Anda di halaman 1dari 35

TUGAS

MATA KULIAH PENGOLAHAN SINYAL

ANALISIS PERBANDINGAN NADA DASAR ANTARA LAKI-LAKI DAN


PEREMPUAN

Oleh:

MOCHAMMAD RAHMAT A 1111100055

FATUL ALAMSYAH M 1112100019

BRILLIANT NANDA PRIMADANA 1112100053

YUSUF HAIKAL BKAHTIAR 1112100062

AMRUL CHOIRWATHON A 112100089

SHOLEH ANSHORI SYAS 1112100092

PUTU RIADI WIRAWAN 1112100102

SELVI FIDIA PUTRI LESTARI 1113100029

DEPARTEMEN FISIKA FAKULTAS ILMU ALAM

INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA

2017
BAB I
1.1 Latar Belakang

Komunikasi merupakan suatu proses pertukaran informasi antara sumber informasi dan
penerima. Komunikasi antara manusia dengan sesamanya secara lisan dan tatap muka
memberikan nilai lebih dibandingkan dengan cara komunikasi lainnya. Melalui ucapan dan
ekspresi seorang penutur, selain pendengar dapat mengetahui siapa yang berucap dan
informasi yang diungkapkan, keadaan emosional penutur dapat terlihat dari cara bicara dan
ekspresi wajahnya. Pendengar tidak hanya mendapat isi informasi yang disampaikan saja tapi
juga bagaimana informasi itu disampaikan. Manusia memiliki naluri alamiah untuk menerima
dan memproses informasi di sekitarnya. Salah satunya adalah bisa membedakan usia manusia
hanya dari suara yang didengarnya. Hal ini karena suara manusia laki-laki dan perempuan
memiliki kharakteristik yang berbeda salah satunya adalah f0 (frekuensi fundamental).
Banyak metode telah dikembangkan untuk mengekstrak nilai ini, baik dalam kawasan waktu,
frekuensi maupun secara statistik.
Secara umum, dari sisi tinggi rendahnya nada suara , nada suara pria rata-
rata setengah lebih rendah daripada nada suara wanita. Hal ini disebabkan oleh massa dan
ketegangan pita suara.Pria memiliki pita suara yang lebih panjang dan berat daripada wanita.
Pria memiliki frekuensi dasar yang lazim pada 125 Hz, sedangkan wanita memiliki frekuensi
dasar satu oktaf (dua kali lipat) lebih tinggi daripada pria yaitu sekitar 250 Hz. Frekuensi
terendah yang dapat dicapai oleh seorang penyanyi bas yaitu sekitar 64 Hz, sedangkan
frekuensi tertinggi yang dapat dicapai oleh penyanyi soprano, yaitu sekitar 2048 Hz. Adapun
suara manusia sendiri berasal dari pita suara.Pita suara (vocal fold) adalah mesin penghasil
suara bagi manusia.Untuk menghasilkan suara, pita suara harus bergetar ratusan bahkan
ribuan kali per detiknya, tergantung nada atau frekuensi yang kita ucapkan. Pita suara sendiri
terletak di perbatasan faring dan trakea.Pita suara merupakan susunan dari tulang rawan, otot,
dan membran mukosa yang membentuk semacam lempengan di ujung trakea, berada di
sebelah kiri dan kanan dari ujung saluran nafas atau trakea. Membran mukosa ini
membungkus otot dan tulang rawan. Pita suara yang normal dapat bergerak membuka dan
menutup, serta bergetar dengan baik. Bila kita dalam keadaan bernafas, pita suara akan
membuka / memisah, dan udara yang kita hirup lewat hidung atau mulut akan masuk ke
saluran yang ada di bawah pita suara menuju ke paru-paru. Dan bila kita berbicara, maka pita
suara akan menutup dan bergetar.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang terjadi adalah bagaimana mengetahui perbedaan nada
dasar suara laki-laki dan perempuan berdasarkan frekuensi?

