Anda di halaman 1dari 24

MAKALAH MATERIAL TEKNIK ELEKTRO

POLIMER

DI SUSUN OLEH :

NAMA MAHASISWA NO. STAMBUK

1. IRWAN RIDWAN :03320170064

2. NUGI VERGYAWAN :03320170061

LAPORAN MATERIAL ELEKTRO TEKNIK


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
2017/2018
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena

berkat limpahan rahmat dan karunia-nya sehingga kami dapat menyusun makalah ini

dengan baik dan tepat pada waktunya. Dalam makalah ini kami membahas mengenai

POLIMER

Makalah ini dibuat dengan beberapa bantuan dari berbagai pihak untuk membantu

menyelesaikan tantangan dan hambatan selama mengerjakan laporan ini. Oleh

karena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua

pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini yang merupakan salah satu

tugas dari mata kuliah material teknik elektro.

Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada

makalah ini. Oleh karena itu, penulis berharap pembaca untuk memberikan saran

serta yang dapat memberi semangat lebih bagi kami. Kritik konstruktif dari

pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.

Akhir kata semoga makalah ini dapat memberi manfaat bagi semua orang.

Makassar, 12 november 2017

Penulis

ii
DAFTAR ISI

Halaman Judul ................................................................................................................x

Kata Pengantar........ii

Daftar isi........iii

BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .

B. Tujuan Penulis..

BAB II PEMBAHASAN
A. Definisi ..........................

B. Penggolongan polimer...................

C. Sifat sifat polimer..............

D. Kegunaan dan dampak..............

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan.

DAFTAR PUSTAKA...

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Dalam kehidupan sehari hari, kita sering menggunakan berbagai bahan

kimia.

Sebagian besar dari masyarakat tidak menyadari akan bahaya dari bahan

bahan kimia tersebut, bahan kimia yang banyak digunakan didalam kehidupan

sehari - hari memang tidak memberikan akibat secara langsung dan cepat

namun, membutuhkan waktu lama.

Kita mungkin tahu polimer yang merupakan suatu golongan bahan kimia yang

banyak digunakan dalam kehidupan kita sehari hari maupun dalam industri.

Polimer meliputi plastik, karet, serat, dan nilon. Beberapa senyawa penting

dalam tubuh makhluk hidup, yaitu karbohidrat (polisakarida), protein, dan asam

nukleat, juga merupakan polimer.

B. TUJUAN

A. Mengetahui definisi polimer

B. Mengetahui penggolongan polimer

C. Mengetahui sifat-sifat polimer

D. Mengetahui kegunaan & dampak polimer dalam kehidupan sehari-hari

.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi

Pengertian Polimer

pollimer atau kadang-kadang disebut sebagai makromolekul, adalah molekul

besar yang dibangun oleh pengulangan kesatuan kimia yang kecil dan sederhana.

Kesatuan-kesatuan berulang itu setara dengan monomer, yaitu bahan dasar

pembuat polimer (tabel 1). Akibatnya molekul-molekul polimer umumnya

mempunyai massa molekul yang sangat besar. Sebagai contoh, polimer poli

(feniletena) mempunyai harga rata-rata massa molekul mendekati 300.000. Hal ini

yang menyebabkan polimer tinggi memperlihatkan sifat sangat berbeda dari

polimer bermassa molekul rendah, sekalipun susunan kedua jenis polimer itu sama.

polimer adalah rantai berulang dari atom yang panjang, terbentuk dari

pengikat yang berupa molekul identik yang disebut monomer. Sekalipun biasanya

merupakan organik (memiliki rantai karbon), ada juga banyak polimer inorganik.

Contoh terkenal dari polimer adalah plastik dan DNA.

Meskipun istilah polimer lebih populer menunjuk kepada plastik, tetapi

polimer sebenarnya terdiri dari banyak kelas material alami dan sintetik dengan

sifat dan kegunaan yang beragam. Bahan polimer alami

seperti shellac dan amber telah digunakan selama beberapa

abad. Kertas diproduksi dari selulosa, sebuahpolisakarida yang terjadi secara

alami yang ditemukan dalam tumbuhan. Biopolimer seperti protein dan asam

nukleat memainkan peranan penting dalam proses biologi.


Dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti banyak menggunakan polimer buatan.

Berikut ini beberapa contoh polimer buatan di sekitar kita :

1. Karet Sintetis

Dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan ban mobil dan motor, ahli-ahli

kimia organic telah mengembangkan pembuatan karet sintetis untuk mempercepat

perolehan kebutuhan tersebut.

Karet-karet sintetis tersebut dibuat dengan menggunakan bahan dasar

monomer, seperti butadiene dan stirena denganm cara kopolimerisasi.

Polibutadiena-stirena disebut juga dengan Buna atau nama dagangnya SBR

(stirena-butadiena rubber). Ada dua jenis Buna, yaitu Buna-N dan Buna-S. tidak

seperti polimer lain yang monomernya 1:1, pada Buna-N perbandingan antara 1,3-

butadiena dan stirena adalah 3:1, sedangkan Buna-S perbandingan antara 1,3-

butadiena dan stirena adalah 7:3. polimer tersebutb merupakan karet sintetis

yang kuat hamper menyamai karet alam karena resisten oksidasi dan abrasi

dibandingkan karet alam. SBR mengandung ikatan rangkap dan dapat di cross-

linked kan dengan sulfur dengan proses vulkanisasi. Saat ini Buna banyak

digunakan sebagai ban mobil.

Jika karet yang divulkanisasi ini diregangkan, jembatan belerang menahan

rantai-rantai polimer sehingga tidak mudah putus, kemudian karet tersebut akan

kembali pada bentuk semula setelah meregang. Karet sintetis lain adalah

neoprene yang berasal dari monomer kloropropena, polibutadiena, dan Thiokol.


2. Serat Sintetis

Kapas merupakan serat alam yang merupakan polimer dari karbohidrat

(selulosa), dan polimer dari protein (wol dan sutera). Seperti halnya karet, serat

memiliki polimer sintetis, yaitu nilon dan poliester (dakron).

Dakron atau tetoron merupakan polyester. Polimer ini yang sangat kuat,

sangat lentur dan transparan. Polimer ini juga digunakan untuk membuat sintetis

dan membuat lembaran film tipis yang dalam perdagangan disebut mylar. Mylar

banyak digunakan untuk pita rekam magnetic dan untuk membuat gelembung balon

yang dimanfaatkan dalam penelitian cuaca di atmosfer.

Nilon-66 merupakan serat polimer yang titik leburnya tinggi. Disebut

nilon-66 karena polimernya tersususn dari enam atom C dari 1,6-heksametilena

diamina dan enam atom C dari molekul asam 1,6 heksanadioat. Nilon-66 digunakan

untuk serat kain.

3. Orlon

Orlon merupakan polimer adisi dari monomer akrilonitril. Polimer ini

merupakan serat sintetis, seperti wol digunakan dalam tekstil sebagai campuran

wol, karpet, dan kaus kaki.


4. Teflon (Tetrafluoroetena)

Teflon merupakan lapisan tipis yang sangat tahan panas dan tahan

terhadap bahan kimia. Teflon digunakan untuk pelapis wajan (panic anti lengket),

pelapis tangki di pabrik kimia, pipa anti patah, dan kabel listrik.

5. Bakelit (Fenol Formaldehida)

Bakelit adalah suatu jenis polimer yang dibuat dari dua jenis monomer,

yaitu fenol dan formaldehida. Polimer ini sangat keras, titik leburnya sangat

tinggi dantahan api. Bakelit digunakan untuk instalasi listrik dan alat-alat yang

tahan suhu tinggi, misalnya asbak dan fiting lampu listrik.

6. Flexiglass (Polimetil Metakrilat)

Polimetil Metakrilat disingkat PMMA mempunyai nama dagang flexiglass.

Polimetil metakrilat merupakan polimerisasi adisi dari monomer metil metakrilat

(H2C = CH-COOH3). PMMA merupakan plastik yang kuat dan transparan. Polimer

ini digunakan untuk jendela pesawat terbang dan lampu belakang mobil.
7. Plastik Polietilentereftalat (PET)

Plastik PET merupakan serat sintetik poliester (dakron) yang transparan

dengan daya tahan kuat, tahan terhadap asam, kedap udara, fleksibel, dan tidak

rapuh. Dalam hal penggunaannya, plastik PET menempati urutan pertama.

