dan martabat
banga, maka sistem pendidikan nasional dan
filsafat pendidikan Pancasla seharusnya
terbina dengan konsisten . Filsafat
pendidikan Pancasila merupakan aspek
ruhaniah atau spiritual sistem pendidikan
nasional.
3. Pancasila Sebagai Filsafat
Pendidikan
Pancasila adalah dasar negara bangsa
Indonesia yang memiliki fungsi dalam
hidupan dan kehidupan bangsa dan negara
Indonesia tidak saja sebagai dasar negara RI,
tetapi juga alat untuk mempersatukan bangsa,
kepribadian bangsa, pandangan hidupa
bangsa, sumber dari segala sumber hukum
positif dan sumber ilmu pengetahuan di
Indonesia ( Aziz, 1984:70)
Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa
terkandung dalam konsep dasar mengenai

4
kehidupan yang dicitta-citakan, terkandung
dasar pikiran terdalam dan gagasan mengenai
wujud kehidupan yang dianggap baik. Oleh
karena Pancasila seabagi pandangan hidup
bangsa merupakan suatu kristalisasi dari
nilai-nilai yang hidup.

4. Aspek Ontologis Filsafat


Pendidikan Pancasila
Ontologi adalah cabang filsafat yang
persoalan pokoknya adalah mempertanyakan
mengenai kenyataan atau realitas. Persoalan-
persoalan ni identik dengan pembicaraan
mengenai hakikat ada. Hakikat ada dapat
berarti tidak apa-apa, karena merujuk dan
menunjuk pada hal umum (abstrak umum
universal). Pengertian ini bar menjadi
kongkret sejauh diberikan sesuatuu
dibelakangnya ( Sutrisno, 1984:82).
Demikian halnya dengan Pancasila sebagai
filsafat, ia memiliki isi yang abstrak umum
dan universal. Pengertian abstrak umum dan
universal dalam hal ini adalah pengertian
pokok yang terdapat dalam setiap unsur-
unsur sila dari Pancasila. Pancasila terdiri
dari sila-sila yang mempunyai awalan dan
juga kahiran, yang dalam tata bahasa
membuat abstrak; dari kata dasarnya yang
artinya meliputi hal yang jumlahnya tidak
terbatas dan tidak berubah, terlepas darii
keadaan, tempat , dan waktu. Pancasila
sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia
yang menjiwai sistem pendidikan nasional
tidak bisa dipisahkan denga kenyataan yang
ada, karena pendidikan nasional itu dasarnya

5
adalah Pancasila dan UUD 1945, sehingga
hal ini menjadi bentuk kesatuan yang utuh.

5. Aspek Epistemologis Filsafat


Pendidikan Pancasila
Epistemologi merupakan studi filsafat yang
berfokus pada sumber, syarat, dan proses
terjadinya ilmu pengetahuan, batas validitas,
serta hakikat ilmu penegtahuan. Melalui
filsafat kita dapt menentukan tujuan-tujuan
yang akan dicapai demi peningkatan
ketenangan da kesejahteraan hidup,
pergaulan dan berwarga negara.
Dasar epistemologis Pancasila tidak dapat
dipisahkan dengan dasar ontologisnya.
Pancasila sebagai suatu ideoelogi ersumber
pada nilai-nilai dasarnya yaitu filsafat
Pancasila ( Poespowardojo, 1991:50).
Sumber pengetahuan Pancasila adalah 6lia-
nilai yang ada pada bangsa Indonesia yang
ditemukan dalam adat istiadat serta
kebudayaan dan nilai religious.

6. Aspek Aksiologis Filsafat


Pendidikan Pancasila
Aksiologi merupakan cabang filsafat yang
memfokuskan perhatian pada persoalan nilai.
Nilai tidak akan timbul dengan sendirinya,
nilai timbul karena manusia memiliki bahasa
yang digunakan dalam komunikasi sehari-
hari. Sehingga masyarakat menjadi wadah
timbulnya nilai. Dikatakan memiliki nilai
apabila berguna, benar,bermoral, etis dan
bernilai religius.
Kekuatan Penelitian 1.Penulisan pendahuluan sudah sesuai
dengan judul yang dibahas.

6
7. Dalam abstrak dituliskan metode, dan
teknik penelitian. Sehingga para
pembaca mudah untuk mengerti apa
yang di bahas atau pun permasalahan
yang diteliti.

3.Tujuan penelitian sudah berkaiatan dengan


judul yang diteliti.

4.Metode penelitian sudah menjelaskan


bagaimana cara teknik pengambilan
penelitian atau pun data.

5.Kesimpulan sudah mencakup isi dari


penelitian atau pun data secara singkat dan
jelas.
Kelemahan Penelitian 1.Tidak terdapat issn dalam jurnal.
2.Dalam jurnal masih terdapat kata-kata yang
sulit dipahami.

3.Sebaiknya setiap penjelasan di


berikancontoh, agar lebih mudah
memahaminya.

4.Subjek penelitian dan tekniknya tidak


tertera secara khusus dalam jurnal.
5.Tidak terdapat saran dalam jurnal.

7
BAB III
PENUTUP

D. KESIMPULAN

Filsafat pendidikan Pancasila sebagai ruh dari sistem pendidikan nasional di Indonesia
harus benar-benar dihayati sebagai sumber nilai dan rujukan dalam perencanaan strategis
dibidang pendidikan di Indonesia. Segenap perubahan yang dimungkinkan dalam sebuah
sistem pendidikan nasional, sebagai sebuah keniscayaan dalam menghadapi semua perubahan
jaman, harus mempertimbangkan Pancasila sebagai kerangka acuan, yang berarti perubahan
yang dimungkinkan adalah perubahan yang tidak berkaiatan dengan nilai dasarnya tetapi
perubahan dalam aspek instrumentalnya, sebagaimana misalnya dalam kebijakan Kurikulum
2013 saat ini.

Filsafat Pendidikan Pancasila harus diimplementasikan secara nyata dan konsisten


agar pembangunan manusia Indonesia sebagaimana yang diamanatkan dalam cita-cita besar
bangsa Indonesia dapat tercapai dengan prinsip-prinsip dasar dari nilai Pancasila yaitu prinsip
religiusitas, perwujudan dan penghargaan atas nilai kemanusiaa, berpegang teguh pada jiwa
persatuan sebagai bangsa, semangat menghargai perbedaan dan penghormatan pada
kehidupan yang demokratis serta perwujudan nilai-nilai keadilan, yang semuanya harus
terwujudkan melalui proses pendidikan yang bermartabat sebagaimana dicita-citakan
Pancasila.

SARAN

Untuk itu semoga dengan adanya tugas critical jurnal review ini,dapat memberikan kita
informasi mengenai filsafat khususnya dibidang pendidikan dan melatih mahasiswa dalam
mengkritik jurnal. Dan seharusnya jurnal ini dilengkapi dengan issn dan dilengkapi juga
dengan teknik dan subjek penelitian yang jelas, agar reviewer lebih paham dalam membaca
sekaligus mengkritik jurnal, sehingga jurnal ini tidak memiliki banyak kelemahan.

8
9