1.3 Tujuan
Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui perbedaan nada dasar
suara laki-laki dan permepuan berdasarkan frekuensi.
BAB II
2.1. Perbedaan suara pria dan wanita

Mengetahui range suara manusia sangat penting. Untuk diketahui bersama: perbedaan
suara laki-laki dan perempuan adalah 1 oktaf. Laki-laki satu oktaf lebih rendah dari suara
perempuan. Untuk chek caranya seperti ini, dentingkan satu nada C tengah di alat musik apa
saja, dan minta satu orang sukarelawan laki-laki dan satu orang sukarelawan perempuan
untuk menyanyikan nada tersebut, maka anda akan menjumpai bahwa suara si laki-laki
sebenarnya adalah C satu oktaf di bawah suara C perempuan. kalau kita minta si laki laki
menyanyikan C satu oktaf lebih tinggi, kita giring dari C D E F G A B C nanti minta mereka
menyanyi bersama, barulah mereka sebenarnya menyanyikan nada yang sama, yaitu di C
tengah. Itulah sebabnya, untuk DUET, laki laki dan perempuan, jangan pernah menempatkan
si pria menyanyikan suara rendah, sementara si wanita menyanyikan suara tinggi, karna jarak
nada akan seperti jurang yang dalam, terlalu jauh, maka untuk mendapatkan jarak nada yang
tidak terlalu jauh, anda bisa membuat 2 kemungkinan yang bagus ini; Variasi A si laki-laki
menyanyikan nada asli lagu , dan si perempuan menyanyikan suara rendahnya ( alto). Variasi
B Atau jika si laki laki menyanyikan suara tinggi ( Tenor)- bukan nada asli lagu-tapi ambil
suara tingginya, maka si perempuan mengambil lagu asli. Jika penyanyi duet, menguasai
kedua tehnik ini, maka bisa dikombinasi putaran pertama pakai variasi A dan termin ke dua
pakai variasi B. Oleh karna itulah maka para keyboardis/ pianis perlu menentukan tangga
nada dasar sebuah lagu ibadah, misalnya lagu Janji-Mu Seperti Fajar, untuk laki-laki main di
nada 1= F, maka si perempuan harus kita ambil do = E, mengapa demikian? karna suara
perempuan sudah tinggi, jadi ambil satu nada lebih rendah dari laki-laki, sedang suara laki-
laki sudah rendah, jangan diambilkan nada yang rendah lagi, melainkan ambil satu nada lebih
tinggi dari perempuan
2.2. FFT

Fast Fourier Transform (FFT) diterapkan dalam beragam bidang dari pengolahan sinyal
digital dan memecahkan persamaan diferensial parsial menjadi algoritma-algoritma untuk
penggandaan bilangan integer dalam jumlah banyak. Ada pun kelas dasar dari algoritma FFT
yaitu decimation in time (DIT) dan decimation in frequency (DIF). Garis besar dari kata Fast
diartikan karena formulasi FFT jauh lebih cepat dibandingkan dengan metode perhitungan
algoritma Fourier Transform sebelumnya.

Metode FFT memerlukan sekitar 10000 operasi algoritma matematika untuk data dengan
1000 observasi, 100 kali lebih cepat dibandingan dengan metode sebelumnya. Penemuan FFT
dan perkembangan personal komputer, teknik FFT dalam proses analisa data menjadi
populer, dan merupakan salah satu metode baku dalam analisa data. Satu bentuk transformasi
yang umum digunakan untuk merubah sinyal dari domain waktu ke domain frekuensi adalah
Transformasi Fourier:
Persamaan dari bentuk sinya x(t).

FFT dalam pengolahan isyarat meliputi Periode dan frekuensi:


2.2.1 Periode
Secara umum periode didefinisikan sebagai waktu yang dibutuhkan untuk sebuah
isyarat atau gelombang mencapai suatu gelombang penuh.dan dapat menentukan nilai
periodesitasnya. Perlu dicermati bahwa pengertian ini berlaku untuk isyarat
monokromatis, isyarat yang dimaksud adalah gelombangnya bersifat tunggal, pasti
memiliki sebuah priode. Dengan demikian isyarat itu dikenal dengan istilah priodis,
pengamatan dapat dilakukan dengan memantau gelombang kita dapat mengetahui nilai
nilai yang terkandung dalam isyarat serta periodenya.

