Anda di halaman 1dari 30

Jenis – Jenis Kontrak Dalam Proyek Konstruksi (lanjutan…)

> FIXED PRICE CONTRACTS

Kontraktor menyelesaikan pekerjaan berdasarkan harga yang disetujui dan


pelaksanaannya menurut bestek (tender dokumen) yang ditetapkan dan diterima
kontraktor.

Keuntungan kontrak ini adalah pemilik dapat mengetahui biaya yang akan
dikeluarkan pada awal dan akhir pekerjaan serta mendapatkan harga yang bersaing
dari pada kontraktor dengan cara pelelangan.

a. LUMP-SUM CONTRACT

Pekerjaan yang dilakukan dibawah kontrak semacam ini memerlukan gambar kerja
yang jelas, spesifikasi bestek yang akurat dimana kedua belah pihak mempunyai
satu interpretasi yang sama terhadap isi dan maksud dari dokumen tender tersebut.

Keuntungan bagi kontraktor yaitu pelaksanaan pekerjaan dapat diprogramkan,


memungkinkan melaksanakan kontrol denganefisien dan kelengkapan gambar dan
bestek menjamin bahwa pekerjaan tambah/kurang ataupun perubahan konstruksi
akan minimum.

b. UNIT PRICE CONTRACT

Suatu kontrak yang menitik beratkan beaya per unit volume, perunit panjang
ataupun per unit berat.. kontrak ini dipakai jika kwalitas dan bentuk dari pekerjaan
tersebut secara mendetil dapat dispesifikasikan, tetapi jumlah volume atau
panjangnya taj dapat diketahui dengan tepat. Jumlah pasti dari volume pekerjaan
dapat diketahui di akhir pekerjaan.

Variasi dari unit price contract ini yaitu harga tetap tak berubah sampai kontrak
selesai (flat rate); atau harga dapat dikaitkan dengan perkiraan volume (sliding rate).

> PRIME COST CONTRACTS

Semua kontarak yang berada dibawah predikat ini memiliki kesamaan yaitu pemilik
mengganti ongkos yang dikeluarkan kontraktor untuk melaksanakan pekerjaan,
ditambah dengan sutu tambahan ongkos untuk beaya kerja pemborong.

Perbedaan yang terdapat dalam macam-macam kontrak dalam prime cost contracts
ini hanya pada penetapan dan pengaturan biaya tambahannya. Macam-macam
prime cost contract yaitu :

a. COST PLUS PERCENTAGE FEE CONTRACT

Jenis kontrak ini memiliki fleksibilitas yang tinggi artinya bahwa pekerjaan detail
dapat diselesaikan bersamaan dengan pekerjaan konstrusinya. Percentage fee
adalah beaya tambahan yang merupakan persentasi tertentu dari biaya fisik
pekerjaan yang dihasilkan.
Secara teknis dan pembiayaan, kontrak semacam ini tidak memiliki mekanisme
untuk menekan waktu dan beaya yang lebih banyak merugikan pemilik pekerjaan
(owner). Kontrak semacam ini hanya cocok untuk pekerjaan gawat darurat.

b. COST PLUS FIXED FEE CONTRACT

Fixed fee diartikan jumlah fee yang tertentu atau pasti tanpa meliaht besarnya beaya
fisik pekerjaan. Kontrak ini dapat diterapkan bila pekerjaan dapat dirumuskan secara
garis besar dan jelas. Meskipun fee telah ditetapkan, pelaksanaan pekerjaan bisa
menjadi tidak efisien sehingga dapat meningkatkan beaya yang trjadi dan
perpanjangan waktu konstruksi.

c. COST PLUS VARIABLAE PERCENTAGE FEE CONTRACT

Kontrak ini merupakan perbaikan dari kontrak diatas yaitu kontraktor didorong untuk
bekerja lebih efisien karena fee kontraktor dikaitkan dengan beaya yang sebenarnya
(actual cost) dari pekerjaan konstruksinya.

Rumus :

F = R (2E – A)

Ket : F = fee pemborong

R = prosentase pokok

E = estimasi biaya tanpa fee

A = biaya proyek aktual tanpa fee

d. TARGET ESTIMATE CONTRACT

Kontak ini dipakai bila persyaratan untuk memakai unit price masih belum terpenuhi.
Fee aktual yang diberikan pada kontraktor akan berkurang/bertambah berkaitan
dengan deviasi yang terjadi dari beaya sebenarnya terhadap beaya yang
diperkirakan. Target cost ditetapkan oleh pemborong.

Rumus :

F = Ls + n ( T – A )

Ket : F = fee pemborong

Ls = Lump-sum fee

T = Tarhet estimate cost

A = Actual cost

n = 0,3 – 0,6
Kadang-kadang ditambahkan ketentuaan bahwa fee pemborong minimum setengan
dari beaya yang sebenarnya (actual cost).

e. GUARANTED MAXIMUM COST CONTRACT

Kontraktor menawarkan fee-nya dan sekaligus menjamin bahwa harga total proyek
tidak akan melebihi suatu harga tertentu (maksimum). Pengeluaran yang terjadi
diatas harga maksimum akan menjadi beban kontraktor.

Sebaliknya bilamana beaye total lebih kecil dari maksimum, maka selisih beaya
yang terjadi dapat dibagi antara pemilik dan kontraktor sesuai dengan pengaturan
yang telah disepakati sebelumnya.

f. CONVERTIBLE COST CONTRACT

Pemilik dihadapkan pada suatu keinginan untuk melelangkan suatu pekerjaan dan
diatur secara Fixed Price Contract, tetapi tidak menemukan kontraktor yang mau
menawar dengan harga yang “memadai”.

Dengan keadaan ini pemilik dapat mempekerjakan kontraktor kepercayaannya


secara cost plus basis dan meneliti pengeluaran-pengeluaran yang terjadi sampai
suatu saat dapat dibuat suatu kontrak dengan sistem Lump-Sum dan Unit Price.

g. COST PLUS TIME AND MATERIAL CONTRACT

Pekerjaan borong kerja dengan atau tanpa materialnya berdasarkan waktu kerja.
Material dapat disuplai oleh pemilik atau oleh pemborong. Misalnya untuk pekerjaan
pengadaan barang dan instalasinya.
JENIS KONTRAK
Dalam pekerjaan konstruksi dikenal dua jenis kontrak :

KONTRAK DENGAN HARGA TETAP (fixed price contract)


Kontrak dengan harga tetap mewajibkan kontraktor untuk melaksanakan pekerjaan
hingga selesai dengan jumlah total biaya pekerjaan sesuai dengan yang telah di
isyaratkan di dalam kontrak. Perbedaan antara biaya total yang dikeluarkan
kontraktor dalam melaksanakan pekerjaan dengan biaya yang tercantum di dalam
kontrak menjadi resiko yang harus ditanggung sendiri oleh kontraktor, sehingga
dapat menjadi keuntungan atau kerugian bagi kontraktor.
Kontrak dengan harga tetap mengijinkan adanya perubahan harga selama masa
kontrak untuk penyelesaian terhadap kenaikan harga bahan, upah atau volume
pekerjaan. Tetapi dalam prakteknya terutama di Indonesia tidak semua kontrak
dengan harga tetap mengijinkan adanya perubahan tersebut.
Kontrak dengan harga tetap ada dua jenis :
KONTRAK LUMP SUM
Dalam kontrak lump sum ini kontraktor menawarkan untuk menyelesaikan seluruh
pekerjaan dengan biaya tetap meskipun terjadi perubahan volume pekerjaan.