Penggunannya sekitar 72 % sebagai kemasan minuman dengan kualitas yang baik.

Plastik PET merupakan poliester yang dapat dicampur dengan polimer alam seperti

: sutera, wol dan katun untuk menghasilkan bahan pakaian yang bersifat tahan

lama dan mudah perawatannya.

8. Plastik Polietena/Polietilena (PE)

Terdapat dua jenis plastik PE, yaitu Low Density Polyethylene (LDPE)

dan High Density Polyethylene (HDPE). Plastik LDPE banyak digunakan sebagai

kantung plastik serta pembungkus makanan dan barang.

Plastik HDPE banyak digunakan sebagai bahan dasar membuat mainan

anak-anak, pipa yang kuat, tangki korek api gas, badan radio dan televisi, serta

piringan hitam.
9. Polivinil Klorida (PVC)

Plastik PVC bersifat termoplastik dengan daya tahan kuat. Plastik ini

juga bersifat tahan serta kedap terhadap minyak dan bahan organik. Ada dua tipe

plastik PVC yaitu bentuk kaku dan bentuk fleksibel.

Plastik bentuk kaku digunakan untuk membuat konstruksi bangunan,

mainan anak-anak, pipa PVC (paralon), meja, lemari, piringan hitam, dan beberapa

komponen mobil. Adapun plastik bentuk fleksibel, jenis ini digunakan untuk

membuat selang plastik dan isolasi listrik.

Dalam hal penggunaannya, plastic PVC menempati urutan ketiga dan

sekitar 68 % digunakan untuk konstruksi bangunan (pipa saluran air).

10. Plastik Nilon

Plastik nilon merupakan polimer poliamida (proses pembentukannya

seperti pembentukan protein). Plastik Nilon ditemukan pada tahun 1934 oleh

Wallace Carothers dari Du Pont Company. Ketika itu, Carothers mereaksikan asam

adipat dan heksametilendiamin. Plastik yang bersifat sangat Kuat (tidak cepat

rusak) dan halus ini banyak digunakan untuk pakaian, peralatan kemah dan panjat

tebing, peralatan rumah tangga serta peralatan laboratorium.


10. Wol

Wol adalah serat alami dari protein hewani (keratin) yang tidak larut.

Struktur protein wol yang lentur menghasilkan kain dengan mutu yang baik, namun

kadang-kadang menimbulkan masalah karena dapat mengerut dalam pencucian.

Oleh karena itu, wol dicampur dengan PET untuk menghasilkan kain yang bermutu

baik dan tidak mengerut pada saat pencucian.

11. Kapas

Kapas merupakan serat alami dari bahan nabati (selulosa) yang paling

banyak digunakan (hamper 50 % pemakaian serat alami berasal dari kapas). Kain

katun dibuat dari serat kapas dengan perlakuan kimia sehingga menghasilkan kain

yang kuat, enak dipakai, dan mudah perawatannya.


B. Penggolongan Polimer
penggolongan polimer berdasarkan asalnya , yaitu yang berasal dari alam

(polimer alam) dan di polimer yang sengaja dibuat oleh manusia (polimer sintetis).

1. Polimer alam

Polimer alam telah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu, Polimer alam adalah

senyawa yang dihasilkan dari proses metabolisme mahluk hidup. jumlahnya yang

terbatas dan sifat polimer alam yang kurang stabil, mudah menyerap air, tidak

stabil karena pemanasan dan sukar dibentuk menyebabkan penggunaanya amat

terbatas. Contoh sederhana polimer alam seperti ; Amilum dalam beras, jagung

dan kentang , pati , Selulosa dalam kayu , Protein terdapat dalam daging dan

Karet alam diperoleh dari getah atau lateks pohon karet . Karet alam merupakan

polimer dari senyawa hidrokarbon, yaitu 2-metil-1,3-butadiena (isoprena). Karet

merupakan polimer alam yang terpenting dan dipakai secara luas. Bentuk utama

dari karet alam, terdiri dari 97% cis-1,4-poliisoprena, dikenal sebagai hevea

rubber. Karet ini diperoleh dengan menyadap kulit sejenis pohon (hevea

brasiliensis) yang tumbuh liar. Hampir semua karet alam diperoleh sebagai lateks

yang terdiri dari sekitar 32 35% karet dan sekitar 5% senyawa lain, termasuk

asam lemak, gula, protein, sterol, ester dan garam.