2.2.2 Frekuensi
Ada periode, maka ada frekuensi diartikan sebagai jumlah gelombang yang terjadi
dalam 1 detik. Frekuensi didefinisikan secara sederhana sebagai kebalikan dari waktu.
Sehingga waktu yang satuannya adalah detik (second) akan menjadi Hertz (1-per second)
hanya akan memiliki tepat satu nilai spektrum. Yang dikenal dengan spektrum frekuensi.
Pengertian frekuensi ini juga berlaku untuk gelombang monokromatis.

2.3 Octav band analyzer


Penganalisaan Frekuensi menggunakan Octave band digunakan ketika komposisi
frekuensi dari kebisingan atau getaran dibutuhkan. Secara spesifik digunakan pada
pengendalian kebisingan, perlindungan pendengaran dan kebisingan lingkungan. Pada
kebisingan umumnya 10 octave band yang digunakan pada 1/1 octave band adalah : 31Hz,
63Hz, 125Hz, 250Hz, 500Hz, 1kHz, 2kHz, 4kHz, 8kHz dan 16kHz. Sedangkan untuk getaran
bangunan atau mekanik dibutuhkan yang jarak antar Center Frequencies lebih dekat, bisa
dengan 1/3 octave band atau FFT analyzer.Walaupun didefinisikan berdasarkan centre band
frequency, karakteristik filter cukup luas dan telah distandarisasi Internasional.
Rentang efektif dari sebuah filter oktaf lebih dari 1.414 dan kurang dari 0.707 dari centre
frequency (ex. filter 2 kHz memiliki rentang 1.41 kHz hingga 2.82 kHz) Pengukuran dengan
Octave band biasanya dilakukan dengan filter pembobotan liniar seperti Z. Sehingga
distribusi dari sumber energi suara atau getaran dapat dinilai.
Pengukuran dengan Octave band harus dilakukan untuk menetukan pelindung
pendengaran (HPD) yang cocok

2.3.1 Satu Pita Oktaf


Dua frekuensi dinyatakan terpisah 1 oktaf jika rasio dari frekuensi yang lebih tinggi
ke frekuensi yang lebih rendah adalah 2.

Band Nominal Centre Frequency Exact Centre Frequency


Number Hz Hz Passband Hz
3 2 2.00 1.41 - 2.82
6 4 3.98 2.82 - 5.62
9 8 7.94 5.62 - 11.2
12 16 15.85 11.2 - 22.4
15 31.5 31.62 22.4 - 44.7
18 63 63.10 44.7 - 89.1
21 125 125.89 89.1 - 178
24 250 251.19 178 - 355
27 500 501.19 355 - 708
30 1000 1000.0 708 - 1410
33 2000 1995.3 1410 - 2820
36 4000 3981.1 2820 - 5620
5620 -
39 8000 7943.3
11200
11200 -
42 16000 15848.9
22400

2.3.2 Sepertiga Pita Oktaf

Centre frequency dan passband yang disarankan tercantum dalam ISO R 266 dan
ANSI S1.6-1984. Nominal dari centre frequency digunakan untuk mengidentifikasi
octave band dan biasanya itu yang dilaporkan. Centre frequency sebenarnya
dikalkulasikan dengan persamaan : dimana fc = centre frequency sebenarnya [Hz] n =
nomor band.
Untuk kenyamanan, 1/3-octave band kadang diberi nomor dari No. 1 (1.25 Hz third-
octave centre frequency, tidak dapat terdengar oleh manusia) hingga band No. 43 (20000
Hz third-octave centre frequency). Seperti terdapat 1/3 octave band pada Sound Level
Meter dan Vibration Level Meter Svantek.
BAB III
METODOLOGI

Dalam percobaan kali ini ada beberapa tahapan yang harus dilakukan, sesuai dengan
flowchart dibawah ini