Jenis kontrak ini umum dipakai dalam konstruksi bangunan gedung karena detail
dan spesifikasi sudah dapat dipastikan sehingga pihak pemberi tugas (owner) sudah
dapat memastikan besarnya biaya yang akan dikeluarkannya. Jenis kontrak ini
membawa resiko yang lebih besar bagi kontraktor dibandingkan pemberi tugas.
KONTRAK HARGA SATUAN (unit price contract)
Pada kontrak harga satuan kontraktor menawarkan untuk menyelesaikan berbagai
jenis pekerjaan dengan harga satuan tiap pekerjaan tetap dengan volume sesuai
dengan yang dikerjakan.

Dalam pemakaian kontrak harga satuan ini, peran Quantity Surveyor sangat besar
dalam menghitung volume kemajuan proyek dan menentukan besarnya pembayaran
(progress payment) yang akan dilakukan pihak pemberi tugas.
Pihak pemberi tugas yang memakai kontrak harga satuan ini tidak dapat
memperkirakan secara pasti besarnya biaya total proyek hingga proyek 100%
selesai karena perubahan volume pekerjaan masih mungkin terjadi.
Pada jenis kontrak ini resiko yang diterima kontraktor maupun pemberi tugas adalah
sama atau resiko terbagi rata.
KONTRAK BIAYA DITAMBAH JASA (cost plus free contract)
Jenis kontrak ini mewajibkan pemberi tugas membayar biaya nyata yang dikeluarkan
kontraktor dalam menyelesaikan pekerjaan ditambah biaya atas jasa yang dilakukan
oleh kontraktor.

Kontrak biaya ditambah jasa sangat jarang digunakan, disebabkan kesulitan pihak
pemberi tugas dalam mengendalikan biaya yang dilakukan oleh kontraktor dalam
menyelesaikan pekerjaan. Kontrak jenis ini biasanya digunakan pada pekerjaan-
pekerjaan kecil atau sulit untuk ditetapkan terlebih dahulu harga satuannya atau
volume total pekerjaannya.
Kontrak biaya ditambah jasa dibedakan atas cara menetapkan besarnya biaya atas
jasa yang diberikan oleh kontraktor.
1. Biaya atas jasa yang besarnya terlebih dahulu ditetapkan (cost plus fixed fee)
dan tidak berubah meskipun biaya proyek bertambah atau berkurang.

2. Biaya atas jasa yang besarnya berdasarkan prosentase biaya nyata yang
dikeluarkan oleh kontraktor (cost plus % of cost). Prosentase ini ditetapkan
ditetapkan terlebih dahulu pada suatu nilai yang tetap.

3. Biaya atas jasa yang besarnya berdasarkan prosentase biaya nyata yang
dikeluarkan oleh kontraktor, dimana prosentase tersebut bervariasi terhadap
besarnya biaya nyata yang dikeluarkan oleh kontraktor (cost plus sliding fee)
yang biasa disebut target kontrak.

4. Biaya atas jasa ditetapkan berdasarkan suatu formula yang disepakati oleh
pemberi tugas dan kontraktor, tetapi berbeda dengan yang telah disebut
diatas (cost plus profit sharing), misalnya dengan bonus bila jumlah biaya
yang dikeluarkan untuk penyelesaian pekerjaan lebih kecil dari yang
direncanakan dan dikenakan hukuman (pinalti) bila biaya yang dikeluarkan
lebih besar dari yang direncanakan.

5. Dalam jenis kontrak ini, resiko yang diterima oleh pemberi tugas lebih besar di
banding resiko yang diterima kontraktor.
PERANAN MANAGER PROYEK
Peranan seorang manajer, manajer apapun, telah dipahami benar, sbb:

1. Merencanakan

2. Mengorganisasikan

3. Mengkoordinasikan

4. Mengendalikan

5. Memimpin

Semua itu sepenuhnya berlaku bagi seorang manajer proyek. Meskipun demikian,
perbedaannya adalah bahwa ia memainkan peranannya ini untuk mengadakan
perubahan, dan bukannya untuk melestarikan status quo.

Perencanaan, pengorganisasikan, pengkoordinasikan, dan pengendalian di luar


lingkungan proyek, seperti mengelola perusahaan yang beroperasi dalam peranan
fungsional (misalnya, penjualan, produksi atau akuntansi), semuanya itu seringkali
dipaksa oleh proses itu sendiri, oleh kegiatan dari perusahaan-perusahaan lain, atau
oleh tuntutan-tuntutan yang mengalami konflik didalam departemen itu sendiri.

Bukannya kurang benar bagi manajemen proyek, tetapi memang ada pergeseran
tekanan di mana peranan-peranan secara ketat difokuskan semuanya pada
pencapaian tujuan proyek, dan bahwa proyek itu juga secara ketat dikaitkan dengan
sasaran-sasaran bisnis dari perusahaan.

Sebagian besar dari upaya ini akan menyatakan dirinya sendiri dalam peranannya
sebagai komunikator.

Mencari sponsor dan mempertahankannya

Memiliki sponsor yang berpengaruh sangat penting penting artinya untuk meraih
sukses. Ini berlaku terutama untuk proyek yang memerlukan waktu lebih lama.
Proyek anda mungkin harus bersaing untuk mendapatkan perhatian dari pihak
manajemen yang memiliki kegiatan-kegiatan dan proyek-proyek lain yang banyak
jumlahnya. Manajer senior berpengaruh yang akan membela anda dan proyek anda
itu akan memastikan bahwa anda akan menerima dukungan dari pihak manajemen
senior. Dalam hal demikian, ketika anda harus mengambil keputusan, atau meminta
persetujuan, atau meminta tersedianya sumber daya, maka proyek anda tidak akan
selalu ditaruh dibagian agenda.

Terutama didalam organisasi-organisasi yang dinamis dan berubah dengan cepat,


maka mudahlah bagi seluruh isi dunia ini bergerak lebih cepat daripada proyek
anda. Meskipun proyek anda mungkin menjadi penyedap rasa pada bulan ketika
proyek itu dimulai, hal seperti itu mungkin tidak lagi menjadi demikian setahun
kemudian, bahkan sekalipun kebutuhan akan hal itu benar-benar masih tetap sama,
karena munculnya proyek-proyek yang lebih baru dan lebih menggairahkan.

Diposkan oleh CV. BACITIdi 23:46 Link ke posting ini

Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBerbagi ke


Google Buzz

Label: Manajemen Proyek

Minggu, 24 Oktober 2010

PROSES TERJADINYA KONTRAK


Dokumen kontrak adalah dokumen legal yang menguraikan tugas dan tanggung
jawab semua yang terlibat di dalamnya. Dokumen kontrak akan ada setelah terjadi
kontrak atau ikatan kerja sama antara kedua belah pihak atau lebih. Sebelum hal itu
terjadi, terdapat proses pengadaan atau proses pelelangan dimana diperlukan
dokumen lelang atau dokumen tender.

Untuk proyek konstruksi, dokumen kontrak standar telah dibuat di beberapa Negara
dan seringkali panitia lelang mengharuskan penggunaan salah satu dokumen
standar ini dengan sedikit perubahan agar sesuai dengan situasi dan kondisi sebuah
proyek.