Laboratorium bukan satu-satunya tempat mensintesis polimer. Selsel

kehidupan juga merupakan pabrik polimer yang efisien. Protein, DNA, kitin pada

kerangka luar serangga, wool, jaring laba-laba, sutera dan kepompong ngengat,

adalah polimer-polimer yang disintesis secara alami. Serat-serat selulosa yang

kuat menyebabkan batang pohon menjadi kuat dan tegar untuk tumbuh dengan

tinggi seratus kaki dibentuk dari monomer-monomer glukosa, yang berupa padatan

kristalin yang berasa manis. Polimer alam lain adalah polisakarida, selulosa dan

lignin yang merupakan bahan dari kayu.


Contoh polimer alam dapat dilihat pada table di bawah ini

NoPolimer Monomer PolimerisasiContoh


1. Pati/amilum Glukosa Kondensasi Biji-bijian, akar umbi
2. Selulosa Glukosa Kondensasi Sayur, Kayu, Kapas
3. Protein Asam aminoKondensasi Susu, daging, telur, wol, sutera
4. Asam nukleatNukleotida Kondensasi Molekul DNA dan RNA (sel)
5. Karet alam Isoprena Adisi Getah pohon karet

Sifat-sifat polimer alam kurang menguntungkan. Contohnya, karet alam

kadang-kadang cepat rusak, tidak elastis, dan berombak. Hal tersebut dapat

terjadi karena karet alam tidak tahan terhadap minyak bensin atau minyak tanah

serta lama terbuka di udara. Contoh lain, sutera dan wol merupakan senyawa

protein bahan makanan bakteri, sehingga wol dan sutera cepat rusak. Umumnya

polimer alam mempunyai sifat hidrofilik (suka air), sukar dilebur dan sukar

dicetak, sehingga sangat sukar mengembangkan fungsi polimer alam untuk tujuan-

tujuan yang lebih luas dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

2. Polimer sintetis

Polimer buatan dapat berupa polimer regenerasi dan polimer sintetis. Polimer

regenerasi adalah polimer alam yang dimodifikasi. Contohnya rayon, yaitu serat

sintetis yang dibuat dari kayu (selulosa). Polimer sintetis adalah polimer yang

dibuat dari molekul sederhana (monomer) dalam pabrik atau polimer yang dibuat

dari bahan baku kimia disebut polimer sintetis seperti polyetena, polipropilena,

poly vynil chlorida (PVC), dan nylon. Kebanyakan polimer ini sebagai plastik yang

digunakan untuk berbagai keperluan baik untuk rumah tangga, industri, atau

mainan anak-anak.
Polimer sintetis yang pertama kali yang dikenal adalah bakelit yaitu hasil

kondensasi fenol dengan formaldehida, yang ditemukan oleh kimiawan kelahiran

Belgia Leo Baekeland pada tahun 1907. Bakelit merupakan salah satu jenis dari

produk-produk konsumsi yang dipakai secara luas. Beberapa contoh polimer yang

dibuat oleh pabrik adalah nylon dan poliester, kantong plastik dan botol, pita

karet, dan masih banyak produk lain yang Anda lihat sehari-hari.

Ahli kimia telah mensintesis polimer di dalam laboratorium selama 100 tahun.

Dapatkah Anda membayangkan kehidupan tanpa mengenal polimer sintesis ini?

Pada musim hujan, Anda mungkin akan kehujanan saat pergi sekolah tanpa

membawa jas hujan yang terbuat dari nilon, makan makanan yang basi untuk

makan siang tanpa kantong plastik atau suatu wadah dari bahan polimer, dan

memakai seragam olahraga yang terbuat dari bahan tekstil yang lebih berat dari

buatan pabrik sintesis. Banyak polimer telah membantu kita dalam menyumbang

kehidupan kita.

Banyak polimer-polimer sintesis dikembangkan sebagai pengganti sutra.

Gagasan untuk proses tersebut adalah benang-benang sintesis yang dibentuk di

pabrik diambil dari laba-laba.