Mulai

Mencari sampel suara laki-laki dan perempuan

Merekam suara dengan kata-kata yang sudah


ditentukan di ruang anechoic Lab.
Instrumentasi Akustik Dept. Fisika

Dilakukan pemotongan suara perkata

Dilakukan analisa data dengan menggunakan


syntax Matlab

Kesimpulan

Selesai

Gambar 3.1 Flow chart alur pengambilan data

Langkah pertama adalah menyiapkan alat untuk perekaman suara, dimana microphone
dihubungkan ke tascam lalu ke laptop yang sudah terisntall program ymac. Setelah itu
dilakukan perekaman, dengan tiap orang langusng menyebutkan ke 10 kata yang digunakan,
dan direkam dalam bentuk wav. Suara yang digunakan ada 13 laki-laki dan 13 perempuan.
Dari 26 wav yang didapat dilakukan pemotongan untuk mendapatkan wav tiap kata, sehingga
didapatkan 260 data wav.lalu data wav dimasukan ke matlab sehingga didaatkan data gambar
sinyal yang ingin dianalisa. Tiap wav mengahasilakn 2 gambar sinyal yakni terhadap domain
waktu dan terhadap domain frekuensi. Sehingga didapatkan 400 data gambar hal ini karena
hanya 10 orang laki-laki dan 10 orang perempuan yang akan dianalisa datanya

Gambar 3.2 Koding yang digunakan pada matlab

Sementara untuk kodingan pada matlab, data suara yang digunakan dalam bentuk wav, dan
syntac yang digunakan untuk membacanya adalah imread. Dalam gambar grafik yang ditampilkan
terdapat 2 plot, yaitu plot satu adalah grafik suara terhadap domain waktu. Sedangkan pada plot dua
adalah grafik suara terhadap domain frekueansi pada sumbuh x yang bernilai f=2 X. Untuk
menampilkan domain frekuensi digunakan syntac FFT, serta menggunakan NFFT (next power of 2
dari length) untuk mendapatkan singgle-side amplitude spectrum sehinggi amplitudo tiap frekuensi
lebih terlihat.
BAB IV ANALISA DATA

Telah dilakukan pengambilan data sinyal suara dari 13 laki-laki dan 13 perempuan. Data
yang di dapatkan dalam format .wav diolah melalui software matlab dengan menggunakan
metode Fast Fourier Transformation (FFT) seperti penjelasan di BAB III. sehingga
didapatkan sinyal sebagai berikut

Gambar 4.1 Kata Lepas yang ducapkan oleh alfu

Gambar 4.2 Kata Lepas yang ducapkan oleh Adit


Gambar 4.3 Kata Lepan yang ducapkan oleh Alfu

Gambar 4.4 Kata Lepan yang ducapkan oleh Adit

Setelah semua gambar tiap kata didapatkan, dihitung range nada dasar dan peak dari tiap
kata dengan cara melihat peak pertama dan terakhir dari nada dasar, dan menghitung posisi
peak dari nada dasar
Gambar 4.5 contoh pengambilan titik peak dan range Nada dasar.

Dengan cara yang sama dilakukan perhitungan untuk mencari peak dan range nada dasar
untuk 3 pasang kata yakni Malang-Tenang, Mudah-Derah, Lepas_Lepan sehingga didapatkan
data sebagai berikut.

Tabel 4.1 Data nada dasar suara laki-laki untuk dua kata dengan pengucapan hampir serupa

Tentang Malang
Nada Dasar Nada Dasar
Nama
Batas Batas Batas Batas
Peak Peak
Bawah Atas Bawah Atas
Adit 142 179 152 117 142 142
Alan 91 128 128 76 108 76
Amrul 147 242 169 128 177 169
Andi 121 147 128 102 134 122
Baskoro 181 208 202 122 185 177
Dewa 137 169 145 92 134 134
Dwi 148 156 169 117 154 154
Fabet 125 182 172 92 117 117
Jebon 126 158 137 110 154 154
MasSurip 118 155 135 92 128 122
AVERAGE 134 172 154 105 143 137
Tabel 4.2 Data nada dasar suara perempuan untuk dua kata dengan pengucapan hampir serupa