Dokumen kontrak lain adalah, dokumen yang diperlukan untuk menjelaskan secara
rinci bangunan yang dibutuhkan oleh pemilik proyek meliputi, gambar, spesifikasi,
waktu pelaksanaan, daftar volume.
Isi dokumen kontrak :

1. Surat penawaran yang disampaikan kontraktor pada pemberi tugas.


2. Persyaratan umum kontrak

Persyaratan umum kontrak menetapkan dan mendefinisikan hak dan kewajiban


yang sah dari semua pihak terhadap kontrak. Ditetapkan peraturan umum dimana
kontrak akan dilaksanakan oleh kontraktor dan dikelola oleh pemberi tugas.

Isi pasal-pasal persyaratan umum berkaitan dengan :

1. Sifat kontrak.
2. Definisi dan pengertian istilah-istilah yang digunakan dalam kontrak.
3. Asuransi
4. Hak dan kewajiban kontraktor
5. Hak dan kewajiban pemberi tugas
6. Kekuasaan dan tuga “ owner’s engineer “
7. Pengadaan sehubungan dengan pengawasan pekerjaan
8. Ketentuan terhadap variasi pekerjaan
9. Ketentuan terhadap perpanjangan waktu
10. Cara dan waktu pembayaran
11. Ketentuan sehubungan dengan uang yang di tahan (retention money).
12. Perubahan harga kontrak dengan perubahan biaya tenaga kerja dan material.
13. Prosedur yang digunakan apabila terjadinya kontraktor bangkrut.
14. Prosedur yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan (dispute) yang
timbul antara pemberi tugas dan kontraktor selama pelaksanaan proyek.

ORGANISASI dan KONTRAK

Organisasi

Pihak yang telibat dalam Proyek Konstruksi

Pihak-pihak yang terlibat dalam proyek tertera pada struktur organisasi proyek.
Adapun pihak yang biasanya terlibat dalam proyek antara lain :
Owner atau Pemberi Tugas

Tugas dan tanggung jawab pemberi tugas secara umum, sbb :

1. Membiayai suatu proyek


2. Mengurus dan menyelesaikan baik ijin maupun syarat-syarat yang harus
dipenuhi kepada instansi-instansi atau pihak-pihak yang terkait sehubungan
dengan pembangunan proyek tersebut.
3. Memilih konsultan perencana untuk merencanakan proyek yang akan
dibangun.
4. Memberikan gambaran atas perencanaan yang akan dibuat oleh perencana.
5. Memilih pengawas baik dengan cara menunjuk konsultan pengawas atau
menunjuk orang lain dari owner sendiri untuk mengawasi proyek tersebut.
6. Memberi perintah kepada para kontraktor dan menolak pekerjaan kontraktor
apabila pekerjaan yang akan diserah terimakan tidak sesuai dengan kontrak
(spesifikasi dan gambar).
7. Memberikan keputusan terhadap perubahan pekerjaan atau bila terjadi
permasalahan di lapangan dan kondisi tak terduga (force major) pada saat
pelaksanaan proyek.

Diposkan oleh CV. BACITIdi 06:37 Link ke posting ini


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBerbagi ke
Google Buzz

Label: Manajemen Proyek

Minggu, 01 Agustus 2010

JENIS ORGANISASI

CIRI-CIRI BENTUK ORGANISASI

1. Konsultan perencana terpisah, memiliki hubungan kontrak dengan pihak


pemilik dan kontraktor.
2. Kontraktor utama tunggal
3. Kontraktor melibatkan subkontraktor atau mengerjakan sendiri semua
pekerjaan borongan.
4. Tidak adanya konsultan pengawas, pengawasan dilakukan langsung oleh
pemilik.

SWAKELOLA ( Pemilik – Pembangun )


1. Pemilik proyek bertanggung jawab atas perencanaan dan pelaksanaan
proyek (pemilik merangkap sebagai konsultan perencana dan kontraktor).
2. Pekerjaan dilakukan dengan kemampuan sendiri secara fakoltatif atau
dilakukan oleh kontraktor atau subkontraktor.
3. Jenis kontrak yang diterapkan : harga tetap, harga satuan atau kontrak
konstruksi yang dinegosiasikan.

Proyek yang memisahkan kegiatan perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan.

CIRI-CIRI BENTUK PROYEK

Pihak yang bertanggung jawab terhadap kegiatan perencana berbeda dengan pihak
yang bertanggung jawab terhadap pengawasan.

Pemilik mengadakan hubungan kontrak dengan konsultan perencana, konsultan


supervise, dan kontraktor.

PROYEK TURN KEY

Pada proyek turn key, pendanaan proyek dilakukan dengan kerja sama antara
pemilik proyek dan investor.

Ciri - ciri dari bentuk organisasi proyek turn key, konsultan dan kontraktor berfungsi
sebagai perencana dan pelaksana, adalah :

1. Satu perusahaan yang bertanggung jawab baik untuk perencana maupun


pelaksana konstruksi.
2. Ada keterlibatan sub kontraktor dan sub kontraktor spesialis.
3. Jenis kontrak yang diterapkan, harga tetap, harga maksimum bergaransi,
atau kontrak konstruksi desain dengan biaya tambah upah tetap.

Proyek yang menggunakan konsultan manajemen sebagai manajer konstruksi.

Ciri - ciri dari bentuk organisasi proyek yang menggunakan konsultan manajemen,
sebagai manajemen konstruksi adalah :

1. Manajer konstruksi umumnya bertindak sebagai wakil dari pemilik.


2. Tim meliputi kelompok yang terdiri dari pemilik dan manajer konstruksi,
perencana dan kontraktor.

Diposkan oleh CV. BACITIdi 17:19 Link ke posting ini


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBerbagi ke
Google Buzz

Label: Manajemen Proyek

Sabtu, 10 April 2010

KETERPENCILAN KAWASAN

Daerah yang terpencil akan mengalami beberapa kesulitan, yaitu

MASALAH KOMUNIKASI
Jika kesulitan komunikasi seperti tidak adanya jaringan telepon, maka diperlukan
alat komunikasi lainnya. Kesulitan komunikasi dalam melaksanakan proyek adalah
masalah besar sehingga memerlukan biaya tambahan.

MASALAH TRANSPORTASI
Semula material dan tenaga kerja perlu diangkut ke lokasi. Jika rote jalan buruk bisa
terjadi keterlambatan pengiriman material; mendatangkan kendaraan berat bisa
merusak jembatan sempit sehingga diperlukan biaya perbaikan.

HARGA MATERIAL BERFLUKTUASI


Harga material naik biasanya karena naiknya biaya transportasi seperti karena jarak
jauh atau kesulitan transportasi.

SUMBER LISTRIK DAN AIR


Tenaga listrik dan sumber air selalu diperlukan pada saat pelaksanaan konstruksi.
Air diperlukan untuk pengceoran beton, membersihkan dan banyak perkerjaan
lainnya. Air yang mengandung garam tidak diperkenankan pada persyaratan
pekerjaan beton, atau plesteran. Sehingga perlu didatangkan air pada lokasi. Hal ini
tentunya akan menambah biaya konstruksi. Demikian juga untuk kebutuhan tenaga
listrik. Bila tidak ada sumber listrik, maka perlu disediakan generator listrik.

