Anda di halaman 1dari 12

ISOLASI LAKTOSA DARI SUSU SKIM

I. PUSTAKA
1. Cason, J. Laboratory text book in organic chemistry
2. Fessenden RJ & Fesenden JS, 1994, organic Chemistry, 5th edition, Brooks/ Cole
Publishing Company Pasific Grove, California. 929-930
3. Mc. Murry J, 2000, Organic Chemistry, 5th edition, Brooks/ Cole Publishing Company
Pasific Grove, USA, 1057.
II. DASAR TEORI

Laktosa ditemukan pada susu pada tahun 1619 oleh Fabriccio Bartoletti, dan
diidentifikasi sebagai gula pada tahun 1780 oleh Carl Wilhelm Scheele

Karbohidrat khas susu adalah laktosa / gula susu. Laktosa disebut sebagai gula susu
karena laktosa adalah gula satu-satunya yang terdapat dalam susu pada semua species
dan tidak terdapat pada tempat lain. Laktosa merupakan komponen utama bahan kering
dari susu sapi, karena mencakup hampir 50 % dari jumlah seluruh bahan padatnya.
Laktosa (gula susu) sering disebut Saccharum lactis berupa serbuk hablur, putih, rasa
agak manis. Laktosa ini stabil dalam air, dalam farmasi sering digunakan sebagai zat
pembawa (pengisi) dalam tablet dan puyer, sebagai pengencer obat oral padat, dipakai
dalam campuran untuk makanan bayi.
Di dalam susu cair maupun susu bubuk dibagi menjadi dua macam yaitu susu
berlemak dan susu tidak berlemak. Biasanya dalam produk susu mengandung minyak
lemak. Minyak lemak tersebut dapat dihilangkan dengan menggunakan pelarut non-
polar, misalnya n-heksan, petroleum eter, dan sebagainya.
Laktosa merupakan disakarida alamiah yang dijumpai hanya pada binatang
menyusui, yaitu pada air susu sapi dan manusia (kira-kira terdapat 5% laktosa). Laktosa
diperoleh secara komersial sebagai hasil samping pabrik keju. Keju dibuat dari susu sapi
yang pada prosesnya menggunakan protein yang terkoagulasi. Pada protein susu yang
terkoagulasi tersebut akan membentuk dua lapisan, lapisan atas untuk membuat keju
sedangkan lapisan yang bawah disebut sebagai whey.
Kadar laktosa pada susu sapi adalah 6,8 gram per 100 ml, sedangkan pada air susu ibu
(ASI) 4,8 gram per 100 ml. Banyak orang terutama orang kulit berwarna tak tahan
terhadap susu sapi karena kekurangan enzim laktase di dalam tubuhnya, yang
menyebabkan tidak tahanan terhadap laktosa. Laktosa yang tidak dicerna akan tetap
tinggal dalam saluran cerna. Hal ini mempengaruhi jenis mikroorganisme yang tumbuh,
yang menyebabkan perut kembung, diare, dan kejang perut. Laktosa adalah gula yang
rasanya paling tidak manis ( kemanisannya 1/6 dari kemanisan glukosa ) dan lebih sukar
larut daripada disakarida lainnya.
Laktosa terdiri dari molekul D-galaktosa dan D-glukosa yang dihubungkan dengan
ikatan -1,4-galaktosidik, dimana D-galaktopiranosa berhubungan dengan posisi 4
dari D-glukopiranosa.
Laktosa merupakan gabungan dari monosakarida glukosa dengan galaktosa. Laktosa
merupakan disakarida (4- -d- galactosyl- D- glukosa) yang hanya terdapat di dalam
produk susu mamalia. Kandungan laktosa pada susu manusia berkisar 7 gram dalam 100
ml dan pada susu sapi terkandung 4,8 gram per 100 ml. Laktosa terdiri dari molekul D-
galaktosa dan D-glukosa yang dihubungkan dengan ikatan -1,4-galaktosidik, dimana D-
galaktopiranosa berhubungan ke posisi 4 dari D-glukopiranosa.
Laktosa merupakan disakarida reduktor yang memberi reaksi positif terhadap fehling dan
menunjukkan sifat mutarotasi. Campuran kesetimbangan mempunyai rotasi spesifik
+55o. Laktosa dapat dihidrolisis dengan katalisator asam/enzim laktosa. Laktosa dapat
difermentasi oleh bakteri tertentu membentuk asam laktat, sehingga jika reaksi
fermentasi berlangsung pada susu, maka susu menjadi asam.