B. 1 Penggolongan polimer berdasarkan jenis monomernya
Berdasarkan jenis monomernya, polimer dapat terdiri atas homopolimer dan

kopolimer.

1. Homopolimer

Homopolimer adalah polimer yang monomernya sejenis. Contohnya,

selulosa dan protein.

(-P-P-P-P-P-P-P-P-)n

Pada polimer adisi homopolimer, ikatan rangkapnya terbuka lalu

berikatan membentuk polimer yang berikatan tunggal.

2. Kopolimer

Kopolimer atau disebut juga heteropolimer adalah polimer yang

monomernya tidak sejenis. Contoh dakron, nilon-66, melamin (fenol formaldehida).

Proses pembentukan polimer berlangsung dengan suhu dan tekanan tinggi atau

dibantu dengan katalis, namun tanpa katalis strukyur molekul yang terbentuk

tidak beraturan. Jadi, fungsi katalis adalah untuk mengendalikan proses

pembentukan striktur molekul polimer agar lebih teratur sehingga sifat-sifat

polimer yang diperoleh sesuai dengan yang diharapkan. Contoh struktur rantai

molekul polimer tidak beraturan (produk polimerisasi tanpa katalis) adalah

sebagai berikut :

(-P-S-S-P-P-S-S-S-P-S-P-)n

Kopolimer tidak beraturan

Pada proses pembentukan polimer yang digunakan katalis, struktur

molekul yang terbentuk akan beraturan. Contoh struktur rantai molekul polimer

teratur (produk polimerisasi dengan katalis) adalah sebagai berikut :

Sistem blok :

(-P-P-P-S-S-S-P-P-P-S-S-S-)n

Kopolimer blok

Sistem berseling :

(-P-S-P-S-P-S-P-S-P-S-P-S-P-)n

Kopolimer berseling
B.2 Penggolongan polimer berdasarkan sifatnya terhadap panas
Berdasarkan sifatnya terhadap panas, polimer dapat dibedakan atas

polimer termoplas (tidak tahan panas, seperti plastik) dan polimer

termosting (tahan panas, seperti melamin).

1. Polimer termoplas

Polimer termoplas adalah polimer yang tidak tahan panas. Polimer

tersebut apabila dipanaskan akan meleleh (melunak), dan dapat dilebur untuk

dicetak kembali (didaur ulang). Contohnya polietilene, polipropilena, dan PVC.

2. Polimer termosting

Polimer termosting adalah polimer yang tahan panas. Polimer tersebut

apabila dipanaskan tidak akan meleleh (sukar melunak), dan sukar didaur ulang.

Contohnya melamin dan bakelit.

B.3.Penggolongan polimer berdasarkan strukturnya


Berdasarkan strukturnya polimer dibedakan atas :

1. Polimer linear

Polimer linear terdiri dari rantai panjang atom-atom skeletal yang dapat

mengikat gugus substituen. Polimer ini biasanya dapat larut dalam beberapa

pelarut, dan dalam keadaan padat pada temperatur normal. Polimer ini terdapat

sebagai elastomer, bahan yang fleksibel (lentur) atau termoplastik seperti gelas).

Contoh : Polietilena, poli(vinil klorida) atau PVC, poli(metil metakrilat) (juga

dikenal sebagai PMMA, Lucite, Plexiglas, atau perspex), poliakrilonitril (orlon atau

creslan) dan nylon 66.

2. Polimer bercabang

Polimer bercabang dapat divisualisasi sebagai polimer linear dengan

percabangan pada struktur dasar yang sama sebagai rantai utama.

3. Polimer jaringan tiga dimensi (three-dimension network)

Polimer jaringan tiga dimensi adalah polimer dengan ikatan kimianya

terdapat antara rantai, seperti digambarkan pada gambar berikut. Bahan ini
biasanya diswell (digembungkan) oleh pelarut tetapi tidak sampai larut.

Ketaklarutan ini dapat digunakan sebagai kriteria dari struktur jaringan. Makin

besar persen sambung-silang (cross-links) makin kecil jumlah penggembungannya

(swelling). Jika derajat sambung-silang cukup tinggi, polimer dapat menjadi kaku,

titik leleh tinggi, padat yang tak dapat digembungkan, misalnya intan

(diamond).