KETERBATASAN LOKASI
Lokasi yang terkurung umumnya disebabkan karena kemacetan atau sebab lainnya
sehingga lokasi tersebut tidak bebas. Hal ini bisa berakibat produktivitas pekerja dan
alat rendah. Lebih jauh lagi karena keterbatasan lokasi dapat membatasi pemilihan
metoda kerja, jenis alat yang digunakan dan jumlah pekerja yang bisa dikaryakan.
Dengan keterbatasan ruang gerak, pada awal proyek perIu kehati-hatian dalam
menentukan utilitas agar tetap menghasilkan keuntungan yang maksimum dengan
menghasilkan produktivitas kerja yang tetap baik. Keterbatasan ruang gerak dapat
menimbulkan masalah logistik. Pengangkutan material tidak dapat dilakukan
sekaligus, sehingga setiap jenis material perlu diangkut setiap waktu tertentu.
Kondisi ini akan memerlukan biaya tambahan. Seorang estimator perlu memahami
masalah-masalah logistik di setiap lokasi. Masalah tersebut dapat terjadi karena
jalan masuk terbatas, penimbunan material terbatas, penyimpanan peralatan
terbatas, kendaraan trailer tidak dapat digunakan. Semua keterbatasan tersebut
menyebabkan pembatasan penggunaan jenis peralatan, pengaruh pada efektivitas
manajemen pekerjaan, produktivitas pekerja, pembatasan jumlah pekerja. Hal
tersebut dapat menimbulkan penambahan biaya konstruksi.

KETERSEDIAAN TUKANG
Setiap lokasi mempunyai beragam ketersediaan jumlah pekerja yang terampil dan
tidak terampil, tergantung pada kondisi ekonomi lokal. Jika di lokasi setempat
pekerja yang terampil tidak tersedia maka perlu didatangkan pekerja dari luar lokasi.
Mendatangkan tenaga kerja dari satu lokasi ke lokasi lainnya akan memerlukan
biaya insentif. Besamya biaya insentif tergantung pada kondisi pasar. Jika
mendatangkan tenaga kerja dari luar harus disediakan juga akomodasinya.

CUACA
Kondisi cuaca sangat mempengaruhi hasil kualitas kerja yang nantinya berpengaruh
juga pada biaya konstruksi. Sebagai contoh pelaksanaan konstruksi yang dilakukan
pada tempat tinggi dengan kecepatan angin kencang, akan mempengaruhi
penggunaan keran (crane) dan perIu pengontrolan debu, tambahan perancang
sementara untuk menahan dari hempasan angin.

PERTIMBANGAN DESAIN
Lokasi suatu proyek mempunyai beberapa aspek yang harus dipertimbangkan oleh
perencana. Sebagai contoh konstruksi bangunan sejarah, seluruh desainnya harus
harmonis dengan bangunan sejarah yang ada di lokasi setempat. Pertimbangan
penggunaan material dan konfigurasi bangunan perlu disesuaikan dengan kondisi
lokal.

Pertimbangan-pertimbangan ini dapat menimbulkan masalah tersendiri. Seorang


estimator harus paham apakah ada persyaratan khusus untuk material, apakah
tersedia tenaga kerja lokal dengan keahlian yang direncanakan, jika tidak maka
perIu didatangkan spesialis.

KERWANAN DAN KEAMANAN LOKASI


Keamanan dan kerawanan di lokasi perIu juga diperhitungkan. Misalnya perIu
penjagaan selama 24 jam. Tingkat keamanan akan mempengaruhi tingkat resiko
pelaksanaan proyek sehingga kadang kala keamanan setempat perlu dilibatkan.
SASARAN PROYEK dan TIGA KENDALA

Selain berbentuk bangunan tiap proyek mempunyai tujuan khusus misalnya,


membangun rumah tinggal, jembatan, atau instalasi pabrik. Dapat pula berupa
produk hasil kerja penelitian dan pengembangan. Di dalam proses mencapai tujuan
tersebut, ada batasan yang harus dipenuhi yaitu besar biaya (anggaran) yang
dialokasikan, jadwal, serta mutu yang harus dipenuhi. Ketiga hal tersebut
merupakan parameter penting bagi penyelenggara proyek yang sering diasosiasikan
sebagai sasaran proyek. Ketiga batasan di atas disebut tiga kendala (triple
constraint).

1. Anggaran, proyek harus diselesaikan dengan biaya yang telah melebihi anggaran.
Untuk proyek-proyek yang melibatkan dana dalam jumlah besar dan jadwal
pengerjaan bertahun-tahun, anggarannya tidak hanya ditentukan secara total
proyek, tetapi dipecah atas komponen-komponennya atau periode tertentu
(misalnya, perkuartal) yang jumlahnya disesuaikan dengan keperluan. Dengan
demikian, penyelesaian bagian-bagian proyekpun harus memenuhi sasaran
anggaran perperiode.
2. Jadwal, proyek harus dikerjakan sesuai dengan kurun waktu dan tanggal akhir
yang telah ditentukan. Bila hasil akhir adalah produk baru, maka penyerahannya
tidak boleh melewati batas waktu yang ditentukan.
3. Mutu, produk atau hasil kegiatan proyek harus memenuhi spesifikasi dan kriteria
yang dipersyaratkan. Bila hasil kegiatan proyek tersebut berupa instalasi pabrik,
maka kriteria yang harus dipenuhi adalah pabrik harus mampu beroperasi secara
memuaskan dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Jadi, memenuhi persyaratan
mutu berarti mampu memenuhi tugas yang dimaksudkan atau sering disebut
sebagai fit for the intended use.
Ketiga batasan tersebut bersifat tarik menarik. Artinya, jika angin meningkatkan
kinerja produk yang telah disepakati dalam kontrak, maka umumnya harus diikuti
dengan meningkatkan mutu. Hal ini selanjutnya berakibat pada naiknya biaya
sehingga bisa melebihi anggaran. Sebaliknya, bila ingin menekan biaya, maka
biasanya harus berkompromi dengan mutu atau jadwal.
Dari segi teknis, ukuran keberhasilan proyek dikaitkan dengan sejauh mana ketiga
sasaran tersebut dapat dipenuhi. Pada perkembangan selanjutnya ditambahkan
parameter lingkup sehingga parameter di atas menjadi lingkup, biaya, jadwal, dan
mutu.

Diposkan oleh CV. BACITIdi 08:46 Link ke posting ini


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBerbagi ke
Google Buzz
Label: Manajenen Proyek

Senin, 15 Maret 2010

PENDEKATAN YANG SISTEMATIK

Setelah melukiskan proyek-proyek itu sebagai sesuatu yang yangpada dasarnya


unik, dengan variasinya dalam hal ukuran, bentuk, waktu, biaya, dan sumber daya,
maka akan tampak aneh apabila kita harus melukiskan pendekatan manajemen
proyek standar yang berlaku secara universal. Meskipun demikian, justru karena
variasinya inilah maka suatu pendekatan yang sistematik menjadi sangat diperlukan.