Setelah dikonsumsi, laktosa dipecah di dalam usus menjadi dua molekul monosakarida
yaitu glukosa dan galaktosa, yang dibantu oleh enzim -galaktosidase yang diproduksi
pada membran mukosa usus. Setelah pemecahan, molekul monosakarida tersebut
secara aktif diserap dan didistribusikan menuju hati melalui pembuluh darah .Galaktosa
merupakan senyawa yang penting untuk pembentukan serebrosida. Serebrosida ini
penting untuk perkembangan dan fungsi otak.
Laktase disintesis di retikulum endoplasma sebagai polipeptida tunggal dan mengalami
glikosilasi menjadi high mannose precursor. Setelah mengalami beberapa proses,
laktase ditransportasikan dan diinsersikan pada membran mikrovilus. Laktase merupakan
salah satu dari tiga enzim sel epitel usus dengan aktifitas -galaktosidase.Enterosit juga
mengandung Lysosomal acid -galaktosidase, membantu hidrolisa laktosa, dan cytosolic
-galaktosidase yang tidak memiliki kekhususan terhadap laktosa.
Laktosa akan dipecah menjadi dua penyusunnya yang berupa monosakarida untuk dapat
diserap melalui peredaran darah. Enzim laktase yang berfungsi memecah gula susu
(laktosa) terdapat di mukosa usus halus. Pada keadaan normal, tubuh dapat memecah
laktosa menjadi gula sederhana dengan bantuan enzim laktase. Tanpa laktase yang
cukup manusia tidak dapat/mampu mencerna laktosa sehingga akan mengalami
gangguan pencernaan seperti sakit perut dan diare yang dikenal sebagai intoleransi
laktosa atau defisiensi laktase.
Apabila ketersediaan laktase tidak mencukupi, laktosa yang terkandung dalam susu
tidak akan mengalami proses pencernaan dan akan dipecah oleh bakteri di dalam usus
halus. Proses fermentasi yang terjadi dapat menimbulkan gas yang dapat menimbulkan
gas dan rasa sakit di bagian perut. Sedangkan sebagian laktosa yang tidak dicerna akan
tetap berada di saluran cerna dan tidak terjadi penyerapan air dari faeses sehingga
penderita akan mengalami diare.
Untuk mengurangi angka kematian akibat diare khususnya karena intoleransi laktosa
atau defisiensi laktase, perlu dilakukan pemberian sediaan yang mengandung enzim
laktase itu sendiri mengingat individu tersebut tidak memiliki kemampuan untuk
menyediakan enzim laktase.Untuk membuat suatu sediaan enzim, diperlukan suatu
metode untuk mengidentifikasi dan mengisolasi dari enzim laktase tersebut sehingga
didapatkan enzim yang murni.
Seperti halnya asam amino, protein susu (kasein) juga bersifat amfoter. Protein dalam
susu mencapai 3,25%. Struktur primer terdiri dari rantai polipeptida dari asam-asam
amino yang disatukan ikatan-ikatan peptida (peptida linkages).Protein juga memiliki pH
isoelektrik tertentu. PH isoelektrik merupakan suatu nilai pH dimana jumlah muatan
listrik positif sama dengan muatan negatifnya. Pada pH tersebut, protein tidak
bermuatan positif maupun negatif, sehingga dapat membentuk agregat (gumpalan-
gumpalan yang keruh) dan mengendap, karena sebagian protein menunjukkan kelarutan
yang minimal pada pH isolektriknya. Sifat inilah yang akan digunakan untuk memisahkan
atau mengisolasi kasein dari susu.
Protein susu terbagi menjadi dua, yaitu Casein yang dapat diendapkan oleh asam dan
Rennin, serta protein whey yang dapat mengalami denaturasi oleh panas pada suhu
65oC. Casein dalam susu mencapai 80 % dari total protein. Pengasaman susu oleh
aktivitas bakteri menyebabkan mengendapnya casein. Whey adalah cairan susu tanpa
lemak dan casein. Pasteurisasi susu dilakukan untuk mencegah kerusakan karena
mikroorganisme dan enzim. Ada 2 macam metode pasteurisasi susu yaitu Holding
methode dan HTST (High Temperature Short Time ).