Tentang Malang
Nada Dasar Nada Dasar
Nama
Batas Batas Batas Batas
Peak Peak
Bawah Atas Bawah Atas
Alfu 240 304 240 177 232 232
Aul 194 258 258 185 256 256
Dita 239 393 393 169 234 234
EviKimia 208 240 208 157 214 214
Kiki 254 268 268 204 244 244
Maslahah 224 268 224 147 169 169
Mira 222 304 222 154 234 234
Mun 189 214 214 154 176 176
Retno 189 234 234 157 234 223
Unyi 256 331 256 213 234 234
AVERAGE 222 281 252 172 223 222

Setelah dilakukan pengolahan data melalui matlab di dapatkan nominal frekuensi untuk
tiap koresponden pada batas bawah, batas atas dan peak frekuensi nada dasar. Kemudian di
dapatkan nilai rata-rata untuk masing-masing batas bawah, batas atas, dan peak. Koresponden
terdiri dari laki-laki dan perempuan untuk mengetahui perbedaan nada dasar suara antara
laki-laki dan perempuan, selain itu digunakan dua kata dengan pengucapan yang hampir
serupa untuk mengetahui perbedaan nada dasar antar dua kata tersebut.
Berdasarkan tabel 4.1 dan tabel 4.2 terlihat bahwa nada dasar pada laki-laki umumnya
berada pada kisaran 125 Hz dibandingkan dengan nada dasar perempuan yang berada pada
250 Hz, dimana nada dasar laki-laki selalu di bawah perempuan dengan kriteria nada bass
pada umumnya laki-laki. Ditambah pula dari koresponden yang di ambil datanya nilai rata-
rata nada dasar laki-laki selalu lebih rendah dibandingkan perempuan yang memiliki nada
dasar suara lebih tinggi, hal ini dapat disebabkan oleh panjang dan pendeknya pita suara pada
laki-laki dan perempuan sebagai kriteria bagi masing-masing gender. Adapun bila ada laki-
laki yang memiliki nada dasar suara tinggi layaknya perempuan atau perempuan yang
memiliki nada dasar suara rendah seperti laki-laki merupakan pengecualian karena tiap-tiap
manusia memiliki kriteria dan keunikan sendiri dan tidak ada yang serupa.
Pada dua kata dengan pengucapan yang hampir serupa untuk koresponden laki-laki dapat
dilihat pada kata tentang memiliki nada dasar lebih tinggi dari pada kata malang dengan
perbedaan frekuensi pada batas bawah, batas atas, peak rata-rata sekitar 30 Hz. Kemudian
pada tabel perempuan memiliki hasil serupa dengan laki-laki yaitu kata tentang memiliki
nada dasar lebih tinggi dari pada kata malang tetapi dengan perbedaan rata-rata frekuensi
antar kata sekitar 50 Hz. Kata tentang memiliki nada dasar frekuensi lebih tinggi
dibandingkan kata malang dapat dikarenakan kata tentang terdapat huruf T yang dalam
pengucapan mengeluarkan frekuensi tinggi dari pada kata malang terdapat huruf M yang
dalam pengucapan mengeluarkan frekuensi rendah. Perbedaan juga terlihat pada grafik data
suara lepas-lepan pada gambar 4.1, 4.2, 4.3, dan 4.4. terlihat bahwa pada grafik domain
waktu lepas-lepan memiliki bentuk yang sama namun pada akhiran kata yaitu huruf s dan
n membentuk bentuk gelombang yang berbeda dimana huruf s membentuk gelombang
yang lebih renggang, sedangkan pada huruf n membentuk gelombang yang lebih rapat.
Kemudian jika dilihat pada domain frekuensi, pada kata lepas yang diucapkan Alfu (cewek)
frekuensi yang paling dominan pada x=9,378 atau f=665,364 Hz, sedangkan pada kata lepan
x=9.598 atau f=774.972 Hz. Kemudian pada kata lepas yang diucapkan oleh Adit (cowok)
frekuensi yang paling dominan pada x=9,529 atau f=738,779 Hz, sedangkan pada kata lepan
x=9,703 atau f=833,478 Hz. Hal ini menunjukkan bahwa pada cewek maupun cowok, kata
lepas memiliki dominan frekuensi yang lebih rendah dari pada kata lepan. Sehingga akhiran
huruf s memberikan frequensi yang lebih rendah dibandingkan akhiran huruf n.
Selanjutnya pada kata tentang-malang perbedaan pada laki-laki hanya 30 Hz dan
perbedaan pada perempuan mencapai 50 Hz, dapat dikarenakan karakter nada dasar
perempuan yang dapat mencakup frekuensi rendah dibandingkan suara laki-laki yang lebih
dominan pada frekuensi rendah.
Hal yang sama juga dijumpai pada Pasangan Kata yang lain dimana laki-laki dominan
memilki nada dasar yang lebih rendah. Diamna dilakukan rata-rta rata utuk seluruh pasang
kata dan didapatkan.
Tabel 4.3 Rata-Rata keseluruhan Nada dasar