KEUNTUNGAN – KEUNTUNGAN DARI PENDEKATAN SISTEMATIK :

1. Pendekatan yang sistematik akan akan memastikan produk yang akan


diserahterimakan itu secara jelas akan dapat didefinisikan dan dipahami oleh semua
pihak.
2. Pendekatan yang sistematik akan memungkinkan sasaran-sasaran proyek itu
secara jelas dapat didefinisikan dan secara erat dikaitkan dengan sasaran-sasaran
bisnis dari perusahaan itu.
3. Pendekatan yang sistematik akan memungkinkan tanggung jawab untuk bagian-
bagian yang berbeda dari proyek itu dapat dipahami, diterapkan, dan disepakati.
4. Pendekatan yang sistematik akan dapat meningkatkan suatu pendekatan yang
logis ke perencanaan dan mendorong terjadinya perkiraan yang lebih tepat.
5. Pendekatan yang sistematik akan dapat menyediakan sarana yang konsisten
sehingga pemantauan dan pengendaliannya dapat menjadi terlaksana.
6. Pendekatan yang sistematik akan dapat memastikan kembali pihak manajemen
seniornya dengan mendemonstrasikan pengendaliannya yang dapat dilihat.

Diposkan oleh CV. BACITIdi 06:48 Link ke posting ini


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBerbagi ke
Google Buzz
Label: Manajenen Proyek

Selasa, 02 Maret 2010

CIRI KHAS SEBUAH PROYEK

1. Perbedaan karakteristik-karakteristik
2. Daur hidup yang khas dari sebuah proyek
3. Peranan Manajer Proyek
4. Keuntungan dan pendekatan secara sistematis

Karakteristik yang paling jelas dari sebuah proyek adalah harus mencapai suatu
tujuan tertentu, dan dalam hal ini ditunjukan dengan nama proyeknya, yang
merupakan bagian dari sebuah organisasi bisnis normal, seperti pembayaran gaji
atau upah, menyunting surat kabar harian, dll.

Tujuan dan sasaran proyek-proyek atau mungkin yang paling baik adalah dengan
menganggap bahwa proyek itu merupakan sebuah alat perubahan.

Proyek mempunyai dampak pada kehidupan rakyat karena dapat merubah pola
kerja dan lingkungan mereka. Mengelola perubahan sangat berbeda dengan
mengelola status quo, intinya proyek-proyek itu dilaksanakan untuk mempengaruhi
perubahan dengan cara yang dapat dikendalikan.

Banyak dari proyek itu yang muncul dalam segala jenis bisnis yang berbeda, seperti
dalam system informasi, konstruksi, keuangan, pemasaran, riset industri dan
pemerintahan setempat.

Karakteristik utama dari sebuah proyek adalah :


1. Sebagai alat perubahan
2. Mempunyai awal dan akhir yang jelas dapat dikenali
3. Mempunyai tujuan yang spesifik
4. Menghasilkan sesuatu yang dapat diserah terimakan
5. Sebagai sesuatu yang unik
6. Sebagai tanggung jawab satu orang atau badan
7. Melibatkan biaya, sumber daya dan waktu
8. Menggunakan sumber daya dan keterampilan yang bervariasi

Kita tahu tujuan spesifik, tetapi juga sadar akan agenda-agenda tersembunyi.
Sekalipun telah diberi anggaran belanja dan batas waktu, kita memiliki ide tentang
tentang pertimbangan waktu, sumber daya, biaya sebenarnya, namun masih harus
diuji selama pelaksanaan proyek.

Satu-satunya masalah yang dipastikan dari Manajer Proyek adalah bahwa itu
tanggung jawabnya dan nanti dia akan dinilai tentang sukses atau tidaknya.

Diposkan oleh CV. BACITIdi 06:50 Link ke posting ini


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBerbagi ke
Google Buzz
Label: Manajenen Proyek

Sabtu, 20 Februari 2010

UNSUR - UNSUR DALAM PERENCANAAN

Memahami unsur-unsur perencanaan merupakan keharusan untuk menghindari


kesalahan yang tidak perlu terjadi. Unsur-unsur perencanaan adalah keadaan yang
dapat mempengaruhi hasil perencanaan. Keadaan-keadaan itu dapat berwujud
peraturan dan persyaratan formal yang berlaku atau keadaan pada tanah setempat
yang terjadi secara alami.

Lebih lanjut keadaan yang merupakan unsur perencanaan dapat di golongkan atas
tiga jenis :

1. Keadaan tanah setempat


2. Keadaan iklim setempat
3. Orientasi tanah setempat

KEADAAN TANAH SETEMPAT

Sebagaimana diketahui, situasi dan kondisi tanah di setiap tempat tidak selalu sama.
Pertama-tama harus di lihat unsur-unsur perencanaan formal yang berupa peraturan
dan persyaratan yang berlaku pada tanah setempat. Dalam peraturan dan
persyaratan yang berlaku pada tanah setempat yang tercakup bentuk dan jenis
bangunan yang boleh didirikan, garis-garis bangunan dan jalan yang mengatur tata
letak bangunan yang baik, teratur, dan terencana pada suatu wilayah sesuai dengan
norma-norma pembangunan kota.

Untuk mengetahui peraturan dan persyaratan formal yang berlaku, dapat di tempuh
dengan cara sebagai berikut :

Pertama-tama mengajukan permohonan pengukuran dan pemetaan persil tanah


yang di miliki pada Dinas Tata Kota setempat. Kemudian berdasarkan hasil
pengukuran pengukuran dan pemetaan itu diajukan permohonan keterangan
rencana (advise planning) pada Dinas Tata Kota setempat. Keterangan teknis lebih
lanjut bisa didapat dari Dinas Pembangunan Pengawasan Kota setempat.

Peta situasi, keterangan rencana dan peraturan/persyaratan formal tersebut


merupakan pedoman dasar dalam perencanaan. Akan tetapi agar diketahui unsur-
unsur perencanaan yang lebih jelas dan lengkap, perlu di adakan penelitian secara
langsung pada persil tanah setempat.

Dengan penelitian langsung pada persil tanah setempat akan di ketahui lebih jelas
keadaan yang terjadi secara alamiah, misalnya :

1. Perbedaan tinggi rendahnya tanah


1. Kekerasan/kepadatan tanah
2. Kecepatan dan arah aliran udara
3. Kebisingan dan frekuensi lalu lintas
4. Tumbuh-tumbuhan/pohon yang ada di sekitar persil

Hasil penelitian keadaan tanah setempat merupakan data yang sangat penting
dalam perencanaan, sebab :

1. Dengan diketahui perbedaan tinggi rendahnya permukaan tanah, maka akan


dapat ditetapkan tinggi lantai bangunan dari permukaan tanah yang aman dari banjir
dan bersifat ekonomis. Selain itu tinggi rendahnya permukaan tanah (contour) dapat
di manfaatkan dalam segi keindahan, misalnya pertamanan, kolam, dan lain-lain.
2. Kekerasan/kepadatan tanah sangat penting dari segi teknis untuk menetapkan
jenis dan tipe pondasi yang akan dipergunakan.
3. Kecepatan dan arah aliran udara perlu diketahui untuk menetapkan ukuran
pembukaan (lubang angin atau ventilasi, pintu dan jendela) sehingga ruangan
memiliki sirkulasi udara yang sesuai dengan kebutuhan (tidak terlampau kecil atau
besar).
4. Data tentang kebisingan dan frekuensi lalu lintas perlu sebagai dasar untuk
mengatur tata letak ruangan dan penggunaan jenis bahan bangunan yang kedap
suara, sehingga ruangan yang memerlukan suasana tenang dapat terwujud.
5. Pohon dan tumbuh-tumbuhan mempunyai arti serta manfaat yang besar dalam
kehidupan manusia, oleh karena tumbuh-tumbuhan dapat berfungsi sebagai :

a. Pelindung manusia/bangunan dari panas matahari


b. Mencegah dan mengurangi aliran angin besar
c. Mencegah dan mengurangi suara bising
d. Menyerap debu dan kotoran
e. Memproduksi zat asam pada siang hari yang diperlukan untuk kehidupan manusia
f. Mengatur dan melindungi tata air tanah
g. Mencegah erosi dan tanah longsor
h. Menyejukkan udara dan memperindah pemandangan

Melihat fungsi pohon dan tumbuh-tumbuhan yang besar serta luas, maka data
tentang ada atau tidaknya pohon pada persil tanah sangat penting.