i. Susu Skim

Susu skim adalah susu yang sudah tidak mengandung lemak atau hamper tidak mengandung
lemak yang bubuk susunya dibuat dengan menghilangkan sebagian besar air dan lemak yang
terdapat di dalam susu. Selain laktosa didalam susu juga terdapat beberapa komponen protein
seperti casein dan albumin yang mudah larut dalam air. Kandungan kadar lemak yang sangat rendah
yang mengandung 4,5-5 % laktosa, 30 % casein, 0,7 % albumin, dan 1 % mineral. Susu skim dibuat
dengan cara memasak susu murni. Setelah mendidih, bagian atas yang berbentuk krim diambil
dengan teknik skimming (penyendokan). Susu yang tersisa disebut susu skim dan proses
pembuatannya disebut skimming. Kandungan lemak pada susu skim kurang lebih 1%. Susu skim
mengandung semua kandungan yang dimiliki susu pada umumnya, kecuali lemak dan vitamin yang
larut dalam lemak. Susu skim dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar susu atau keju tanpa lemak
sehingga dapat berguna untuk menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh.

Susu pada umumnya, setelah dipasteurisasi akan mengalami homogenisasi kembali antara
komponen-komponen lemak dan protein yang tadinya telah terpisah. Homogenisasi bertujuan agar
susu memiliki tekstur yang stabil. Namun pada susu skim, lemak akan dikurangi. Oleh karena itu
membuat susu skim hampir tidak mungkin dilakukan secara sederhana karena susu akan secara
otomatis terhomogenisasi. Menurut para ahli susu skim bagus dikonsumsi binaragawan untuk
menambah massa otot.

ii. Asam Asetat

Asam asetat dengan rumus empiris C 2H4O2 yang sering ditulis dalam bentuk CH 3COOH, asam
asetat murni disebut sebagai asam asetat glacial adalah cairan higroskopis tak berwarna dan memiliki
titik beku 16.7o C. Asam asetat juga sering disebut sebagai asam cuka. Asam asetat berfungsi sebagai
pelarut polar seperti air dan etanol. Asam asetat memiliki konstanta dielektrik yaitu 6,2 sehingga
dapat melarutkan baik senyawa polar dan non-polar. Asam asetat bersifat korosif terhadap logam.
Asam asetat mempunyai bau yang khas. Asam asetat (acetic acid) adalah asam lemah yang mungkin
paling dikenal karena menjadi komposisi utama dalam cuka. Namun, asam asetat tidak hanya
berguna sebagai bahan penyedap masakan, tetapi juga diproduksi dalam jumlah besar untuk
berbagai kegunaan lain. Asam organik ini bisa diproduksi dalam berbagai konsentrasi. Dalam bentuk
murni, asam asetat dikenal sebagai asam asetat glasial karena mengkristal dalam suhu dingin. Bentuk
asam ini sangat korosif dan bisa berbahaya jika mengenai kulit sehingga orang yang bekerja
menggunakan senyawa ini harus menggunakan alat pelindung. Cuka, di lain sisi, merupakan
campuran dengan konsentrasi asam asetat sekitar lima persen. Terdapat beberapa cara pembuatan
asam asetat. Salah satu metode adalah fermentasi bakteri, teknik yang digunakan untuk membuat
cuka, di mana asam asetat dihasilkan sebagai produk sampingan dari penguraian bakteri.