Nada Dasar (Hz)


P/L
Batas Bawah Batas Atas Peak
Laki-laki 129 167 152
Perempuan 207 269 239

Dari data yang didapat bisa dilihat rata-rata laki-laki memiliki nada dasar yang lebih
rendah daripada perempuan akan tatapi dari data yang didapat ditemukan beberapa sampel
yang mempunyai kencendrungan yang berbeda seperti untuk perempuan, maslahah, mun dan
EviKimia memiliki nada dasar yang lebih rendah dibanding rata-rata sample yang lain. Akan
tetapi belum sampai melewati nilai dari sampel laki-laki.

BAB V
KESIPULAN
Dari percobaan yang telah dilakukan didapatkan Kesimpulan bahwa nada dasar laki-
laki lebih rendanh daripada perempuan dimana didapatkan rata-rata nada dasar dari laki-laki
dan perempuan adalah, 129Hz s/d 167 Hz dengan peak 152Hz untuk laki-laki dan 207Hz s/d
269Hz dan peak 239 Hz untuk perempuan. Serta perbedaan kata yang diucapkan akan
membentuk bentuk gelombang yang berbeda pada grafik domain waktu, dan perbedaan
frekuensi pada domain frekuensi.
LAMPIRAN
Berikut adalah tabel-tabel pasang kata yang telah dicari peak dan range nada dasarnya
Tabel 5.1 Nada Dasar Tentang Malang Perempuan

Tentang Malang
Nada Dasar Nada Dasar
Nama
Batas Batas Batas Batas
Peak Peak
Bawah Atas Bawah Atas
Alfu 240 304 240 177 232 232
Aul 194 258 258 185 256 256
Dita 239 393 393 169 234 234
EviKimia 208 240 208 157 214 214
Kiki 254 268 268 204 244 244
Maslahah 224 268 224 147 169 169
Mira 222 304 222 154 234 234
Mun 189 214 214 154 176 176
Retno 189 234 234 157 234 223
Unyi 256 331 256 213 234 234
AVERAGE 222 281 252 172 223 222

Tabel 5.2 Nada Dasar Tentang Malang laki-laki

Tentang Malang
Nada Dasar Nada Dasar
Nama
Batas Batas Batas Batas
Peak Peak
Bawah Atas Bawah Atas
Adit 142 179 152 117 142 142
Alan 91 128 128 76 108 76
Amrul 147 242 169 128 177 169
Andi 121 147 128 102 134 122
Baskoro 181 208 202 122 185 177
Dewa 137 169 145 92 134 134
Dwi 148 156 169 117 154 154
Fabet 125 182 172 92 117 117
Jebon 126 158 137 110 154 154
MasSurip 118 155 135 92 128 122
AVERAGE 134 172 154 105 143 137
Tabel 5.3 Nada Dasar Mudah-Derah laki-laki

Mudah Derah
Nada Dasar Nada Dasar
Nama
Batas Batas Batas Batas
Peak Peak
Bawah Atas Bawah Atas
Adit 142 179 152 128 165 160
Alan 91 128 128 66 104 66
Amrul 147 242 169 167 223 223
Andi 121 147 128 91 134 134
Baskoro 181 208 202 158 223 177
Dewa 137 169 145 137 169 137
Dwi 148 156 169 137 194 137
Fabet 125 182 172 124 181 181
Jebon 126 158 137 140 175 140
MasSurip 118 155 135 114 128 121
AVERAGE 134 172 154 126 170 148