Seandainya pada persil tanah telah ada pohon dan tumbuh-tumbuhan yang sehat
dan masih cukup muda, sebaiknya dimanfaatkan untuk fungsi-fungsi tersebut. Dan
seandainya pada persil tanah tidak terdapat pohon/tumbuh-tumbuhan, maka dalam
perencanaan harus direncankan tempat untuk pohon/tumbuh-tumbuhan.
Diposkan oleh CV. BACITIdi 02:42 Link ke posting ini
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBerbagi ke
Google Buzz
Label: Manajenen Proyek

Kamis, 18 Februari 2010

MENGIKLANKAN PROYEK

Hal ini sangat erat hubungannya dengan mencari sponsor, tetapi dapat berlaku
untuk semua tingkat perusahaan. Manajer proyek mempunyai tanggung jawab untuk
memastikan bahwa kredibilitas proyeknya dapat dipertahankan sepanjang waktu,
dan bahwa proyek itu dapat tetap mempertahankan profil atau riwayat kerjanya yang
tinggi di dalam perusahaan selama rentang hidupnya.

Manajer proyek kemungkinan dapat menjadi penghubung utama antara tim proyek
dan dunia luar, sehingga ia harus berusaha mempromosikan proyek itu.

MENGELOLA PERKIRAAN PARA PEMAKAI

Pada proyek-proyek yang besar, terutama proyek-proyek yang memerlukan waktu


lama, persepsi atau pemahaman pemakai terhadap apa yang akan
diserahterimakan itu secara tak terelakkan pasti akan berbeda dari pemahaman
anda sendiri. Oleh karena itu, secara teratur perlu ditinjau ulang dan diperiksa
selama berlangsungnya semua kegiatan proyek itu, untuk menghindari semua
perbedaan pemahaman.

Perkiraan para pemakai itu dapat bervariasi secara luar biasa dari sinisme mutlak
sampai optimisme liar yang berlebih-lebihan tentang cara hidup mereka yang akan
diperkuat ketika proyek itu diserahterimakan.

Yang sangat penting demi suksesnya proyek itu adalah mengurangi ekses-ekses
atau perkiraan-perkiraan yang berlebih-lebihan. Untuk itu, para para pemakai harus
dilibatkan dalam segala aspek proyek ini. Dengan demikian, hubungan diantara ke
dua belah pihak dapat dibangun sehingga memungkinkan timbulnya komunikasi dua
arah yang efektif.
Ingat, pada akhirnya, reaksi para pemakai terhadap apa yang anda serahterimakan
inilah yang akan menjadi faktor penentu utama tentang sukses atau gagalnya proyek
anda.

Diposkan oleh CV. BACITIdi 10:14 Link ke posting ini


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBerbagi ke
Google Buzz
Label: Manajenen Proyek

Senin, 15 Februari 2010

PERILAKU dan DINAMIKA PROYEK

Sejak dulu telah dikenal adanya proyek. Wujud dan skalanya dapat beraneka ragam,
mulai dari rumah hunian sederhana sampai dengan candi-candi raksasa. Semakin
maju peradaban manusia semakin besar dan kompleks proyek yang dikerjakan
dengan melibatkan penggunaan bahan-bahan, tenaga kerja, dan teknologi yang
semakin terampil dan canggih. Akan tetapi, mengapa kegiatan tersebut disebut
proyek? Bagaimana halnya dengan kegiatan petani di ladang atau nelayan di laut
yang terus menerus dikerjakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya? Dimulai
dengan merumuskan definisi dan membedakannya dengan kegiatan operasional
rutin, kriteria ukuran besar kecil dan kompleksitas suatu proyek. Dilanjutkan dengan
menganalisis dinamika yang melekat pada kegiatan tersebut.

Kegiatan proyek dapat diartikan sebagai satu kegiatan sementara yang berlangsung
dalam jangka waktu terbatas, dengan alokasi sumber daya tertentu dan
dimaksudkan untuk menghasilkan produk atau deliverable yang kriteria mutunya
telah digariskan dengan jelas. Lingkup tugas tersebut dapat berupa pembangunan
pabrik, pembuatan produk baru atau pelaksanaan penelitian dan pengembangan.
Dari pengertian di atas maka ciri pokok proyek adalah sebagai berikut :
1. Bertujuan menghasilkan lingkup tertentu berupa produk akhir atau hasil kerja
akhir.
2. Dalam proses mewujudkan lingkup di atas, ditentukan jumlah biaya, jadwal, serta
kriteria mutu.
3. Bersifat sementara, dalam arti umurnya dibatasi dengan selesainya tugas. Titik
awal dan akhir ditentukan dengan jelas.
4. Nonrutin, tidak berulang-ulang. Macam dan intensitas kegiatan berubah sepanjang
proyek berlangsung.

Disamping proyek, dikenal pula program yang mempunyai sifat sama dengan
proyek. Perbedaannya terletak pada kurun waktu pelaksanaan dan besarnya
sumber daya yang diperlukan. Program memiliki skala lebih besar daripada proyek.
Umumnya, program dapat dipecah menjadi lebih dari satu proyek, suatu program
merupakan kumpulan dari bermacam-macam proyek.

Diposkan oleh CV. BACITIdi 13:33 Link ke posting ini


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBerbagi ke
Google Buzz
Label: Manajenen Proyek
KONTRAKTOR

Tugas dan tanggung jawab kontraktor, antara lain :

1. Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan dokumen kontrak.

2. Menyediakan tenaga kerja dan bahan yang akan digunakan.

3. Melakukan pengawasan pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan meliputi


kuantitas, kualitas, serta pekerjaan tambah kurang yang diminta oleh owner.

4. Bertanggung jawab atas kualitas bahan dan pelaksanaan pekerjaan.

5. Menyusun laporan mingguan, bulanan, tentang perkembangan proyek yang


meliputi laporan pelaksanaan, bahan, tenaga kerja, dan peralatan.

6. Menyusun dan monitor rencana kerja serta penjadualan dalam bentuk CPM
dan Barchart.

7. Bertanggung jawab untuk memperbaiki segala kerusakan selama masa


pemeliharaan.

PEMASOK atau SUPPLIER

Pemasok adalah badan usaha yang menyediakan berbagai bentuk resource yang di
butuhkan dalam pelaksanaan proyek. Pemasok tidak terlibat langsung dalam
pelaksanaan proyek.

MASYARAKAT

Masyarakat adalah orang-orang yang berintegrasi dengan proyek secara langsung.