iii. Etanol

Etanol mempunyai nama lain yaitu etil alkohol, mempunyai rumus molekul C 2H5OH; massa
molar 46,07g/mol; tidak berwarna; titik lebur-114,3 o C; titik didih 78,4oC. Etanol disebut juga etil
alkohol, alcohol murni alkohol absolute, atau alcohol saja adalah cairan yang mudah menguap,
mudah terbakar dan tak berwarna.
Etanol membentuk larutan azeotrop, karena itu pemurnian etanol yang mengandung air
dengan cara penyulingan biasa hanya mampu menghasilkan kemurnian 96%. Etanol murni ini
dihasilkan pertama kali oleh Johan Tobias Lowitzpadatahun 1796 dengan melakukan destilasi melalui
arang. Etanol adalah pelarut yang serba guna, larut dalam air dan pelarut organic lainnya seperti:
benzene, gliserol, dsb. Dan juga larut dalam pentane dan heksana.

iv. CaCO3

Kalsium karbonat mempunyai titik leleh 825 0 C, umumnya berwarna putih dan sering dijumpai
pada batu kapur, kalsit, marmer dan batu gamping.
Kalsium karbonat umumnya bewarna putih dan umumnya sering djumpai pada batu kapur, kalsit,
marmer, dan batu gamping.Selain itu kalsium karbonat juga banyak dijumpai pada skalaktit dan
stalagmit yang terdapat di sekitar pegunungan.Karbonat yang terdapat pada skalaktit dan stalagmit
berasal dari tetesan air tanah selama ribuan bahkan juataan tahun.Seperti namanya, kalsium
karbonat ini terdiri dari 2 unsur kalsium dan 1 unsur karbon dan 3 unsur oksigen.Setiap unsur karbon
terikat kuat dengan 3 oksigen, dan ikatan ini ikatannya lebih longgar dari ikatan antara karbon
dengan kalsium pada satu senyawa. Kalsium karbonat bila dipanaskan akan pecah dan menjadi
serbuk remah yang lunak yang dinamakan calsium oksida (CaO). Hal ini terjadi karena pada reaksi
tersebut setiap molekul dari kalsium akan bergabung dengan 1 atom oksigen dan molekul lainnya
akan berikatan dengan oksigen menghasilkan CO2 yang akan terlepas ke udara sebagai gas karbon
dioksida. dengan reaksi sebagai berikut:
CaCO3 --> CaO + CO2
Reaksi ini akan berlanjut apabila ditambahkan air, reaksinya akan berjalan dengan sangat kuat dan
cepat apabila dalam bentuk serbuk, serbuk kalsium karbonat akan melepaskan kalor. Molekul dari
CaCO3 akan segera mengikat molekul air (H2O) yang akan menbentuk kalsium hidroksida, zat yang
lunak seperti pasta. Sebagaimana ditunjukkan pada reaksi sebagai berikut:
CaCO3 + H2O --> Ca(OH)2 + CO2

Pembuatan kalsium karbonat dapat dilakukan dengan cara mengeringkan Ca(OH)2 hingga
molekul H2O dilepaskan ke udara sedangkan molekul CO2 diserap dari udara sekitar sehingga
Ca(OH)2 dapat berubah kembali menjadi CaCO3. Reaksinya dapat ditunjukkan sebagai berikut:
Ca(OH)2 + CO2 --> CaCO3 + H2O
secara kimia, sama saja dengan bahan mentahnya, namun kalsium karbonat yang terbentuk kembali
tampak berbeda dari CaCO3yang semula sebelum bereaksi.