Polimer linear dan bercabang memiliki sifat :

1. Lentur

2. Berat Molekul relatif kecil

3. Termoplastik

B.4.Penggolongan polimer berdasarkan kegunaanya


1. Polimer komersial (commodity polymers)

Polimer ini dihasilkan di negara berkembang, harganya murah dan banyak

dipakai dalam kehidupan sehari hari. Kegunaan sehari-hari dari polimer ini

ditunjukkan dalam tabel 1.1

Contoh : Polietilen (PE), polipropilen (PP), polistirena (PS), polivinilklorida

(PVC), melamin formaldehid

Tabel 1.1 Contoh dan kegunaan polimer komersial

Polimer komersial Kegunaan atau manfaat

Polietilena massa jenis Lapisan pengemas, isolasi kawat, dan kabel, barang mainan, botol

rendah(LDPE) yang lentur, bahan pelapis

Polietilena massa jenis Botol, drum, pipa, saluran, lembaran, film,isolasi kawat dan kabel

rendah(HDPE) Tali, anyaman, karpet, film

Polipropilena (PP) Bahan bangunan, pipa tegar, bahan untuk lantaui, isolasi kawat

Poli(vinil klorida) (PVC) dan kabel

Polistirena (PS) Bahan pengemas (busa), perabotan rumah, barang mainan

2. Polimer teknik (engineering polymers)


Polimer ini sebagian dihasilkan di negara berkembang dan sebagian lagi di

negara maju. Polimer ini cukup mahal dan canggih dengan sifat mekanik yang

unggul dan daya tahan yang lebih baik. Polimer ini banyak dipakai dalam bidang

transportasi (mobil, truk, kapal udara), bahan bangunan (pipa ledeng), barang-

barang listrik dan elektronik (mesin bisnis, komputer), mesin-mesin industri dan

barang-barang konsumsi

Contoh : Nylon, polikarbonat, polisulfon, poliester

3. Polimer fungsional (functional polymers)

Polimer ini dihasilkan dan dikembangkan di negara maju dan dibuat untuk

tujuan khusus dengan produksinya dalam skala kecil

Contoh : kevlar, nomex, textura, polimer penghantar arus dan foton, polimer

peka cahaya, membran, biopolimer

3. Sifat Sifat Polimer

Perbedaan utama dari polimer alam dan polimer sintetik adalah, mudah

tidaknya sebuah polimer didegradasi atau dirombak oleh mikroba. Polimer sintetik

sulit diuraikan oleh mikroorganisme.

Sifat-sifat polimer sintetik sangat ditentukan oleh struktur polimernya

seperti; panjangnya rantai; gaya antar molekul; percabangan; dan ikatan silang

antar rantai polimer.

Pertambahan panjang rantai utama polimer diikuti dengan meningkatnya gaya

antar molekul monomer. Hal ini yang menyebabkan meningkatnya kekuatan dan

titik leleh sebuah polimer. Gambar 13.10, contoh polimer yang berantai panjang

dan linier. Polimer yang memiliki banyak cabang, kekuatannya menurun dan hal ini

juga menyebabkan titik lelehnya semakin rendah, contoh untuk polimer bercabang

ditunjukkan oleh gambar 13.11.

Gambar 13.10. Polimer polietilen yang memiliki rantai linier dan panjang
Gambar 13.11. Contoh polimer yang memiliki cabang

Beberapa polimer memiliki ikatan silang antar rantai, hal ini akan membuat

polimer yang bersifat kaku dan membentuk bahan yang keras. Makin banyak

ikatan. silang makin kaku polimer yang dihasilkan dan polimer akan semakin mudah

patah.

Jenis polimer yang memiliki ikatan silang ini merupakan plastik termoseting.

Jenis plastik ini hanya dapat dipanaskan satu kali yaitu hanya pada saat

pembuatannya. Jika plastik ini pecah atau rusak tidak dapat disambung kembali.

Pemanasan selanjutnya menyebabkan rusaknya atau terbongkarnya ikatan silang

antar rantai polimer, sehingga susunan molekul polimer berubah atau rusak.