Walau tidak terlibat secara langsung dalam pelaksanaan sebuah proyek, tetapi
kenyamanan dan keamanan mereka adalah prioritas yang tidak dapat diabaikan,
karena tanpa dukungan dari masyarakat sekitar maka proyek tidak dapat berjalan
dengan baik.

BADAN PEMERINTAH

Badan pemerintahan adalah institusi pemerintah yang menetapkan peraturan dan


ijin pembangunan sehingga sebuah proyek dapat berintegrasi dengan bangunan-
bangunan di sekitarnya.

HUBUNGAN FUNGSIONAL

Hubungan fungsional dan kontrak antara pihak-pihak yang terlibat dalam proyek
konstruksi.

Hubungan kontrak adalah hubungan yang terjadi antara pihak kesatu dan kedua
karena adanya hubungan kontrak, tugas dan tanggung jawab terdapat dalam
dokumen kontrak dan pihak tersebut terlibat langsung dalam kontrak. Jika ada pihak
yang melanggar kontrak dapat di tuntut secara hokum.

Hubungan fungsional adalah, hubungan berdasarkan fungsi antara pihak-pihak yang


terlibat. Hubungan tersebut dapat berupa hubungan yang sejajar maupun hubungan
antara atasan dengan bawahan.

OWNER ( pemberi Tugas )

Tugas dan tanggung jawab pemberi tugas secara umum, sbb :

1. Membiayai suatu proyek


2. Mengurus dan menyelesaikan baik ijin maupun syarat-syarat yang harus dipenuhi
kepada instansi-instansi atau pihak-pihak yang terkait sehubungan dengan
pembangunan proyek tersebut.
3. Memilih konsultan perencana untuk merencanakan proyek yang akan dibangun.
4. Memberikan gambaran atas perencanaan yang akan dibuat oleh perencana.
5. Memilih pengawas baik dengan cara menunjuk konsultan pengawas atau
menunjuk orang lain dari owner sendiri untuk mengawasi proyek tersebut.
6. Memberi perintah kepada para kontraktor dan menolak pekerjaan kontraktor
apabila pekerjaan yang akan diserah terimakan tidak sesuai dengan kontrak
(spesifikasi dan gambar).
7. Memberikan keputusan terhadap perubahan pekerjaan atau bila terjadi
permasalahan di lapangan dan kondisi tak terduga (force major) pada saat
pelaksanaan proyek.

Diposkan oleh CV. BACITIdi 06:43 Link ke posting ini


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBerbagi ke
Google Buzz
Label: Manajenen Proyek

Minggu, 14 Februari 2010

PERSYARATAN KHUSUS KONTRAK

Persyaratan khusus kontrak diperlukan untuk melengkapi persyaratan umum


kontrak. Persyaratan khusus kontrak harus dipersiapkan untuk setiap proyek secara
khusus dan pasal-pasalnya berhubungan dengan keadaan khusus / unik sebuah
proyek.

Isi persyaratan khusus kontrak :

a. Waktu yang diberikan untuk pelaksanaan proyek.

b. Denda yang harus dibayarkan untuk setiap keterlambatan penyelesaian


kontrak.

c. Masa pemeliharaan setelah penyelesaian kontrak.

d. Pengadaan item-item khusus oleh pemberi tugas.

e. Pembatasan khusus yang mungkin dikenakan pada kontraktor.

f. Ketentuan administrative yang tidak biasa.

SURAT PERJANJIAN
Surat yang mempunyai kekuatan hukum, dimana kedua belah pihak bersepakat
untuk membubuhkan tanda tangan sebagai tanda atas kesepakatan mereka dan
dijelaskan dalam seluruh dokumen kontrak.

GAMBAR RENCANA

Gambar yang menunjukan konstruksi yang akan dibangun beserta dimensi-


dimensinya (ukuran). Gambar rencana ini biasanya terdiri atas gambar arsitektur,
struktur, dan ME. Gambar harus dibuat selengkap dan seakurat mungkin. Namun
apabila masih terdapat informasi yang belum lengkap maka harus di cantumkan
dalam spesifikasi teknis.

SPESIFIKASI TEKNIS

Spesifikasi teknis, gambar rencana, dan daftar volume pekerjaan merupakan


kombinasi lengkap mengenai informasi proyek. Spesifikasi merupakan dokumen
tertulis yang berisikan ruang lingkup pekerjaan, pesyaratan, penjelasan rinci dari
bentuk, kualitas bahan serta methode pelaksanaan. Dalam spesifikasi juga diuraikan
mengenai cara-cara pengujian terhadap kualitas yang di syaratkan oleh pemberi
tugas.

Jenis spesifikasi :

a. Spesifikasi yang berorientasi pada hasil akhir

Yang di utamakan adalah hasil akhir tanpa menetapkan syarat-syarat, methode


pelaksanaan yang harus dilakukan untuk mewujudkannya.

b. Spesifikasi yang berorientasi pada methode pelaksanaan

Methode pelaksanaan merupakan syarat yang harus dilaksanakan untuk


mendapatkan hasil akhir.

c. Spesifikasi yang berorientasi pada hasil akhir dan methode pelaksanaan.

Dalam spesifikasi ini terdapat persyaratan tentang cara pelaksanaan berikut syarat-
syarat hasil akhir yang harus dipenuhi.

DAFTAR PEKERJAAN dan VOLUME


Menetapkan jumlah volume setiap pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh
kontraktor. Daftar volume ini dihitung dari gambar rencana dan berdasarkan
persyaratan yang tercantum dalam spesifikasi teknis.

BERITA ACARA

Merupakan surat-surat yang menyatakan kesepakatan tentang berbagai hal yang


belum diatur atau tercantum dalam dokumen tender lain.

ADDENDUM

Addendum yaitu perubahan atau klasifikasi resmi terhadap semua permasalahan


yang berhubungan dengan dokumen tender yang dilakukan oleh pemberi tugas atau
pihak yang mewakili pemberi tugas dan dilaksanakan selama masa tender.

Diposkan oleh CV. BACITIdi 10:29 Link ke posting ini


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBerbagi ke
Google Buzz
Label: Manajenen Proyek