Tabel 5.3 Nada Dasar Mudah-Derah perempuan

Derah Mudah
Nada Dasar Nada Dasar
Nama
Batas Batas Batas Batas
Peak Peak
Bawah Atas Bawah Atas
Alfu 163 315 224 223 315 254
Aul 223 247 230 239 305 305
Dita 213 313 213 204 315 228
EviKimia 187 239 187 187 215 215
Kiki 223 256 244 223 294 239
Maslaha
137 256 256 194 239 239
h
Mira 231 286 231 288 407 288
Mun 178 195 178 183 204 195
Retno 205 223 223 214 229 229
Unyi 225 315 225 213 326 256
AVERAGE 198,5 264,5 221,1 216,8 284,9 244,8
Tabel 5.3 Nada Dasar Lepas-Lepan laki-laki

Lepas Lepan
Nada Dasar Nada Dasar
Nama
Batas Batas Batas Batas
Peak Peak
Bawah Atas Bawah Atas
Adit 149 184 156 122 169 169
Alan 93 101 96 84 104 87
Amrul 132 229 161 161 239 227
Andi 135 145 142 124 140 140
Baskoro 194 174 194 154 177 177
Dewa 135 181 174 140 177 177
Dwi 147 199 171 147 177 161
Fabet 128 189 153 134 185 185
Jebon 132 167 167 117 161 147
MasSurip 128 147 137 92 140 92
AVERAGE 137 172 155 128 167 156

Tabel 5.3 Nada Dasar Lepas-Lepan perempuan

Lepas Lepan
Nada Dasar Nada Dasar
Nama
Batas Batas Batas Batas
Peak Peak
Bawah Atas Bawah Atas
Alfu 223 338 223 194 256 256
Aul 315 326 326 194 284 284
Dita 218 315 218 223 388 223
EviKimia 178 223 178 234 338 284
Kiki 229 265 229 243 294 256
Maslahah 181 231 223 154 256 208
Mira 223 347 223 234 234 338
Mun 185 212 212 184 223 223
Retno 233 245 245 177 244 244
Unyi 245 294 294 269 315 269
AVERAGE 223 280 237 211 283 259
Berikut adalah Sinyal-sinyal yang didapat
Untuk kata lepas perempuan

Gambar 5.1.1 Lepas alfu

Gambar 5.1.2 Lepas Aul


Gambar 5.1.3 Lepas Dita

Gambar 5.1.4 EviKImia


Gambar 5.1.5 Lepas Kiki

Gambar 5.1.6 Lepas Maslahah


gambar 5.1.7 Lepas Mira

gambar 5.1.8 Lepas Mun


Gambar 5.1.9 Lepas Retno

Gambar 5.1.10 Unyil


Untuk kata lepas laki-laki

Gambar 5.2.1 Lepas Adit

Gambar 5.2.2 Lepas Alan


Gambar 5.2.3 Lepas Amrul

Gambar 5.2.4 Lepas Andi


Gambar 5.2.5 Lepas Baskoro

Gambar 5.2.6 Lepas Dewa


Gambar 5.2.7 Lepas Dwi

Gambar 5.2.8 Lepas Fabet


Gambar 5.2.9 Lepas Jebon

Gambar 5.2.10 Lepas Mas Surip


Kata Mudah perempuan

Gambar 5.3.1 Alfu

Gambar 5.3.2 Aul


Gambar 5.3.3 Dita

Gambar 5.3.4 EviKimia


Gambar 5.3.5 Kiki

Gambar 5.3.6 maslahah


Gambar 5.3.7 mira

Gambar 5.3.8 mun


Gambar 5.3.9 retno

Gambar 5.3.10 unyil


Kata mudah laki-laki

Gambar 5.4.1 Mudah Adit

Gambar 5.4.2 Mudah Alan


Gambar 5.4.3 Mudah Amrul

Gambar 5.4.4 Mudah Andi


Gambar 5.4.5 Mudah Baskoro

Gambar 5.4.6 Mudah dewa


Gambar 5.4.7 Mudah dwi

Gambar 5.4.8 Mudah fabet


Gambar 5.4.9 Mudah Jebon

Gambar 5.4.10 Mudah Masurip