Contoh untuk plastik termoseting adalah polimer bakelit yang memiliki ikatan

silang antar rantai polimernya (Gambar 13.12).

Gambar 13.12. Polimer Bakelit yang memiliki ikatan silang antar rantai

polimernya

Plastik jenis yang lain memiliki sifat sebagai termoplastik, yaitu plastik yang

dapat dipanaskan secara berulang-ulang. Sifat ini disebabkan karena tidak adanya

ikatan silang antar rantai polimernya. Jika polimer ini rusak atau pecah, kita dapat

menyambungnya kembali dengan cara dipanaskan, contoh polimer termoplastik

adalah polietilen.

C.Sifat polimer

Sifat Thermal

Sifat polimer terhadap panas ada yang menjadi lunak jika dipanaskan dan keras

jika didinginkan, polimer seperti ini disebut termoplas.

Contohnya : plastik yang digunakan untuk kantong dan botol plastik.

Sedangkan polimer yang menjadi keras jika dipanaskan disebut termoset,

contohnya melamin

Sifat Kelenturan

Polimer akan mempunyai kelenturan yang berbeda dengan polimer sintetis.

Umumnya polimer alam agak sukar untuk dicetak sesuai keinginan,sedangkan


polimer sintetis lebih mudah dibuat cetakan untuk menghasilkan bentuk tertentu.

Karet akan lebih mudah mengembangdan kehilangan kekenyalannya setelah terlalu

lama kena bensin atau minyak.

Ketahanan terhadap Mikroorganisme

Polimer alam seperti wool, sutra, atau selulosa tidak tahan terhadap

mikroorganisme atau ulat (rayap). Sedangkan polimer sintetis lebih tahan

terhadap mikroorganisme atau ulat.

Sifat Lainnya

Sifat polimer yang lainnya bergantung pemakainnnya untuk kemasan atau alat-

alat industri. Untuk tujuan pengemasan harus diperhatikan :

Toksisitasnya

Daya tahan terhadap air, minyak atau panas

Daya tembus udara (oksigen)

Kelenturan

Transparan

Reaksi Polimerisasi Dan polimerisasi Adisi


Reaksi polimerisasi adalah reaksi penggabungan molekul-molekul kecil

(monomer) yang membentuk molekul yang besar. Ada dua jenis reaksi polimerisasi,

yaitu :polimerisasi adisi dan polimerisasi kondensasi.

Polimerisasi adisi ini terjadi pada monomer yang mempunyai ikatan tak jenuh

(ikatan rangkap dengan melakukan reaksi dengan cara membuka ikatan rangkap

(reaksi adisi) dan menghasilkan senyawa polimer dengan ikatan jenuh

Polimer kondensasi terjadi dari reaksi antara gugus fungsi pada monomer

yang sama atau monomer yang berbeda. Dalam polimerisasi kondensasi kadang-

kadang disertai dengan terbentuknya molekul kecil seperti H2O, NH3, atau

HCl.

Di dalam jenis reaksi polimerisasi yang kedua ini, monomer-monomer bereaksi

secara adisi untuk membentuk rantai. Namun demikian, setiap ikatan baru yang

dibentuk akan bersamaan dengan dihasilkannya suatu molekul kecil biasanya air
dari atom-atom monomer. Pada reaksi semacam ini, tiap monomer harus

mempunyai dua gugus fungsional sehingga dapat menambahkan pada tiap ujung ke

unit lainnya dari rantai tersebut. Jenis reaksi polimerisasi ini disebut reaksi

kondensasi

D. Kegunaan Dan Dampak Polimer Terhadap Lingkungan

Dalam kehidupan sehari-hari banyak barang-barang yang digunakan merupakan

polimer sintetis mulai dari kantong plastik untuk belanja, plastik pembungkus

makanan dan minuman, kemasan plastik, alat-alat listrik, alat-alat rumah tangga,

dan alat-alat elektronik. Setiap kita belanja dalam jumlah kecil, misalnya

diwarung, selalu kita akan mendapatkan pembungkus plastik dan kantong plastik

(keresek).