Sabtu, 13 Februari 2010

ERA GLOBALISASI

Pada era globalisasi, dimana batas antarnegara makin terbuka, produk dan jasa dari
satu tempat mudah mencapai tempat lain, maka hanya mereka yang bekerja dengan
prinsip “doing the right things (efficient)” dan “doing things right (effective)” yang
akan memenangkan persaingan dan merebut pasar, yang pada gilirannya
selanjutnya menikmati hasil usahanya lebih dulu dan lebih baik.
Ungkapan di atas bukanlah merupakan hal yang baru bagi pedoman melakukakan
suatu kegiatan. Apa yang mungkin masih perlu dijabarkan dan dirumuskan adalah
bagaimana melaksanakannya agar tercapai maksud dari ungkapan di atas.
Di Negara yang sedang berkembang, dalam rangka meningkatkan taraf hidup
rakyatnya, tuntutan akan terselenggaranya kegiatan yang dilandasi prinsip-prinsip
tersebut semakin terasa, mengingat banyaknya kemajuan yang akan di kejar,
sedangkan sumber daya yang tersedia baik berupa sumber daya manusia terampil
maupun dana yang terbatas. Ketinggalan ini diusahakan dikejar dengan
pembangunan di segala bidang. Pembangunan tersebut berupa pembangunan fisik
proyek seperti perbaikan perkampungan, prasarana, mendirikan industri berat dan
ringan, jaringan telekomunikasi, dan lain – lain. Menghadapi keadaan demikian,
langkah yang umumnya ditempuh di samping mempertajam prioritas adalah
mengusahakan peningkatan efisiensi dan efektivitas pengelolaan agar di capai hasil
guna yang maksimal dari sumber daya yang tersedia.
Pengelolaan yang dikenal sebagai “MANAJEMEN PROYEK” adalah salah satu cara
yang ditawarkan untuk maksud tersebut, yaitu suatu metode pengelolaan yang
dikembangkan secara ilmiah dan intensif sejak pertengahan abad ke-20 untuk
menghadapi kegiatan khusus yang berbentuk proyek. Kegunaan manajemen proyek
khususnya proyek yang komponen kegiatan utamanya terdiri dari engineering,
konstruksi, dan dalam lingkungan terbatas juga manufaktur.
Prinsip-prinsip manajemen proyek secara menyeluruh dan benar :
1. Identifikasi objek yang akan dikelola, yaitu kegiatan proyek.
2. Membahas konsep pengelolaan yang akan dipakai, yang di kenal dengan konsep
manajemen proyek.
3. Menyajikan atribut dasar konsep manajemen proyek berupa area ilmu manajemen
proyek.
4. Menjabarkan konsep di atas menjadi metode, teknik, dan prosedur.
5. Aplikasi konsep manajemen proyek di atas pada praktek penyelenggaraan
(operasional) sepanjang siklus proyek.
Meliputi :
1. Mengkaji kelayakan sebelum memutuskan untuk mewujudkan suatu gagasan
menjadi bentuk fisik atau Tahap Konseptual.
2. Perencanaan dan pengembangan, termasuk menyiapkan perangkat dan peserta
atau Tahap Definisi.
3. Implementasi kegiatan proyek di kantor pusat lapangan atau Tahap Implementasi.
4. Penyelesaian akhir dan penutupan proyek yang berlangsung pada Tahap
Terminasi.
Minggu, 06 Februari 2011

Jenis-jenis Kontrak Konstruksi

1. Jenis-jenis Kontrak

Ada berbagai jenis contract yang umum digunakan, beberapa diantaranya akan
dibahas secara singkat berikut ini :

1. Traditional Contracts

Dalam contract tradisional, pekerjaan design dan pekerjaan konstruksi dilakukan


oleh perusahaan yang berbeda. Jadi Owner mengawasi pekerjaan dari beberapa
perusahaan. Ada 3 principal types yang masuk kategori ini :

1.1. Lump sum contracts

Dalam kontrak jenis ini, harga yang fixed disepakati untuk menyelesaikan
seluruh scope pekerjaan. Umumnya tersedia Bill of Quantities yang menjabarkan
lingkup pekerjaan yang di cover oleh harga lump sum. Juga tersedia schedule of rates
untuk mengantisipasi variation works selama pelaksanaan proyek.
1.2. Unit Rates atau Remeasurement Contracts

Dalam contract jenis ini, nilai akhir proyek dihitung berdasarkan volume
pekerjaan yang terlaksana di lapangan. Bill of Quantities menyediakan fixed unit
rates dan perkiraan quantity untuk berbagai jenis pekerjaan. Pada akhir proyek,
quantity pekerjaan yang terlaksana akan dihitung ulang / re-measured untuk
menentukan nilai akhir proyek.

1.3 Cost Plus Contracts

Sering disebut sebagai fixed fee contracts, dimana Kontraktor dibayar


berdasarkan biaya aktual yang dikeluarkan ditambah dengan fixed fee, yang
umumnya dinyatakan dalam bentuk persentase terhadap actual cost.

2. Non Traditional Contracts

2.1 Design & Build / Turnkey / EPC

Perbedaan contract ini dengan jenis contract tradisional adalah Owner


menyerahkan pekerjaan design dan konstruksi kepada satu perusahaan. Owner
cukup memberikan kriteria hasil akhir yang diinginkan. Keterlibatan Owner dalam
proyek sangat minimal karena Kontraktor akan mengurus semuanya dari design
sampai commissioning. Saat pekerjaan selesai, Owner tinggal “minta kunci untuk
menghidupkan plant ( = turn key )”. Istilah design & build contracts umumnya
digunakan pada proyek gedung, sedangkan istilah turnkey / EPC contracts banyak
digunakan pada proyek industri atau migas.

2.2 Fast tracking


Sering disebut phased construction, dimana pekerjaan konstruksi dimulai
sebelum design selesai 100%. Pembayaran biasanya menggunakan sistem
cost plus. Keuntungan contract jenis ini adalah waktu penyelesaian lebih singkat,
kerugiannya terutama masalah perubahan design dan biaya.

2.3 Construction Management

Dalam jenis contract ini, Owner menunjuk satu perusahaan sebagai


Construction Manager untuk mengendalikan pelaksanaan proyek. Pekerjaan
konstruksi akan dilaksanakan oleh kontraktor lain yang punya perjanjian kerja
langsung dengan Owner. Construction Manager bertugas untuk memberi saran
kepada Owner mengenai strategi / prosedur tender, pemilihan kontraktor,
mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dan administrasi contract.

3. Co-operative Contracting

Co-operative contracting ( oleh kontraktor ) bertujuan untuk menggabungkan


keahlian, kemampuan finansial serta sumber daya manussia dari beberapa
perusahaan kontraktor untuk menyelesaikan suatu proyek. Ada berbagai skenario
perjanjian internal antar perusahaan kontraktor tersebut :

Biaya dan potensi keuntungan / kerugian proyek ditanggung bersama, berdasarkan


pada persentase yang disepakati ( 55%-45%, 60%-40%, dll. )

Pekerjaan proyek dibagi atas beberapa bagian. Tiap Kontraktor akan bertanggung
jawab terhadap pekerjaan tertentu sesuai keahliannya. Biaya dan potensi
keuntungan / kerugian dari tiap pekerjaan ditanggung oleh masing-masing kontraktor
pelaksana.

Kombinasi dari dua skenario di atas, ada pekerjaan yang ditangani bersama dan
ada pekerjaan yang menjadi tanggung jawab masing-masing kontraktor.

Bentuk co-operative contracting yang banyak dikenal adalah Joint Ventures


dan Consortium.
4. Concession Based Method

Umumnya jenis contract ini dilakukan oleh Pemerintah yang membutuhkan


dukungan pihak swasta untuk membangun proyek infrastuktur. Contoh dari contract
jenis ini antara lain Build-Operate-Transfer ( BOT ) dan Production Sharing
Contracts ( PSC ). Dari uraian di atas, bisa dilihat bahwa terdapat berbagai pilihan
jenis contract. Dari yang tradisional sampai dengan yang telah dimodifikasi. Tidak
tertutup kemungkinan akan ada modifikasi contract baru, yang dibuat untuk
menyesuaikan kebutuhan industri konstruksi yang terus berkembang.

Owner akan memilih jenis contract yang paling sesuai berdasarkan pertimbangan :

biaya

kualitas

waktu, dan

kesiapan Owner untuk ikut terlibat dalam pelaksanaan proyek