III. TUJUAN
1. Mampu membuat skema/bagan isolasi laktosa dalam susu skim

2. Terampil melakukan isolasi laktosa dari susu skim

3. Dapat menjelaskan fungsi dari setiap dahan kimia yang digunakan

IV. BAHAN

1. Susu skim 23,9 gr

2. Asam asetat qs

3. CaCO3 5 gr
4. Etanol 95% 150 ml
5. Air 200 ml
V. ALAT

1. Gelas Ukur

2. Pengaduk

3. Termometer

4. Erlenmeyer

5. Corong Buchner

6. LabuHisap

7. Kertas Saring

8. Kapas

9. Kertas Perkamen

10. Alat Timbangan

11. Kaki Tiga dan Bunsen


12. Batu Didih

13. Pipet Tetes

VI. STRUKTUR LAKTOSA

4-O (-D-galaktopironosil)-D-glukopiranosa

VII. SKEMA KERJA

Ditimbang susu skim + air (tergantung penimbangan) dimasukkan dalam


beaker glass

Dimasukkan batu didih, sambil diaduk sampai suhu 40C

Dimasukkan asam asetat encer dengan pipet, sambil diaduk ditambahkan


sedikit demi sedikit sampai cairan mengendap sempurna

Filtrat ( laktosa, albumin,


Ditambahkan CaCO3
Endapan casein
mineral)
,diaduk dipanaskan 10
menit
Endapan kalsium Filtrat ( laktosa, mineral)
albuminat

Diuapkan pada beaker


glass

Pada larutan panas


ditambahkan 50,5 ml
etanol 95%

keruh Tidak keruh

Disaring panas
endapan filtrat

Dimasukkan ke dalam botol mulut lebar yang ditutup kertas


perkamen, diberi lubang udara diamkan 1 malam ad kering

Disaring dengan corong buchner dan labu hisap. Dikeringkan dan


ditimbang, dimasukkan ke botol hasil

VIII. GAMBAR PEMASANGAN ALAT

termometer
Batu didih
8.05 g susu skim
Masukkan batu
68 ml air didih
Panaskan dengan
pembakar bunsen
termometer Tambahkan
setetes demi tetes Endapan kasein
asam asetat encer
Kasa kawat
Sampai tidak Kasa kawat
terbentuk
dimasukkan susu skim dan Kaki tiga
endapan kasein
Kaki tiga
air ke dalam gelas beker, lagi Pembakar Bunsen
aduk dengan termometer (40 Pembakar
tetes) Bunsen

Batu didih
Batang pengaduk

Batang Corong
1.68g CaCO
pengaduk
3
Kertas saring
Kapas tipis

Kasa kawat

Kaki tiga
Pembakar Bunsen
Filtrat ditambahkan CaCO3,
diaduk dengan batang Saring dengan corong
pengaduk saat panas
Dipanaskan ad timbul endapan
kalsium albuminat

50,5 ml Etanol

Batu didih Batang Batang


pengaduk pengaduk

Corong Api dimatikan


Filtrat Kertas saring
CaCO3 &Kapas tipis

Kasa kawat
Kasa kawat
Kaki tiga
Pembakar Bunsen Kaki tiga
Pembakar Bunsen

Diuapkan ad 10,1 ml
Didiamkan ad terbentuk
endapan sempurna

perkamen yang
dilubangi kecil kecil kertas saring
dengan jarum yang diberi
sedikit kapas
corong

Botol mulut besar

Botol ditutup dengan kertas


perkamen yang sudah dilubangi.
Diamkan selama 1 malam

Corong buchner
Kertas saring

Sumbat gabus

Dihubungkan
dengan pompa
hisap

Kristal yang sudah Kristal kemudian


kering kemudian dimasukkan kedalam botol
ditimbang hasil

IX. PEMBAHASAN
X. KESIMPULAN