Barang-barang tersebut merupakan polimer sintetis yang tidak dapat

diuraikan oleh mikroorganisme. Akibatnya, barang-barang tersebut akan

menumpuk dalam bentuk sampah yang tidak dapat membusuk. Atau menyumbat

saluran air yang menyebabkan banjir. Sampah polimer sintetis jangan dibakar,

karena akan menghasilkan senyawa dioksin. Dioksin adalah suatu senyawa gas yang

sangat beracun dan bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker).

Plastik vinyl chloride tidak berbahaya, tetapi monomer vinyl chloride sangat

beracun dan karsinogenik yang mengakibatkan cacat lahir.

Plastik yang digunakan sebagai pembungkus makanan, jika terkena panas

dikhawatirkan monomernya akan terurai dan akan mengontamiasi makanan.

Untuk mengurangi pencemaran plastik :

1. Kurangi penggunaan plastik

2. Sampah plastik harus dipisahkan dengan sampah organik, sehingga dapat

didaur ulang.

3. Jangan membuang sampah plastik sembarangan.

4. Sampah plastik jangan dibakar.

Untuk menghindari bahaya keracunan akibat penggunaan plastik :

1. Gunakan kemasan makanan yang lebih aman, seperti gelas.


2. Gunakan penciuman, jika makanan/minumam bau plastik jangan digunakan

BAB III

PENUTUP

A.KESIMPULAN

istilah polimer lebih populer menunjuk kepada plastik, tetapi polimer

sebenarnya terdiri dari banyak kelas material alami dan sintetik dengan sifat dan

kegunaan yang beragam. Contoh polimer yang paling terkenal adalah plastik dan

DNA. Mengapa plastik dan DNA dikatakan polimer? Itu dapat terlihat dari

struktur dan sifat benda tersebut.

Polimer adalah makromolekul yang tersusun dari monomermonomer.

Reaksi pembentukan polimer dinamakan polimerisasi. Ada dua jenis

polimerisasi yaitu polimerisasi adisi dan polimerisasi kondensasi. Polimerisasi adisi

adalah reaksi pembentukan polimer dari monomer yang berikatan rangkap atau

berikatan tak jenuh. Monomer tersebut membuka ikatan rangkapnya lalu berikatan

dengan monomer lain sehingga menghasilkan polimer yang berikatan

tunggal.Polimerisasi kondensasi adalah reaksi pembentukan polimer dari monomer-

monomer yang mempunyai dus gugus fungsi. Pada reaksi tersebut akan dihasilkan

molekul kecil seperti air atau alkohol.


Penggolongan polimer berdasarkan asalnya, yaitu : a. polimer alam,

contohnya karet alam, sutera dan wol. b. polimer sintetis, contohnya plastik, nilon

dan teflon.

Penggolongan polimer berdasarkan jenis monomernya, yaitu ; a.

homopolimer adalah polimer yang monomernya sejenis, b.kopolimer adalah polimer

yang monomernya sejenis.

Penggolongan polimer berdasarkan sifatnya terhadap panas,

yaitu : a. polimer termoplas adalah polimer yang tidak tahan panas . b.polimer

termosetting adalah polimer yang tahan panas .

Dalam kehidupan sehari-hari banyak barang-barang yang

digunakan merupakan polimer sintetis mulai dari kantong plastik untuk belanja,

plastik pembungkus makanan dan minuman, kemasan plastik, alat-alat listrik, alat-

alat rumah tangga, dan alat-alat elektronik. Setiap kita belanja dalam jumlah

kecil, misalnya diwarung, selalu kita akan mendapatkan pembungkus plastik dan

kantong plastik (keresek).

Barang-barang tersebut merupakan polimer sintetis yang tidak

dapat diuraikan oleh mikroorganisme. Akibatnya, barang-barang tersebut akan

menumpuk dalam bentuk sampah yang tidak dapat membusuk. Atau menyumbat

saluran air yang menyebabkan banjir. Sampah polimer sintetis jangan dibakar,

karena akan menghasilkan senyawa dioksin. Dioksin adalah suatu senyawa gas yang

sangat beracun dan bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker).


Daftar pustaka
1. http://dvisento.blogspot.co.id/2016/02/polimer-bab-i-pendahuluan-a.html

2. https://www.scribd.com/presentation/55103043/POLIMER

3. http://khanafitriarlita.blogspot.co.id/2014/01/struktur-tatanama-sifat-penggunaan-dan.html